You are on page 1of 10

MENENTUKAN BANYAK LILITAN DAN UKURAN KAWAT LISTRIK

1 DAN 3 FASA

Untuk melilitkan kembali motor-motor listrik pada pekerjaan reparasi, pada umumnya
kita hanya mengganti lilitan motor dengan banyak lilitan dan ukuran kawat yang sama
dengan aslinya, atau merubah banyak lilitan dengan ukuran kawat sesuai dengan ukuran
perubahan tegangan yang dikehendaki.

Bagi motor-motor yang masih ada kumparannya, artinya masih bisa dihitung banyak
lilitan dan dapat diukur besar kawatnya. Pekerjaan mengganti atau melilit kembali motor-
motor ini tidak menjadi masalah.

Tetapi bila motor-motor sudah dalam keadaan kosong atau tidak diketahui lagi berapa
banyak lilitan dan ukuran kawat yang sebenarnya, dan juga jika kita ingin merubah motor
1 fasa menjadi 3 fasa maka penjelasan-penjelasan berikut ini dapat dipakai sebagai
pedoman.

Perlu diketahui, bahwa suatu rangka dari motor 1 fasa mempunyai ukuran 1,5 kali
ukuran motor 2 atau 3 fasa jika bekerja dengan daya dan kecepatan yang sama. Dengan
perkataan lain, perubahan motor 1 fasa menjadi motor 2 atau 3 fasa dapat menghasilkan
1,5 kali lebih besar.

Salah satu cara terbaik untuk menentukan besarnya daya yang diberikan suatu motor
listrik adalah dengan mengetahui besarnya “CYLINDRICAL INCHES” dari inti besi stator
dari motor tersebut. Cylindrical inches dari inti besi stator adalah perkalian kuadrat garis
tengah dalam stator dengan panjang inti besi garis tengah (D) dan panjang inti (L)
dinyatakan dalam satuan inci.

Jadi: D2 x L akan menetukan daya maksimum motor.

Pada tabel 1. dapat dilihat besarnya Cylindrical minimum untuk motor daya ¼ Tk
sampai 7½ Tk.
Daya D2 x L Penampung kawat / A
(dalam Tk) minimum (Cir.Mils)
¼ 12 320

⅜ 20 375

½ 25 450

¾ 30 475

1 40 500

1½ 55 525

2 75 550

3 90 600

5 120 650

636 x 2. Untuk menentukan banyaknya lilitan stator. kita tidak menemukan nilai cylindrical inches 29.636 x S x L x B = 0.29. Maka dalam hal ini kita ambil yang paling mendekati yaitu 30. Dengan mensubstitusikan nilai S. Contoh penggunaan tabel 1 Umpamakan suatu motor listrik 3 fasa 4 kutub dengan ukuran inti besi stator sebagai berikut: Diameter dalam (D) : 3. 7½ 200 675 Tabel 1.453125 x 3 x 25000 = 117012 maxwell Selanjutnya banyak lilitan tiap fasa dapat dihitung dengan rumus: . terlebih dahulu harus ditentukan besarnya fluksi/kutub/fasa (ɸ) yang dapat ditentukan dengan rumus ɸ = 0. untuk motor 4 kutub S = 3.453125 B = Induksi maksimum.14 x 3. Dari contoh soal diatas.1252 x 3 = 29.30000 gauss/inci persegi Untuk motor 2. Besarnya daya motor akan kita temukan pada kolom 1 sesuai dengan besarnya nilai cylindrical inches. Cylindrical inches minimum motor listrik ¼ Tk sampai 7½ Tk. Pada kolom 1 dari tabel 1 dapat kita temukan daya motor yaitu ¾ Tk.636 x S x L x B Dimana: S = Lebar kutub = keliling stator / banyak kutub atau = ᴨ x D / 2P Sesuai dengan contoh diatas.29 Carilah nilai cylindrical inches ini pada kolom 2 dari daftar tabel 1.4 dan 6 kutub: B = 25000 gauss/inci persegi Untuk motor 8 kutub atau lebih: B = 20000 gauss/inci persegi Jadi disini B = 25000 gauss.L dan B pada rumus diatas. yang besarnya antara 20000 .125 inci Panjang inti (L) : 3 inci Besarnya Cylindrical inches : D2 x L = 3. Bila kolom 2 dari tabel 1 tidak dijumpai nilai yang persis sama dengan nilai D 2 x L yang kita hitung. fluksi/kutub/fasa dapat dihitung ɸ = 0. ambillah nilai yang paling mendekati.125 / 4 = 2.

35 x ɸ x F Dimana: E = Tegangan fasa.90 0. Besarnya ampere yang dinyatakan disini adalah ampere yang masuk pada terminal motor.92 76 80 .30 A dan pada tegangan 380 V = 1. Menurut tabel 2 ini.518 71 76 ½ 4 1. Pada hubungan bintang: E fasa = E Line / V3 Pada hubungan segitiga = E line Bila motor pada contoh diatas bekerja pada tegangan fasa E = 220 V dan F = 50Hz Maka: 220 x 100000000 N = ------------------------ 7.33 A. yang merupakan arus line atau arus jala-jala. E x 108 N = --------------------- 7. untuk motor ¾ Tk besarnya ampere untuk tegangan 220 V = 2.59 0.35 x 117014 x 50 = 512 lilitan Bila motor mempunyai 24 alur dililit dengan lilitan lapis ganda (double layer) maka banyak kumparan = banyak alur = 24 Kumparan/fasa = 24/3 = 8 Jadi banyak lilitan / kumparan = 512/8 = 64 lilitan Besarnya ukuran kawat yang akan dipakai tergantung kepada besarnya kuat arus yang bekerja. Dalam hal ini perlu diingat:  Pada hubungan bintang 1 line = 1 fasa  Pada hubungan segitiga 1 line = 1 fasa x V3 atau 1 fasa = 1 line / V3 Dari dua nilai ampere ini yang manakah yang akan diambil untuk menentukan besarnya ukuran kawat. besarnya kuat arus ini dapat dilihat pada plat nama motor. yaitu besarnya tegangan yang bekerja pada setiap kumparan fasa yang disebut juga E fasa. Daya Ampere Terminal Persentase Kutub (Tk) 220 V 380 V Efesiensi Cos phi ¼ 4 0. Pada tabel 2 diberikan besarnya Ampere terminal (arus lain) efesiensi (randemen) dan faktor kerja (cos phi) dari motor 3 fasa 50Hz pada tegangan 220 V dan 320 V yang dapat dipakai sebagai pedoman.

33 77 82 ¾ 6 2. Untuk ¾ Tk besarnya penampang kawat untuk setiap amperenya adalah 475 cir.33 A adalah 1.02 1.33 A.13 82 87 2 6 6.06 72 73 ½ 8 1.59 81 80 1½ 8 5.90 10.30 1.75 79 81 1 8 3.75 cir.49 79 81 2 8 7.03 85 82 Tabel 2. yang nilainya sama dengan besarnya ampere hubungan bintang pada tegangan 380 V.31 2. Kuat arus terminal.70 7. .5 87 5 6 13.3 7½ 6 19.40 11.84 1.mils.09 2.04 8.63 2.40 73 80 ¾ 8 2. ½ 6 1.48 2.10 75 71 1½ 4 4.10 84 82 7½ 4 18.87 4.90 87 88. sehingga penampang kawat yang diperlukan untuk arus 1.62 73 72 1 4 2.23 7. Dan harus dihubungkan bintang.04 3.42 1.80 12. Jadi dalam hal ini.54 77 74 2 4 5.49 82 82 1½ 6 4. Pada tabel 1 kolom 3 dicantumkan besarnya penampang kawat untuk setiap ampere dari motor ¼ Tk sampai 7½ Tk. bila bekerja pada tegangan fasa = tegangan line = 220 V.mils (circula mils = mili inci persegi).80 1.55 78 63 5 4 12.33 x 475 = 631.63 80 83 1 6 3.91 1.65 85 86 5 8 14.20 86 87 7½ 8 20.34 87.42 3. besarnya arus fasa adalah besarnya ampere pada tegangan 220 V dibagi V3. efesiensi dan cos phi motor 3 fasa pada F = 50Hz Karena kita telah mensubstitusikan tegangan E = 220 V pada rumus: E x 108 N = ---------------------- 7.35 x ɸ x F Maka ini berarti pula bahwa motor harus dioperasikan dengan hubungan Delta (segitiga). bila bekerja pada tegangan 380 V.09 71 72 ¾ 4 2.89 1. yaitu 1.

08081 6.250 7 3.40 0.27 0.04526 2.100 0 8.91 0.46 211.02846 810.1 .370 3 5. Menurut tabel ini penampang yang paling dekat nilainya dengan 631.4 23 0.1620 26.83 0.06408 4.05707 3.510 9 2.2043 41.46 0. DIAMETER Penampang NO (mm) (mm) (cir.40 0.mils ini.30 0.04030 1.624 19 0.64 mm.230 12 2.03196 1.2294 52.63 0.380 11 2.1019 10. kita dapat menentukan besarnya diameter kawat yang diperlukan pada tabel 3 kolom 2.170 14 1.694 2 6.5 24 0.81 0.800 00 9.01594 254.600 000 10.60 0.67 0.820 8 3.54 0.26 0.4096 167.51 0.100 6 4.91 0.57 0.20 0.583 17 1.02257 509.022 21 0.3249 105.1 22 0.249 5 4.1443 20.630 4 5.4 26 0.60 0.4 cir.68 0.64 0.03589 1.1819 33.25 0.75 cir.01790 320.3648 133.024 0.500 1 7.048 18 1.1285 16.2893 83.35 0.02010 404 25 0.02535 642.12 0.090 10 2.05 0.mils ini adalah 642.80 0.72 0.15 0.mils dan pada kolom 2 kita peroleh diameter kawat yang kita perlukan yaitu kawat no.107 15 1.2576 66.257 16 1.09074 8.07196 5.530 13 1. 22 dengan diameter 0.mils) 0000 11.288 20 0.1144 13. Dari nilai penampang dalam satuan cir.45 0.05082 2.29 0.

00396 15.01126 126.5 28 0. kadang kawat dengan ukuran yang dikehendaki tidak tersedia. 25 No.09 0. maka kita akan menemukan suatu kawat yang ukurannya 3 nomor lebih kecil.32 0.7 32 0. 26 No.00708 50.72 39 0.01420 201. dua kawat no.21 33 0.20 0. 11 2 No. Kawat yang Kawat yang Tidak Gunakan Gunakan Tidak Tersedia Tersedia No.25 0. 24 No.36 0.47 40 0. 10 2 No. 25 No.75 35 0.25 36 0.08 0.133 0. 27 No. 22 .00630 39.00353 12. 20 dapat menggantikan satu kawat no. 13 2 No. Kalau kita mengamati dan menganalisa ukuran kawat pada tabel 3. mempunyai penampang setengah kali dari penampang kawat yang lebih besar.16 0. 17 Tabel 4 dibawah ini memberikan beberapa contoh penggantian kawat yang terdapat pada tabel 3. 12 2 No.5 31 0. 14 2 No. Daftar Ukuran Kawat Tembaga Walaupun sesungguhnya jauh lebih baik menggunakan suatu kawat dengan ukuran yang sama dengan aslinya dalam menggulung kembali motor listrik.18 0.29 0. Kawat dengan ukuran tertentu dapat saja diganti dengan dua atau tiga kawat lainnya.01264 159.00500 25 37 0. 13 2 No. 27 0. 20 besar penampangnya setengah dari penampang kawat no.01003 100. 16 2 No.00561 31.14 0. 23 No.83 38 0. dengan syarat gabungan beberapa kawat itu mempunyai penampang sama dengan kawat yang digantikan. 28 No.00314 9. Contoh: kawat no.10 0.888 Tabel 3.00445 19.00795 63.4 30 0.23 0. Dalam hal ini kita dapat saja menggantikannya dengan ukuran kawat yang lain.127 0.8 29 0.13 34 0. 15 2 No. 17 Jadi.00892 79.

berikut ini diberikan 2 contoh lagi untuk menentukan banyak lilitan dan ukuran kawat. D = 220 V I fasa = I hub.14 x 4. 24 No. 20 No. 14 2 No. Y = 3. 22 No.5 inci Tentukan: a.13 A / 5. 23 No. 1.26025 ɸ = 0. Banyak lilitan / kumparan.26025 x 3.5 x 25000 = 404033 Maxwell E x 108 N = ----------------- 7. No.87 Banyak alur : G = 24 D = 4. 20 2 No. N = -------------------------- . 16 2 No. Panduan Penggantian Kawat Yang Tidak Tersedia Untuk memperjelas pengertian.625 inci L = 3.636 x 7. 21 No. 17 2 No. 21 No. 19 2 No. 15 2 No. Suatu motor 3 fasa mempunyai data sebagai berikut: P = 2 Tk E = 380 / 220V / (Y/D) I = 3. 18 Tabel 4.35 x ɸ x F 220 x 100000000 a. 17 2 No. 19 No. b.13 A N = 2880 Rpm 2p = 2 LxD S = ---------- 2p 3.625 S = ----------------- 2 S = 7.4 A N = 2880 Rpm F = 50Hz Cos phi = 0.636 x S x L x B = 0. 18 2 No. Diameter kawat yang dipergunakan Jawab: E fasa = E hub.

N/kumparan = 148 : 8 = 18 lilit b. Sesuai dengan tabel 3.mils. tetapi kalau tidak bisa termuat seluruhnya. dengan ukuran besi stator D = 4.5 cir.18 (1. kawat no. 18 (1.2 inci Dililit untuk 2p = 4 Dioperasikan pada E = 380 V (D) F = 50Hz Tentukanlah:a. I fasa = 3.8 S = --------------- 4 S = 3. N/kumparan b.mils. 17 (1.15 mm).84 Maxwell E x 108 a. kawat yang dipakai adalah no.04 mm) sudah cukup memenuhi syarat.636 x 3.768 x 3. jadi penampang kawat yang diperlukan = 3.2 x 25000 = 191715.13 A Menurut tabel 1 untuk motor 2w Tk. dipakailah kawa no.5 x 404033 x 50 = 148 lilit Banyak kumparan = Banyak alur = 24 Kumparan/fasa = 24 : 3 =8 Jadi.13 x 550 = 1721.04 mm) atau no.768 ɸ = 0.8 inci L = 3. 17(1.35 x ɸ x F 220 x 100000000 = ---------------------- 7. 2.5 x 191715 x 50 = 539 lilit .14 x 4.15 mm) jika alur mencukupi. Ukuran kawat Jawab: LxD S = -------------- 2p 3. Dalam hal ini. Suatu motor 3 fasa tanpa plat nama. penampang kawat/A = 550 cir. 7.636 x S x L x B = 0. N = ----------------- 7.

13 A. Untuk motor 2 Tk. Contoh perencanaan gulungan motor 1 fasa Data motor: Jumlah alur (G) = 24 Tegangan = 220 V Frekuensi = 50Hz Putaran = 3000 Rpm Jenis kumparan = memusat / ½ penuh Mencari banyak pasang kutub.13 : 1. D2 x L = 4.82 x 3. I fasa = 3.8 digenapkan menjadi 5. N/kumparan = 539 : 12 = 45 lilit b.2 digenapkan menjadi 8.20 (0.91 mm).728 Sesuai dengan tabel 1. 19 (0.2 = 73. Jarak antara alur: Jarak dalam derajat listrik: 360º L/G × P 360º L × 1/24 15º L Jarak antara kumparan utama dengan kumparan bantu adalah 90ºL / 15º L = 6 alur. Ʃcoil bantu = 40% × 12 = 4.13 : V3 = 3.F/n = 60. arus terminal menurut tabel 2 = 3.728 mempunyai daya 2 Tk dan penampang tiap ampere = 550 cil. maka kumparan bantu dimulai dari alur 7. Banyak kumparan = banyak alur = 36 Kumparan/fasa = 36 : 3 = 12 Jadi. motor dengan cyclindrical inches 73.809 A Penampang yang diperoleh ukuran kawat yang dipakai adalah no.mils.81 mm) atau no. Langkah alur: YG < G/2 XP < 24/2x1 < 12 alur . Berarti bila kumparan utama dimulai dari 1.73 = 1.50/3000 = 1 pasang kutub Ʃcoil = ½ × Ʃ alur = ½ × 24 = 12 coil Ʃcoil utama = 60% × 12 = 7. Untuk mencari banyaknya pasang kutub dapat dihitung dengan persamaan P = 60.

12 2 . langkah yang digunakan: 1 .Berarti langkahnya lebih kecil atau sama dengan 12alur. 11 3 . 10 4 . 9 .