You are on page 1of 6

Mata Kuliah : Filsafat Ilmu

Nama Dosen : Dr. Sondang R Manurung M. Pd
Nama : Kelompok 6
Safitri Raufa/ 8176175015
Yenni Amalia Siregar/ 8176175016
Kelas : DIKFIS A

FILSAFAT PENDIDIKAN

1. Apa itu pendidikan? Jelaskan!
Jawab:
Pendidikan adalah uapaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi
peserta didik baik potensi fisik, potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi
itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar
pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan
menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan, organis, harmonis dan
dinamis, guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan.

2. Jelaskan pengertian filsafat pendidikan!
Jawab:
Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai
masalah-masalah pendidikan. Filsafat pendidikan juga bisa didefinisikan sebagai
kaidah filosofis dalam bidang pendidikan yang menggambarkan aspek-aspek
pelaksanaan falsafah umum dan menitik beratkan pada pelaksanaan prinsip-prinsip
dan kepercayaan yang menjadi dasar dari filsafat umum dalam uapaya memecahkan
persoalan-persoalan dalam pendidikan secara praktis. Filsafat pendidikan itu
berdiri secara bebas dengan memperoleh keuntungan karena mempunyai kaitan
dengan filsafat umum. Kendati kaitan ini tidak penting, tapi yang terjadi ialah suatu
keterpaduan antara pandangan filosofis dengan filsafat pendidikan, karena filsafat
sering diartikan sebagai teori pendidikan dalam segala tahap. Walaupun filsafat
pendidikan mudah dijelaskan dan berdiri secara sendiri sebagai sistem pengajaran.
Beberapa filsuf pendidikan lebih senang memutuskan hubungannya dengan filsafat
pendidikan yang sistematis.

Ini adalah tingkat rasional pengalaman yang menjadi bagian terpenting dari seorang . Menurut Imam Barnadib (1993: 3) filsafat pendidikan merupakan ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam bidang pendidikan. Secara umum hampir semua bentuk kehidupan hewan. 3. karena filsafat sering diartikan sebagai teori pendidikan dalam segala tahap 4. Artinya. menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. . Menurut seorang ahli filsafat Amerika Brubachen (Arifin. 2. Menurut Al-Syaibany (1979: 36) Filsafat pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat menjadi sebagai jalan untuk mengatur. baginya filsafat pendidikan merupakan aplikasi suatu analisis filosofis terhadap bidang pendidikan.3.. Kendati kaitan ini tidak penting. mereka bereaksi pada tingkat fisik semata-mata ketika mereka diberi kesempatan untuk melakukannya. Jelas bahwa sebagian besar tidak semua pengetahuan menjadi hal yang mendasar. 1993: 3) filsafat pendidikan adalah seperti menaruh sebuah kereta didepan seekor kuda dan filsafat dipandang sebagai bunga. perasaan manusia mungkin mirip dengan perasaan yang dialami oleh hewan. Pada tingkat fisik. Dan mereka bertindak karena adanya dorongan. Filsafat pendidikan itu berdiri secara bebas dengan memperoleh keuntungan karena mempunyai kaitan dengan filsafat umum. Sebutkan pengertian filsafat pendidikan menurut tiga para ahli! Jawab: Pengertian filsafat pendidikan menurut dua para ahli: 1. tapi yang terjadi ialah suatu keterpaduan antara pandangan filosofis dengan filsafat pendidikan. bukan sebagaai akar tunggal pendidikan. Indra manusia menyebabkan mereka dapat berhubungan dengan dunia luar dan mengirimkan data yang bersumber dari pengalaman mereka. Jelaskan tentang hakikat manusia! Jawab: Hakikat Manusia: manusia adalah hewan yang rasional. Yaitu. Meskipun tingkat sensorik pengalaman jarang menarik perhatian seorang pendidik. filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai dan maklumat-maklumat yang diupayakan untuk mencapainya. manusia beroperasi pada tingkat sensorik.

Intelektualisme pendidikan Intelektualisme pendidikan. mereka bertindak karena adanya dorongan. demi membangun kembali tatanan sosial yang ada. dan keharusan tertinggi yang musti dilakukan adalah merombak tolak ukur-tolak ukur keyakinan dan perilaku konvensional dengan cara kembali ke ciri-ciri kebaikan yang lebih tinggi di masa silam. bagi seorang fundamentalisme. manusia berfikir. dan terlibat dalam sebuah tindakan. pendidik. Fundamentalisme dalam pendidikan. Manusia beroperasi pada tingkat sensorik. dan terlibat dalam sebuah tindakan. Manusia adalah hewan yang rasional. masyarakat kontemporer dihadapkan pada keruntuhan moral dalam waktu dekat. Mereka melakukan sesuatu karena mereka memilih untuk melakukannya. Pada tingkat rasional manusia memiliki kognitif. 6. berekspresi. Pada tingkat rasional manusia memiliki kognitif. Sementara . Dengan kata lain. Sejalan dengan itu. didasarakan pada pertimbangan- pertimbangan tertentu di wilayah filosofis moral dan filosofis politik. afektif. 5. Coba jelaskan bagaimana Ideology-ideology pendidikan konservatif dalam filsafat ilmu? Jawab: Ideologi. dan konatif. Fundamentalisme Fundamentalisme meliputi semua corak konservatisme politik yang pada dasarnya anti-intelektual dalam arti bahwa mereka ingin meminimalkan pertimbangan-pertimbangan filosofis dan atau intelektual. Kenapa manusia ditempatkan diposisi atas. jelaskan! Jawab: Manusia ditempatkan diposisi atas karena kemampuannya berpikir dan berekspresi. sasaran pendidikan adalah untuk memulihkan cara-cara yang lebih tua umurnya dan yang lebih baik. serta cenderung untuk mendasarkan diri mereka pada penerimaan yang relative tanpa kritik terhadap kebenaran yang diwahyukan atau yang biasanya diabsahkan sebagai akal sehat. afektif. berekspresi. yaitu : 1.ideologi pendidikan konservatif terdiri dari tiga tradisi pokok. manusia berfikir. Mereka melakukan sesuatu karena mereka memilih untuk melakukannya. dan konatif. 2. Dengan kata lain.

kaum konservatif sekular sangat memperhatikan pelatihan watak serta disiplin intelektual sekaligus. Berorientasi kemasa kini. Intelektualisme pendidikan.kebenaran fundamental tertentu yang bersifat mutlak. Dalam arti yang sama. Dan Konservatisme pendidikan Bagi kaum konservatif. para pendidik konservatif sangat menghormati masa silam. 2) Manusia harus memiliki kesadaran yang bisa diperoleh melalui pengalaman yang dipelejari dalam dunia alamiah. yang melampaui ruang dan waktu tertentu. bahwa kebenaran. kaum konservatif .kebenaran itu selalu ada. umumnya intelektualisme dilandasi oleh tiga prakiraan filosofis : 1) Adanya kebenaran. Berlawanan dengan penekanan kaum intelektualis terhadap masalah kajian filosofi dan ilmu-ilmu kemanusiaan (humanitas). tujuan atau sasaran pendidikan adalah sebagai pelestarian dan penerusan pola-pola kemapanan social serta tradisi-tradisi. dan bahwa kebenaran.kebenaran itu berlaku bagi umat manusia pada umumnya dan tidak merupakan milik yang unik dari individu ataupun kelompok manusia tertentu saja. kaum konservatif sekular membangkitkan diri pada satu jenis persekolahan yang dirancang untuk menjamin adanya rasa hormat serta penghargaan (apresiasi) terhadap lembaga-lembaga dan social yang ada. filosofis moral yang mengidentifikasi kebaikan tertinggi dengan pencerahan filosofis dan religious didasari oleh kesempatan penalaran. 3. serta menentukan pengalaman tersebut. Untuk mempromosikan perkembangan masyrakat kontemporer yang seutuhnya dengan cara memastikan terjadinya perubahan yang perlahan-lahan dan bersifat organis yang sesuai dengan keperluan-keperluan legal serta kelembagaan yang sudah mapan. namun memusatkan perhatiannya pada kegunaan dan penerapan pola belajar mengajar di dalam konteks social yang ada sekarang. secara umum meyakini bahwa ada kebenaran- kebenaran tertentu yang bersifat mutlak serta kekal. dan menjadi preseden bagi pengalaman personal. seperti misalnya pewahyuan religious atau intuisi misti dalam hampir semua kasus kebenaran- kebenaran tadi dapat dicapai dan dipahami lewat latihan penalaran. Dengan hanya segelincir kasus perkecualian.

. Coba jelaskan Ciri-ciri umum konservatifisme pendidikan dalam filsafat ilmu! Jawab : 1) Menganggap bahwa nilai dasar pengetahuan ada pada kegunaan sosialnya. menekankan situasi sekarang yang dipandang melalui sudut pandang kesejarahan yang relatif dangkal dan berpusat pada etnisnya sendiri (etnosentris). biologi. 8) Mengakar pada kepastian-kepastian yang sudah teruji oleh waktu. cenderung memusatkam perhatian kepada disiplin ilmu yang lebih praktis dan lebih baru (sejarah. dan menekankan perubahan secara bertahab didalam situasi sosial yang secara umum stabil. 2) Menekankan peran manusia sebagai warga negara. bahwa pengetahuan adalah sebuah cara untuk mengajukan nilai-nilai sosial yang mapan. yang diangga sebagai bidang-bidang yang secara langsung sessuai dengan berbagai problema masyarakat kontemporer yang mendesak dan harus segera di selesaikan. 6) Menekankan stabilitas budaya melebihi kebutuhan akan pembaharun budaya. 3) Menekankan penyesuaian diri yang bernalar. menyadarkan diri pada jawaban- jawaban terbaik dari masa silam sebagai tuntunan yang paling bisa dipercaya untuk memandu tindakan dimasa kini. 4) Memandang pendidikan sebagai sebuah pembelajaran sosialisasi nilai-niai sistem yang mapan. manusia dalam peranannya sebagai sebuah negara yang mapan. menekankan tradisi-tradisi sosial yang dominan. dan meyakini bahwa gagasan-gagasan serta praktik-praktik kemapanan lebih sahih dan handal ketimbang gagasan-gagasan serta praktik-praktik yang lahir dari spekulasi yang relative tak terkendali. fisika). 7) Berdasarkan sebuah sistem budaya yang sudah tertutup (etnosentrisme). hanya menerima perubahan-perubahan yang pada dasarnya cocok dengan tatanan sosial yang sudah mapan. 5) Memusatkan perhatian pada tradisi-tradisi dan lembaga-lembaga sosial yang ada. 7.

Coba sebutkan apa saja contoh paham liberalisme ? Jawab: Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi. liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas. Secara umum. . pandangan filsafat. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme. ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relative bebas. pertukaran gagasan yang bebas. 8. Liberalisme menghendaki adanya. dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. dan suatu sistem pemerintah yang transparan. 2. dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. 3. khususnya dari pemerintah dan agama.Contoh: 1. dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalismemenolak adanya pembatasa. 9) Menganggap bahwa wewenang intelektual tertinggi adalah budaya dominan dengan segenap sistem keyakinan dan perilakunya yang mapan.