You are on page 1of 4

UJIAN TENGAH SEMESTER

K3 DAN LINGKUNGAN TAMBANG

Disusun Oleh :

Nama : Selviana Naca
NIM : DBD 114 100

UNIVERSITAS PALANGAKA RAYA
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK PERTAMBANGAN
2016
KECELAKAAN KERJA DI PT. ADARO INDONESIA

Penilaian Resiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

1. Identifikasi Bahaya
a. Apakah ada sumber bahaya yang dapat menimbulkan cedera ?
 Kecelakaan kerja terjadi diperkirakan oleh Human Error.
 Aktivitas blasting (peledakan di areal tambang) yang diduga menyalahi
prosedur.
b. Siapa yang terpapar dengan sumber tersebut ?
 Dua pekerja (Syahrian dan Fitriyadi) yang bekerja di PT.Adaro Indonesia.
c. Bagaimana cedera dapat timbul/terjadi ?
 Bahaya bersumber dari kegiatan peledakan yang dilakukan oleh bagian
lapangan dari PT.Adaro Indonesia yang saat itu sedang melakukan kegiatan
peledakan.

2. Analisa Bahaya (Hazan)
Kecelakaan kerja ini mengakibatkan dua pekerja (Syahrian dan Fitriyadi) yang
bekerja di PT.Adaro Indonesia tewas ditempat dengan mengenaskan karena
bongkahan tanah dan batu-batu sebesar kepala orang dewasa menimpa bagian
tengkuk dan kepala para korban.

3. Penilaian Resiko
Lokasi kecelakaan terjadi dilahan tambang Wara Tepian, Kecamatan Tanta,
Kabupaten Tabalong, atau sekitar 30 kilometer dari kota Tanjung.
kecelakaan terjadi pada Senin, 08 Januari 2007 sekitar pukul 13.00 Wita, bermula
dari keteledoran bagian lapangan saat memasang bahan peledak. Mereka menanam
bahan peledak hanya berjarak sekitar 50 meter dari bunker, tempat para pekerja biasa
berlindung. Padahal sesuai aturan baku, jarak bunker dengan bahan peledak minimal
100 meter.
Akibatnya, bom yang meledak itu ikut mempeorakporandakan bunker. Dua pekerja
yang berlindung di dalamnya terlempar keluar sampai sejauh 5 meter dan terbanting
di tanah.
Kuatnya ledakan juga mengakibatkan bongkahan tanah dan batu ukuran besar
berhamburan dan akhirnya menimpa para pekerja yang sudah terkapar di tanah
dengan posisi tertelungkup itu.
Akibatnya, Syahrian dan Fitriyadi tewas karena bongkahan tanah dan batu-batu
sebesar kepala orang dewasa menimpa bagian tengkuk dan kepala.
4. Pengontrolan
 Diperlukan persyaratan yang ketat, mulai dari juru ledak yang harus
memiliki lisensi resmi, izin peledakan, izin membeli peledak, hingga izin
menyimpan bahan peledak.
 Diperlukan juru ledak yang lebih mengerti dan mampu menerapkan system
K3 didalam kegiatan kerjanya.
 Melakukan pengamanan area peledakan sebelum dilakukannya kegiatan
peledakan.