You are on page 1of 6

Artikel Penelitian

Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat

Fire Mitigation through Community Volunteering

Yusran Nasution

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Abstrak discussions were conducted in 130 informants consisted of RT, RW, PKK,
Upaya dini pencegahan kebakaran telah mampu menurunkan risiko kece- linmas/hansip, community leaders, dewan kelurahan, youth organization,
lakaan di lingkungan permukiman padat perkotaan. Penelitian ini bertujuan and balakar members. All informants considered that community should
untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dalam mitigasi kebakaran, have the similar objective and strong motivation on fire prevention to reduce
menilai bentuk-bentuk penanggulangan kebakaran di masyarakat dan fire cases, and also to minimize the number of victims. There were a lot of
mengembangkan model berbasis masyarakat dalam mitigasi kebakaran. types of preventive efforts on fire cases i.e. reminding other people on fire
Kelompok diskusi terarah dilakukan pada 130 informan yang terdiri dari dangers, youth people and security staffs involved in balakar training at vil-
unsur-unsur rukun tetangga, rukun warga, pembinaan kesejahteraan kelu- lage office, and practicing safe behavior when using electrical tools/kits and
arga, perlindungan masyarakat atau pertahanan sipil, tokoh masyarakat, stove at home. However, some informants said that they had no specific oth-
dewan kelurahan, karang taruna, dan anggota barisan sukarelawan ke- er community based model on fire prevention, except balakar. By develop-
bakaran (Balakar). Seluruh informan menilai bahwa masyarakat perlu ing community based model, it can reduce fire cases in order not to increase
memiliki tujuan bersama dan motivasi yang kuat untuk mencegah ke- anymore in future.
bakaran guna menurunkan risiko kebakaran serta mencegah dan memini- Key words: Fire mitigation, community, fire controlling, balakar member
malkan korban. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat yang telah dilakukan
dalam mencegah kebakaran adalah saling mengingatkan warga lain ten-
tang bahaya kebakaran, remaja dan hansip mengikuti pelatihan Balakar di Pendahuluan
kelurahan dan setelah pelatihan mempersiapkan kelompok remaja sebagai Kebakaran di permukiman merupakan masalah kro-
pelopor yang bergerak memadamkan api saat terjadi kebakaran, serta nik yang sulit dicegah. Di permukiman padat, kebakaran
mempraktekkan perilaku aman saat menggunakan peralatan listrik dan cenderung meningkat. Di DKI Jakarta misalnya, dalam
kompor di rumah. Namun demikina, informan belum memiliki suatu model tahun 2011 terjadi 948 kasus kebakaran dengan jumlah
berbasis masyarakat yang khusus menangani kebakaran, kecuali Balakar. korban jiwa mencapai 18 orang. Dibandingkan dengan
Melalui pengembangan model berbasis komunitas ini diharapkan kejadian tahun 2010, jumlah kebakaran ini meningkat 26% dan
kebakaran dapat diminimalisir sehingga kejadian kebakaran tidak jumlah korban jiwa meningkat pula.1 Mitigasi kesiapsia-
meningkat pada masa mendatang. gaan kebakaran dibutuhkan untuk mencegah atau me-
Kata kunci: Mitigasi kebakaran, masyarakat, pengendalian kebakaran, minimalkan potensi dampak kebakaran. Untuk menge-
anggota balakar liminasi risiko kebakaran pada populasi yang rentan,
diperlukan perencanaan program-program mitigasi dan
Abstract kesiapsiagaan. Lingkup mitigasi meliputi eliminasi risi-
The efforts on fire prevention and early fire fighting can reduce fire risk ko, reduksi risiko, dan transmisi tanggung jawab.2 Miti-
mainly in urban slum area. The research objectives were to identify needs
community on fire mitigation, to assess types of fire controlling in commu- Alamat Korespondensi: Yusran Nasution, Fakultas Kesehatan Masyarakat
nity, and to develop community-based model in fire mitigation. Focus group Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424,
Hp. 08129107180, e-mail: yus_r4n@yahoo.com

179
Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6, No. 4, Februari 2012

gasi difokuskan untuk menghilangkan atau membatasi teknik diskusi kelompok terarah (focus group discussion,
kemungkinan terjadinya bencana dan menurunkan FGD). Tiga belas kelompok FGD dibentuk melibatkan
tingkat kerentanan populasi. Salah satu cara untuk 130 orang informan yang terdiri dari pengurus pembi-
menurunkan kerentanan populasi adalah meningkatkan naan kesejahteraan keluarga (PKK), ibu rukun warga
kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana. (RW), ibu rukun tetangga (RT), ketua RW, tokoh
Kesiapsiagaan mencakup kemampuan untuk merespons masyarakat, warga biasa, dewan kelurahan, anggota
ancaman dan dampak bencana secara efektif dan Balakar, perlindungan masyarakat (linmas) atau perta-
memulihkan dampak jangka panjangnya dengan cepat. hanan sipil (hansip), dan karang taruna di dua RW ter-
Dalam kesiapsiagaan terhadap bencana ini, partisi- pilih secara purposive di Kelurahan Penjaringan,
pasi aktif masyarakat memainkan peran yang paling pen- Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. FGD dilakukan
ting. Idealnya, kegiatan penanggulangan bencana yang 13 kali selama bulan Oktober hingga November 2009
efektif harus melalui tiga tahap.2 Pertama, pencegahan dengan jumlah 8-10 informan per FGD. Data dan infor-
atau mitigasi dan kesiapsiagaan pada saat sebelum ter- masi yang diperoleh dari berbagai informan disajikan
jadinya bencana. Kedua, penyelamatan pada saat terjadi dalam bentuk matriks tema utama (major theme matrix).
bencana. Ketiga, rehabilitasi dan rekonstruksi pada pas- Data dan informasi yang didapat dianalisis secara kuali-
cabencana. Kenyataannya, penanganan bencana di tatif dengan teknik analisis isi (content analysis).
Indonesia cenderung kurang efektif. Hal ini disebabkan Sesegera mungkin informasi yang diperoleh dari peneli-
oleh berbagai hal, antara lain paradigma penanganan tian ini dianalisis tanpa menunggu kegiatan FGD selesai.
bencana yang parsial, sektoral, dan kurang terpadu, yang
masih memusatkan tanggapan pada upaya pemerintah Hasil
sebatas pemberian bantuan fisik dan dilakukan hanya pa- Informan rata-rata berusia 40 – 50 tahun dengan pen-
da fase kedaruratan. didikan akhir SLTA. Informan laki-laki umumnya beker-
Pada mitigasi bencana ini, tahun 2008 telah di- ja sebagai karyawan swasta, sedangkan perempuan tidak
lakukan studi pendahuluan di DKI Jakarta yang meng- bekerja dan hanya sebagai ibu rumah tangga (IRT).
analisis peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) Beberapa cara yang dilakukan masyarakat dalam mence-
dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana kebakaran.3 gah kebakaran adalah saling mengingatkan bahaya ke-
Studi ini menemukan bahwa peran LSM dan organisasi bakaran, mengikutsertakan remaja dan hansip dalam
pemerhati kebakaran dalam mitigasi dan keseiapsiagaan pelatihan Balakar di kelurahan, mempersiapkan kelom-
bencana kebakaran masih rendah. Pada umumnya kiprah pok remaja sebagai pelopor yang bergerak memadamkan
mereka lebih banyak ditekankan pada upaya-upaya tang- api, serta mempraktikkan perilaku aman saat menggu-
gap darurat berupa upaya-upaya pemulihan dan rekon- nakan peralatan listrik dan kompor di rumah. Semua
struksi lingkungan dan korban bencana kebakaran. Akan kelompok masyarakat baik ibu-ibu, remaja atau pemuda,
tetapi, sudah ada satu upaya pengembangan kemandiri- bapak-bapak, tokoh masyarakat, RT, dan RW perlu terli-
an masyarakat dalam bencana kebakaran melalui bat dalam usaha pencegahan kebakaran untuk kepen-
kegiatan Sistem Ketahanan Kebakaran Lingkungan tingan bersama. Upaya itu perlu dipantau oleh mitra
(SKKL). Instrumen utama SKKL adalah pembentukan terkait dari aparat kelurahan, kecamatan, suku dinas pe-
Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakar) dengan madam kebakaran (Sudin PK), dan dinas pemadam ke-
anggota dan pengurus dari masyarakat setempat.4,5 bakaran untuk memudahkan koordinasi dan saling
Sayangnya, pembentukan Balakar belum berjalan mengingatkan jika terdapat kesalahan.
serentak di seluruh kelurahan di Jakarta, bogor, Depok, Berdasarkan hasil FGD, seluruh informan mengang-
Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) karena masih mi- gap masyarakat perlu memiliki tujuan bersama dan cara-
nimnya upaya sosialisasi ini oleh dinas pemadam ke- cara mencegah kebakaran. Hal itu disebabkan besarnya
bakaran di tingkat propinsi. Merujuk alasan ini, maka risiko korban jiwa dan harta benda di wilayah permuki-
dibutuhkan suatu studi eksplorasi pengembangan model man padat. Untuk mencegah dan meminimalkan korban,
pemberdayaan masyarakat selain Balakar dalam mitigasi gotong royong harus digalang dan motivasi kuat untuk
dan kesiapsiagaan bencana kebakaran di wilayah kepentingan bersama perlu dimiliki karena dapat menen-
Jabodetabek. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tukan perilaku individu menjadi tenang ketika meng-
kebutuhan masyarakat dalam mitigasi kebakaran, meni- hadapi kebakaran.
lai bentuk-bentuk penanggulangan kebakaran di Disamping itu, mayoritas informan telah melakukan
masyarakat, dan mengembangkan model berbasis beberapa upaya penanggulangan kebakaran secara spon-
masyarakat dalam mitigasi kebakaran. tan dan terencana seperti menggunakan listrik secara
tepat dan aman serta mengikuti simulasi dan pelatihan
Metode pemadaman kebakaran dan Balakar. Ada beberapa cara
Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menyiarkan berita kebakaran ke warga lainnya antara

180
Nasution, Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat

lain dengan teriakan, telepon, pengeras suara di masjid, sudah mati karena pesertanya tidak aktif lagi akibat sibuk
dan memukul kentongan atau tiang listrik. Mereka me- mencari nafkah sebagai nelayan. Kelurahan Kramat dan
nilai cara-cara tersebut cukup efektif, namun tidak dapat Galur telah memiliki organisasi Balakar kurang lebih se-
menentukan langkah kerjanya secara tepat karena belum jak 10 tahun lalu, tetapi sekarang di Kelurahan Kramat
pernah menetapkan prosedur kerja pencegahan ke- (anggotanya adalah ibu-ibu PKK) sudah tidak aktif lagi
bakaran secara tertulis. Di antara cara-cara tersebut, karena kurangnya komunikasi dan sosialisasi dari pihak
memukul kentongan dan tiang listrik dinilai paling efek- terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat.
tif karena masyarakat mengetahui makna atau kode-kode Sementara itu, di Kelurahan Galur saat ini pelatihan
bunyinya. Balakar sudah tidak dilakukan lagi saat ini, kecuali pem-
Tugas khusus seperti evakuasi korban tidak spesifik binaan anggota setiap 3 – 4 bulan melalui penyuluhan.
dilakukan oleh masyarakat karena secara refleks dan Hampir seluruh informan tidak tahu dasar hukum
spontan sudah dilakukan. Akan tetapi, hal itu belum per- pembentukan Balakar, kecuali informan dari Kelurahan
nah dibicarakan sebelumnya antara warga sendiri karena Poltangan yang dapat menyebutkannya meskipun tidak
tindakan penyelamatan ketika kebakaran dilakukan tan- tepat yaitu surat keputusan gubernur, keputusan menteri
pa rencana. Mereka melakukan apa yang bisa dilakukan pekerjaan umum, dan surat tugas walikota. Mereka pun
pertama kali, kecuali informan dari kelurahan yang telah tidak tahu kewajiban pemerintah untuk menyediakan
mengalami peristiwa kebakaran sebanyak 5 kali. Mereka dana kegiatan Balakar. Seorang informan lain dari kelu-
mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran di kelurahan rahan yang berbeda mengaku tidak tahu secara pasti pe-
sehingga mengetahui hal yang harus dilakukan serta raturan tentang Balakar. Menurut sebagian besar infor-
tugas-tugas khusus saat kebakaran. Biasanya orang yang man, implementasi Balakar memiliki beberapa kendala
mengevakuasi harus menggunakan seragam atau atribut yaitu sulit meminta komitmen peserta karena sibuk men-
Balakar karena jika tidak dapat menimbulkan kecuri- cari nafkah, sulit mengajak masyarakat pendatang men-
gaan. Smart alarm, alat pemadam api ringan (APAR), jadi anggota, tidak semua anggota bisa kumpul saat ter-
karung, dan pompa portable adalah alat proteksi ke- jadi kebakaran, tidak tersedianya alat komunikasi antar-
bakaran yang dimiliki oleh seluruh informan saat ini, ke- anggota, anggota belum memiliki atribut sehingga
cuali informan dari Kelurahan Poltangan, Pejaten Timur. menyulitkan turun di wilayah lain, dan kurangnya komu-
Alat tersebut diberikan oleh suku dinas pemadam ke- nikasi dan sosialisasi ke warga. Untuk mengatasi kesuli-
bakaran ke RT, RW, kelurahan dan disimpan di masing- tan-kesulitan tersebut, telah dilakukan beberapa upaya,
masing penerima. Mayoritas informan tidak memiliki yaitu mengajak kaum ibu untuk mengikuti pelatihan
cara khusus untuk mencegah kebakaran yang berbasis Balakar, menyediakan anggota cadangan untuk mengan-
masyarakat. Biasanya mereka hanya melakukan penyu- tisipasi anggota lain yang bekerja di luar rumah sehingga
luhan dan saling mengingatkan saja. Akan tetapi, infor- tidak dapat bertugas saat kebakaran, berdialog dengan
man dari Kelurahan Kamal Muara mempunyai model suku dinas pemadam kebakaran, dinas pemadam ke-
Balakar untuk penanggulangan kebakaran. bakaran, hingga ke gubernur meskipun belum ditanggapi
Hampir seluruh informan pernah mendengar istilah dan tetap melakukan komunikasi ke seluruh anggota pas-
Balakar dengan bermacam-macam definisi atau kepan- capelatihan.
jangannya antara lain badan antisipasi kebakaran, balai Seluruh informan tidak mengetahui bila kantor kelu-
pelatihan kebakaran, bahaya penanggulangan kebakaran, rahan mempunyai modul pelatihan dan pedoman petun-
bantuan langsung kebakaran, barisan pemadam ke- juk teknis Balakar tanpa sebab-sebab yang jelas. Akan
bakaran, dan bantuan barisan laskar pemadam ke- tetapi mereka mengetahui bahwa materi pelatihan
bakaran. Sebagian kecil informan mengatakan bahwa tu- Balakar adalah pemadaman api dan evakuasi korban ke-
gas pokok Balakar adalah berpatroli keliling kampung bakaran. Informan yang berasal dari kelurahan yang telah
yang selalu siap sedia kapanpun dibutuhkan, melakukan memiliki Balakar menyebutkan waktu terbentuknya sejak
penanggulangan bencana dari teknis pemadaman api tahun 2008/2009 dengan peserta diambil dari wakil RW
hingga penanganan korban, dan melakukan pemadaman per kelurahan.
awal sebelum petugas datang ke lokasi kebakaran. Semua informan menganggap masyarakat perlu
Sumber pertama informan tentang istilah Balakar adalah melakukan tindakan mitigasi kebakaran karena ling-
suami informan, Sudin PK, pengurus RT, media massa, kungan permukiman yang padat, untuk kepentingan
kegiatan di kelurahan, dan salah satu anggota keluarga masyarakat sendiri, untuk menghindari risiko kerugian
yang pernah mengikuti pelatihan Balakar. Informan lain yang lebih besar, dan masyarakat selalu tanggap dan was-
yang tahu Balakar pernah berpartisipasi dalam pelatihan pada. Menurut mereka, tindakan mitigasi yang dilakukan
Balakar. Hanya sebagian kecil informan mengetahui telah adalah penyuluhan bahaya kebakaran pelatihan pe-
terbentuk Balakar di wilayah tinggalnya sejak tahun 2008 madaman api. Seluruh informan dari Kelurahan
lalu. Ada pula kelurahan yang memiliki Balakar, tetapi Cengkareng Timur belum melakukannya sehingga tidak

181
Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6, No. 4, Februari 2012

mengetahui kegiatan mitigasi tersebut. Hanya informan itu dibicarakan dalam keluarga, pertemuan antarwarga,
dari Kelurahan Bukit Duri yang mengatakan satuan tugas dan sosialisasi sehingga perlu disusun suatu langkah ker-
(satgas) sebagai suatu organisasi yang dibentuk untuk ja berupa koordinasi antara masyarakat dengan RT untuk
kebakaran dengan tugas melakukan evakuasi korban dan mengadakan pelatihan dan sosialisasi atau himbauan
menyelenggarakan dapur umum. Sebagian besar infor- terkait upaya pencegahan kebakaran.
man tidak menyebutkan bentuk organisasi/kegiatan yang Motivasi merupakan dorongan dasar yang mengge-
berkaitan dengan upaya penanggulangan kebakaran di- rakkan seseorang untuk berperilaku tertentu.6 Motif in-
sertai alasannya, kecuali informan dari Kelurahan trinsik individu tersebut dalam berperilaku ditentukan
Poltangan yang sedang merintis ke arah sana dan siap oleh kebutuhan manusia. Pembentukan Balakar bertu-
membentuknya bila sumber daya manusia dan perala- juan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam
tannya telah tersedia. Menurut sebagian besar informan, penanggulangan dan pencegahan kebakaran secara dini.
menyelamatkan nyawa korban, melindungi, dan mem- Prinsip pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan
berikan komando saat terjadi kebakaran merupakan tu- dan penanggulangan kebakaran menganut prinsip-
gas-tugas mereka yang terlibat dalam satgas di Kelurahan prinsip penyelenggaraan program: meningkatkan penge-
Bukit Duri. Keterlibatannya dalam organisasi ini dise- tahuan, membentuk sikap dan perilaku serta pengem-
babkan oleh rasa kepedulian, gotong royong, dan bentuk bangan keterampilan masyarakat agar masyarakat tahu,
pengabdian. Ia tidak menduduki jabatan tertentu karena mampu dalam membangun diri dan lingkungannya se-
hal yang dapat dikerjakan akan dilakukan lebih dulu. cara mandiri.7 Prinsip-prinsip ini telah dilaksanakan di
Ketika ditanyakan perlu tidaknya kelurahan seluruh kelurahan tempat asal informan.
meresmikan suatu model berbasis masyarakat dalam Organisasi Balakar disesuaikan dengan karakteristik
penanggulangan kebakaran bila kelak akan diadakan di daerah dan berfungsi untuk melakukan pemadaman dini
wilayah tinggal informan, kebanyakan informan menya- sebelum dinas pemadam kebakaran datang.8 Petunjuk
takan tidak tahu karena belum ada organisasinya sehing- teknis Balakar disusun berdasarkan beberapa produk
ga tidak bisa dibayangkan. Namun demikian, informan hukum yaitu Undang-Undang No. 4 Tahun 1992 tentang
dari Kelurahan Kramat mengusulkan untuk member- Perumahan dan Permukiman, Undang-Undang No. 24
dayakan remaja sebagai kelompok pemadam dini saat ke- Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, Undang-Undang
bakaran dengan memakai sistem ronda. Tiap RT dapat No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah,
mengirimkan satu orang remaja sebagai perwakilan. Tiap Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan
minggu kelompok remaja ini meronda rumah-rumah dari Gedung, Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi
risiko bahaya kebakaran. Kepada mereka diberikan paka- Daerah No. 18 Tahun 2001 tentang Pedoman Pelatihan
ian seragam khusus seperti Balakar dan insentif hasil Pemberdayaan Masyarakat dan No. 9 Tahun 2001 ten-
swadaya masyarakat misalnya iuran Rp.1.000,- (seribu tang Kader Pemberdayaan Masyarakat. Organisasi
rupiah) per kepala keluarga. Balakar mulai dikenalkan ke masyarakat melalui kegiatan
Seluruh informan bersedia untuk terlibat dalam or- penyuluhan dan pelatihan pada tahun 2001. Selain mem-
ganisasi atau kegiatan yang menangani kebakaran bila bantu tugas pemadaman kebakaran sebelum petugas di-
dibentuk kelak. Mereka menjadi relawan atau bentuk nas pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran dan se-
lain apapun sepanjang kegiatannya searah dengan bagai bentuk peran serta masyarakat dalam mencegah
Balakar. Kesediaan itu disebabkan oleh panggilan jiwa, kebakaran. Hingga saat ini, Balakar telah ada di tingkat
demi kepentingan bersama dan tinggal di masyarakat kecamatan, kelurahan, dan RW. Balakar merupakan
yang wajib saling membantu. Harapannya, mereka akan wadah partisipasi dan rasa tanggung jawab masyarakat
mendapatkan pelatihan, penyuluhan, dan praktek lang- dalam mengatasi ancaman kebakaran. Partisipasi yang
sung tentang pencegahan dan pemadaman kebakaran, diperlukan masyarakat dalam mitigasi kesiapsiagaan ke-
disertai denganpemberian peralatan pemadaman api dan bakaran adalah masyarakat jangan hanya mengandalkan
kompensasi berupa uang. Kompensasi bisa diberikan bi- Balakar dan petugas pemadam kebakaran, tetapi harus
la ada dana dari pemerintah, tetapi tidak wajib ada bila merencanakan tindakan darurat dari dan untuk
tidak ada alokasi untuk honor anggota. Mereka menya- masyarakat.9
rankan agar pelatihan dan penyuluhan tentang pencega- Langkah kerja yang dapat dilakukan untuk
han dan penanganan kebakaran diberikan sekali sebulan menyiarkan berita kebakaran pertama kali seperti
bagi kelompok-kelompok RT, arisan, dan pengajian. memukul kentongan atau menggunakan cara pemberi-
tahuan lain. Langkah selanjutnya adalah mencari sumber
Pembahasan air dan alat pemadam api, menenangkan warga lain agar
Dalam studi ini, adanya motivasi yang kuat dibu- tidak panik, dan melakukan tugas khusus. Studi yang di-
tuhkan dengan dasar adanya kebutuhan masyarakat un- lakukan tingkat nasional tentang pemantauan model
tuk mencegah munculnya kejadian kebakaran. Motivasi Balakar menyatakatan bahwa beberapa cara memotivasi

182
Nasution, Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat

Balakar antara lain penyelenggaraan pelatihan berserti- kebakaran serta terlibat kegiatan relawan atau petugas
fikat, pemberian atribut, tanda jasa, pemberian perala- penyuluh lapangan. Bentuk penanggulangan kebakaran
tan, pembangunan posko, pembinaan lanjutan, un- yang dilakukan masyarakat meliputi pemakaian listrik
dangan acara-acara berkaitan dengan penanggulangan yang tepat dan aman, simulasi dan pelatihan pemadam
kebakaran, bencana dan sejenisnya.10 kebakaran, serta Balakar. Berita kebakaran disebarlu-
Secara umum, informan menegaskan agar tidak per- askan melalui teriakan, telepon, pengeras suara di masjid,
lu dibentuk suatu sistem pencegahan kebakaran yang memukul kentongan atau tiang listrik.
baru, tetapi perlu memberdayakan sistem yang sudah ada
yaitu Balakar. Temuan studi sejalan dengan penelitian pa- Saran
da masyarakat Kelurahan Galur tentang persepsi dan Perlu dibentuk sistem di wilayah permukiman yang
partisipasi masyarakat dalam penanggulangan ke- belum memiliki sistem ini dengan memberdayakan war-
bakaran.11 Balakar dan Sistem Ketahanan Lingkungan ga masyarakat setempat. Khusus di wilayah permukiman
terhadap Kebakaran sebagai penyempurnaannya diang- yang telah mempunyai sistem ini agar tetap memantau
gap telah memenuhi persyaratan sebagai bentuk organ- perkembangan kegiatan anggotanya termasuk memper-
isasi kebakaran lingkungan, hanya perlu peningkatan hatikan tingkat kesejahteraan para anggotanya misalnya
stimulasi dari dinas pemadam kebakaran dalam bentuk dengan memberikan insentif yang layak untuk
pembinaan terhadap organisasi yang telah terbentuk meningkatkan motivasi kerja anggota baik dalam bentuk
tersebut. Sejatinya Balakar berfungsi melakukan pelati- uang, bingkisan hari-hari besar keagamaan, ataupun se-
han, simulasi dan penyuluhan bagi masyarakat tentang ragam. Selain itu, disarankan agar tiap rumah warga
bahaya kebakaran, pencegahan serta cara penanggu- memiliki satu tabung pemadam kebakaran.
langan kebakaran. Selain itu, Balakar membuat model
yang sistematis atau berjenjang mulai dari tingkat atas di- Daftar Pustaka
nas pemadam kebakaran, suku dinas pemadam ke- 1. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pemerintah
bakaran, ke bawah meliputi kecamatan, kelurahan, RT, Daerah Provinsi DKI Jakarta. Data statistik kebakaran di DKI Jakarta.
RW yang berwenang melakukan upaya pencegahan, Jakarta: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana
pengendalian, dan pascakebakaran selain memperingati Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta; 2011. Diunduh dari:
untuk selalu waspada terjadinya kebakaran.9 Secara http://kebakaran.jakarta.go.id/.
umum persepsi masyarakat cukup baik terhadap per- 2. Walthur C. The disaster management cycle. 2008 [edisi 2008, diakses
masalahan kebakaran dan terhadap instansi dinas pe- tanggal 22 Januari 2008]. Diunduh dari: http://www.grdc.org/uem/dis-
madam kebakaran. Hal itu didasari dari cepat tanggap- aster/1-dm_cycle.html]
nya dinas pemadam kebakaran menurunkan petugasnya 3. Setiarini A, Fatmah, Triyanti. Peran LSM dalam mitigasi dan kesiapsia-
ke lokasi kebakaran maksimal 15 menit.12 gaan bencana kebakaran di DKI Jakarta. Depok: Laporan Penelitian
Informan menyatakan tidak perlu membentuk model Studi Kualitatif, Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan
mitigasi yang baru, sehingga tetap memberdayakan Masyarak Universitas Indonesia; 2008.
Balakar yang sudah ada. Masyarakat tidak perlu mem- 4. Dinas Pemadam Kebakaran Propinsi DKI Jakarta. Modul I konsep sis-
buat organisasi atau model baru karena membuat orga- tem ketahanan lingkungan terhadap bahaya kebakaran. Jakarta: Dinas
nisasi atau model baru membutuhkan banyak dana. Pemadam Kebakaran Propinsi DKI Jakarta; 2004.
Hanya saja pemerintah perlu meningkatkan motivasi 5. Masyarakat Profesi Proteksi Kebakaran Indonesia. Laporan akhir fire
masyarakat untuk berperan serta dalam mitigasi kesiap- risk assesment masyarakat Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara.
siagaan kebakaran ini karena motivasi yang rendah akan Jakarta;2008.
memicu tidak berjalannya program ini dengan baik. 6. Uno. Teori motivasi dan pengukurannya kajian dan analisis di bidang
Sebenarnya, Propinsi DKI Jakarta telah memiliki satu pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara; 2008.
model sistem penanggulangan kebakaran permukiman 7. Mimin K. Pemantapan model pemberdayaan masyarakat dalam pe-
padat sejak tahun 2008 yaitu Sistem Keselamatan nanggulangan kebakaran dengan sistem BALAKAR. Bandung: Pusat
Kebakaran Lingkungan, dengan proyek percontohan di Litbang Pemukiman Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah;
satu RW masing-masing wilayah di Jakarta. Kriteria 2005.
wilayah yang akan diprioritaskan mengikuti program ini 8. Kementerian Pekerjaan Umum. Peran serta masyarakat dalam pe-
adalah permukiman padat, sulit akses masuk kendaraan, nanggulangan kebakaran dengan sistem BALAKAR. Jakarta:
dan ketiadaan sarana hidran atau sumber air bila terjadi Kementerian Pekerjaan Umum; 2010.
kebakaran.11 9. Fatmah. Model mitigasi kebakaran berbasis masyarakat: kajian kualita-
tif pada aparat pemerintah dan LSM. Kesmas Jurnal Kesehatan
Kesimpulan Masyarakat Nasional. 2009; 4 (3): 99-108.
Masyarakat menilai perlu tujuan bersama dan do- 10. Pelita. DKI kembangkan sistem penanggulangan kebakaran pemukiman
rongan atau motivasi yang kuat dalam mencegah bahaya padat. Edisi 23 Juli 2010. Jakarta; Pelita; 2010.

183
Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6, No. 4, Februari 2012

11. Kristanto R. Kajian persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pe- 12. Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Petunjuk teknis pe-
nanggulangan kebakaran (studi kasus di Kelurahan Galur Kecamatan mantapan model pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan ke-
Johar Baru, Jakarta Pusat [tesis]. Bogor: Master Manajemen Bisnis bakaran dengan sistem BALAKAR. Bandung: Pusat Pelatihan dan
Institut Teknologi Bogor; 2009. Pengembangan Pemukiman; 2000.

184