You are on page 1of 22

M.

Billy Darisma

04011281520127

BETA PDU 2015

LI Tumbuh Kembang

A. Definisi Tumbuh Kembang
1. Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel, serta
jaringan interseluler, yang berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur
tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Pertumbuhan bersifat
kuantitatif sehingga dapat diukur dengan menggunakan satuan panjang
dan berat.2
2. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan struktur
dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, sehingga bersifat kualitatif, yang
pengukurannya jauh lebih sulit dibanding dengan pengukuran
pertumbuhan.2 Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel
tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang
sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.
Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai
hasil interaksi dengan lingkungannya.1

B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak
Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap
tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan lingkungan.1 Dan dapat
diuraikan faktor pokok tersebut menjadi berbagai macam faktor yang secara
khusus langsung berpengaruh terhadap tumbuh kembang walau beberapa
faktor tersebut dapat tumpang tindih, faktor-faktor tersebut diantaranya;
pengaruh saraf, hormon, gizi, sosial ekonomi, musim dan iklim, penyakit
emosi.2
1. Faktor genetik
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir
proses tumbuh kembang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung

1

di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan
kuantitas pertumbuhan. Termasuk faktor genetik antara lain adalah
berbagai faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis kelamin, suku
bangsa. Potensi genetik yang bermutu hendaknya berinteraksi dengan
lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal. 1

2. Faktor lingkungan

Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau
tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan
memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik
akan menghambatnya. Lingkungan ini merupakan lingkungan “bio-fisiko-
psiko-sosial” yang mempengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi
sampai akhir hayat, diantaranya:
A. Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu yang tidak adekuat sebelum terjadinya kehamilan maupun pada
waktu sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan
lahir rendah) atau lahir mati dan jarang menyebabkan cacat bawaan.
Disamping itu pula menyebabkan hambatan pertumbuhan otak janin,
anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah terkena infeksi, abortus
dan sebagainya. Anak yang lahir dari ibu yang gizinya kurang dan hidup di
lingkungan miskin maka akan mengalami kurang gizi juga dan mudah
terkena infeksi selanjutnya akan menghasilkan wanita dewasa yang berat
dan tinggi badannya kurang pula.1
B. Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang menyebabkan kelainan
bawaan pada bayi yang dilahirkan.1
C. Infeksi
Infeksi yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH
(Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex). Sedangkan
infeksi lainnya yang juga menyebabkan penyakit pada janin adalah
varisela, Coxsackie, Echovirus, Malaria, lues, HIV, polio, campak,
listeriosis, leptospira, mikoplasma, virus influenza dan virus hepatitis.1

2

Toksin/ zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap teratogen. b) Masa janin : Mulai dari 9 minggu di dalam kandungan sampai lahir. methadion. pria usia 10-15 tahun c) Masa remaja lanjut : Wanita usia 13-18 tahun. kern ikterus atau lahir mati.1 F. yaitu: 1. Imunitas Rhesus atau ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide. mikrosefali atau cacat bawaan lainnya. hidrops fetalis. phenitoin. Masa sekolah : Usia 6 – 18/20 tahun a) Masa pra-remaja : Usia 6-10 tahun b) Masa remaja dini : Wanita usia 8-13 tahun. lahir mati.1 C. D. Masa bayi : Usia 0 . cacat atau retardasi mental. Demikian pula pada ibu hamil perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR. insulin dan peptida- peptida lain dengan aktivitas mirip insulin (Insulin like growth factors/IGFs).1 H. Endokrin Hormon-hormon yang mungkin berperan dalam pertumbuhan janin adalah somatotropin.1 E.kelainan kejiwaan. obat-obat anti kanker dan lainnya. 2. Masa prenatal a) Masa mudigah/embrio : Dari konsepsi sampai 8 minggu di dalam kandungan. Stress Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin antara lain cacat bawaan. Tahap-Tahap Tumbuh Kembang Setiap anak akan melalui setiap tahapan tumbuh kembang yang mempunyai ciri tersendiri. Masa pra-sekolah : Usia 1 – 6 tahun 4.1 G.1 tahun a) Masa neonatal dini : Usia 0-7 hari b) Masa nenonatal lanjut : Usia 8-28 hari c) Masa pasca neonatal : Usia 29 hari sampai 1 tahun 3. hormone plasenta. hormone tiroid. Radiasi Radiasi pada janin sebelum umur 18 minggu dapat menyebabkan kematian janin. kerusakan otak. pria 15-20 tahun 3 .

1 kg)  Bayi yang dilahirkan cukup bulan akan kehilangan berat badannya selama 3-4 hari pertama dan akan kembali sama dengan berat badan lahir pada hari ke 10.  4 x berat badan lahir pada umur 2½ tahun  Penambahan berat badan:  700-1000 gram/bulan pada triwulan I  500-600 gram/bulan pada triwulan II  350-450 gram/bulan pada triwulan III  250-350 gram/bulan pada triwulan IV 4 . Pertumbuhan Fisik  Pertumbuhan janin dalam kandungan Pertumbuhan pada masa janin merupakan pertumbuhan yang paling pesat yang dialami seseorang dalam hidupnya. Janin tumbuh dari berat 0.  Berat badan meningkat:  2 x berat badan lahir pada umur 5 bulan.7-4.1  Pertumbuhan setelah lahir Indikator pertumbuhan:1 a. dan panjang badan dari 0.01 menjadi 50 cm.0000175 gram menjadi 3700 gram. D. Berat badan  Berat badan lahir rata-rata 3.4 kg (2.  3 x berat badan lahir pada umur 1 tahun.

5 x panjang badan pada umur 1 tahun  Penambahan panjang badan:  4 tahun 2x TB lahir  6 tahun 1. Perkiraan berat badan dalam kilogram (dikutip dari Behrman. Umur 1 tahun 75 cm 3.5x TB lahir (2 x TB 2 tahun) 1. 1992) Sedangkan rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orangtua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya. 1-6 tahun 2 4.1. Lahir 3.25 kg 2.5x TB setahun  13 tahun 3x TB lahir  Dewasa 3. Perkiraan tinggi badan dalam sentimeter (dikutip dari Behrman. 1992) b. 2-12 tahun Umur (tahun) x 6 +77 Tabel 2. Lahir 50 cm 2. adalah sebagai beikut: 1 5 . Tinggi Badan  Rata-rata tinggi (panjang) badan lahir + 50 cm  Panjang badan meningkat 1. 6-12 tahun Umur(tahun)x2+8 Umur (tahun)x7-5 2 Tabel 1. 3-12 bulan Umur (bulan)+9 3.

Molar pertama : 6-7 tahun ii. umur 1 tahun 47 cm. d. Erupsi gigi Gigi pertama tumbuh pada umur 5 – 9 bulan. Kanisius : 10-12 tahun v.5 cm 2 (13 adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan perempuan di Inggris dan 8. Pada anak umur 6 bulan lingkar kepala rata-ratanya adalah 44 cm. Erupsi gigi tetap sebagai berikut: i. Premolar : 9-11 tahun iv. Lingkar Kepala Rata-rata lingkar kepala lahir 34 cm. Molar kedua : 12-16 tahun vi.5 cm adalah nilai absolut tentang tinggi badan ) c. Jadi pertambahan lingkar kepala pada 6 bulan pertama adalah 10 cm atau sekitar 50% dari pertambahan lingkar kepala dari lahir sampai dewasa terjadi pada 6 bulan pertama kehidupan. pada umur 1 tahun sebagian besar anak mempunyai 6-8 gigi susu. lingkar kepala ini lebih besar dari lingkar dada. TB anak perempuan : ( TB ayah – 13 cm ) + TB ibu ± 8. Molar ketiga : 17-25 tahun 6 .5 cm 2 ( TB ibu + 13 cm) +TB ayah TB anak laki-laki : ± 8. Incisor : 7-9 tahun iii. Pada umur 2.5 tahun sudah terdapat 20 gigi susu. umur 2 tahun 49 cm dan dewasa 54 cm.

lingkar dada dan lingkar kepala. Dengan bertambahnya umur atau waktu. dan pertumbuhan massa jaringan menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat sekarang atau saat pengukuran.7  Pertumbuhan linier Ukuran yang berhubungan dengan tinggi (panjang) atau stature dan merefleksikan pertumbuhan skeletal. Pertumbuhan linier menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat lampau. artinya walaupun anak dapat dipertahankan hidup tetapi kapasitas tumbuh-kembangnya tidak bisa dikembalikan ke kondisi potensialnya. pertumbuhan yang bersifat linier dan pertumbuhan massa jaringan. organ tersebut berikut fungsinya akan tumbuh dan berkembang. Ukuran linier yang rendah biasanya menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang 7 . Periode pertumbuhan dan perkembangan anak mulai di dalam kandungan ibu sampai umur 2 tahun disebut masa kritis tumbuh-kembang. Artinya untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. Pertumbuhan seorang anak memberikan gambaran tentang perkembangan keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak untuk berbagai proses biologis termasuk untuk tumbuh.6 Pada dasarnya pertumbuhan dibagi dua. Bila anak gagal melalui periode kritis ini maka anak tersebut sudah terjebak dalam kondisi “point of no return”.E. Pada awalnya organ ini masih sederhana dan fungsinya pun belum sempurna. Pertumbuhan Anak Tumbuh adalah bertambah besarnya ukuran sel atau organ tubuh sedangkan perkembangan adalah bertambahnya fungsi organ tubuh. kedua jenis pertumbuhan ini mempunyai arti yang berbeda. yaitu. Contoh ukuran linier adalah panjang badan. Pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sebuah organ yang tumbuh atau menjadi besar karena sel-sel jaringan yang mengalami proliferasi atau hiperplasia dan hipertrofi. Dari sudut pandang antropometri.

4) Pertumbuhan kecepatannya mengurang berangsur-angsur sampai suatu waktu (kira-kira umur 18 tahun) berhenti. Perubahan ukuran Tampak jelas pada perubahan fisik. yaitu: 1. 3) Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (12-16 tahun).  Ciri-ciri pertumbuhan Terdapat 4 indikator perubahan. lingkar kepala. berat badan. organ tubuh sesuai kebutuhannya. dan tebal lemak bawah kulit. menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. yang kemudian mengurang secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 tahun. 2) Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik. Perubahan proporsi 8 .Kemudian kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5 cm per-tahun. diderita waktu lampau. Dalam tahun pertama panjang badan bayi bertambah dengan 23 cm (di negera maju 25 cm). Ukuran linier yang paling sering digunakan adalah tinggi atau panjang badan. lingkar lengan atas (LLA). 2. Contoh ukuran massa tubuh adalah berat badan.7  Pertumbuhan Massa Jaringan Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. 2 1. apabila ukuran ini rendah atau kecil. sehingga anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm (75 cm di negeri maju). yang dengan bertambahnya umur anak akan terjadi perubahan tinggi. Ukuran massa jaringan yang sering digunakan adalah berat badan.7  Tahap pertumbuhan anak Tahap perkembangan anak berangsur-angsur mulai dari:6 1) Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama.

9 . jaringan tubuh. Timbulnya ciri-ciri baru Tumbuhnya ciri-ciri baru ini adalah akibat pematangan fungsi-fungsi organ seperti munculnya gigi tetap. lepasnya gigi susu. 4. sebagai hasil dari proses pematangan. F. munculnya tanda-tanda seks sekunder. Perkembangan Anak Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemapuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan. Menunjukan proporsi tubuh dari janin sampai dewasa (dikutip dari Behrman 1992. dan menghilangnya refleks-refleks primitif. gambar dikutip dari Markum AH 1991) 3. terlihat seperti gambar berikut. Perubahan proporsi tubuh dimulai dari usia kehamilan dua bulan sampai dewasa. Hilangnya ciri-ciri lama Menghilangnya kelenjar timus. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. Gambar 1.

mengikuti perintah. Perkembangan Motorik.  Jenis – jenis Perkembangan A. dan perubahan ini tidak bersifat kuntitatif. Proses perkembangan pada manusia terjadi dikarenakan manusia mengalami kematangan dan proses belajar dari waktu ke waktu. Deteksi dini perkembangan anak dilakukan dengan cara pemeriksaan perkembangan secara berkala. Perkembangan Kognitif. Jadi perkembangan itu adalah proses terjadinya perubahan pada manusia baik secara fisik maupun secara mental sejak berada di dalam kandungan sampai manusia tersebut meninggal. misalnya seorang anak yang beranjak menjadi dewasa akan mengalami perubahan pada fisik dan mentalnya. Kepribadian/tingkah laku (bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya). 2. Kematangan adalah perubahan yang terjadi pada individu dikarenakan adanya perkembangan dan pertumbuhan fisik dan biologis. 3. memegang suatu benda dll). Perkembangan Fisik 10 . dan perilaku). psikosial serta diikuti oleh perubahan – perubahan yang lain. Bahasa (kemampuan merespon suara. berbicara spontan). melainkan kualitatif.1 Perkembangan merupakan suatu perubahan. Gerakan motorik halus (menggambar. Empat parameter yang dipakai dalam menilai perkembangan anak adalah: 1. 4. motorik dan kognitif (perubahan dalam sikap. apakah sesuai dengan umur atau telah terjadi penyimpangan dari perkembangan normal. nilai. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Perkembangan Psikososial) – Periode ini merupakan kelanjutan dari masa bayi (lahir – usia 4 th) yang ditandai dengan terjadinya perkembangan fisik. Perkembangan Anak (Perkembangan Fisik. Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh).

Disamping itu. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil. dan sebagainya. dan sebagainya. Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. berenang. anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu. Perkembangan Motorik Kasar  Perkembangan Motorik Kasar Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk.  Perkembangan Motorik Halus Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik. seperti senam. otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.  Tahap Perkembangan Motorik Berikut tahapan-tahapan perkembangannya: Usia 1-2 tahun 11 . berdiri. menulis. anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal. Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. menjimpit. dll. B.

Motorik Kasar Motorik Halus • Merangkak • mengambil benda kecil dengan ibu • berdiri dan berjalan beberapa jari atau telunjuk langkah • membuka 2-3 halaman buku secara • berjalan cepat bersamaan • cepat-cepat duduk agar tidak • menyusun menara dari balok jatuh • memindahkan air dari gelas ke • merangkak di tangga gelas lain • berdiri di kursi tanpa pegangan • belajar memakai kaus kaki sendiri • menarik dan mendorong benda- • menyalakan TV dan bermain benda berat remote • melempar bola • belajar mengupas pisang Usia 2-3 tahun Motorik Kasar Motorik Halus • melompat-lompat • mencoret-coret dengan 1 tangan • berjalan mundur dan jinjit • menggambar garis tak • menendang bola beraturan • memanjat meja atau tempat tidur • memegang pensil • naik tangga dan lompat di anak • belajar menggunting tangga terakhir • mengancingkan baju • berdiri dengan 1 kaki • memakai baju sendiri Usia 3-4 tahun Motorik Kasar Motorik Halus • melompat dengan 1 kaki • menggambar manusia • berjalan menyusuri papan • mencuci tangan sendiri • menangkap bola besar • membentuk benda dari plastisin • mengendarai sepeda • membuat garis lurus dan lingkaran • berdiri dengan 1 kaki cukup rapi Usia 4-5 tahun Motorik Kasar Motorik Halus • menuruni tangga dengan cepat • menggunting dengan cukup baik • seimbang saat berjalan mundur • melipat amplop • melompati rintangan • membawa gelas tanpa 12 .

Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya. 5. Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya. anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat mainan. 3. melukis. dan barisberbaris. sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan). Pada usia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar. ke kondisi yang independent. 2. Perkembangan keterampilan motorik sangat penting bagi perkembangan selfconcept atau kepribadian anak.  Uji Perkembangan Motorik 13 . anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. 4. Melalui keterampilan motorik. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka. Melalui perkembangan motorik. • melempar dan menangkap bola menumpahkan isinya • melambungkan bola • memasikkan benang ke lubang besar  Fungsi Perkembangan Motorik Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri. anak sudah dapat dilatih menulis. Melalui keterampilan motorik. Beberapa pengaruh perkembangan motorik terhadap konstelasi perkembangan individu dipaparkan oleh Hurlock (1996) sebagai berikut:8 1. menggambar.

The Denver Developmental Screening Test. Bayley Infant Scale of Development. 6. 5. berfungsi menaksir perkembangan motorik halus dan intelektual.Berikut adalah beberapa tes perkembangan motorik yang sering digunakan dalam menilai perkembangan anak. 8. berfungsi menaksir perkembangan motorik kasar. motorik halus. berfungsi terutama menaksir perkembangan motorik pada tahun pertama dengan beberapa perkembangan sosial dan bahasa. perilaku sosial dan bahasa. 3. berfungsi menaksir stadium sensorimotor menurut Piaget. 4. berfungsi menaksir perkembangan personal sosial. Kurva perkembangan anaknya hanya mencantumkan satu titik kemampuan gerak anak yang merupakan hasil perhitungan modus sejumlah anak pada umur tertentu pada studi perkembangan anak di luar negeri. berfungsi menaksir perkembangan motorik dan sosial. bahasa dan motorik kasar pada usia 1 bulan – 6 tahun. Motor Milestone Development Kartu perkembangan motorik anak merupakan kartu yang digunakan Depkes dan dokter anak. Uzgiris-Hunt Ordinal Scale. yaitu:2 1. digunakan pada umur 4 minggu-3. adaptif. Yale Revised Development Test. Geometric Forms Test. yang digunakan pada anak umur 0-2 tahun. diguanakn pada usia 4 minggu – 6 tahun 7. Brazelton Newborn Behaviour Assessment Scale. berfungsi menaksir kondisi bayi.5/6 tahun. Secara alamiah setiap anak dalam perkembangannya memiliki variasi kemampuan gerak (motorik milestone) pada umur yang dicapai. 14 . refleks dan interaksi. digunakan pada usia 8 minggu – 2. Gesell Infant Scale dan Catell Infant Scale.5 tahun. motorik halus. Skala ini digunakan untuk anak umur neonatus 2.

5. Perkembangan dipengaruhi oleh maturasi system saraf pusat. Perkembangan adalah proses yang kontinue dari konsepsi sampai maturasi. dan masa pubertas. sebagai berikut:1 1. 2. Bayi akan menggerakkan seluruh tubuhnya. serta ketahanan tubuh terhadap penyakit. mengidentifikasi malnutrisi.G. 3. dan menentukan individu mana yang sangat membutuhkan bantuan gizi. Terdapat 3 (tiga) periode pertumbuhan cepat adalah pada masa janin. H. tangan dan kakinya. Ciri-Ciri Perkembangan Perkembangan memiliki karakteristik yang dapat diramalkan dan memiliki ciri-ciri sehingga dapat diperhitungkan. Dibedakan antara status gizi buruk. Penilaian gizi adalah proses yang digunakan untuk mengevaluasi status gizi. tetapi kecepatannya berbeda. Ciri-ciri tersebut.9 15 . Perkembangan memiliki pola yang sama pada setiap anak. Status Gizi Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsusmsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. masa bayi 0 – 1 tahun. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan. dan setelah kelahiran merupakan suatu masa dimana perkembangan dapat dengan mudah diamati. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai. 4. gizi kurang dan gizi lebih.7 Keadaan gizi seseorang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam priode tertentu ada masa percepatan dan ada masa perlambatan. Perkembangan sudah terjadi sejak didalam kandungan.

10 2) Berat Badan Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran massa jaringan. menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat. Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi 4 penilaian yaitu : antropometri. Berat badan ini dinyatakan dalam bentuk indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur) 16 .2 a. Pengukuran Anthropometri Pengertian istilah “nutritional anthropometry” mula-mula muncul dalam “Body measurements and Human Nutrition” yang ditulis oleh Brozek pada tahun 1966 yang telah didefinisikan oleh Jelliffe (1966) sebagai. antara lain : umur. Penilaian status gizi dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu penilaian status gizi secara langsung dan penilaian status gizi secara tidak langsung. 1. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi badan yang akurat. Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia. pengukuran pada variasi dimensi fisik dan komposisi besaran tubuh manusia pada tingkat usia dan derajat nutrisi yang berbeda. Berat badan sangat peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena penyakit infeksi maupun konsumsi makanan yang menurun. biokimia dan biofisik. 1) Umur Umur sangat memegang peranan dalam penentuan status gizi. berat badan dan tinggi badan. artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan. klinis. kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang salah. Jadi perhitungan umur adalah dalam bulan penuh. Jenis parameter Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter. termasuk cairan tubuh.

yang dalam penggunaannya memberikan gambaran keadaan kini. atau melakukan penilaian dengam melihat perubahan berat badan pada saat pengukuran dilakukan. subskapula dan daerah pinggul. tetapi kurang dapat menggambarkan kecenderungan perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu.. Memerlukan latihan karena sukar melakukannya dan alatnya pun mahal (Harpenden Caliper). atau juga indeks BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan) jarang dilakukan karena perubahan tinggi badan yang lambat dan biasanya hanya dilakukan setahun sekali. 17 . beberapa kali secara berkala misalnya berat badan anak diukur tanpa baju.10 b. hanya saja tergantung pada ketetapan umur. penting untuk menilai kegemukan. Syarat Pengukuran Antropometri:2 1) Pengukuran antropometri sesuai dengan cara-cara yang baku. 2) Baku yang dianjurkan adalah buku NCHS secara Internasional untuk anak usia 0-18 tahun yang dibedakan menurut gender laki-laki dan wanita.2 3) Tinggi Badan Tinggi badan memberikan gambaran fungsi pertumbuhan yang dilihat dari keadaan kurus kering dan kecil pendek. Tinggi badan sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama yang berkaitan dengan keadaan berat badan lahir rendah dan kurang gizi pada masa balita. mengukur panjang bayi dilakukan oleh 2 orang pemeriksa pada papan pengukur (infantometer). Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk Indeks TB/U (Tinggi Badan menurut Umur). tinggi badan anak diatas 2 tahun dengan berdiri diukur dengan stadiometer. 3) Tebal kulit di ukur dengan alat Skinfold caliper pada kulit lengan. Berat badan paling banyak digunakan karena hanya memerlukan satu pengukuran. Penggunaan dan interpretasinya yang terlebih penting.

Dalam keadaan normal. c. maka untuk berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) digunakan baku HARVARD. 1) Berat Badan menurut Umur Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan gambaran massa tubuh. dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Indeks Antropometri Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. BB sensitif terhadap perubahan-perubahan kecil. tinggi badan menurut umur (TB/U). yang telah dipakai secara luas.7 18 . dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah. Massa tubuh sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan yang mendadak. BMI mulai disosialisasikan untuk penilaian obesitas pada anak dalam kurva persentil juga. 4) Body Mass Index (BMI) adalah Quetelet’s index. Di Indonesia ukuran baku hasil pengukuran dalam negeri belum ada. yaitu berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m2). Kombinasi antara beberapa parameter disebut indeks antropometri. terdapat 2 kemungkinan yaitu dapat berkembang cepat atau lebih lambat dari keadaan normal. Sebaliknya dalam keadaan abnormal. BB/U dapat dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. Berdasarkan karakteristik berat badan maka indeks berat badan/umur digunakan sebagai salah satu cara mengukur status gizi. Berat badan adalah parameter antropometri yang sangat labil. Beberapa indeks antropometri yang sering digunakan yaitu berat badan dan menurut umur (BB/U). berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur. Mengingat karakteristik berat badan yang labil maka berat badan/umur lebih menggambarkan status gizi seseorang. mudah dan tidak memerlukan banyak waktu dan tenaga.

Pertumbuhan tinggi badan tidak seperti berat badan. Pengaruh definisi gizi terhadap tinggi badan akan nampak dalam waktu yang relatif lama. perkembangan berat badan akan searah dengan pertumbuhan tinggi badan dengan kecapatan tertentu. tinggi badan tubuh seiring dengan pertambahan umur. Dalam keadaan normal. relative kurang sensitif terhadap masalah kekurangan gizi dalam waktu yang pendek.2) Tinggi Badan menurut Umur Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. indeks BB/TB merupakan indikator yang baik untuk menilai status gizi saat kini (sekarang).7 3) Berat Badan menurut Tinggi Badan Berat badan memiliki hubungan yang linear dengan tinggi badan.7 19 . Pada keadaan normal.

Hansman C. Kurva Pertumbuhan Intrauterin menurut panjang. Boyd E 20 . dan berat lahir bayi tunggal Sumber: Lubchenco L. lingkar kepala.Gambar 4.

int/childgrowth/standards/Technical_report. FKUNY. Sastroasmoro S.eprints. Penilaian Status Gizi. Diagnosis fisis pada anak. Depkes RI.pdf 6. Edisi kedua. M C . Supariasa. 2002. tersedia di: http://www. Hurlock. Yogyakarta. Jakarta : Erlangga 9.uny. Hipokrates. Edisi pertama. penyunting. tersedia di: http://www. Jilid 1. Buku ajar 1: tumbuh kembang anak dan remaja. Pedoman deteksi tumbuh kembang balita.ac. 2006. IDAI. EB. WHO. 2005. dkk. Chamidah Nur Atien. Soetomo. 1995. 2004. Child Growth Standards. Soetjiningsih. 4. Jakarta: Buku Kedokteran EGC 8. penyunting. Jakarta 10. Penyimpangan tumbuh kembang anak. 3.who. Jakarta: Penerbit 2.pdf 5. Surabaya: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUNAIR/RS Dr. 2003. Perkembangan anak. Wahidiyat I. Jakarta: Sagung Seto. DAFTAR PUSTAKA 1. Diunduh tanggal 25 Desember 2012. Soetjiningsih. Narendra MB. Matondang CS. Terapi Diet dan Nutrisi Edisi II. Jakarta 21 . 2006. Irwanto. Tumbuh Kembang Anak. 7. Sularyo TS. Depkes RI.1997. Jakarta: Sagung Seto. Moore. Deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. dkk. 2009. 2002. Diunduh tanggal 25 Desember 2012.id/878/2/deteksi_dini_gangguan _tumbang.

22 .