You are on page 1of 22

PEMANFAATAN EKSTRAK GINGEROL JAHE (ZINGIBER

OFFICINALE ROSC) SEBAGAI ANTI KOLESTEROL
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Fitofarmasi
Dosen Pengampu
WEKA SIDHA BHAGAWAN. Farm., Apt., M.Farm

Disusun oleh :

Dhefina Amalia (15670027)
Choirul Zani’ah (15670049)
Kitmanul Asrori (15670068)
Hana Alamin (17930092)

JURUSAN FARMASI (B)
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2018

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kolesterol bukanlah sebuah penyakit yang serius. Namun disisi lain kolesterol
berpotensi sebagai faktor risiko beberapa penyakit. Potensi terbesar yang
ditimbulkan akibat jumlah kolesterol yang berlebih atau disebut
hiperkolesterolemia, yaitu kondisi dimana kadar kolesterol dalam darah meningkat
di atas batas normal. Hal ini ditunjukan pada penelitian yang dilakukan di Semarang
pada tahun 2007-2008, kadar kolesterol dalam darah >200mg/dl meningkatkan
risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah sebesar 1,8 kali lebih besar
dibandingkan dengan kolesterol darah <200 mg/dl (Yani M, 2015).
Studi literatur menunjukkan bahwa terdapat potensi dalam mengatasi
permasalahan tersebut. disebutkan bahwa jahe merah (Zingiber officinalle
Var.rubrum) memiliki khasiat sebagai antikolesterol. Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa senyawa Gingerol pada jahe merah dapat dimanfaatkan
sebagai antikolesterol. selain itu jahe juga merupakan antioksidan yang baik bagi
tubuh. Jahe merah diguakan karena memiliki kadar Gingerol yang lebih banyak dari
pada jahe jenis yang lain.
ً ْ ‫َويُ ْسقَ ْونَ فِي َها كَأ‬
ً ِ‫سا َكانَ ِمزَ ا ُج َها زَ ن َجب‬
Disebutkan dalam QS: Al-Insan 76: 17‫يل‬
yang artinya adalah “Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman)
yang campurannya adalah jahe”. Ayat tersebut menunjukkan bahwa jahe digunakan
sebagai campuran pada minuman orang-orang di surga, sehingga dapat dikatakan
jahe sangat dispesialkan oleh Allah SWT.
Jahe juga telah digunakan pada masa Rasulullah SAW. Hadits Riwayat
Hakim nomor :7190 yang artinya “ Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. berkata: Ada
seorang raja dari Hindia memberikan hadiah kepada rasulullah sebuah tembikar
yang berisi jahe. Lalu nabi memberi makan kepada sahabat-sahabatnya dari jahe
tersebut sepotong demi sepotong, dan nabi memberikan sepotong jahe dari tembikar
tersebut”. Hadist tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menunjukkan
kepada kita betapa bermanfaatnya jahe sehingga beliau memberikan jahe pada
sahabat-sahabatnya.

salah satunya adalah sebagai antikolesterol. 1. . Maka dari itu perlu untuk kandungan-kandungan tersebut diisolasi dan dijadikan sebagai fitofarmaka untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai obat kolesterol. 2. Beberapa prespektif menunjukkan bahwa jahe sangat bermanfaat.3 Tujuan 1. Allah pun telah menunjukkan dalam ayatnya yang kemudian juga ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. Secara ilmiah pun telah teruji kandungan serta khasiat jahe yang banyak manfaatnya.2 Rumusan Masalah 1. Untuk mengetahui kerja gingerol dalam tubuh sebagai anti kolesterol. Bagaimana potensi pemanfaat ekstrak gingerol jahe merah sebagai obat kolesterol dalam bentuk fitofarmaka? 1. Untuk mengetahui kompatibilitas senyawa gingerol sebagai fitofarmaka.

1 Jahe Gambar 1 Rimpang jahe (Tika. beeuing (Gayo). jahe (Sunda). Taksonomi dari tanaman ini adalah sebagai berikut: Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Super Divisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Subdivisi: Angiospermae Kelas: Liliopsida Subkelas: Commelinidae Ordo: Zingiberales . jae (Jawa dan Bali). dan sebagainya. bahing (Batak Karo). Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi tempat tumbuh tanaman jahe. 2012) Jahe (Zingiber officinale rosc) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam suku Zingiberaceae. karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. sipodeh (Minangkabau). Jahe (Zingiber oficinale) dikenal di daerah-daerah di Indonesia dengan berbagai nama. jhai (Madura). seperti halia (Aceh). Officinale merupakan bahasa latin dari “Officina” yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan (Bermawie dan Purwiyanti dalam Sya’ban 2013). geraka (Ternate). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. melito (Gorontalo). Nama “Zingiber” berasal dari bahasa Sansekerta “Singabera” dan Yunani “Zingiberi” yang berarti tanduk. jahi (Lampung).

Panjang daun sekitar 5-25 cm dengan lebar 0. bertunas. Panen rimpang jahe dilakukan saat usia tanaman mencapai 9-10 bulan. Dan yang . 2010). sinar matahari 70-100%. berkulit putih atau kuning. Selain itu. tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir. 2005. 2010).5 cm. pangkal tangkai daun akan tetap hidup. dan rasanya tidak terlalu pedas.8-2. Daun jahe berbentuk lonjong dan lancip menyerupai daun rumput yang besar. dan jahe merah (berem). Bunga tersebut berwarna kuning kehijauan dan memiliki bibir bunga berwarna ungu.5- 2 cm. jahe emprit adalah jahe yang berukuran kecil. Rimpang jahe dipanen dengan cara dicabut dari tanah. Daun tersebut memiliki tulang daun sejajar sebagaimana tanaman monokotil lainnya. Famili: Zingiberaceae Genus: Zingiber Spesies: Zingiber officinale (Paimin dan Murhananto 2007). Jahe gajah yang ukurannya besar. jahe emprit (biasa). Jahe dapat tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (dpl). Persyaratan lainnya agar jahe dapat tumbuh baik yaitu temperatur o rata-rata 25-30 C. tetapi akan berproduksi secara optimal pada ketinggian 400- 800meter dpl. lalu tumbuh akar rimpang baru (Paimin dan Murhananto. 2007). berkulit putih atau kuning.4 (Kardiman. 2010). Setelah itu dibersihkan dari tanah yang menempel dan dicuci hingga bersih (Rusli. Biasanya jahe gajah diolah sebagai manisan dan asinan. Bila daum mati. Varietas jahe yang tumbuh di Indonesia dibedakan menjadi tiga varietas yaitu jahe gajah (badak). Jahe jenis ini biasanya digunakan untuk bumbu masakan dan obat.8-7. Bunga jahe merupakan bunga majemuk dengan panjang 4-7 cm dan lebar 1. dan pH tanah 6. dan memiliki rasa sangat pedas. curah hujan pertahun 2500-4000 mm. Batang tersebut berwarna hijau pucat dengan warna pangkal batang kemerahan. bunga berbentuk tabung dan setiap bunga dilindungi oleh daun pelindung (Rusli. terdiri atas helaian daun (Mahendra. 2005). Ciri fisik dari jahe siap panen biasanya daun berubah menjadi kekuningan. Kartasubrata. Batang jahe merupakan batang semu yang tumbuh tegak lurus.

banyak nama lain dari jahe dari berbagai daerah di Indonesia antara lain halia (Aceh).5 . 2015). melito (Gorontalo). Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) disebut juga jahe sunti. Minyak ini terdiri dari gingerol dan shogaol (kandungan utama dalam jahe). Selain itu. Diameter rimpang 4. Kandungan minyak atsiri dan oleoresin pada rimpang jahe merah lebih tinggi sehingga jahe merah memiliki . Memiliki serat yang kasar. jahe (Sunda).39 cm. Dibandingkan dengan jenis jahe yang lain. sama seperti jahe kecil. terakhir adalah jahe merah. sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan (Setiawan. umur. Panjang rimpang dapat mencapai 12. 2007). Struktur rimpang jahe merah.0. paradol. ukuran lebih kecil dari jahe kecil. kecil berlapis-lapis dan daging rimpangnya berwarna kuning kemerahan. dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi dibandingkan jahe kecil. hal ini disebabkan karena beberapa alasan seperti letak.3 cm dan tingginya antara 5. zingerone dan turunan mereka. Jahe merah memiliki ukuran sedang dan berkulit merah. jahi (Lampung). Komponen yang kedua adalah minyak tak menguap (non-volatile oil). 2002).7 kg/rumpun. sipodeh (Minangkabau). 2014). 2. Dan komponen yang ketiga adalah pati (Sari. bumbu masak dan obat-obatan tradisional (Setiawan. Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) memiliki rimpang dengan bobot antara 0. beeuing (Gayo). dan tempat tumbuh (Paimin dan Murhananto. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman. bahing (Batak Karo). jae (Jawa dan Bali). jahe merah juga selalu dipanen setelah tua. geraka (Ternate). Jahe memiliki komponen minyak menguap (volatile oil) atau lebih dikenal sebagai minyak atsiri yang terdiri dari senyawa terpenoid.10. 2015). Penyebaran tanaman jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) kini sampai di wilayah tropis dan subtropis. Kandungan minyak pada setiap rimpang berbeda-beda.2 -4. jhai (Madura). dan sebagainya (Setiawan.2 Jahe merah Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai China. 2015: 17).40 cm.2 . serta senyawa-senyawa flavonoid dan polifenol. Biasanya jahe ini digunakan sebagai obat (Setyawan. Rasanya pedas dan aromanya sangat tajam. contohnya Indonesia.

Gingerol dapat dibuat dengan cara ekstraksi secara batch dari rimpang jahe segar dengan pelarut tidak polar dan bertitik didih rendah 30-32oC dan akan terdekomposisi menjadi shogaol pada suhu 60oC. https://en. terdiri atas gingerol.3 Gingerol Terdapat 2 zat penyusun utama yang terdapat didalam jahe yaitu minyak jahe dan oleoresin. minyak jahe dan resin (Ravindran. berwarna kekuningan danberupa seperti lilin.org 2. shagaol. Gingerol merupakan senyawa yang volatil dan tidak larut dalam air. Kolesterol mempunyai makna penting karena merupakan unsur utama dalamlipoprotein plasma dan .4 Kolesterol Kolesterol adalah suatu zat lemak yang beredar di dalam darah.wikipedia. Minyak atsiri memberikan aroma harum sedangkan oleoresin memberikan rasa pedas. 2. Rumus molekul gingerol adalah C17H26O4. karena gingerol merupakan senyawa yang labil terhadap panas. Baik pengobatan tradisional maupun untuk skala industri dengan memanfaatkan kemajuan tekhnologi (Hernani & Winarti. Gingerol lebih banyak ditemukan di jahe segar daripada di jahe kering. Kolesteroltermasuk golongan lipid yang tidak terhidrolisis dan merupakan sterol utama dalam jaringantubuh manusia. 2013). Oleoresin jahe banyak mengandung komponen pembentuk rasa pedas yang tidak menguap. yang diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh. Gingerol merupakan senyawa alami berwarna kuning pucat yang terdapat dalam oleoresin jahe yang labil terhadap panas baikselama penyimpanan maupun pada waktu pemrosesan. 2005). zingiberen. sehingga gingerol sulit untuk dimurnikan. baik selama penyimpanan maupun pada waktu pemrosesan (Chrubasik. 2005). peranan penting dalam dunia pengobatan.

Dari segi ilmu kimia. Manfaat kolesterol yang paling banyak dalam tubuh adalah membentuk asam kolat di dalam hati. diantaranya hormon adrenokortikal. Kolesterol merupakan sterol utama dalam tubuh manusia dan komponen struktural membran sel dan lipoprotein plasma.membran plasma serta menjadi prekursor sejumlah besar senyawa steroid(City dan Noni. yakni lipoprotein (Jonathan Morrel. Kolesterol sangat larut dalam lemak tetapi hanya sedikit larut dalam air. antara lain untukmembuat hormon seks. kolesterol merupakan senyawakompleks yang dihasilkan oleh tubuh dengan bermacam- macam fungsi. Hal ini membuat kulit lebih resisten terhadap zat larut air dan juga mencegah evaporasi tubuh. yang merupakan prekursor pembentukan asam empedu. kolesteroladalah lemak yang berperan penting dalam tubuh (Sri Nilawati. sejumlah besar dibentuk dalam hepatosit dan enterosit disebut kolesterol endogen. Kelebihan kadar kolesterol dalam darah disebut dengan hiperkolesterolemia (Mayes. dan testosteron (Guyton dan Hall 1996). dan untuk membuat garam empeduyang membantu usus untuk menyerap lemak. . progesteron. Selain itu. 2010). 2003). 2010). Kolesterol terbentuk secara alamiah. bila takarannya pas atau normal. 2013). Kolesterol yang diproduksi oleh tubuh terdiri dari 2 jenis.Kolesterol LDL akan menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri koroner yang menyebabkan penyumbatan. dan mampu membentuk ester dengan asam lemak (ester kolesterol). Kolesterol diangkut ke berbagai jaringan dalam tubuh dengan bantuan senyawayang tersusun atas lemak dan protein. hormon korteks adrenal. karena itu LDL disebut sebagai kolesterol jahat (Kowalski. 2008). Di samping kolesterol diabsorbsi dari usus. Kolesterol yang diabsorbsi di usus kemudian dimasukkan ke dalam kilomikron yang dibentuk di dalam mukosa usus (Ganong. 2003). vitamin D. yaitu kolesterol HDL (HighDensity Lipoprotein) yang biasa disebut dengan kolesterol baik dan kolesterol LDL (LowDensity Lipoprotein) disebut dengan kolesterol jahat. yang disebut kolesterol eksogen. Sebagian kecil lainnya dipakai untuk membentuk berbagai hormon. Kolesterol tidak larutdalam darah. estrogen. Jadi. sejumlah kolesterol diedapkan dalam lapisan korneum kulit.

hingga menjadi satu kebudayaan yang tumbuh dalam masyarakat (Tilaar. Secara lebih detail. hanya dengan data empirik.2. Dr. 2010). resep rahasia tersebut menyebar melalui kerabat-kerabat keratin yang ingin mengetahui bagaimana cara orang-orang dalam Keraton agar tetap sehat dan cantik.5. sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 2010). telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi dan pembuktian khasiat OHT adalah secara praklinik. namun belum pernah dilakukan standardisasi dan khasiat jamu belum teruji ilmiah. Obat herbal terstandar (OHT) adalah obat tradisional dengan kriteria aman. obat tradisional dilarang menggunakan bahan kimia hasil isolasi atau sintetik berkhasiat obat yang sering disebut dengan bahan kimia obat (BKO) (Yuliarti. Resep jamu menjadi barang yang sangat mahal pada saat itu. Martha. . Jamu merupakan hasil dari olahan rempah-rempah mentah dengan melewati beberapa proses penyajiannya.1 jamu Salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia yang bersifat abstrak (budaya mengkonsumsi) dan konkrit (produk yang dikonsumsi) adalah jamu. karena hanya digunakan oleh orang-orang di dalam Keraton.5 Fitofarmaka Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menggolongkan bahan obat alam di Indonesia menjadi tiga kategori yaitu obat tradisional empirik atau jamu. Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinis dan uji klinis bahan baku serta produk jadinya telah di standarisir (Hayati Farida. Sesuai dengan peraturan perundang. sediaan sarian (galenik). 2015). obat herbal terstandar (OHT) dan fitofarmaka. definisi jamu atau obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan. Jamu adalah obat tradisional dengan kriteria aman sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. bahan hewan.undangan yang berlaku. 2. Tetapi seiring berjalannya waktu. bahan mineral. telah dikenal dari jaman Keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Senyawa aktif tersebut bekerja mirip obat kimia. menghilangkan rasa sakit (analgesik). BKO dalam obat tradisional inilah yang menjadi titik penjualan bagi produsen. melancarkan air seni (diuretik). Dengan . Jamu sebenarnya merupakan seni dalam pengobatan tradisional. Bedanya. Tidak ada yang dapat memastikan kapan munculnya tradisi minum jamu. Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya mengkonsumsi bahan kimia obat secara tidak terkontrol. 2011). Namun. rasa pahit dan bau kurang enak jamu seringkali mengalahkan keinginan mereguk khasiatnya (Eny Walsiati. reaksi jamu dalam meredam gejala mungkin tidak sekuat obat kimia. batang dan akar dari alam. dan membunuh bakteri (antibakteri). Beberapa hal yang membedakan antara jamu dengan obat kimia modern. 2000). baik dosis maupun cara penggunaannya atau bahkan semata-mata demi meningkatkan penjualan karena konsumen menyukai produk obat tradisional yang bereaksi cepat pada tubuh (Yuliarti. 2011). jamu dipercaya memiliki khasiat tinggi untuk menjaga kesehatan termasuk mengobati berbagai penyakit. sehingga memerlukan waktu lebih lama dan harus dikonsumsi dengan dosis khusus (Ditjen POM. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti Madhawapura dari jaman Majapahit yang menyebut adanya profesi „tukang meracik jamu‟ yang disebut Pada relief candi Borobudur (th 800 – 900 masehi) juga menggambarkan adanya kegiatan peracikan jamu (Eny Walsiati. tingkat efek samping jamu relatif sangat minim dibanding dengan obat kimia modern. Oleh karena itu. Istilah “JAMU” merupakan sebutan orang Jawa terhadap obat hasil ramuan tumbuh-tumbuhan asli baik daun. salah satunya adalah bahan pembuatnya. seperti mengatasi peradangan (antiinflamasi). Sedangkan obat kimia modern dihasilkan dari senyawa bahan-bahan kimia sintetis. Beberapa jamu mengandung herba yang memiliki senyawa aktif berkhasiat tertentu. 2010). Masyarakat Indonesia paling tidak sudah mempunyai tradisi meracik dan meminum jamu sejak periode kerajaan Hindu- Jawa. Jenis jamu tertentu juga dipercaya dapat mempertajam aura kecantikan seorang perempuan termasuk membuatnya awet muda. Jamu menggunakan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang langsung diambil dari alam. Sejak berabad abad lamanya.

dan sirup harus menjamin mutu yang sesuai dengan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Sebagai salah satu alternatif pengembangan biofarmaka. 1989). Bentuk sediaan obat tradisional seperti serbuk.makanan kesehatan.2 oht Obat herbal terstandar (Standarized Based Herbal Medicine) merupakan obat tradisional yang disajikan dari hasil ekstraksi atau penyarian bahan alam.kata lain jamu merupakan obat alami yang bebas efek samping (Eny Walsiati. kapsul. Bila adapun. fitofarmaka atau lebih dikenal dengan tanaman obat. Menurut Suharmiati dan Handayani (2006: 2-3) dikutip oleh Sinaga (2009). kapsul. maupun mineral. dan sirup. maupun mikroba yang memiliki potensi sebagai obat.Dengan kekayaan tersebut Indonesia berpeluang besar untuk menjadi salah satunegara terbesar dalam industri obat tradisional dan kosmetika alami berbahanbaku tumbuh-tumbuhan yang peluang pasarnya pun cukup besar (Depkes. obat tradisional industri diproduksi dalam bentuk sediaan modern berupa herbal terstandar atau fitofarmaka seperti tablet dan kapsul. 2. sangat berpotensi dalam pengembanganindustri obat tradisional dan kosmetika Indonesia. binatang.000 jenis (spesies) yang telah diidentifikasi dan 950 spesies diantaranya diketahui memiliki fungsi biofarmaka. pil. hewan. teknik budidaya dan pengolahan bahan baku belum menerapkan persyaratan bahan baku yang . 2011). Terdapat sekitar 30. pil. hewan maupun tanaman. baik tanaman obat. juga bentuk sediaan lebih sederhana seperti serbuk. Selama ini. Pembuktian ilmiah merupakan penunjang obat herbal berstandar berupa penelitian praklinis yang meliputi standardisasi kandungan senyawa berkhasiat dalam bahan penyusun. industri tersebut berkembang dengan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang diperoleh dari hutan alam dan sangat sedikit yang telah dibudidayakan petani. baik untuk manusia. nutraceuticals.yaitu tumbuhan. Proses pembuatan obat herbal terstandar membutuhkan peralatan yang tidak sederhana dan lebih mahal dari jamu. Indonesia merupakan negara kedua terkaya di dunia dalam halkeanekaragaman hayati. 2015). standardisasi pembuatan ekstrak yang higienis serta uji toksisitas maupun kronis (Hayati Farida.5.

Klaim khasiat harus dibuktikan berdasarkan uji klinik. 3. suatu ekstrak herbal perlu distandardisasi menjadi obat herbal terstandar (OHT) sebelum menjadi fitofarmaka (Hayati Farida. Telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi. 2. 3. (PERMENKES No. dan pembuktian khasiat fitofarmaka adalah secara praklinik dan klinik. diinginkan industri. Perkiraan manfaatnya terhadap penyakit tertentu cukup besar. 2.3. 4. yaitu bebas bahan kimia dan tidak terkontaminasi jamurataupun kotoran lainnya (Hedi R. definisi fitofarmaka Fitofarmaka sendiri suatu obat tradisional dengan kriteria aman. 1995). Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku. Penggunaan ketentuan atau persyaratan lain diluar Farmakope Indonesia. 5.5. Fitofarmaka adalah sediaan obat dan obat tradisional yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya bahan bakunya terdiri dari simplisia atau sediaan galenik yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku.5. Didasarkan pada pola penyakit di Indonesia. Merupakan satu-satunya alternatif pengobatan. Dewoto. 2. 2. telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi. Memiliki rasio resiko dan kegunaan yang menguntungkan penderita. Ekstra Farmakope Indonesia dan Material Indonesia harus mendapat persetuiuan pada waktu . Bahan bakunya relatif mudah diperoleh. Prioritas pemilihan adalah sebagai berikut : 1. 760/MENKES/PER/IX/1992) Kriteria Fitofarmaka berdasar keputusan BPOM adalah sebagai berikut : 1. sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Sebagai upaya peningkatan kualitas obat tradisional menjadi bentuk fitofarmaka. 2015). boleh menggunakan ketentuan dalam buku persyaratan mutu negara lain atau pedoman lain. Ekstra Farmakope Indonesia atau Materia Medika Indonesia Bila pada ketiga buku persyaratan tersebut tidak tertera paparannya.4 syarat fitofarmaka Bahan baku harus memenuhi persyaratan yang tertera dalam Farmakope Indonesia.

untuk mengetahui atau memastikan adanya efek farmakologi tolerabilitas. Keamanan dan kebenaran khasiat ramuan harus telah terbukti dengan uji klinis 2. bahan baku sebelum digunakan harus dilakukan pengujian melalui analisis kualitatif dan kuantitatif. pengobatan penyakit atau pengobatan segala penyakit. uji efek. Jenis obat tradisional yang diperkirakan merupakan alternatif yang jarang (atau satu satunya alternatif ) untuk penyakit tertentu. untuk menjamin keseragaman khasiat dan keamanan fitofarmaka harus diusahakan pengadaan bahan baku yang terjamin keseragaman komponen aktifnya. Berdasarkan syarat sediaan bahan baku fitofarmasi yaitu: 1. Pemilihan jenis obat tradisional yang mengalami pengujian dan pengembangan ke arah fitofarmaka memiliki prioritas sebagai berikut: a. Pemilihan. Jenis obat tradisional yang diharapkan mempunyai khasiat untuk penyakit-penyakit yang menduduki urutan atas dalam morbiditas (pola penyakit). standarisasi fitofarmaka Fitofarmaka harus didukung oleh. 2. Jenis obat tradisional yang diperkirakan mempunyai khasiat untuk penyakit- penyakit tertentu berdasarkan inventarisasi pengalaman pemakaian. Uji klinik Fitofarmaka adalah pengujian pada manusia.5. Komposisi sediaan fitofarmaka tidak boleh dari 5 bahan baku 3. c. pendaftaran fitofarmaka. Tahap-tahap ini meliputi (Menkes RI 1992): 1. uji kualitas dan pengujian lain yang dipersyararkan. Simplisia atau sediaan galenik 2. Pengujian meliputi toksisitas. Pengujian Farmakologik . Secara bertahap industri harus meningkatkan persyaratan tentang rentang kadar alkaloid total. kadar minyak atsiri dan lain sebagainya. Pengembangan obat tradisional tersebut harus mencakup berbagai tahap pengujian dan pengembangan secara sistematik. uji klinik. farmakologik. dengan protocol pengujian yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. keamanan dan manfaat klinik untuk pencegahan penyakit. Misalnya untuk obat kencing batu (kalkuli). b. Untuk keperluan tersebut.5. Hasil pengujian.

Berbagai pertimbangan uji toksisitas akut pada saat ini sudah cukup memadai . Penapisan efek farmakologi fitofarmaka ditujukan untuk melihat dan kerja farmakologik pada sistem biologi yang merupakan petuniuk terhadap adanya khasiat terapetik. Uji toksisitas kronik memberikan gambaran tentang toksisitas atau keamanan calon fitofarmaka pada penggunaan dosis lazim secara berulang selama hayat hewan. 3. Pengujian dapat dilakukan secara in vivo maupun in vitro pada hewan coba sesuai. b. Uji toksisitas kronik Uji toksisitas kronik diprioritaskan pada calon fitofarmaka yang penggunaannya berulang/ berlanjut dalam jangka waktu sangat lama (lebih dari 6 bulan). bila dilakukan pada tikus dari kedua jenis kelamin. Spektrum toksisitas akut Sistem biologik yang paling peka terhadap calon Fitofarmaka. Tabel ini merupakan modifikasi dari pedoman FDA untuk evaluasi obat yang akan digunakan pada manusia (1975). c. Uji toksisitas sub akut. Nilai dosis lethal median( LD50) yang dihitung dengan metode statistic baku. Cara kematian (mode of death). PengujianToksisitas Uji toksisitas akut menyangkut pemberian beberapa dosis tunggal yang meningkat secara teratur pada beberapa kelompok hewan dari jenis yang sama. b. Menurut Menkes RI 1992 yang perlu dicari disini adalah : a. Pengujian toksisitas lanjut meliputi: a. Uji toksisitas sub akut Rancangan uji toksisitas sub akut dibuat berdasarkan hasil uji toksisitas akut. Dapat memberikan gambaran tentang toksisitas calon fitofarmaka pada penggunaan berulang untuk jangka waktu yang relatif lama. menggunakan minimal hewan dari tiap kelamin perdosis. Petunjuk tentang khasiat calon fitofarmaka seyogyanya diperoleh dari percobaan in vivo pada hewan mamalia yang sesuai. Lama penggunaan Lama uji toksisitas pada Oleh manusia hewan Dosis tunggal atau 1 jenis. tidak kurang beberapa dosis dari 2 minggu . sedapat mungkin dikaitkan dengan model penyakitnya pada manusia.

2 minggu 2 minggu 1 jenis. b. Penapisan Fitokimia dan Standarisasi Sediaan Jika sebelum diketahui kandungan aktifnya. toksisitas topikal. mempunyai ketersediaan hayati yang baik. sehubungan dengan pemakaiannya pada manusia. 6 bulan 6 bulan atau lebih 1 jenis. 3. Penelitian fitokimia lebih lanjut adalah penentuan kandungan kimia aktif. Selanjutnya dilkukan standarisasi sediaan dengan menggunakan zat identitas. Uji toksisitas ini misalnya toksisitas pada janin. penelitian dikerjakan pada hewan coba yang sesuai. toksisitas pada darah dan lain-lain. Pengujian Farmakodinamik Tahap ini dimaksudkan untuk lebih mengetahui secara lugas penqaruh farmakologik pada berbagai sistem biologik.12 bulan = hewan bukan Pengerat . baik secara invitro atau invivo. kadang-kadang disebabkan ketersediaan hayati calon fitofarmaka yang tidak memadai. . semi polar dan polar. hasil uji farmakologi dan uji klinik meragukan. mutagenisitas. Tidak memberikan bau dan rasa yang menyebabkan kegagalan pengujian (contoh pada bawang putih). Uji toksisitass spesifik Perlu tidaknya uji-uji ini dilakukan tergantung pada kemungkinan terjadinya efek-efek toksik tersebut. tahap pertama yang harus dilakukan bersamaan dengan pengujian klinik dalam pembuatan profil kromatogram bertahap dengan pelarut non polar. Pengembangan Sediaan (formulasi) Syarat-syarat kualitas yang sesuai dengan cara pemberian baik peroral maupun cara pemberian lain harus diperhatikan secara khusus. Jika kandungan kimia aktif sediaan sudah . meliputi: a.18 bulan = hewan pengerat c. 3 bulan 3 minggu 1 jenis. 1. 2. Beberapa hari 1 jenis. Bila diperlukan .

Tahap awal (uji klinik rancangan terbuka) Uji Klinik Tahap Awal adalah suatu uji klinik tanpa pembanding (uncontrolled trial). anggur. ginseng. Anti Hipertiroidisma . 2. Karena sudah teruji secara klinis. Tahap ini bertujuan untuk melihat adanya kemungkinan manfaat klinik. antara lain : bawang putih. Anti Diabetes (Hipoglikemik) 5.7 penyakit yang masuk kedalam fitofarmaka Berikut merupakan daftar penyakit yang masuk kedalam fitofarmaka (Menkes RI. tumbuhan yang telah menjadi fitofarmaka Berikut ini beberapa bahan alam yang digolongkan sebagai fitofarmaka. cengkeh. 1992): 1. Antelmintik 2. angkak.5. Anti Hepatitis Kronik 7. Anti Ansietas (Anti Cemas) 3. Anti Hipertensi 10. Anti Herpes Genitalis 8.6. Uji klinik Fitofarmaka secara praktis dapat disederhanakan sebagai berikut : a. Tahap pemantauan (Fase IV) Uji klinik tahap pemantauan merupakan survailan efek samping yang langka (rare. maka dapat dilakukan standarisasi sediaan berdasarkan atas kadar kandungan aktif tersebut. dan jahe. fase lll dan fase lV. Pengujian klinik. b. side effects) yang baru muncul setelah pemberian jangka panjang yang tidak mungkin terkendali pada fase-fase uji klinik sebelum pemasaran. 4. 2. menentukan dosis yang dapat menimbulkan efek tersebut. Anti Diare 6. diketahui. Uji klinik Fitofarmaka seyogyanya dilakukan sesuai dengan tahap-tahap uji klinik calon obat baru yang meliputi fase l . delima.5. 2007). Anti Hiperlipidemia 9. Anti Asma 4. ginkgo. fase ll. maka bahan-bahan tersebut dapat disejajarkan dengan obat-obatan modern (Harmanto.

Anti TBC 16. Anti Histamin 12. Disentri 18. Anti Kanker 14. Dispepsia (Gastritis) 19. Anti Inflamasi (Anti Rematik) 13. Diuretik . Antitusif/ Ekspektoransia 17. Anti Malaria 15.11.

jahe sudah dikenal sejak abad ke-4 SM dan tercantum dalam pengobatan tradisional Cina (Traditional Chinese Medicine) salah satunya sebagai anticacing dan antimalaria (Claus et al. Unani dan Sidha. Dekok jahe dimanfaatkan sebagai stimulan. tuberkulosis. sakit gigi. tonik. Pada Abad Pertengahan jahe merupakan komoditi penting yang dikelola oleh bangsa Venesia. pereda nyeri perut. 1981). Jahe gajah dipercaya berasal dari Asia Tenggara dan banyak dibudidayakan di India dan Cina (Ravindran dan Nirmal-Babu. 1970. kemandulan. 2005).1 Persebaran Jahe Merah Penyebaran jahe merah dipengaruhi pula oleh penyebaran jahe gajah. aprodisiak. luka infeksi dan malaria (Quattrocchi. Di Cina. Jahe gajah ditemukan dalam keadaan terbudidaya serta tidak ditemui di alam liar (Purseglove. radang tenggorokan. dekok jahe banyak digunakan dalam pengobatan Ayurveda. Di Indonesia. jahe pertama kali ditemukan di daerah Pontichery. pneumonia. agen hipoglikemik. Di India. Wohlmuth. Bangsa Eropa yang pertama kali melihat tanaman ini secara nyata di alam adalah orang berkebangsaan Venesia. Jahe banyak digunakan sebagai perisa makanan dan minuman oleh bangsa Yunani dan Roman dengan mengimpornya melalui Laut Merah. Jahe juga dibawa oleh Fransisco Mendoza ke Amerika Selatan untuk dibudidayakan lalu diekspor ke Spanyol pada awal tahun 1547 (Wiart. 2012). karminatif. Marco Polo. Di India. artritis. asma. hipolipidemik. muntah. Jahe segar dimanfaatkan untuk mengatasi flu. kontraseptif. Belum diketahui kejelasan awal mula alih pemanfaatan dari jahe gajah ke varietas jahe merah. batuk. 2008). diare. BAB III PEMBAHASAN 3. India. sakit kepala. Bangsa Venesia membangun rumah bisnis di Konstantinopel dan Sudak yang terletak di tepi Laut Merah dan memonopoli jahe yang dibawa oleh caravan dari Jalur Sutera. bronkitis. Pemanfaatan bahan alam di kawasan Asia Tenggara telah menjadi budaya bagi penduduknya. Monopoli dagang oleh bangsa Venesia bertahan hingga abad ke 15 dan mulai runtuh saat pelaut Portugis dapat berlayar ke Calicut. abortus. pada tahun 1285.. infeksi cacing perut. jahe merah telah banyak digunakan . 2006).

Dayak. Dari Abu Sa’id Al Khudri dia menceritakan: “Raja Romawi pernah menghadiahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam satu karung jahe. beliau mengutip dari perkataan Ibnu Abbas bahwa: “Kenikmatan – kenikmatan yang telah disebutkan Allah dalam al Qur’an adalah yang namanya kita kenal. Madura. Jahe merah digunakan untuk mengatasi mual. Dalam Tafsir Nurul Qur’an oleh Sayyid Kalam Faqih. 2005). Sementara Allah Subhanahu Wata’ala memujinya dalam salah satu surat yang bunyinya sebagai berikut.”(HR: Abu Nuaim). lemah syahwat. muntah. Banyaknya pemanfaatan jahe merah di masyarakat dan kajian etnofarmakologi jahe diduga menjadi pemicu meningkatnya penelitian varietas jahe ini.. Banjar.“ (QS: Al Insan (76 ) : 17 ) Para ulama berpendapat bahwa yang dimaksud di dalam ayat ini adalah minuman surga yang di campur zanjabil (jahe).oleh masyarakat adat di Indonesia seperti suku Tolitoli. . yaitu tanaman akar – akaran yang aromanya sangat disukai oleh orang Arab (Faqih. kembung. dan batuk (Hartanto et al. Dia menyebutkan “minuman segar di campur zanjabil”. Misalnya. impotensi. Jawa.»‫«ويسقون فيها كأسا» خمرا «كان مزاجها» ما تمزج به «زنجبيل‬ . 2013. zanjabil adalah nama untuk jahe. Batak.. 2006 : 52). Kuntorini. ً ْ ‫َويُ ْسقَ ْونَ فِي َها كَأ‬ ً ِ‫سا َكانَ ِمزَ ا ُج َها زَ ن َجب‬ ‫يل‬ “Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. 2014). Bugis.2 Prespektif Al-Qur’an Jahe telah disebutkan dalam alqur’an merupakan sebuah campuran pada minuman ahli surge. Sunda dan Cina (Nulfitriani et al. Beliau memberikan kepada setiap orang satu potong untuk dimakan dan aku juga mendapatkan satu potong untuk kumakan. masuk angin. 3. Aroma yang tajam dan rasa yang pedas dari jahe merah dipercaya memiliki khasiat lebih baik dari subspecies jahe lainnya memicu masyarakat untuk membudidayakannya (Mayani et al. 2014)..

Al-Insan 76:17). Sehingga memang telah diajarkan oleh Allah SWT bagaimana cara menyari jahe dengan menggunakan pelarut khamr atau alcohol dalam ayat tersebut.96 (11.11%). yang melakukan penelitian mengenai uji aktivitas dari senyawa gingerol dan shogaol yang diujikan pada hamster yang diinduksi oleh kolesterol menunjukkan hasil bahwa terdapat penurunan kolesterol pada plak di aorta sklerotik artero. 10.4 Uji Eugenol pada Hiperlipidemia Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinis dan uji klinis bahan baku serta produk jadinya telah di standarisir (Hayati Farida. 3.96 (17.75 (21.75 (12. 10. Senyawa utama dengan kadar cukup tinggi (> 10%) pada jahe gajah sebanyak dua senyawa. yaitu pada RT 3. Penurunan kolesterol .75%). Pada tafsir tersebut menyebutkan bahwa jahe akan dicampurkan dalam minuman sejenis khamr yang mana khamr merupakan alcohol. 2.) (Tafsir Al- Jalalain.51 (12.(Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas) khamar (yang campurannya) atau sesuatu yang dicampurkan ke dalam minuman itu (adalah jahe.82%). 2015). dan 13. Uji praklinis adalah uji suatu senyawa yang diujikan pada hewan coba (in vitro) maupun sel hidup (in vivo). pada jahe merah sebanyak tiga senyawa yaitu pada RT 3. (Setyawan. jahe gajah dan jahe merah memiliki tingkat kesamaan hingga 48%. dan 2. 2002).81%). Berdasarkan jenis dan kadar minyak atsirinya.5%.51 (10.96 (19. jahe merah dengan jahe emprit 35%.39%). dan 13.15 (10. dan pada jahe emprit sebanyak empat senyawa yaitu pada RT 3. Dalam bidang farmasi pencampuran alcohol dengan jahe dapat dikatakan sebagai ekstraksi.25%) dan 13. dan 14.5%. 12.75 (17. sedangkan jahe gajah dan jahe emprit danya 17%.75%). 3. Berdasarkan hasil penelitian dari Lei (2014). merah.75%). 18.3 Metabolit Profiling Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar minyak atsiri jahe gajah. Jumlah senyawa minyak atsiri ketiganya secara berturut-turut adalah 18.25%). dan emprit secara berturut -turut adalah 2%.

.berbanding lurus pada jumlah ekstrak gingerol dan shogaol yang ditambahkan pada makanan hamster tersebut.

. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 2014.1021/jf5043344.doi.and Shogaol Enriched Extract Is Mediated by Increasing Sterol Excretion.org/10. dx. DAFTAR PUSTAKA Lei et al. Plasma Cholesterol-Lowering Activity of Gingerol.