You are on page 1of 6

STUDI KEBERHASILAN PERSILANGAN

STROBERI (Fragaria x ananassa Duch)

THE STUDY OF SUCCESS STRAWBERRIE CROSSBREEDING


(Fragaria x ananassa Duch)
*)
Ifrahul Haqiqi , Damanhuri, Niken Kendarini, Dita Agisimanto

Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya


Jln. Veteran, Malang 65145, Indonesia
*) : .
Email Ifrahulhaqiqi@gmail com

ABSTRAK of the qualitative and quantitative character of


both parent.
Perbaikan sifat kuantitatif dan kualitatatif
stroberi secara genetik dapat dilakukan Keywords: Crosses, single plant,
melalui persilangan. Persilangan bertujuan crossbreeding success.
untuk menggabungkan sifat kedua tetua
sehingga diperoleh varietas unggul yang PENDAHULUAN
diinginkan. Persilangan dalam penelitian ini
dilakukan secara resiprok pada varietas Stroberi (Fragaria sp.) merupakan
California dan Holybride. Tujuan dari tanaman subtropika yang berasal dari benua
penelitian ini adalah untuk memastikan Eropa dan Asia Utara. Tanaman ini mampu
apakah generasi F1 hasil persilangan memiliki beradaptasi dengan baik di dataran tinggi
gabungan sifat dari kedua tetua. Penelitian ini Indonesia. Sebaran sentra produksi stroberi di
menggunakan metode single plant, tanaman Indonesia pada dataran tinggi meliputi Jawa
yang diamati sebanyak 109 dari hasil Barat (Sukabumi, Cianjur, Cipanas dan
persilangan, tetua California dan tetua Lembang), Jawa Timur (Batu), Sumatera, Bali,
Holybride. Hasil penelitian menunjukkan Sulawesi serta NTT (Siregar dan Yulianti,
semua keturunan F1 mempunyai kombinasi 2012). Perkembangan stroberi di Indonesia
dari 10 karakter kedua tetua baik karakter saat ini terus mengalami peningkatan, namun
kualitatif maupun kuantitatif. bila dibandingkan dengan luar negeri,
produktivitas stroberi masih tergolong rendah
Kata kunci: Persilangan, single plant, (Saroinsong, et al., 2012). Hal tersebut yang
Keberhasilan persilangan. menyebabkan tidak seimbangnya permintaan
dan hasil produksi. sehingga untuk memenuhi
ABSTRACT permintaan stroberi, Indonesia mengimpor
buah stroberi sebanyak 210 ton selama tahun
Improvements quantitatively and qualitatively 2011 (BPS, 2012).
the nature of genetic strawberries can be done Salah satu cara untuk meningkatan
through crossbreeding. Crossing aims to kuantitas dan kualitas stroberi adalah dengan
combine the characteristics of the two parents program pemuliaan tanaman. Pemuliaan
in order to obtain the desired high-yielding tanaman didefinisikan sebagai kegiatan yang
varieties. In this study, crossing was dilakukan untuk mengubah susunan genetik
performed reciprocally in California and tanaman secara tetap sehingga memiliki sifat
Holybride varieties. The purpose of this study yang diinginkan pemulianya (Nuraida, 2012),
was to determine whether the F1 generation salah satunya dengan persilangan.
from crossing have combined characteristics Persilangan merupakan upaya memperbesar
of the two parents. This study uses a single keragaman genetik dengan memadukan sifat
plant, with a total of 109 observed plants from tetua untuk mendapatkan varietas unggul
the crossing result, parent Holybride and (Supeno, 2004). Varietas stroberi memegang
parent California. The results showed all the peranan penting dalam pengembangan
F1 offspring having 10 character combinations tanaman stroberi.
108

Jurnal Produksi Tanaman, Volume 3, Nomor 2, Maret 2015, hlm. 107 - 112

Desa Pandarejo adalah salah satu tetua stroberi California, dan Holybride..
sentra produksi stroberi di Indonesia yang Larutan stok larutan MS (larutan stok
banyak menanam varietas stroberi California makronutrien dan mikronutrien, aquades,
dan Holybride.Kedua varietas tersebut masing agar, larutan stok organik yaitu sukrosa,
– masing mempunyai kekurangan dan vitamin, asam amino), alkohol 70%, dan
kelebihan. Varietas Holybride memilik spiritus.
ketahanan terhadap penyakit busuk buah, Penelitian ini menggunakan metode
produktivitas tinggi, namun rasa buahnya single plant. Pengamatan dilakukan pada
masam. Varietas California memiliki sifat seluruh tanaman yang di tanam dilapang.
rentan terhadap penyakit busuk buah, Pengamatan, terhadap 109 tanaman hasil
produktivitas tinggi, dan rasa buah yang persilangan F1 dan tetua dilakukan pada sifat
manis. Persilangan dari kedua varietas warna daun, jumlah daun, lebar daun, bentuk
tersebut diharapkan akan menghasilkan daun, warna batang, gerigi daun, jumlah
varietas baru yang tahan terhadap penyakit stolon, warna stolon, tinggi tanaman dan
busuk buah, produktivitas tinggi, serta memiliki ketebalan daun.
rasa buah yang manis. Untuk memastikan
keberhasilan persilangan dilakukan analisis HASIL DAN PEMBAHASAN
secara morfologi. Identifikasi stroberi F1 hasil
persilangan secara morfologi juga dilakukan Karakter Kualitatif dan Kuantitatif F1
oleh Hongrun dan Davis (1995) melakukan uji stroberi Hasil Persilangan
pewarisan sifat F1 stroberi hasil persilangan Hasil pengamatan terhadap karakter
dengan mengamati sifat morfologinya. kualitatif dari hasil persilangan menunjukkan
Identifikasi tanaman hasil persilangan secara keragaman (Tabel. 1), sebagian mengikuti
morfologi mempunyai keuntungan yaitu tetua betina dan tetua jantan, tetua betina dan
mudah dilakukan dan tidak memerlukan biaya karakter lain, tetua jantan dan karakter lain,
yang mahal. tidak mengikuti tetua jantan dan betina tetapi
muncul karakter lain, mengikuti tetua jantan
BAHAN DAN METODE betina dan muncul karakter lain. Hal serupa
juga terjadi pada persilangan jambu mete
Penelitian ini dilaksanakan bulan yang dilakukan oleh Wahyuni, et. al., (2010),
September 2013 hingga Maret 2014 di keturunan hasil persilangannya mempunyai
laboratorium pemuliaan tanaman dan screen karakter tanaman beragam, sebagian mirip
house Balai Tanaman Jeruk dan Buah dengan tetua betina, tetua jantan, dan
Subtropika yang berada di Kecamatan sebagian lagi merupakan karakter antara dari
Junrejo, Desa Tlekung, Batu, Jawa Timur. kedua tetuanya, dengan proporsi setiap
Ketinggian tempat ± 950 mdpl, suhu berkisar kombinasi persilangan berbeda. Hasil karakter
antara 18 - 29º C. yang muncul dari F1 stroberi dalam penelitian
Peralatan yang digunakan dalam ini membuktikan bahwa semua buah yang
penelitian ini adalah labu ukur, gelas ukur, terbentuk adalah hasil persilangan. Tetua
elenmeyer, cawan petri, batang pengaduk, Hoybride dan California masuk dalam satu
botol kultur, alat-alat diseksi (scalpel dan spesies sehingga tingkat keberhasilannya
pinset), Laminair Air Flow Cabinet (LAF), dapat mencapai 100%. Menurut Sudjindro dan
timbangan analitik, pipet, alat sterilisasi Marjani (2007) persilangan antarvarietas
(autoklaf, lampu spiritus, dan penyemprot dalam spesies yang sama umumnya memiliki
alkohol (hand sprayer)), pH meter, lemari tingkat keberhasilan mencapai 100%.
pendingin, rak kultur, alat pemotret, Ketidakberhasilan persilangan umumnya
thermometer, lampu flouresence, kertas label, disebabkan oleh faktor teknis dan faktor iklim
plastik, karet, kertas tissue, korek, aluminium saja. Keragaman perkarakter yang terbentuk
foil, gunting, beaker glass, colour chart RHS antara lain warna daun, warna batang, bentuk
(Royal Horticulture Society), dan alat tulis. daun, warna stolon, gerigi daun, ketebalan
Bahan yang digunakan dalam penelitian daun, Pada warna daun muncul 4 variasi
meliputi benih stroberi hasil persilangan yang warna pada color chart yaitu moderate
diperoleh dari kegiatan persilangan, tanaman
109

Haqiqi, Studi Keberhasilan Persilangan…………………..


Tabel 1 Keragaman Karakter kualitatif dan ku antitatif F1 Stroberi dengan Tetua
109

Haqiqi, dkk, Studi Keberhasilan Persilangan…

F1 Hasil Set Persilangan


Tetua
No. Karakter C x H1 C x H2 C x H3 C x H4 C x H5 C x H6 C x H8 C x H9 H x C1 H x C3 H x C6
C H JT 5 JT 4 JT 5 JT 8 JT 19 JT 25 JT 4 JT 5 JT 12 JT 12 JT 10
MYG √ 2 - 3 2 13 11 2 4 6 6 1
Warna MOG √ - 1 - - 1 1 1 - 1 - -
1
Daun DYG - - - - 1 - - - - - 1
SYG 3 3 2 6 4 12 1 1 5 6 8
LYG √ 4 4 4 6 15 23 4 5 9 8 2
DYP √ - - 1 1 2 - - - 1 - 1
Warna MRO - - - - - - - - - 1 -
2
Batang SYP - - - - - - - - - 1 -
DP 1 - - - 2 - - - 1 1 7
SP - - - 1 - 2 - - 1 1 -
T √ 1 1 1 3 6 5 3 2 1 - 2
Bentuk
3 Ma √ 1 - 3 5 4 3 - - 10 6 5
Daun
SM 3 3 1 - 9 17 1 3 1 6 3
H √ 2 2 1 3 2 6 3 - - - -
Warna
4 M √ - - - - 3 2 - 1 3 2 -
Stolon
P 1 1 3 2 10 8 1 1 3 2 2
7 √ 1 - 2 1 15 11 4 4 8 7 8
Gerigi
5 6 √ 2 - - 2 2 5 - 1 4 5 2
Daun
8 2 4 3 5 2 6 - - - - 1
Ketebalan Ti √ 1 2 1 4 7 17 2 2 5 4 4
6
Daun Te 1 4 2 4 4 12 8 2 3 7 8 6
Se √ √ 2 1 2 4 14 17 3 2 3 5 2
Jumlah
7 Si 3 1 2 4 3 7 1 3 9 7 8
Daun
Ba - 2 1 - 2 1 - - - - -
Tg √ - - 1 2 - 2 1 - - - -
Tinggi
8 Se √ 5 4 4 6 18 23 3 2 12 12 10
Tanaman
Re - - - - 1 - - 3 - - -
Ba √ - - - - - - - - - - -
Jumlah
9 Se √ - 2 2 1 9 4 - - - - -
Daun
Si 3 1 2 4 7 13 4 2 6 4 1
110

Jurnal Produksi Tanaman, Volume 3, Nomor 2, Maret 2015, hlm. 107 - 112

Lanjutan Tabel 1 Keragaman Karakter kualitatif dan ku antitatif F1 Stroberi dengan Tetua

F1 Hasil Set Persilangan


Jurnal Produksi Tanaman, Volume 3, Nomor 2, Maret 2015, hlm. 107 - 112

Tetua
No. Karakter C x H1 C x H2 C x H3 C x H4 C x H5 C x H6 C x H8 C x H9 H x C1 H x C3 H x C6
C H JT 5 JT 4 JT 5 JT 8 JT 19 JT 25 JT 4 JT 5 JT 12 JT 12 JT 10
Le √ 2 2 2 3 4 4 3 - - - -
Lebar
10 Se √ 3 2 3 5 15 21 1 5 12 12 10
Daun
Sp - - - - - - - - - - -

Keterangan : 1.Warna Daun : DYG = Deep Yelowish Green, MOG = Moderate Olive Green, MYG = Moderate Yellowish Green, SYG = Strong Yellowish Green
2. Warna Batang : LYG = Light Yellowish Green, DYP = Deep Yellowish Pink, MRO = Moderate Reddish Orange, SYP = Strong Yellowish Pink DP =
Deep Pink, SP = Strong Pink
3. Bentuk Daun : T = Terkulai, Ma = Mangkok,, SM = Setengah Mangkok
4. Warna Stolon : H = Hijau, M = Merah, P = Pink
5. Gerigi Daun : 7 = kategori 7, 6 = kategori 6, 8 = kategori 8
6. Ketebalan Daun : Ti = Tipis, Te = Tebal
7. Jumlah Daun : Si = Sedikit, Se = Sedang, Ba Banyak
8. Tinggi Tanaman : Tg = Tinggi, Se = Sedang, Re = Rendah
9. Jumlah Stolon : Ba = Banyak, Se = Sedang, Si = Sedikit
10. Lebar Daun : Le = Lebar, Se = Sedang, Sp = Sempit; C = California, H = Holybride, KL = Karakter Lain, JT = Jumlah Tanaman
110
111

Haqiqi, dkk, Studi Keberhasilan Persilangan…

yellowish green, moderate olive green, deep Holybride memiliki jumlah daun yang
yellowish green, dan strong yellowish green. sedang.
Warna daun pada tanaman hasil Hasil persilangan menunjukkan
persilangan sebagian besar mengikuti adanya karakter lain pada parameter bentuk
warna daun tetua, California yaitu moderate daun, warna daun, warna batang, warna
yellowish green dan sebagian lagi muncul stolon, dan gerigi daun yang muncul selain
warna strong yellowish green. Pada warna karakter dari kedua tetua. Mendel
batang muncul 4 warna selain warna batang berasumsi bahwa dalam pembentukkan
dari kedua tetua walaupun proporsinya gamet, tiap alel diturunkan secara bebas
sangat sedikit. Tanaman hasil persilangan kepada setiap gamet dan tidak selalu
stroberi sebagian besar mengelompok pada bersamaan, sehingga muncul karakter –
warna batang tetua California yaitu light karakter pada keturunannya yang beraneka
yellowish green. Variasi yang muncul pada ragam. Proses terbentuknya karakter baru
keturunan hasil persilangan stroberi diduga pada persilangan diduga terjadi selama
akibat latar belekang genetik tetua yang proses pembelahan meosis. Pindah silang
heterozigot. Menurut Mangoendidjojo yang terjadi pada pembelahan meosis
(2003) dalam Nilasari (2013), persilangan terjadi pada akhir profase I atau awal
tetua yang heterozigot akan menghasilkan metaphase 1 pada saat kromosom yang
keturunan yang bervariasi telah mengganda menjadi dua kromatid.
. Pada hasil persilangan stroberi, stolon Pada umumnya pindah silang terjadi pada
muncul 3 warna yaitu hijau, merah dan pink. kromatid – kromatid tengah yaitu kromatid
Dari ketiga warna tersebut sebagian besar nomor dua dan tiga dari tetrad kromatid,
stolon berwarna pink. Hal tersebut diduga tetapi tidak menutup kemungkinan adanya
bahwa munculnya warna pink adalah pindah silang pada kromatid – kromatid
perpaduan antara warna hijau yang dimiliki yang lain (Campbell, 2004 dalam Listiani,
tetua California dan merah yang dimiliki 2013). Mekanisme pindah silang diikuti oleh
oleh tetua Holybride. patah dan melekatnya kromatid pada waktu
Daun tanaman hasil persilangan profase selama proses meosis. Pasangan
stroberi terbentuk 3 bentuk daun yaitu kromosom homolog berpisah dan
terkulai, mangkok dan setengah mangkok. bertukaran materi genetik sehingga
Bentuk daun setengah mangkok adalah merubah susunan gen dan akhirnya
perpaduan bentuk dari tetua California yang membentuk rekombinasi baru pada
terkulai dan tetua Holibride yang berbentuk gametnya.
mangkok. Hal ini juga terjadi pada penelitian
Sofiari dan Kinara (2009) yang melakukan KESIMPULAN
persilangan cabai dengan tetua yang
memiliki bentuk daun delta dan lanset, Dari hasil penelitian ini dapat
menghasilkan F1 dengan bentuk daun bulat disimpulkan bahwa semua buah yang
telur. Bulat telur adalah bentuk dari terbentuk adalah hasil persilangan. Hal ini
kombinasi delta dan lanset. Pada ketebalan dapat dilihat dari keragaman karakter yang
daun seluruhnya mengikuti karakter kedua dimiliki oleh tanaman stroberi F1
tetua dan menyebar secara merata, merupakan kombinasi karakter dari kedua
sedangkan pada karakter gerigi daun tetua.
sebagian besar mengikuti karakter tetua
California yaitu gerigi no 7. Pada karakter UCAPAN TERIMA KASIH
kuantitatif jumlah daun, tinggi tanaman,
jumlah stolon dan lebar daun rata – rata Penulis ucapkan terima kasih kepada
tanaman hasil persilangan stroberi sebagian Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah
besar mengikuti tetua Hoybride. Tetua Subtropika yang menyediakan fasilitas
Holybride memiliki karakter tinggi tanaman selama penelitian berlansung.
dan lebar daun yang sedang, sedangkan
jumlah daun tetua California dan tetua
112

Jurnal Produksi Tanaman, Volume 3, Nomor 2, Maret 2015, hlm. 107 - 112

DAFTAR PUSTAKA Kecamatan Tomohon Timur. J.


Eugenia. 18(3) : 237-242.
BPS. 2012. http://www. bps. go. Id/. Siregar, A. S. dan F. Yulianti. 2012. Studi
Diakses 30 November 2013. Persilangan Tiga Varietas Stroberi
Hongrun, Y dan T. M. Davis. 1995. (Fragaria x ananassa). Balai
Genetic Linkage Between Runnering Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah
And Phosphog-lucoisomerase Subtropika. Prosiding Seminar
Allozymes, And Systematic Distortion Nasional Pekan Inovasi Teknologi
Of Monogenic Segregation Ratios In Hortikultura Nasional. Tahun 2012.
Diploid Strawberry. J. AMER. SO C. Lembang
HORT. SCI. 120 (4) : 687-690. Sofiari, E. dan R. Kirana. 2009. Analisis
Listiani, E. 2013. Simulasi Percobaan Pola Segregasi dan Distribusi
Pautan pada Proses Pindah Silang Beberapa Karakter Cabai. J. Hort.
untuk Pemetaan Kromosom. Univ. 19(3) : 225-263.
Tanjungpura.Online(http://www.acade Sudjindro dan Marjani. 2007. Pemuliaan
mia.edu/5306916/Pautan_seks_pada Tanaman Kenaf (Hibiscus
_Proses_Pindah_Silang_untuk_Pem cannabinus L.). Balai Penelitian
etaan_Kromosom) Diakses 11 Juli Tanaman Tembakau dan Serat.
2014 Malang
Nilasari, A. N., 2013. Identifikasi Supeno, A. 2004. Persilangan Buatan Pada
Keragaman Morfologi Daun Mangga Tanaman Kacang Hijau (Vigna
(Mangifera Indica L.) Pada Tanaman Radiata (L.) Wilczek). Balai Penelitian
Hasil Persilangan Antara Varietas Tanaman Kacang-kacangan dan
Arumanis 143 Dengan Podang Urang Umbi-umbian, Prosiding Temu Teknis
Umur 2 Tahun. J. Produksi Tanaman. Nasional Tenaga Fungsional
1(1) : 61-69 Pertanian Tahun 2004. Malang
Nuraida, D. 2012. Pemuliaan Tanaman Wahyuni, S., N. Bermawie, dan D.
Cepat dan Tepat Melalui Pendekatan Seswita. 2010. Penampilan
Marka Molekuler. J. El-Hayah. 2(2) : Morfologi, Variabilitas Fenotipik
97-103. Produksi Dan Ukuran Gelondong
Saroisong, D. dan V. V. J. Panelewen., O. Tanaman Jambu Mete Hasil
E. H. Laoh. 2012. Agribisnis Persilangan. J. Littri. 16(4) : 141-149.
Tanaman Stroberi Di DEsa Rurukan