You are on page 1of 2

encegah gangguan cairan dan elektrolit, memperbaiki keseimbangan asam basa,

memberikan tranfusi darah, menyediakan medium untuk pemberian obat


intravena, dan membantu pemberian nutrisi parental (Hidayat, 2008).

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMSANGAN


INFUS
1). Keuntungan

Keuntungan pemasangan infus intravena antara lain:

• Efek terapeutik segera dapat tercapai karena penghantaran obat ke tempat


target berlangsung cepat, absorbs total memungkinkan dosis obat lebih
tepat dan terapi lebih dapat diandalkan,
• kecepatan pemberian dapat dikontrol sehingga efek terapeutik data
dipertahankan maupun dimodifikasi,
• rasa sakit dan iritasi obat-obat tertentu jika diberikan intramuscular atau
subkutan dapat dihindari sesuai untuk obat yang tidak dapat diabsorbsi
dengan rute lain karena molekul yang besar, iritasi atau ketidakstabilan
dalam traktus gastrointestinalis.
2). Kerugian

Kerugian pemasangan infus intravena adalah:


• Tidak bisa dilakukan “drug recall” dan mengubah aksi obat tersebut
sehingga resiko toksisitas dan sensitivitas tinggi,
• Kontrol pemberian yang tidak baik bisa menyebabkan “speed shock” dan
komplikasi tambahan dapat timbul, yaitu: konmtaminasi mikroba melalui
titik akses ke sirkulasi dalam periode tertentu, iritasi vascular, misalnya
flebitis kimia, dan inkompabilitas obat dan interaksi dari berbagai obat
tambahan.

LOKASI PEMSANGAN INFUS

Menurut Perry dan Potter (2005), tempat atau lokasi vena perifer yang sering
digunakan pada pemasangan infus adalah vena supervisial atau perifer kutan
terletak di dalam fasia subcutan dan merupakan akses paling mudah untuk terapi
intaravena.

Daerah tempat infus yang memungkinkan adalah permukaan dorsal tangan (Vena
supervisial dorsalis, vena basalika, vena sefalika), lengan bagian dalam (vena
basalika, vena sefalika, vena kubital median, vena median lengan bawah, dan
vena radialis), permukaan dorsal (Vena safena magna, ramus dorsalis).

Menurut Dougherty, dkk, (2010), Pemulihan lokasi pemasangan terapi intravena


mempertimbangkan beberapa factor, yaitu:
1. Umur pasien: misalnya pada anak kecil, pemilihan sisi adalah sangat
penting dan mempengaruhi beberapa lama intravena terakhir
2. Prosedur yang diantisipasi: misalnya jika pasien harus menerima jenis
terapi tertentu atau mengalami beberapa prosedur seperti pemedahan, pilih
sisi yang tidak terpengaruh oleh apapun
3. Aktivitas pasien: misalnya gelisah, bergerak, tak bergerak, perubahan
tingkat kesadaran