You are on page 1of 14

BAB 10

KALOR DAN PERPINDAHAN KALOR

A. Kalor Sebagai Bentuk Energi
Kalor adalah suatu jenis energy yang dapat menimbulkan perubahan suhu pada suatu
benda.
Secara alami kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah,
sehingga terjadi percampuran suhu dari kedua bendaitu.
Contoh:
1. 1 kg air yang sedang mendidih suhunya 1000C dicampur dengan 1kg air yang bersuhu
500C, maka suhunya menjadi?
Dik: t 1 = 1000C
t2 = 500C
karena massanya sama (masing – masing 1 kg) maka berlaku:
2+ 1 100 +50
tcampuran = = = 750C
2 2
2. Untuk menghasilkan air yang bersuhu 60 0C maka 100 gram air yang bersuhu 300C
harus dicampur dengan 100 gram air yang bersuhu….
Dik: t a = 600C
t1 = 300C
karena massa air sam amaka berlaku:
2+ 1
t a = 2 → t2 = 2 x t a – t 1
= 2 x 600C - 300C
= 1200C - 300C
= 900C
Satuan kalor:
a. Dalam satuan internasional (SI) = Joule
b. Umum = kalori

Kesetaraan satuan kalori: 1 kalori = 4,2 joule

1 joule = 0,24 kalori

Kalor yang dilepaskan = kalor yang diterima

Pendapat Joseph Black yang disebut Azas Black:

Pengaruh kalor terhadap suatu benda akan menimbulkan perubahan suhu dan
perubahan bentuk atau wujudnya.

Deassy Siska, .M.Sc Page 1

Waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu yang sama pada air 50 ml lebih cepat dari pada air 100 ml. Kalor yang diperlukan oleh (I) lebih banyak daari pada (II) untuk mencapai suhu yang sama. . . . Hubungna kalor dengan jenis zat. Banyaknya kalor yang diberikan kepada benda sebanding dengan perubahan suhu benda itu. . Kalor yang diperlukan (II) lebih besar dari pada (I) pada kenaikan suhu yang sama. c . Contoh: Kalor jenis air 4. Semakin besar massa benda. . Δt ket: Q = banyaknya kalor yang diperlukan/dilepskan (J) m = massa zat (Kg) c = kalor jenis zat (J/Kg0C) Δt = perubahan suhu (0C) Deassy Siska. . semakin banyak kalor yang diperlukan.Sc Page 2 . Semakin lama pemanasan. semakin besar kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu yang sama. Kalor dapat mengubah suhu benda. . Banyaknya kalor yang diperlukan setiap kg zat untuk menaikkan suhu 1 0C disebut kalor jenis zat. Waktu yang diperlukan oleh(II) lebih cepat dari pada (I) untuk mencapai suhu yang sama.2 x 103J. . Kalor yang diperlukan zat untuk menaikkan suhunya bergantung pada jenis zatnya.2 x 103J/Kg0C artinya 1 kg air setiap suhunya naik 10C memerlukan kalor sebanyak 4. air semakin tinggi suhunya. Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhunya sebanding dengan massa benda itu. Semakin besar kenaikan suhu benda.M. . Banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan suatu zat dapat dirumuskan: Q = m . . Hubungan kalor dengan massa benda. karena massa bendanya berbeda. .

Sc Page 3 . berapakah banyaknya kalor yang diperlukan? Dik : m = 3 kg c = 460J/Kg0C Δt = 600C .8 x 102 J/kg0C. Kalor jenis beberapa zat: Jenis zat Kalor jenis zat (J/Kg0C) Es 2100 Air 4200 Alcohol 2400 Raksa 140 Alumunium 900 Tembaga 390 Besi 450 Perak 230 Contoh: 1. 0.8 x 102 J/kg0C Deassy Siska. berapakah massa alumunium? Dik : Q = 88000 J c = 8. Δt = 3kg .300C = 200C Dit : Q? Jawab: Q = m . 200C = 1. 460J/Kg0C .1 kkal 3. c . Benda massanya 3 kg memiliki kalor jenis 460J/Kg0C dipanaskan dari suhu 100C sampai 600C. 500C = 69000J 2. c . Δt = 500kg . Berapa banyaknya kalor yang diperlukan? Dik : m = 500 kg c = 0.01 kkal/Kg0C .100C = 500C Dit : Q? Jawab: Q = m .11 kkal/kg0C dipanaskan 300C sampai 500C. . Banyaknya kalor untuk memanaskan alumunium adalah 88000 J dari suhu 300C sampai 400C dengan kalor jenis 8. Besi massanya 500 gr memiliki kalor jenis 0.11 kkal/Kg0C Δt = 500C .M.

300C = 100C Dit : Q? Deassy Siska. Δt = 400C .Sc Page 4 .M. .

2 ta = 4 ta – 80 200 + 80 = 4t a + 2ta 6ta = 280 280 ta = 6 = 46. . c2 . (100 . Δt2 2 . cair . Jawab: Q = m . c . Mencair atau melebur dan menguap terjadi karena menerima kalor. . kalor dapat dipanaskan juga mengubah wujud zat.670C uap air selain menaikan suhu suatu zat. 8. Δt 88000 J = m . c2 . (ta – 20) 200 . Deassy Siska. maka suhu air yang diperoleh: Q1 = Q2 m1 .es diberi kalor mencair/melebur pada suhu 00C menjadi air. Δt2 contoh: Seorang ingin mandi air hangat dengan mencampur 2 kg air 100 0C dengan 4 kg air dingin 200C.air diberi kalor mendidih pada suhu 1000C es dipanaskan . c1 . Δt 1 = m2 .t a) = 4 . Δt 1 = m2 .Sc Page 5 . . cair .8 x 102 J/kg0C. air yang mendidih diberi kalor suhunya tetap akan menguap menjadi kalor. c1 . 100C 88000 m= 8800 kg m = 10 kg Hukum kekekalan energy kalor: Banyaknya kalor yang diberikan = banyaknya kalor yang diterima Q1 = Q2 m1 .M. .

Air dapat mengalami tiga wujud: padat. Bahan kamper atau kapur barus yang berupa gas bila melepaskan kalor akan menyublim / menghablur sehingga menjadi kamper (padat). . . Perubahan wujud zat padat ke gas. Grafik perubahan wujud zat karena kalor: . Uap air (gas) melepaskan kalor akan mengembun menjadi air. Peristiwa yang melepaskan kalor berupa mengembundan membeku. Selama mneyublim kamper mengecil kemudian habis semuanya berubah menjadi gas. .M. Perubahan wujud zat cair yang melepaskan kalor: . kamper atau kapur barus (zat padat) diberi kalor akan menyublim menjadi gas. . . . Deassy Siska. dan gas. Pada suhu 00C sebagai titik lebur atau titik beku air .Sc Page 6 . cair. Pada suhu 1000C sebagai titik didih atau titik uap air. Air (zat cair) melepaskan kalor akan membeku menjadi es (padat) .

Mengurangi tekanan di atas permukaan zat . .Memindahkan air panas dari gelas ke piring .Molekul – molekul zat cair yang menguap banyak yang mengisi ruang antar molekul – molekul udara. . Memperluas bidang permukaan . Air yang mendidih bila terus dipanaskan akan menguap. Dengan cara menambah pemanasan atau menambah suhu benda seperti: menjemur. memasak air.Memperlebar pakaian yang dijemur c. b. . . Selama menguap diperlukan kalori Cara mempercepat penguapan: a.M.Dengan mengurangi tekanan jarak antar molekul – molekul udara bertambah besar . Air dipanaskan akan mendidih. a = membeku (melepaskan kalor) b = mencair/melebur (menerima kalor) c = menguap (menerima kalor) d = mengembun (melepaskan kalor) e = meyublim/menghablur (melepaskan kalor) f = menyublim (menerima kalor) pada saat menguap memerlukan kalor. Deassy Siska.Sc Page 7 . Perubahan wujud zat.

Akibat siraman itu uap air pada labu ketika mendidih terjadi oendiinnginan terhadap uap sehingga terjadi mengembun. Untuk menurunkan titik didih maka tekanannnya diperkecil (di bawah 76 cmHg) Cara memperkecil titik didih . dengan meniupkan udara maka molekul – molekul uap segera berpindah dari bendanya. Benda dikatakan mendidih apabila dipanaskan sehingga terbentuk gelembung – gelembung air dan ada penguapan. .ornya diserap Freon sehingga suhunya turun maka benda cair itu akan membeku. timbale = 16200C.d. . . . Siram labu dengan air dingin . raksa = 3570C. Ketika mendidih suhunya tetap. Akibat mengembun mengakibatkan tekanan turun . Setelah air dalam labu tidak mendidih . alcohol = 650C. Di daerah pegunungan yang tekanannya kurang dari 76 cmHg. Contoh: air = 1000C. Akibat tekanan itu membesar maka air mendidih di atas suhu 100 0C Kalor dan Perpindahan kalor 7 . dan tembaga = 23000C. Akibat menurunnya tekanan maka air dalam labu mendidih lagi Cara memperbesar titik didih: . Apabila Freon menguap akan menyerap kalor sehingga suhunya turun. Air mendidih pada suhu 1000C pada tekanan 76cmHg . . Suhu zat pada waktu mendidihkan atau menguapkan disebut titik didih atau titik uap. . Meniupkan udara di permukaan benda yang panas. Sifat Freon mudah menguap . Zat yang digunakan untuk pendinginnya adalah Freon. sedangkan kalornya digunakan untuk proses penguapan. . Alat yang dapat menurunkan suhu benda adalah lemari es dan alat pendingin (air conditioner = AC) atau refrigerator. Benad cair yang ada dalam ruang beku yang la. Air yang mendidih menimbulkan uap air . Uap air tidak keluar karena panci ditutup rapat sehingga tekanan uap air makin besar . Untuk mendidih diperlukan kalor. maka air mendidih kurang dari 1000C. Titik didih dipengaruhi oleh tekanan: .

Kalor uap adalah banyaknya kalor yang diserap 1 kg zat untuk menguap pada titik didihnya.27 x 106 J/kg = 2. maka berapakah massa raksa itu? Dik: Q = 5. Banyaknya kalor yang diperlukan selama mendidih tergantung pada massa zat (m) dan kalor uap (U).98 x 105 J/kg Dit: m? Jawab: Q=m.27 x 107 J 2.98 x 105 J/kg.27 x 106 J/kg Dit: Q? Jawab: Q = m U = 10 kg .1 x 106 J/kg Raksa = 2.27 x 106 J/kg. berapa banyaknya kalor untuk menguapkan air itu? Dik: m = 10 kg U = 2. 2. 2. Banyaknya kalor yang menguapkan raksa adalah 5.96 x 10 J = m . Akibat air mendidih di atas suhu 1000C maka makanan dalam panci itu lebih cepat masak dan tulang ikan menjadi lunak. U 5.35 x 106 J/kg Timbale =7.96 x 107 J U = 2. Air yang massanya 10 kg dipanaskan dari suhu 30 0C sampai mendidih 1000C dan kalor uapnya 2.35 x 105 J/kg Rumus banyaknya kalor untuk menguapkan zat: Q=mU Ket: Q = banyaknya kalor (J) m = massa zat (kg) U = kalor uap (J/kg) Contoh : 1..98 x 105 J/kg 7 Kalor dan Perpindahan kalor 8 . sedangkan kalor uapnya 2. Contoh kalor uap: Air = 2.98 x 105 J/kg Tembaga = 7.27 x 106 J/kg Alcohol = 1.96 x 107 J dari suhu 300C ke 650C.

000J/Kg timbale = 25.000J/Kg Rumus banyaknya kalor untuk meleburkan zat: Q=m.96 10 7 m= 2. Contoh: air = 336. .000J/Kg Alcohol = 69. .89 10 5 / m = 20 kg ketika melebur memerlukan kalor. . Jika es dipanaskan dari padat menjadi cair . Selama proses peleburan suhunya tidak berubah . Suhu meleburnya tetap .000J/Kg Alumunium = 403. Jika air dilepaskan kalornya atau diturunkan suhunya dair zat cair akan menjadi es (padat) yang disebut membeku. Titik lebur sama dengan titik beku.390C Ketika membeku melepaskan kalor. 5.L Ket: Q = banyaknya kalor (J) Kalor dan Perpindahan kalor 9 . Suhu untuk melebur disebut titik lebur Contoh titik lebur: Es (air) = 00C Timbale = 3270C Tembaga = 10800C Platina = 17690C Alumunium = 6600C Alcohol = -970C Raksa = .000J/Kg tembaga = 206. Suhu untuk melebur sama dengan suhu untuk membeku. Kalor lebur adalah banyaknya kalor yang diserap oleh 1 kg zat untuk melebur pada titik leburnya.000J/Kg raksa = 120. Jika kamper dipanaskan dari padat menjadi cair . Kamper melebur antara suhu 550C – 540C . .

Tekanan dari kawat dapat menurunkan titik lebur es sehingga di bawah kawat mencair. maka keluar kalornya dan suhunya turun sehingga terbentuk zat cair.000 J/kg Kalor beku adalah banyaknya kalor yang dilepaskan oleh 1 kg zat untuk membeku pada titik bekunya. Kalor beku sama dengan kalor lebur. untuk meleburkan tembaga 5 kg.015 x 106 J Dit: L? Jawab: Q=m.015 106 L= 5 L = 403.015 x 106 J.000J/kg. Es massanya 10 kg dengan kalor lebur 336. Menambahakan tekanan .000J/kg Dit: Q? Jawab: Q = m . Menambah dengan zat lain . L 2. b.Air dicampur garam pada es balok .Kawat masuk dan memotong balok es tetapi balok es tidak terpotong menjadi dua bagian . L = 10 kg .015 x 10 J = 5 kg . L 6 2. 336. Banyaknya kalor 2.000J/kg = 3. maka berapa banyaknya kalor untuk meleburkan es itu? Dik: m = 10 kg L = 336. Cara menurunkan titik lebur: a.Sifat ini digunakan pada pembuatan es lilin Jika suatu gas didinginkan. Kalor dan Perpindahan kalor 10 . maka berapa kalor leburnya? Dik: m = 5 kg Q = 2.36 x 106 J 2.Hal itu karena adanya tekanan kawat . m = massa zat (kg) L = kalor lebur (J/kg) Contoh: 1.

Dengan panas yang ada pada setrika dapat mengubah baju atau pakaian yang kusut menjadi rapi. tembaga.Uap air bergerak dan didinginkan oleh pendingin sehingga uap air yang berupa gas berubah menjadi zat – zat cair. Logam yang paling baik sebagai konduktor adalah tembaga. Kalor yang dikeluarkan atau dibebaskan gas untuk berubah menjadi zat cair disebut kalor embun. cerek.Selama mendidih terbentuk uap air (gas) . Alat pendingin seperti lemari es dan AC d. silicon. wajan da sebagainya terbuat dari logam.Bahan yang akan disuling dicampur air dipanaskan sampai mendidih .Zat cair itu sebagai hasil dari penyulingan. alumunium. B. alumunium. . Suhu tinggi menyebabkan makanan lebih cepat masak dan makanan lebih lunak. yaitu perpindahan kalor secara hantaran tanpa pemindahan bagian – bagian zatnya. Pemanfaatan sifat konduktor dalam kehidupan sehari – hari berupa: panci. . c. Contohnya: kayu. b. karet. air. Besarnya kalor embun sama dengan akelor uap. . emas. baja. baja. Alat yang menggunakan sifat kalor diantaranya: a. 1. Perpindahan Kalor Kalor dapat berpindah dengan cara konduksi.Bagian – bagian logam itu tidak ikut berpindah . Alat penyulingan . kaca. . Setrika .Kalor mengaliir dari bagian logam panas ke bagian dingin . Konduktor kalor adalah benda yang baik untuk menghantarkan panas. udara dan sebagainya. plastic. gelas. Perpindahan kalor secara konduksi Perpindahan kalor secara konduksi. perak. Kalor dan Perpindahan kalor 11 . konveksi dan radiasi. Isolator kalor adalah benda yang sukar menghantarkan panas. dan berbagai logam lainnya. Benda menurut daya hantar kalornya terdiri dari konduktor dan isolator. raksa. dan berbagai logam lainnya. Contohnya: besi. Panci tekan (pressure cooker) . Contohnya jahe akan menghasilkan minyak arsiri. .Contohnya perpindahan panas pada besi.

Air dapat menghantarkan panas secara konveksi bukan konduksi. 2. Digunakan nelayan untuk pulang berlayar d. Perpindahan kalor secara konveksi Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat cair atau gas/udara karena gerakan atau perpindahan/aliran bagian – bagian yang panas. b. Maka angin laut itu angin dari laut yang bergerak ke darat Angin darat pada malam hari: . Udara yang dingin turun ke bawah menggantikan tempat udara panas . Konveksi uadara atau gas . Pemanfaatan sifat isolator dalam kehidupan sehari – hari berupa: pegangan setrika. Konveksi udara Kalor dan Perpindahan kalor 12 . Peristiwa alam dalam konveksi udara yaitu angin darat dan angin laut. Digunakan pada pemanasan air . Digunakan nelayan untuk pergi berlayar menangkap ikan c. Konveksi angin darat . Akibat hal itu angin bergerak dari laut ke darat . Maka angindarat itu angin yang bergerak dari darat ke laut Pemanfaatan konveksi dalam kehidupan sehari – hari: a. Sistem pendinginn mesin mobil. Akibat hal itu angin bergerak dari darat ke laut .Konveksi terjadi Karena pada bagian air yang dipanaskan memuai sehingga massa jenisnya kecil. Udara yang dipanaskan lilin akan naik ke atas . Angin laut pada siang hari: . dan sebagainya. mengakibatkan air yang panas itu bergerak ke atas dan tempatnya itu akan segera diisi air yang suhunya rendah. Udara di laut panas maka udaranya naik ke atas dan tempatnya diisi oleh udara dingin dari darat . Konveksi air . Udara yang panas bertekanan rendah dan renggang sehingga bergerak mengisi udara yang panas. . pegangan panci. Konveksi angin laut . Udara di darat panas akan naik dan tempatnya akan diisi oleh udara dari dingin dari laut . .

Alat untuk mengetahui adanya pancaran atau radiasi kalor disebut termoskop. Pada waktu siang yang panas supayay tubuh merasa nyaman mak perlu memakai pakaian putih . Pancaran kalor hanya terasa pada kulit kita. .Warna putih kurang menyerap kalor Warna hitam merupakan waran yang daoat memencarkan dan menyerap kalor dengan baik. b. panas api sampai pada tubuh manusia pada jarak tertentu (seperti api unggun dan penghangat ruangan). maka panasnya itu perlu diserap.Digunakan pada ventilasi rumah atau bangunan 3. dan di bawah A turun. dan tidak melalui zat perantara. .Sumbat gabus untuk menghindari/mengurangi hilangnya panas secara konveksi melalui udara (uap) keluar dari air panas. sehingga agar mesin tidak terlalu panas. Kalor dan Perpindahan kalor 13 . . sebab waran putih kurang menyerap kalor dan dapat memantulkan kalor sehingga kalornya tidak sampai ke tubuh. c.Mesin mobil yang bekerja menimbulkan panas. Sebaliknya jika memakai yang berwarna hitam akan terasa gerah karena warna hitam atau gelap dapat menyerap dan memancarkan kalor sehingga kalornya itu sampai terasa pada tubuh.Warna hitam lebih banyak menyerap kalor . Radiator pada lemari es dan mobil di cat hitam .Dinding kaca mengkilat untuk menghindari/mengurangi hilangnya kalor secara radiasi. Perpindahan kalor secara radiasi Perpindahan kalor secara radiasi yaitu perpindahan panas secara langsung. Agar mudah diserap maka radiator di cat hitam. pancaran. berarti tekanan di A>B. . Contohnya: panas matahari sampai ke bumi. Termos sebagai alat penyimpan air panas . . Pemanfaatan sifat kalor pada radiasi: a.Vakum/hampa udara untuk mengurangi perambatan kalor secara konduksi.Jika bola kaca A (hitam) dan B (putih) kedua – duanya dikenakan pada pancaran kalor. Warna putih kurang baik untuk memancarkan dan menyerap kalor. permukaan zat cair (alcohol) pada pipa U dibawah B naik.