You are on page 1of 2

Bagaimana Pembuatan Tanaman transgenik?

Usaha pemuliaan tanaman selama bertahun-tahun untuk pemilihan tanaman yang terbaik. Pada saat ini, variasi terjadi
melalui mutasi induksi atau hibridisasi di mana dua atau lebih tanaman disilangkan. Seleksi terjadi secara alami,
menggunakan konsep pilihan “siapa yang kuat, dia yang menang”, di mana hanya biji yang beradaptasi lebih baik dengan
lingkungan yang akan berhasil hidup. Sebagai contoh, petani hanya memilih biji benih yang terbesar dengan asumsi ini
menjadi yang terbaik. Sekarang para ilmuwan tidak hanya dapat memilih, tetapi juga menciptakan tanaman dengan
menyisipkan gen untuk membuat benih gundul dengan sifat yang diinginkan.
Untuk membuat tanaman transgenik, ada lima langkah utama: ekstraksi DNA, kloning gen yang penting, merancang gen
untuk infiltrasi tanaman, transformasi, dan akhirnya pemuliaan tanaman (Gambar 1).

Gambar: hanggawe tnduran transgenik
Sumber: www.msu.edu

Untuk memahami proses ini, pertama harus mengetahui sedikit tentang DNA (asam deoksiribonukleat). DNA adalah bahasa
pemrograman universal semua sel dan menyimpan informasi genetik mereka. DNA berisi ribuan gen dimana segmen-
segmen DNA yang menyandikan informasi yang diperlukan untuk memproduksi dan merakit protein spesifik. Semua gen
membutuhkan daerah tertentu untuk digunakan (atau diekspresikan) oleh sel. Wilayah ini meliputi (Gambar 2):
1. Wilayah promotor, yaitu tempat di mana gen dimulai dan digunakan untuk ekspresi gen;
2. Urutan terminasi yang menandai akhiran gen;
3. Dan daerah pengkode yang berisi gen sebenarnya untuk diekspresikan.
Semua daerah ini bersama-sama memungkinkan gen untuk membuat protein. Setelah gen ditranskripsi menjadi protein,
kemudian dapat berfungsi sebagai enzim untuk mengkatalisis reaksi biokimia atau sebagai unit struktural dari sel, keduanya
yang akan memberikan kontribusi munculnya suatu sifat tertentu dalam organisme itu.

Gambar: pangene gen iki looo

Sumber: static.howstuffworks.com
Semua spesies mampu mengubah DNA menjadi protein melalui proses yang dikenal sebagai translasi. Kemampuan ini
memungkinkan untuk menempatkan gen secara artifisial dari satu organisme ke organisme. Jika hanya mengisolasi DNA
secara acak dan memasukkan ke dalam organisme lain tidaklah praktis. Pertama-tama kita harus tahu segmen tertentu pada
DNA dan khususnya gen yang dicari yang digunakan untuk disisipkan. Sayangnya, referensi untuk memproduksi tanaman
baru tidak banyak yang diketahui tentang gen yang bertanggung jawab untuk hasil tanaman meningkat, toleransi terhadap
tekanan yang berbeda dan serangga, warna, atau karakteristik berbagai tanaman lainnya. Banyak penelitian transgenik
sekarang terfokus pada cara mengidentifikasi dan menentukan urutan gen yang berkontribusi terhadap karakteristik ini.

Potongan DNA yang menginfeksi tanaman terintegrasi ke dalam kromosom tanaman melalui tumor-inducing plasmid (Ti plasmid) yang dapat mengontrol system selular tanaman dan menggunakannya untuk membuat banyak salinan DNA bakterinya sendiri. Ada banyak metode untuk melakukan ini.com Pentingnya plasmid ini adalah mengandung daerah transfer DNA (tDNA) di mana seorang peneliti dapat menyisipkan sebuah gen yang dapat ditransfer ke dalam sel tumbuhan melalui proses yang dikenal sebagai floral dip. prosedur ini melibatkan kecepatan tinggi mikroproyektil untuk mentransfer DNA ke dalam sel-sel hidup dengan menggunakan penembak (Chawla. Plasmid merupakan alat biologi molekuler yang memungkinkan setiap segmen DNA dapat dimasukkan ke dalam sel pembawa (biasanya sel bakteri) dan direplikasi untuk menghasilkan lebih banyak. Namun demikian. Kata “kloning” mengacu pada berapa banyak salinan identik gen asli yang sekarang dapat diproduksi secapatnya. Metode “Gene Gun” juga dikenal sebagai metode penembakan proyektil mikro merupakan yang paling umum digunakan pada spesies seperti jagung dan padi. DNA ditempatkan pada mikro proyektil kecil dan kemudian proyektil ditembakan ke dalam sel. Sebuah floral dip melibatkan perendaman tanaman berbunga ke dalam campuran Agrobacterium yang membawa gen diinginkan. Proses ini berguna karena itu adalah metode transfer alami dan karena itu dianggap sebagai teknik yang lebih diterima. Selain itu. 2000). Ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengubah jaringan terorganisir pada spesies tumbuhan dan memiliki sistem pengiriman universal umum untuk berbagai jenis jaringan pada berbagai species. Salah satu keterbatasan Agrobacterium adalah bahwa tidak semua tanaman pangan penting dapat terinfeksi oleh bakteri ini.Gen yang ditentukan untuk memberikan kontribusi sifat tertentu maka perlu didapatkan dalam jumlah yang signifikan sebelum mereka dapat disisipkan ke dalam organisme lain. Setelah gen yang diinginkan telah diamplifikasi. sekarang saatnya untuk mengintroduksi ke dalam spesies tumbuhan kita inginkan. seperti gen yang penting mrnjadi tidak teratur pada saat masuk atau mengalami kerusakan sel target pada saat penembakan. ngene lo ngewehi gen neng wet-wetan Sumber: www. Untuk mendapatkan DNA yang terdiri dari gen. diikuti dengan kemampuan mempertahankan stabilitas yang tinggi dari gen yang ditransfer. E. Ti plasmid adalah partikel DNA besar berbentu lingkaran yang mereplikasi secara independen dari kromosom bakteri (Gambar 3) (Chawla. DNA pertama- tama diekstrak dari sel dan dimasukkan ke dalam plasmid bakteri. . Plasmid yang mengandung gen ini dapat digunakan untuk memodifikasi gen dengan cara apapun sesuai keinginan peneliti yang memungkinkan terjadinya pengaruh pada sifat gen yang dihasilkan (Gambar 1). sebuah proses yang umumnya disebut sebagai “kloning” gen. 2000).nature. Agrobacterium mampu mentransfer DNA berfragmen besar sehingga sangat efisien tanpa penataan ulang substansial. Gambar: carane Agrobacterium Sp. Metode Agrobacterium melibatkan penggunaan bakteri tanah dikenal sebagai Agrobacterium tumefaciens yang memiliki kemampuan untuk menginfeksi sel-sel tumbuhan dengan sepotong DNA-nya. Seperti namanya. Teknik ini bersih dan aman. Hal ini dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. coli) yang berisi plasmid dapat disisipi dan digunakan berulang kali untuk menghasilkan salinan gen yang pentin bagi peneliti. Inti sel tanaman adalah target untuk DNA transgenik baru. diikuti oleh benih transgenik yang dikumpulkan langsung dari tanaman. tetapi dua metode yang paling umum termasuk “Gene Gun” dan metode Agrobacterium. Sebuah sel bakteri (misal. sudah cukup berguna untuk mendapatkan transgen sebagai organisme ketika tidak ada pilihan lain yang tersedia.