You are on page 1of 10

PELAYANAN CATHLAB

VERSI 2012 VERSI SNARS KETERANGAN
NO Ep NARASI NO Ep NARASI
1. PAB 3 Pemberian sedasi moderat dan dalam dilakukan PAB 3
sesuai regulasi yg ditetapkan .
2. AP 6 Ada pelayanan radiologi dan pelayanan diagnostik
imajing untuk memenuhi kebutuhan pasien, dan
semua pelayanan memenuhi standar nasional,
perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.
3. PP 3 Kebijakan dan prosedur mengarahkan asuhan pasien
risiko tinggi dan ketentuan pelayanan risiko tinggi.
Standar PP.3.9
Kebijakan dan prosedur mengarahkan pelayanan pada
pasien yang kemoterapi
4. TKP Pimpinan bertanggung jawab terhadap kontrak TKRS 6 Para kepala bidang/divisi di RS bertanggung jawab
3.3 kerja pelayanan klinis dan manajemen untuk mengkaji/review, memilih, dan memantau
kontrak klinis dan kontrak manajerial

5. TKP Kontrak dan perjanjian lainnya dimasukkan Kontrak dan perjanjian lainnya dievaluasi sebagai
3.3.1 sebagai bagian dari program peningkatan mutu TKRS bagian dari program peningkatan mutu dan
dan keselamatan pasien rumah sakit. 6.1 keselamatan pasien RS.

6. KPS 8 Setiap staf memperoleh pendidikan dan pelatihan KKS 8 Setiap staf mengikuti pendidikan atau pelatihan di
yang in-service berkelanjutan, maupun yang lain untuk dalam atau di luar rumah sakit, termasuk pendidikan
menjaga atau meningkatkan keterampilan dan profesi berkelanjutan untuk mempertahankan atau
pengetahuannya meningkatkan kompetensinya.
7. KPS Rumah sakit mempunyai tujuan yang terstandar, KKS 10 Rumah sakit menetapkan proses yang seragam,
10 prosedur berbasis bukti untuk memberi wewenang obyektif, berdasar bukti (evidence based) untuk
kepada semua anggota staf medis untuk menerima memberikan wewenang kepada staf medis untuk

izin. kewenangan. menangani. pelatihan dan pengalaman. 10. registrasi. kewenangan. KPS 16 Rumah sakit mempunyai standar prosedur untuk Standar KKS 16. Standar KKS 17 Rumah sakit melaksanakan identifikasi tanggungjawab pekerjaan dan penugasan klinis KKS 17 berdasarkan kredensial profesional pemberi asuhan (PPA) lainnya dan staf klinis lainnya sesuai peraturan perundang-undangan. kewenangan. izin. registrasi. mengidentifikasi tanggung jawab pekerjaan dan untuk Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk membuat penugasan kerja klinis berdasarkan atas mengumpulkan. 9. MFK 1 Rumah sakit mematuhi peraturan perundang - undangan yang berlaku dan ketentuan tentang undangan tentang bangunan. KKS 13 kredensial staf keperawatan (pendidikan. pelatihan dan pengalaman. 8. verifikasi dan mengevaluasi anggota staf professional kesehatan lainnya dan setiap kredensial profesional pemberi asuhan (PPA) lainnya ketentuan peraturan perundangan. Standar KKS 13. verifikasi dan mengevaluasi kredensial staf perawat dan peraturan perundangan. kepada pasien sesuai kualifikasinya. memberikan layanan kliniks konsisten/sesuai dengan kualifikasi. izin. mengidentifikasi tanggungjawab kerja dan menyusun Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk penugasan kerja klinis berdasarkan pada kredensial mengumpulkan. perlindungan pemeriksaan fasilitas kebakaran. pasien dan memberikan pelayanan klinis lainnya menerima. verifikasi dan mengevaluasi kredensial staf keperawatan (pendidikan. KKS 14 Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan. MFK 1 Rumah sakit mematuhi peraturan perundang. KPS 13 Rumah sakit mempunyai standar prosedur untuk Standar KKS 13. KKS 16 dan staf klinis lainnya (pendidikan. registrasi. pelatihan dan pengalaman. dan persyaratan pemeriksaan fasilitas .

4 Rumah sakit menetapkan regulasi untuk Obat-obatan emergensi tersedia.2 3.4 program untuk memberikan keselamatan dan Rumah Sakit mempunyai program pengelolaan keamanan lingkungan fisik keselamatan dan keamanan melalui penyediaan fasilitas fisik dan menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien. MPO PKPO 3. pembongkaran atau renovasi  PCRA 12. pengunjung dan staf. dalam maupun di luar unit farmasi tersedia. 14.1 Ada kebijakan dan prosedur untuk mengidentifikasi . keluarga. dimonitor dan aman memastikan obat emergensi yang tersimpan di bilamana disimpan di luar farmasi. MFK 4 Rumah sakit merencanakan dan melaksanakan MFK 4 Standar MFK. SKP 1 Rumah sakit mengembangkan pendekatan untuk SKP 1 Rumah sakit menetapkan regulasi untuk menjamin memperbaiki / meningkatkan ketelitian identifikasi ketepatan (akurasi) identifikasi pasien pasien. pada waktu merencanakan 4.1 Rumah sakit melakukan asesmen risiko MFK prakontruksi. Standar MFK 4.1. PPI 7 Rumah sakit mengidentifikasi prosedur dan proses terkait dengan risiko infeksi dan mengimplementasi strategi untuk menurunkan risiko infeksi. dan dimonitor.1 Rumah sakit menurunkan risiko infeksi dengan menjamin pembersihan peralatan dan sterilisasi yang memadai serta manajemen laundry dan linen yang benar Standar PPI 7.1 pembangunan/ kontruksi. tersimpan aman. Standar PPI 7.11. 13.

PELAYANAN KEMOTERAPI .1 pasien didapat melalui suatu proses yang ditetapkan HPK 5 Rumah sakit menetapkan regulasi pelaksanaan rumah sakit dan dilaksanakan oleh staf yang terlatih. HPK 6 Pernyataan persetujuan (lnformed Consent) dari Standar HPK. proses pengelolaan perbekalan yang kadaluwarsa dan menetapkan kondisi untuk penggunaan ulang (reuse) dari alat sekali pakai (single-use) bila peraturan dan perundangan mengijinkan.3 Rumah sakit mempunyai kebijakan dan prosedur pembuangan benda tajam dan jarum Standar 7. persetujuan khusus (informed consent) oleh DPJP dalam bahasa yang dipahami pasien. Standar PPI 7.2 Rumah sakit menurunkan risiko infeksi dengan pembuangan sampah yang tepat Standar PPI 7. dan dapat dibantu oleh staf yang terlatih dengan bahasa yang dapat dimengerti sesuai peraturan perundang-undangan. pembangunan dan renovasi 15.5.4 Rumah sakit mengurangi risiko infeksi di fasilitas yang terkait dengan kegiatan pelayanan makanan dan pengendalian mekanik dan permesinan Standar PPI 7.5 Rumah sakit mengurangi risiko infeksi di fasilitas selama demolisi/pembongkaran.

memberikan layanan kliniks konsisten/sesuai dengan kualifikasi. VERSI 2012 VERSI SNARS KETERANGAN NO Ep NARASI NO Ep NARASI 1. berdasar bukti (evidence based) untuk kepada semua anggota staf medis untuk menerima memberikan wewenang kepada staf medis untuk pasien dan memberikan pelayanan klinis lainnya menerima. RS menetapkan regulasi bhw asuhan pasien risiko Standar PP. perundang-undangan dan peraturan yang berlaku. kepada pasien sesuai kualifikasinya.9 tinggi dan pemberian pelayanan risiko tinggi diberikan berdasar panduan praktek klinis. KPS 13 Rumah sakit mempunyai standar prosedur untuk Standar KKS 13. PP 3 Kebijakan dan prosedur mengarahkan asuhan pasien PAP 3 Standar PAP. mengidentifikasi tanggung jawab pekerjaan dan untuk Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk . 6. 5. dan Kebijakan dan prosedur mengarahkan pelayanan pada peraturan perUUan pasien yang 3.3. TKP Pimpinan bertanggung jawab terhadap kontrak TKRS 6 Para kepala bidang/divisi di RS bertanggung jawab 3. KPS Rumah sakit mempunyai tujuan yang terstandar. AP 6 Ada pelayanan radiologi dan pelayanan diagnostik imajing untuk memenuhi kebutuhan pasien. 7. 2. memilih.3. menangani. dan semua pelayanan memenuhi standar nasional. risiko tinggi dan ketentuan pelayanan risiko tinggi. maupun yang lain dalam atau di luar rumah sakit.1 sebagai bagian dari program peningkatan mutu TKRS bagian dari program peningkatan mutu dan dan keselamatan pasien rumah sakit. 6. KPS 8 Setiap staf memperoleh pendidikan dan pelatihan KKS 8 Setiap staf mengikuti pendidikan atau pelatihan di yang in-service berkelanjutan. 10 prosedur berbasis bukti untuk memberi wewenang obyektif.1 keselamatan pasien RS. KKS 10 Rumah sakit menetapkan proses yang seragam. dan memantau kontrak klinis dan kontrak manajerial 4.3 kerja pelayanan klinis dan manajemen untuk mengkaji/review. termasuk untuk menjaga atau meningkatkan keterampilan dan pendidikan profesi berkelanjutan untuk pengetahuannya mempertahankan atau meningkatkan kompetensinya. TKP Kontrak dan perjanjian lainnya dimasukkan Kontrak dan perjanjian lainnya dievaluasi sebagai 3.3.

membuat penugasan kerja klinis berdasarkan atas mengumpulkan. registrasi. KKS 14 Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan. KKS 13 kredensial staf keperawatan (pendidikan. KPS 16 Rumah sakit mempunyai standar prosedur untuk Standar KKS 16. 8. registrasi. 9. MFK 4 Rumah sakit merencanakan dan melaksanakan MFK 4 Standar MFK. verifikasi dan mengevaluasi anggota staf professional kesehatan lainnya dan kredensial profesional pemberi asuhan (PPA) setiap ketentuan peraturan perundangan. registrasi. izin. pelatihan dan pengalaman. Standar KKS 13. kewenangan. Standar KKS 17 Rumah sakit melaksanakan identifikasi tanggungjawab pekerjaan dan penugasan klinis KKS 17 berdasarkan kredensial profesional pemberi asuhan (PPA) lainnya dan staf klinis lainnya sesuai peraturan perundang-undangan. mengidentifikasi tanggungjawab kerja dan menyusun Rumah sakit mempunyai proses yang efektif untuk penugasan kerja klinis berdasarkan pada kredensial mengumpulkan. kewenangan. perlindungan pemeriksaan fasilitas kebakaran. pelatihan dan pengalaman. verifikasi dan mengevaluasi kredensial staf perawat dan peraturan perundangan. izin.4 program untuk memberikan keselamatan dan Rumah Sakit mempunyai program pengelolaan keamanan lingkungan fisik keselamatan dan keamanan melalui penyediaan fasilitas fisik dan menciptakan lingkungan yang aman . MFK 1 Rumah sakit mematuhi peraturan perundang. verifikasi dan mengevaluasi kredensial staf keperawatan (pendidikan. KKS 16 lainnya dan staf klinis lainnya (pendidikan. dan persyaratan pemeriksaan fasilitas 10. MFK 1 Rumah sakit mematuhi peraturan perundang - undangan yang berlaku dan ketentuan tentang undangan tentang bangunan. izin. kewenangan. pelatihan dan pengalaman.

bagi pasien. penyimpanan dan penggunaan serta pengendalian dan pembuangan bahan dan pengendalian /pengawasan bahan berbahaya dan limbah berbahaya.1 perundang-undangan. pembongkaran atau renovasi  PCRA 11. Standar MFK 4. beracun (B3) dan limbahnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan MFK 2 EP 1 Ada program manajemen risiko fasilitas dan MFK 2. pada waktu merencanakan 4. lingkungan yang dapat terjadi pada pasien.1 Rumah sakit melakukan asesmen risiko MFK prakontruksi. penyimpanan dan Rumah sakit memiliki regulasi tentang inventarisasi. penggunaan bahan berbahaya serta penanganan. pengunjung dan staf. penanganan. keluarga. meliputi risiko yang ada a) sampai f) di maksud dan tujuan yang merupakan satu program induk atau beberapa program terpisah serta ada regulasi untuk menerapkan program manajemen meliputi 1) sampai dengan 2) di maksud dan tujuan (R) Standar MFK 5.1 Rumah Sakit mempunyai sistem penyimpanan dan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun MFK cair dan padat yang benar sesuai dengan peraturan 5. . tertulis. staf dan pengunjung . MFK 5 Rumah sakit mempunyai rencana tentang MFK 5 Standar MFK 5 inventaris. EP 1 keluarga.1 pembangunan/ kontruksi.

4 Rumah sakit menetapkan regulasi untuk Obat-obatan emergensi tersedia. melaksanakan proses meningkatkan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high-alert) terhadap obat yang perlu di waspadai. MPO PKPO 3. 15. 14. tersimpan aman. dan dimonitor. PPI 7 Rumah sakit mengidentifikasi prosedur dan proses PPI 7 Standar PPI.5 yang aman dan bersih 5 Obat disiapkan dan diserahkan di dalam lingkungan aman dan bersih PKPO 5 EP 3 Ada bukti pelaksanaan pencampuran obat kemoterapi dilakukan sesuai praktik profesi (O.1 terkait dengan risiko infeksi dan mengimplementasi Rumah sakit melaksanakan identifikasi prosedur dan .2 3.W) Maksud dan Tujuan : Pencampuran obat kemoterapi harus dilakukan di dalam ruang yang bersih (clean room) yang dilengkapi dengan cytotoxic handling drug safety cabinet dimana petugas sudah terlatih dengan teknik aseptik serta menggunakan alat perlindung diri yang sesuai 16. SKP 3 Rumah sakit mengembangkan suatu pendekatan SKP 3 Rumah sakit menetapkan regulasi untuk untuk memperbaiki / meningkatkan keamanan obat. SKP 1 Rumah sakit mengembangkan pendekatan untuk SKP 1 Rumah sakit menetapkan regulasi untuk menjamin memperbaiki / meningkatkan ketelitian identifikasi ketepatan (akurasi) identifikasi pasien pasien.12. dalam maupun di luar unit farmasi tersedia.7. dimonitor dan aman memastikan obat emergensi yang tersimpan di bilamana disimpan di luar farmasi. 13. MPO 5 Obat dipersiapkan dan dikeluarkan dalam lingkungan PKPO Standar PKPO.

Standar PPI 7. Rumah sakit menurunkan risiko infeksi dengan menjamin pembersihan peralatan dan sterilisasi yang memadai serta manajemen laundry dan linen yang benar Standar PPI 7.5.1 Ada kebijakan dan prosedur untuk mengidentifikasi proses pengelolaan perbekalan yang kadaluwarsa dan menetapkan kondisi untuk penggunaan ulang (reuse) dari alat sekali pakai (single-use) bila peraturan dan perundangan mengijinkan. dan dapat dibantu oleh staf yang terlatih dengan bahasa yang dapat dimengerti sesuai peraturan perundang-undangan. kegiatan penunjang pelayanan yang berisiko infeksi dan Standar PPI 7.1 pasien didapat melalui suatu proses yang ditetapkan HPK 5 Rumah sakit menetapkan regulasi pelaksanaan rumah sakit dan dilaksanakan oleh staf yang terlatih.1.5 Rumah sakit mengurangi risiko infeksi di fasilitas selama demolisi/pembongkaran.4 Rumah sakit mengurangi risiko infeksi di fasilitas yang terkait dengan kegiatan pelayanan makanan dan pengendalian mekanik dan permesinan Standar PPI 7. strategi untuk menurunkan risiko infeksi. pembangunan dan renovasi 17. persetujuan khusus (informed consent) oleh DPJP dalam bahasa yang dipahami pasien.3 Rumah sakit mempunyai kebijakan dan prosedur pembuangan benda tajam dan jarum Standar 7. .1 menerapkan strategi untuk menurunkan risiko infeksi.2 Rumah sakit menurunkan risiko infeksi dengan pembuangan sampah yang tepat Standar PPI 7. HPK 6 Pernyataan persetujuan (lnformed Consent) dari Standar HPK.