You are on page 1of 5

BIL ASHABI RUHAMAK

230110150221
PERIKANAN C/10
OSMOREGULASI PADA IKAN NILA

Ikan Nila
Menurut Pratama (2009), ikan nila mempunyai nilai bentuk tubuh yang pipih ke arah
vertical (kompres) dengan profil empat persegi panjang ke arah anteroposterior, posisi mulut
terletak di ujung/termal.
Pada sirip ekor tampak jelas garis-garis yang vertical dan pada sirip punggungnya garis
terlihat condong lekuknya. Ciri ikan nila adalah garis-garis vertikal berwarna hitam pada sirip,
ekor, punggung dan dubur. Pada bagian sirip caudal/ ekor yang berbentuk membulat warna
merah dan biasa digunakan sebagai indikasi kematangan gonad (Pratama, 2009).
Pada rahang terdapat bercak kehitaman. Sisik ikan nila adalah tipe scenoid. Ikan nila
juga ditandai dengan jari-jari darsal yang keras, begitupun bagian awalnya. Dengan posisi siap
awal dibagian belakang sirip dada (abdormal) (Pratama, 2009).
Anatomi atau organ-organ internal ikan adalah jantung, alat pencerna, Gonad kandung
kemih, dan Ginjal. Organ-organ tersebut biasanya diselubungi oleh jaringan pengikat yang
halus dan lunak yang disebutperitoneum. Peritoneum merupakan selaput atau membrane yang
tipis berwarna hitam y6ang biasanya dibuang joke ikan sedang disiangi (Pratama, 2009).
Jantung ikan terdiri dari dua bagian, satu atrium dan satu ventrikel. Jantung terdiri dari
4 bilik yaitu sinus venosis, atrium, ventricle dan elasticbulbusarteriosis. Sirkulasi, darah
mengalir dari jantung ke ventral aorta, ke arteri branchialafferent , ke insang untuk oxygenasi
dan berlangsung melalui arteri efferentarteries ke dorsal aorta. Bilik disusun secara linear dan
darah bersirkulasi dalam jalur peredaran darah tunggal. Jantung dapat diakses untuk proses
mengeluarkan darah, namun bagian yang lebih disukai adalah vena ekor. Jaringan
hematopoetic ikan terutama terdiri dari ginjal, tetapi juga mencakup limpa dan hati. Darah ikan
memiliki kemiripan dengan darah reptil dan burung (Khaw, 2004).
Insang selain sebagai organ pernafasan, juga salah satu organ ekskretori utama. Insang
mengeluarkan mayoritas amonia sedangkan sisanya dari produk limbah diekskresikan melalui
ginjal. Ekskresi produk sisa metabolisme hampir sama untuk semua ikan, namun, ginjal dan
insang memainkan peran signifikan berbeda pada ikan air tawar dibandingkan dengan peran
mereka dalam ikan air laut. Ikan air tawar yang hipertonik dibandingkan dengan lingkungan.

2007). terutama oleh organisme perairan karena. Tanpa osmoregulasi maka ikan akan mati. Ini merupakan mekanisme homeostatik. ini karena osmoregulasi dapat mengontrol konsentrasi cairan dalam tubuh. dimana cairan tubuh mereka isotonik dari keadaan lingkungannya. Jika ikan tidak bisa mengatur proses osmose dalam tubuhnya maka ikan akan mati. (2) Membran sel yang permeabel merupakan tempat lewatnya beberapa substansi yang bergerak cepat. sedangkan pada ikan estuari yang memiliki cairan tubuh menyerupai garam air garam laut hanya melakukan sedikit upaya untuk mengontrol tekanan osmose dalam tubuhnya. Pengertian Osmoregulasi Osmoregulasi adalah pengontrolan kadar air dan garam mineral di dalam darah. Meskipun konsentrasi relatif dari garam dan cairan tubuh mereka berubah – ubah dibandingkan air laut. air terus memasuki tubuh ikan melalui insang dan pengenceran darah (Levi. (3) Adanya perbedaan tekanan osmose antara cairan tubuh dan lingkungan. Osmoconformer adalah sebutan bagi hewan yang mampu memelihara keseimbangan antara cairan tubuh dengan keadaan lingkungan sekitar. Kebanyakan invertebrata laut adalah osmoconformer. Organisme yang hidup pada air tawar tidak melakukan osmoregulasi akibat perbedaan tekanan osmose. 1999). dalam kasus ini hewan juga harus mengatur tingkat ion internal (Djawad. (1) Harus terjadi keseimbangan antara substansi tubuh dan lingkungan. karena osmoregulasi sangat berfungsi dalam aspek kesehatan ikan (Fujaya. . Hal ini penting dilakukan.Sebagai konsekuensi langsung. Regulasi dari konsentrasi Na+ pada plasma hampir sama konsentrasinya dengan ekskresi regulasi Na+ yang berhubungan dengan sensor dan efektor yang berbeda-beda (penerima volume) yang berasal dari keseimbangan air dan osmoregulasi (vitamins-guide 2004) dan ditambahkan pula oleh Fujaya (1999) bahwa osmoregulasi adalah upaya mengontrol keseimbangan air dan ion – ion antara tubuh dan lingkungannya atau suatu proses pengaturan tekanan osmose. 2005). Konsentrasi ion plasma pada ikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Hal ini menyebabkan perbedaan laju metabolisme dasar karena upaya menahan garam – garam internal dan kelarutan material yang lain membutuhkan konsumsi oksigen yang berbeda tergantung besarnya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dan lingkungannya (Fujaya. dkk.1999).

Bila hal ini terus berlangsung bisa sampai menyebabkan ginjal menjadi rusak sehingga ikan mati.Organ Beberapa organ yang berperan dalam proses osmoregulasi ikan adalah insang. terutama hormon-hormon yang diekresi oleh pituitari. jenis kelamin dan perbedaan genotip. Pada ikan air laut terjadi kehilangan air dari dalam tubuh melalui kulit dan kemudian ikan akan mendapatkan garam-garam dari air laut yang masuk lewat mulutnya. Dalam keadaan normal ikan mampu memompa air kurang lebih 1/3 dari berat total tubuhnya setiap hari. Organ-organ ini melakukan fungsi adaptasi di bawah kontrol hormon osmoregulasi. musim. Meskipun demikian lama pemberiannya harus diperhatikan secara seksama agar jangan sampai ikan mengalami dehidrasi. Osmoregulasi merupakan suatu fungsi fisiologis yang membutuhkan energi. Ikan air tawar. Insang Insang ikan bersifat permeabel terhadap air dan garam. Di dalam laut salinitasnya lebih besar daripada dalam cairan tubuhnya. dan garam lebih banyak keluar dari tubuh. atau stres proses osmosis akan terganggu sehingga air akan lebih banyak masuk kedalam tubuh ikan. ginjal. Ikan air laut minum air dalam jumlah yang banyak dan mengeluarkan sedikit urin. dan urofisis. umur. dan garam masuk kedalam darah. Pada kadar garam yang tinggi. akibatnya ikan terdehidrasi dan akhirnya mati. sehingga ikan tetap bertahan hidup dan mempunyai kesempatan untuk memulihkan dirinya dari luka atau penyakit. Penambahan garam kedalam air diharapkan dapat membantu menjaga ketidakseimbangan ini. Organ dalam tubuh ikan menyerap ion-ion garam seperti Na+. dan usus. kondisi fisiologis. K+ dan Cl-. garam akan memasuki insang dan dalam jumlah yang banyak air akan masuk . Pada lingkungan air keluar. Kemampuan osmoregulasi bergantung suhu. tetapi garam berdifusi kedalam. yang dikontrol oleh penyerapan selektif ion-ion melewati insang dan beberapa bagian tubuh lainnya dikontrol oleh pembuangan yang selektif terhadap garam-garam. kulit. Kemudian insang ikan akan mengeluarkan kembali ion-ion tersebut dari darah ke lingkungan luar. serta air masuk ke dalam darah dan selanjutnya disirkulasi. Pada saat ikan sakit. Akibatnya beban kerja ginjal ikan untuk memompa air keluar dari dalam tubuhnya meningkat. air akan keluar dari tubuh ikan. garam sendiri akan berfungsi untuk mematikan penyakit terutama yang diakibatkan oleh jamur dan bakteri. Tentunya dosis untuk ikan harus diantur sedemikian rupa sehingga kadar garamnya tidak lebih tinggi dari pada kadar garam dalam darah ikan. Apabila kadar garam dalam air lebih tinggi dari kadar garam darah. luka. ginjal. efek sebaliknya akan terjadi.

Untuk ikan-ikan potadrom yang bersifat hiperosmotik terhadap lingkungannya dalam proses osmoregulasi. Kapasitas osmoregulasi = 1 disebut Isoosmotik. Ikan yang tergolong dalam eurihalin adalah salah satunya ikan nila. sejumlah besar air dikeluarkan oleh ginjal. Sedangkan pada ikan air laut. Keseimbangan cairan tubuhnya dapat terjadi dengan cara meminum sedikit air atau . Hal ini karena kadar garam di dalam tubuh ikan (mendekati 0. Pengaturan segera yaitu ikan mulai atau menghentikan minum dan meningkatkan atau menurunkan aktivitas transport ion dan air yang telah ada pada epitel osmoregulasi yang berhadapan dengan perubahan salinitas lingkungan. a. Kapasitas osmoregulasi > 1 disebut Hiperosmotik. semakin banyak energy metabolisme yang dibutuhkan untuk melakukan osmoregulasi sebagai upaya adaptasi. namun tetap ada batas toleransi. Stenohalin adalah tingkat adaptasi yang sempit terhadap salinitas yang tinggi. sedangkan sel klorida tipe air laut berdiferensiasi pada insang. Tidak ada organisme yang hidup di air tawar tidak melakukan osmoregulasi.lewat kulit ikan dan insang. intestine dan ginjal.5%) yang lebih tinggi daripada konsentrasi air di mana ikan tersebut hidup. Pada level jaringan dan sel. Pengaturan jangka panjang melibatkan modifikasi organ-organ osmoregulasi seperti insang. Kapasitas osmoregulasi < 1 disebut hipoosmotik. beberapa diantaranya hanya melakukan sedikit upaya untuk mengontrol tekanan osmose dalam tubuhnya. pengaturan air dan ion paling sedikit terdapat dua fase. jika salinitasnya meningkat maka osmolalitas plasma juga meningkat sedangkan pada kapasitas osmoregulasinya semakin besar kadar salinitas suatu perairan maka semakin kecil nilai kapasitas osmoregulasinya. Semakin jauh perbedaan tekanan osmose antara tubuh dan lingkungan. c.1999) Tingkat osmoregulasi Tingkat osmoregulasi dipengaruhi oleh salinitas tertentu dan akan berpengaruh terhadap tingkat osmolalitas plasma. b. Dalam osmoregulasi terdapat dua istilah yaitu eurihalin dan stenohalin. Eurihalin adalah kemampuan suatu organisme terhadap keadaan perubahan salinitas yang tinggi. sel klorida tipe air tawar hilang. air bergerak ke dalam tubuh dan ion-ion keluar ke lingkungan dengan cara difusi. bila kan berpindah ke lingkungan laut. Sebgai hasilnya bahwa konsentrasi garam pada urine sangat rendah ( Fujaya. Karena tubuh ikan akan berusaha agar proses difusi antara air kedalam tubuh ikan tetap berlangsung. Contoh organisme yang bersifat stenohalin salah satunya adalah ikan nila Dalam responnya terhadap perubahan salinitas.

kulitnya diliputi mucus. Ikan air tawar cenderung untuk menyerap air dari lingkungannya dengan cara osmosis. Kelebihan air dalam tubuhnya dapat dikurangi dengan membuangnya dalam bentuk urin. dan memompa garam melalui sel- sel khusus pada insang. air mengalir secara osmose dari dalam tubuhnya melalui ginjal. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. sehingga garam di dalam tubuhnya tidak mudah bocor kedalam air. Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal. produksi urinnya encer. glukosaakan diserap kembali pada tubuli proximallis dan garam . Sedangkan untuk ikan-ikan eurihalin. Tekanan osmotik adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis).garam diserap kembali pada tubuli distal. Dinding tubuli ginjal bersifat impermiable (kedap air. terjadi sebagai akibat dari kadar garam dalam tubuh ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungannya.bahkan tidak minum sama sekali. Ikan air tawar harus selalu menjaga dirinya agar garam tidak melarut dan lolos ke dalam air. insang dan kulit ke lingkungan. melakukan osmosis lewat insang. Ginjal mempunyai glomeruli dalam jumlah banyak dengan diameter besar. Insang ikan air tawar secara aktif memasukkan garam dari lingkungan ke dalam tubuh. Ginjal akan memompa keluar kelebihan air sebagai air seni. Sistem Osmoregulasi Sistem Osmoregulasi ialah sistem pengaturan keseimbangan tekanan osmotik cairan tubuh (air dan darah) dengan tekanan osmotik habitat (perairan). Secara umum kulit ikan merupakan lapisan kedap. Untuk ikan-ikan oseanodrom yang bersifat hipoosmotik terhadap lingkungannya. memiliki kemampuan untuk dengan cepat menyeimbangkan tekanan osmotik dalam tubuhnya dengan media (isoosmotik). sedangkan ion-ion masuk ke dalam tubuhnya secara difusi. tidak dapat ditembus) terhadap air. namun karana kondisi lingkungan perairan tidak selalu tetap. . Ikan mempertahankan keseimbangannya dengan tidak banyak minum air. maka proses ormoregulasi seperti halnya ikan potadrom dan oseanodrom tetap terjadi. Satu-satunya bagian ikan yang berinteraksi dengan air adalah insang.