You are on page 1of 17

SIFAT UTAMA BAHAN PELUMAS

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Teknologi Bahan Bakar dan Pelumasan yang diampu
oleh Drs. H. Sulaeman, M.Pd.

Disusun oleh:

Puad Hasyim (1603830)
Mmiftahul khoer (1605899)
Muhammad Ruslan (1606620)
Yuga Nugraha (1606023)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2017

KATA PENGANTAR Maha suci Allah. kepada keluarganya. Alhamdulillah. Mei 2016 Penulis i . Shalawat serta salam semoga terlimpah curah kepada Nabi kita Muhammad Rasulullah SAW. Aamiin. para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman. Bandung. atas ridho-Nya kami dapat menyusun makalah ini. Oleh karena itu saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki kesalahannya. tiada kata yang pantas kita ucapkan selain puji dan syukur kehadirat Ilahi Rabbi.. makalah ini berjudul SIFAT UTAMA BAHAN PELUMAS Terlepas dari semua itu penulis menyadari sepenunya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. dengan Rahmat dan Hidayah-Nya sampai saat ini kita masih dapat merasakan nikmat-Nya. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat dan menginspirasi terhadap pembaca.

... lak............................... Tujuan Penulisan . 6 B............................................ 1 C......12 Bab IV Penutup .. DAFTAR ISI Kata pengantar .......................................................................................................................................................................................................................................................................................... Cara mengatasi.............. Latar Belakang ....... ii Bab I Pendahuluan ...........................13 DAFTAR PUSTAKA ii .. Rumusan Masalah .............................. 3 Bab III Pembahasan........................................................................................ Abu............... Kekentalan ....................................................................................................10 D.......................11 F.. 1 B............................................................... 5 A......................................................... Pengarangan...... 2 Bab II Teori Teori.......................... Mengencernya dan mengentalnya minyak pelumas....................10 E.................................. 1 A.................................................. 9 C.............. aspal................................................................ Menguapnya Pelumas........................................................................................................................................... i Daftar Isi ........................................................................................................................

2 Rumusan Masalah 1. 1. Apa pengertian pengarangan? 4. Jelaskan tentang menguapnya pelumas! 3. Pelumasan memiliki suatu peranan yang penting pada suatu mesin dan peralatan yang didalamnya terdapat suatu komponen yang saling bergesekan yaitu sebagai pengaman agar tidak terjadi kerusakan yang fatal. Sebaliknya. menuntut adanya kemajuan didalam segala bidang terutama dalam bidang teknologi. kualitas sistem pelumasan yang tidak baik dapat menjadikan mesin menjadi lebih cepat mengalami kerusakan dan kinerja mesin tidak optimal. dan ramah terhadap lingkungan. lak. Kemajuan didalam bidang teknologi ini memudahkan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. keamanan. Jelaskan pengenceran dan pengentalan minyak pelumas! 6. Kemajuan didalam bidang ini dapat kita lihat pada kendaraan-kendaraan sekarang selalu ingin meningkatkan rasa kenyamanan. Pelumasan dapat diartikan sebagai pemberian bahan pelumas pada suatu mesin dengan bertujuan untuk mencegah kontak langsung persinggungan antara permukaan yang bergerak. Apa yang dimaksud tentang kekentalan? 2. Salah satu bidang teknologi yang mengalami kemajuan adalah Otomotif. Bagaimana cara mengatasinya! 1 . Kualitas sistem pelumasan yang baik dapat membuat mesin menjadi lebih awet dan kinerja mesin juga lebih baik.1 Latar Belakang Perkembangan zaman yang semakin pesat. keamanan. dan ramah terhadap lingkungan salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas sistem pelumasan. Apa itu abu. dan aspal? 5. BAB 1 PENDAHULUAN 1. Usaha didalam peningkatan rasa kenyamanan.

3 Tujuan Masalah Berdasarkan rumusan masalah diatas. lak. Dapat menjelaskan pengenceran dan pengentalan minyak pelumas! 6. Dapat menjelaskan tentang menguapnya pelumas 3.1. dan aspal? 5. Dapat mengetahui tentang kekentalan 2. maka tujuan penyusunan laporan observasi ini adalah sebagai berikut: 1. itu abu. Dapat mengetahui pengertian pengarangan 4. Dapat mengatasi permasalahan tersebut 2 .

Pengurangan Panas Salah satu fungsi 3 .1. e. Pada saat mesin bekerja pelumas melapisi bagian mesin dengan lapisan pelindung yang mengandung adiktif untuk menetralkan bahan korosif. Menurut Environmental Protection Agency (EPA’s). Deasphalting untuk menghilangkan kan-dungan aspal dalam minyak.1 Oli Wahyu Purwo Raharjo. pelumas berfungsi sebagai preservative. Volatilitas suatu minyak lumas penting sekali dalam pemilihan jenis pelumas dasar sesuai deng-an pemakaian. Kompatibilitas atau kecocokan dengan ba-han lain dalam system 2. Kemampuan pelumas untuk mengen-dalikan korosi tergantung pada ketebalan lapis-an fluida dan komposisi kimianya. Pencampuran katalis untuk menghilangkan lilin dan menaikkan temperature pelumas parafin.(2010). pro-ses pembuatan oli melalui beberapa tahap. b. Hidrogenasi untuk menaikkan viskositas dan kualitas. Stabilitas selama periode pemakaian. misalkan saja: Pencegahan Koro-si. b. d. yaitu a.3 Fungsi Pelumas Fungsi utama suatu pelumas adalah untuk mengendalikan friksi dan keausan. c.1. BAB II TEORI-TEORI 2. d. Clay or Hydrogen finishing untuk meningkat-kan warna.menjelaskan beberapa sifat penting yang sangat dibutuhkan agar minyak lumas dapat berfungsi dengan baik adalah: a. (2010) menjelaskan oli biasanya diperoleh dari pengolahan minyak bumi yang dilakukan melalui proses destilasi bertingkat berdasarkan titik didihnya. c. Fluiditas atau sifat mengalir dalam daerah suhu operasi.2 Pelumas Mesin (Engine Oil) Sukirno. Distilasi. Seba-gian sifat ini ditentukan oleh adiktif. stabilitas dan kualitas oli pelumas 2. Low volatility atau tidak mudah menguap.1 Teori-teori 2. Peranan pelumas dalam rangka mencegah korosi. terutama pada kondisi operasi.1. Namun pelu-mas juga melakukan beberapa fungsi lain yang bervariasi tergantung di mana pelumas tersebut diaplikasikan.

1. dalam Stefan Raharjo 2012).4 Standar Minyak Pelumas Standarisasi minyak pelumas untuk mesin kendaraan bermotor pertama kali dilakukan oleh Society of Automotive Engineers (SAE) pada tahun 1911 dengan kode SAE J300. Densitas merupakan perbandingan antara densitas bahan yang diukur pada suhu tertentu (t1= 300C) dengan densitas air pada suhu referensi (t2 = 150C) b. Zat ini merupakan fraksi hasil destilasi minyak bumi yang memiliki suhu 105-135 derajat celcius. Dalam kemasan atau kaleng pe-lumas. Semakin tinggi ang-kanya semakin kental minyak pelumas tersebut. kenaikan suhu akan menyebabkan turunnya harga viskositas. dalam Sani (2010) menjelaskan bawah kualitas minyak pelumas diantarana yang paling penting adalah: a.1. 2. Minyak pelumas dikelompokkan berdasarkan tingkat kekentalannya. R.nyala bila didekati api e. dimana pelumas ter-sebut mampu menghilangkan panas yang diha-silkan baik dari gesekan atau sumber lain seperti pembakaran atau kontak dengan zat tinggi.1. yang umumnya cairan. Indek viscositas merupakan ukuran peru-bahan vikositas terhadap perubahan suhu. se-perti: SAE 40. Perubahan suhu dan oksidatif material akan menurunkan efisiensi pelumas (Sukirno. Menurut Siti Yubaidah (2008).5 Kualitas Minyak Pelumas Pelumas adalah zat kimia. semakin berat beban motor semakin menurun niliai dari viscositas pelumasnya Hardjono. 2010). biasanya dapat ditemukan kode angka yang menunjukkan tingkat kekentalannya. Indra. dsb. Viscositas pelumas merupakan ukuran ta-hanan fluida untuk mengalir atau kekentalan c.6 Viskositas 4 . SAE 90. Ada juga kode angka multi grade seperti SAE 10W-50. yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek.pelumas yang lain adalah sebagai pendingin. yang dapat diartikan bahwa pelumas memiliki tingkat kekentalan sama dengan SAE 10 pada suhu udara dingin (W=Winter) dan SAE 50 pada suhu udara panas (Wijaya. 2. Fire point adalah suhu terendah dimana uap minyak dengan campuran udaraa dapat terbakar habis 2. Flash point adalah suhu terendah dimana uap air minyak dengan capuran udara me.

1993) BAB III PEMBAHASAN 5 .cm). oli mempunyai beberapa persyaratan dalam pemakaian yaitu viskositas yang sesuai. Viskositas adalah suatu pernyataan “tahanan untuk mengalir” dari suatu sistem yang mendapatkan suatu tekanan. 1 cm 2/s = 100 mm2/s. ketahanan terhadap pembentukan karbon dan oksidasi serta ketahanan terhadap tekanan (Crouse. Viskositas menunjukkan tingkat ke- kentalan dari bahan bakar cair. terutama pada proses pengabutan. Sebagai pelumas. makin besar gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu. 1 cm2/s = 1 St (Stokes) (Young. Viskositas merupakan karakteristik bahan bakar cair yang sangat penting dalam proses pembakaran. Untuk mengukur besaran visko-sitas diperlukan satuan ukuran. 2002) Kekentalan (viscosity) Satuan dari viskositas dalam sistem cgs adalah poise (1 poise=1 gr/sec. Makin kental suatu cairan. indeks viskositas yang relatif rendah. Viskositas adalah gesekan internal fluida. Viskositas fluida dinotasikan dengan η (“eta”) sebagai rasio te-gangan geser. Dalam sistem standar internasiaonal satuan viskositas dite-tapkan sebagai viskositas kinematik dengan satuan ukuran mm 2/s atau cm2/s. Gaya viskos melawan gerakan sebagian fluida relatif terhadap yang lain.

1 KEKENTALAN Merupakan sifat yang penting. maka akan didapatkan koefisien dari kekentalan dinamis dengan berat jenis 𝜇 = kekentalan dinamis 𝛾 = berat jenis 𝑉 = kekentalan kinematis. apabila mendapat beban yang berat Pada rumus gesekan cairan ditulis : 𝑑𝑣 W = 𝜇 .01 poise = 1 centi poise dengan simbol 1cP. Bila tenaganya = 1 . . karena dapat menentukan pemakaian pada mesin dilihat dari :  RPM  Temperatur  Beban  Letaknya Bila menggunakan pelumas yang kekentalannya salah. S). maka pelumas akan lekas menguap dan oilness/kelumasan sangat kurng. G . maka harga kekentalan dinamisnya 𝜇 = 1 poise.𝐹 . DYNE (C . maka gesekan akan berbanding lurus dengan kekentalan. 6 .  Bila terlalu encer. 𝑑𝑥 Dimana : 𝜇= kekentalan dinamis yang berarti daya gesekan yang terdapat pada selapis pelumas yang bergesekan dengan luas permukaan = 1 cm2 yang digerakan pada jarak = 1 cm dengan kecepatan = 1 cm⁄det.2 ºC yang mempunyai kekentalan 0. sehingga akan terjadi kerusaka.3. Pada peristiwa mengalirnya pelumas. maka akan berakibat fatal :  Bila terlalu kental. Maka sebagai standard dipakai air pada temperatur 20. maka beban mesin akan sangat berat sehingga banyak mekanisme yang terlalu dipaksakan dan sukar dialirkan.

9 gram/cm3 Maka : Kekentalan kinematisnya : 𝜇 𝜇. adalah dengan simbol VK = 1 cS (pada 20 ºC).9 = 70 cS pada 50 oC 𝛾 KESIMPULAN : 7 . 𝑔 63 𝑉=𝜌= = 0. dan disebut kekentalan kinematis dari suatu cairan. Kekentalan dari suatu cairan ditentukan dalam “viscosimeter” yang dengan beratnya sendiri melewati lubang hlus tertentu. maka 𝜇 𝑉=𝜌 Dimana 𝜌 = Masa jenisnya 𝛾 Kita ketahui bahwa 𝜌 = 𝑔 Dimana : 𝛾 = Berat cairan (dyne/cm3) g = Gravitasi/ Percepatan (cm/sec2) Contoh : Diketahui kekentalan dinamis minyak pelumas pada 50 ºC = 63 CP dan masa jenis = 0. disebut stokes dan 1⁄100 nya disebut centi stokes (CS) diberi simbol 𝑉 kekentalan air dijadikan stadard. maka waktunya dicatat.Satuan kekentalan kinematis dalam CGS. Untuk merubah kekentalan dinamis (𝜇) menjadi kekentalan kinematis (𝑉).

Sedangkan pada garis vertikal yang 100% diisi dengan kentalan yang tertinggi. maka pelumasan dan kecepatan berada dalam keadaan yang paling baik. 1 = 𝐿−𝐻 .2 cS . sedangkan pada 100 oF mempunyai kekntalan U = 120 cS. sehingga gesekan praktis tidak ada. Misalkan pada suatu temperatur ada campuran 80% pelumas I dengan kekentalan 70CS dengan 20% pelumas II dengan kekentalan 4CS. penentuan index kekentalan : 𝐿−𝑈 index kekentalan : 𝑉 . 8 . maka biasanya ditentukan bukan hanya dengan kekentalan biasa. Maka kekentalan campuran menjadi 34CS bila kita lihat pada grafik bila keseimbangan dicapai pada titik P. Untuk mengetahui yang lebih meyakinkan mengenai sifat-sifat kekentalan minyak pelumas dalam temperatur mesin. Bila penghantar panas dari bantalan sangat minim karena film pelumas sangat tipis terdapat pada titik Q dan terdapat kenaikan panas pada titik R sehingga bahaya untuk keausan akan mulai timbul.  Makin tinggi tekanan. Bahaya keausan yang besar akan terjadi pas harga kerja kental yang terkecil. maka kekentalan akan naik pula. Kekentalan dari pelumas adalah tergantung pada temperatur dan tekanan. maka kekentalan makin encer. 100 𝑉 = Kekentalan pelumas yang dicari pada 210 oC U = Kekentalan pelumas yang dicari pada 100 oF L = Kekentalan pelumas pada 210 oF mempunyai 𝑉 = 10. Kedua garis penghalang pada titiknya kedua garis vertikal akan menunjukkan masing-masing % pelumas. KEKENTALAN CAMPURAN 2 BAHAN PELUMAS Ini dapat dihitung dari kekentalan masing-masing pelumas yang diukur dalam kekentalan yang sama dalam grafik di bawah ini memperlihatkan hubungan kekentalan dan tempratur. tetapi ditentukan index kekentalannya.50°C pada 0°C kita tuliskan 0% Pada 10° = 20% dan selanjutnya pada 50°C =100% (pada as).  Makin tinggi temperatur. Disini tampak 20 volume masing masing komponen pada temperatur 0°L . sedangkan untuk yang terrendah 0%.

5% m = 0. maka kedua pelumas di atas menunjukkan dua koefisien gesekan yang berlainan.5 = 75.2 MENGUAPNYA PELUMAS Sifat menguapnya pelumas pada mobil mesin tidak akan menimbulkan masalah karena bekerja pada temperatur yang relatif rendah. karena bila pelumasnya menguap maka lapisan pelumas akan menipis dan 9 . (hanya ada antara 6. Baru akan dirasaka akibatnya pada mesin pesawat terbang dan mesin lainya yang bekerja pada temperatur yang tinggi. juga karena sifat “OILNESS” dari masing-masing pelumas yang berlainan akan membentuk film yang berlainan pula. Campuran pelumas Y dan Y akan terdiri dari molekul m molekul molekul X dan sisanya = (1-m) molekul molekul Y maka akan sesuai dengan campuran A dan B dimana B = mx + (1-m) Y. Hal ini disebabkan pada keadaan pelumas yang berlainan itu mendapatkan tekanan yang berat akan menimbulkan kekentalan baru pada pelumas itu yang akan menimbulkan keausan yang berlainan. Contoh : ada campuran 80% pelumas X dengan kekentalan 100CS dengan 20 % pelumas Y yang mempunyai kekentalan 50CS. 78. dimana kekentalan pelumas A dan B pada macam macam perbandingan yang ditentukan kekentalannya pada suhu 20°C Serta pelumas yang tidak dikenal X pada temperatur mempunyai kekentalan tertentu.82 maka kekentalan campuran itu menurut tabel antara 85-90 CS ~ 86 CS 3.4% Y = 65.Dua jenis pelumasan yang berlainan tetapi memiliki kekentalan yang sama. dipakai pada mesin dengan kondisi yang sama. Ada cara yang sama menurut Molin dan Metoda Gurwitchs.2 – 455CS). Maka kekentalan pelumas lainnya Y atau sesuai dengan B = Y volume. Pada dinding yang panas dapat menimbulkan bahaya pada dinding silinder ruang bakar.8 .4 + (1-0.8) 65. X = 78.8 mX + (1-m) Y = 0. Maka kekentalan Noya Ian didapat pada tabel. dapat kita anggap sebagai jamuran pelumas A dan B. misalkan B = X% volume. Menurut tabel diatas maka.

bahan bakar yang tidak terbakar sempurna dan pengendapan dari kotoran lain. Pada bagian atas ruang bakar juga tidak mungkin dihindari terjadinya pengarangan. maka pada bagian pinggirnya akan bergesekan dengan dinding silinder. maka titik titik arang halus akan terbawa juga oleh pelumas. Peristiwa pengarangan lebih mncolok pada mesin Diesel. maka bila kena panas dapat terjadi pengarangan. Pemanasan yang tinggi berlangsung selama ± ½ jam tanpa adanya aliran udara. karena pada waktu pengabutan tidak mungkin sempurna pada bentuk arang. Dapat juga terbentuk dengan secara banyak apabila kualitas pelumas jauh diluar persyaratan. kemudian terbawa ke dalam sirkulasi pelumas. d. Penyebab pengotoran pelumas oleh arang sebenarnya bermacam macam antara lain: a. Pengarangan yang terjadi pada dinding panas apa terjadi karena pelumas yang mengarang. Bahan bakar tidak sempurna yang terbakar dalam ruang bakar kontak dengan pelumas yang ada pada dinding silinder.4 ABU. LAK DAN ASPAL Terjadinya abu. Kadar karbon residu ditentukan dalam %. ke dalam sirkulasi pelumas. Cara menilai mengenai penguapan salah satu jenis pelumas ialah dengan cara mengiakan percobaan distilasi sampai diketahui temperatur penyulingannya dimulai menetes dari fraksi yang molekulnya terkecil dan diakhiri oleh molekul yang terbesar dan dibuat grafik trayek destilasinya. c. 3. b. 10 . lak dan aspal umumnya sangat rendah selama konstruksi motor dalam keadaan baik. Pengendapan arang yang tidak mungkin dihindari pada kepala torak. Hal ini terutama pada daerah TMA karena daerah ini temperaturnya tinggi maka diperlukan jenis pelumas yang kekentalannya lebih tinggi dan penguapannya akan berkurang. dilihat dari pelumas yang diperikasa. akan menyebabkan keausan yang tinggi. Hal ini dapat dinilai dengan Lahat penetu karbon dari “Conradson”. Atau dapat juga sebagian pelumas yang terbakar pada ruang bakar terbawa selanjutnya oleh pelumas yang masih baik. Hal ini terjadi karena dana polimerisasi pada waktu kena panas yang diikuti oleh terbentuknya karbon. Bila sudah tebal maka ada sebagian kecil yang terkelupas yang nantinya Ana atur dan terbakar ke dalam kuarter. Gas yang terbakar karena cincin torak atau katup sedikit bocor maka bila terjadi arang akan terbawa juga melalui torak.3 PENGARANGAN Bila pelumas mengandung molekul molekul yang terlalu besar. 3.

mengentalnya pelumas a. Jadi jelas yang dapat mempengaruhi kondisi pelumas adalah:  Kondisi mesin  Bahan bakar  Pelumas itu sendiri Pada umumnya:  Mesin Diesel → mengentalnya pelumas  Mesin bensin →akan mengencer 11 . karena pada bagian pelumas yang menguap karena temperatur yang terlalu tinggi c. Sedangkan lak dan aspal terjadi karena adanya polimerisasi pelumas karena kondisi mesin yang buruk. Juga dapat menimbulkan penyumbatan pada saluran halus yang dapat mengakibatkan keausan fatal pada bagian mesin yang harus dilumasi.2. 3. adanya kebocoran ban bak yang dapat kontak langsung dengan pelmas atau sebaliknya maka dapat pula menyebabkan encernya pelumas. c. karena ada kebocoran dari pelumas yang lebih kental masuk ke dalam pelumas yang lebih encer.1. hingga sangat sukar terbakar ( bensin tercampur solar atau minyak pelumas) maka bakar akan mengalir ke dalam peluamas.Bila terjadi pengotoran oleh tiga jenis diatas tadi.5 MENGENCER DAN MENGENTALNYA MINYAK PELUMAS Peristiwa mengencer dan mengentalnya pelumas dalam motor terutama disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 3. b. maka dapat menimbulkan keausan pada dinding silinder. Lak dan aspal b. sehingga temperatur kerja sangat tinggi atau kualitas minyak pelumas yang sangat rendah. mengencernya pelumas a. 3. ruang bakar na pada bantalan.5. karena terlambatnya pembakaran maka bahan bakar yang cair dapat mengalir melalui dinding silinder ke dalam pelumas. menggunakan bahan bakar yang tercampur molekul molekul yang lebih besar Ana menyebabkan titik nyala naik secara drastis.5. karena pelumas terkontaminasi oleh arang. Terjadinya abu karena terdapat zat anorganis pada pelumas atau terkontaminasi dari debu debu luar yang berasal dari pasir halus.

12 .6 CARA MENGATASI a. Lakukan pemeriksaan mesin secara periodik supaya kondisi mesin dapat dipertahankan. d. Ikuti petunjuk penggantian pelumasan dan usahakan jangan sampai melalui waktu pemakaian b.3. Penambahan pelumas harus menggunakan pelumas yang macam dan jenisnya sama. c. Gunakan pelumas yang tepat atau bila ingin diganti gmerk lain gunakan pelumas persamaannya yang telah ditentukan petunjuk.

didalam komponen mesin banyak sekali persinggungan dua logam yang saling bergesekan oleh karena itu dibutuhkan pelumasan yang bagus untuk mendukung kinerjanya. 13 . Saran Gunakanlah pelumas sesuai dengan jenis kendaraan dan mesinnya dan gunakanlah pelumas yang sudah memenuhi standarisasi. BAB IV PENUTUP Kesimpulan Sistem pelumasan adalah sistem pendukung yang sangat penting bagi suatu mesin agar bisa bekerja optimal dan memiliki daya tahan yang bagus.

Sumatera Selatan 14 . 198automatic mechanic. Crovse H. DAFTAR PUSTAKA Catur. S. Universitas Tridinanti Palembang. William. A. Fakultas Teknik Mesin. dan Djunaidi kegiatan pelumasan.