You are on page 1of 3

Patofisiologi

Terdapat banyak sekali faktor yang dikemukakan yang dapat menyebabkan TOS. Selain itu,
sebuah daftar besar mengenai diagnosis banding TOS perlu disingkirkan sepenuhnya sebelum
menentukan apakah TOS merupakan diagnosis yang sebenarnya (lihat Tabel 35.1). Patofisiologi
dari TOS akan dijelaskan dengan berdasarkan tiga area yang dideskripsikan diatas. Area pertama
adalah segitiga interscalenus, yaitu area yang dibatasi oleh bagian anterior dari otot scalenus
anterior, otot scalenus medialis membatasi area posterior, dan permukaan medial dari tulang rusuk
pertama membatasi area inferior. Cedera atau trauma di servikal spinalis dapat menyebabkan
spasme pada anterior atau bagian lateral dari otot leher. Spasme pada otot ini dapat mengkompresi
bagian proksimal antara otot scalenus anterior dan medialis baik secara langsung maupun tidak
langsung (Sanders RJ & Pearce WH, 1989). Seseorang yang membawa beban berat di
punggungnya seperti membawa ransel dapat menyebabkan terlibatnya otot tambahan saat
kelelahan sehingga muncul gejala TOS (Lain TM 1969). Walaupun sebagian besar atlet lempar
tidak membawa beban berat saat melakukan aktivitas olahraganya, sebagian besar pelajar yang
memiliki risiko karena mayoriyas pelajar sering membawa ransel dan buku yang diangkat seiring
dengan kebutuhan buku yang semakin banyak.

Gambar 35.3 Anatomi arteri aksilaris. Arteri aksilaris bisa terperangkap baik dibawah klavikula antara tulang rusuk
pertama atau lebih umumnya keluar melalui bagian belakang otot pektoralis minor. (Foto dari: Baker CL III.
Neurovascular compression syndromes of the shoulder. Gambar 27-8 hal.331. didalam: Wilk KE, Reinold MM,
Andrews JR. (eds) The Athletes Shoulder, 2nd ed. Philadelphia, PA, Churchill Livingstone, 2009)

semua aktivitas yang berhubungan dengan penyebab spasme otot scalenus seperti trauma leher dapat menyebabkan klavikula menjadi elevasi. Herniasi cakram servikal . hal ini dapat menyebabkan peningkatan depresi scapular. Angina Area kedua terjadi diantara klavikula dan tulang rusuk pertama. Nehler et al. Banyak atlet yang dominan tubuh sebelah seperti pelempar bola basebal dan pemain tenis lapangan memiliki kemungkinan besar otot hipertrofi pada ekstremitas yang dominan. Subtle glenohumeral instability . Hipertrofi humeral . Cubital tunnel syndrome . 1995. Carpal tunnel syndrome . Neuritis brakialis . dibatasi oleh tulang rusuk pertama secara posteromedialis. . dan dibatasi dibagian posterior oleh batas atas dari scapula (Koknel TG 2005). Karena keseluruhan fungsi dari ekstremitas atas digabung sebagai sebuah gerakan kinetik selama aktivitas atlet lempar dengan semua pola gerakannya. leher dan paru-paru . Leffert 1991.1 DIAGNOSIS BANDING THORACIC OUTLET SYNDROME . dengan demikian menekan tiga neurovaskular saat melewati tulang rusuk pertama dan bawa klavikula. Diketahui sebagai rongga kostoklavikular yang dibatasi dibagian anterior oleh ketiga otot klavikula medialis. Tumor malignan di kepala. Cervical nerve root impingement . Hipertrofi pektoralis minor . Peningkatan massa otot disertai dengan aktivitas lempar yang repetitive dapat menyebabkan melemahnya pembatas kapsuler sehingga meningkatkan abduksi dari scapular dan protraksi. Selain itu. Distrofi refleks simpatetik . Beberapa peneliti menduga bahwa pasien dengan tulang rusuk pertama yang memiliki bentuk yang varian merupakan penyebab terjadinya TOS (Durham et al. sehingga bisa menekan struktur neurovascular. TABEL 35. 1997). Penyakit oklusi vaskular .

Area ketiga yang sering mengalami jepitan yaitu tempat dibawah tendon pektoralis minor disebelah perlengketan dari prosesus korakoideus. Hal ini merupakan sebuah postur tubuh abnormal dan biasa terjadi pada atlet lempar yang menyebabkan skapula akan sedikit depresi dan protraksi kearah dominan. Pada umumnya bisa diamati atlet lempar memiliki bahu yang cenderung lebih lebar dan bulat dibagian depan. Remy-Jardin et al. . dan 2 sampai 4 tulang rusuk membatas dibagian posterior (Richardson 1999. dan pektoralis minor membatasi dibagian anterior. hal ini kemungkinan disebabkan oleh kencangnya otot pektoralis minor yang sudah kronik. 1997). Area ini diketahui sebagai rongga torako- korako-pektoralis dan dibatasi oleh prosesus korakoideus dibagian superior.