You are on page 1of 7

PRODUKSI KERTAS BERBAHAN BAKU BATANG POHON PISANG DENGAN MEMANFAATKAN JAMUR

PELAPUK PUTIH SEBAGAI PENURUN KADAR LIGNIN

M. Taqiyuddin1*, Reza Alviyani1, , Nining S1, Novia Nurul R1, Nuraina Puspadewita1
1 Jurusan DIII Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Jalan. Prof. Sudharto, SH. Tembalang, Semarang telp. 024-7471379
*Email: nurainapuspadewita4@gmail.com

Abstrak
Phanerochaete chrysosporium L1 dan Pleurotus EB9 merupakan jamur pelapuk putih yang berasal
dari Kelas Basidiomycetes. Salah satu jenis jamur pelapuk kayu yang cukup potensial untuk
dimanfaatkan dalam industri kertas adalah kelompok Pleurotus. Jenis jamur Pleurotus memiliki
kemampuan untuk mendegradasi bahan-bahan berlignoselulosa secara efesien. Pada saat ini
kegiatan industri pulp dan kertas dalam proses pemutihan (bleaching) menggunakan klorin dan
dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan. Sehingga untuk mengurangi penggunaan klorin
dalam proses pemutihan pada industri pulp dan kertas digunakan jamur yang dikenal dengan istilah
biobleaching.
Menyiapkan pelepah pohon pisang, potong kecil – kecil ukuran 1 cm, lalu di jemur di bawah terik
matahari hingga kering. Setelah kering rebus sampai lunak (±20 menit). Kemudian disaring dan
dibuat bubur dengan cara diblender. Beri pewarna tekstil dan direbus kembali sampai mendidih.
Bubur tersebut disaring dan masukkan pada ember kotak besar. Tambahkan 150 gr kanji ke dalam
300 ml air dan juga panaskan 2 ltr air (hangatkan). Campurkan air kanji dengan air hangat. Tuangkan
30 ltr air ke dalam ember kotak dan tambahkan 500 ml air kanji yang dicampur. Sisa air kanji
tersebut (950 ml) tuangkan ke dalam bubur pelepah dan diaduk. Sebanyak 25 gram pulp pelepah
pisang (kering oven) dimasukkan ke botol polypropylene dan disterilisasi di dalam autoklaf selama
15 menit (121°C,1 atm). Selanjutnya pulp dalam botol tersebut diinokulasi dengan jamur pelapuk
putih sebanyak ±50 ml dan diaduk rata. Kemudian diinkubasi selama 5, 10 dan 15 hari. Setelah masa
inkubasi dihitung tingkat degradasi dan laju dekomposisi dan pH dengan mengambil 2 gram pulp
yang ditambahkan 25 ml air suling serta diaduk selama ±2 menit pada magnetic styrer. Cairan filtrat
diukur dengan pH-meter pada suhu 25°C. Perlakuan pulp pelepah dengan menggunakan jamur
pelapuk putih dapat menurunkan kadar lignin.
Kata Kunci : Jamur pelapuk putih, lugnin, pelepah pisang.

1. PENDAHULUAN

Tingkat konsumsi kertas di Indonesia sangatlah tinggi. Menurut Indonesia Pulp & Paper Asoociation
Directory konsumsi kertas di Indonesia mencapai 5,96 juta ton pada tahun 2006. Tingginya tingkat
konsumsi kertas di Indonesia tersebut membuat pohon yang merupakan bahan baku pembuatan
kertas semakin berkurang. Tercatat 65-97 juta pohon ditebang untuk memenuhi kebutuhan akan
kertas para angkatan kerja di Indonesia.
Iklim tropis yang sesuai serta kondisi tanah yang banyak mengandung humus memungkinkan
tanaman pisang tersebar luas di Indonesia. Saat ini, hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan
daerah penghasil pisang. Batang pisang memiliki berat jenis 0,29 g/cm3 dengan ukuran panjang
serat 4,20-5,46 mm. Selulosa sekitar 60-65%, Hemiselulosa 6-8%, dan Lignin 30-33% dan sisanya
adalah zat ekstraksi yang mampu dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pulp.
Phanerochaete chrysosporium L1 dan Pleurotus EB9 merupakan jamur pelapuk putih yang berasal
dari Kelas Basidiomycetes. Salah satu jenis jamur pelapuk kayu yang cukup potensial untuk
dimanfaatkan dalam industri kertas adalah kelompok Pleurotus. Jenis jamur Pleurotus memiliki

(ket: membuat 3 pasang alat pencetak ). pipa. Setelah kering rebus sampai lunak (±20 menit) . Rangkai kayu tersebut menjadi dua buah bingkai persegi panjang menggunakan pengikat paku. meja landasan. Ukur kayu tersebut dengan panjang 40cm sebanyak 4x. beri kelebihan 2cm pada tiap sisinya untuk tekukan. Untuk mengurangi kadar lignin pada pelepah pisang dengan memanfaatkan jamur pelapuk putih. sebagai alas kertas yang telah dicetak. Prosedur Penelitian 1. saringan. e. lalu di jemur di bawah terik matahari hingga kering. Bahan yang digunakan meliputi pelepah pohon pisang.1 Bahan dan Alat Penelitian Alat yang digunakan adalah alat pencetak kertas. d. Pelepah pisang memiliki potensi memiliki potensi sebagi bahan baku pembuatan kertas karena memiliki kadar hemiselulosa yang cukup tinggi. Variabel penelitian No Variabel Tetap Variable Berubah 1 Pelepah pisang 1cm sebanyak 250 gr Inokulasi jamur pelapuk putih dalam pelepah pisang 50gr : 75gr : 100gr 2 Kanji 150 gr dalam 300 ml air 3 Waktu masak 30 menit 3. Menyiapkan kayu ukuran 3x4 cm sebagai bingkai cetakan. Menyiapkan pelepah pohon pisang. Dalam pengolahan pulp. Pasang kasa halus pada salah satu bingkai kayu. 2. Campurkan . Saat ini tengah dilakukan penelitian tentang potensi pembuatan kertas berbahan baku alternatif salah satunya dengan menggunakan bahan baku pelepah pisang sebagai salah satu upaya mengurangi kerusakan lingkungan. blender. c. Tambahkan 150 gr kanji ke dalam 300 ml air dan juga panaskan 2 ltr air (hangatkan). rekatkan dengan menggunakan paku. c. dan cawan petri.kemampuan untuk mendegradasi bahan-bahan berlignoselulosa secara efisien. menyukarkan penggilingan dan menghasilkan lembaran yang berkekuatan rendah. kanji. e. Kemudian disaring dan dibuat bubur dengan cara diblender. d. Satu pasang alat pencetak selesai di buat. ember kotak. inkubator. Proses pembuatan alat pencetak kertas a. b. Proses Pembuatan Bubur Kertas a. dan jamur pelapuk putih. Bubur tersebut disaring dan masukkan pada ember kotak besar. Beri pewarna tekstil dan direbus kembali sampai mendidih.2 Variabel Penelitian Tabel 1. Potong kain keras dengan ukuran 50 x 60 cm sebanyak 50 lembar. 2. g. potong kecil – kecil ukuran 1 cm. Haluskan permukaan kedua bingkai dengan menggunakan amplas. Lignin berfungsi sebagai perekat untuk mengikat sel-sel secara bersamasama. Setelah itu potong kasa halus sesuai ukuran bingkai kayu tersebut. lignin sangat berpengaruh terhadap warna pulp. blender. Dengan tujuan dapat berkembangnya pengetahuan tentang biobleaching yang ramah lingkungan 2. b. air. alat untuk merebus. METODE PELAKSANAAN PROGRAM 2. pisau. f. dan panjang 50cm sebanyak 4x.

 Saring dengan saringan penghisap dan sisa sampel dalam beaker glass dikeluarkan dengan bantuan penambahan 25 ml NaOH 8. Proses Pencetakan Kertas a.5. Tambahkan lagi masing-masing 10 ml pada menit ke 2. ulangi hal tersebut hingga diperoleh berat konstan.5%.  Tambahkan 35 ml NaOH 17. Lakukan langkah tersebut sampai bubur kertas habis dicetak. 4. 1 – 5.air kanji dengan air hangat. Masukkan saringan/cetakan ke dalam ember kotak. Dengan cara : permukaan yang akan disetrika harus dilapisi dengan kain untuk mencegah panas berlebih Pada analisa bahan dasar pelepah pisang. Lepaskan bingkai yang diatasnya. Proses penambahan jamur pelapuk putih a.  Didinginkan dalam desikator dan timbang. Ulangi langkah kerja No. chrysosporium L1 diperbanyak pada agar miring dan agar cawan berisi PDA (Potato Dextrose Agar) dan media cair (Malt Extract) pada botol polypropylene b. h.  Tambahkan 40 ml asam asetat 2 N  Biarkan endapan terendam dahulu baru cairan dibuang kemudian dicuci dengan aquadest hingga larutan menjadi netral. g. e.5. j. letakkan dalam cooler bath dan suhu dijaga 200C. Kedua jenis fungi tersebut diinkubasi selama kurang lebih tujuh hari pada suhu kamar (25°C). Setelah dijemur.  Tahap analisa bahan baku dan pulp Menentukan Kadar lignin Langkah-langkahnya :  Timbang 3 gram sampel kering dalam beaker glass.Setiap kali pencucian diuji  Setelah netral dikeringkan dalam oven pada suhu 1050C. akan terlihat lapisan bubur kertas di atas bingkan saringan d. 3. Hilangkan air yang terbawa di cetakan dengan menggunakan pipa (seukuran dengan lebar bingkai). g.  Tutup beaker glass dengan kaca arloji dan biarkan selama 3 menit. Dengan cara menekan dan menggeserkan pipa kearah kekiri dan kekanan. (ket : maksimal tumpukan 4 lapis ). akan dilakukan analisa untuk Menentukan kadar lignin.  300C. . Biakan murni Pleurotus EB9 dan P. d. Tempelkan kain keras di atas lapisan bubur kertas yang telah dicetak.5% diaduk selama 5 menit lalu tambahkan lagi 10 ml dan aduk selama 10 menit.10 menit berikutnya. Sisa air kanji tersebut (950 ml) tuangkan ke dalam bubur pelepah dan diaduk.  Endapan dicuci dengan aquadest 5 50 ml  Saring dengan saringan penghisap dan lanjutkan pencucian dengan aquadest  400 ml. Angkat kain keras yang sudah terisi lembaran kertas basah satu persatu dan jemur dibawah sinar matahari sampai hampir kering. Gabungkan 2 bingkai cetakan dan posisikan saringan berada di tengah-tengah diantara bingkai tersebut. Tuangkan 30 ltr air ke dalam ember kotak dan tambahkan 500 ml air kanji yang dicampur.  Tambahkan aquadest 100 ml aduk hingga homogen dan biarkan selama 30 menit. kemudian angkat perlahan-lahan cetakan yang telah berisi bubur kertas. proses pengeringan selanjutnya menggunakan setrika listrik agar diperoleh permukaan yang halus. c. Jamur yang sudah diperbanyak di inokulasi ke dalam pulp sebanyak 50 ml dan aduk rata. Kemudian angkat bingkai saringan maka tampak lembaran kertas basah menempel di kain keras. c. f. i. b. Disterilisasi selama 15 menit pada suhu 27°C. kemudian balik dan letakkan diatas kertas hasil cetakan yang pertama. Balik dan letakkan pada meja landasan.

dan karton. sehingga kadar lignin semakin berkurang. Selain dapat mendatangkan keuntungan financial. Berarti semakin banyak jamur yang ditambahkan maka semakin banyak kadar lignin yang hilang terdegradasi. sehingga kami menggunakan jamur pelapuk putih yang dapat digunakan sebagai biobleaching yang ramah lingkungan. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak digunakan kertas untuk berbagai kegiatan. 1 pohon pisang ladyfinger dapat menghasilkan 2 pohon pisang dengan tinggi 6 meter tiap tahunnya. Selain buah. sampai muncul istilah library atau perpustakaan yang diambil dari kata tersebut. Biasanya proses bleaching menggunakan bahan kimia yang kurang ramah terhadap lingkungan. Produksi masal dimulai pada akhir tahun 2008. Papyrus telah mengembangkan teknologi pemrosesan batang pisang menjadi veneer.05. Tanaman pisang komersial di dunia terdapat sekitar 10 juta hektar dan ini menjamin ketersediaan sumber serat. batang pohon pisang tersebut dapat diolah menjadi barang lain yang kreatif dan mempunyai nilai guna yang cukup tinggi. Dengan keterampilan. masyarakat juga memanfaatkan daunnya. kertas. Hasil kadar lignin paling rendah adalah variabel 3 dengan penambahan jamur pelapuk putih sejumlah 100 gr yaitu 26. juga sebagai sarana untuk menuangkan informasi berupa tulisan dan gambar. Kertas juga dapat dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan Selama ini bahan baku pembuat kertas dibuat dari bagian dalam kulit pohon atau yang biasa disebut dengan liber. Pohon pisang hanya dapat berbuah sekali. Dibandingkan variabel 1 dan variabel 2 yang lebih tinggi. pengurangan limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan dapat . Melalui kertas dapat diungkapkan berbagai ide dan pemikiran. setelah itu pohon tersebut harus dibuang. pembuatan kertas dapat dibuat dari tanaman yang selama ini dipandang kurang produktif. Tujuan dari proses bleaching sendiri adalah untuk memutihkan warna dari hasil pulp yang dihasilkan.78 II 75 27.05 Dari penelitian pembuatan kertas dari pelepah pisang kemudian dilakukan proses pemutihan atau bleaching. PEMBUATAN KERTAS DARI BATANG POHON PISANG BAB I PENDAHULUAN A. Siapa sangka.200 hasil kloning ditanam untuk lahan seluas 1 hektar. Batang pisang dapat dibuat menjadi kertas. sedangkan batangnya dibuang. kreativitas dan pengetahuan. Hasil Pengamatan Proses Pulping Percobaan Penambahan Jamur Pelapuk Putih (kg) Kadar Lignin (%) I 50 30. berlendir.56 III 100 26. yang selama ini tidak mungkin terpikir bahwa sebuah batang pisang yang bergetah. Sebanyak 1. Latar Belakang Siapa yang tidak kenal pohon pisang. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2.misal b gram  Kadar selulosa : x100% 4. dan bahkan bau tetapi sebuah batang pisang tersebut dapat disulap menjadi sebuah kertas yang unik dan menarik. yang memiliki banyak jenis buah dan memiliki buah yang enak dan mengandung vitamin. Karena pada pulp yang dihasilkan masih terdapat kandungan lignin sehingga pulp di bleaching agar menghasilkan pulp yang baik. Percobaan pertama untuk pembuatan sebuah barang yang menyerupai kertas moderen seperti yang telah banyak dikenal selama ini.

Dengan cara itulah pohon pisang mempertahankan eksistensinya untuk memberikan manfaatkan kepada manusia. Iklim tropis yang sesuai serta kondisi tanah yang banyak mengandung humus memungkinkan tanaman pisang tersebar luas di Indonesia. Bagi Penulis a. yaitu melalui tunas-tunas yang tumbuh pada bonggolnya. Saat ini. B. Pohon pisang selalu melakukan regenerasi sebelum berbuah dan mati. Tujuan Mendeskripsikan pemahaman masyarakat dalam mengatasi limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan. Memberikan pengetahuan dalam mengatasi limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan. . terbukti dari seringnya pohon pisang digunakan sebagai perlambangan dalam berbagai upacara adat. Banyak dari kita yang tidak tahu betapa banyaknya manfaat dari pohon ini. Kandungan kalium yang cukup banyak terdapat dalam buah ini mampu menurunkan tekanan darah. E. Melengkapi tugas akhir 2. BAB II KAJIAN TEORI Pohon pisang. Manfaat 1.dijadikan sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan. Menambah wawasan b. menjaga kesehatan jantung. Bagi Pembaca a. Pisang telah lama akrab dengan masyarakat Indonesia. C. Filosofi tersebutlah yang mendasari penggunaan pohon pisang sebagai simbol niat luhur pada upacara pernikahan. Batasan Masalah Adapun batasan masalah yang diambil yaitu limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan. sebuah kata yang tidak asing lagi ditelinga kita. Pisang bisa disebutkan sebagai buah kehidupan. D. Rumusan Masalah Sesuai dengan batasan masalah yang ada dapat dirumuskan bagaimanakah masyarakat mengatasi masalah limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan. dan memperlancar pengiriman oksigen ke otak. hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah penghasil pisang.

Batang pohon pisang terdiri dari 2 lapisan yang dapat menghasilkan bermacam produk sekaligus. seperti batang. Lapisan luar berstruktur kasar. Tetapi seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka banyak yang bisa dimanfaatkan dari limbah-limbah yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga akan meningkatkan kualitas dari limbah tersebut dan menambah nilai ekonomi dari limbah tersebut. Selain buahnya pisang jarang dimanfaatkan. bonggol.Pisang mempunyai banyak manfaat yaitu dari mulai mengatasi masalah kecanduan rokok sampai untuk masalah kecantikan seperti masker wajah. dengan cara mengumpulkan data dan informasi yang terakurat dari berbagai sumber salah satunya dari internet. Lapisan dalam . laminasi struktur. Dipilihnya batang pohon pisang sebagai bahan baku pembuatan kertas ini. karena bahan baku itu mudah diperoleh. dan cara pembuatan kertasnya juga mudah. kekuatan basah tinggi. mengatasi rambut yang rusak dan menghaluskan tangan. Proses pelaksanaan tindakan ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulkan data dan informasi lalu digabungkan dan dijadikan sebuah karya ilmiah. dan tidak mudah terbakar. yaitu dengan membuat sebuah kertas dari batang pisang tersebut. dan kayu lapis. Batang pohon pisang memiliki serat putih yang sangat kuat sehingga tidak diperlukan pemutihan. Produk lapisan luar berupa veneer dekorasi. BAB IV PEMBAHASAN Saat ini batang pohon pisang dapat diolah menjadi kertas atau sering juga disebut art paper. kulit dan jantungnya. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kulitatif. dan dapat diproduksi setebal 20 gsm. sifat barrier.

BAB V PENUTUP A. Proses pewarnaannya pun ada dua macam. sehari juga cukup untuk proses penjemuran ini. Tapi jangan terlalu panas karena malamnya mempuyai sifat minyak. kunyit. Kesimpulan Seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang maka bagian aari pisang banyak yang bisa dimanfaatkan dari limbah-limbah yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga akan meningkatkan kualitas dari limbah tersebut dan menambah nilai ekonomi dari limbah tersebut. Art paper ini dapat digunakan untuk boks. letakan di atas cetakan sablon. atau daun pandan. Nanti motif batik yang digambar bisa melebar ke mana-mana atau mendapatkan hasil yang kurang bagus. lalu totolkan di atas kertas. Kalau panasnya bagus. Untuk pewarna buatan. Tunggu sebentar lalu totolkan warna kedua. Setelah kering lalu direbus hingga lunak. Proses pembuatan kertas dari bahan batang pisang pertama-tama yang harus dilakukan adalah. jemur hingga kering. yaitu menggunakan canting dan malam. batang pisang tadi dipotong kecil-kecil dengan ukuran berkisar 25 cm. kita dapat menggunakan bahan dari alam seperti gambir. Proses pembuatannya yaitu batang pisang dipotong kecil-kecil lalu di jemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah halus. lalu dijemur hingga kering. Untuk pewarnaannya digunakan pewarna dari alam dan bisa juga pewarna buatan. Setelah kertas kering. yaitu dengan membuat sebuah kertas dari batang dari pisang tersebut. namun pada saat proses perebusan sebaiknya di tambah dengan formalin atau kostik soda maksudnya adalah di samping untuk mempercepat proses pelunakan juga untuk menghilangkan getah-getah yang masih menempel pada batang pisang tadi.html?m=1 . jika sudah lunak maka disaring dan dibersihkan dari zat-zat kimia tadi kemudian di blender. Jika ingin mendapat serat yang sangat halus. dan kartu undangan. karena bahan baku itu mudah diperoleh. Tapi kalau kita ingin variasi warna kita tinggal gabungkan. Caranya seperti membatik biasa. http://dinda91blog. dalam proses ini kita dapat langsung menggunakan kertas yang sudah kering tersebut atau dapat juga kita tambahkan warna. Selain itu bisa juga dipakai pada kap lampu agar sinar lampu lebih redup dan memiliki variasi. kita dapat menggunakan sepuhan atau perwarna pakaian.blogspot. Dipilihnya batang pohon pisang sebagai bahan baku pembuatan kertas ini. kertas. yang pertama dengan proses pencelupan dan yang kedua adalah dengan proses pentotolan menggunkan spons. pada proses berikutnya batang pisang yang sudah lunak tadi disaring dan dibersihkan dari zat-zat kimia tadi baru kemudian di buat bubur (pulp) dengan cara di blender.mempunyai sifat yang sama namun berstruktur serat lebih halus. Lalu proses selanjutnya adalah penjemuran. letakan di atas cetakan sablon. Jika merasa hasilnya kurang bercorak. dan kertas kemasan. Setelah kering. kemudian proses selanjutnya adalah pewarnaan. ambil warna pertama dengan spons. Untuk pewarnaannya. kemudian pewarnaan. tambahkan formalin atau kostik soda adalah di samping untuk mempercepat proses pelunakan juga untuk menghilangkan getah-getah yang masih menempel pada batang pisang tadi. proses pembatikan pun dapat dilakukan pada art paper tersebut. Setelah batang pisang tadi kering proses berikutnya adalah dengan cara direbus sampai menjadi lunak. Produk lapisan dalam berupa veneer dekorasi.co. maka proses penghancurannya akan lebih lama dibanding jika ingin mendapat serat yang kasar. Setelah batang pisang tadi dihaluskan. Kalau kita mau satu warna tinggal dicelup saja. dan cara pembuatan kertasnya juga mudah.id/2011/06/pembuatan-kertas-dari-batang-pohon. lalu di jemur di bawah terik matahari hingga kering. memo.