You are on page 1of 9

Evaluasi Komparatif Aktivitas Fosfomisin dengan Agen

Antimikroba lainnya terhadap Isolat E.coli dari Infeksi Saluran
Kemih

Abstrak

Pendahuluan: Fosfomisin adalah agen antimikroba spektrum luas dengan aktivitas
melawan berbagai agen bakteri. Fosfomisin adalah antibiotik bakterisida yang
mengganggu sintesis dinding sel. Fosfomisin cepat diserap secara oral dan sebagian
besar obat diekskresikan tidak berubah dalam urin dengan tingkat konsentrasi tinggi
dalam urin setelah di minum. Kadar urin tetap tinggi untuk waktu yang lama sehingga
menjadikan fosfomisin obat yang sesuai dalam pengobatan Infeksi Saluran Kemih
(ISK). E.coli adalah organisme yang paling umum menyebabkan ISK. Dengan
penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan tidak hati-hati, isolat bakteri ini telah
memperoleh ketahanan multidrug yang pilihan pengobatannya terbatas.

Tujuan: Mengevaluasi aktivitas in vitro fosfomisin melawan E.coli uropatogen dan
untuk membandingkan aktivitasnya dengan zat antimikroba lainnya.

Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian prospektif yang dilakukan
di Departemen Mikrobiologi SVS Medical College, Mahbubnagar dari Januari 2016
sampai Maret 2016. Sebanyak 564 sampel urin dari kasus ISK yang dicurigai diproses
selama masa studi dimana 170 E.coli diisolasi. Identifikasi organisme dilakukan
dengan pengujian biokimia rutin dan uji sensitivitas antibiotik dilakukan dengan
pengujian difusi cakram Kirby-Bauer sesuai dengan pedoman CLSI (M100-S23).

Hasil: Sebanyak 170 isolat E.coli diuji untuk kerentanan antibiotik. Dari 170 isolat,
60 (35,30%) dari laki-laki dan 110 (64,70%) dari wanita dengan rasio laki-laki
terhadap perempuan 1: 1.83. Mayoritas diperoleh dari kelompok umur 21-30 tahun
(25,8%). Antibiotik seperti fosfomisin, imipenem dan mandir methenamine
menunjukkan sensitivitas tertinggi dengan semua isolat (100%) terhadap obat ini.
Sedangkan, paling sedikit sensitivitas pada amoksiklav (15,2%), cefixime (16,4%)
dan norfloxacin (21%). Fosfomisin telah menunjukkan aktivitas in vitro yang sangat
1

2 .baik terhadap semua isolat yang diuji bila dibandingkan dengan antibiotik lainnya. pengujian antibiotik lama dan yang terlupakan seperti fosfomisin semakin penting. ini bisa menjadi alternatif terapeutik potensial dalam pengobatan ISK. Karena mekanisme kerjanya yang khas dan rendahnya resistansi. Kesimpulan: Mengingat munculnya patogen resisten multidrug.

Dengan penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan tidak hati-hati. dimana pasien mencari pertolongan petugas medis untuk mendiagnosis maupun untuk terapinya.coli yang menjadi organisme paling umum yang menyebabkan infeksi. mencapai konsentrasi klinis yang relevan dalam serum. paru-paru. Dengan munculnya resistensi terhadap obat ini. waktu paruh eliminasi yang relatif lama. Fosfomisin memiliki distribusi yang baik ke dalam jaringan. fosfomisin disodium digunakan secara intravena.Pengantar: ISK (infeksi saluran kemih) adalah salah satu infeksi yang umum. Pada kadar urin tetap tinggi untuk waktu yang lama sehingga menjadikan fosfomisin obat yang sesuai dalam pengobatan Infeksi Saluran Kemih (ISK). ginjal. prostat. Fosfomisin trometamol dan fosfomisin kalsium adalah bentuk oral sedangkan. Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi yang banyak dijumpai di tempat perawatan kesehatan dengan bakteri E. Fosfomisin cepat diserap secara oral dengan ketersediaan 40% dan sebagian besar obat diekskresikan tidak berubah dalam urin dengan tingkat konsentrasi tinggi yang dicapai dalam urin setelah diminum. Fosfomisin adalah antibiotik bakterisida yang intereferes dengan sintesis dinding sel dengan menghambat transferase phosphoenolpyruvate yang merupakan enzim pertama yang terlibat dalam sintesis peptidoglikan. Fisfomisin adalah agen antimikroba spektrum luas dengan aktivitas melawan berbagai bakteri gram positif dan bakteri gram negatif yang mencakup stafilokokus. dan cairan tubuh lainnya.coli dan bakteri gram negatif lainnya.coli adalah agen etiologi yang paling umum pada ISK. isolat bakteri ini telah memperoleh resistensi multidrug dan menjadi lebih sulit mengobati infeksi ini. antibiotik seperti fosfomisin dan Nitrofurantoin semakin penting. E. Fosfomisin. dinding kandung kemih. Fosfomisin memiliki eliminasi di ginjal sebesar 95% dan tidak ada sekresi yang terjadi di tubular. Beberapa alternatif yang tersedia untuk 3 . antibiotik fosfonik ditemukan di Spanyol pada tahun 1969. jaringan yang meradang. Fosfomisin tersedia baik secara oral maupun sistemik. bervariasi antara 4 dan 8 jam. Floroquinolon dan sefalosporin dan b-laktam lainnya adalah antibiotik yang paling sering digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih. enterococci. E. Tidak ada resistansi dari antibiotik ini dan dapat diberikan dengan aman dalam kombinasi dengan antibiotik lainnya.

nitrofurantoin.coli 25922 digunakan sebagai strain kontrol. cefaperazone / sulbactum (75/30 μg). Semua sampel yang diperoleh dari ISK yang dicurigai secara klinis sebelum minum antibiotik. piperasilin / tazobactum (100/10 μg). methenamine mandelate (3 mg) (Hi-Media. kotrimoksazol (25 μg). antibiotik lama seperti fosfomisin. amikasin (30 μg).mengobati infeksi yang resisten ini. Mahbubnagar dari Januari 2016 sampai Maret 2016. Hanya satu sampel per pasien yang disertakan. kriteria interpretif yang digunakan oleh Ghafur dkk. Sampel diproses sesuai dengan protokol standar dan organisme terisolasi khusus dengan pengujian bio kimia rutin.coli diisolasi dari sampel ini dan pengujian sensitivitas antibiotik dilakukan dengan pengujian dan interpretasi difusi Kirby-Bauer dilakukan sesuai dengan pedoman CLSI (M100-S23). colistin menjadi penting saat ini. Bahan dan metode: Penelitian ini menggunakan studi prospektif yang dilakukan di Departemen Mikrobiologi SVS Medical College. Daftar antibiotik yang digunakan adalah amoxyclav (20/10 μg). ofloxacin (5 μg). fosfomisin (200 μg). Karena tidak ada pedoman CLSI untuk cefoperazone sulbactum. Mumbai). American Type Culture Collection (ATCC) E. levofloxacin (5 mg). ceftriaxone (30 μg). maka dikeluarkan dan tidak termasuk dari penelitian ini. 4 . gentamisin (10 μg). Analisis statistik dilakukan dengan uji chi-square. imipenem (10 μg). Jika sampel yang diperoleh dari pasien yang sudah menggunakan antibiotik dan juga sampel berulang dari pasien yang sama. Sebanyak 170 E. norfloksakin (10 μg).coli dari urin dan dibandingkan dengan berbagai agen antimikroba lainnya yang digunakan untuk pengobatan ISK. ciprofloxacin (5 μg). Dalam penelitian ini kami telah mengevaluasi aktivitas fosfomisin terhadap isolat E. Dari 564 sampel 375 berasal dari pasien wanita dan 189 laki-laki. Sebanyak 564 sampel urin diproses di laboratorium mikrobiologi. nitrofurantoin (300 μg). Penelitian ini disetujui dan dikeluarkan secara etis oleh Komite Etika Kelembagaan. cefixime (5 μg). doksisiklin (30 μg).

Mayoritas isolat diperoleh dari kelompok umur 21-30 tahun terhitung 44 (25. laki-laki 60 (35.35% perempuan dan 24.8%) dari total sampel. juga merupakan patogen penting yang menunjukkan beberapa resistansi obat oleh berbagai mekanisme seperti produksi Extended Spectrum Beta Lactamases (ESBL) dan lain-lain. Di antara pasien rawat inap.coli yang diisolasi dan diuji untuk kerentanan antibiotik. Mengingat bakteri patogen yang resisten ini dimana resistansi silang umum terjadi pada banyak 5 . E.1%) dari 114 sampel. imipenem dan mandenat methenamine menunjukkan sensitivitas tertinggi dengan semua isolat (100%) rentan terhadap obat ini.2%) diikuti oleh 40-60 tahun (17. Dalam penelitian ini fosfomisin. Sedangkan.5%) yang berasal dari kelompok umur di atas 60 tahun di antara pasien rawat jalan.70%) dengan rasio laki-laki terhadap perempuan 1: 1. paling sedikit sensitivitasnya pada amoksiklav (15.2%). Lebih dari 80% isolat sensitif terhadap amikasin.30%) dan perempuan 110 (64. Dominasi perempuan dilihat dari pasien rawat inap (42. lalu usia 40-60 tahun (28%) sedangkan jumlah sampel dari rawat inap pada kelompok umur 20-40 tahun (12.3% isolat sensitif terhadap nitrofurantoin.70% laki-laki) serta pasien rawat jalan (22. Antibiotik oral lainnya seperti kotrimoksazol telah menunjukkan aktivitas 45.coli menjadi organisme yang paling umum dalam penyebab ISK.8% isolat dimana 82.Hasil: Dari 564 sampel urin yang diolah total 170 E. Kini semakin banyaknya antibiotik seperti karbapenem dan kolistin juga tidak aktif melawan bakteri patogen karena berkembangnya resistensi multidrug. 51-60 tahun menjadi 26 (15%). kelompok usia dominan >60 tahun adalah 48 (42.4%) dan norfloksasin (21%). Dominasi laki-laki terhadap perempuan terlihat pada kelompok umur 1-10 tahun dan >70 tahun. Dari 170 sampel. cefaperazone / sulbactum dan piperacillin / tazobactum.8%). Sebaliknya mayoritas sampel dari pasien rawat jalan pada kelompok usia 20-40 tahun (64.3% perempuan dan 10.83 dengan dominasi pasien perempuan.2%) diikuti oleh cefixime (16.50% laki-laki). Hanya dua sampel (3. Dominasi perempuan secara signifikan terlihat pada kelompok usia 21-30 tahun dan 11-20 tahun. Diskusi : Di zaman dulu antibiotik sederhana seperti penisilin sangat efektif melawan banyak bakteri.

Dalam penelitian Niranjan B et al.8% isolat sensitif terhadap kotrimoksazol dan lebih dari setengah isolat resisten.3% isolat rentan terhadap cefaperazone / sulbactum dan 81% terhadap piperacillin / tazobactum. menjadikan amikasin sebagai obat pilihan di atas gentamisin.coli rentan terhadap 6 . Di antara sefalosporin generasi ketiga.coli rentan terhadap kotrimoksazol yang serupa dengan hasil penelitian kami. 35. 59.antibiotik. 27% (ciprofloxacin). Antibiotik oral nitrofurantion juga telah menunjukkan aktivitas yang sangat baik terhadap E. Amoxycla dan Floroquinolon adalah antibiotik saluran kemih yang paling umum digunakan yang sensitivitasnya berkisar antara 21% (norfloksasin). Dalam penelitian Niranjan B et al. Hal serupa diamati pada penelitian lain.4% dimana ceftriaxone telah menunjukkan sensitivitas 25. 94% E. Dalam penelitian ini 82.8%. Di antara aminoglikosida. Niranjan B et al. cefixime telah menunjukkan sensitivitas hanya 16.. Dalam penelitian Simon A dkk....7% isolat E. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Simon A et al.3% isolat yang rentan terhadapnya. Dalam penelitian ini mayoritas isolat resisten terhadap sefalosporin generasi ketiga seperti cefixime (83%) atau floroquinolon seperti nofloxasin (79%) menjadi pilihan yang tidak tepat untuk memilih terapi empiris untuk pengobatan ISK di rumah sakit.6% isolat sensitif terhadap amikasin yang serupa dengan penelitian kami. hanya 27% isolat E. antibiotik berpotensiik yang lebih baru dan baik harus ditemukan atau antibiotik lama dan tidak digunakan lagi harus dihidupkan kembali.coli rentan terhadap kotrimoxazole. sedangkan 43% peka terhadap gentamisin. 82.8% rentan dan penelitian Biswas D et al. amikasin telah menunjukkan sensitivitas yang sangat baik terhadap gentamisin dengan 81% isolat rentan terhadap amikasin.. Dalam studi preset hanya 45.coli dengan 82. 26% E. Kombinasi obat beta laktam dengan penghambat beta-laktamase seperti piperacillin / tazobactum dan cefaperazone / sulbactum semakin banyak digunakan dalam perawatan kesehatan terutama bila ada dugaan infeksi nosokomial.coli rentan terhadap amoksilat dan hanya 25% isolat yang rentan terhadap ciprofloxacin dan 29% rentan terhadap ceftriaxone.

Ketersediaan dalam bentuk oral dan mencapai kadar tinggi dalam urin dan kurang tahannya membuat obat ini menjadi obat pilihan dibandingkan yang lain.. Pada penelitian ini juga disertakan metenamin mandelat dalam panel kerentanan obat. Dengan munculnya resistensi multidrug antibiotik ini menjadi penting sekali. Dalam penelitian kami. dapat digunakan sebagai dosis tunggal (harga sekitar Rp 112 ribu) dan juga mencapai konsentrasi tinggi dalam urin. Oleh karena itu. fosfomisin adalah satu-satunya obat yang harganya murah.coli yang diisolasi dari sampel urin rentan terhadap fosfomisin [21].Himedia.1% E. Demikian pula pada Lai B et al. Dari jumlah tersebut.. obat ini bisa lebih disukai dan bisa digunakan secara efektif terutama pada penghasilan rendah. Bila digunakan seperti yang dianjurkan. Methenamine adalah agen antiseptik kemih yang bekerja dengan mekanisme pembentukan formaldehida yang unik dalam urin asam dan digunakan terutama pada ISK rekuren. semua sampel secara seragam sensitif terhadap imipenem. kami mencoba untuk mengevaluasi uji kepekaan in vitro mengikuti panduan pabrikan (SD068. tersedia dalam formulasi oral. Hasil serupa ditemukan pada berbagai penelitian yang dilakukan di seluruh dunia.coli. Methenamine adalah obat lama dan merupakan contoh obat yang terlupakan. India) dan menggunakan strain kontrol ATCC E. Karena tidak ada isolat yang menunjukkan resistensi terhadap antibiotik ini. antibiotik lama telah dilupakan dengan ketersediaan sefalosporin yang lebih ramah pengguna dan kelompok obat floroquinolon.nitrofurantoin.coli rentan terhadap nitrofurantoin. dalam studi yang telah ditetapkan. Dalam sebuah penelitian besar yang dilakukan oleh Falgas ME et al. Meskipun tidak ada pedoman CLSI untuk pengujian difusi cakram obat ini. 89% isolat E. Methenamin tersedia dalam dua bentuk methenamine hippurate dan methenamine mandelate. dan fosfomisin (100%). Methenamin mandelate tersedia untuk penggunaan oral sebagai tablet berlapis dan digunakan untuk orang dewasa dalam dosis 1mg empat kali sehari. obat ini sangat sesuai untuk terapi jangka panjang dan tidak ada resistensi terhadap formaldehid yang berkembang karena patogen yang resisten terhadap agen anti-bakteri lainnya dapat merespons obat ini. Nitrofurantoin. Pada kelompok studi ARESC (Antimicrobial Resistance Epidemiological Survey on Cystisis) 98. mereka dapat dianggap efektif untuk tujuan pengobatan. 1604 7 .

Selalu perlu untuk mengetahui pola surveilans dalam pengaturan perawatan kesehatan tertentu dan menggunakan obat dengan tepat. 94. Karena pipa antibiotik kosong hanya dengan beberapa obat alternatif yang tersedia untuk patogen yang resisten ini. Kesimpulan Telah terjadi peningkatan resistensi obat isolat E.coli yang disertakan dan juga penekanan pada deteksi ESBL tidak diberikan pada isolat ini yang merupakan aspek penting untuk dipertimbangkan pada infeksi nosokomial. Keterbatasan Penelitian ini merupakan penelitian singkat dengan jumlah isolat atau sampel yang terbatas dan hanya bakteri E. fosfomisin juga telah menunjukkan efek imunomodulator oleh berbagai peneliti. Terlepas dari studi in-vitro. Juga. yang tidak hanya akan mencegah kemunculan dan penyebaran resistansi obat. ini bisa menjadi alternatif terapeutik potensial terhadap banyak antibiotik lain dalam pengobatan ISK.coli terhadap antibiotik yang umum digunakan seperti floroquinolon. sefalosporin dan b-laktam lainnya yang diamati dalam penelitian ini..coli 1657 ESBL yang efektif terhadap fosfomisin. tetapi juga membantu melestarikan beberapa antibiotik sisa untuk penggunaan selanjutnya.(96. Karena mekanisme kerjanya yang unik dan rendahnya tingkat resistensi dan ketersediaan dalam bentuk oral dan pemberian dosis tunggal.8%) isolat E.3% keberhasilan klinis dicatat dalam pengobatan ESBL yang menghasilkan E. 8 . Pada saat yang sama harus diingat bahwa penggunaan fosfomisin yang tidak disengaja juga dapat menyebabkan perkembangan resistensi terhadap obat ini. Dalam penelitian Pullukcu H et al.coli terkait ISK lebih rendah. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat selalu menjadi ancaman bagi munculnya patogen tahan multidrug. pengujian antibiotik lama dan yang terlupakan seperti fosfomisin dianjurkan. studi klinis yang dilakukan pada pasien juga menunjukkan hasil yang efektif berkaitan dengan fosfomisin.

Lampiran I Lampiran II 9 .