You are on page 1of 2

Press Release

"Mantan Aktivis Kampus Lintas BEM Indonesia hadir sebagai Juru Bicara
Persatuan Merah Putih 2019"

Bahwa kondisi aktual dilapisan masyarakat hari ke hari menunjukkan gejala
pembelahaan yg semakin mengkhawatirkan, sesama warga saling berhadapan
dlm situasi tegang, virus hoaks menyebar luas, dan klaim kebenaran yg tak
kunjung selesai.

Kondisi permukaan tersebut, sadar atau tidak adalah efek dari pilpres 2014 dan
memuncak di Pilkada Jakarta 2017 sehingga tampak jelas polarisasi fans Jokowi
bersama Ahok versus fans Prabowo yg merapat ke Anies.

Menghadapi pilpres 2019, pembelahan rakyat menjadi dua kubu tersebut tak
kunjung mereda, justru semakin memanas serta meruncing, hal ini nampak
dalam hiruk pikuk baik itu di media nasional maupun media sosial yang
mengarah dan menjurus ke arah provokatif.

Kekhawatiran kami atas semua hal di atas adalah bahwa Indonesia akan
mengalami pembelahaan pula, sehingga mudah dimanfaatkan oleh pihak pihak
yang senang dengan pecah dan semakin lemahnya negara kita.

Karena itulah Pemilihan presiden 2019 seharusnya menjadi arena yang kondusif
dan menyejukkan, bukan menjadi ruang yang semakin membawa negeri ini
berada di ujung jurang keterbelahan.

Maka dari itu, salah satu solusi menurut kami yang tergabung sebagai mantan
Aktivis Kampus Lintas BEM Indonesia adalah menghadirkan pemimpin baru
sebagai alternatif di tahun 2019, yang ketokohannya harus memiliki visi dan
paradigma persatuan.

Pemimpin baru alternatif itu tentunya bukan Bapak Jokowi maupun bukan
Bapak Prabowo, tetapi sekali lagi adalah pemimpin baru, pemimpin yang mampu
menggandeng tangan semua elemen rakyat kembali, agar bangsa ini bisa
kembali dipenuhi dengan suasana damai, sejuk, dan tentunya produktif.

Dan Inilah platform kami dari mantan aktivis BEM Lintas kampus Indonesia
dalam memberikan kontribusi bagi bangsa ini menuju tahun 2019.

Hadirnya Jubir Persatuan Merah Putih 2019 adalah bentuk kegelisahaan kami
menyaksikan situasi di tubuh rakyat yang terbelah, sehingga daripada kami
terperosok masuk dalam satu kubu, lebih baik kiranya kami melangkah dg
sebuah ikhtiar untuk mengakhiri semua ini.

akan melakukan komunikasi kepada 12 tokoh tersebut untuk menyatakan kesediaannya sebagai pemimpin alternatif 2019. Ahmad Heryawan 8. Agus Harimurti Yudhoyono 5. Muhammad Prananda Prabowo 4. Ada 12 tokoh pemimpin Alternatif yang kami tawarkan kepada publik yakni : 1. GKR Mangkubumi 2. Rencananya tanggal 20 Mei 2018 bertepatan dg momentum kebangkitan nasional dan 20 tahun reformasi. Gatot Nurmantyo 12. Karenanya. kami melakukan diskusi yang cukup panjang dan masukan beberapa tokoh untuk menghadirkan pemimpin alternatif 2019. Tri Risma Harini 10. Anis Matta 6. Ilham Akbar Habibie 3. 21 Maret 2018 Inisiator Jubir Persatuan Merah Putih 2019 : M. Muhammad Zainul Majdi atay Tuan Guru Bajang 11. Zulkifli Hasan Rencananya. Fahri Hamzah 7. Jubir Persatuan Merah Putih 2019 akan melakukan deklarasi dengan menghadirkan 12 Pemimpin alternatif 2019. kami mantan Aktivis BEM Lintas Kampus Indonesia sejak hari ini. Jubir Persatuan Merah Putih 2019 akan menjadi garda terdepan dalam mengkampanyekan alternatif pemimpin baru 2019 bukan Jokowi dan bukan juga Prabowo.TGH. Mardigu Wowiek Prasantyo 9.Ikhlas Thamrin Mursyid Adi wijaya Tamrin Kurniawan Johan Khan Rusman Nuryaman Kiagus Firdaus .