You are on page 1of 31

Nama : Muhammad Arfan Salelu

Nim : P00320015035
Kelas : II A kep

1. Konsep Dasar Kehamilan
Kehamilan adalah kondisi dimana seorang wanita memiliki janin yang sedang
tumbuh di dalam tubuhnya (yang pada umumnya di dalam rahim). Kehamilan
pada manusia berkisar 40 minggu atau 9 bulan, dihitung dari awal periode
menstruasi terakhir sampai melahirkan.
Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus,
agar dapat berlangsung dengan baik kehamilan mengandung kehidupan ibu
maupun janin. Resiko kehamilan ini bersifat dinamis, karena ibu hamil yang pada
mulanya normal, secara tiba-tiba dapat menjadi berisiko tinggi.
Faktor resiko pada ibu hamil seperti umur terlalu muda atau tua, banyak anak,
dan beberapa faktor biologis lainnya adalah keadaan yang secara tidak langsung
menambah resiko kesakitan dan kematian pada ibu hamil. Resiko tinggi adalah
keadaan yang berbahaya dan mungkin terjadi penyebab langsung kematian ibu,
misalnya pendarahan melalui jalan lahir, eklamsia, dan infeksi.
a. Konsep haid
a) Pengertian menstruasi
Menstruasi merupakan siklus yang kompleks dan berkaitan dengan
psikologis pancaindra, korteks serebri, aksis hipotalamus-hipofisis-ovarial,
dan endrogen (uterus-endometrium dan alat seks sekunder). Pola haid
merupakan suatu siklus menstruasi normal, dengan menarche sebagai titik
awal. Pada umumnya menstruasi akan berlangsung setiap 28 hari selama
lebih kurang 7 hari. Lama perdarahannya sekitar 3-5 hari, ada yang 1-2 hari
diikuti darah yang sedikit-sedikit dan tidak terasa nyeri.
Menstruasi adalah peluruhan dinding rahim yang terdiri dari darah dan
jaringan tubuh kejadian ini berlangsung tiap bulan pada wanita.

b) Siklus menstruasi
Siklus menstruasi merupakan waktu sejak hari pertama menstruasi sampai
datangnya menstruasi periode berikutnya. Sedangkan panjang siklus
menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dan
mulainya menstruasi berikunya. Siklus menstruasi pada wanita normalnya
berkisar antara 21-35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki siklus
menstruasi 28 hari dengan lama menstruasi 3-5 hari, ada yang 7 -8 hari.
Setiap hari ganti pembalut 2-5 kali, panjangnya siklus menstruasi ini di
pengaruhi oleh usia, berat badan aktivitas fisik, tingkat stres, genetik dan
gizi. Silus menstruasi di pengaruhi oleh serangkaian hormon yang di
produksi oleh tubuh yaitu Luteinizing Hormon (LH), Follicle Stimulating
Hormone dan estrogen. Selain itu siklus juga dipengaruhi oleh kondisi
psikis sehingga bisa maju dan mundur. Masa subur ditandai oleh kenaikan
LH secara signifikan sesaat sebelum terjadinya ovulasi (pelepasan sel
telurdari ovarium). Kenaikan LH akan mendorong sel telur keluar dari
ovarium menuju tuba falopi ini bisa pembuahan oleh sperma. Masa – masa
inilah yang disebut masa subur, yaitu bila sel telur ada dan siap untuk
dibuahi. Sel telutr berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari
namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi,
setelah itu mati, LH surge yaitu kenaikan LH secara tiba-tiba akan
mendorong sel telur dari ovarium. Sel telur biasanya dilepaskan dalam
waktu 16 – 32 jam setelah terjadiu peningkatan LH.
Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam
uterus. Fase – fase ini merupakan hasil kerjasama yang sangat terkoordinasi
antara hopofisis anterior ovarium dan uterus. Fase – fase tersebut adalah :
1. Fase menstruasi atau deskuamasi
Fase ini, endreometrium terlepas daridinding uterus dengan disertai
perdarahan dsan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Fase ini
berlangsung selama 32 -4 hari.

2. Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi
Fase ini, terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya endrometrium.
Kondisi ini sejak fase menstruasi terjadi dan berlangsung selama ± 4
hari.
3. Fase intermenstrum atau fase proliferasi
Setelah luka sembuh, terjadi penebalan pada endrometrium ± 3,5 mm.
Fase ini berlangsung dari hari ke 5-14 dari siklus menstruasi. Fase
proliferasi dibagi menjadi 3 tahap, yaitu : fase proliferasi dini, terjadi
pada hari ke 4-7, Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang tipis
dan adanya regenerasi epitel. Fase proliferasi madya, terjadi pada hari ke
8-10, fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenali dari epitel
permukaan yang berbentuk torak yang tinggi. Fase proliferasi akhir
berlangsung antara ke 11-14.
4. Fase premenstruasi atau fase sekresi
Fase ini berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Fase ini
endrometrium kira-kira tetap tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah
menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang makin
lama makin nyata. Bagian sel endrometrium terdapat glikogen dan kapur
yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi. Fase
sekresi dibagi dalam 2 tahap, yaitu: fase sekresi dini, pada fase ini
endrometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena kehilangan cairan.
Fase sekresi lanjut, pada fase ini kelenjar endrometrium berkembang
dan menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah
yang mengandung gliogen dan lemak. Akhir masa ini,
stromaendrometrium berubah kjerah sel-sel; desidua, terutama yang ada
di seputar pembuluh-pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan
terjadinya nidasi.

kecuali pada daerah tertentu terdiri dari 3-4 sel. yaitu pada tempatnya tertanam.Blastosis biasanya tertanam di dekat puncak rahim. Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan. pada bagian depan maupun dinding belakang. Ovulasi (pelepasan sel telur) adalah merupakan bagian dari siklus menstruasi normal. Implantasi & perkembangan plasenta Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim. sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari). lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair. dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma.Dindingblastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel.Pada saat ovulasi.Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada hari ke 9-10.Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio.Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).b.Jika tidak terjadi pembuahan. kembar identik berasal dari 1 sel telur. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin). Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal. zat gizi serta limbah antara ibu dan janin. Konsep proses konsepsi dan terbentuknya plasenta Konsepsi adalah merupakan awal dari kehamilan. Jika terjadi pembuahan. sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. biasanya kembar. yang merupakan tempat terjadinya pembuahan.Plasenta menghasilkan hormon untuk membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen. yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi.Dinding blastosis merupakan lapisan luar dari selaput . Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong . Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari 1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan. sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain. maka akan terjadi kehamilan ganda.

yang membungkus embrio (korion). sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih banyak dibuang dari janin ke ibu. Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk membungkus embrio yang sedang tumbuh.Tonjolan kecil (vili) dari plasenta yang sedang tumbuh. Lapisan dalam (amnion) mulai dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion. . tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan beratnya mencapai 500 gram. Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta. memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan seperti susunan pohon. yang mengapung di dalamnya. Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20.

hidung dan dahi tampak deposit pigmen yang berlebihan yang dikenal dengan cloasma gravidarum. Keadaan ini terjadi pada kehamilan bulan-bulan pertama disebabkan uterus yang membesar menekan pada kandung kemih. Disebabkan oleh pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara. Dalam batas- batas tertentu keadaan ini masih fisiologis. Gejala ini sangat penting karena umunnya wanita hamil tidak dapat haid lagi. Kelenjar Montgomery terlihat lebih membesar (Rustam Mochtar.  Mual dan muntah. 1998). tegang dan sedikit nyeri.c. Areola mammae menghitam. Penting diketahui tanggal hari pertama haid terakhir. tetapi bila terlalu sering dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang biasa disebut hiperemesis gravidarum. keadaan ini sering terjadi pada pagi hari tetapi tidak selalu dan keadaan ini disebut ”morning sickness”.  Striae dan hiperpigmentasi kulit.  Mammae membesar. . supaya dapat ditentukan tuanya kehamilan dan bila persalinan diperkirakan akan terjadi. Menurut Armi (2006). Umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Pada akhir kehamilan gejala ini akan kembali terjadi karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin. bahwa tanda-tanda kehamilan terbagi menjadi 3 yaitu: 1) Tanda-tanda dugaan hamil adalah :  Amenorea (tidak mendapat haid). Konsep tanda kehamilan Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial dalam keluarga.  Sering kencing. Pada pipi. Pada linea alba tampak menjadi lebih hitam. gejala ini akan hilang pada trimester kedua kehamilan.

2005). 2006). Pada kehamilan 6 – 8 minggu dengan pemeriksaan bimanual sudah dapat diketahui tanda hegar ini (Hanifa.  Varises. timbul kembali pada triwulan pertama (Hanifa. 2) Tanda-tanda kemungkinan hamil adalah :  Tanda hegar Dengan meletakkan 2 jari pada forniks posterior dan tangan lain di dinding perut diatas simpisis pubis.  Tanda ballotement Pada kehamilan muda (kira-kira 20 minggu) air ketuban jauh lebih banyak sehingga dengan menggoyangkan uterus atau sekonyong- konyong uterus ditekan maka janin akan melenting dalam uterus.  Tanda Braxtonhicks Uterus pada saat hamil bila dirangsang mudah berkontraksi. Didapat pada daerah genetalia eksterna. kaki dan betis. . 2006). Pada multigravida kadang-kadang varises ditemukan pada kehamilan yang terdahulu. maka terasa korpus uteri seakan-akan terpisah dengan serviks (istmus sangat lembek pada kehamilan). fossa poplitea. Kontraksi yang tidak teratur tanpa nyeri disebut kontraksi BraxtonHicks.  Tanda piskacek Tanda piskacek adalah suatu pembesaran uterus yang tidak rata hingga menonjol jelas kejurusan uterus yang membesar (uterus dalam keadaan hamil tumbuh cepat pada tempat implantasinya) (Armi. Sering dijumpai pada triwulan terakhir. keadaan inilah yang disebut dengan ballottement (Hanifa. Adanya kontraksi BraxtonHicks ini menunjukkan bahwa kehamilan bukan kehamilan ektopik (Armi. 2005). 2005).

Konsep peredaran darah janin Sistem peredaran darah janin berbeda dengan sistem peredaran darah orang dewasa. 2. ultrasonografi. 3. Duktus Arteriosus Bothalli Merupakan saluran yang terdapat antara arteri pulmonalis dan aorta. Duktus VenosusArantii Menghubungkan antara vena umbilikal dengan vena cava inferior. d. karena paru-paru janin belum berkembang sehingga oksigen diambil melalui plasenta. Denyut jantung janin  Didengar dengan stetoskop laenec. alat kardiografi.  Pemeriksaan dengan alat canggih. yaitu rontgen untuk melihat kerangka janin. Pada titik ini darah bercampur dengan darah yang telah diambil oksigennya yang kembali dari tubuh bagian bawah. . alat dopler  Dilihat dengan ultrasonografi. Foramen Ovale Merupakan lubang sementara di antara serambi kiri dan serambi kanan yang memungkinkan sebagian darah masuk dari vena cava inferior menyeberang ke serambi kiri. Alasan pengalihan ini adalah darah tidak perlu lagi melewati paru-paru karena telah teroksigenisasi. Sistem peredaran darah janin ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. 3) Tanda-tanda pasti kehamilan adalah sebagai berikut :  Gerakan janin dalam rahim  Terlihat atau teraba gerakan janin  Teraba bagian-bagian janin 2).

2. faktor penting yang mengubah peredaran darah janin menuju peredaran darah dewasa ditentukan oleh: 1. 3. 4.Terdapatnya percabangan antara vena porta dengan duktus venosusarantii. Tekanan yang tinggi pada atrium kiri disebabkan darah yang mengalir ke atrium kanan kini langsung menuju paru-paru dan selanjutnya dialirkan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. untuk melakukan pertukaran CO2 dan O2 dari udara sehingga terjadi oblitersi pada duktus arteriosusbothalli. Jantung. Paru-paru Terdapatnya duktus arteriosus bothalli. Komponen Atau Organ Yang Terlibat Dalam Pembuluh Darah Janin Dalam sistem peredaran darah janin tidak hanya melibatkan pembuluh darah saja tetapi juga melibatkan organ tubuh janin di antaranya sebagai berikut: 1. Vena Umbilikal Memanjang dari tali pusar menuju ke bagian bawah hati dan membawa darah yang mengandung oksigen dan sari makanan. Dua faktor ini menyebabkan tekanan di atrium kiri meningkat .Mengalirkan darah dari plasenta ke janin dan dari janin ke plasenta. Berkembangnya paru-paru janin Berkembangnya paru-paru janin dapat menyebabkan tekanan negatif dalam paru sehingga dapat menampung darah. Hati. Tekanan dalam atrium kiri makin meningkat. 5.Terdapatnya foramen ovale yang langsung menyalurkan darah dari atrium dekstra ke atrium sinistra.Tempat terjadinya pertukaran darah bersih dengan yang kotor. 4. sehingga dapat menutup foramen ovale. Umbilikalis. Ia memiliki cabang yang bertemu dengan vena porta dan masuk ke hati. Faktor-Faktor yang Mengubah Peredaran Darah Janin Setelah kelahiran terjadi perubahan peredaran darah janin. Plasenta.

Dengan demikian duktus arteriosusbothalli tidak berfungsi dan akan mengalami perubahan dan menjadi ligamentum arteriosum begitu juga dengan yang lain. Vena umbilikal menjadi ligamentum teres.2. Penentuan membuat fakta wanita bahwa ia hamil. kecemasan dan kesedihan. Terbentuknya AdultHaemoglobin (Tipe A) Terbentuknya AdultHaemoglobin (Tipe A) sehingga setelah lahir dapat menangkap oksigen dan melepaskan CO2 melaului pernafasan sehingga terjadi pertukaran O2 dan CO2 di paru-paru. 3. Terputusnya hubungan peredaran darah antara ibu dan janin Terputusnya hubungan peredaran darah antara ibu dan janin terjadi karena dipotongnya tali pusat sehingga terjadi peredaran darah pulmonal yang mengakibatkan terjadi pernafasan pulmona. Segera setelah konsepsi kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh akan meningkat dan ini menyebabkan timbulnya mual dan muntah pada pagi hari. penolakan. Pemotongan tali pusat sebaiknya dilakukan setelah bayi menangis dan tali pusat berhenti berdenyut karena dapat menambah darah dari plasenta sekitar 50 ml s/d 75 ml yang sangat berarti bagi pertumbuhan janin.Trimester pertama juga sering merupakan masa kekhawatiran dari penantian. Banyak ibu yang merasakan kekecewaan. duktus venosusarantii menjadi ligamentumvenosum serta foramen ovale menjadi hypogastrikarteries kecuali beberapa cm pertama yang tetap terbuka sebagai arteri vesical superior. Perubahan dan adaptasi psikologi pada kehamilan trimester I Trimester pertama ini sering dirujuk kepada masa penentuan. 1. Ibu merasa tidak sehat dan seringkali membenci kehamilannya. biasanya pada awal . lelah dan membesarnya payudara. Seringkali. Konsep Adaptasi Fisiologis Psikologis Ibu Hamil Dan Ayah Ada beberapa anggapan terhadap perubahan psikologi yang terjadi selama ini berkaitan dengan beberapa perubahan biologik. lemah. 2.

Motivasi suami Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah adalah timbulnya kebanggaan atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya menjadi seorang ayah dan menjadi pencari nafkah untuk keluarganya. menolak. Perubahan psikologis yang terjadi pada kehamilan trimester I didasari pada teori Revarubin. kecemasan berhubungan dengan pengalaman yang lalu. Menurut kumar dan robson (1978) 12% wanita yang mendatangi klinik menderita depresi terutama pada mereka yang ingin menggugurkan kandungannya. Karena perutnya masih kecil.kehamilannya. ibu berharap untuk tidak hamil. Setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya akan selalu diperhatikan dengan seksama. Hampir 80% kecewa. kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin diberitahukannya kepada orang lain atau dirahasiakannya. jika mereka multigravida. Pada trimester pertama seorang ibu akan selalu mencari tanda . depresi dan murung. Teori ini menekankan pada pencapaian peran sebagai ibu. Banyak wanita hamil yang mimpi seperti nyata. Bentuk motivasi: 1. Kejadian gangguan jiwa sebesar 15% pada trimester I yang kebanyakan pada kehamilan pertama. Para wanita juga mungkin akan mengalami ketakutan dan fantasi selama kehamilan.tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. khususnya tentang perubahan pada tubuhnya. Kehamilan pada trimester I ini cenderung terjadi pada tahapan aktifitas yang dilalui seorang ibu dalam mencapai perannya yaitu pada tahap takingon. Mereka khawatir terhadap perubahan fisik dan psikologisnya. dimana untuk mencapai peran ini seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian aktifitas. gelisah. Mimpinya seringkali tentang bayinya yang bisa diartikan oleh ibu apalagi bila tidak menyenangkan. Seorang calon ayah mungkin akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang . dimana hal ini sangat menggangu.

seorang ayah dapat memahami keadaan ini dan menerimanya. Keluarga dalam hal ini harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua. Disampingrespon yang diperlihatkannya. Pembagian perubahan psikologis pada trimester II Trimester kedua dapat dibagi menjadi dua fase yaitu prequickeckening (sebelum adanya pergerakan janin yang dirasakan ibu) dan postquickening (setelah adanya pergerakan janin yang dirasakan oleh ibu). Motivasi keluarga Wanita hamil sering kali merasakan ketergantungan terhadap orang lain. Menurut Burnard (1991) stress selama masa reproduksi dapat dihubungkan dengan 3 aspek utama yaitu : a) Stress di dalam individu b) Stress yang disebakan oleh pihak lain c) Stress yang disebabkan penyesuaian terhadap tekanan social 1. yang dapat dilihat pada penjelasan berikut : 1) Fase prequickening Selama akhir trimester pertama dan masa preqiuckening pada trimester kedua. ibu hamil mengevaluasi lagi hubungannya dan segala aspek di dalammya dengan . Tapi mungkin bisa menjadi lebih kuat sesudah bayinya lahir hal ini bisa dipahami karena pada waktu itu wanita memerlukan keamanan dan perhatian dari seseorang yang sangat dominan baginya. Ada pula pria yang hasrat seksualnya terhadap wanita hamil relatif lebih besar. mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut akan mencederai bayinya. 2. Ini disebabkan selama trimester ini wanita umumnya merasa baik dan terbebas dari ketidaknyamanan kehamilan. Perubahan dan adaptasi psikologi pada kehamilan trimester II Trimester kedua sering dikatakan periode pancaran kesehatan.

Ia akan menerima segala nilai dengan rasa hormat yang telah diberikan ibunya. Ibu hamil akan fokus pada kehamilannya dan persiapan menghadapi peran baru sebagai seorang ibu. Pada wanita multigravida. b. terutama pada ibu yang mengalami hamil pertama kali dan wanita karir. jenis kelamin bayi tidak begitu dipikirkan karena perhatian utama adalah kesejahteraan janin (kecuali beberapa suku yang menganut system patrilineal/matrilineal). Hal ini menyebabkan perubahan fokus pada bayinya. peran baru artinya bagaimana ia menjelaskan hubungan dengan anaknya yang lain dan bagaimana bila nanti ia harus meninggalkan rumahnya untuk sementara pada proses persalinan. Ibu harus diberikan pengertian bahwa ia tidak harus membuang segala peran yang ia terima sebelum kehamilannya. Menjaga agar ikatan tetap kuat . namun bila ia menemukan adanya sikap yang negatif. ibunya yang telah terjadi selama ini. maka ia akan menolaknya. Proses yang terjadi dalam masa pengevaluasian kembali ini adalah perubahan identitas dari penerima kasih sayang (dari ibunya) menjadi pemberi kasih sayang (persiapan menjadi seorang ibu). identitas keibuan yang jelas akan muncul. Pada saat ini. Ibu menganalisa dan mengevaluasi kembali segala hubungan interpersonal yang telah terjadi dan akan menjadi dasar bagaimana ia mengembangkan hubungan dengan anak yang akan dilahirkannya. Transisi ini memberikan pengertian yang jelas bagi ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya sebagai ibu yang memberikan kasih saying kepada anak yang akan dilahirkannya. Perubahan ini bisa menyebabkan kesedihan meninggalkan peran lamanya sebelum kehamilan. 2) Fase postquickening Setelah ibu hamil merasakan quickening. Kecuali bila ibu hamil menyadari bahwa hal tersebut normal karena ia sedang mengembangkan identitas keibuannya. Pergerakan bayi yang dirasakan membantu ibu membangun konsep bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya. Perasaan menolak terhadap sikap negatif ibunya akan menyebabkan rasa bersalah pada dirinya.

Ketika kehamilan telah terlihat. ibu dan pasangannya harus lebih sensitif terhadap pengaruh kondisi ini pada mereka berdua. tapi bukan berarti bagian luar yang berubah. Anak perlu diberikan pengertian secara . Bila salah satu tidak membicarakan latar belakang masalah yang dirasakan. d. bagian dalam tubuh pun mengalami perubahan sebagai respon terhadap kehamilan yang terus berkembang. atau setelah berdiskusi justru merasa depresi. Apabila di dalam keluarga terdapat anak sebelumnya. Saat ini suami lebih aktif ikut menangani dalam kehamilan istrinya dan turut merasakan tanggung jawab akan kelahiran bayinya. Beberapa perubahan dapat saja terasa mengganggu. c. Perubahan yang menyebabkan ketidaknyamanan adalah keadaan yang normal bagi ibu hamil dan ibu harus diberikan pengertian terhadap kondisi tersebut sehingga ia lebih merasa nyaman lagi. Beberapa perubahan yang menyenangkan seperti rasa mual berkurang dibandingkan yang dialami selama trimester pertama. ia akan merasa bingung akan perubahan yang dialami ibunya. energi bertambah dan peningkatan libido. namun ada juga perubahan yang terasa menyenangkan bagi ibu hamil. Pada suatu studi dilaporkan sang suami juga merasakan perubahan nafsu makan. Reaksi orang-orang di sekitar ibu hamil Tampaknya sang suami juga mengalami perubahan psikologis seiring perubahan yang dialami istrinya yang hamil. Tetap cara ini dapat digunakan bila ibu dan pasangannya tetap terbuka dan memulainya sedini dan sesering mungkin. rasa sakit kepala hingga kecemasan dan ketakutan dirasakan oleh suami yang istrinya sedang hamil. perubahan berat badan. Menjaga kehamilan yang sehat Ibu hamil mungkin merasa lebih baik pada trimester kedua. tapi masalah yang muncul lebih rumit lagi. saat itulah diperlukan penasihat kehamilan dan orang sekitarnya yang dapat menolong ibu dan pasangannya. Ibu hamil sering merasa takut jika pasangannya mendapati dirinya tidak menarik atau gendut. Komunikasi adalah kunci untuk menghadapi masalah ini.

misalnya berbaring terlentang dan menahan berat badan suami. Ibu hamil dan pasangannya perlu dijelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam hubungan seks. sederhana tentang perubahan yang terjadi dan hal yang akan dihadapi sehubungan dengan kehamilan. Namun dengan mengkreasi posisi yang menyenangkan maka masalah ini dapat diatasi. tidak semua libido wanita meroket tinggi pada trimester kedua. Selain itu meknisme fisik untuk saling merapat dalam hubungan seksual akan menjadi sulit dan kurang nyaman. Ibu hamil tampaknya merasa tergantung akan bantuan dari ibunya dalam menghadapi kehamilan dan persiapan penerimaan bayi yang akan dilahirkan. 2. e. Namun dalam beberapa kondisi hubungan seks selama trimester kedua tidak diperbolehkan. Janin tidak akan terpengaruh karena berada di belakang serviks dan dilindungi cairan amniotik dalam uterus. Ibu dari wanita hamil tampaknya adalah orang yang sering mengambil peran yang cukup besar selama kehamilan. atau ejakulasi. orgasme ibunya. Berhubungan seks Ada satu lagi perubahan yang terjadi pada trimester kedua yang harus diimbangi untuk mengatasi ketidaknyamanan yaitu suatu peningkatan libido yang pada trimester pertama dihilangkan oleh rasa mual dan lelah. Perubahan tingkat libido disebabkan variasi perubahan hormone selama hamil. Walaupun sebagian ibu hamil merasakan seks selama hamil terasa meningkat. Karena respon terhadap hormon berbeda. Kekhawatiran yang paling sering diajukan adalah kemungkinan bayi diciderai oleh penis. mencakup plasenta previa dan ibu dengan riwayat persalinan prematur. Kebanyakan calon orang tua khawatir jika hubungan seks dapat mempengaruhi kehamilan. Perubahan dan adaptasi psikologi pada kehamilan trimester III Trimester ketiga sering kali disebut periode menunggu / penantian dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. reaksi masing – masing ibu hamil pun berbeda. Trimester .

kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu . hal ini berkaitan dengan beberapa perubahan biologik. yang tadinya . Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayinya. Perubahan Perilaku Pada Ibu Hamil Kabar kehamilan akan memberikan kebahagiaan bagi pasangan yang mengharapkan kehadiran sang buah hati. Ibu seringkali merasa khawatir atau takut kalau . A. keluarga dan bidan. Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek.waktu. Kadang . Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Mungkin juga nama bayi yang akan dilahirkan juga sudah dipilih.duga tentang jenis kelamin bayinya ( apakah laki. III adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orangtua seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi. lucu dan menggemaskan tentunya akan membuat rumah anda semakin ceria. Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan dan dukungan dari suami. Trimester ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua. Kehadiran bayi mungil. Ada beberapa anggapan terhadap perubahan psikologi yang terjadi selama kehamilan. Keluarga mulai menduga . Trimester ketiga merupakan saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi yang akan dilahirkan dan bagaimana rupanya. Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kejadian dan proses psikologi ini diidentifikasi pada trimester kehamilan yang akan dibahas dibawah ini.kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal.laki atau perempuan ) dan akan mirip siapa.

Meskipun baru pulang kerja dan sangat letih. hadapi saja dengan santai. Minta perhatian lebih Perilaku lain yang kerap “mengganggu” adalah istri tiba-tiba lebih manja dan selalu ingin diperhatikan. 2. bisa-bisa istri semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya. membuat kopi sendiri. 3. Tak heran jika berbagi upaya dilakukan oleh pasangan demi kehamilan dan kelahiran serta kehadiran sang buah hati yang didambakan. 1. Jadi tidak ada salahnya bila suami menggantikan peran istri untuk beberapa waktu. apa pun perilaku ibu hamil yang dianggap kurang menyenangkan. walau sedikit. Sedikit-sedikit tersinggung lalu marah. melainkan pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya. wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif. bisa memicu tumbuhnya rasa aman yang baik untuk pertumbuhan janin. usahakan untuk menanyakan keadaannya saat itu. Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini nantinya bakal hilang. Setiap ibu yang mengalami kehamilan pasti ada perubahan perilaku pada si ibu ini semua di perngaruhi oleh perubahan hormonal. Lebih sensitive Biasanya. Bukan apa-apa. Jangan sampai perubahan ini membuat pasangan jadi tidak harmonis. . Misalnya dengan menggantikannya membereskan tempat tidur. bila suami membalas kembali dengan kemarahan. Kehadiran sang buah hati akan semakin anda bersemangat dalam mengarungi bahtera kehidupan dalam mengasuh dan mendidik titipan Illahi. Perhatian yang diberikan suami. Cenderung malas Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja. tiba-tiba rumah anda ada keceeriaan tersendiri. Saat memutuskan untuk hamil suami dan istri harus benar-benar siap dengan segala perubahan yang akan terjadi nanti pada si ibu baik perubahan fisik dan perilaku. agar suami maupun istri siap menghadapinya. tidak ada jeritan dan tangisan sang buah hati.

mereka lebih siap. Akibat hormon progesterone Perubahan perilaku pada ibu hamil merupakan hal wajar karena produksi hormon progesteronnya sedang tinggi. Seringkali ibu sangat gusar dengan perutnya yang semakin gendut. Secara fisik dan psikis. Nah. Hal inilah yang mempengaruhi banyak hal. pola asuh sewaktu kecil. Bila perlu. daya tahan psikis dipengaruhi oleh kepribadian. selain perubahan hormonal. pinggul lebih besar. Dia akan merasa terganggu dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan. Gampang cemburu Tak jarang. sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan. Demikian pula ketika istri merasakan pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. termasuk psikis ibu. Sebaiknya lakukan sambil memberikan perhatian dengan mengatakan bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil dan diperlukan kesabaran untuk menghadapinya. Istri sering meminta suami untuk mengusap tubuhnya. Berbeda dari ibu yang tidak siap. disebabkan kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda. umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. suami perlu menjelaskan dengan bijaksana bahwa keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting dan bukan karena perselingkuhan. Perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya sama persis dengan perubahan hormon pada wanita yang sedang mengalami siklus haid. Pulang telat sedikit saja. Biasanya ibu yang menerima atau bahkan sangat mengharapkan kehamilan akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Hal ini. Ia takut bila suaminya pergi dengan wanita lain. atau kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Begitu pula dengan ibu yang sangat memperhatikan estetika tubuh. 5. istri pun mulai tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya. 4. umpamanya karena kehamilannya tidak diinginkan. perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi psikis ibu hamil. istri akan menanyakan hal macam-macam. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Untuk menenangkannya. Mungkin. ceritakan dengan terperinci aktivitas. payudara .

dan sebagainya. kondisi psikis yang terganggu akan berdampak buruk pada aktivitas fisiologis dalam diri ibu. Lalu berangsur hilang di trimester kedua dan ketiga karena ibu sudah bisa menyesuaikan dirinya. Kriteria keterlaluan memang terkesan rancu. Apalagi masa trimester pertama merupakan masa kritis menyangkut pembentukan organ tubuh janin. sensitif. Atau kemarahan yang terjadi sudah sering berubah menjadi amukan. Inilah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya dampak psikis yang negative. 1. membesar. Namun. yakni saat perilaku ibu sudah “keterlaluan”. Semua dampak ini akhirnya akan merugikan pertumbuhan janin karena si kecil sudah dapat merasakan dan menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar dirinya. WASPADAI PERUBAHAN BERLEBIHAN Perubahan perilaku pada ibu hamil. gelisah. ada batasan yang mesti diwaspadai. produksi adrenalin. Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan. Tentu hal ini akan semakin membuat psikis ibu menjadi tidak stabil. Jika perubahan ini ditanggapi secara positif. tapi yang pasti waspadai jika ibu terlihat dilanda kecemasan berlebih atau stres sehingga perilakunya bisa “membahayakan” janin. baik ibu maupun janin akan lebih sehat kondisinya. suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung. rambut menjadi kusam. tidak akan mengganggu proses tumbuh kembang janin. pening. pemarah. Misalnya. aktivitas kelenjar keringat dan sekresi asam lambung. lesu. dan manja wajar muncul di masa hamil. Menyimak informasi seputar kehamilan . dapat pula memunculkan gejala fisik seperti letih. B. tekanan darah. walaupun sifat pemalas. dan mual. kemalasan ibu sampai membuatnya masa bodoh dengan kehamilannya. Banyak hal yang bisa dilakukan. Umpamanya. jika kadarnya masih normal. Oleh karena itu. Di samping itu. ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan hormon yang terjadi. Kala itu pula.

Ibu pun jadi tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. ibu bisa saja meminta suami untuk menemaninya berkonsultasi ke dokter atau bidan agar merasa lebih nyaman karena ada perhatian dari pasangan. Misalnya. Dengan begitu diharapkan suami bisa berempati dan mampu memberi dukungan psikologis yang dibutuhkan. bila ibu perlu penanganan lebih serius. melukis. 4. Sebaliknya. Berbagai informasi mengenai kehamilan bisa didapat dari buku. bermain musik. Biasanya. 2. Bisa dengan menjahit. Sebaliknya. Saat konsultasi. 3. sangat berpengaruh terhadap kestabilan emosi ibu hamil. 5. ibu yang aktif di luar rumah bisa mengatasi berbagai perubahan psikisnya tersebut dengan lebih baik. majalah. atau apa pun. dokter atau bidan akan menganjurkan ibu untuk menemui psikolog atau psikiater yang dapat membantu kestabilan emosi. Jalin komunikasi Jangan pernah menutupi perubahan psikis yang terjadi. atau situs kehamilan di internet. jika tidak berusaha mencari tahu terhadap perubahan pada dirinya. koran. ibu bisa menanyakan tentang perubahan psikis yang dialami. Dengan mengetahui akar masalah yang terjadi maka ibu bisa lebih tenang menghadapi kehamilan. tak mustahil akan timbul berbagai perasaan yang mungkin saja sangat mengganggu kondisi psikis. tetapi komunikasikanlah hal itu kepada suami. Kontrol teratur Kontrol bisa dilakukan pada dokter kandungan atau bidan. perasaan ibu hamil yang dipendam sendiri tidak akan membawa perubahan. terutama suami. Umumnya. Suami tetap tidak acuh dan masalah ibu jadi berkepanjangan. . Perhatian suami Perhatian yang diberikan oleh suami bisa membangun kestabilan emosi ibu. tabloid. Beraktivitas Sangat dianjurkan agar ibu mencari aktivitas apa pun yang dapat meredakan gejolak perubahan psikis. Dukungan dari lingkungan.

atau obat-obatan yang tidak dianjurkan bagi kehamilan. 7. rokok. alkohol. ibu bisa mengatasinya dengan mendengarkan musik lembut.6. Hindari mengonsumsi makanan yang dapat membahayakan janin. belajar memusatkan perhatian sambil mengatur napas. Relaksasi Bila ingin mendapatkan perasaan yang lebih relaks. senam yoga. dan bentuk relaksasi lainnya. Perhatikan kesehatan Tubuh yang sehat akan lebih kuat menghadapi berbagai perubahan. termasuk perubahan psikis. seperti makanan yang mengandung zat-zat aditif. Kondisi ini bisa terwujud dengan berolahraga ringan dan memperhatikan asupan gizi. .

Adaptasi fungsi endokrin maternal. FAKTOR FISIOLOGI Faktor yang mempengaruhi : 1. Terjadi penurunan Hb dan hematokrit selama kehamilan : pseudo anemi. Pada keadaan sebelum hamil berat uterus normal 30gr. d. hal ini karena uterus yang membesar kearah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak. meningkat dengan cepat pada trimester II. 2. SISTEM KARDIOVASKULAR 1. Memenuhi kebutuhan pembesaran uterus dengan adanya hipertrofi sistem vaskuler b. Melindungi ibu terhadap adanya kehilangan darah pada persalinan. 2. Terjadi pembesaran uterus. Frekuensi pernafasan meningkat. basal metabolisme meningkat.3cm. Tekanan darah arterial dan resistensi vaskuler menurun saat volume darah. Kebutuhanmetabolisme yang meningkat karena pertumbuhan janin. Panjang 20cm dan tebal 2. f. e. Dyspneu terjadi oleh karena peningkatan tidal volume yang menurunkan Pco2 secara ringan.12000/-L. 3. Angka lekosit berkisar 5000. berat ibu. TRAKTUS RESPIRATORIUS 1. 2. 3. 4. Pada masa hamil beratnya mencapai 30 kali berat normal. Mulai usia kehamilan 32 mgg wanita hamil mulai merasakan rasa sesak. 3. Terjadi peningkatan konsentrasi pada hampir seluruh factor pembekuan terutama pada trimester III: homans sign harus diperiksa. Detak jantung meningkat 10 detak/menit. SISTEM REPRODUKSI 1. PERUBAHAN HEMATOLOGI Peningkatan volume darah maternal mulai terjadi pada trimester I. Tumbuhnya plasenta yang berfungsi sebagai alat endokrin 3. . Perubahan dasar: Kenaikan sirkulasi volume darah hingga 50% dan cardiac output 30-40% 2. Peningkatan volume tidal dan hiperventilasi terjadi karena pengaruh progesteron atau kebutuhan metabolisme yang meningkat. Melindungi ibu dan janin dari penurunan venous return pada posisi supine c. Pembesaran ini disebabkan oleh hipertropi otot polos uterus. Manfaatnya: a. dan mendatar pada akhir kehamilan.ADAPTASI FISIOLOGI DAN PSIKOLOGI PADA IBU HAMIL A.

Servik uteri mengalami perubahan karena hormon estrogen yang meningkat dan hipervaskularisasi maka konsistensinya menjadi lunak (Goodell sign). Kelenjarnya akan berfungsi lebih dan mengeluarkan sekresi lebih banyak. 5.4. sehingga ibu hamil mengalami keputihan BALLOTTEMENT SIGN .

. karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat tersebut akan meningkat (chadwicks sign) b. nampak ke biru-biruan. adanya keputihan oleh karena sekresi serviks yang meningkat sebagai akibat stimulasi estrogen. Pembuluh darah alat genitalia interna akan membesar. HEGAR SIGN VAGINA DAN VULVA a. Hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah.

Kebutuhan total selama kehamilan 1 g. fosfolipid. kenaikan berat badan rata-rata berkisar 12.  Karbohidrat Kehamilan bersifat diabetogenik _ diabetes yang tadinya belum muncul menjadi manifes selama kehamilan.  Hidronefrosis/hidroureter ringan karena menurunnya tonus otot atau karena penekanan uterus. kemudian mengecil sampai terbentuknya plasenta pada kehamilan 16 minggu. dan asam lemak bebas. Korpus luteum mengalami regresi pada minggu ke-8. Berfungsi maksimal pada usia kehamilan 6-7 minggu (4-5 minggu pasca ovulasi).5 L air. dan di dalam darah sebagai hemoglobin dan protein plasma.  Secara normal bisa terjadi glukosuria. berasal dari pertambahan ukuran uterus dan isinya. plasenta dan air ketuban mengandung 3. PERUBAHAN METABOLISME  Sebagai respon terhadap pertumbuhan janin dan plasenta yang pesat. IgM sedikit menurun. . yaitu lipid total. Glukosuria dijumpai karena naiknya kecepatan filtrasi glomerulus dan menurunnya reabsorbsi oleh tubulus.  Stress inkontinensia karena perubahan posisi angulus vesikouretralis sebagai akibat naiknya kandung kencing. dan paling banyak pada separuh akhir kehamilan. Janin. volume darah. Korpus luteum tunggal akan ditemukan pada ovarium ibu hamil. HPL melawan kerja insulin sehingga dibutuhkan lebih banyak insulin. b. Janin dan plasenta aterm mengandung 500 g protein. lipoprotein. lemak netral. SISTEM URINARIA  Peningkatan filtrasi glomerular dan aliran darah renal hingga 50% sebagai akibat kenaikan cardiac output.  Air Menjelang aterm akumulasi air dalam darah. albumin dan fibrinogen mengalami kenaikan tetapi IgG.  Lemak Semua fraksi lemak mengalami kenaikan. ke kelenjar susu. Tekanan venosa yang meningkat menyebabkan terjadi pitting edema di kaki/tungkai bawah.  Mineral kebutuhan besi meningkat banyak. payudara.5 kg.  Protein Penambahan protein sekitar 500 g dideposisikan di uterus sebagai miometrium. memberikan konstribusi terhadap produksi progesteron. uterus dan payudara sekitar 3 L. IgA. cairan ekstravaskuler ekstraseluler. yakni 6-17 mg/hari. Dalam darah ibu. kolesterol. Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum berdiameter 3 cm yang berfungsi mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. OVARIUM a.

 Progesteron _ tonus otot polos menurun dan diuresis. . Puncak sekresinya terjadi 60 hari setelah konsepsi. Estrogen menimbulkan hipertropi system saluran. terjadi hiperpigmentasi di beberapa area: muka (chloasmagravidarum). . Pada saat kehamilan payudara membesar dan menegang. .  Produksi estrogen plasenta terus naik selama kehamilan dan pada akhir kehamilan kadarnya kira-kira 100x sebelum hamil. linea nigra (pada abdomen) . dan bersifat diabetogenik sehingga kebutuhan insulin wanita hamil meningkat. progesteron menambah sel-sel asinus pada payudara. tonus otot menurun sehingga motilitas seluruh traktus digestivus berkurang selain itu karena pengaruh HCG. biasanya terjadi pagi hari akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. GASTROINTESTINAL  Trimester I terdapat salivasi. PAYUDARA . Human Placental Lactogen (HPL) _ efeknya mirip hormon pertumbuhan. . Meskipun demikian pengeluaran air susu belum berjalan karena prolaktin ini ditekan oleh PIH(prolactine inhibiting hormon) . dan hormon yang dikeluarkan oleh janin. SISTEM ENDOKRIN  Perubahan-perubahan hormonal selama kehamilan terutama akibat produksi estrogen dan progesteron plasenta. kadang sampai emesis.  Perasaan tidak enak di uluhati (heart burn) disebabkan karena perubahan posisi lambung dan aliran balik asam lambung ke esofagus bagian bawah.  Pengosongan lambung dan peristaltik usus melambat karena faktor hormonal maupun mekanik. Melanosit meningkat. FSH dan LH _ sangat rendah selama kehamilan karena ditekan estrogen dan progesterone plasenta.  HCG: dapat dideteksi beberapa hari pasca pembuahan dan merupakan dasar tes kehamilan. nausea. . . aerola mammae. Pasa kehamilan 12minggu ke atas keluar colostrum yang berasal dari kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Fungsi utamanya mempertahankan korpus luteum. Prolaktin _ produksinya terus meningkat sampai aterm.

terjadi lordosis. CHLOASMA GRAVIDARUM LINEA NIGRA SISTEM MUSKULOSKELETAL . Terdapat peningkatan mobilitas pada sakroiliaka. dan simfisis pubis selama kehamilan sebagai respon perubahan hormonal. sakrokoksigeal. SISTEM INTEGUMEN STRIAE GRAVIDARUM . Sebagai kompensasi pembesaran uterus di antaranya. .

mekanisme koping Intervensi krisis adalah bantuan yang di tawarkan dari luar untuk mempermudah penyesuaian/kembali ke keadaan seimbang.ADAPTASI PSIKOLOGIS Kehamilan→ saat-saat krisis.  Pada ayah : kagum. Manusia berespon terhadap krisis dengan cara yang khas. respon terhadap perubahan body image. TRIMESTER KEDUA  Lebih menyenangkan  Menggunakan pikiran dan energinya secara lebih konsrtruktif  Dorongan psikologis besar TRIMESTER KETIGA  Klimak kegembiraan emosi karena lahir  Ketidaknyamanan. mual. sesuai dengan sifat kejadian mengganggu kehidupannya. Respon awal wanita : Tidak di rencanakan : syok/ denial Di rencanakan : tidak yakin Respon awal laki-laki : Kekacauan : berpikir tentang kebanggaan tentang kemampuannya. saat terjadi gangguan/perubahan. dukungan situasional. depresi. 2. Hubungan ibu-anak 4. TRIMESTER PERTAMA  Kegembiraan  Perubahan emosi  Ibu merasa tidak sehat : morning sickness. Menerima kehamilan : kesiapan menyambut kehamilan. menerima peran dan memberi nafkah. Krisis adalah suatu keseimbangan psikologis yang bisa di sebabkan oleh situasi atau tahap perkembangan. kelemahan. Proses krisis : pada awal terjadi syok atau penyangkalan kebingungan dan preoccupation: aksi yang menghasilkan solusi terjadi proses belajar dari pengalaman. ambivalen selama kehamilan. Hubungan dengan pasangan seksual 5. lelah  Persiapan proses persalinan ADAPTASI MATERNAL 1. seks. Mengenal peran ibu 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi manusia berespon terhadap krisis: persepsi terhadap kejadian. respo emosional. keletihan. Hubungan seksual : kekhawatiran tentang janin. 6. Hubungan ibu-anak : .

wanita yang menjadi ibu untuk kedua kalinya. ADAPTASI PATERNAL  Identifikaasi peran ayah  Hubungan dengan pasangan  Hubungan dengan ayah dan anak ADAPTASI LAIN  Adaptasi kakek-nenek  Adaptasi saudara kandung  Menjadi orangtua (multi / primi ) . Persiapan melahirkan : kesiapan untuk melahirkan. Fase I : saya hamil Fase II : saya akan memiliki bayi Fase III : saya akan menjadi ibu 7.

jensen. asuhan antenatal. jakarta : egc.scribd.KEHAMILAN http://kuliahbidan. DAFTAR PUSTAKA Bobak.com/doc/14440500/PERUBAHAN-PSIKOLOGIS-PADA- MASA. 2004 Pusdikanakes – who – jhpiego.wordpress.com/2008/07/18/perubahan-perilaku-pada-ibu-hamil/ http://stik3s.com/2015/01/perubahan-adaptasi-psikologis-dalam. lowdernik.html .blogspot. jakarta. 2003 http://www. buku ajar keperawatan maternitas.