You are on page 1of 4

Nama : Kainun

Kelas : IX 4
HARI KIAMAT MENURUT KEILMUAN

A. Hari Kiamat dalam Perspektif al-Qur’an


Hari akhir atau biasa disebut dengan hari kiamat adalah waktu berakhirnya seluruh
kegiatan di alam dunia. Dalam Islam, mempercayai hari kiamat merupakan rukun iman yang ke
lima. Iman kepada hari akhir berarti memepercayai bahwa seluruh alam semesta dan segala
isinya pada suatu saat nanti akan mengalami kehancuran dan mengakui bahwa setelah
kehidupan di dunia ini ada kehidupan lagi yang kekal abadi.
Tidak bisa dipungkiri bahwa yang mengetahui akan rahasia hari kiamat hanyalah Allah
SWT.1[1] Hari kiamat akan datang ketika Allah yang maha hidup mengakhiri kehidupan dan
membinasakan makhluk-mahkluk-Nya, sebagai bukti kebenaran firman-Nya dalam Q.S. ar-
Rahman: 26-27.
(26) Semua yang ada di bumi itu akan binasa. (27) dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang
mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
Adapun tanda-tanda hari kiamat yang Allah berikan melalui kitab al-Qur’an sangatlah
banyak, diantaranya seperti dalam surat al-Ambiya’ ayat 104:
(104) (yaitu) pada hari Kami gulung langit bagaikan menggulung lembaran-lembaran kertas.
sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya.
Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.

Ayat diatas secara gamblang menjelaskan bahwa ketakutan yang terbesar itu mulai terjadi
pada hari Allah melipat langit dengan sangat mudah bagaikan menggulung lembaran-lembaran
kertas. Ketika itulah yang dinamakan hari berakhirnya alam dunia. Hal itu sangat mudah Allah
lakukan, sebagaimana Allah telah memulai penciptaan pertama dari ketiadaan menjadi ada,
begitulah Allah akan mengulanginya. (6)

(187). Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku;
tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat
berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang
kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-
benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah
di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui".

Pengetahuan tentang hari kiamat yang Allah berikan kepada manusia sangatlah
sedikit. Al-Qur’an hanya memberikan beberapa isyarat tentang hari kehancuran alam
semesta ini.2[2] Tetapi mengkaji kemungkinan secara ilmiah, diharapkan memperkuat
keyakinan kita akan kepastian hari kehancuran.

B. Hari Kiamat menurut IPTEK


Setiap orang yang beriman meyakini akan datangnya Hari Kiamat. Datangnya hari
tersebut, tidak seorang manusiapun mengetahuinya, karena hal itu adalah rahasia Allah SWT.
Namun demikian manusia dengan akal pikirannya dapat mengingat tanda-tanda hari kiamat
yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dan dapat membaca fenomena alam serta
membuktikannya melalui teori-teori ilmu pengetahuan, diantaranya sebagai berikut:
1. Menurut Tokoh
Menurut Achmad Baiquni, dalam bukunya Alquran Ilmu Pengatahuan dan Teknologi,
mengemukakan bahwa ada beberapa sekenario tentang terjadinya kiamat menurut sains,
diantaranya yaitu:
a. Skenario pertama menggambarkan habisnya bahan bakar temonuklir yaitu hidrogen dalam
matahari. Kalau reaksi nuklir makin berkurang, matahari akan menjadi dingin dan bumi akan
membeku. Tak ada tanaman yang akan tumbuh dan kehidupan di bumi akan berakhir. Waktu
yang dibutuhkan matahari untuk menghabiskan bahan bakarnya berkisar sekitar lima milyar
tahun.
b. Skenario kedua menggambarkan habisnya hidrogen dibumi. Jika hidrigen tersebut habis, maka
semua makhluk hidup akan mati membeku seperti pada skenario pertama. Barangkali selama
milyaran tahun juga.
c. Skenario ketiga menggambarkan mengembangnya matahari. Sebagaimana di diketahui,
matahari merupakan salah satu bintang dalam galaksi kita yang letaknya paling dekat dengan
bumi. Evolusi matahari akan mengikuti bintang-bntang lainnya yaitu bila ia telah “Padam” ia
akan menyusut menjadi kecil sampai pada suatu saat ketika energy gravitasinya berubah
menjadi panas dan mengubahnya menjadi bintang raksasa merah. Pada kondisi demikian sistem
tata surya sebagian (termasuk bumi kita) akan tertelan oleh matahari. semua makhluk hidup
akan mati terbakar.
2. Teori Big Crunch
Peristiwa Big Bang yang telah dikemukakan oleh Georges Lemaitre, George Gamow pada
tahun 1930-an dan Stephen Hawking pada tahun 1980-an tersebut telah menjelaskan kejadian
awal alam semesta. Teori tersebut menjelaskan bahwa alam semesta awalnya tersusun dari
sebuah titik yang sangat rapat, padat dan panas yang disebut titik singularitas, yaitu sebuah titik
yang tidak terdefinisikan. Dari titik inilah suatu ledakan kosmis mahadahsyat yang disebut
sebagai Big Bang.3[3] Semuanya terkendali dalam jaring-jaring gravitasi yang sudah terbentuk
sejak awal, sebelum ledakan kosmis tersebut. Selanjutnya, alam semesta mengembang dan
berangsur dingin.

Ternyata Allah swt telah menjelaskan kejadian tersebut di dalam QS. al-Anbiya ayat 30,
dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari
air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
Al-Qur’an menyajikan informasi yang sangat akurat bahwa pada awalnya langit dan bumi
memang berpadu dalam satu titik singularis sebagai asal segala yang ada di jagat raya.
Berdasarkan pengamatan para ahli, alam semesta mengembang dengan laju yang sangat
mengherankan dan menakjubkan setelah proses pembentukannya. Beberapa ahli astronomi
percaya bahwa perluasan atau pengembangan alam semesta akan terus berlanjut, sedangkan
beberapa ahli lainnya meyakini pada suatu saat alam semesta akan mulai mengerut.
Sebagaimana terdapat didalam QS. al-Dzariyat ayat 47: “dan langit itu Kami bangun dengan
kekuasaan (Kami) dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa”.4[4]
Stephen hawking dalam bukunya mengatakan bahwa penemuan bukti mengembangnya alam
semesta merupakan salah satu revolusi terbesar dalam ilmu pengetahuan abad ke-20. Suatu saat
nanti akan terjadi Big Crunch yaitu tabrakan seluruh isi alam semesta yang terdiri atas kumpulan
galaksi, bintang dan planet. Hal ini adalah kebalikan dari awal pembentukannya. Alam semesta
perlahan menuju titik keseimbangan barunya, dan akhirnya kehilangan tenaga sehingga tersedot
kembali oleh gaya gravitasi awal pembentukannya.5[5]

Kesimpulan
Pembahasan mengenai kehancuran alam semesta dalam sudut pandang Islam dan sains
menunjukkan adanya kesamaan. Ilmu Islam (Al-Qur’an) memberikan informasi kepada ilmu
sains dan teknologi, contohnya saja tentang alam semesta yang akan mengerut dan mengalami
kehancuran. Dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 104 “ Pada hari Kami melipat langit bagaikan
melipat lembaran buku-buku.” Secara tersurat menjelaskan bagaimana proses terjadinya hari
akhir atau kehancuran dari alam semesta.
Demikian juga dalam sains yang menjelaskan proses kehancuran alam semesta yang
serupa. Menurut Teori Big Crunch, alam semesta akan berhenti berekspansi dan menyusut
menjadi sebuah titik. Dengan demikian, displin ilmu Islam memberikan informasi kepada
disiplin ilmu sains.6[6] Big Crunch menyatakan alam semesta akan terus berkembang hingga titik
maksimal, kemudian setelah mencapai titik maksimal maka alam semesta akan mengalami
kompresi atau mengecil dan akhirnya kembali menjadi titik.