You are on page 1of 9

26

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan true experimental design dengan

rancangan posttest-only control design. (Sugiyono, 2010).

Rancangannya sebagai berikut :

Eksperimen Posttest

R (Kel. Eksperimen 1) X 02

R (Kel. Kontrol) 02

Gambar III.1.
Rancangan Penelitian

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Popullasi merupakan keseluruhan objek penelitian atau objek yang

diteliti (Notoatmodjo, 2012). Populasi untuk penelitian ini adalah

jentik nyamuk dengan jumlah 750 ekor.

2. Sampel

Sampel adalah objek yang iteliti dan dianggap mewakili seluruh

populasi (Notoatmodjo, 2012). Dalam penelitian ini teknik

pengambilan sampel menggunakan simple random sampling atau

.1) (r . Rumus pengulangan : (6 .1) ≥ 15 (5) (r .1) (r . 2011).1) ≥ 15 (6 . 5 Keterangan : t = jumlah perlakuan r = jumlah ulangan Berdasarkan perhitungan di atas.1) (r .1) ≥ 15 (Hanafiah.1) ≥ 15 26 5r – 5 ≥ 15 5r≥ 15+5 5r ≥ 20 20 r≥ =4. Banyaknya larva nyamuk diambil dari rumus pengulangan (t . jumlah pengulangan sebanyak 5 kali dengan setiap per ulangan terdapat 5 kelompok perlakukan dan 1 kelompok kontrol dengan sampel 25 ekor jentik nyamuk per ulangan. Bahwa berdasarkan acuan dari WHO tahun 2005. 27 sampel diambil secara acak dengan jumlah 25 larva nyamuk per gelas uji. sampel yang digunakan adalah 25 ekor larva per ulangan.

2012). D. 4 gram. Variabel Dependent (variabel terikat) : merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. atau ukuran yang dimiliki atau idapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak daun legundi dengan berbagai kosentrasi yaitu 1 gram. karena adanya variabel bebas (Sugiyono. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan September-selesai. 2 gram. 3. dan 8 gram. 2. C. 28 sehingga secara keseluruhan penelitian ini menggunakan jentik nyamuk sebanyak 750 ekor. sifat.2012). Variabel Penelitian Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri. Variabel Independent (variabel bebas) : merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (Sugiyono. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sehat Alami(RSA) STIKes Surya Global Yogyakarta. 6 gram. 2. Variabel kontrol : merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independent terhadap dependent . 2012) 1. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kematian jentik nyamuk. Lokasi dan Waktu Penelitian 1.

Tujuannya adalah untuk memisahkan suatu komponen zat aktif dari campurannya dengan menggunakan pelarut (Tim RSA. volume air 100 ml dan suhu 27oC. 3. batang. 2 gram. Proses pengambilan ekstrak dari daun legundi ini menggunakan metode maserasi yaitu proses pengekstrasian simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada temperatur ruangan (Tim RSA. 2. Uji daya bunuh dalam penelitian ini dilakukan pada konsentrasi ekstrak daun legundi sebesar 1 gram. 6 gram. biji. Ekstrak Daun Legundi Ekstraksi adalah proses penarikan zat-zat aktif dari bagian tanaman obat(bunga. 2013). Rancangan Eksperimen Jenis rancangan penelitian : post test only controlled group design . daun. 2012) jumlah larva nyamuk 25 ekor. dan 8 gram. 29 tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti (Sugiyono. dll) dengan menggunakan suatu pelarut tertentu. 2013). E. F. Definisi Operasional 1. 4 gram. Jentik Nyamuk Dalam penelitian ini adalah jentik nyamuk berjumlah 25 ekor tiap gelas uji. Uji Daya Bunuh Uji daya bunuh adalah suatu eksperimen yang dilakukan untuk mengetahui daya bunuh dari ekstrak daun legundi terhadap jentik nyamuk setelah 24 jam perlakuan.

2012). Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data (Notoatmodjo.1 Skema Rancangan Penelitian G. 30 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 (Aquadest) Ekstrak 1gr Ekstrak 2gr Ekstrak 4gr Ekstrak 6gr Ekstrak 8gr +25 nyamuk +25 nyamuk +25 nyamuk +25 nyamuk +25 nyamuk +25 nyamuk Perlakuan selama 24 jam Dihitung jumlah larva yang mati Uji ANOVA dan LSD Analisis Probit yang mati Uji alternatif (Kruskal Wallis dan Mann-Whitney) Gambar 3. Alat dan Bahan a. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. Alat Penelitian 1) Batang pengaduk 2) Gelas kimia 300 ml . Kamera 3. Alat tulis 2.

. dimana daun legundi dikeringkan kemudian dihaluskan untuk membentuk serbuk 3) Cairan penyari/pelarut 4) Kertas saring 4. Maserasi merupakan proses pengekekstrasian simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengkocokan atau pengadukan pada temperatur ruangan. 31 3) Gelas ukur 100 ml 4) Corong 5) Toples kaca 6) Cawan penguapan 7) Kain flanel 8) Cangkir 9) Sendok teh 10) Gelas uji b. Tahap Persiapan 1) Pembuatan ekstrak daun legundi Tahap persiapan adalah tahapan pembuatan ekstrak daun legundi dengan menggunakan metode maserasi di Laboratorium RSA Stikes Surya Global Yogyakarta. Bahan Penelitian 1) Larva nyamuk 2) Daun legundi. Cara Kerja a.

V2 C1 : Konsentrasi larutan pekat V1 : Volume konsentrasi larutan pekat C2 : Konsentrasi larutan encer V2 : Volume konsentrasi larutan encer d) Masukkan serbuk daun legundi ke dalam toples kaca dan tambahkan 100ml etanol 70%. f) Biarkan selama 5 hari sambil sesekali diaduk g) Setelah 5 hari disaring menggunakan kain flanel dan ampasnya diperas h) Filtrat yang dihasilkan(maserat) kemudian diuapkan paa suhu 50oC-80oC di atas penangas air. 2) Persiapan Sampel . c) Menghitung pengencer larutan etanol 70 % dalam 100 ml.V1 = C2. 32 Dimana tahapan dalam pembuatan ekstrak daun legundi yaitu: a) Mempersiapkan peralatan b) Timbang 15gr serbuk daun legundi. e) Tutup rapat dan simpan di tempat yang terlindung dari cahaya. aduk. Dengan rumus : C1.

kemudian data di analisis dengan menggunakan program komputer. dan 8 gram. dimana dari ke lima gelas tersebut gelas uji pertama sebagai kontrol dimana tidak mendapatkan perlakuan atau percobaan. 33 Terdapat 6 gelas uji yang masing-masing gelas uji dengan media aquadest terdapat sampel larva nyamuk sebanyak 25 ekor. 6 gram. 2) Terdapat 6 gelas percobaan. 2) Dari hasil yang telah didapatkan. 2 gram. c. 4 gram. dan 5 gelas uji lainnya dilakukan perlakukan dengan konsentrasi ekstrak 1 gram. 4 gram. b. 3) Jumlah nyamuk yang mati dihitung setelah 24 jam sejak diberi perlakuan. 2 gram. Tahap pelaksanaan 1) Hasil ekstrak daun legundi kemudian dimasukan ke dalam 5 gelas uji yang merupakan kelompok eksperimen dengan volume bercampur dengan aquades 100ml dengan konsentrasi ekstrak 1 gram. dan 8 gram. Tahap akhir 1) Melakukan pengamatan terhadap jumlah larva yang mati setelah 24 jam perlakuan. 3) Penyusunan laporan . 6 gram.

2. Uji ANOVA dapat digunakan apabila sebaran data (distribusi data) normal dan varians data sama. maka dilakukan uji statistik yaitu: 1. Teknik Analisis Data Setelah diperoleh jumlah nyamuk yang mati dan hidup. . Jika syarat terpenuhi dilanjutkan dengan LSD Post Hoc Test. Uji Least Significance Difference(LSD) Untuk mengetahui pasangan nilai mean yang perbedaannya signifikan antar kelompok uji. Analisis Probit Untuk mengetahui daya bunuh ekstrak daun legundi terhadap larva nyamuk yang dinyatakan dengan LC(Lethal Concentration).). 34 H. yang kemudian dilanjutkan uji Mann- Whitney (untuk membandingkan perbedaan mean antar kelompok. Jika sebaran data tidak normal dan atau varians data tidak sama maka digunakan uji alternatif yaitu uji Kruskal Wallis (untuk membandingkan perbedaan mean lebih dari dua kelompok). Uji Analisis Varian (ANOVA) Untuk dilihat ada tidaknya perbedaan jumlah kematian larva nyamuk semua kelompok uji. 3.