You are on page 1of 40

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di Amerika Serikat, asuhan prenatal yang terorganisasi siperkenalkan

secara besar-besaran oleh para perwat dan pelaku reformasi sosial pada tahun

1901, Nya William Lowell putnam dari Boston Infant Social Service

Departement memulai suatu program kunjungan perawat kepada para wanita

yang menjadi peserta layanan persalinan di rumah dari Boston Lying-in

Hospital. Proyek ini sedemikian berhasilnya sehingga pada tahun 1911

didirikan sebuah klinik prenatal rawat jalan, dan para wanita dianjurkan untuk

ikut serta pada usia kehamilan sedini mungkin. Para penulis Williams’

Obstetrcs edisi-edisi awal merupakan para pendukung pertama asuhan

prenatal. Nicholas J. Eastman memuji gerakan untuk mengorganisasikan

asuhan prenatal karena “ melakukan lebih banyak hal bagi keselamatan jiwa

ibu melebihi faktor tunggal manapun”. (Maratz, dkk.1990).

(Kogan,dkk.1998) mendapatkan bahwa terjadi peningkatan besar

dalam memanfaatkan asuhan prenatal “intensif”, yang didefinisikan sebagai

lebih dari 9 kali kunjungan prenatal. Mereka memperkirakan peningkatan

asuhan prenatal intensif ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah wanita

hamil yang tercakup Medical dan oleh pengmbangan ilmu kedokteran ibu-

janin sebagai suatu spesialis disertai meluasnya penggunaan ultrasenografi

(Kogan,dkk.1998).

1
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, rata-

rata angka kematian ibu (AKI) tercatat mencapai 359 per 100.000 kelahiran

hidup. Rata-rata kematian ini jauh melonjak dibanding hasil SDKI 2007 yang

mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Pada dasarnya penyebab

kematian ibu dapat dicegah, sehingga AKI di Indonesia dapat diturunkan.

Salah satu upaya dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu

maupun perinatal adalah dengan pelayanan antenatal (Antenatal care)

(Manuaba 2010,).

Menurut Saifuddin, kunjungan antenatal untuk pemantauan dan

pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama

kehamilan dalam waktu sebagai berikut: kehamilan trimester pertama (<14

minggu) satu kali kunjungan, kehamilan trimester kedua (14-28 minggu) satu

kali kunjungan, dan kehamilan trimester ketiga (28-36 minggu dan sesudah

minggu ke-36) dua kali kunjungan (Salmah 2006,).

Pengawasan antenatal memberikan manfaat dengan ditemukannya

berbagai kelainan yang menyertai kehamilan secara dini, sehingga dapat

diperhitungkan dan dipersiapkan langkah- langkah dalam pertolongan

persalinannya. Diketahui bahwa janin dalam rahim dan ibunya merupakan

satu kesatuan yang saling mempengaruhi, sehingga kesehatan ibu yang

optimal akan meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan

janin (Manuaba 2010,).

Kehamilan merupakan hal yang fisiologis, namun kehamilan yang

normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu asuhan yang dilakukan

oleh bidan untuk menapis adanya resiko ini yaitu melakukan pendeteksial

2
dini adanya komplikasi atau penyakit yang mungkin terjadi selama hamil

muda (Yuni Kusmiati, dkk :2009). Proses kehamilan akan dialami oleh

seluruh wanita di dunia, dalam melewati proses kehamilan seorang wanita

harus mendapat penatalaksanaan yyang benar. Ini terbukti dengan angka

kematian yang tinggi si negara Indonesia, dengan keadaan tersebut memberi

support dan memacu untuk memberikan penatalaksanaan yang benar saat

kehamilan.

Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan

(continue of care) sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan

dari seorang yang profesional yang sama, karna dengan seperti itu maka

perkembangan kodisi mereka setiap terpantau dengan baik, dan mereka akan

lebih menjadi lebih percaya kepada si pemberi asuhan.(Enkin 2000).

B. Rumusan Masalah

Bagaimana asuhan kebidanan pada ibu hamil pada Ny “Y” G4P3A0H3 dengan

hamil normal di poli kebidanan rsud pariaman?

C. Tujuan Penulisan

Menganalisi asuhan kebidanan pada ibu hamil pada Ny “Y” g4p3a0h3 dengan

hamil normal di poli kebidanan rsud pariaman

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Kehamilan

1. Definis kehamilan

Kehamilan merupakan peristiwa besar dalam kehidupan manusia

yang harus disyukuri dan dikelola secara tepat. Kehamilan merupakan

puncak kebahagian setiap pasangan suami istri. Karena dengan adanya

kehamilan, kehidupan baru di tengah keluarga akan terwujud (Rasjidi,

2014).

Kehamilan adalah pembuahan (fertilisasi) ovum oleh sperma

biasanya terjadi di bagian tengah tuba uterina. Sebuah ovum dibuahi oleh

lebih dari satu sperma. Bila satu sperma mencapai membran ovum, sperma

tersebut berfusi yang menghasilkan sinyal untuk memulai perkembangan

diawali terbentuknya embrio (Ganong, 2002).

Menurut Federasi Obstetric Gunekologi Internasional dalam

Prawirahardjo (2010) mendefinisikan kehamilan sebagai fertilisasi ataun

penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau

implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi,

kehamilan normal akan berlangsung dalam 40 minggu atau 10 bulan lunar

atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi menjadi 3

trimester, trimester ke satu berlangsung dalam 12 minggu, trimester ke dua

15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27) dan trimester ke-3 13 minggu

4
(minggu ke-28 hingga ke-40).

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri

mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba,

2007). Kehamilan adalah masa dimulainya konsepsi sampai lahirnya bayi

(Saifuddin, 2002).

Berdasarkan juraian diatas dapat disimpulkan bahwa ibu hamil

adalah seorang ibu dimulai masa kehamilan atau mulai dari konsepsi

sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari atau 40

minggu, dihitung dari pertama haid terakhir dan dapat diliohat tanda pasti

hamil yaitu ada gerakan janin dalam rahim (terkihat atau teraba gerakan

dan teraba bagian-bagian janin), terdengar denyut jantung janin ( didengar

dengan stetoskop laenec, alat kardiotografi atau EKG dan alat Doppler,

dilihat dengan ultrasonograf, pemeriksaan dengan alat canggih yaitu

rontgen melihat kerangka janin (ultrasonografi).

2. Tujuan Pemeriksaan Kehamilan

Menurut Vivian (2010) tujuan asuhan kebidanan yaitu:

1. Memonitor kemajuan kehamilan guna memastikan kesehatan ibu dan

peekembangan janin yang normal.

2. Menegenali secara dini penyimpangan dari normal dan memberikan

penatalaksanaan yang diperlukan.

3. Membina hubungan saling percaya antara ibu dan bidan dalam rangka

mempersiapkan ibu dan keluarga baik secara fisik, emosional, serta

logis untuk menghadapi kelahiran dan kemungkinanadanya komplikasi.

5
3. Frekuensi Kunjungan ANC (Antenatal Care)

Menurut Saifuddin (Salmah 2006)., kunjungan antenatal untuk

pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat

kali selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut:

a. kehamilan trimester pertama (<14 minggu) satu kali kunjungan,

b. kehamilan trimester kedua (14-28 minggu) satu kali kunjungan, dan

c. kehamilan trimester ketiga (28-36 minggudan sesudah minggu ke-36)

dua kali kunjungan

Pengawasan antenatal memberikan manfaat dengan ditemukannya

berbagai kelainan yang menyertai kehamilan secara dini, sehingga dapat

diperhitungkan dan dipersiapkan langkah - langkah dalam pertolongan

persalinannya. Diketahui bahwa janin dalam rahim dan ibunya merupakan

satu kesatuan yang saling mempengaruhi, sehingga kesehatan ibu yang

optimal akan meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan

janin (Manuaba 2010).

4. Tanda Kehamilan

Tanda hamil adalah perubahan fisiologis yang timbul selama hamil. Ada 3

tanda kehamilan diantaranya presumtif (perubahan yang dirasakan wanita),

kemungkinan hamil (perubahan yang bisa diobservasi pemeriksa), dan

positif hamil.

6
a. Tanda presumtif (terhentinya menstruasi)

1) Amenorea :

- Berhentinya menstruasi disebabkan oleh kenaikan kadar

estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum

- Mempunyai arti penting dalam dugaan kehamilan hanya bila

siklus haid sebelumnya berlangsung secara teratur dan spontan.

- selain kehamilan, amenorea juga dapat terjadi akibat :

ketegangan emosional, penyakit menahun, obat-obat opioid dan

dopaminergik, penyakit endokrin dan tumor ginekologi

tertentu.

2) Mual dan muntah:

- 50% diderita oleh ibu hamil, mencapai puncak pada 8 – 12

minggu

- Keluhan semakin berat pada pagi hari (“morning sickness”)

- Derajat keluhan dipengaruhi oleh ketegangan emosi

- Hiperemesis gravidarum: mual muntah disertai dengan

dehidrasi dan ketonuria sehingga mengganggu aktivitas

keseharian pasien. Keadaan ini memerlukan perawatan intensif

di Rumah Sakit

- Terapi emesis gravidarum sedang diantaranya makan sedikit

dan sering, dukungan emosional, vitamin B6 dosis tinggi dan

Vitamin prenatal, anti muntah diberikan sebagai pilihan akhir

7
- Keluhan mual disebabkan oleh kenaikan kadar hCG dimana

pada trimester I kadar hCG dapat mencapai 100 mIU/ml

3) Perubahan pada payudara:

- Mastodinia (rasa tegang pada payudara).

- Pembesaran kelenjar sebaseus sirkumlakteal (Montgomery

tubercle) pada kehamilan 6 – 8 minggu akibat stimulasi

hormonal.

- Sekresi kolostrum setelah kehamilan 16 minggu.

4) Persepsi gerakan janin

Pada usia kehamilan antara 16-20 minggu (sejak hari pertam

menstruasi berakhir ), wanita hamil meulai menyadari adanya

gerakan berdenyut ringan diperutnya, dan intensitas gerakan ini

semakin meningkat secara bertahap. Sensasi ini disebabkan oleh

gerakan janin, dan hari ketika gerakan tersebut disadari oleh wanita

hamil disebut quikening atau munculnya persepsi kehidupan.

Namun hanya merupakan bukti penunjang kehamilan, dan apabila

berdiri kurang bernilai diagnostic (Cuningham , 2009).

b. Tanda kemungkina hamil (yang dapat diobservasi pemeriksa)

1) Tanda hegar

Meluasnya daerah isthmus yang menjadi lunak, sehingga pada

pemeriksaan vaginal, korpus uteri seolah “terpisah” dari bagian

servik. Keadaan ini dijumpai pada kehamilan 6-8 minggu.

2) Balotemenus

8
Sekitar pertengahan kehamilan, volume janin lebih kecil dibanding

volume cairan amnion, oleh karena itu tekanan mendadak pada

uterus dapat menyebabkan janin tenggelam dalam cairan amnion dan

kemudian memantul kesisinya semula, benturan yang ditimbulkan

ballotement dapat dirasakan oleh jari-jari tangan pemeriksa.

(Cunningham, 2009).

3) Test kehamilan

Menurut prawirohardjo (2008), terdapt sejumlkah seperangkat uji

kehamilan yang beredar di pasaran dengan harga terjangkau. Uji

kehamilan ini dapat dibaca dalam 3 sampai 5 menit, dengan tingkat

akurasi yang tinggi, dan tingkat kecermatan yang tinggi pada tahap

tertentu. Sistim yang digunakan dalam bebrbagai perangkat berbeda-

beda, namun masing-masing berpegang pada prinsip yang sama

(pengenalan HCG dan sub unitnya) oleh suatu antobody molekul 1

HCG atau epitope sub unit β. Hormon ini disecresi kedalam sirkulasi

wanita hamil dan diekskresikan melalui urine (Cuningham , 2009)

4) Tanda goodel ( servik melunak)

Pada minggu ke 6-8 , konsisten jaringan servik yang mengelilingi os

eksternus lebih mirip dengan mulit bibir dari pada tulang rawan

hidung, yang khas untuk servik pada wanita tidak hamil. Namun

keadaan- keadaan lain dapat menyebabkan servik melunak,

misalnya kontrasepsi mengadung estrogen-progetin. Seiring dengan

perkembangan kehamilan kanalis servikalis dapat menjadi

sedemikian melebar sehingga jari tangan dapat dimasukkan. Pada

9
proses peradangan tertentu, serta karsinoma sevik akan tetap keras

selama kehamilan dan bila mungkin membuka pada saat persalinan

(Cuningham , 2009).

c. Positif Hamil

1) Sonografi

Tehnik ini sangat bermanfaat bagi pemantauan viabilitas janin.

Aktivitas jantung dapat dilihat pada kehamilan 5 – 6 mingg.

Ekstrimitas janin terlihat pada kehamilan 7 – 8 minggu. Gerakan jari

tangan terlihat pada kehamilan 9 – 10 minggu

2) Bunyi jantung janin

Detak jantung janin dapat terdengar dengan menggunakan fetoskop

pada ibu yang bertubuh langsing pada kehamilan 17 – 18 minggu,

dengan Doppler, detak jantung janin dapat terdengar pada kehamilan

10 minggu.

3) Pemeriksa melihat dan merasakan gerakan janin

Gerakan janin dapat terdeteksi oleh pemeriksa oleh pemriksa setelah

usia kehamilan sekitar 20 minggu. Gerakan janin memperlihatkan

intensitas yang bervariasi dari getaran halus pada awal kehamilan

sampai gerakan nyata pada periode selanjutnya, dapat dilihat dan

dapat diraba. Sensasi yang agak mirip dapat ditimbulkan oleh

kontraksi otot abdomen atau peristaltik usus (Cuningham , 2009).

d. Adaptasi Fisiologis Selama Kehamilan\

Adaptasi anatomi, fisiologis, dan biokimia terhadap kehamilan sangat

besar. Banyak dari perubahan tersebut segera terjadi setelah fertilisasi

10
dan selanjutnya sepanjang kehamilan. Perubahan anatomi dan fisiologi

pada perempuan hamil sebagian besar sudah terjadi segera setalah

fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Perubahan-perubahan

ini merupakan respon terhadap janin, semua perubahan ini akan

kembali seperti keadaan sebelum hamil setelah proses persalinan dan

menyusui selasai (Cuningham , 2009).

Bidan yang memerlukan dasar yang adekuat tentang fisologis maternal

normal untuk mencapai hal-hal berikut:

1) Mengidentifikasi penyimpangan yang actual dan potensial terhaap

adaptasi normal supaya pengobatan dapat dimulai

2) Membantu ibu memahami perubahan anatomi dan fisiologis selama

kehamilan

3) Menghilang keemasan ibu dan keluarga yang mungkin disebabkan

pengetahuan yang kurang

4) Memberi penyuluhan kepada ibu dan keluarga tentang tanda dan

gejala yang harus dilaporkan kepada pemberi perawatan kesehatan.\

Menurut Cunningham (2005) , selain penyesuaian yang diharapkan

terjadi selama kehamilan, beberpa penyakit juga menimbulkan

perubhaan, misalnya HB yang rendah, laju endap yang tinggi, dyspnea

sat istirahat, dan perubahna jantung serta kesimbangan endokrin.

Perubahan – perubahn ini menunjukkan usaha tubuh untuk melindungi

ibu dan janin. Pemahaman tentang poerubahan- perubahn ini penting

untuk setiap orang yang berpartisipasi dalam perawatan ibu dan janin

(Prawirihardjo.2008).

11
e. Fisik (reproduksi)

1) Uterus

Uterus berkembang sampai ke xifistermun. Pengurangan tinggi fundus

uteri di kenal dengan istilah lightening, terjadi pada berapa bulan terakhir

kehamilan, pada saat fetus turun kebagian bawah uterus. Hal ini

bertujuan untuk membuat jaringan pelvik menjadi lebih lunak, dengan

tonus uterus yang baik, dengan formasi yang baru dari segmen bawah

rahim.

Pada primigravida hal ini juga memacu penurunan fetus ke dalam pelvik

dan kepala menjadi engaged. Pada wanita nulipara, penurunan kepala

biasanya tidak terjadi sampai proses persalinan tiba (Chamberlain et al,

1997). Perkembangan segmen bawah rahim dari ujung istmus berakhir

sampai proses persalinan. Setelah diukur kira-kira 1-3 bagian tubuh

uterus sangat tipis dan mengandung sedikit otot. Kontraksi pada bagian

ini tidak sama dengan yang ada di fundus dan di korpus .

2) Vagina

Sampai minggu kedelapan, meningkatnya vaskularisasi pada vagina

menyebabkan tanda kehamilan yang khas disebut tanda chadwick’s,

corak yang berwarna keunguan yang dapat terlihat oleh pemeriksa.

Dalam berespon terhadap stimulasi hormonal, sekresi sel-sel vagina

meninggkiat secara berarti. Sekresi tersebut berwarna putih dan

12
bersifat sangat asam, dikenal istilah “putih” atau leukorrea. Sekresi

vagina merupakan media yang menyuburkan basilus doderlein’s.

Basilus ini merupakan garis pertahanan terhadap candida albikans,

patogen yang tumbuh dalam media alkali.

Sebagaimana kehamilan mengalami kemajuan, mengingkatnya

kongesti vaskular organ vagina dan pelvik menyebabkan peningkatan

sensitifitas yang sangat berarti. Hal ini mungkin mengarah pada

tingginya derajat rangsangan seksual, terutama pada bulan keempat

dan ketujuh masa kehamilan.

3) Payudara

Salah satu petunjuk pada wanita yang menandakan bahwa ia hamil

adalah rasa semutannyeri tekan pada payudara, yang secara bertahap

mengalami perbesaran karena peningkatan pertumbuhan jaringan

alveolar dan suplai darah. Puting susu menjadi lebih menonjol dan

keras, dan pada awal kehamilan keluar cairan jernih, kolostrum. Area

berpigmen di sekitar puting, areola, tumbuh lebih gelap dan kelenjar-

kelenjar montgomery menonjol keluar.

Bila payudara tidak kosong dengan tepat selama kehamilan, berat

yang meningkat akan menyebabkan rasa tidak nyaman. Takut akan

bentuknya menjadi “menurun” tidak harus terjadi bila selama masa

kehamilan payudara telah disokong dengan baik menggunakan

kutang. Sering dibersihkan akan menjaga penumpukan kolostrum.

13
Menyikat dengan handuk kering yang kasar dapat membantu untuk

menyiapkan puting dalam pemberian ASI.

4) Sirkulasi darah ibu

Peredaran darah ibu dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

a)Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi

kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan jani dalam rahim.

b) hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro-

plasenter

c) Pengaruh hormon estrogen dan progesteron semakin menigkat

Akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran darah

yaitu:

1) Volume darah

Volume darah semakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih

besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam

pengenceran darah (hemodilusi), dengan puncaknya pada hamil 32

minggu. Serum darah (volume darah) bertambah sebesar 25-30%

seangkan sel darah bertambah sekitar 20%. Curah jantung akan

bertambah sekitar 30%. Bertambahnya hemodilusi darah mulai

tampak sekitar16 minggu usia kehamiloan, sehingga pengidap

penyakit jantung harus berhati0hati untuk hamil beberapa kali.

Kehamilan sellau memberatkan kerja jantung sehingga wanita hamil

dengan sakit jantung dapat jatuh dalam dekompensasi kordis. Pada

14
postpartum terjadi hemokonsentrasi dengan puncak hari ketiga

sampai kelima.

2) Sel darah

Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat

mengimbangi pertumbuhna sel darah tidak seimbang dengan

peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusio yang disertai

anemia fisiologi. Sel darah putih meningkat dengan mencapai jumlah

sebesar 10.000/ml, dengan hemodilusi dan anemia maka laju endap

arah semakin tinggi dan dapat mencapai 4 kali dari angka normal.

3) Sistem respirasi

Sejalan dengan pertumbuhan janin dan mendorong diagfragma

keatas, bentuk dan ukuran rongga dada berubah tetapi tidak

membuatnya lebih kecil. Kapasitas paru terhadap udara inspirasi tetap

sama seperti sebelum hamil atau mungkin berubah dengan berarti.

Kecepatan pernapasan dan kapasitas vital tidak berubah. Volume

tidal, vulume ventilator permenit, dan ambilan oksigen meningkat

karena bentuk dari rongga torak berubah dan karena bernafas lebih

cepat sekitar 60% wanita hamil mengeluh sesak nafas.

4) Sistem pencernaan

Sistem gastrointestinal terpengaruh dalam beberapa hal karena

kehamilan. Tingginya kadar progesteron menggangu keseimbangan

cairan tubuh, meningkatkan kolestrol darah, dan melambatkan

kontraksi otot-otot polos. Sekresi saliva menjadi lebih asam dan lebih

banyak, dan asam lambung menurun. Pembesaran uterus lebih

15
menekan diafragma, lambung dan intestin. Pada bulan-b ulan awal

masa kehamilan, sepertiga dari wanita hamil mengalami mual dan

muntah, pada kehamilan selanjutnya penurunan asam lambung,

melambatkan pengosongan lambung dan menyebabkan kembung.

Menurunnya gerakan peristaltik tidak saja menyebabkan mual teapi

juga konstipasi, karena lebih banyak peses terdapat dalam usus, lebih

banyak air diserap akan semakin keras jadinya. Konstipasi juga

disebabkan oleh tekanan uterus pada usus bagian bawah pada awal

masa kehamilan dan kembali pada akhir masa kehamilan. Pada

bulan-bulan terakhir, nyeri ulu hati dan regurgitasi (pencernaan asam)

merupakan ketidak nyamanan yang disebabkan tekanan keatas dari

pembesaran uterus.

5) Sistem perkemihan

Di bawah keadaan yang normal, peningkatan kegiatan penyaringan

darah bagi ibu dan janin yang tumbuh tidak membuat ginjal dan

ureter bekerja ekstra. Keduanya menjadi dilatasi karena peristaltik

uretra menurun. Sebagai akibat gerakan urine ini meningkat

kemungkinan pielonefritis. Pada awal kehamilan, suplai darah ke

kandung kemih meningkat, dan perbesaran uterus menekan kandung

kemih, faktor-foktor tersebut menyebabkan meningkatnya berkemih.

Mendekati kelahiran janin turun lebih rendah ke pelvis, lebih

menekan lagi kandung kemih dan semakin meningkatkan berkemih.

6) Perubahan pada kulit

16
Striae gravidarum sebagaimana janin tumbuh, uterus membesar,

menonjol keluar. Hal ini menyebabkan tonjolan dan kemudian

membusung serabut-seraut elastis dari lapisan kulit terdalam terpisah

dan putus karena regangan. Tanda regangan yang dibentuk disebut

striae gravidarum.

Pigmentasi, pengumpulan pigmen sementara mungkin terlihat pada

bagian tubuh tertentu, tergantung pada warna kulit yang dimiliki.

Areola sekitar puting membesar dan warnanya menjadi lebih gelap.

Perspirasi dan sekresi kelenjar lemak. Baik kelenjar sebasea atau

keringat menjadi lebih aktif selam masa kehamilan sebagai akibatnya,

wanita hamil mungkin mengalami ganggunan bau badan, banyak

mengeluarkan keringat dan berminyak.

7) Metabolisme

Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh mengalami

perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makan tinggi

untuk pertumbuhan janin dan persiapan pemberian ASI.

Diperkirakan selama kehamilan berat badan akan bertambah 12,5kg.

Sebagaian besar penambahan berat badan selama kehamilan berasal

dari uterus dan isinya. Kemudian payudara, volume darah, dan cairan

ekstaseluler. Pada kehamilan normal akan terjadi hipoglikemia puasa

yang disebabkan oleh kenaikan kadar insulin, hiperglikemia

postprandial dan hiperinsulinnemia. Zinc sangat penting untuk

pertumbuhan dan perkembangan janin, beberpa penelitian

17
menunjukkan kekurangan zat ini dapat menyebabkan pertumbuhan

janin terhambat (Prawirohardjo,2008).

5. Masa Kehamilan

a. Triwulan 1 (Minggu ke- 1)
 Calon Ibu
Idealnya calon ibu berada dalam kondisi sehat optimal. Kebiasaan

seperti merokok, minum alkohol dan obat-obatan yang tidak perlu

sudah seharusnya diberhentikan pada masa ini. Subu tubuh basal akan

sedikit meningkat pada masa ovulasi dan berkisar antara 35,6ᵒC dan

berangsur-angsur akan meningkat. Konsultasi genetik bisa dilakukan

dengan dokter kandungan untuk mengetahui apakah adanya riwayat

penyakit menurun dalam keluarga seperti hemofili, fibrosis kistik atau

berbeda tipe golongan darah Rhesus.

Minggu ke -2
 Calon Ibu
Masa fertilisasi atau pembuahan dimana berjuta-juta sperma pasangan

akan masuk ke vagina dan mencapai tuba falopi. Beberapa ratus

sperma akan menuju sel telur sambil mengeluarkan enzim yang

membuat salah satu spema berhasil menembus lapisan pelindung sel

telur yang matang. Pada saat ini terjadi perubahan kimiawi yang

mencegah sperma lain memasuki sel telur. Tubuh sperma yang

berhasil masuk sel telur akan terurai dan inti sel yang membawa kode

genetik akan menyatu dengan kode genetik sel telur yang telah

dibuahi.

18
 Janin Bayi
Jenis kelamin bayi pada masa ini ditentukan oleh 46 kromosom yang

menyusun karakteristik genetiknya. Sel sperma dan sel telur

membawa kode genetiknya masing-masing. Sel telur hanya memiliki

kromosom X, namun sel sprema membawa kromosom X atau Y. Bila

sperma yang membuahi sel telur membawa kromosom X maka akan

membentuk seorang bayi perempuan. Lain halnya bila yang

membuahi sel telur adalah sperma yang membawa kromosm Y, maka

bayi laki-laki lah yang akan terbentuk. Pada hal ini, calon ayah-lah

yang sebenarnya menentukan jenis kelamin bayi.
Sel telur yang telah dibuahi akan membelah menjadi 2 sel, kemudian 4

sel dan kemudian terus membelah sambil bergerak meninggalkan tuba

falopi menuju rahim. Saat ini, dengan perkiraan kasar terdapat 30 sel

hasil pembelahan. Kumpulan sel tersebut dinamakan morula, dari

bahasa latin yang berarti anggur.

Minggu Ke-3
 Calon Ibu
Kira-kira 7 hari setelah fertilisasi,morula akan tertanam di lapisan

dalam rahim (endometrium). Secara formal hal ini dapat dikatakan

sebagai suatu kehamilan. Kelompok sel tersebut akan semakin matang

dan menjadi blastokista, substansi akan men-stumulasi terjadinya

perubahan dalam tubuh calom ibu termasuk terhentinya siklus

menstruasi.
 Janin Bayi
Selama minggu-minggu awal kehamilan, bayi akan berkembang pesat.

Setiap hari pasti akan terjadi perubahan besar. Hanya dalam waktu 7

hari, sebuah sel akan menjadi suatu kelompok tetap sulit dilihat, sel-

19
sel ini telah mengatur dirinya sendiri dengan benar. Sebagian

membentuk embrio, sedangkan yang lain menjadi struktur penyokong

yang memberi nutrisi kepada embrio. Bagaimana hal ini terjadi masih

menjadi misteri bagi para ahli.

Minggu ke-4
 Calon Ibu
Meskipun kehamilan bisa diketahui sendiri, namun tes darah yang

mampu membuktikan kehamilan secara akurat, terutama pada

minggu-minggu ini. Hal ini disebabkan adanya blastokista yang akan

mengeluarkan sejumlah hormon kehamilan (Human Chorionic

Gonadotrophin/hCG). Hormon ini dapat terdeteksi dalam darah. Urin

juga dapat digunakan untuk men-tes hormon ini, namun hasilnya tidak

seakurat tes darah.
 Janin Bayi
Pada minggu ini blastokista yang tadinya terbentuk seperti bola mulai

berubah menjadi sebuah embrio. Embrio ini dibedakan menjadi 3 jenis

lapisan yang nantinya membentuk 3 jenis jaringan, yaitu:
1. Endoderm: lapisan terdalam yang akan membentuk paru-paru,

hati, sistem pencernaan dan pankreas
2. Mesoderm: lapisan tengah yang akan membentuk tulang,otot,

ginjal, pembuluh darah dan jantung
3. Ektoderm: lapisan terluar yang akan membentuk kulit, rambut,

lensa mata, email gigi dan sistem saraf

Keseluruhan sel dalam setiap jaringan akan bergerak mengelilingi

untuk menuju tempat masing-masing dan bentuk bakan kepala embrio

akan meruncing seperti tetesan air mata.

Minggu Ke-5

20
 Calon Ibu
Tanda utama kehamilan adalah tidak menstruasi sekitar 2-3 minggu

setelah konsepsi. Namun ketiadaan menstruasi (amenore) ini bisa

juga disebabkan oleh hal-hal lain. Untuk memastkan perlu dilakukan

tes urin sehingga dokter dapat menaksir perkiraan hari persalinan

dihitung semenjak hari pertama siklus menstruasi terakhir. Selain itu

menstruasi (amenore) terdapat tanda-tanda awal lainnya yang juga

diperhatikan, misalnya mual muntah atau bisa disebut morning

sickness, perubahan selera makan, perubahan pada payudara, dan

kelelahan.
Kehamilan biasanyan terbagi dalam periode, yang dikenal sebagai

triwulan, yaitu:
1. Triwulan I: berlangsung hingga minggu kehamilan ke 13. Pada

masa ini terjadi perkembangan janin yang cepat. Pada masa ini

risiko keguguran juga termasuk tinggi.
2. Triwulan II: berlangsung dari minggu ke 14 hingga minggu

kehamilan ke 27
3. Triwulan III: berlangsung dari minggu ke 28 hingga masa

kelahiran
 Janin Bayi
Pada saat ini janin dalam rahim sang ibu telah memiliki bentuk yang

lebih jelas. Janin telah memiliki bagian atas bawah, kanan kiri, serta

depan belakang. Di daerah punggung terdapat suatu celah melengkung

yang akan membentuk struktur seperti tabung silinder yang disebut

neural tube (tabung saraf). Dalam perkembangannya, pada tabung ini

akan terbentuk sumsum tulang belakang dan otak. Bagian atas dari

tabung tersebut akan meluas dan mendatar untuk membentuk otak

depan. Selain itu di bagian pusat janin akan terbentuk suatu tonjulan

21
yang merupakan bakal jantung, tonjolan tersebut akan dialiri oleh

pembuluh darah rudimeter (pembuluh darah yang belum sempurna).
Minggu Ke-6
 Calon Ibu
Pada saat ini banyak wanita yang menghubungkan kehamilan dengan

timbulnya keluhan, khusunya nausea (pusing dan mual). Biasanya

para ibu saat ini merasa lebih mudah tersinggung dan lelah dari pada

sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya peningkatan hormon

progesteron. Biasanya istirahat yang cukup akan membantu proses

relaksasi dalam menghadapi hal-hal tersebut.

 Janin Bayi
Tabung saraf disepanjang tulang belakang telah menutup. Di salah

satu ujungnya telah terbentuk bakal otak yang akan mengisi tulang

tengkorak. Sementara itu terdapat 2 buah piringan pigmen kecil yang

membentuk struktur seperti mangkun di kedua sisi kepalanya. Bagian

ini disebut vesikel optikus yang merupakan bakal mata. Walaupun

jantung bayi pada awalnya hanya berupa tabung kecil, namun pada

tahap ini bakal jantung telah berdenyut dan tidak akan pernah

berhenti hingga akhir hidup. Bakal kaki dan tangan juga mulai terlihat,

demikian pula tulang ekor akan makan terlihat jelas di tahap ini.

Minggu ke 7
 Calon Ibu
Lima minggu setelah konsepsi, dinding rahim melunak sehingga

mempermudah penanaman blastosit. Pada saat ini serviks ( mulut

rahim) mulai melunak. Perubahan yang terjadi di organ dalam lain

adalah penebalan lendir serviks yang akan menggumpal membentuk

sumbat (plug) dalam saluran mulut rahim. Nantinya lendir ini akan

22
dikeluarkan sesaat sebelum proses persalinan, yaitu saat serviks mulai

membuka (hal ini disebut show).
 Janin Bayi
Di minggu ini terjadi perubahan pada tubuh, wajah, dan kaki bayi.

Saluran pencernaan janin mulai terbentuk dan usus depan telah

terlihat. Bentuk tulang ekor juga terlihat namun akan menghilang di

minggu ke 10 atau 11. Paru-paru juga mulai berkembang sementara

itu tali pusat akan berkembang setelah plasenta dewasa. Selain itu

telah terbentuk pula bakal wajah, sedikit pigmentasi pada iris mata

dan lubang pada mulutnya. Seminggu setelah pembentukan bakal kai,

maka bakal lengan justru telah dapat dibedakan menjadi segmen

tangan dan bahu.
Minggu Ke-8
 Calon Ibu
Walaupun rahin mulai membesar, perubahan ini biasanya terlihat dari

luar. Yang lebih dahulu mendeteksi perubahan ini secara umum adalah

dokter. Dokter akan meraba pembesaran saat melakukan pemeriksaan

panggul. Biasanya ukuran baju sang ibu mulai membesar karena

pinggang terasa mulai adanya pengetatan akibat membesarnya janin

yang tumbuh.
 Janin Bayi
Pada ujung-ujung tubuh yang sedang berkembang, mulai terbentuk

bakal jari tangan dan kaki, sedangkan bakal lengan akan sedikit fleksi

(membengkok) pada bagian pergelangan dan siku. Pada bagian sisi

lehernya nampak bakal telinga luar yang mulai tumbuh, begitu pula

halnya bakal bibir atas dan ujung hidung pada wajahnya. Bakal mata

janin masih saling berjauhan satu sama lain, namun bakal kelopak

mata mulai terbentuk mengitarinya.dalam tubuh janin, usus halus

23
tampak panjang sekali sehingga rongga perut tidak mampu

menampung. Beberapa akan menonjol ke tali pusat janin yang disebur

hernia (penonjolan) fisiologik.

Minggu Ke 9
 Calon Ibu
Pada saat ini hormon kehamilan hCG sedang berada di posisi puncak

sehingga sang ibu akan mengalami beberapa perubahan. Kulit wajah

sang ibu akan merasa lebih halus dan kencang walau mungkin akan

sedikit berjerawat pula. Rambut sang ibu akan terasa lebih kering dan

payudara terlihat sedikit mengencang, kadang-kadang padat, atau

sedikit nyeri bila ditekan. Pada saat ini pula cairan keluar dari vagina

dalam jumlah bervariasi.
 Janin Bayi
Punggung bayi saat ini akan sedikit menegak dan tulang ekornya akan

sedikit memendek. Proporsi kepala masih lebih besar dari anggota

tubuh lainnya dan bagian kepala masih menekuk ke arah dada. Kedua

mata bayi sudah dapat melakukan gerakan-gerakan kecil setelah otot-

otonya mulai berkembang dan perubahan ini dapat dilihat melalui

USG. Anggota badan lainnya juga mulai berkembang, seperti

perkembangan lengan dan jari tangan lebih cepat daripada tungkai dan

jari kaki. Pada tahap ini, telapak tangan janin telah memiliki batas jari

yang jelas. Kelima jari tangan tampak terpisah satu sama lain.

6. Hormon Selama kehamilan

Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjer endokrin.

Pada saat hamil produksi hormon tersebut menjadi banyak dan masing-

24
masing hormon berguna untuk mengatur pertumbuhan janin selama

kehamilan. Beberpa jenis hormon dan fungsinya yang telah dikenal adalah :

( Cuningham , 2009)

1) HCG (human chorionic gonadotropin)

Hormon ini dihasilkan oleh embrio. Berfungsi untuk mencegah haid

dan meningkatkan kadar progesteron. Kadar HCG yang tinggi pada tiga

bulan pertama diperkirakan penyebab morning sickness.

2) Estrogen

Memnatau kerja hormon progesteron, efek yang ditimbulkan jaringan

tubuh menjadi lunak akibatnya bumil mengalami sakit punggung.

3) Progesteron

ungsinya memberikan suasana yang kondusif untuk kehamilan,

mencegah kontraksi pada otot rahim yang dapat menyebabkan

persalinan dini. Efek samping hormon ini memengaruhi suasana hati

yang membuat ibu hamil menjadi senang atau sedih secara tiba-tiba.

Hormon ini juga memengaruhi pencernaan yang membuat ibu hamil

mengalami sembelit

4) Relaxin

Hormon ini melembutkan rahim dan mengendorkan otot panggul untuk

persiapan kelahiran.

5) Oksitosin

25
dihasilkan oleh kelenjar hipofisis posterior yang fungsinya; merangsang

produksi ASI, kontraksi di akhir kehamilan dan penyusutan rahim

setelah melahirkan.

6) Prostaglandin

Berfungsi untuk merangsang kehamilan. Wanita memproduksi hormon

ini ketika janin siap lahir. Cairan semen yang dikeluarkan pria ketika

ejakulasi juga mengandung hormon prostaglandin.

7) Endorfin

Hormon endorfin menimbulkan rasa tenang dang menghilangkan rasa

sakit. Hormon endorfin meningkat selama kehamilan dan memuncak

saat persalinan/ kelahiran.

8) HPL (Human Placenta Lactogen)

dihasilkan oleh plasenta yang berfungsi menghancurkan lemak

cadangan pada ibu sehingga mencegah penggunaan glukosa ibu untuk

keperluan penyediaan energi bagi janin. Merangsang sekresi insulin dan

membantu transfer asam amino ke janin.

9) Prolaktin

Dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior yang berfungsi

meningkatkan jumlah sel penghasil ASI, sehingga payudara dapat

memproduksi ASI dengan optimal.

10) Beta Human Corionic Gonadotropin (BHCG)

BHCG merupakan hormon yang akan terbentuk pada awal kehamilan

dan diproduksi oleh sel-sel kehamilan sebelum terbentuk plasenta.

Biasanya akan tinggi pada awal-awal kehamilan. BHCG berfungsi

26
untuk mempertahankan kehamilan sehinga janin bisa menempel dalam

rahim ibu. Dengan berkembangnya kehamilan dan mulia terbentuknya

plasenta terutama pada usia kehamilan 14-16 minggu, plasenta mulia

mengambil alih fungsi BHCG dengan menghasilkan hormon

progesteron. Dampak BHCG yang kurang pada masa awal kehamilan

dapat member dampak tidak baik. Jika terjadi pada trimester pertama

biasanya akan terjadi flek-flek atau bahkan bisa menyebakan

keguguran.

11) MSH (Melanocyte Stimulating Hormone)

Hormon ini merangsang terjadinya pigmentasi pada kulit, yang

berdampak menggelapkan warna puting susu dan daerah sekitarnya.

Pigmentasi kecoklatan pada wajah, pada bagian dalam dan garis dari ke

bawah (linea nigra)

7. Kebutuhan fisik yang diperlukan ibu selama hamil

a. Kebutuhan Personal Hygiene
Personal hygiene adalah kebersihan yang dilakukan untuk diri

sendiri.kebersihan badan mengurangkan kemungkinan infeksi, karena

badan yang kotor banyak mengandung kuman-kuman.
1) Cara merawat gigi
Perawatan gigi perlu dalam kehamilan karena gigi yang baik

menjamin pencenaan yang sempurna. Caranya antara lain:
a) Tambal gigi yang berlubang
b) Mengobati gigi yang terinfeksi
c) Untuk mencegah caries:
Menyikat gigi dengan teratur
Membilas mulut dengan air setalah makan dan minum apa saja
Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa
2) Manfaat mandi
a) Merangsang sirkulasi
b) Menyegarkan
c) Menghilangkan kotoran yang harus diperhatikan:

27
Air harus bersih
Tidak terlalu dingan atau tidak terlalu panas
Gunakan sabun yang mengandung antiseptik
3) Perawatan rambut
Rambut harus bersih, keramas satu minggu 2-3 kali
4) Payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus sering

dibersihkan. Kalau tidak, dapat terjadi eczema pada puting susu

dan sekitarnya. Puting susu yang masuk diusahakan supaya keluar

dengan pemijatan keluar setiap kali mandi.
5) Perawatan vagina/vulva
Wanita yang hamil jangan melakukan irigasi vagina kecuali dengan

nasihat dokter karena irigasi dalam kehamilan dapat menimbukan

emboli udara. Hal-hal yang harus diperhatikan:
 Celana dalam harus kering
 Jangan gunakan obat/ menyemprot ke dalam vagina
 Sesudah BAB dan BAK di lap dengan lap khusus
6) Perawatan kuku
Kuku harus bersih dan pendek
7) Perawatan kesehatan gigi dan mulut
Manfaat perawatan kesehatan mulut dan gigi pada ibu hamil, yakni

menurunkan risiko terserang pre-eklamsi (keracunan kehamilan)

sebesar 5-8%, kemudian hasil riset Academy of General dentistry

menunjukkan bahwa ibu hamil menderita gangguan kehatan gigi

dan mulut (periodental disease) berisiko 3-5 kali lebih besar untuk

melahirkan bayi prematur. Sementara ibu hamil yang menderita

infeksi gusi, memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk melahirkan

bayi prematur dan bayi lahir dengan badan rendah.
Berikut ini tips merawat kesehatan mulu dan gigi ibu hamil:
a) Mengingat selama kehamilan gusi lebih rentan, gunakan sikat

gigi yang lebih lembut pada sikatnya.
b) Gosoklah gigi dengan hati-hati, paling tidak 2 kali sehari

dengan pasta gigi yang mengandung plouride.
c) Bersihkan sela-sela gigi.

28
d) Setelah menyikt gigi dengan baik, kumurlan dengan obat

kumur yang mengandung antiseptik sesuai aturan.
e) Bila gusi terasa tidak nyaman, misalnya sedikit membengkak,

cobalah untuk berkumur dengan air es.
f) Penuhi kebutuhan tubuh akan zat-zat gisi. Sedapat mungkin,

hindari atau kurangi konsumsi makanan dan minuman yang

manis-manis.
g) Berkonsultasilah ke dokter gigi sebelum, selama dan setelah

kehamilan

Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkan

sedikitnya dua kali sehari karena ibu hamil cenderung banyak

mengeluarkan keringat, menjaga kebersihan diri terurama lipatan

kulit (ketiak, bawah buah dada, daerah genetalia) dengan cara

dibersihkan dengan air dan dikeringkan. Kebersihan gigi danmulut,

perlu mendapat perhatian karena seringkali mudah terjadi gigi

berlubang, terutama pada ibu yang kekurangan kalsium. Rasa mual

selama masa hamil dapat mengakibatkan perburukan hygiene

mulut dan dapt menimbulkan caries gigi.

8) Kebutuhan Pakaian’
Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman, mudah menyerap

keringat, mudah dicuci, tanpa sabuk atau pita yang menekan

dibagian perut atau pergelangan tangam pakaian juga tidak baik

jika terlalu ketat dileher, stoking tungkai yang sering digunakan

oleh sebagian wanita tidak dianjurkan karena dapat menghambat

sirkulasi darah. Pakaian wanita hamil harus ringan dan menarik

karena wanita hamil tubuhnya akan tambah menjadi besar. Sepatu

29
harus terasa pas, enak dan aman, sepatu bertumit tinggi dan

berujung lancip tidak baik bagi kaki, khusunya pada saat

kehamilan ketika stabilitas tubuh terganggu dan cedera kaki yang

sering terjadi. Kaos kaki ketat tidak boleh digunakan.
a) BH
Desain BH harus disesuaikan agar dapat menyannga payudara

dan nyeri punggung yang tambah menjadi besar pada

kehamilan dan memudahkan ibu ketika akan menyusui. BH

harus bertali besar sehingga tidak terasa sakit dibahu.

Pemakaian BH dianjurkan terutama pada kehamilan di bulan ke

4 sampai ke 5 sesudah terbiasa boleh menggunakan BH tipis

atau tidak memakai BH sama sekali jika tanpa BH terasa lebih

nyaman. Ada dua pilihan BH yang bisa tersedia, yaitu BH

katun biasa dan BH nylon yang harus.
b) Korset
Korset yang khusu untuk ibu hamil dapat membantu menekan

perut bawah yang melorot dan mengurangi nyeri punggung.

Korset ibu hamil didesain untuk menyangga bagian perut diatas

sympisis pubis di sebelah depan dan masing-masing di sisi

bagian tengah pinggang sebelah belakang. Pemakaian korset

tidak boleh menimbulkan tekanan (selain menyangga dengan

ketat tapi lembut) pada perut yang membesar dan dianjurkan

pada wanita hamil yang mempunyai tonus otot perut yang

rendah. Untuk kehamilan dapat menimbulkan

ketidaknyamanan dan tekanan pada uterus dan wanita hamil

tidak dianjurkan untuk mengenakannya.
9) Eliminasi

30
Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup

lancar, untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung

kemih yaitu minum dan menjaga kebersihan sekitar kelamin.

Perubahan horomonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan

besar, sehingga buang air besar mengalami obsipasi (sembelit).

Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan karena

menurunnya gerakan ibu hamil, untuk mengatasi sembelit

dianjurkan untuk meningkatkan gerak, banyak makan makanan

berserat (sayur dan buah-buahan). Sembelit dapat menambah

gangguan wasir menjadi lebih besar dan berdarah.

31
BAB III

TINJAUAN KASUS

PENGKAJIAN DATA

Tanggal : 20-03-2018

Jam : 11.15 WIB

Tempat :Poli Kebidanan RSUD Pariaman

A. Data Subyektif

1. Biodata

Nama ibu : Ny “Y” Nama suami : Tn. “A”

Umur : 36 tahun Umur : 40 tahun

Agama : Islam Agama : Islam

Pendidikan : SMP Pendidikan : SD

Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Tani

Alamat : Bukit Kerambil/ Kec. Sungai Limau/ Padang Piaman

2. Keluhan utama

Ibu mengatakan tidak ada keluhan dan ingin kontrol ulang di poli

kebidanan RSUD Pariaman

3. Riwayat kesehatan sekarang

32
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular seperti flu,

batuk menahun seperti jantung, asma, kanker, menurun seperti darah

tinggi, kencing manis.

4.Riwayat penyakit yang lalu

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti batuk

menahun, penyakit kuning, menahun seperti jantung, asma, kanker,

menurun seperti darah tinggi, kencing manis.

5.Riwayat Kesehatan keluarga

Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak mempunyai penyakit menular

seperti batuk menahun, penyakit kuning, menahun seperti jantung, sesak

nafas, menurun seperti darah tinggi, kencing manis, dan tidak ada yang

mempunyai keturunan kembar.

7. Riwayat haid

Menarche : 13 tahun

Siklus haid : 28 hari (teratur)

Lama haid : 5-7 hari

Banyaknya : 3-4 kali ganti pembalut / hari

Warna : merah

Bau :-

Konsistensi : encer

Keluhan : disminore :-

Flour albus : -

HPHT : 12-09-2017

TP : 19-06-2018

33
8. Riwayat Kehamilan Sekarang

TM I : tidak ada masalah

TM II : tidak ada masalah

TM III : tidak ada masalah

9. Riwayat Kehamilan, Persalinan, nifas dan KB yang lalu

Ibu sudah hamil dan melahirkan 3 kali, semua anaknya hidup. Anak

pertama sudah berumur 15 tahun sedangkan anak yang ke 3 berumur 3,5

tahun. Anak pertama berjenis kelamin laki-laki, anak kedua berjenis

kelamin laki , dan anak ketiga perempuan, Penolong persalinan adalah

bidan dengan jenis persalinan normal, berat badan anak rata 3 Kg, tidak

ada komplikasi selama kehamilan, persalinan dan nifas.

10. Pola kebiasaan sehari-hari

POLA SEBELUM HAMIL SELAMA HAMIL

NUTRISI Makan 3 X /hari porsi Makan 3 X /hari porsi nasi,
nasi, lauk, sayur, Minum lauk, sayur, kadang buah.
7-8 gelas/hari Minum 7-8 gelas/hari

AKTIVITAS Sehari-hari ibu Sehari-hari ibu mengerjakan
mengerjakan pekerjaan pekerjaan rumah seperti:
rumah seperti: memasak, memsak, mencuci, pekerjaan
mencuci, dan ikut suami yang berat di bantu suami
bertani dl
ISTRAHAT Tidur malam 5-6 jam, Tidur malam 5-6 jam, tidur
siang 1 jam
KEBERSIHAN Mandi 2 x/hari, gosok Mandi 2 x/hai, gosok gigi
gigi 2x/hari, ganti baju 2x/hari, ganti baju 2x/hari,

34
2x/hari, ganti celana dalam tiap habis
mandi/basah.
ELIMINASI BAB 1x/hari, konsistensi BAB 1x/hari, konsistensi

lembek, warna kuning. lembek, warna kuning. BAK 5-

BAK 4-5 x/hari 6 x/hari

11.Riwayat Psikososial, Budaya, Spiritual

1) Psikologi

Ibu tidak merasa cemas

2) Sosial

Hubungan ibu dengan suami, keluaga, tetangga baik

3) Budaya

Ibu tidak berpantangan pada apapun,bila sakit selalu berobat ke Bidan. .

4) Spiritual

Ibu beragama Islam, menjalankan ibadah sesuai ajaran agamanya.

B. Data Objektif

1. Data Umum

KU : Baik

TB : 160 cm

BB sebelum hamil : 61 kg

BB sekarang : 73 kg

TD : 115/78 mmHg

N : 88 x/i

35
P : 20 x/i

Lila : 28 cm

2. Pemeriksaan Khusus

 L1: TFU 3 jari diatas pusta , pada fundus teraba massa bundar tidak

keras dan tidak melenting kemungkinan bokong janin

 L2: Pada perut sebelah kiri teraba keras memapan kemungkinan

punggung janin, pada perut sebelah kanan teraba tonjolan-tonjolan

kecil kemungkinan ekstremitas janin

 L3: Pada perut bagian bawah teraba keras bulat melenting, masih

dapat digoyangkan,kemungkinan kepala janin belum masuk p.a.p

 L4: tidak dilakukan

TFU : 23 cm

TBBJ : 1,992 gram

DJJ : 140 x/i

3. Pemeriksaan Penunjang

USG : usia kehamilan 26 – 27 minggu, TBBJ : 1991 gram

C.Diagnosa

Ibu G4P3A0H3, usia kehamilan 26-27 minggu, janin hidup, tunggal, intra

uterin,letak kepala, U , puki, KU ibu dan janin baik.

D.Rencana Asuhan

1. Informasikan hasil pemeriksaan

2. Jelaskan kepada ibu tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan

3. Jelaskan kepada ibu tentang tanda persalinan dan persiapan persalinan

4. Kolaborasi dengan dokter SpOG untuk dilakukan USG

36
5. Dukungan psikologis

6. Anjurkan istirahat cukup, mengurangi aktivitas berat dan mengkonsumsi

makanan yang bernutrisi

7. Ibu diminta datang kembali 1 minggu lagi atau jika ibu merasakan tanda

persalinan ke puskesmas atau klinik bidan

BAB IV

PEMBAHASAN

37
Pasien
Pasien Ny
Ny “Y”
“Y”
36
36 tahun
tahun

Poli klinik kebidanan RSUD Pariamn

Ibu hamil datang pada tanggal 20 Maret
2018 untuk melakukan kontrol kehamilan
kehamilan

Dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik
dan USG oleh dokter obgyn

Anamnesa Pemeriksaan Fisik
- Kontrol kehamilan y6ang keempat (dilihat - Ku : baik
dari buku KIA) - TTV : dalam batas normal
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan - Abdomen
- Tidak datang haid tujuh bulan yang lalu Inspeksi : tinggi fundus sesuai dengan
- HPHT 12-9-2017 usia kehamilan
- TP 19-06-2018 - Palpasi:
- Gerakan anak dirasakan sejak 4 bulan yang  LI :TFU 3 jari diatas pusta , pada
lalu fundus teraba massa bundar tidak keras
- ANC kontrol ke bidan dan ke puskesmas dan tidak melenting kemungkinan
- Riwayat menstruasi: menarche usia 13 bokong janin
tahun  L2: Pada perut sebelah kiri teraba
- Riwayat penyakit : tidak ada riw peny keras memapan kemungkinan
jantung, paru, hati, ginjal, DM, dan punggung janin, pada perut sebelah
hipertensi kanan teraba tonjolan-tonjolan kecil
- Riw peny keluarga: tidak ada anggota kemungkinan ekstremitas janin
kelaurga yang menderita penyakit  L3: Pada perut bagian bawah teraba
keturunan, menular, dan kejiwaan keras bulat melenting, masih dapat
- G4P3A0H3 digoyangkan,kemungkinan kepala janin
- Jarak kehamilan dengan anak ketiga : 3,5 belum masuk p.a.p
tahun  L4: tidak dilakukan
 TFU : 23 cm TBJ :1992 gr

Pemeriksaan penunjang

Dilakukan USG oleh dokter Obgyn

Ibu hamil normal datang ke poli kebidanan RSUD Pariaman untuk

melakukan kontrol ulang kehamilannya, setelah dilakukan anamnesa dan

38
pemeriksa fisik oleh bidan di ruang poli kebianan didapatkan TTV dan DJJ

janin dalam batas normal. Setelah di lakukan pemeriksaan fisik, ibu kemudian

di periksa oleh dokter obgyn dengan tindakan USG. Setalah pemeriksaan

USG dan dinyatakan hasilnya baik, kemudian ibu berkonsultasi dengan

dokter Obgyn yang ada di poli kebidanan dan dokter memberikan resep obat

yang butuh oleh ibu/pasein. Setelah konsultasi dengan dokter, status

ibu/pasien tersebut diberi ke bidan yang ada poli kebidanan. Setalah

konsultasi bidan memberikan resep obat yang diberika oleh dokter obgyn, dan

ibu segera ke apotik untuk mengabil obat. Disini terdapat kolaborasi yang

baik antara bidan dan dokter SPOG karna setalah di periksa keadaan umum

ibu oleh bidan, kemudian dokter segera melakukan tindakan sesuai yang

dibutuhkan oleh ibu/pasien dan setelah dilakaukan tindakan kemudian dokter

memberikan konseling keoada ibu/ pasien dan menganjurkan untuk

kunjungan ulang ke bidan atau puskesmas terdekat karna kehamilan

ibu/pasien dalam keadan normal.

BAB V

PENUTUP
39
A. Kesimpulan

Kehamilan adalah pembuahan (fertilisasi) ovum oleh sperma biasanya

terjadi di bagian tengah tuba uterina. Sebuah ovum dibuahi oleh lebih dari

satu sperma. Bila satu sperma mencapai membran ovum, sperma tersebut

berfusi yang menghasilkan sinyal untuk memulai perkembangan diawali

terbentuknya embrio.

Ibu hamil Ny ‘Y’ G4P3AOH3 dengan usia kehamilan 26-27 minggu,

janin hidup, tunggal, intra uterin,letak kepala, U , puki. Hasil pemeriksaan

KU ibu dan janin baik, untuk selanjutnya ibu dianjurkan melakukan

kunjungan ulang ke puskesmas terdekat atau ke bidan.

B. Saran

Kehamilan normal merupakan pertumbuhan dan perkembangan janin intra

uteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan untuk

itu diharapkan kepada bidan yang dipelayan agar dapat mempertahankan

pelayana ANC yang telah diberikan kepada pasien di poli kebidanan.

Diharapkan agar bidan dapat memberikan konseling dari keluhan yang

dirasakan oleh ibu hamil agar ibu hamil dapat mengerti dan dapat melakukan

anjuran yang diberikan oleh bidan, karna ujung tombak dari siklus daur

kehidupan wanita adalah bidan.

40