You are on page 1of 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia dalam masyarakat itu setidaknya ada 3 kategori, masyarakat
politik, masyarakat ekonomi, dan masyarakat sipil. Masyarakat politik adalah
masyarakat yang sadar akan politik dan hidup bernegara. Masyarakat ekonomi
sendiri adalah masyarakat yang menempatkan keberhasilan ekonomi sebagai
puncak tertinggi dalam target capaian mereka. Sedangkan masyarakat sipil
adalah masyarakat yang terikat aturan tetapi independen terhadap golongan
politik. Mahasiswa sendiri termasuk dalam masyarakat sipil.
Sebagai seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan
posisinya sebagai bagian dari masyarakat sipil dan bagian dari institusi yang
berkecimpung dalam bidang teknologi mempunyai potensi dan peran yang
unik. Kesempatan mendapat pendidikan yang lebih tinggi menjadi potensi
utama mahasiswa ITB yang membuatnya mempunyai status sebagai civitas
akademik disamping masyarakat sipil biasa. Mahasiswa ITB juga identik
dengan pemuda dengan segala potensinya seperti idealis, kritis, memiliki daya
juang tinggi dan potensi-potensi lain yang berbeda pada setiap individu.
Berbagai potensi yang dimiliki mahasiswa ini menuntutnya untuk mengambil
peran lebih dalam masyarakat.
Sebagai civitas akademik yang merupakan unsur perguruan tinggi,
mahasiswa ITB terikat dengan UU No 20 Tahun 2003 Pasal 20 Ayat 2 tentang
sistem pendidikan nasional yang menyebutkan bahwa perguruan tinggi
berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat atau biasa dikenal dengan tridharma perguruan tinggi.
Namun minat riset dan masih sedikitnya hasil riset yang sinergis dengan
permasalahan yang ada di masyarakat menjadi masalah tersendiri terutama
terkait dengan isi dari tridharma perguruan tinggi itu sendiri yaitu penelitian.
Hasil riset yang masih cenderung berhenti hanya pada tahap pematenan dan
publikasi agar lebih dikenal nampaknya masih kurang sejalan dengan
kebutuhan masyarakat akan menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar
mereka. Anggaran APBN yang belum memfokuskan pada prioritas bidang-
bidang tertentu sering mengakibatkan adanya tumpang tindih riset antar
institusi.
Oleh karena itu, sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung sudah
seharusnya kita memajukan riset dengan berorientasi pada permasalahan yang
ada di masyarakat dan penyelesaiannya bukan hanya sebagai bentuk publikasi
dan pengakuan semata.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pandangan mahasiswa ITB mengenai pentingnya ketahanan
nasional di bidang teknologi?
2. Bagaimana tingkat partisipasi mahasiswa dalam perkembangan teknologi?

C. Tujuan Penelitian
1. Menentukan pandangan mahasiswa ITB mengenai pentingnya ketahanan
nasional di bidang teknologi berdasarkan urutan konsentrasi minat
kegiatan mahasiswa ITB
2. Menentukan tingkat partisipasi mahasiswa ITB dalam perkembangan
teknologi berdasarkan persentase mahasiswa yang pernah melakukan
kegiatan riset pribadi atau diluar kurikulum

D. Manfaat Penelitian
1. Mengetahui pandangan mahasiswa ITB mengenai pentingnya ketahanan
nasional di bidang teknologi
2. Mengetahui tingkat partisipasi mahasiswa ITB dalam perkembangan
teknologi
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Ketahanan Nasional


2.1.1. Pengertian Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah sebuah kondisi dimana suatu bangsa dapat
mengembangkan ketahanan dan kekutan nasional dalam menghadapi segala
tantangan, hambatan, dan ancaman yang berasal baik dari dalam maupun luar
negeri yang dapat membahayakan identitas dan kelangsungan hidup bangsa dan
negara. Selain itu, beberapa ahli juga memiliki pengertiannya masing-masing.
Menurut Sumarno, ketahanan nasional adalah sebuah kondisi dimana
bangsa yang mencakup semua aspek kehidupan nasional terintegrasi.
Harjomataram mengatakan bahwa ketahanan nasional adalah saya tahan suatu
bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional untuk menghadapi semua
tantangan dari dalam atau luar, langsung atau tidak langsung, yang dapat
membahayakan kehidupan nasional. Pengertian ini didukung oleh Suradinata dan
Kaelan yang mengatakan bahwa ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamis
suatu negara yang memiliki kemampuan dan ketangguhan dan mampu
mengembangkan kekuatan nasional untuk menghadapi dan mengatasi ancaman,
gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari luar atau dalam negeri, baik
secara langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan integrasi,
identitas, dan kelangsungan bangsa hidup dan negara dalam menjaga tujuan
nasional.
2.1.2. Komponen Ketahanan Nasional
Sistem pertahanan yang ada di Indonesia dibagi menjadi beberapa
komponen. Komponen-komponen tersebut adalah komponen utama, cadangan,
dan pendukung. Penjelasan lebih lanjut adalah berikut :
- Komponen utama
Komponen utama adalah Tentara Nasional Indonesia. Komponen ini siap untuk
digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas pertahanan seperti menjaga keamanan
negara dari ancaman domestik maupun internasional.
- Komponen cadangan
Komponen cadangan adalah sumber daya nasional yang telah dipersiapkan untuk
membantu dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama.
- Komponen pendukung
Komponen pendukung adalah sumber daya nasional yang dapat digunakan untuk
meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan cadangan.
Komponen pendukung ini terdiri dari 5 segmen yaitu:
a. Paramiliter
Paramiliter adalah kekuatan semi-militer yang memiliki struktur dan fungsi
yang serupa dengan militer namun tidak menjadi bagian dari militer formal. Di
Indonesia bagian paramiliter dibagi menjadi polisi, resimen mahasiswa, satuan
polisi pamong praja, pertahanan sipil, satuan pengamanan, organisasi
kepemudaan, organisasi bela diri, dan satuan tugas partai.
b. Tenaga ahli
Sumber daya manusia yang dapat ditugaskan dalam pertahanan negara.
Contohnya adalah ahli komputer dalam pertahanan dunia maya.
c. Industri
Semua industri yang dapat digunakan untuk mendukung kinerja komponen-
komponen dalam pertahanan negara. Contohnya adalah PT Pindad dalam
industri pembuatan senjata.
d. Sumber daya
Sumber daya adalah hal-hal yang dapat digunakan dalam pertahanan negara.
Sumber daya dibagi menjadi alam, buatan, sarana dan prasarana, dan manusia.
2.1.3. Landasan Hukum Ketahanan Nasional
Dalam implementasinya, ketahanan nasional tentu memiliki landasan-
landasan hokum yang mendukung berjalannya ketahanan nasional tersebut.
Landasan tersebut dibagi menjadi landasan idiil, konstitusional, dan operasional.
Penjelasan lebih rincinya adalah :
- Landasan idiil
Landasan idiil ketahanan nasional adalah Pancasila khususnya pada sila ketiga
dimana setiap rakyat Indonesia wajib memiliki rasa persatuan dan kesatuan.
- Landasan konstitusional
Landasan konstitusional ketahanan nasional adalah Pasal 27 Ayat 3 UUD 1945
dan Pasal 30 Ayat 3 UUD 1945 yang masing-masing berbunyi bahwa setiap
warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan
upaya pertahanan dan keamanan negara.
- Landasan operasional
Landasan operasional ketahanan nasional adalah UU No 2 Tahun 2002 tentang
Kepolisian Negara Republik Indonesia, UU No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan
Negara, dan UU No 34 tentang Tentara Nasional Indonesia

2.2. Teknologi
2.2.1. Pengertian Teknologi
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang
yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan
teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi
alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api
telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda
telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan
mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak,
telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan
memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global.
Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan
senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari
pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah mempengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam
banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu
memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah
memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi
menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar,
dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan
lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai
suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-
pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi
dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya
menyangkut permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma
tradisional.
2.2.2. Pengertian Teknologi Menurut Ahli
- Menurut KBBI
Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu
pengetahuan terapan. Arti kedua adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan
barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup
manusia.
- Sardar (1987)
Teknologi adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia
merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya.
- Manuel Castells (2004)
Teknologi adalah kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan
pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang
memungkinkan pengulangan.
- Miarso (2007)
Teknologi adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, proses tersebut
menggunakan atau menghasilkan suatu produk , produk yang dihasilkan tidak
terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral
dari suatu sistem.

2.3. Mahasiswa
2.3.1. Pengertian Mahasiswa
- Menurut KBBI
Mahasiswa adalah pelajar perguruan tinggi serta dalam struktur pendidikan
Indonesia menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di antara yang lainnya.
- Knopfemacher
Mahasiswa merupakan insan-insan calon sarjana yang terlibat dalam suatu
instansi perguruan tinggi, dididik serta di harapkan menjadi calon – calon
intelektual.
- Sarwono
Mahasiswa merupakan setiap orang yang secara resmi telah terdaftar untuk
mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar antara 18 – 30
tahun. Mahasiswa adalah suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh
status karena memiliki ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga
merupakan seorang calon intelektual ataupun cendekiawan muda dalam suatu
lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat dalam
masyarakat itu sendiri.
2.3.2. Peran Mahasiswa dalam Ketahanan Nasional
Mahasiswa berperan aktif dalam memperkuat posisi negara baik dalam
hukum, ketahanan negara, budaya, dan sebagainya. Salah satunya adalah dalam
ketahanan nasional. Ketahanan nasional suatu negara bergantung dari bagaimana
keadaan sebuah sistem militer negara tersebut. Hal itu juga berlaku di Indonesia
ini. Pada pasal 31 UUD ’45 yang berbunyi bahwa pembelaan negara adalah hak
dan kewajiban setiap warga negara. Saat Negara berada dalam gangguan atau
ancaman dari pihak lain, kekuatan militer adalah jalan untuk melindungi diri
suatu negara.
Dalam UUD dijelaskan bahwa setiap warga negara mempunyai hak dan
kewajiban untuk melindungi NKRI. Tidak dapat disangkal, bahwa ketahanan
militer akan semakin baik seiring dengan semakin canggih-nya sistem dan
persenjataannya. Di sinilah peran mahasiswa dibutuhkan, terutama mahasiswa
teknik. Seorang ahli teknik yang handal dalam pengembangan dan perawatan
sistem pertahanan negara akan sangat dibutuhkan demi ketahanan militer yang
baik. Dengan didasarkan pada moral yang baik dan tujuan yang benar-benar
untuk melindungi NKRI, maka ketahanan militer yang kuat akan tercapai.
Sehingga Indonesia dapat terbebas dari ancaman dan gangguan dari pihak-pihak
yang inign mengganggu ketentraman Republik Indonesia.
Mahasiswa dituntut untuk selalu siaga dan terus mengembangkan diri
guna menjawab tantangan bangsa dan era globalisasi, demi terciptanya kehidupan
yang lebih baik untuk Indonesia di masa yang akan datang.
Seharusnya mahasiswa dapat memberikan ketauladanan sebagai pemuda yang
berpendidikan dengan mengedepankan toleransi dan keharmonisan dalam
kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa harus mampu mengembangkan inovasi
dalam hal teknologi dan menghargai kearifan lokal agar bangsa Indonesia tidak
bergantung terhadap nilai-nilai asing. Sebagai mahasiswa juga harus dapat
menunjukkan moralitas dan karakter yang kuat, dengan demikian seorang
mahasiswa harus pandai merasa bukan merasa pandai.
Penegakan ketahanan nasional oleh mahasiswa melalui perkembangan
teknologi akan sangat membantu negara ini dalam mempertahankan keberadaan
dan kepentingannya dalam persaingan dengan negara lain.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian


Lokasi penelitian dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung yang
terletak di Jl. Ganesa no.10 ,Bandung.. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan
Februari 2018 sampai dengan bulan maret 2018.

3.2. Jenis Penelitian


Dalam menyelesaikan skripsi ini, jenis penelitian yang dilakukan adalah sebagai
berikut :
1. Penelitian pustaka (Library Research), yaitu penelitian yang di lakukan
dengan menggunakan beberapa buku sebagai referensi untuk penulisan.
2. Metode deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu
gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang dan bertujuan untuk
membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta
dan sifat populasi atau daerah tertentu.

3.3. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara survei, yaitu dengan cara
menyebar angket berupa pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut topik yang
akan dibahas. Survei atau kuisioner disebar ke mahasiswa institut teknologi
bandung yang memiliki populasi sekitar 10.000 mahasiswa. Survei dilakukan
secara acak tetapi dengan memperhatikan latar belakang responden (mahasiswa
institut teknologi bandung) yang sangat beragam dan berbeda latar belakang dan
pengalamannya. Survei dilakukan dengan mengambil sampel (sebagian kecil)
mahasiwa atau responden dari setiap fakultas yang ada di institut teknologi
bandung untuk menjadi representasi atau gambaran dari seluruh mahasiswa
(populasi) di institut teknologi bandung.
3.4. Instrumen Penelitian
Pada penelitian ini, digunakan instrumen berupa angket yang disebar
kepada seluruh mahasiswa ITB dengan spesifikasi pertanyaan sebagai berikut :
1. Apakah jurusan atau program studi Anda saat ini di ITB?
2. Bidang teknologi apa yang dipelajari oleh jurusan atau prodi Anda?
3. Apakah Anda tahu atau pernah mendengar tentang ketahanan nasional?
Jelaskan yang Anda ketahui
4. Jika pernah mendengar atau tahu, menurut Anda seberapa penting ketahanan
nasional di bidang teknologi?
5. Menurut penilaian Anda, seberapa besar ketahanan nasional Indonesia di
bidang teknologi? *Skala 1-10
6. Kegiatan kemahasiswaan semacam apa yang Anda sukai di kampus? Jelaskan
Alasannya
7. Seberapa sering Anda mengikuti berita perkembangan teknologi?
8. Apakah Anda tertarik untuk melakukan kegiatan riset atau penelitian ilmiah di
bidang teknologi? Jelaskan Alasannya
9. Apakah Anda pernah melakukan riset atau penelitian ilmiah di bidang
teknologi?
10. Jika pernah, bidang teknologi dan topik apakah yang Anda teliti atau riset?

3.5. Tahap Penelitian


Beberapa tahapan yang dilaksanakan selama penelitian, sebagai berikut :
1. Analisis Masalah
Melakukan analisis dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi
permasalahan-permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi, dan kebutuhan-
kebutuhan yang diharapkan.
2. Pengumpulan Data
Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan data berupa opini mahasiswa dan
bahan-bahan pustaka.
3. Pembahasan
Pembahasan dilakukan berdasarkan data yang didapat dari angket dan disatukan
dengan referensi pustaka yang ada untuk mencari hasil yang memuaskan.
4. Kesimpulan
Kesimpulan ini didapat setelah dilakukannya pembahasan berdasarkan data yang
didapat.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Ranah Teknologi yang dikaji di Institut Teknologi Bandung


Institut Teknologi Bandung atau yang akrab disapa ‘ITB’ memiliki 13
fakultas yang meliputi 52 program studi dengan ranah ilmu yang bervariasi.
Sesuai dengan kata ‘Teknologi’ pada nama institute ini, setiap fakultas yang ada
di ITB memanfaatkan teknologi masing – masing yang berbeda sesuai dengan
kebutuhan ilmu studi. Fakultas – fakultas yang disebutkan di atas antara lain,
1. FITB (Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian)
Dalam fakultas ini, terdapat empat program studi yaitu Teknik Geologi (GL),
Teknik Geodesi dan Geomatika (GD), Oceanografi (OS), dan Meteorologi (ME).
Bidang teknologi yang dikaji oleh fakultas ini adalah bidang teknologi yang
berhubungan erat dengan ilmu kebumian. Mulai dari bebatuan, pemetaan,
kehidupan bawah laut, dan cuaca.
2. STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika)
Fakultas STEI mencakup enam program studi, yaitu Teknik Elektro (EL), Teknik
Informatika (IF), Teknik Tenaga Listrik (EP), Teknik Telekomunikasi (ET),
Sistem dan Teknologi Informasi (STI), dan Teknik Biomedis (EB). Secara umum,
fakultas STEI banyak mempelajari tentang sistem software (program) dan
hardware dari sebuah teknologi digital.
3. FTMD (Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara)
Fakultas ini terdiri dari tiga program studi yaitu Teknik Mesin (MS),
Aeoronotika dan Astronotika (AE), dan Teknik Material (MT). Fakultas ini
mempelajari semua hal mengenai teknik permesinan mulai dari konversi energi,
automasi mesin, sampai ke produksi komponen mesin. Selain itu, FTMD juga
mempelajari ilmu – ilmu tentang kedirgantaraan serta material – material yang
dipakai.
4. SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen)
Fakultas SBM mencakup dua program studi, yaitu Manajemen (MB) dan
Kewirausahaan (MK). Secara umum, fakultas SBM banyak mempelajari ilmu
dalam ranah ekonomi. Di fakultas ini, akan diajarkan bagaimana menjadi
makhluk ekonomi yang mandiri dan bagaimana berbisnis dengan memanfaatkan
ekonomi kreatif sesuai jaman.
5. FTSL (Fakultas Teknologi Sipil dan Lingkungan)
Dalam Fakultas ini, terdapat tiga program studi yaitu Teknik Sipil (SI),
Teknik Kelautan (KL), dan Teknik Lingkungan (TL). Bidang teknologi yang
dikaji oleh fakultas beragam mulai dari teknik pembangunan infrastruktur,
teknologi untuk lingkungan yang lebih baik, dan kerangka bangunan lepas pantai.
6. FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain)
Fakultas FSRD mencakup lima program studi, yaitu Seni Rupa (SR), Kriya (KR),
Desain Interior (DI), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Desain Produk (DP).
Pembahasan dari fakultas FSRD secara umum berhubungan dengan desain baik
yang dilakukan secara manual (gambar) ataupun menggunakan media digital
(software).
7. SF (Sekolah Farmasi)
Sekolah Farmasi terdiri dari dua program studi yaitu Sains dan Teknologi Farmasi
(STF), dan Farmasi Klinik dan Komunitas (FKK). SF mempelajari keilmuan di
bidang teknologi perobatan mulai dari cara memproduksinya hingga
penyampaiannya kepada masyarakat.
8. SAPPK (Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan
Kebijakan)
Fakultas SAPPK terdiri dari dua program studi, yaitu Arsitektur (AR),
Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). SAPPK mempelajari desain dari sebuah
bangunan misalnya rumah atau perkantoran dan mengatur tata kota dari sebuah
lingkungan yang ada.
9. FTI (Fakultas Teknologi Industri)
Fakultas ini terdiri dari empat jurusan yaitu Teknik Kimia (TK), Teknik Industri
(TI), Fisika Teknik (FT), dan Manajemen Rekayasa Industri (MRI). Fakultas ini
mempelajari semua hal yang berkaitan dengan teknologi industri. Mulai dari cara
kerja industri, memanajemen industri, hingga perekonomian industri.
10. FTTM (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan)
FTTM terdiri dari empat program studi, yaitu Teknik Pertambangan (TA), Teknik
Perminyakan (TM), Teknik Geofisika (TG), dan Teknik Metalurgi (MG). Ranah
ilmu yang dibahas di FTTM meliputi pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA)
yang ada di Indonesia, misalnya minyak dan tambang.
11. SITH-R (Sekolah Ilmu Teknologi Hayati – Rekayasa)
Dalam fakultas ini, terdapat empatteknologi yang dipelajari oleh fakultas ini
mengutamakan tentang teknologi untuk meningkatkan kualitas panen negara.
12. SITH-S (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Program Sains)
SITH-S terdiri dari dua program studi, yaitu Biologi (BI) dan Mikrobiologi (BM).
Ilmu pengetahuan yang diajarkan di fakultas SITH-S meliputi Sains secara umum
misalnya anatomi tubuh manusia dan binatang serta tumbuhan.
13. FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahian Alam)
Terdapat empat program studi yang berada dalam naugan fakultas ini yaitu
Matematika (MA), Fisika(FI), Kimia (KI), dan Astronomi (AS). Berbeda dengan
fakultas lain, fakultas ini mendalami ilmu murni yang menjadi pelopor
pengembangan matematika dan sains serta memberikan kontribusi bagi
kesejahteraan bangsa.
Semua program studi yang disebutkan diatas merupakan bagian resmi dari Institut
Teknologi Bandung. Sesuai dengan peran ITB dalam mendukung ketahanan
nasional di bidang teknologi, kelompok kami melakukan survey kepada massa
kampus. Dari 85 responden yang ada, setiap program studi yang ada di ITB sudah
terwakilkan oleh minimal satu mahasiswa atau mahasiswi. Oleh karena itu, dapat
dikatakan sample yang diambil sudah dapat mewakili keseluruhan populasi
mahasiswa yang ada di Institut Teknologi Bandung.

4.2 Kesadaran Mahasiswa Institut Teknologi Bandung akan Pentingnya


Ketahanan Nasional di Bidang Teknologi
Dengan tujuan mengetahui kesadaran mahasiswa Institut Teknologi
Bandung akan pentingnya ketahanan nasional di bidang teknologi, kelompok
kami membagikan kuesioner kepada seluruh mahasiswa S1 ITB. Kuesioner
disebar kepada setiap fakultas yang ada di ITB dan sample yang diharapkan bisa
mewakili keseluruhan populasi mahasiswa ITB adalah lima orang dari masing –
masing fakultas. Setiap program studi yang ada di ITB juga sudah diwakilkan
oleh minimal satu orang mahasiswa. Ada dua buah pertanyaan yang kelompok
kami ajukan dalam rangka mengetahui pendapat mahasiwa di ITB tentang
ketahanan nasional di bidang teknologi. Pertanyaan yang diajukan dalam
kuesioner antara lain,
4.2.1 Apakah Anda tahu atau pernah mendengar tentang ketahanan nasional?

Dapat dilihat dari grafik dibawah kalau dari 85 responden, 91,8% mengaku
pernah mendengar atau mengetahui tentang ketahanan nasional.
Definisi dari mendengar sendiri adalah pernah mendapat informasi dari pihak luar
dan informasi tersebut bisa saja ditindaklanjuti oleh yang bersangkutan ataupun
hanya dibiarkan saja. Hasil survey ini menunjukkan mayoritas mahasiswa sudah
mengetahui apa itu ketahanan nasional. Sayangnya survey ini kurang dapat
menjelaskan pandangan tiap mahasiswa mengenai definisi ketahanan nasional
karena tidak ada pertanyaan tentang apa itu arti ketahanan nasional menurut
responden. Pada kuesioner ini juga tidak dikaitkan antara ketahanan nasional dan
teknologi sehingga kami tidak dapat meyimpulkan seberapa jauh responden
paham akan ketahanan nasional di bidang teknologi.
Menurut buku “Pendidikan Kewarganegaraan” karangan S. Sumarsono,
ketahanan nasional adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi
segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Ketahanan nasional juga
berarti memanfaatkan kekuatan dari dalam untuk menghadapi ancama ataupun
gangguan yang datang dari dalam ataupun pihak luar. Tujuan dari ketahanan
nasional adalah untuk menjaga integritas bangsa, mencapai tujuan nasional dari
sebuah bangsa serta menjamin keberlangsungan bangsa dan negara.
Suatu negara dikatakan memiliki ketahanan nasional jika memiliki unsur – unsur
sebagai berikut (‘The Elements of National Power’, Morgenthau):
a. Wilayah yang luas,
b. Sumber Daya Alam yang besar,
c. Kapasitas industri,
d. Penguasaan teknologi
e. Kesiapsiagaan militer,
f. Kepemimpinan yang efektif, dan
g. Kualitas angkatan perang.
Faktor teknologi harusnya dapat membantu ketahanan nasional. Contohnya saja
untuk memenuhi syarat kualitas angkatan perang. Teknologi dapat menciptakan
alat pemantau musuh yang lebih canggih sehingga kualitas angkatan perang yang
lebih tinggi dapat tercapai. Kemajuan yang dicapai dalam bidang teknologi dapat
diaplikasikan untuk meningkatkan ketahanan nasional Indonesia.
4.2.2 Jika pernah mendengar atau tahu, menurut Anda seberapa penting
ketahanan nasional di bidang teknologi?
Dari hasil survey, dapat dilihat presentase dari jawaban yang ada. Kelompok kami
memberikan 6 jenis pilihan, yaitu sangat penting, penting, biasa saja, kurang
penting, tidak penting, dan tidak tahu/baru dengar. 4,7% responden memilih
pilihan tidak tahu/baru dengar. 4,7% responden memilih pilihan biasa saja. 25,9%
responden memilih pilihan penting dan sisanya memilih pilihan sangat penting.

Dari data diatas, diketahui bahwa mayoritas mahasiswa di Institut Teknologi


Bandung sudah mengakui kalau perihal ketahanan nasional di bidang teknologi
memiliki peranan yang sangat penting. Dikarenakan pentingnya ketahanan
nasional di bidang teknologi, kelompok kami merasa perlu dilakukan penelitian
tentang hal apa saja yang telah dilakukan oleh mahasiswa ITB dalam memberikan
kontribusinya untuk ketahanan nasional Indonesia. Seperti yang diketahui, Institut
Teknologi Bandung berperan dalam mencetak lulusan yang mengerti tentang
teknologi dan pada akhirnya diharapkan dapat mengembangkan teknologi yang
ada sesuai dengan program studi masing – masing. Upaya pengembangan
teknologi ini dimulai dari diberikannya pendidikan kepada mahasiswa tentang
teknologi yang sedang berkembang saat ini dan dihubungkan dengan isu – isu dan
kebutuhan negara yang ada.
Mahasiswa diharapkan dapat menjadi pelopor kemajuan bangsa. Dalam konteks
ketahanan nasional di bidang teknologi, mahasiswa sudah dapat memberikan
kontribusinya walaupun masih berada di bangku perkuliahan. Kontribusi yang
pernah dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Bandung perihal teknologi dapat
dilihat pada sub bab berikutnya.

4.3 Pandangan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Mengenai Kondisi


Ketahanan Nasional Indonesia di Bidang Teknologi
Pandangan masyarakat Indonesia mengenai kondisi ketahanan nasional
bangsanya di bidang teknologi sangatlah penting untuk dikaji dalam rangka
pembangunan Indonesia yang lebih baik. Kita perlu mengetahui dimana posisi
bangsa ini bila ingin memperbaiki satu atau lebih aspek yang ada. Salah satu
caranya adalah dengan melihat pandangan masyarakat mengenai bangsanya
sendiri. Jika sudah jelas posisi Indonesia dalam hal ketahanan nasional di bidang
teknologi, para pemegang keputusan akan mengetahui dengan pasti hal-hal yang
perlu ditingkatkan dalam waktu dekat dan rencana-rencana jangka panjang demi
tercapainya ketahanan nasional yang kuat.
Dalam ruang lingkup yang lebih kecil, kita bisa mengetahui terlebih dahulu
tentang pandangan mahasiswa ITB mengenai kondisi ketahanan nasional
Indonesia di bidang teknologi, melihat fakta bahwa ITB adalah sebuah institusi
berbasis ilmu pengetauhan di bidang teknologi yang selama ini membina muda-
mudi dari seluruh Indonesia semata-mata untuk memajukan Indonesia di bidang
teknologi. Maka, ITB memiliki peran yang cukup besar dan berpengaruh dalam
mengembangkan teknologi Indonesia. Jadi, merupakan hal penting kita mengkaji
pandangan mahasiwa ITB mengenai hal tersebut karena mahasiswa ITB adalah
salah satu dari segolongan masyarakat Indonesia yang nantinya bertanggung-
jawab dalam hal mengembangkan teknologi Indonesia.
Untuk mengetahui pandangan mahasiswa ITB mengenai kondisi ketahanan
nasional Indonesia di bidang teknologi, kami memberikan pertanyaan “Menurut
penilaian Anda, seberapa baik ketahanan nasional Indonesia di bidang
teknologi?” di dalam kuesioner kelompok kami. Kami memberikan pilihan
jawaban berupa angka 1 sampai 10 yang berarti semakin besar angka yang
dipilih, semakin baik kondisi ketahanan nasional Indonesia menurut pandangan
responden. Hasil kuesioner yang telah kami sebar dapat dilihat pada grafik di
bawah ini.

Terlihat bahwa 21,8% responden memilih pilihan 5 dan 26,4% responden


memilih pilihan 6. Dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar mahasiswa
ITB menganggap bahwa kondisi ketahanan nasional Indonesia di bidang
teknologi berada di kondisi rata-rata cenderung baik.

4.4 Kontribusi Mahasiswa Institut Teknologi Bandung dalam Ketahanan


Nasional Indonesia di Bidang Teknologi
Kontribusi mahasiswa sangatlah penting dalam menjaga ikatan yang kokoh
antar sesama komponen bangsa yang pada akhirnya akan memperkokoh
ketahanan nasional. Mahasiswa harus mampu mengembangkan inovasi serta
menunjukkan moralitas dan karakter yang kuat. Sebagai mahasiswa di Institut
Teknologi Bandung yang telah dikenal sebagai salah satu kampus teknik terbaik
di Indonesia, sudah sepantasnya setiap mahasiswa ikut berkontribusi dalam
menjaga ketahanan nasional khususnya di bidang teknologi.
Dalam mencari kontribusi yang dilakukan, kami membagikan kuesioner kepada
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang berisi pertanyaan “Apakah Anda
pernah melakukan riset atau penelitian ilmiah di bidang teknologi?” di kuesioner
kami. Dari total keseluruhan responden, 10 orang memberikan jawaban “Pernah”
dan 75 orang memberikan jawaban “Belum pernah”. Hasil kuesioner tersebut
dapat dilihat pada grafik berikut ini :

Selanjutnya, kami juga memberikan pertanyaan “Jika pernah, bidang teknologi


dan topik apakah yang Anda teliti atau riset?” dalam kuesioner kami. Jawaban
dari sepuluh orang yang menjawab “Pernah” tersebut dapat dilihat pada tabel
berikut :
NIM Bidang Teknologi atau Topik

13116103 Water Power Plant

18214013 Financial Technology

18213024 Kriptografi – Keamanan Hardware

13516034 E-Government

Biologi – Kulit pisang sebagai obat kutil


13716016
Teknologi Sederhana – Distalsi plastic menjadi BBM

15416094 Fisika – Optik

11414028 Pertanian – Pembuatan kit penyimpanan polen kelapa sawit

Fisika – Mengetahui viskositas cairan melalui analisis gerak


13116023
bola

16417136 Listrik – Pembangkit listrik tenaga ombak

Fisika –Membuat lampu yang dapat mati otomatis agar hemat


10216006
listrik
Selain itu, kami juga memberikan pertanyaan “Jika belum, apakah Anda berminat
atau tertarik untuk melakukan kegiatan riset atau penelitian ilmiah di bidang
teknologi?” di kuesioner kami. Dari 85 orang, 70 orang memberikan jawaban
“Ya”, 9 orang memberikan jawaban “Tidak”, dan 6 orang memberikan jawaban
“Sudah Pernah”. Hasil tersebut dapat dilihat pada grafik berikut :

Dari hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar Mahasiswa Institut
Teknologi Bandung belum melakukan kontribusi dalam ketahanan nasional di
bidang teknologi. Namun, sebagian besar dari mahasiswa tersebut memiliki
ketertarikan untuk melakukan riset atau penelitian ilmiah di bidang teknologi.
Peran mahasiswa sangat diharapkan oleh masyarakat khususnya sebagai
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung. Maka dari itu, sebaiknya mahasiswa
berperan aktif dalam ikut menjaga ketahanan nasional salah satunya dengan cara
melakukan riset atau penelitian yang dapat mengembangkan Bangsa Indonesia
menjadi lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA

___ . 2015. Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli. http://www.definisi-


pengertian.com/2015/08/definisi-pengertian-teknologi-menurut-ahli.html
(diakses pada hari senin 21 Februari 2018)
___ . Definisi Mahasiswa. https://www.masukuniversitas.com/mahasiswa/.
(Diakses 21 Februari 2018)
Anugra, Helzi. “Faktor-faktor Dominan Yang Mempengaruhi Minat Baca
Mahasiswa : Survei Eksplanatori Tentang Minat Baca Mahasiswa di UPT
Perpustakaan ITB”. Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan
Vol.1/No.2, hlm 137-145, Desember, 2013
(http://jurnal.unpad.ac.id/jkip/article/view/9980/4916)
Besari, M. Sahari. 2008. Teknologi di Nusantara : 40 abad hambatan inovasi.
Jakarta : Penerbit Salemba Teknika
Kurniawan, Aris. 5 Pengertian Pertahanan Negara Menurut Para Ahli Beserta
Tujuannya. http://www.gurupendidikan.co.id/5-pengertian-pertahanan-
negara-menurut-para-ahli-beserta-tujuannya/ (diakses 21 Februari 2018)
Pranowo, M. Bambang. 2010. Multidimensi Ketahanan Nasional. Jakarta :
Pustaka Alvabet
Tentara Nasional Indonesia. Konsepsi Strategi Pertahanan Negera Sesuai
Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma TRIDEK. http://www.tni.mil.id/view-
5131-konsepsi-strategi-pertahanan-negara-sesuai-doktrin-tni-tri-dharma-
eka-karma-tridek.html (Diakses 21 Februari 2018)
LAMPIRAN