You are on page 1of 5

BAB I

PENDAHULUAN

Masa tumbuh kembang anak adalah masa yang sangat riskan bagi setiap daur kehidupan
seorang anak, maka dari itu sangatlah penting untuk kita memperhatikan semua aspek yang
mendukung maupun yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.
Masalah tumbuh kembang anak yang sering di jumpai salah satunya adalah delay development
(DD).
Keterlambatan perkembangan (development delayed) adalah ketertinggalan secara
signifikan pada fisik, meliputi aktifitas merangkak, duduk, berdiri dan berjalan pada pasien bila
dibandingkan dengan pasien normal seusianya.Seorang pasien dengan kondisi development
delayed akan tertunda dalam mencapai satu atau lebih perkembangan kemampuannya. Seorang
pasien dengan development delayed adalah pasien yang tertunda dalam mencapai sebagian besar
hingga semua tahapan perkembangan pada usianya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi
terjadinya keterlambatan perkembangan pasien yaitu faktor internal meliputi factor keturunan
dan faktor kondisi pasien dan faktor eksternal meliputi kelahiran, gizi dan psikologis. Fisioterapi
pada kasus development delayed berperan dalam meningkatkan kemampuan fungsional agar
pasien mampu hidup mandiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap orang lain
(Shapherd, 1995).
Prevalensi delay development diperkirakan 5-10 persen dari populasi anak di dunia dan
sebagian besar anak dengan delay development memiliki kelemahan pada semua tahapan
kemampuannya. Di Indonesia ,jumlah balita 10% dari jumlah penduduk,di mana prevalensi
(rata-rata) gangguan perkembangan bervariasi 12,8% sampai dengan 16% sehingga dianjurkan
melakukan observasi atau skrinning tumbuh kembang pada setiap anak.
Berdasarkan gejala klinis sebagian besar pemeriksaan pada anak delay development
difokuskan pada keterlambatan perkembangan kemampuan kognitif,motorik atau bahasa.Gejala
yang terdapat biasanya:
1. Keterlambatan perkembangan sesuai tahap perkembangan pada usianya:anak terlambat
untuk bisa duduk,berdiri,berjalan
2. Keterlambatan motorik halus dan motorik kasar
3. Rendahnya kemampuan social
4. Perilaku agresif
5. Masalah dalam berkomunikasi

area 18 dan 19 merupakan daerah asosiasi visual (Chusid.area 6 yang merupakan bagian sirkuit traktus ekstrapiramidal.1993).hemisperium kiri dan hemisperium kanan yang dihubungkan oleh corpus collasum. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Cortex serebri dibagi menjadi 4 lobus. ANATOMI FISIOLOGI Otak merupakan bagian depan dari sistem saraf pusat yang mengalami perubahan dan pembesaran. Lobus frontalis terdiri dari area 4 yang merupakan daerah motorik yang utama. Lobus parietalis terdiri dari area 3.40.serta hypothalamus (Chusid.1993) .21.11 dan 12 adalah daerah asosiasi frontalis b.area 42 merupakan cortex auditorius sekunder atau asosiasi .1.area 4 dan 7 adalah daerah asosiasi sensorik c.area 8 berhubungan dengan pergerakan mata dan pupil.20. Cortex serebri dibagi menjadi dua.thalamus.dan 22 adalah daerah asosiasi d. Lobus temporalis terdiri dari area 41 adalah daerah auditorius primer. Bagian ini dilindungi oleh tiga selaput pelindung (meningen) dan berada didalam rongga tulang tengkorak. dan 2 yang merupakan daerah sensorik post sentralis yang utama. Lobus occipitalis terdiri dari area 17 yaitu cortex striata. Pembagian otak terdiri dari cortex serebri .yaitu : a.area 9.10.cortex visual yang utama .ganglion basalis.area 38.

emosi.2008) 2. kemampuan kognitif.berdiri. Faktor eksternal 1) Kehamilan dan Kelahiran infeksi pada saat kehamilan akan mengakibatkan perkembagan kognitif dan bicara pada anak terganggu. yaitu: Faktor Internal dan eksternal a. perilaku.Campak dan rubella yang menyerang pada dua bulan pertama kehamilan akan mengakibatkan keterbelakangan mental dan emosional. PATOLOGI 1. Anak dengan riwayat lahir premature juga memiliki perkembangan motorik yang lebih lambat daripada anak yang lahir normal (Waspada. 3) Psikologis Psikologis ibu dengan kehamilan yang tidak diinginkan. 2) Kondisi anak Keadaan cacat pada anak seperti kebutaan akan memperlambat perkembangan motorik pada anak. Definisi Merupakan keterlambatan tumbuh kembang anak berupa ketertinggalan secara signifikan pada fisik.dan berjalan (Wahyono.B. Etiologi Etiologi atau penyebab terjadinya DD dikelompokkan menjadi dua faktor. 2008). dan kebutuhan nutrisi yang kurang tercukupi dapat mengakibatkan perkembangan fisik.2010) 2) Gizi Pola makan bayi yang salah.perlakuan salah atau kekerasan mental pada ibu hamil akan mengakibatkan stres pada ibu hamil sehingga tumbuh kembang anak terganggu. Sedangkan . b. Ciri khas gangguan tersebut biasanya adalah fungsi intelektual yang lebih rendah dari pada anak seusianya disertai hambatan dalam hal berkomunikasi dan dalam hal perkembangan fisik seperti kemampuan duduk.seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya. atau perkembangan sosial seorang anak bila dibandingkan dengan anak normal seusianya. Faktor internal Faktor internal terdiri dari faktor dalam atau faktor keturunan yang diturunkan kepada sang anak: 1) Faktor genetik Dapat disebabkan oleh karena kelainan kromosom. Seorang anak dengan kondisi tersebut akan tertunda dalam mencapai satu atau lebih perkembangan kemampuannya (Wahyono. .seperti down syndrome. Kondisi gizi dan lingkungan pada saat kehamilan yang tidak baik juga akan mempengaruhi keterlambatan motorik anak (Waspada.fungsi metabolisme yang tidak baik juga akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.kognitif dan motorik terganggu.2010) Sedangkan riwayat kelahiran yang sulit terlebih lagi yang mengakibatkan trauma kepala akibat jalan lahir pada umumnya menghambat perkembangan motorik dan perkembangan fisik .

perlakuan ibu terhadap perilaku anak. (3) infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH (Toksoplasma. 4) Pola asuh kedua orang tua Pola asuh dari orang tua akan sangat berpengaruh pada perkembangan motorik si anak karena apabila orang tua terlalu over protektif atau terlalu hati-hati maka akan berkontribusi terhadap keterlambatan motorik anak.retradasi mental dan gangguan deformitas anggota gerak.berjalan.contohnya memegang benda kecil dengan jari telunjuk dan ibu jari.sosialisasi anak.otot.menggambar (Khan & Underhil.Sitomegalo virus.memasukkan benda kedalam botol.karena dilakukan oleh otot-otot tubuh yang besar contohnya menegakkan kepala. 5) Stimulasi Perkembangan memerlukan rangsangan atau stimulasi khususnya dalam keluarga. (4) Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan pertumbuhan terganggu.diantaranya: (1) Nutrisi ibu terutama dalam trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin.konginetal jantung.keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak. Seorang anak yang tidak diberikan stimulasi akan mengalami keterlambatan perkembangan motorik.dan sebagainya.spina bifida.perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain.1994) . Pada masa ini banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya developmental delay di karenakan berbagai macam gangguan pada masa kehamilan. Keterlambatan perkembangan gerakan motorik anak dapat dibagi menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus.Rubella.tengkurap.2006).tetapi diperlukan koordinasi yang cermat.personal sosial. Perkembangan pengendalian gerakan tubuh meliputi kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf.merangkak.dan perkembangan tersebut erat kaitannya dengan perkembangan pusat motorik anak. misalnya penyediaan alat mainan.berlari.(6) Usia ibu kurang dari 20 tahun dan lebih dari 40 tahun (Nelson.(2) Paparan radium dan sinar rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin seperti mikrosefali. Motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh dan bisanya memerlukan tenaga.Herpes simpleks) dapat menyebabkan kelainan pada janin.(5) Psikologi ibu seperti kehamilan yang tidak diinginkan .otak. Kelainan konginetal mata . 3. Patologi Keterlambatan perkembangan motorik anak diartikan sebagai keterlambatan perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh. dan spinal cord.dan bicara.Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot yang kecil. Dalam etiologi telah disebutkan bahw yang mempengaruhi tumbuh kembang anak salah satunya saat masa kehamilan/mengandung (prenatal).

tetapi baru nampak setelah mulai dapat berlari. Milestone : ada yang aman-aman saja sampai usia 12 bulan tapi jenis yang lain terlambat dan sangat berperan amat penting fisioterapi memberikan intervensi sejak bayi .2006) a. Tanda dan Gejala Beberapa kasus kelainan otot yang Nampak normal dibawah 12 bulan.tetapi pada kasus lain dari bayi sudah Nampak (Takarini. Respon : hampir normal e. Tonus : pada kasus tertentu seperti spinal muscle atropi sudah dari bayi tonusnya rendah c. Fisik : secara fisik tidak nampak berbeda dengan bayi lain b.4. Refleks primitive : pada kasus tertentu normal sampai usia 12 bulan tapi jenis yang lain sudah terlihat terlambat d.