You are on page 1of 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Angka kematian ibu atau AKI merupakan salah satu indikator target
keberhasilan Millenium Development Goals (MDGs). AKI mengacu pada
jumlah kematian ibu yang terkait dalam masa kehamilan, persalinan dan
nifas. Survey demografi dan kesehatan indonesia tahun 2007 menyebutkan
bahwa AKI di Indonesia sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan
target dalam millennium development goals (MDGs) yaitu sebesar 125 pada
tahun 2015. Salah satu masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia
disebabkan oleh perdarahan. Perdarahan tersebut dapat terjadi pada ibu yang
mengalami anemia.1,2
Anemia adalah penurunan kapasitas darah membawa oksigen yang
ditandai dengan penurunan konsentrasi Hb (hemoglobin), yang merupakan
komplikasi tertinggi penyebab angka kematian pada ibu hamil. Pada ibu
hamil yang terdiagnosa anemia defisiensi besi disebabkan karena sebagian
besar zat besi ditransporkan ke fetus. Hal ini mengakibatkan menurunnya
produksi zat besi sehingga membutuhkan tambahan 1gram Fe(zat besi)
selama kehamilan dan semakin meningkatnya angka kejadian anemia seiring
dengan pertambahan usia kehamilan. Salah satu penyebab yang paling
berisiko adalah kelompok sosio-ekonomi rendah dan remaja. 1,2
Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena
mencerminkan nilai kesejahteraaan sosial ekonomi masyarakat, dan
pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia
pada kehamilan disebut “potential danger to mother and child” (potensial
membahayakan ibu dan anak) dan biasanya disebabkan oleh defisiensi zat
besi. 1,2
Prevalensi anemia defisiensi besi masih tergolong tinggi sekitar dua
miliar atau 30% lebih dari populasi manusia di dunia yang terdiri dari anak-
anak, wanita menyusui, wanita usia subur, dan wanita hamil (WHO, 2011).
Wanita hamil berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi karena

1

kehamilan 2-4 66. Secara keseluruhan anemia terjadi 45 % wanita di negara berkembang dan 13 % di negara maju. dan Kalimantan Timur 13. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) 2 tahun 2008. 2 kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan selama kehamilan. prevalensi anemia pada ibu hamil di Asia Tenggara 48.2% dan kehamilan > 5 3. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2005.9%. Kalimantan Tengah 12.1 %. hamil ke 1 32.3%) dimana 100% penderita anemia mendapatkan tablet fe. Dari jumlah ibu hamil yang dilakukan pemeriksaan Hb sebanyak 633 orang (92.3%. dan data dari survei yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran di beberapa Universitas di Indonesia pada tahun 2012 menemukan 40% wanita usia produktif mengalami anemia. Anemia pada umumnya terjadi di seluruh dunia.9%.6%.1%. dimana angka kejadian anemia yaitu sebesar 36. 2006). perkiraan prevalensi anemia secara global sekitar 51%. Kalimantan Selatan 10. dari segi usia pada saat hamil < 20 tahun 9. Sedangkan dari jumlah kehamilan.4 Target angka kejadian anemia di Puskesmas sukra adalah 15%.2%.9%. Adapun dalam dua puluh lima besar penyakit yang banyak diderita perempuan anemia juga berada di urutan keempat (Depkes. salah satunya adalah di pulau Kalimantan yaitu Kalimantan Barat 11. Anemia menduduki urutan keempat dalam sepuluh besar penyakit di Indonesia.7%. Menurut laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional tahun 2007 menjabarkan prevalensi anemia dari 33 provinsi yang diketahui bahwa sebanyak 20 provinsi memiliki angka prevalensi anemia yang lebih besar daripada angka rata-rata Indonesia.7%) dan yang mengalami anemia sebanyak 230 orang (36. mengemukakan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia produktif dengan usia 17-45 tahun sebesar 39. Prevalensi anemia di Indonesia masih cukup tinggi. Di Puskesmas Sukra Indramayu berdasarkan data buku laporan KIA per januari sampai februari 2017 jumlah ibu hamil sebanyak 683 dimana diantaranya yang memiliki buku KIA sebanyak 663 (97%). . 20-35 tahun 82.3%. terutama di negara berkembang dan pada kelompok sosial ekonomi rendah.5%.6% dan > 35 tahun 8.

2. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang serta identifikasi maka penelitian ini memiliki batasan lingkup permasalahan yang akan dikaji meliputi usia kehamilan. Tujuan Penelitian 1. 1. Tujuan Umum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tablet Fe (zat besi) terhadap kadar Hb (hemoglobin) ibu hamil trimester dua selama 90 hari pada bulan Februari sampai dengan Mei 2017 di Puskesmas Sukra Kabupaten Indramayu.5. 5. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas. Perumusan Masalah Dari uraian latar belakang diatas dapat disimpulkan satu pertanyaan pada penelitian ini. pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe serta rutinitas konsumsi tablet Fe.1. kepatuhan melakukan ANC.3.5. 1. 1. 4. Konsumsi tablet Fe mempengaruhi angka kejadian anemia di Puskesmas Sukra Indramayu 3.2 1. 1. 3 Upaya pemerintah dalam mengatasi anemia defisiensi besi ibu hamil yaitu terfokus pada pemberian tablet tambahan darah (Fe) pada ibu hamil.2. Departemen Kesehatan masih terus melaksanakan progam penanggulangan anemia defisiensi besi pada ibu hamil dengan membagikan tablet besi atau tablet tambah darah kepada ibu hamil sebanyak satu tablet setiap satu hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan.2. Tujuan Khusus . Status gizi ibu hamil mempengaruhi angka kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sukra. maka dapat diidentifikasi : 1. yaitu: “Bagaimana pengaruh pemberian tablet Fe (zat besi) terhadap kadar Hb (hemoglobin) ibu hamil trimester dua di Puskesmas Sukra Kabupaten Indramayu?” 1. Usia kehamilan mempengarui angka kejadian anemia di Puskesmas Sukra Indramayu. Kepatuhan melakukan pemeriksaan ante natal care (ANC) terhadap angka kejadian anemia di Puskesmas Sukra Indramayu.5. Pengatahuan ibu menganai anemia pada ibu hamil mempengaruhi angka kejadian anemia di Puskesmas Sukra.4.

1. 2. 1. Manfaat Praktisi 1. Pasien juga diharapkan dapat mengetahui makna hasil pemeriksaan laboratorium Hb sahli untuk mengetahui kadar hemoglobin pada ibu hamil yang terdiagnosis anemia. Tujuan Lain Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah ibu hamil trimester dua yang terdiagnosis anemia berdasarkan hasil pemeriksaan kadar Hb (hemoglobin). Manfaat bagi klinisi a. Manfaat Teoritis Secara teori.3. Mendapatkan data mengenai pengaruh pemberian tablet Fe (zat besi) terhadap kadar Hb (hemoglobin) ibu hamil trimester dua selama 90 hari di Puskesmas Sukra Kabupaten Indramayu. b.gejala anemia. Untuk mendapatkan data tentang angka kejadian anemia pada ibu hamil trimester dua pada bulan Februari sampai dengan Mei 2017 di wilayah kerja Puskesmas Sukra kabupaten Indramayu. Manfaat Penelitian 1. Penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan dan memberikan informasi yang berguna bagi penelitian serupa. Untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh pemberian tablet Fe (Zat besi) selama 90 hari pada bulan Februari sampai dengan Mei 2017. b. 3. Manfaat bagi masyarakat Diharapkan dengan adanya pemeriksaan kadar hemoglobin dengan Hb sahli. 1.5. 1. yang berguna sebagai bahan masukan untuk pembaca mengenai anemia pada ibu hamil khususnya trimester dua.6. Pasien diharapkan dapat mengetahui tentang anemia pada ibu hamil beserta gejala . 2. Memberikan informasi mengenai pemeriksaan kadar hemoglobin pada pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan Hb sahli.2. . dapat dilakukan deteksi dini terjadinya anemia. 4 1. penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat yaitu: 1.6. Manfaat bagi pasien a. serta rutinitas konsumsi tablet Fe (zat besi) terhadap kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Sukra kabupaten Indramayu.6.

6. 15 Kadar Hb ibu hamil (50. 1. Pemberian Tablet Fe evaluasi  Hb awal sebelum (zat besi) Terhadap diberikan tablet Fe.4.penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dan berhubungan dengan penelitian ini adalah : Tabel 1 Keaslian penelitian Nama Peneliti dan Metode Penelitian Hasil Penelitian Judul Penelitian Lydia Fanny. 1. 3. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi peneliti dalam menambah pengetahuan mengenai pemeriksaan kadar Hb (hemoglobin) dengan menggunakan Hb sahli. Tamamaung Tahun . Dapat menambah wawasan tentang pengaruh pemberian tablet Fe (zat besi) selama 90 hari terhadapat ibu hamil dengan anemia pada trimester dua serta aplikasi metodelogi penelitian. 5 2.6. 2. Pengaruh menggunakan studi hamil. dkk Penelitian ini Terdapat 30 responden ibu (2011). adapun penelitian . Manfaat bagi para pemegang kebijakan dan pemegang program dapat dijadikan bahan acuan untuk mengimplementasikan upaya yang bisa dilakukan dalam menanggulangi kejadian anemia pada ibu hamil khususnya di Pusesmas Sukra. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan wawasan para tenaga kesehatan di Puskesmas Sukra khususnya dalam menilai kadar Hb (hemoglobin) pada ibu hamil dengan menggunakan Hb sahli.3. Manfaat Bagi Peneliti Selanjutnya Sebagai data awal melakukan penelitian selanjutnya tentang pemeriksaan lain yang dapat menegakkan diagnosa anemia pada ibu hamil.0%) tidak (Hemoglobin) Ibu anemia dan 15 ibu hamil Hamil Di Puskesmas (50. menurut sepengetahuan peneliti belum pernah diteliti sebelumnya. 1.7. Manfaat Bagi Peneliti 1.0%) anemia. Keaslian Penelitian Penelitian “Pengaruh Pemberian Tablet Fe (zat besi) Terhadap Kadar Hb (Hemoglobin) pada Ibu Hamil Trimester Dua di Puskesmas Sukra Kabupaten Indramayu Tahun 2017”.

3.6% tidak pernah berkunjung. teridiri dari 4.2%). Hubungan kunjungan ANC yang kadar Hb < 11 gr/dl sebanyak 59 orang (67.  Tablet Fe (zat besi) yang dikonsumsi oleh ibu hamil bervariasi. Eliza Nofitri.7% trimester Tahun 2016 II dan 34. 28.1% . 2). 1.5% jarang.4% trimester II dan 28. Agung. Faktor-Faktor digunakan adalah analitik menunjukan bahwa. 1) ibu yang Mempengaruhi observasional dengan hamil yang kadar Hb < 11 Anemia pada Ibu pendekatan cross gr/dl sebanyak 59 orang Hamil di Puskesmas sectional (67. Dapat disimpulkan bahwa efektivitas pemberian tablet besi terhadap anemia pada ibu hamil rendah.6% Sukra Indramayu trimester I. Analisis responden. (2012) Penelitian menggunakan Sampai akhir penelitian Efektivitas Pemberian rancangan cross didapatkan total 95 Tablet Besi Terhadap sectional.5% trimester III. 6 2011  Pengukuran kadar Hb akhir setelah diberikan tablet Fe (zat besi) sebanyak 9 ibu hamil (30.6% sering ANC.9%. terdiri dari 0% trimester I.3%) dan 2 ibu hamil (6. dan 35.7% trimester III. Hasil penelitian Anemia Pada Ibu dilakukan secara menunjukkan bahwa dari Hamil Di Puskesmas 1 deskriptif 95 responden.7%) yang mengkonsumsi tablet Fe (zat besi) dalam jumlah kurang.terdiri dari 12. 19. Dkk. Ibu hamil yang mengkonsumsi dalam jumlah cukup 28 ibu hamil (93.8%). Adapun yang kadar Hb > 11 gr/dl.0%) yang anemia dan 21 ibu hamil (70.8%). sedangkan yang > 11gr/dl sebanyak 28 orang (32. dkk Metode penelitian yang Hasil penelitian (2016). hanya 39 Kembaran Kabupaten yang sembuh setelah terapi Banyumas atau efektivitas terapinya adalah 41.0%) yang tidak anemia.

7 tidak pernah ANC. 46% rutin konsumsi tablet Fe dan 8% sering konsumsi tablet Fe. lalu . Persamaan : Pada penelitian ini sama-sama meneliti tentang pemeriksaan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan menggunakan Hb sahli. Hubungan konsumsi tablet Fe dengan Hb <11 gr/dl 67. dkk. populasi yang dijadikan penelitian adalah ibu hamil trimester dua saja yang sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan kadar Hb (hemoglobin) dan telah didiagnosis anemia. 3). Perbedaan : penelitian yang dilakukan oleh Lydia. Persamaan dan Perbedaan Penelitian : 1. Pada penelitain Lydia.dkk. Adapun yang > 11gr/dl. dengan judul “Pengaruh Pemberian Tablet Fe Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Di Puskesmas Tamamaung Tahun 2011”. 1.6 rutin konsumsi tablet Fe dan 26.8% diantaranya 13.8% pernah konsumsi tablet Fe. dan 27. 5). populasi yang dijadikan penelitan adalah seluruh ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya di puskesmas. Dan faktor usia kehamilan dan konsumsi tablet fe mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil. dkk (2011). Lydia Fanny.4% jarang ANC. 3. dan diberikan tablet Fe (zat besi) sebanyak 30 tablet saja. sedangkan pada penelitian yang dilakukan penulis dilakukan di puskesmas sukra indramayu pada bulan februari-mei 2017.6% sering melakukan ANC.4% sering konsumsi tablet Fe.1% pernah konsumsi tablet Fe. sedangkan pada penelitian yang dilakukan penulis. 4) Usia ibu hamil dan kunjungan ANC tidak mempengaruhi kejadian anemia. penelitian dilakukan di puskesmas tamamaung makasar dengan waktu penelitian berlangsung antara bulan Januari-Juli 2011. 4.

2. Eliza Nofitri. Dkk. dkk. 3. . dan tidak memberikan tablet Fe sebanyak 90 hari. Perbedaan : Pada penelitian yang dilakukan oleh agung. Persamaan : Pada penelitian ini sama-sama meneliti tentang pemeriksaan kadar hemoglobin pada ibu hamil setelah diberikan tablet Fe selama 90 hari. Pada penelitian Eliza. (2012). Persamaan : lokasi penelitian sama-sama di Puskesmas Sukra Indramayu dan melakukan tentang pemeriksaan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Responden penelitian yaitu semua ibu hamil yang didiagnosis anemia dan pada pemeriksaan kadar Hb diukur dengan metode cyanmethemoglobin. dkk (2016). 8 diberikan tablet Fe (zat besi) selama 90 hari sebanyak 90 tablet dan dilakukan pemeriksaan HB setiap 30 hari sekali. dengan judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Sukra Indramayu Tahun 2016”. penelitian dilakukan pada seluruh ibu hamil yang dilakukan pada bulan November 2016. pemeriksaan kadar Hb dengan stik Hb. sedangkan pada penelitian yang dilakukan penulis dilakukan pada ibu hamil trimester dua yang sudah didiagnosis anemia pada bulan februari-mei 2017. pemeriksaan Hb dilakukan dengan Hb sahli dan sebelum diberikan tablet Fe. “Efektivitas Pemberian Tablet Besi Terhadap Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas 1 Kembaran Kabupaten Banyumas”. sedangkan pada penelitian penulis yang menjadi responden penelitain yaitu ibu hamil trimester dua yang telah didiagnosis anemia dan pada pemeriksaan menggunakan Hb sahli. dkk.dkk adalah penelitian dilakukan di lokasi yang berbeda yaitu di Puskesmas 1 Kembaran Kabupaten Banyumas. Agung. Perbedaan : penelitian yang dilakukan oleh Eliza. sedangkan pada penelitian yang dilakukan penulis. ibu hamil trimester 2 dilakukan pemeriksaan Hb awal dan setelah diketahui anemia maka diberikan tablet Fe (zat besi) selama 90 hari dan dilakukan pemeriksaan Hb setiap 30 hari.