You are on page 1of 13

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Secara umum metode penelitian bisnis diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan
dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk
memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang bisnis.
Berdasarkan perumusan masalah dan tujuan yang hendak dicapai oleh penulis, maka
jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survai untuk
maksud penjelasan (explanatory atau confirmatory), yakni untuk menjelaskan hubungan
kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesa (Singarimbun, 2008:5).
Menurut Sugiyono (2010:56) hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab
akibat, sehingga disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan
variabel dependen (dipengaruhi).
Bambang prasetyo (2008:49) mendefinisikan penelitian survai merupakan penelitian
yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Kuesioner merupakan
lembaran yang berisi beberapa pertanyaan dengan struktur yang baku. Singarimbun
menambahkan (2008:3) umumnya, pengertian survai dibatasi pada penelitian yang
datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh populasi.
Peneliti menggunakan penelitian survai karena unit analisa dalam penelitian survai ini
adalah individu yaitu konsumen dari Online Shop Sakura Blossom shop. Penelitian ini
ingin mengetahui bagaimana pengaruh kualitas sistem online shop Sakura Blossom Shop
saat ini terhadap kepuasan konsumen, sehingga dalam penelitian ini informasi tentang
kepuasan konsumen atas kualitas sistem online shop Sakura Blossom dikumpulkan dari
responden dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok,
dan data yang ada dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh
populasi.
Karena jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survai sehingga penelitian
ini menggunakan metode kuantitatif. Sugiyono (2010:13) menjelaskan bahwa metode
penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada
filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik
pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data
menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan
tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Filsafat positivisme memandang

32
realitas/ gejala/ fenomena itu dapat diklasifikasikan, relatif tetap, konkrit, teramati,
terukur dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Penelitian pada umumnya dilakukan
pada populasi atau sampel tertentu yang representatif. Proses penelitian bersifat deduktif,
di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat
dirumuskan hipotesis. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data
lapangan. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. Data yang telah
terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik
inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak.

B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat atau situs dimana penelitian tersebut akan
dilaksanakan untuk memperoleh data atau lokasi yang diperlukan berkaitan dengan
rumusan masalah penelitian. Dalam penelitian ini lokasi yang digunakan sebagai tempat
penelitian adalah Online Shop Sakura Blossom Shop yang telah dibuka mulai tahun 2009.
Alamat Sakura Blossom Shop secara offline berada di Jl. Brantas 57 Kebomas, Gresik
61121. Pemilihan lokasi penelitian ini dikarenakan Online Shop Sakura Blossom Shop
telah memiliki website resmi sehingga dinilai relevan untuk penelitian ini.
Sedangkan situs penelitian merupakan tempat dimana peneliti akan menangkap
keadaan sebenarnya dari proyek yang akan diteliti guna memperoleh data. Situs penelitian
dalam penelitian ini, yaitu http://sakurablossomshop.com yang merupakan website resmi
dari Online Shop Sakura Blossom. Di lokasi dan situs ini diharapkan peneliti dapat
memperoleh data dan informasi yang diperlukan dan relevan dengan masalah yang dikaji,
serta dapat menangkap keadaan yang sebenarnya dari obyek yang akan diteliti.

C. Variabel dan Pengukuran


Penelitian kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti
bersifat sebab dan akibat (kausal), sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen
dan dependen. Dari variabel tersebut selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen (Sugiyono, 2010:18).
Pada dasarnya variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal
tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Secara teori Hatch dan Farhady (1981)
menjelaskan bahwa variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau obyek,
yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan

33
obyek yang lain. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstruk
(constructs) atau sifat yang akan dipelajari (Sugiyono, 2010: 58).
Adapun variabel-variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel bebas (independen)
Variabel independen sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent.
Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah
merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau
timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas dalam penelitian ini diambil
dari konsep Kualitas sistem online shop atau e-TailQ.
Dari konsep tersebut variabel yang digunakan adalah :
1) Fulfillment / reliabilitas, meliputi dua hal, yakni (1) pemajangan dan deskripsi
produk secara akurat sehingga apa yang diterima pelanggan sama dengan apa
yang ia pesan dan (2) pengiriman produk yang tepat dalam periode waktu sesuai
dengan yang dijanjikan
2) Desain website, mencakup semua elemen pengalaman konsumen di website
(kecuali untuk layanan pelanggan) seperti navigasi, pencarian informasi,
pemrosesan pesanan, personalisasi, dan pemilihan produk
3) Layanan pelanggan, yakni layanan yang responsif, benar-benar membantu dan
tulus dalam menanggapi pertanyaan pelanggan secara cepat
4) Keamanan/privasi, yakni keamanan pembayaran menggunakan kartu kredit dan
perlindungan atas informasi personal (Fandy Tjiptono, 2005:293).

2. Variabel terikat (dependen)


Variabel dependen sering disebut sebagai varaiabel output, kriteria, konsekuen. Dalam
bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan
variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas
(Sugiyono, 2010:59).
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen
adalah persepsi dari konsumen dalam menggunakan produk atau jasa yang telah
memenuhi harapannya. Karena itu konsumen tidak akan puas, apabila konsumen
mempunyai persepsi bahwa harapannya belum terpenuhi. Konsumen akan merasa
puas jika persepsinya sama atau lebih dari yang diharapkan (Irawan, 2002:3). Yang
perlu dicatat, kepuasan konsumen adalah hasil akumulasi dari konsumen dalam
menggunakan produk dan jasa. Oleh karena itu, setiap transaksi atau pengalaman
baru, akan memberikan pengaruh terhadap kepuasan konsumen.
Tabel 2
Konsep, Variabel, Indikator dan Item

34
No. Konsep Variabel Indikator Item
1. Kualitas Sistem Desain 1. Informasi 1. Website ini menyediakan
Online Shop Website (X1) lengkap informasi lengkap
(e-TailQ) (X) 2. Menghemat waktu 2. Situs ini tidak membuang-buang
3. Cepat dan mudah waktu saya
4. Personalisasi 3. Transaksi di website ini cepat
sesuai harapan dan mudah diselesaikan
5. Pilihan yang bagus 4. Tingkat personalisasi di situs ini
benar-benar sesuai harapan,
tidak terlalu besar dan tidak
terlampau kecil.
5. Website ini memiliki pilihan
yang bagus.

Reliabilitas 1. Informasi akurat 6. Produk-produk yang dijual


(X2) 2. Informasi sesuai dipresentasikan secara akurat
3. Sesuai dengan oleh website ini.
perjanjian 7. Anda mendapatkan apa yang
anda pesan melalui situs ini.
8. Produk dikirim sesuai dengan
waktu yang dijanjikan
perusahaan.

Keamanan / 1. Privasi 9. Saya merasa privasi saya


Privasi (X3) dilindungi dilindungi di situs ini
2. Proses transaksi 10. Saya merasa aman dengan
terjamin aman transaksi saya di website ini
3. Fitur keamanan 11. Website ini memiliki fitur
memadai keamanan yang memadai

Layanan 1. Respon baik 12. Perusahaa


Pelanggan 2. Kesungguhan n bersedia dan siap merespon
(X4) 3. Respon cepat kebutuhan pelanggan
13. Ketika
anda mempunyai masalah,
website ini sungguh-sungguh
berusaha memecahkannya
14. Pertanyaa
n-pertanyaan dijawab dengan
cepat

2. Kepuasan Kepuasan Kepuasan konsumen Kualitas sistem Online Shop Sakura


Konsumen Konsumen terhadap Kualitas Blossom shop sesuai dengan harapan
Online Shop sistem pelanggan
Sakura
Blossom Shop
(Y)

35
Pengukuran yang digunakan untuk mengukur masing-masing variabel di atas adalah
dengan menggunakan Skala Likert. Menurut Sugiyono (2010: 132) Skala Likert
digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok
orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian fenomena sosial ini telah ditetapkan
secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.
Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator
variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-
item instrumen yang berupa pertanyaan, yang kemudian akan dijawab oleh responden.
Indikator pada variabel kualitas sistem online shop (e-TailQ) dan indikator pada variabel
kepuasan konsumen tersebut dijadikan sebagai patokan untuk menyusun item instrumen.
Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi
dari sangat positif sampai sangat negatif. Untuk setiap pertanyaan disediakan lima
pilihan jawaban dengan tingkatan skor yang berbeda-beda. Untuk keperluan analisis
kuantitatif, maka nilai dari kuesioner diukur dengan skala sebagai berikut :
1. Jawaban sangat setuju diberi skor 5
2. Jawaban setuju diberi skor 4
3. Jawaban ragu - ragu diberi skor 3
4. Jawaban tidak setuju diberi skor 2
5. Jawaban sangat tidak setuju diberi skor 1

D. Populasi dan Sampel


Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:115). Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh konsumen Online Shop Sakura Blossom, yang mana populasi dilihat dari
jumlah teman dari Online Shop Sakura Blossom yang dimiliki di situs jejaring sosial
facebook.
Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut (Sugiyono, 2010:116). Sampel ini diambil dikarenakan besarnya
populasi, keterbatasan dana, tenaga dan waktu. Menurut Sugiyono (2010:16), apa yang
dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi, untuk
itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).
Selanjutnya data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Berdasarkan data dari sampel tersebut, selanjutnya peneliti membuat generalisasi
(kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi di mana sampel tersebut diambil)
36
(Sugiyono, 2010:18-19). Sampel penelitian ini adalah seluruh konsumen Online Shop
Sakura Blossom yang pernah mengunjungi atau melakukan transaksi pembelian atau
pemesanan secara online melalui website yang dimiliki Sakura Blossom Shop.
Pengambilan responden didasarkan pada alasan bahwa konsumen yang pernah
mengunjungi atau melakukan transaksi pembelian atau pemesanan secara online melalui
website yang Sakura Blossom Shop telah memiliki pengalaman berinteraksi dengan
website Online Shop Sakura Blossom sehingga diasumsikan telah memiliki persepsi atas
kualitas sistem Online Shop Sakura Blossom dan berkaitan langsung dengan penelitian
skripsi ini.
Karena tidak seluruh konsumen yang dimiliki oleh Online shop Sakura Blossom
pernah mengunjungi dan menggunakan website Sakura Blossom Shop, sehingga teknik
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik nonprobability
sampling lebih spesifiknya adalah Purposive Sampling yaitu teknik penentuan sampel
dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010:122). Karakteristik yang ditentukan, yaitu
konsumen yang pernah melakukan pemesanan atau pembelian secara online pada website
Online Shop Sakura Blossom Shop.
Dari berbagai rumus yang ada, ada sebuah rumus yang dapat digunakan untuk
menentukan besaran sampel yaitu rumus Slovin (Bambang, 2008:137):

n : =
Keterangan N
n = besaran sampel
1 + Ne2
N = besaran populasi
e = nilai kritis (batas ketelitian) yang diinginkan
Dengan menggunakan rumus di atas, dan jumlah populasi sebesar 1967 orang serta
nilai kritis (e) sebesar 10% diperoleh hasil perhitungan n = 95,16
n= 1967 = 95, 162070 dibulatkan menjadi 95 orang
1 + 1967 (0,1)2
maka sampel yang digunakan untuk penelitian ini ditentukan sebanyak 95 orang
konsumen.
E. Teknik Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2010:193) terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas
data hasil penelitian, yaitu kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan
data. Kualitas intrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas
instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang
digunakan untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data bila dilihat dari segi cara

37
atau teknik pengumpulan data, maka dapat dilakukan dengan interview (wawancara),
kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya.
Adapun dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah :
a. Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden
untuk dijawab oleh responden. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data
yang cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah
yang luas. Dalam penelitian ini kuesioner yang telah disiapkan berisikan
pertanyaan dengan pilihan jawaban yang telah tersusun berdasarkan pilihan
dengan cara memberikan tanda silang pada pilihan jawaban yang telah disediakan.
b. Wawancara
Dalam penelitian ini wawancara dilakukan secara langsung kepada pihak-pihak
yang terkait yaitu pemilik online shop Sakura Blossom shop untuk mendapatkan
data atau keterangan yang dibutuhkan.
c. Dokumentasi
Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan keterangan-keterangan yang
dapat diperoleh dari dokumen organisasi yang menunjang penelitian. Dokumen
yang diperlukan untuk menunjang pemahaman dalam penelitian ini berupa data
tampilan dari website terkait, proses kerja dari sistem online shop sakura blossom
shop dan data lainnya yang dinilai berhubungan erat dengan kebutuhan penelitian.

2. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data
di lapangan, adapun yang menjadi instrumen untuk memperoleh data dalam penelitian
ini adalah :
1. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh
informasi dari responden.
2. Pedoman wawancara yaitu daftar pertanyaan yang diajukan secara langsung
dalam bentuk wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dalam penelitian.
3. Dokumentasi yaitu daftar catatan mengenai dokumen yang diperlukan selama
penelitian.

38
3. Uji Validitas dan Reliabilitas
Sebelum data yang diperoleh dianalisa, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan
reliabilitas terhadap instrumen penelitian, agar dapat diperoleh hasil penelitian yang
benar-benar valid dan reliabel. Hasil penelitian yang valid adalah bila terdapat
kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada
obyek yang diteliti. Sedangkan hasil penelitian yang reliabel adalah bila terdapat
kesamaan data dalam waktu yang berbeda (Sugiyono, 2010:172).
Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa
yang seharusnya diukur, dan instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila
digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data
yang sama (Sugiyono, 2010:172-173).
a. Uji Validitas
Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan pengujian validitas konstrak
(construct validity). Instrumen dicobakan pada sampel di mana populasi diambil.
Jumlah anggota sampel yang digunakan sekitar 30 orang. Setelah data
ditabulasikan, maka pengujian validitas konstruksi dilakukan dengan analisis
faktor (indikator), yaitu dengan cara menghitung korelasi antara masing-masing
pernyataan atau setiap skor item dalam suatu variabel dengan skor totalnya,
dengan menggunakan rumus teknik korelasi ‘product moment’ , rumus yang
digunakan adalah sebagai berikut (Singarimbun, 2008:137) :
n (xy) - ( x).( y)
r=
{n  x2 - (  x)2} . {n  y2 - (  y)2 }

Keterangan
r = koefisien korelasi
n = banyaknya sampel
x = skor item
y = skor total
sehingga diperoleh dapat indeks validitasnya.
Bila korelasi (r) tiap faktor tersebut positif dan besarnya diatas 0,3 ke atas maka
faktor tersebut merupakan construct yang kuat. Jadi berdasarkan analisis faktor
itu dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki validitas konstruksi
yang baik. Apabila r kurang dari 0,3 maka instrumen tersebut tidak valid.

b. Uji Reliabilitas

39
Reliabilitas menunjukkan pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup
dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen
tersebut sudah baik (Arikunto; 2010:154). Pengujian reliabilitas instrumen
dilakukan dengan mengkorelasikan skor antar item dengan instrumen penelitian
tersebut. Suatu instrumen sudah reliabel sebagai alat pengumpul data apabila
memberikan hasil ukuran yang sama terhadap suatu gejala pada waktu yang
berlainan. Untuk menguji tingkat reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan
rumus Alpha Cronbach (Arikunto, 2010:170) sebagai berikut :

Keterangan :
r = reliabilitas konsumen
k = banyaknya item pertanyaan
= jumlah varians butir

Instrumen dinyatakan reliabel bila memiliki koefisien keandalan reliabilitas lebih


atau sama dengan nilai kritis yaitu sebesar 0.6.

F. Teknik Analisis
1. Analisis Deskriptif
Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik penelitian dengan
menggambarkan obyek penelitian yang terdiri dari daerah penelitian, keadaan
responden, serta item-item yang didistribusikan dari masing-masing variabel. Setelah
keseluruhan data terkumpul selanjutnya adalah mengolah dan mentabulasikan ke
dalam tabel kemudian pembahasan secara diskriptif data yang telah tersebut.
Pengukuran diskriptifnya dengan memberikan angka baik jumlah responden (orang)
maupun dalam angka presentase.
Tahap persiapan yang umumnya dilakukan oleh peneliti untuk memudahkan proses
analisa data adalah : pengeditan, pemberian kode dan pemrosesan data. Analisator
melakukan editing dilanjutkan coding kemudian tabulating yang dapat dijelaskan
sebagai berikut :
a. Editing
Editing adalah memperbaiki kualitas data serta menghilangkan keragu-raguan
kehilangan data, Nazir (2000:46). Jadi mengedit akan mendeteksi kesalahan-

40
kesalahan dan penghapusan, memperbaikinya jika mungkin dan memastikan
bahwa standar kualitas minimum telah terpenuhi.
b. Coding
Pemberian kode merupakan proses identifikasi dan klasifikasi data penelitian ke
dalam skor numerik atau karakter simbol (Indriantoro & Supomo, 2002:168). Jadi
pengkodean disini merupakan usaha untuk mengklasifikasikan jawaban-jawaban
para responden menurut macamnya.
c. Tabulating
Membuat tabulasi tidak lain dari memasukkan data ke dalam tabel-tabel dan
mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai
kategori (Nazir, 2000:415).

2. Analisis Statistik Inferensial


a. Analisis Korelasi Product Moment
Untuk menguji hipotesis apakah antara satu variabel independen berpengaruh
terhadap satu variabel dependen digunakan korelasi product moment. Dalam
penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis 1, hipotesis 2, hipotesis 3 dan
hipotesis 4. Untuk pengujian hipotesis pengaruh ini rumus Korelasi Product
Moment yang digunakan adalah (Sugiyono, 2010: 248):

Sedangkan rumus yang digunakan apabila sekaligus akan menghitung persamaan


regresi adalah sebagai berikut :

Dan untuk menguji signifikansi hubungan, yaitu apakah hubungan yang


ditemukan itu berlaku untuk seluruh populasi yang berjumlah 1967 konsumen,
maka perlu diuji signifikansinya dengan rumus uji signifikansi korelasi product
moment yang ditunjukkan pada rumus di bawah ini :

Harga t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga t tabel.


Keterangan :
t = nilai yang dihitung

41
n = nilai sampel
r = koefisien korelasi yang ditemukan
x = variabel independen
y = variabel dependen

b. Analisis Regresi Linier Berganda


Analisis regresi dilakukan bila hubungan dua variabel berupa hubungan kausal
atau fungsional. Korelasi yang tidak dilanjutkan regresi, adalah korelasi antara dua
variabel yang tidak mempunyai hubungan kausal / sebab akibat, atau hubungan
fungsional. Sugiyono menyatakan (2010:270) dampak dari penggunaan analisis
regresi dapat digunakan untuk memutuskan apakah naik dan menurunnya variabel
dependen dapat dilakukan melalui menaikkan dan menurunkan keadaan variabel
independen, atau untuk meningkatkan keadaan variabel dependen dapat dilakukan
dengan meningkatkan variabel independen/sebaliknya.
Analisis regresi ganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud
meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium),
bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi
(dinaik turunkan nilainya). Dalam hal ini untuk mengukur perubahan nilai
variabel terikat (kepuasan konsumen) karena perubahan variabel bebas (desain
website, reliabilitas, keamanan / privasi, layanan pelanggan). Model persamaan
regresi yang digunakan adalah persamaan regresi untuk empat prediktor
(Sugiyono, 2010:289) sebagai berikut :
Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x4

Dimana :
Y = Sumber dalam variabel dependen yang diprediksikan
a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan)
b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan
atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel
independen bila b (+) maka naik, dan bila b ( - ) maka terjadi penurunan.
X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu

Untuk mencari koefisien regresi b1, b2, b3, dan b4 dapat digunakan persamaan
Simultan sebagai berikut :
1. ΣX1Y = b1 ΣX12 + b2 ΣX1 ΣX2 + b3 ΣX1 ΣX3 + b4 ΣX1 ΣX4
42
2. ΣX2Y = b1 ΣX1 ΣX2 + b2 ΣX22 + b3 ΣX2 ΣX3 + b4 ΣX2 ΣX4
3. ΣX3Y = b1 ΣX1 ΣX2 + b2 ΣX2 ΣX3 + b3 ΣX32 + b4 ΣX3 ΣX4
4. ΣX4Y = b1 ΣX1 ΣX4+ b2 ΣX2 ΣX4 + b3 ΣX3 ΣX4 + b4 ΣX42
a = Y – b1x1 – b2x2 – b3x3 – b4x4

c. Analisis Korelasi Ganda


Untuk menguji hipotesis tentang hubungan dua variabel independen atau lebih
secara bersama-sama dengan satu variabel dependen digunakan rumus korelasi
ganda (Sugiyono, 2010:213). Rumus korelasi ganda empat prediktor adalah
sebagai berikut :

(Sugiyono, 2010: 292)


Keterangan :
Ry(1,2,3) = Korelasi antara variabel X1, X2, X3 dan X4 secara bersama-sama
dengan variabel Y
b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka
peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada
variabel independen bila b (+) maka naik, dan bila b ( - ) maka
terjadi penurunan.
X = Variabel independen
Y = Variabel dependen
Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi ganda dihitung dengan rumus :
Fh = R2 ( N – m – 1 )
m / (1– R2)
(Sugiyono, 2010 :292)
Dimana :
R2 = Koefisien korelasi ganda yang telah ditemukan
m = Jumlah variabel independen
n = Jumlah anggota sampel
Fh = F hitung yang selanjutnya dibandingkan dengan F tabel

43
44