You are on page 1of 4

Nama : Dara Lalita Darmestari

NPM : 1102013068
POLIP NASI
1. Definisi
Polip hidung ialah massa lunak yang mengandung banyak cairan di dalam rongga hidung,
berwarna putih keabu-abuan, yang terjadi akibat inflamasi mukosa. Bentuk menyerupai
buah anggur, lunak dan dapat digerakkan. Polip timbul dari dinding lateral hidung. Polip
yang diakibatkan proses inflamasi biasanya bilateral .
(Woodworth BA, Ahn C, Flume PA, Schlosser RJ. The delta F508 mutation in cystic
fibrosis and impact on sinus development. Am J Rhinol 21:122–127, 2007.
Mangunkusumo E, Wardani RS. (2007). Polip hidung. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N,
Bashiruddin J, Restuti RD (eds). Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala
leher. Ed 6. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, pp 123-5.)

2. Patofisiologi
Alergi ditengarai sebagai salah satu faktor predisposisi polip hidung karena mayoritas polip
hidung mengandung eosinofil, ada hubungan polip hidung dengan asthma dan pemeriksaan
hidung menunjukkan tanda dan gejala alergi. Suatu meta-analisis menemukan 19% dari
polip hidung mempunyai Ig E spesifik yang merupakan manifestasi alergi mukosa hidung
(Kirtsreesakul V. Update on nasal polyps: etiopathogenesis. J Med Assoc Thai. 2005
Dec;88(12):1966-72.).

Ketidakseimbangan vasomotor dianggap sebagai salah satu faktor predisposisi polip
hidung karena sebagian penderita polip hidung tidak menderita alergi dan pada
pemeriksaan tidak ditemukan alergen yang dapat mencetuskan alergi. Polip hidung
biasanya mengandung sangat sedikit pembuluh darah. Regulasi vaskular yang tidak baik
dan meningkatnya permeabilitas vaskular dapat menyebabkan edema dan pembentukan
polip hidung.
(Kirtsreesakul V. Update on nasal polyps: etiopathogenesis. J Med Assoc Thai. 2005
Dec;88(12):1966-72.).

Fenomena Bernouilli terjadi karena menurunnya tekanan akibat konstriksi. Tekanan negatif
akan mengakibatkan inflamasi mukosa hidung yang kemudian memicu terbentuknya polip
hidung.
(Kirtsreesakul V. Update on nasal polyps: etiopathogenesis. J Med Assoc Thai. 2005
Dec;88(12):1966-72.).

Ruptur epitel mukosa hidung akibat alergi atau infeksi dapat mengakibatkan prolaps lamina
propria dari mukosa. Hal ini akan memicu terbentuknya polip hidung.
(Kirtsreesakul V. Update on nasal polyps: etiopathogenesis. J Med Assoc Thai. 2005
Dec;88(12):1966-72.).

Infeksi merupakan faktor yang sangat penting dalam pembentukan polip hidung. Hal ini
didasari pada percobaan yang menunjukkan rusaknya epitel dengan jaringan granulasi yang
berproliferasi akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus

Diagnosis and treatment of nasal polyps. Polip disusun oleh banyak kelenjar dengan sel silindris dengan inti sel ganjil terletak didepan bagian basal sel. Dapat dengan mudah dianggap sebagai suatu neoplasma jika ahli patologi anatomi tidak familiar dengan gambaran histopatologi ini.17(5):237-42. Edematous. (Hellquist HB. Terdapat kelenjar yang sangat banyak dengan kelenjarnya merupakan gambaran histopatologi yang khas tipe ini. Polyp with Hyperplasia of Seromucinous Glands Tipe polip ini ditandai dengan didapatinya banyak kelenjar seromusin dan stroma yang edema. Polip edematous biasanya bilateral. pada tipe ini kelenjar terletak terpisah satu sama lain. Kelenjar biasanya berhubungan dengan overlying epitel dan menunjukkan ketiadaan atypia. Terdapat penipisan membran basal walaupun tidak sejelas penipisan membran basal pada tipe eosinofilik. Infiltrasi sel inflamasi dapat sangat tegas. Chronic Inflammatory Polyp (Fibroinflammatory Polyp) Tidak adanya edema stroma dan hiperplasia sel goblet adalah tanda khas tipe histopatologi polip ini. J. Lund. Hiperplasia kelenjar menyebabkan gambaran histopatologi tipe ini mirip neoplasma glandular jinak dan sering disebut pada banyak literature sebagai tubulocytic adenoma. Dijumpai sel goblet tetapi epitel devoid hiperplasia sel goblet. Polyp with Stromal Atypia Tipe ini adalah tipe yang paling jarang. 1995 Nov 25. b. c. 1996 Sep- Oct. berbeda dengan tumor dimana kelenjar sering kali saling bersentuhan bahkan lengket pada bagian leher satu sama lain. Pada tipe ini sering kali terlihat adanya hiperplasia minimal kelenjar seromusin dan dilatasi pembuluh darah sering terlihat. Tipe polip ini sangat jarang. Sering terlihat adanya epitel squamous dan metaplasia epitel cuboidal. atau Bacteroides fragilis (merupakan bakteri yang banyak ditemukan pada rhinosinusitis) atau Pseudomonas aeruginosa yang sering ditemukan pada cystic fibrosis (V. Tipe ini mempunyai banyak kesamaan dengan tipe edematous. d. Sering terlihat adanya infiltrasi sel inflamasi dengan dominasi limfosit yang sering bercampur dengan eosinofil. Stroma yang edema sebagian terisi cairan yang membentuk rongga seperti pseudokista. Stroma mengandung sejumlah fibroblast dan tidak jarang terdapat fibrosis. 311(7017): 1411– 1414). Allergy Asthma Proc. hyperplasia goblet cells di epitel respiratori. Nasal polyps update. hanya sekitar 5% dari seluruh polip. Histopathology. 3. BMJ. Perbedaan dengan tumor kelenjar.) . didapatinya sejumlah besar eosinofil dan sel mast di stroma polip dan penipisan bahkan adanya hialinisasi minimal pada membran basalis yang terlihat jelas membatasi stroma yang edema dengan epitel. Pada stroma terlihat sejumlah fibroblast yang jarang dimana terdapat juga sejumlah sel inflamasi. Klasifikasi Histopatologi a. Eosinophilic Polyp (Allergic Polyp) Gambaran histopatologi berupa edematous stroma. Secara makroskopis sama dengan polip hidung yang lain tetapi gambaran histopatologi ditandai dengan stroma yang atypik.

Kondisi Polip Stadium Tidak ada polip 0 Polip di meatus media dan belum mencapai 1 batas bawah konka media Polip belum mencapai titik tengah antara 2 batas bawah konka media dan batas atas konka inferior Polip belum melewati batas bawah konka 3 inferior Polip melewati batas bawah konka inferior 4 (Yamada T. John Jacob. Klasifikasi Asal Tempat asal tumbuhnya polip terutama di kompleks ostio-meatal di meatus medius dan sinus ethmoid. Yamamoto H. mungkin tempat asal tangkai polip dapat dilihat. Paraya MD. Lea & Febiger 14th edition.) . Macrolide treatment decreased the size of nasal polyps and IL-8 levels in nasal lavage. Bila ada fasilitas pemeriksaan dengan endoskop.14(3):143-8. MD. Polip koana kebanyakan berasal dari sinus maksila dan juga disebut polip antro-koana. Adanya polip tumbuh ke arah belakang dan membesar di nasofaring.p 27-36. (Ballenger. Diseaes of The Nose Throat Ear Head and Neck. Mori S. Am J Rhinol. Philadelphia 1991) 5. Fujieda S. Klasifikasi Stadium Stadium Polip Menurut Mackay and Lund 1995. Current Opinion in Otolaryngology & Head and Neck Surgery: February 2001 .) Stadium Polip Menurut Yamada et al 2000.Volume 9 . Kondisi Polip Stadium Tidak ada polip 0 Polip terbatas pada meatus media 1 Polip sudah keluar dari meatus media tetapi 2 belum memenuhi rongga hidung Polip yang massif (memenuhi rongga 3 hidung) (Assanasen.Menurut Stammberger polip antrokoana biasanya berasal dari kista yang terdapat pada dinding sinus maksila. Sumber: Medical and surgical management of nasal polyps. Naclerio. Saito H.4.Issue 1 . disebut polip koana. Ada juga sebagian kecil polip koana yang berasal dari sinus etmoid posterior atau resesus sfenoetmoid. 2000 May-Jun. Robert M.

Lea & Febiger 14th edition. Philadelphia 1991) .PERBEDAAN POLIP DAN KONKA (Ballenger. Diseaes of The Nose Throat Ear Head and Neck. John Jacob.