You are on page 1of 6

Radikalisme Keagamaan dan Terorisme

Download

11
Dynamics of Terrorism
Materi online terkait perang suci (jihad) yang terdapat pada situs atau web yang beraliran
radikal, dapat memberikan
“pencerahan” kepada
individu/masyarakat yang mengaksesnya. Penjara, radikalisasi yang dilakukan oleh para
terpidana kasus terorisme dipandang oleh beberapa pengamat sebagai lahan subur bagi
penanaman paham radikalisme keagamaan yang dapat menjurus kepada aksi terorisme.
Rekam jejak tumbuh kembang radikalisme pada akhirnya menampilkan wajah kekerasan atau
terorisme di Indonesia (Ken Conboy), dimana dalam perkembangannya, pelaku terorisme
selalu meningkatkan segala upaya dalam mewujudkan perjuangan yang diyakini oleh
kelompok bahwa apa yang diperjuangkan adalah benar dan diyakini berjuang
dijalan Allah/agama yang diyakininya (radikalisme keagamaan)
[19]
. Menurut SETARA Institute, terkait survey tentang hubungan antara terorisme dengan
organisasi agama radikal di tanah air terlihat bahwa lebih banyak anggota masyarakat yang
memberikan pernyataan negatif. Dengan kata lain, bagian terbesar masyarakat tidak melihat
adanya hubungan antara terorisme dengan organisasi agama radikal. Namun demikian,
dengan perbedaan prosentase yang tidak terlalu jauh terdapat pernyataan bahwa keduanya
memiliki hubungan
[20]
, seperti yang di tunjukkan pada gambar berikut :
Gambar 1. Hubungan antara Organisasi Radikal dan Terorisme

19
Lihat, Srigunting., Jurnal, http://jurnalsrigunting.com/2012/03/27/tumbuh-kembang-
fundamentalisme-radikalisme-dan-terorisme-sebagai-bahaya-latent-di-indonesia, diakses
pada tanggal 8 Maret 2014, pukul 15.30 WIB.
20
Hasani.,Ismail, et-al,
Radikalisme Agama diJabodetabek & Jawa Barat: Implikasinya terhadap Jaminan
Kebebasan Beragama/Berkeyakinan
(Jakarta : SETARA Institute, 2010), h.69.

.

ada pula yang menganggap bahwa di antara keduanya terjadi saling dukung dan saling simpati [21] . meski dengan prosentase yang lebih kecil. Abu Dujana .Abu Bakar Ba’asyir. memperkuat sinyalemen .12 Dynamics of Terrorism Pada survey lain yang dilakukan oleh SETARA Institue. terutama melalui kelompok islam radikal Jema’ah Islamiyah (JI) yang dibentuk oleh Abdullah Sungkar dan Ust. dimana kegiatannya didominasi di wilayah Indonesia [22] . terdapat asumsi masyarakat yang menganggap bahwa kedua entitas tersebut memiliki tujuan yang sama. Bahkan. dan Abu Bakar Ba’asyir. Bentuk hubungan antara Organisasi Radikal dan Terorisme Hubungan yang disinyalir terbentuk antara kelompok islam radikal dengan terorisme adalah. Al-Qaida menginvestasikan hingga seperlima dari kekuatan operasionalnya di Asia Tenggara. Umar Patek. Gambar 2. menurut penelitian beberapa sumber. seperti Hambali. Penangkapan beberapa tokoh sentral JI.

keterkaitan JI dengan Al-Qaida sekaligus menghambat/mengganggu koneksi dan aktifias jaringan Al-Qaida di Asia Tenggara [23] .. h. (Virginia : Marine Corps University Press.. Edited by Cigar. 13 Dynamics of Terrorism .. Kesimpulan Radikalisme terbentuk melalui dinamika interpersonal dan lingkungan dengan memanfaatkan faktor sosial-politik. kultural. 23 Ibid. h. Adam.70. & Kramer. keagamaan. h. Failures. N.95-99.83-85. ideologis. 22 Dolnik. dan kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi 21 Ibid. op-cit. The State of Al-Qaida in Southeast Asia Ten Years Since 9/11 in the Book of Al-Qaida After Ten Years of War : A Global Perspective of Successes. 2011). Stephanie E. and Prospects .

2006). 2013). Indikasi terbentuknya hubungan antara kelompok radikal di Indonesia dengan organisasi teroris adalah keterkaitan antara Jema’ah Islamiyah (JI) dengan Al-Qaida . Perubahan suatu individu/kelompok menjadi radikal dan pada akhirnya bermuara menjadi/mendapat label teroris. . & Kramer.academia. dapat membantu untuk menggolongkan kelompok teroris berdasarkan variabel dan klasifikasi yang terdapat pada dimensi terorisme. The Role Of Muslim Identity Politics In Radicalisation (London : Department for Communities and Local Government. 2003). dan lingkungan penjara. 8. 2. Jeff. Cigar.. 6. A.D & Dubouloz. C-J... 10. American Political Science Review : The Strategic Logic of Suicide Terrorism (Volume 97 No.. {asulistyo-2014} 14 Dynamics of Terrorism Referensi 1. Tujuan kelompok teroris untuk memperoleh pendukung dan memaksa pihak otoritas diklasifikasikan ke dalam tipe terorisme demonstratif. tujuan mendirikan negara ideal. Bjelopera. Dalam kasus di Indonesia.3 : American Political Science Association (APSA).edu...... Wilner. Sifat fanatisme berlebihan melalui klaim kebenaran terhadap suatu aliran kepercayaan. Al-Qaida After Ten Years of War : A Global Perspective of Successes. N. IEP. serta perang suci menjadi landasan utama terbentuknya redikalisme keagamaan. radikalisme agama (islam) tidak menjadi faktor utama terbentuknya aksi terorisme. Tinka. 9. Ph. Ismail. 2005). American Jihadist Terrorism : Combating a Complex Threat (Washington. 11. Robert A. Terorisme di Indonesia : Jaringan Noordin M. & Staun. Radikalisme Agama di Jabodetabek dan Jawa Barat : Implikasinya terhadap Jaminan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (Jakarta : SETARA Institute. penggunaan segala cara. The Mind of The Terrorist : A Review and Critique of Psychological Approaches (California : The Journal of Conflict Resolution. 2012). jaringan sosial. Jørgen. Crenshaw. 7. Martha. terbentuk melalui peranan perantara (individu kharismatik). Pape. 12... and Prospects (Virginia : Marine Corps University Press. ketaatan mutlak terhadap pemimpin agama. 2007). dan bunuh diri. Stephanie E. internet. Islamist Radicalisation: A Root Cause Model (Den Haag : Netherlands Institute of International Relations Clingendael. Global Terrorism Index : Capturing the Impact of Terrorism for the Last Decade (Sydney : Institute for Economics and Peace. Pengelompokan tipe-tipe terorisme berdasarkan taget dan motivasi tiap kelompok.119. 3...individu/golongan agar dapat memiliki fanatisme tinggi terhadap ilmu/aliran yang dipelajarinya. Chapter 13 : The Psychology of Political Terrorism (San Francisco : Political Psychology. Jerome P. Top (Jakarta : Asia Report No. Victorrof. Veldhuis. International Crisis Group. destruktif. meskipun kelompok radikal islam dianggap memiliki tujuan yang sama dengan kelompok terorisme. 2013). Tufyal. DC : Congressional Research Service. 4.. Wahabi di Arus Radikalisme Islam di Indonesia (Bandung : https://unpad. 2010). 2009). et-al. Choudhury. Failures. 2011). Rimbun.D. 5. Hasani. 1986).. Ph. Natamarga.

antaranews.com. http://www.com. 2013).Homegrown Terrorism and Transformative Learning : An Interdisciplinary Approach to Understanding Radicalization (Ottawa : Canadian Political Science Association Conference. M. 19.detik. http://news. Yusdani.com. .blogspot.Ag. http://jurnalsrigunting. 18. http://handofreason.com. http://www..edu.referensimakalah. Buletin Al-Islamiyah : Menguak Akar Kekerasan Benuansa Agama (Yogyakarta : Universitas Islam Indonesia.com.com. 2009). http://wahid-hambali.academia. 17. http://www. 15. 14.com. 21. 13. 16. 20. Drs. http://artikata.