You are on page 1of 30

MAKALAH

GL2021 PENGANTAR GEOLOGI TATA LINGKUNGAN
“SAMPAH”

Dosen:

Andre Putra Arifin, S.Si., M.T.

Oleh:

Kelompok 4

Meishara Purnama S (22115059) Refina Mahargita (22116031)
Risky Rizaldi (22116006) Lusnita Sulastri (22116035)
Venny Fitriyani (22116008) Anggi Roito (22116060)
Annisya Dwiana K (22116011) Afrilianti Ohorella (22116062)

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
JURUSAN INFRASTRUKTUR DAN KEWILAYAHAN
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam
nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik
kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua
cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman
sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah
ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Kami menyadari sekali, didalam
penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna serta banyak kekurangan-kekurangnya,
baik dari segi tata bahasa maupun dalam tata cara penyampaian kepada dosen dan teman -
teman,itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih
menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang
kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin
mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari makalah ini sebagai
tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Lampung Selatan, 14 November 2017

Team penyusun
Kelompok 4

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..........................................................................................................................

Daftar Isi ................................................................................................................................... ii

Daftar Gambar ........................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................ 2

1.3 Tujuan Penulisan .............................................................................................................. 2

1.4 Manfaat Penulisan ............................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................... 3

2.1 Pengertian Sampah ........................................................................................................... 3

2.2 Jenis-jenis Sampah ........................................................................................................... 3

2.2.1 Berdasarkan Sumbernya ........................................................................................................ 3

2.2.2 Berdasarkan Bentuknya ......................................................................................................... 4

2.2.3 Berdasarkan Undang-undang ................................................................................................ 6

2.3 Dampak dari Sampah ...................................................................................................... 7

2.4 Pengelolaan Sampah ........................................................................................................ 8

2.5 Tipe-tipe TPA ................................................................................................................. 10

2.5 Contoh Pengelolaan Sampah .......................................................................................... 14

2.2.1 Contoh Pengelolaan Sampah di Indonesia .......................................................................... 14

2.2.1 Contoh Pengelolaan Sampah di Dunia................................................................................. 19

BAB III PENUTUP ................................................................................................................ 24

3.1 Kesimpulan..................................................................................................................... 24

3.1 Saran ............................................................................................................................... 25

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 26

i

........................................................................................................................................................................................................................................................... 12 Gambar 3 .... 10 Gambar 2 ........................................................................................................... 21 ii ............................................................................................ 13 Gambar 4 ................................................. DAFTAR GAMBAR Gambar 1 ..

Sebelum di buang.1 Latar Belakang Pertambahan jumlah penduduk yang semakin hari semakin meningkat menyebabkan berbagai masalah salah satunya adalah peningkatan jumlah sampah. pengelolaan sampah pada kehidupan sehari-hari tidak seperti yang seharusnya. Indonesia juga menyumbang sampah plastik terbesar yang dibuang ke laut kedua terbanyak di dunia. Sejak dulu. 1 . BAB I PENDAHULUAN 1. Dan sampah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup diberbagai belahan dunia. Menurut Undang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 tahun 2008 menyatakan sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat. Oleh karena itu perlu dilakukan sebuah gerakan bersama antara masyarakat dan juga pemerintah untuk menuntaskan permasalahan sampah di Indonesia. target tersebut tidak akan bisa tercapai. Jika keadaan ini tetap berlangsung. sampah merupakan suatu permasalahan yang tidak bisa diselesaikan Bahkan kehidupan sehari-hari kita tak pernah luput dari permasalahan sampah.2 juta ton per tahun. terlebih lagi di tahun 2019 Pemerintah telah menargetkan pengurangan timbunan sampah hingga 25%. Bukan hanya itu. Di Indonesia sendiri menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa total sampah di Indonesia mencapai 187. Masih banyak sampah-sampah yang langsung dibuang tanpa dikelola terlebih dahulu. sampah perlu diolah terlebih dahulu agar tidak merusak lingkungan. Namun pada kenyataannya. Hal ini tidak lepas dari berbagai kegiatan yang dilakukan manusia yang rata-rata menghasilkan sampah setiap harinya. Keadaan ini sangat memprihatinkan.

4. Apa pengertian sampah dan apa saja jenisnya? 2. 2 . Apa dampak yang ditimbulkn oleh sampah? 3. Untuk mengetahui bagaimana cara pengelolaan sampah.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: 1.4 Manfaat Penulisan 1. Dapat mengetahui dampak jika membuang sampah sembarangan sehingga tidak merugikan kita dan lingkungan sekitar. Untuk mengetahui apa saja dampak yang ditimbulkan oleh sampah.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara menanggulangi sampah? 4. Dapat mengelolah sampah dengan baik. 2. Bagaimana sistem 1. Untuk mengetahui pengertian sampah dan tahu cara memanfaatkan sampah. Dapat memanfaatkan sampah sehingga memiliki nilai ekonomis.sehingga lingkungan sekitar kita menjadi bersih dan sehat. 1. Untuk mengetahui pengolahan sampah di Indonesia dan beberapa Negara di Dunia. 3.1. 5. Untuk memenuhi tugas pengantar geologi dan tata lingkungan 2. 3.

Prof.2.1 Berdasarkan sumbernya a. MT. Selain itu. W. BAB II PEMBAHASAN 2.seperti halnya daun-daunan kering di hutan yang terurai 3 . yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri). Sumber sampah adalah asal timbulan sampah. Penghasil sampah adalah setiap orang dan/atau akibat proses alam yang menghasilkan timbulan sampah. tetapi bukan yang biologis.atau suatu bahan yang terbuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. tekstur da n asal sampahnya sendiri.Ir. 2. Sampah adalah material sisa yang tidak digunakan lagi. Sampah alam Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami. adapun lebih detail sebagai berikut: 2. sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. tetapi masih bisa dimanfaatkan kalau dikelola dengan prosedur yang benar.1 Pengertian sampah Soewedo (1983) menyatakan bahwa sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai.2 Jenis-Jenis Sampah Sampah dapat dibedakan dari beberapa mulai dari kekerasan. 1996) dan menurut Basriyanta. Sampah adalah sumber daya yang tidak siap pakai (Radyastuti. sampah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya. Sedangkan menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang.

plastik. dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga. urine dan sampah cair. seperti sisa-sisa sayuran. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik. c. rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya. 4 . Di luar kehidupan liar. seperti feses dan urin. kertas. hewan. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Sampah konsumsi Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang.menjaditanah . sampah-sampah ini dapat menjadi masalah. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higenis dansanitasi. 2. jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.2. Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur. b.2 Berdasarkan bentuknya 1. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor(sarana perkembangan) penyakit yang disebabkanvirus dan bakteri. Sampah padat Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Meskipun demikian. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai: Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia. gelas dan lain-lain. misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). metal. sampah kebun. potongan-potongan ranting.Sampah manusia Sampah manusia adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia.

seperti sisa makanan dan guguran daun. sampah kertas 4. Sampah anorganik yakni sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati. daun dan ranting.Berikut adalah bebrapa limbah cair: Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet.kaleng dan Styrofoam. Sampah cair Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah. sampah logam dan produk-produk olahanya 2. sampah plastik 3. tepung. baik sebagai produk sintetik maupun hasil pengolahan teknologi bahan tambang. karet dan plastik). Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Berdasarkan asalnya sampah padat dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu Sampah Organik Sampah organk adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang mudah terurai secara alamiah/biologis.Proses terurainya membutuhkan waktu yang lama dan butuh penanganan lebih lanjut di tempat khusus. sampah deterjen Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diurai oleh alam/mikroorganisme (unbiodegradable). 5 . Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya. sisa-sisa makanan. sampah kaca dan keramik. pembungkus (selain ketas. 5.bahan yang sulit terurai secra biologis. hasil olahan baan hayati dan sebagainya. kulit buah. tas plastik dan kaleng. Termasuk sampah organik. Sampah Anorganik Sampah anorganik adalah sampah yang terdiri dari bahan. botol gelas. Sampah anorganik dibedakan menjadi : 1. Sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama.Contohnya plastik. sayuran. 2. misalnya sampah dari dapur.

terutama gas.  puing bongkaran bangunan.18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.  sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya danberacun.2. fasilitas umum. Sampah ini mungkin mengandung patogen.  sampah yang timbul akibat bencana.limbah pabrik. tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. cair. 6 .3 Berdasarkan Undang-undang Sedangkan sesuai dengan UU No. atau gas. c. kawasan industri. dan/atau fasilitas lainnya. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat. dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Sampah sejenis sampah rumah tangga. dan konsumsi. Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur. sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Sampah rumah tangga. dan/atau  sampah yang timbul secara tidak periodik. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir. sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah). Sampah ini berasal dari bahan-bahan yang berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu. Sampah spesifik meliputi:  sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. kamar mandi dan tempat cucian. manufaktur. sampah dibedakan menjadi : a. 2. kawasan khusus. Sampah rumah tangga merupakan sampah yangberasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. b. Sampah spesifik. Dalam kehidupan manusia. misalnya pertambangan.  sampah yang secara teknologi belum dapat diolah. fasilitas sosial. dan Sampah sejenis sampah rumah tangga merupakan sampah yang berasal dari kawasan komersial.

Menurut penelitian terbaru. Selain pabrik. karena sisa-sisa pestisida yang berupa endapan akan mengalir menuju ke sungai yang akhirnya akan membunuh ikan-ikan yang ada di sungai tersebut. dan pembakaran saat memproduksi suatu barang pasti keduanya menghasilkan asap dari pembakaran tersebut. bau nya juga sangat tidak sedap untuk dihirup sehingga mengganggu proses pernapasan. Selain karena warnanya yang menggangu penglihatan. Pada kedua proses tadi. asap putih yang dihasilkan oleh kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin lebih berbahaya ketimbang kendaraan yang 7 . Limbah pabrik dan limbah rumah tangga yang mencemari air ini dapat menurunkan kualitas air. Berikut pencemaran yang disebabkan oleh sampah: a) Pencemaran air Pencemaran air ini dapat ditimbulkan dari limbah pabrik. rasa. pH dan kandungan air tersebut sudah sangat jauh berbeda dengan air yang tidak tercemar. pasti akan memiliki sisa bahan baku pemroduksian yang sudah tidak berguna lagi.2. asap juga dapat ditimbulkan oleh kendaraan. Biasanya pabrik yang memproduksi suatu barang. Asap tersebutlah yang mengakibatkan pencemaran udara. yakni pembakaran sampah. maupun sampah rumah tangga. Karena warna. sehingga air yang sudah tercemar oleh limbah sama sekali tidak bisa digunakan untuk keperluan hidup manusia sehingga keadaan ini bisa mengakibatkan berkurangnya pasokan air bersih untuk kelangsungan hidup. sehingga pihak pabrik akan membakarnya.3 Dampak dari Sampah Sampah bila berserakan dimana-mana akan menyebabkan lingkungan terlihat kotor dan apabila jumlahnya sudah tidak terkendali sampah ini juga akan menimbulkan pencemaran bahkan banjir. Selain itu dalam proses pemroduksian terkadang suatu pabrik juga memerlukan proses pembakaran. Penggunaan pestisida yang berlebihan juga merupakan tindakan pencemaran. b) Pencemaran udara Masih seputar pabrik.

padahal kendaraan yang berbahan bakar solar asapnya berwarna hitam. Jadi sudah tidak bisa dibayangkan. dan manajemen yang sesuai untuk mencapai sasaran dan tujuan ((Contoh SARBAGITA (Denpasar. maka bisa dipastikan ada 250 jutaan sampah plastik yang di hasilkan negara Indonesia. seberapa banyak sampah yang telah mengotori bumi ini. c) Pencemaran Tanah Salah satu jenis sampah yang paling besar pengaruhnya dalam pencemaran tanah adalah sampah plastik. asap rokok itu jauh lebih berbahaya 16 kali lipat ketimbang asap yang ditimbulkan oleh kendaraan. Hal ini disebabkan karena asap yang ditimbulkan rokok dapat menimbulkan partikel-partikel halus yang berlipat-lipat terus jumlahnya yang nantinya akan mengendap di dalam paru-paru. mengelola limbah yang terbentuk. Bandung. teknologi. Konsep-konsep Pengelolaan Sampah Minimasi limbah yang terbentuk. Minimasi > Konsep 3R (Reduce. Dan sampah itu baru bisa menghilang setelah 100 tahun. namun ini tidak terlalu berbahaya bagi pernapasan. bahkan sejenis botol plastik dan bahan-bahan plastik lainnya yang lebih tebal membutuhkan waktu 100 tahun bahkan lebih. Bayangkan saja jika 1 orang saja membuang 1 sampah plastik per harinya. keesokan harinya sudah ada 250 juta sampah lagi. 8 . Seperti yang diberitakan di health. dan itu terus bertambah setiap harinya. menggunakan bahan bakar solar. hanya warna asapnya yang sangat mengganggu proses penglihatan. 2. Gianyar. dan Tabanan) mempunyai program strategis : Penetapan TPA bersama Pembentukan wadah kerja sama dalam badan pengelolaan kebersihan Bali Bagian Selatan. Recycle) Konsep Pengelolaan Sampah Terintegrasi: pemilahan dan penerapan teknik-teknik.india setelah melakukan percobaan selama 5 minggu.4 Pengelolaan Sampah a. Yang tidak kalah berbahaya lagi adalah asap rokok. namun belum sampai 100 tahun. hal ini disebabkan karena sampah plastik membutuhkan minimal waktu 20 tahun untuk terurai. Reuse.

Mekanisme Pengelolaan Sampah Mekanisme pengelolaan persampahan dapat dilakukan dengan mengikuti Tata Cara Pengelolaan Teknik Sampah Perkotaan SK SNI T-13- 1990-F yang meliputi: Pewadahan sampah. daur ulang atau pembuangan dari material sampah. Pembentukan perda pengelolaan sampah. pemrosesan. yaitu tahap pemindahan sampah hasil pengumpulan ke dalam alat pengangkut untuk dibawa ke TPA. Pengelolaan sampah. yaitu tahap membawa sampah dari lokasi pemindahan atau langsung dari sumber sampah menuju ke TPA.Sistem Pembuangan Sampah Padat 1. b. d. yaitu suatu upaya untuk mengurangi volume sampah atau merubah bentuk sampah menjadi yang bermanfaat. Pengumpulan sampah. Pembentukan wadah pengawasan independen. Open Dumps 9 . yaitu tempat untuk mengkarantina (menyingkirkan) sampah kota sehingga aman. Pengelolaan sampah bergantung terhadap banyak hal seperti tipe sampah dan lahan yang digunakan untuk mengolah sampah Tujuan dari pengelolaan sampah adalah untuk mengubah sampah menjadi material yang bersifat ekonomis dan mengolah sampah agar tidak membahayakan lingkungan hidup. Pengangkutan sampah. Pemindahan sampah. yaitu cara penampungan sampah sementara disumbernya baik secara individual (penampungan disumber sampah) maupun komunal (penampungan sampah secara bersama-sama di suatu tempat). Pembuangan akhir. pengangkutan.Pengelolaan Sampah Pengelolaan sampah adalah pengumpulan. c. yaitu proses penampungan sampah dengan cara pengumpulan sampah dari masing-masing sumber sampah untuk diangkut ke TPS atau langsung ke TPA tanpa melalui proses pemindahan.

Resource recovery plant (magnetic separator) 2. tikus. Incineration (pembakaran sampah-sampah yang dapat terbakar dengan menggunakan temperatur yang sangat tinggi : mendekati 1000 derajat celcius) 4. serangga pengganggu mudah berkembang biak -Lokasi daerah pembuangan harus jauh dari kota Gambar 1: Open Dumping Sumber: okezone. Traditional Rag-packing 9. merupakan penggunaan tempat terendah atau terbuka sebagai tempat pembuangan sampah tanap ditutup dan biasanya sekali-kali dibakar ditempat.com (2017) 10 . 2. Composting 7. yaitu: -Pencemaran sumber air minum penduduk sekitarnya oleh lindi -Lalat. On-site disposal 5. namun memiliki kelemahan. Selective waste collection systems 10. Pig feeding 6. Meskipun cara ini relative mudah dan ekonomis. Resource Recovery Systems 8.5 Tipe-tipe TPA  Open Dumping Open Dumping (tipe pembuangan terbuka). Sanitary Landfill 3.

 Sanitary Landfill Sanitary Landfill (lahan urug penyehatan/LUP) adalah dimana sampah diisikan ke dalam area tertentu. dipadatkan dan ditutup dengan tanah setiap harinya sedemikian rupa sehingga tidak terlalu menimbulkan dampak negative. tergantung jenis sampah yang dibuang di TPA tersebut. Jika lindi tersebut tidak ditata dengan baik. Dampak bagi manusia o Lindi mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh seperti adanya kandungan Hg. H2S. o Sungai dan pipa air minum mungkin teracuni karena bereaksi dengan zat-zat atau polutan sampah. o Lahan yang luas akan tertutup oleh sampah dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lain. maka dapat menyebar ke dalam tanah dan masuk ke aquifer air tanah yang dapat menyebabkan pencemaran air tanah o Penyumbatan badan air. Berikut adalah dampak yang diakibatkan oleh sistem Open Dumping: Dampak bagi lingkungan o Lindi merupakan limbah cair yang berasal dari sampah basah atau sampah organik yang terkena air hujan. o Gas yang dihasilkan dalam proses penguraian akan terperangkap di dalam tumpukan sampah dapat menimbulkan ledakan jika mencapai kadar dan tekanan tertentu. 11 . o Cairan yang dihasilkan akibat proses penguraian (leachate) dapat mencemari sumber air.

o Pos pengendalian operasional. o Fasilitas pengendalian gas metan o Alat berat Sistem controlled landfill merupakan peningkatan dari open dumping. di antaranya: o Saluran drainase untuk mengendalikan aliran air hujan. Sampah ditimbun dalam suatu TPA Sampah yang sebelumnya telah dipersiapkan secara teratur. pada 12 . o Merupakan sumber dan tempat perkembangbiakan organisme penyebar penyakit. Gambar 2:Sanitary Landfill Sumber: google (2017)  Controlled Landfill Controlled landfill adalah TPA sampah yang dalam pemilihan lokasi maupun pengoperasiannya sudah mulai memperhatikan Syarat Teknis (SK- SNI) mengenai TPA sampah. dibuat barisan dan lapisan setiap harinya dan dalam kurun waktu tertentu timbunan sampah tersebut diratakan dipadatakan oleh alat berat seperti Buldozer maupun Track Loader dan setelah rata dan padat timbunan sampah lalu ditutup oleh tanah. Untuk bisa melaksanakan metode ini. diperlukan penyediaan beberapa fasilitas. o Saluran pengumpul air lindi (leachate) dan instalasi pengolahannya.

biasanya lima hari sekali atau seminggu sekali.com (2017) 13 . Gambar 3:Control Landfill Sumber: ndbcnews. Secara umum controlled landfill akan lebih baik bila dibandingkan dengan open dumping dan sudah mulai dipakai di berbagai kota di Indonesia.controlled landfill timbunan sampah tidak ditutup setiap hari.

pemanfaatan kembali sampah dan pemilahan dengan memfasilitasi terbentuknya Bank Sampah Malang (BSM) tahun 2011 yang berbadan hukum Koperasi.2. dilakukan menggunakan armada operasional dkp  Operasional tpa operasional tpa menjadi kewajiban pemda.1 Contoh Pengolahan Sampah di Kota Malang Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat sesuai amanat dari UU Nomor 18 tahun 2008 dan Perda Nomor 10 Tahun 2010 terkait pengurangan dan penanganan sampah. Pemerintah Kota Malang terutama dalam pendauran ulang sampah.5 Contoh Pengelolaan Sampah di Indonesia dan Didunia 2. dll) ke tps menjadi kewajiban masyarakat atau pengelola kawasan. dilakukan oleh unit teknis pengelola tpa. dilakukan oleh paskun yang ditunjuk dan dibiayai oleh masyarakat (rt/rw) atau oleh pengelola kawasan.5. permukiman. 14 . dilakukan oleh paskun dkp  Pengangkutan pengangkutan sampah menjadi kewajiban pemda. Alur pengelolaan sampah di kota malang (perda 10/2010)  Pengumpulan pengumpulan sampah dari sumber sampah (perumahan. pengumpulan sampah di jalan poros menjadi kewajiban pemda. rs. kawasan niaga.

Fokus Pemkot Malang Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. sehingga menjadikan budaya di masyarakat pada membuang sampah dengan sampah tercampur. Perilaku pembuangan sampah tercampur dalam satu wadah yaitu di tong sampah oleh masyarakat Kota Malang ini sudah terjadi bertahun tahun dan bahkan puluhan tahun. karena perilaku masyarakat yang ada di Indonesia pada umumnya dan Kota Malang pada khususnya. Merubah pola pikir & perilaku masyarakat secara bertahap & berkelanjutan Membangun iklim Menggali potensi berkompetisi di ekonomi sampah bidang peningkatan terolah kualitas lingkungan Sampa Sampah h anorgani organi k k Pemilahan sampah ini sering menjadi masalah. sampahnya tercampur menjadi satu wadah dalam satu tong sampah sebelum dibawa oleh pasukan gerobak/Tossa ke TPS. Hal ini bertolak belakang dengan 15 .

Sampai saat ini andalan utama sebuah kota dalam menyelesaikan masalah sampahnya adalah pemusnahan dengan landfilling pada sebuah 16 . Sehingga banyak gerobak sampah yang didesain untuk tempat sampah organik dan sampah an-organik tidak terpakai. tempat pemilahan sampah di TPS dan angkutan truk sampah tidak bisa menggunakan fasilitas pemilahannya. karena masyarakat banyak yang membuang atau menaruh sampah didalam tong sampah tersebut masih tercampur. BSM ini merupakan lembaga untuk melakukan transaksi pembelian sampah yang terpilah sekaligus edukasi untuk penyadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah dari sumber. Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang setiap tahun telah mencontohkan dengan menempatkan dua pemilahan sampah bahkan lebih yaitu pada umumnya pada penempatan tong sampah organik (sampah basah) dan sampan An- Organik (sampah kering) difasilitas umum dan sosial yang ada di Kota Malang. Dengan tercampurnya sampah dari sumber (domestik) tentunya fasilitas-fasilitas pemilahan sampah selanjutnya terutama pada angkutan gerobak sampah. Dengan adanya permasalahan tersebut diatas. DKP Kota Malang sampai saat ini juga belum menyediakan fasilitas pemilahan sampah di TPS maupun untuk angkutan truk yang mengangkut sampah dari TPS ke TPA karena sumber sampah yang dibawa ke TPS tidak ada pemilahan. karena selama ini DKP Kota Malang hanya memberikan sosialisasi dan penyadaran tetapi belum ada lembaga yang melakukan tindak lanjut dari penyadaran tersebut bagi masyarakat yang mau memilah sampah.kegiatan pengurangan sampah dengen 3R pada memanfaatkan sampah maupun mendaur ulang sampah harus dilakukan pemilahan sampah. tetapi keberadaan kedua tong sampah yang terpasang oleh DKP Kota Malang tidak sesuai yang diharapkan. DKP Kota Malang memfasilitasi berdirinya Bank Sampah Malang (BSM).

upaya pengurangan sampah dengan 3-R ini belum dapat menghilangkan sampah secara keseluruhan. Konsep ini merupakan pendekatan yang telah lama diperkenalkan di Indonesia dalam upaya mengurangi sampah mulai dari sumbernya sampai di akhir pemusnahannya. Aktivitas utama pemusnahan sampah di TPA adalah dengan landfilling. Dapat dipastikan bahwa yang digunakan di Indonesia adalah bukan landfilling yang baik. Pengurangan (reduksi) sampah menjadi prioritas utama dalam mengurangi timbulnya sampah. akan tambah banyak pula sampah yang akan dihasilkan. Tambah banyak bahan dikonsumsi. Beragam tingkat teknologi landfilling.TPA. dan TPA-TPA lain yang terungkap di mass media. Biasanya pengelola kota cenderung kurang memberikan perhatian yang serius pada TPA tersebut. Perubahan pola hidup yang mendunia juga membawa permasalahan persampahan. yang sebetulnya tidak layak disebut sebagai sebuah bentuk teknologi penanganan sampah. Upaya recovery bahan terbuang ini harus dimulai sejak awal sampai ke titik akhir dalam penanganan sampah. diantaranya yang paling sering disebut adalah sanitary landfill. sehingga muncullah kasus TPA Bantar Gebang di Bekasi. karena hampir seluruh TPA di kota-kota di Indonesia hanya menerapkan apa yang dikenal sebagai open-dumping. disertai keterpaduan dengan sistem penanganan sampah secara keseluruhan. TPA Leuwigajah di Cimahi- Bandung. Keberadaan aktivitas ini perlu dimasukkan dalam kebijakan penanganan 17 . Salah satu penyebab tambah banyaknya timbulan sampah adalah karena pola konsumsi masyarakat itu sendiri. TPA Keputih di Surabaya. Sebagian besar sampah yang terlihat mengotori kota adalah pengemas atau pembungkus (packaging) Langkah kedua dalam penanganan sampah adalah penggalakan recovery sampah untuk didaur-ulang. Kerhasilan konsep ini membutuhkan kemauan politis pengelola kota. dan ini hanya dapat dilakukan bila penghasil sampah itu sendiri menyadarinya.Minimasi Sampah yang Diangkut ke TPAReduce- Reuse–Recycling (3-R) merupakan konsep yang digunakan dalam RUU sampah yang sedang disiapkan oleh Pemerintah Indonesia. Berdasarkan pengalaman di negara maju.

Tetapi permasalahan utamanya adalah belum adanya sinkronisasi antara pengelola pengomposan dengan program kebersihan yang dilakukan Pemerintah Daerah. yaitu memusnahkan sampah kota dan sekaligus memperoleh bahan yang bermanfaat. termasuk yang ada di TPA. Upaya-upaya ini sebetulnya telah dikenal. dengan kondisi kelembaban dan temperatur udara yang relatif tinggi. Namun pemantauan yang ada di Jakarta dan Bandung ternyata besaran ini tidak sampai mencapai 5 % komposisi sampah di Indonesia yang sebagian besar adalah sisa-sisa makanan. Cara inilah yang sebetulnya dikembangkan oleh manusia dalam bentuk pengomposan dan biogasifikasi. maka kecepatan mikroorganisme dalam ‘memakan’ sampah yang bersifat hayati ini akan lebih cepat pula. Pengomposan yang sering dilakukan adalah secara aerobik (tersedia oksigen dalam prosesnya). Secara teoritis banyaknya sampah yang dapat didaur-ulang dengan cara ini. guna mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut di sebuah TPA. Upaya penggalakan daur-ulang sampah perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan sampah di Indonesia. seperti tidak menimbulkan bau. bertemperatur tinggi sehingga dapat membunuh bakteri patogen dan telur lalat sehingga kompos yang dihasilkan higienis. paling banyak adalah 10 %. atau terdegradasi oleh mikroorganisme yang berlimpah di alam ini. Teknik ini sudah dikenal sejak lama di khususnya di daerah pedesaan. Pengomposan secara aerob melibatkan aktivitas mikroba aerobik. waktu lebih cepat. maka sampah jenis ini akan cepat membusuk. khususnya sampah dapur. khususnya di kota-kota besar di Indonesia yang melibatkan sektor informal. karena berbagai kelebihan. Pengomposan merupakan salah satu alternatif yang selalu dianjurkan untuk digunakan untuk menangani sampah kota.sampah kota. Pengomposan sampah kota bersasaran ganda. dan merupakan bagian dari sistem pengelolaan yang perlu diterapkan di sebuah kota. Kementerian Lingkungan Hidup dengan bantuan Bank Dunia sejak beberapa tahun yang lalu memperkenalkan subsidi kompos yang dihasilkan. Pengomposan merupakan salah satu teknik pengolahan limbah organik yang mudah membusuk. 18 . untuk merangsang pertumbuhan penanganan sampah melalui pengomposan. Di Indonesia.

19 . terutama untuk sampah rumah tangga. antar daerah perkotaan dan pedesaan. Pengomposan aerob ditandai dengan temperatur tinggi. Jadi.2 Pengolahan sampah didunia a. atau yang dikenal dengan istilah Muncipal Solid Waste Management (MSWM). dsb. Municipal Solid Waste Management. dengan mengacu pada Jepang sebagai studi kasus secara keseluruhan. dan penimbunan sampah. Di samping itu. Pengelolaan sampah yang dimaksud dilakukan dengan mereduksi sampah pada sumbernya. Sampah padat itu pun dibatasi hanya pada lingkup sampah padat perkotaan. Municipal Solid Waste Management ‘pengelolaan sampah padat perkotaan’ adalah tata cara pengaturan aliran sampah padat dalam kota -umumnya terdiri dari beberapa tahap yaitu: pemisahan sampah.5. dikenal pula pengomposan cepat (accelerated composting) yang banyak diterapkan di negara industri dalam bentuk highly mechanized composting. Guna mempercepat proses. Singapura Praktik pengelolaan sampah dapat berbeda-beda di antara negara maju dan negara berkembang. dan bukan juga yang lainnya. relatif tidak menimbulkan bau dan lebih cepat dibanding anaerob. maka pengelolaan sampah yang dimaksud disini adalah pengelolaan sampah dalam lingkup sampah padat perkotaan. Wanless (2008) menambahkan. melakukan daur-ulang sampah. pengomposan. pengumpulan sampah. pengaturan temperatur. oleh U. antar area perumahan dan wilayah industri. bukan limbah. kelembaban. 2. Oleh karena itu. misalnya dengan suplai udara.S. kategori sampah yang akan dibahas adalah mengenai semua sampah padat. yaitu dengan cara mempercepat pembuatan kompos setengah matang. Environmental Protection Agency (1989: 151) dalam buku yang berjudul “Decision-Makers’ Guide to Solid Waste Management” didefinisikan sebagai suatu praktik dengan menggunakan beberapa teknik pengelolaan sampah pilihan yang digunakan untuk mengatur dan membuang komponen khusus dari aliran sampah padat perkotaan yang sudah tidak dapat dijadikan sebagai sumber daya untuk digunakan kembali.

Dalam Waste Management Law. Sistem ini dikenal dengan istilah “desentralisasi” dalam pengelolaan sampah. 20 . pemrosesan sampah. yaitu municipality yang dianggap paling dekat dengan warga (Kholifah. Selain itu. Mereka berkewajiban membuat rancangan pengelolaan sampah untuk wilayah administratifnya. Mayoritas sampah rumah tangga di negara Skandinavia itu bisa didaur ulang.yang bertujuan mereduksi sejumlah dampak yang ditimbulkan oleh sampah pada kesehatan masyarakat. dapat dilihat bahwa gerakan 3R dalam pengelolaan sampah di Jepang merupakan sesuatu yang telah dipatenkan dan terus dikembangkan demi mewujudkan struktur manajemen sampah yang maksimal dalam mengatasi persoalan sampah yang ada. dapat dipahami bahwa MSWM di Jepang sangat jelas menggabungkan waste reduction. reuse dan recycling sebagai satu- kesatuan yang tak terpisahkan dari tahap-tahap pengelolaan sampah keseluruhan (Japan Institute of Infra-Structure 1982: 1). 2007). membuat Swedia menjadi negara maju dalam pengelolaan sampah. lingkungan. rata-rata jumlah sampah yang menjadi limbah di negara- negara Eropa 38 persen.pengangkutan sampah.Dengan demikian. dikatakan bahwa municipality bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan sampah rumah tangga b. ataupun yang dapat merusak keindahan. Desentralisasi yang dimaksud adalah penyerahan otoritas pengelolaan sampah perkotaan pada level pemerintahan terdekat dengan masyarakat. Oleh karena itu. Dalam data statistik Eurostat. Kebijakan pemerintah dan budaya masyarakat yang mengerti arti kebersihan dan energi. namun dipercayakan pada pemerintah di tingkat municipality (Wardhani 2007: 62). perlu juga diketahui bahwasanya pengelolaan sampah di Jepang tidak dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah pusat. dan harus melakukan proses pembuangan sampah sesuai dengan ketetapan yang berlaku (Ishino 1989: 322). Swedia Swedia dikenal memiliki manajemen sampah yang baik. dan pembuangan akhir.

Mayoritas sampah ini berasal dari Norwegia. Gambat 4: Tempat Pengolahan Sampah Negara Swedia Sumber: Koran-jakarta. Mayoritas sampah rumah tangga di negara Skandinavia itu bisa didaur ulang. Namun. Satu-satunya dampak negatif dari kebijakan ini adalah Swedia kini kekurangan sampah untuk dijadikan bahan bakar pembangkit energinya. abu dari proses kremasi. dalam rencana perjanjian disebutkan. Sampah-sampah ini sekaligus untuk memenuhi program Waste-to-Energy (WTE-Sampah menjadi energi) di Swedia. Swedia. sampah beracun. akan dikembalikan ke Norwegia.com (2017) Norwegia. Swedia berhasil menekan angka itu menjadi hanya satu persen. 21 . atau yang penuh dengan dioksin. bersedia dengan perjanjian. negara terbesar ke-56 di dunia. Dengan tujuan utama mengubah sampah menjadi energi panas dan listrik. karena dianggap lebih ekonomis dibanding membakar sampah yang ada. Swedia kini mengimpor 800 ribu ton sampah per tahun dari negara- negara tetangganya di Eropa. sebagai negara pengekspor. dikenal memiliki manajemen sampah yang baik.

Jumlah rata-rata produksi sampah kotakota besar di Eropa hanya 1.5 miliar rupiah untuk jasa penimbangan dan satu miliar rupiah lebih untuk pengawasan.Swedia mengimpor sampah dari negara lain seperti Norwegia. pemerintah menghabiskan 330 miliar rupiah lebih setahun untuk pengolahan sampah. Untuk sampah di Bantargebang. abu dari hasil pembakaran sampah juga dijadikan bahan pembuatan baja di Swedia. 4. Rumania. Catarina Ostlund. 22 .” ujar Ostlund. Selain menghasilkan energi panas dan listrik dari sampah. Sementara rata-rata sampah yang dihasilkan Kota Jakarta sekitar 6.Swedia mengubah sampah menjadi energi panas untuk sekitar satu juta rumah tangga. 1.500 – 7.500 ton setiap harinya. Belum termasuk 4.000 ton per hari dan di Swedia.000 – 2. hanya sekitar satu persen saja sampah yang berakhir di tempat pembuangan sampah. mengatakan kebijakan ini bisa meningkatkan nilai sampah di masa depan. dan Italia. impor sampah ini juga menjadi solusi pengelolaan sampah bagi negara-negara pengekspornya. 3. Sesudah Norwegia.000 ton sampah dalam setahun (sekitar sepertiga dari produksi sampah Jakarta) dan menjadikannya negara pengimpor sampah terbesar di dunia. Italia dan Irlandia. 2. Inggris.Swedia mengimpor 800. Swedia menargetkan mengimpor sampah dari Bulgaria. “Mungkin Anda bisa menjual sampah karena ada krisis sumber daya di dunia. Selain membantu Swedia dalam menyediakan sumber energi.Swedia mengubah sampah menjadi energi listrik untuk sekitar 300 ribu rumah tangga di seluruh Swedia. Penasihat Senior untuk Swedish Environmental Protection Agency.

karena dengan mendisiplinkan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Memang tepat regulasi yang dibuat oleh pemerintah Swedia. bagaimana tercengangnya warga Swedia mengetahui fakta persampahan di Indonesia dan di Jakarta khususnya. yang membuat sampah di negara tersebut tidak menjadi momok yang mengerikan. sebetulnya kita sama-sama membantu perekonomian negara semakin membaik. 23 . Seperti kasus longsoran sampah di beberapa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sampai menelan korban jiwa. Banjir di Jakarta mengakibatkan kerugian sekitar 1.5 – 3 triliun rupiah per hari setiap kali banjir. apakah Anda baru mengetahui bahwa Swedia justru kekurangan sampah dan harus mengimpor sampah? Terbayang. Berapa banyak uang yang bisa dihemat dan bisa dialihkan untuk keperluan lain selain harus habis untuk mengurusi sampah. yang mampu mengatasi masalah persampahan di negara tersebut. Jadi. Budaya membuang sampah sembarangan penduduk Jakarta juga mengakibatkan banjir. mari budayakan membuang sampah pada tempatnya. Setelah menghabiskan uang triliunan rupiah selama ini. Nah. yang sebenarnya bisa dikendalikan. Namun sesungguhnya budaya masyarakatnya sendiri yang menyadari pentingnya kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan. nyatanya masalah persampahan di Jakarta belum bisa ditangani dengan baik. jika masyarakat memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya pengelolaan sampah.

karena dengan begitu tanpa disadari kita akan membuang sampah dengan benar pada tempatnya meskipun di daerah tempat kita tinggal tidak ada sangsi tegas mengenai itu. sehingga dapat menyebabkan penumpukan sampah. ke kebun. Selain secara estetika hal ini sangatlah buruk. Sebagian orang pun juga tidak perduli tentang tata cara pembuangan sampah. Dan yang paling penting adalah kita membuang sampah pada tempatnya itu haruslah berdasarkan kesadaran dan kedisiplinan dari diri kita masing-masing. BAB III PENUTUP 3. Secara umum dapat dibedakan menjadi 2 yakni sampah organic dan sampah nonorganik. Untuk mencegah dampak yang besar yang ditimbulkan sampah maka perlu dilakukan pengelolaan sistem persamapahan. controlled landfill dan lain-lain. ada yang membuangnya ke sungai. dan ada juga yang membuangnya begitu saja di pinggir jalan. Penerapannya sendiri dikembalikan kepada Negara masing-masing atau kebijakan dari pemerintahnya sendiri. 24 . sanitary landfill.1 Kesimpulan Sampah merupakan barang sisa yang sudah habis masa gunanya. selokan. pembuangan sampah seperti itu juga dapat mengakibatkan pencemaran dan juga banjir. maka setiap saat juga lingkungan kita akan terlihat bersih dan asri. Pengelolaan sistem persampahan di TPAsendiri memakakai berbagai jenis system pembuangan seperti open dumping. Dan yang paling bermasalah bagi kehidupan manusia adalah sampah nonorganik karena sampah ini sangat sukar terurai menjadi tanah. Jika kita mau membuang sampah pada tempatnya setiap saat. Oleh karena peraturan harus ditegaskan agar tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan lagi.

2 Saran 1. pemerintah perlu mengadakan membersihkan lingkungan bersama-sama warga desa setempat agar tempat mereka benar- benar bersih dari sampah yang berserakan.Pada hari-hari tertentu. terutama di dekat sungai agar para warga disana membuang sampahnya di TPS bukan di sungai 2.Pemerintah seharusnya memberikan tindakan tegas bagi seseorang yang membuang sampah sembarangan. 3.Sebaiknya pemerintah menyediakan TPS di setiap desa.3. bukan membiarkannya agar oknum-oknum tersebut jera berbuat hal yang sama. 25 .

ph/news/cotabato-city-to-revive-solid-waste- management-program diakses pada tanggal 17 November 2017. pukul 18.org/sites/default/files/Session%204_3_2_Malang. pukul 20. http://atdr.com/doc/112207696/MAKALAH-PENGOLAHANSAMPAH diakses pada tanggal 15 November 2017.15 WIB. DAFTAR PUSTAKA https://www. http://www.php/JTL/article/view/223 diakses pada tanggal 15 November 2017.edu/7499386/Makalah_sampah diakses pada tanggal 15 November 2017.unsyiah.koran-jakarta.ac. http://www. pukul 18.html diakses pada tanggal 15 November 2017.com/swedia--negeri-pengelola-limbah-yang- kekurangan-sampah-/ diakses pada tanggal 16 November 2017.com/2014/12/karya-ilmiah-pengolahan-sampah-di.15 WIB. pukul 18.id:8080/jspui/handle/123456789/9384 diakses pada tanggal 16 November 2017.id/index. http://www. pukul 20.30 WIB.academia. 26 . http://www.unescap.go.scribd.pusatmakalah. pukul 19. pukul 19. http://ejurnal.pdf diakses pada 16 November 2017.30 WIB.com. https://www. pukul 17.bppt.30 WIB.39 WIB.09 WIB.ndbcnews.52 WIB.