You are on page 1of 9

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA LINGKUNGAN

PENETAPAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) dan PENETAPAN
KESADAHAN AIR

Dosen Pembimbing Matakuliah
Dr. Yudhi Utomo, M.Si dan Dr. Irma Kartika K., S.Si., M.Si

Oleh:
Kelompok 2 Offering I 2015
Halimatus Sa’diyah (150332605024)*
Lutfiyah Findiani Agustin (150332601599)*
Luluk Qurrotul Ainiyah (150332607535)*
Putri Pujiati (150332603599)*
Siti Maryam (150332600331)*

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
2018

Semakin tinggi oksigen yang digunakan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia maka semakin banyak bahan-bahan organik pencemar dalam air. industri pembekuan udang. . industri pengalengan ikan. B. TUJUAN PERCOBAAN Menetapkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dalam sampel air. singkatan dari Chemical Oxygen Demand. bahan buangan limbah pertanian. Selain dari itu. PENETAPAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) A. industri keju dan mentega). industri penyamakan kulit. Hal itu karena oksigen yang terlarut di dalam air diserap oleh mikroorganisme untuk memecah/mendegradasi bahan buangan organik sehingga menjadi bahan yang mudah menguap (yang ditandai dengan bau busuk). Dengan melihat kandungan oksigen yang terlarut di dalam air dapat ditentukan seberapa jauh tingkat pencemaran air lingkungan telah terjadi. Bahan buangan organik biasanya berasal dari industri kertas. COD (Chemical Oxygen Demand) adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia. industri roti. bahan buangan limbah rumah tangga. bahan buangan organik juga dapat bereaksi dengan oksigen yang terlarut di dalam air organik yang ada di dalam air. atau kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air. Cara yang ditempuh untuk maksud tersebut adalah dengan uji :  COD.   BOD singkatan dari Biological Oxygen Demand. atau kebutuhan oksigen biologis untuk memecah bahan buangan di dalam air oleh mikroorganisme. industri susu. kotoran hewan dan kotoran manusia dan lain sebagainya. makin sedikit sisa kandungan oksigen yang terlarut di dalamnya. DASAR TEORI Pada umumnya air lingkungan yang telah tercemar kandungan oksigennya sangat rendah. industri pengolahan bahan makanan (seperti industri pemotongan daging.

Untuk menjamina agar semua bahan organik teroksidasi seluruhnya.WHO/UNEP. Kelebihan bikromat kemudian dititrasi dengan larutan garam Mohr. angka COD yang tinggi mengindikasi semakin besar tingkat pencemaran yang terjadi.  Metode permanganat  Kelebihan : sangat bervariasi dan tingkat oksidasinya juga sangat bervariasi menrut kekuatan reagen yang diperlukan. sedangkan pada perairan tercemar terdapat lebih dari 200 mg/L dan pada limbah industri dapat mencapai 60. bahan-bahan organik akan diubah menjadi CO2 dan air tanpa melihat kemampuan asimilasi secara biologis terhadap bahan-bahan tersebut.1992 COD pada perairan yang tidak tercemar biasanya kurang dari 20 mg/L. Selama penetapan COD. Penetapan COD yang didasarkan atas kenyataan bahwa hampir semua senyawa organik dapat dioksidasi dengan bantuan oksidator kuat dalam suasana asam. Menurut UNESCO.   Metode bikromat  Penetapan kadar COD dilakukan melalui oksidasi bahan-bahan organik oleh bikromat (bikromat mengalami reduksi) dalam suasana asam.(aq)+ 6Fe2+(aq)+ 14H+(aq) → 6Fe3+(aq) + 2Cr3+(aq) +7H2O(l) (reaksi 2) Kelebihan : menghasilkan tingkat oksidasi yang lebih tinggi . Nilai COD yang tinggi tidak diinginkan bagi kepentingan perikanan dan pertanian. HaHbCc(aq) + Cr2O72-(aq) + H+(aq) → CO2(g) + H2O(l) + Cr3+(aq) (reaksi 1) Cr2O72. terdapat dua metode penentuan kadar COD.000 mg/L. Adapun reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. yakni. Oleh karena itu. bikromat yang dipergunakan harus dalam keadaan berlebih.

25 N   Kristal Merkuri Sulfat . Alat  uret  Statif   Klem Buret   Erlenmeyer   Pipet takar   Pipet tetes   Pipet ukur   Reflux   Hot plate  2. ALAT DAN BAHAN 1. C. Bahan   Sampel air  Larutan K2Cr2O7 0.25 N    Indikator ferroin  Larutan H2SO4 pekat berisi Ag2SO4   Larutan garam Mohr [(NH4)2Fe(SO4)2] 0.

dicatat volume ferroammoniumsulfat yang digunakan. LANGKAH KERJA    Sampel Air Sungai dipipet sebanyak 10 mL larutan sampel air. kemudian ditambah aquades ± 50 Ml. dimasukkan 0. didinginkan.5 mL 10 mL .25 N ke dalam erlenmeyer 250 mL yang sama. Hasil E. DATA PENGAMATAN Lokasi Volume Volume Volume Sampel Ferroamoniumsulfat Ferroamoniumsulfat 0.25 N sampai terjadi perubahan warna dari hijau menjadi tepat berwarna merah. D.2 gram kristal merkuri sulfat ke dalam erlenmeyer yang berisi sampel air.25 N (Titrasi Balnko) Sampel) Sungai Kasin 10.25 N (Titrasi 0. dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer 250 mL yang berisi batu didih. ditambah sebanya 3 tetes indiakator ferroin dititrasi larutan tersebut dengan larutan ferroamoniunsulfat (FAS) 0.1 mL 5. lalu ditambah 20 mL larutan H2SO4 pekat dipanaskan selama ± 2 jam mendidih Setelah 2 jam. dimasukkan 25 mL larutan K2Cr2O7 0.

25 𝑁 × 8 10𝑚𝐿 𝑚𝑔 = 920 𝐿 . ANALISIS DATA 1000 Kadar COD (mg/L) = |𝐴 − 𝐵| × 𝑁 × 8 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 Keterangan : A = Volume ferro ammonium sulfat yang digunakan dalam titrasi blanko B = Volume ferro ammonium sulfat yang digunakan dalam titrasi sampel air N = Normalitas ferro ammonium sulfat 8 = Berat ekuivalen oksigen Perhitungan : 1000 Kadar COD (mg/L) = |𝐴 − 𝐵| × 𝑁 × 8 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 1000 = |10. F.1 𝑚𝐿 − 5.5 𝑚𝐿| × 0.

Adapun reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Oleh karena itu. air. Sampel sebanyak 10 mL yang mengandung bahan-bahan organik baik yang mudah didegradasi dan yang sukar didegradasi. Kalium bikromat (sebagai sumber oksigen ) yang ditambahkan dalam sampel dalam jumlah berlebih dengan tujuan agar bahan-bahan bahan organik dalam sampel dapat dioksidasi seluruhnya menjadi ion Cr3+ . dioksidasi dengan oksidator kuat kalium bikromat 0.25 N dalam suasan asam. G. Cr2O72. . Dengan demikian maka kualitas air sungai Kasin dapat tidak mendukung kehidupan makhluk hidup. terutama untuk biota perairan (vegetasi dan hewan akuatik). Jika dibandingkan dengan klasifikasi mutu air kelas empat (IV) untuk parameter COD berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air menegaskan bahwa kadar COD maksiumum yang harus ada pada air adalah 100 mg/L. dan gas CO2. air sungai Kasin dapat digunakan untuk keperluan pertanian. Adapun reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Angka COD yang tinggi mengindikasi semakin besar tingkat pencemaran yang terjadi dan juga sebaliknya apabila semakin rendah nilai COD maka air yang ada semakin tidak tercemar. HaHbCc(aq) + Cr2O72-(aq) + H+(aq) → CO2(g) + H2O(l) + Cr3+(aq) Untuk selanjutnya kelebihan ion bikromat (sisa ion bikromat yang tidak bereaksi dengan bahan organik dalam sampel air) dititrasi dengan larutan garam Mohr atau larutan ferro ammonium sulfat [(NH4)2Fe(SO4)2] 0.(aq)+ 6Fe2+(aq)+ 14H+(aq) → 6Fe3+(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O(l) Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus COD didapatkan nilai COD sebesar 920 mg/L. PEMBAHASAN Pada percobaan ini dilakukan penentuan kadar COD dengan metode bikromat dalam sampel air sungai kasin. maka kualitats air sungai kasin adalah sangat tidak baik.25 N. Selain itu. jumlah bahan-bahan organik dalam sampel dapat diketahui.

Tim pengajar praktikum kimia lingkungan. 13. Kajian Kualitas Air dan Status Mutu Air Sungai Metro di Kecamatan Sukon Kota Malang.Vol.Halaman 265-274. KESIMPULAN Berdasarkan data dan analisis perhitungan yang telah dilakukan. dkk. No. Kadar COD di sungai Kwayangan adalah sebesar 0 mg/L. Kadar COD dapat ditentukan dengan metode bikromat. program pasca sarjana Universitas Brawijaya: Malang. 2017. . Jurnal Bumi Lestari. Petunjuk Praktikum Kimia Lingkungan. maka dapat disimpulkan bahwa: 1. 2013.Program studi pengelolaan sumberdaya lingkungan. DAFTAR PUSTAKA Ali. Effendi. 2. Jurusan kimia. I. Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Perairan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 3. Azwar. 2003. H. 2. H.Kanisius:Yogyakarta.Universitas Negeri Malang: Malang. Kualitas air sungai Kwayangan untuk parameter COD adalah sangat tidak baik dan tidak mendukung untuk kepentingan perikanan dan pertanian.

Kadar COD mengalami penurunan saat pengambilan sampel pada sore hari.WHO/UNEP. . 2. Untuk mengetahui banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan- bahan organik secara kimia. sedangkan pada perairan tercemar terdapat lebih dari 200 mg/L dan pada limbah industri dapat mencapai 60.000 mg/L. Apakah fungsi dari penambahan merkuri sulfat dalam pengukuran kadar COD dalam sampel air ? 5. Pertanyaan 1. Mengapa metode kromatometri pada saat ini sering digunakan dalam analisis COD ? Jawab : 1. Angka COD yang tinggi mengindikasi semakin besar tingkat pencemaran yang terjadi. J. Sebutkan faktor yang mempengaruhi kadar COD ? 4. pada pagi hari diambil sampel untuk pengukuran COD. dan pada sore hari juga diambil sampel serta diukur kadar COD nya. Jika suatu pabrik telah mempunyai bak pembuangan limbah. apakah kadar COD mengalami penurunan atau kenaikan ? Jelaskan ! 3. Apa kegunaan pengukuran penetapan kadar COD ? Jelaskan! 2. Semakin tinggi oksigen yang digunakan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia maka semakin banyak bahan-bahan organik pencemar dalam air. Menurut UNESCO. Nilai COD yang tinggi tidak diinginkan bagi kepentingan perikanan dan pertanian.1992 COD pada perairan yang tidak tercemar biasanya kurang dari 20 mg/L.