You are on page 1of 8

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Tinjauan Botani
1.1.1 Klasifikasi
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida (Dicots)
Bangsa : Myrales
Family : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Spesies : Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry (Cronquist,
(21)
1981)

1.1.2 Nama Daerah
Malay appel : Aceh; Jambee nipoe : Nias; Maufa : Ind; Jambu berteh,
J. bol, J. kemang : var. Sum. Timur; J. merah : Amb; J. susu, Gora merah
: Manado, minangk; Jambu bol, J. jambak, J. gadang : Sund; Jambu
bool :Jaw; Darsana, Dersana, Jambu fersana : Mad; Dharsana,
Jhambhudharsana : Bal; Nyambu bol : Alf, Sul. Ut.; Kupa maaimu,
Mangkao maaimu (bent.), Kumpasamahendeng (bant.), Kombot
mopura (Mongond.), Mangkoa (Ponos.), Kupa (t.s.), Koa (t.b.),
Kambes mea (t.I.), Kambes raindang (t.t), Kokhuwa (tonsaw.) : Goront;
Upo : Buol; Kupa : Baree ; Maku : Morisch; Wuasumonda (Padu) : U.
pand; Jambu bolo, J. kalongkong : Bu; Jambu bolu, J. pelo : Seram Tim;
Mutiha (Hoti) : Seram Bar; Lutune (Waraka), Alue (Atamano) : Seram
Sel; Omtoola (Amahai), Nutune (Nuaulu), Rutuno (Sepa) : Alf. Ambon;
Lutukau (Hila) : Ulias; Rituul (Har.), Kopokaul (Nusa-laut), Kumkolo
(Sap.) : Halmah. Ut.; Goda-goda (Gal.), Gogoa (Tob.), Goroga (Loda)
: Ternate; Gora tome, G. lamo : Tidore; Suo, Suo kohori(21).

4 Ekologi dan Penyebaran Jambu bok dapat ditemui dimana-mana dan penyebarannya hingga ketinggian 1200 mdpl. bisa juga dengan cara cangkok. akan tetapi tanaman ini hanya bisa dibudidayakan di pulau jawa dan sumatera. Sumatera dan Jawa. umumnya dapat tumbuh pada ketinggian hingga lebih kurang 1200 m di atas permukaan laut. Jambu bol umumnya diperbanyak dengan membibitkan bagian biji. Kadang-kadang dijumpai di hutan-hutan dan biasanya berasosiasi dengan jambu kepo (Syzygium zollingrianum). Dari beberapa pohon bentuk buah sangat bervariasi dari hamper bulat seperti buah apel sampai agak lonjong. Kulit : kulitnya digunakan untuk sariawan biasanya digunakan dengan cara diremas menggunakan air dan dikumurkan hingga beberapa kali. Kayu : kayunya tidak banyak dipergunakan namun karena teksturnya yang keras umumnya lazim digunakan untuk bahan bangunan.3 Anatomi Tanaman jambu bol tingginya bisa mencapai lebih kurang 18 m dan lebar 45 cm. jambu . rasanya agak kecut. Jambu ini mulai berbuah pada bulan Mei sampai Juni dan sudah bisa dipanen pada Agustus sampai September. akan tetapi jambu bol sudah ada sejak lama di Semenanjung Malaya. Banyak terdapat di nusantara. Karena manfaatnya.1. Asal usul tanaman jambu ini tidak diketahui secara pasti. ukuran bihi.1. Buah : sangat digemari oleh orang Indonesia maupun Eropa karena buahnya yang besar dan wangi. Akan tetapi pada beberapa pohon yang terlihat subur tidak dapat berbunga dan berbuah. 1.1. dan warna buah berbeda seperti merah tua atau kuning pucat(21).

bol kini banyak ditanam di negara tropis. sedangkan bijinya digunakan untuk nyeri lambung dan digunakan pula sebagai makanan(23). 0. 0.8% dari minyak dengan (-). antioksidan. 3 mg asam askorbat (English et al. kulit batang digunakan untuk sariawan. et al. Kandungan senyawa minyak atsiri dari daun Syzygium malaccense antara lain : monoterpene (61.1 mg Mn.9 mg Fe. dan penyakit lainnya(24). sakit kepala. dan Tobago(8).1. 0.02 mg thiamin. 1. 0. dan efek lchthyotoxic(24). 2010).1.0%) (Ismail.8 g air. Trinidad.) Merr & Perry] mempunyai aktivitas sebagai diuretic.5 Khasiat dan Kegunaan [Syzygium malaccense (L. 0.1 mg Zn.1%).7 Kandungan Kimia Dalam 100 g buah jambu bol mengandung: 93. 14 mg Ca. 1. seperti akarnya digunakan untuk pengobatan diuretik dan gatal.) Merr & Perry] hampir seluruh bagiannya dapat diguakan.02 mg riboflavin.) Merr & Perry] secara tradisional dapat digunakan untuk diabetes.6 Aktivitas Farmakologi [Syzygium malaccense (L.2 g lemak. 0. 75 mg K.b caryophyllene (9. 1996). dun dan biji digunakan untuk demam.7 g gula.7 g protein. 11 mg Mg. konstituen seskuiterpen 30. [Syzygium malaccense (L. 0. 11 mg Na. konstipasi.1. 3.1 mg Cu. batuk. penghambat xanthin oxidase. 0. β- karoten. termasuk di negara-negara Karibia seperti Jamaika. . 1. energi 21 kkal (89kJ).

(-) terpenoid (Santi. Uji fitokimia ekstrak metanol kulit batang tumbuhan Syzygium malaccense (+) alkaloid. 2000). Ekstraksi Cara Dingin 1) Maserasi Maserasi adalah proses pengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada temperatur ruangan (kamar). 1. serbuk halus atau kasar dari tumbuhan obat yang kontak dengan pelarut disimpan dalam wadah tertutup untuk periode tertentu dengan pengadukan yang sering. (+) steroid. pelarut akan berdifusi sampai ke material padat dari tumbuhan dan akan melarutkan senyawa dengan polaritas yang sesuai dengan pelarutnya. Dalam maserasi (untuk ekstrak cairan). aseton. etanol. Tukiran. yaitu cara panas dan cara dingin (Harborne. (+) flavonoid. sampai . benzene. Selama proses ekstraksi. hexan.4.3 Antioksidan 1. A. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. 1987. (+) saponin. (+) fenolik. Beberapa metode ekstraksi dengan menggunakan pelarut dibagi menjadi du acara.1 Ekstraksi Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. BPOM.4 Tinjauan Metode 1. 2017). kloroform. (+) tannin. Pelarut organik yang paling sering digunakan dalam mengekstraksi zat aktif dari sel tanaman adalah methanol.2 Radikal Bebas Radikal bebas merupakan salah satu bentuk senyawa yang mempunyai elektron tidak berpasangan ( 1. dan etil asetat.

1. 2000). 2) Perkolasi Perkolasi adalah ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru sampai sempurna (exhaustive extraction) yang umumnya dilakukan pada temperature ruang. Umumnya dilakukan pengulangan proses pada residu pertama sampai 3-5 kali sehingga dapat termasuk proses ekstraksi sempurna (BPOM. zat tertentu dapat terlarut. selain kromatografi kertas dan elektroforesis. Proses terdiri dari tahapan pengembangan bahan. terus sampai diperoleh ekstrak (perkolat) yang jumlahnya 1-5 kali bahan (BPOM. tahap perkolasi sebenarnya (penetesan atau penampungan ekstrak). plat aluminium atau plat plastic. Meskipun demikian. tahap maserasi antara. Pada KLT fase diamnya berupa lapisan yang seragam pada permukaan bidang datar yang didukung oleh lempeng kaca.4. 2) Refluks Refluks adalah ekstraksi dengan pelarut pada temperature titik didihnya. . 2000) B. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan bentuk kromatografi planar. selama waktu tertentu dan jumlah pelarut terbatas dan relative konstan dengan adanya pendingin balik.2 Kromatografi Lapis Tipis Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan salah satu metode pilihan kromatografi secara fisikokimia (Gandjar. 2007). Metode ini paling cocok digunakan untuk senyawa yang termolabil (BPOM. Ekstraksi Cara Panas 1) Soxhlet Sochletasi adalah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya dilakukan dengan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi kontinu dengan jumlah pelarut relative konstan dengan adanya pendingin balik (BPOM. 2000). 2000).

dilakukan deteksi bercak (Gritter. Setelah lempeng terelusi. Pertama. 1991). 1995). Jumlah volume fase gerak harus mampu mengelusi lempeng sampai ketinggian lempeng yang telah ditentukan. 1995). Fase gerak yang digunakan adalah pelarut organik yang memiliki tingkat polaritas . Nilai Rf diperloleh dengan membandingkan jarak yang ditempuh oleh fase gerak (Townshend. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan teknik yang benar-benar menguntungkan karena tingkat sensitifitasnya sangat besar dan konsekuensinya jumlah sampel lebih sedikit. Fase gerak harus memiliki kemurnian yang tinggi. Kedua dipakai untuk menjajaki sistem pelarut dan sistem penyangga yang akan dipakai dalam kromatografi kolom (Gritter. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dapat dipakai dengan dua tujuan. 1991). KLT analitik digunakan untuk menganalisa senyawa- senyawa organik dalam jumlah kecil misalnya. menentukan jumlah komponen dalam campuran dan menentukan pelarut yang tepat unruk memisahkan dengan KLT preparatif sedangkan KLT preparatif digunakan untuk memisahkan campuran senyawa dari sampel dalam jumlah besar berdasarkan fraksinya yang selanjutnya fraksi-fraksi tersebut dikumpulkan dan digunakan untuk analisa berikutnya (Townshend. dipakai untuk mencapai hasil kualitatif. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dapat digunakan untuk tujuan analitik dan preparative. kuantitatif atau preparatif. Fase gerak yang dikenal sebagai pelarut pengembang atau cairan pengelusi akan bergerak sepanjang fase diam karena pengaruh kapiler pada pengembang secara mekanik (ascending) atau karena pengaruh gravitasi pada pengembangan menurun (descending) (Gritter.kromatografi planar ini merupakan bentuk terbuka dari kromatografi kolom (Gritter. Laju pergerakan fase gerak terhadap fase diam dihitung sebagai retardation farctor (Rf). 1991). 1991).

2006). . silika gel dengan ikatan kimia.4. poliamida penukar ion. dan serapan (A). mineral oksida. Ada beberapa cara untuk mendeteksi senyawa yang tidak berwarna pada kromatogram. 1. Karena bersifat sebagai gelombang.1991). Deteksi paling sederhana adalah jika senyawa menunjukkan penyerapan di daerah UV gelombang pendek (radiasi utama kira-kira 254 nm) atau jika senyawa itu dapat dieksitasi pada radiasi UV gelombang pendek dan gelombang panjang (366 nm). REM memiliki vektor listrik dan magnet yang bergetar dalam bidang yang tegak lurus satu sama lain dan masing-masing tegak lurus pada arah perambatan radiasi (Harmita. Spektrofotometer dapat digunakan untuk mengukur besarnya energi yang diabsorpsi atau diteruskan. dan fase kiral (Gritter. Pada senyawa yang mempunyai dua ikatan atau lebih dan senyawa aromatik seperti turunan benzena.3 Spektrofotometer UV-Vis Spektrum UV-Vis merupakan hasil interaksi antara radiasi elektromagnetik (REM) dengan molekul. alumina. tersendiri. Jika radiasi monokromatik melewati larutan yang mengandung zat yang dapat menyerap maka radiasi ini akan dipantulkan. frekuensi (v). selulosa. Lambert dan Beer telah menurunkan secara empiris hubungan antara intensitas cahaya yang ditransmisikan dengan tebalnya larutan dan hubungan antara intensitas dengan konsentrasi zat. melarutkan senyawa contoh dan tidak bereaksi dengan penyerap. maka ada parameter-parameter yang perlu diketahui. silika gel. diabsorbsi oleh zatnya dan sisanya akan ditransmisikan. 1995). antara lain panjang gelombang (λ). Radiasi elektromagnetik merupakan bentuk energi radiasi yang mempunyai sifat gelombang dan partikel (Foton). mempunyai serapan kuat di daerah 230-300 nm (Stahl. Absorben umumnya digunakan dalam KLT meliputi silika gel ukuran 12 μm.

𝑏.4. Hukum Lambert-Beer (Harmita. Cm lt-1) a = daya serap (g. 𝑏 𝐼𝑡 Keterangan : A = Serapan Io = Intensitas sinar yang datang It = Intensitas sinar yang diteruskan γ = absorbtivitas molekuler (mol. 2006) : 𝐼𝑜 𝐴 = log = 𝛾.4 . lt-1_ b = tebal larutan/ kuvet 1.cm. 𝑐 = 𝑎.