You are on page 1of 3

Judul Case Study: Designing a 40 Storey High Office Building Using Two

Variants, With Regular Concrete Columns and With Compound
Ultra-High Performance Concrete Columns and Regular Concrete
Columns

Jurnal 9th International Conference Interdisciplinarity in Engineering

Volume Procedia Technology 22 ( 2016 ) 40 – 47

Tanggal 8-9 October 2015

Penulis Mircea Popaa,*, Zoltan Kissa , Horia Constantinescua , Geanina Bolcab

Reviewer DIANA MEIRANI

NIM 41115110032

Tanggal 16 Maret 2018

Tujuan Penelitian Desain gedung kantor 40 lantai sedang diusulkan, menggunakan dua
varian, yaitu memiliki dua jenis kolom: Bagian sederhana - kolom rutin
terbuat dari beton biasa (RC) kelas C 35/45 dan senyawa bagian - kolom
dengan inti yang terbuat dari kinerja beton ultra-tinggi (UHPC) dan kulit
luar yang terbuat dari beton biasa (RC) juga kelas C 35 / 45. Perbedaan
ekonomi dan bagian antara dua varian diusulkan akan dianalisis

Studi kasus Mengatasi bangunan yang setelah 28 hari pengecoran salah satu kolom
lantai 2 tidak sesuai kelas ketahanan padahal pelaksanaan struktur sudah
mencapai lantai 6.

Objek Penelitian gedung kantor 40 lantai yang kolom akan dihitung dalam dua cara yang
berbeda yang disajikan dengan dibagi menjadi 4 zona per bagian tinggi

2.Subjek penelitian total ruang yang dapat digunakan nilai ekonomis yang diperoleh Metode Penelitian 1. Beban dari salju 3.  konsekuensi dari penurunan massa struktur adalah penurunan beban gempa. bagian pertama dengan beton biasa (RC) kelas C 35/45 yang kedua ada penambahan beton ultra-tinggi (UHPC) dan kulit luar yang terbuat dari beton biasa (RC) juga kelas C 35 / 45. Beban dari angin 4. Kesimpulan Dari hasil perhitungan yang didapat kolom yang ditinjau ternyata lebih efisien karena peninjauan secara berlebih untuk inti kolom yang gagal mengalami penguatan bisa diatasi diawal pemodelan Penyebab dari perbedaan senyawa inti beton kolom.36% lebih tinggi dibandingkan dengan kolom sederhana. Beban seismic 2. maka beban gempa . Buat menjadi dua bagiaan.  kolom dari 10 lantai terakhir akan meningkat nilai dari upaya lentur. Buat pemodelan bangunan yang direncanakan. sehingga meningkatkan bagian beton dengan 17.  memungkinkan arsitek untuk meningkatkan parkir bawah tanah oleh ~ 30%  penurunan massa 48.18% dan 62. Analisa desain mana yang lebih baik.13% untuk kolom milik pertama 30 lantai.71% diperoleh dengan menggunakan kolom senyawa dibandingkan menggunakan kolom sederhana. 3. yang berarti penguatan yang lebih besar. Variable Independen 1. beban hidup Hasil Penelitian  Penurunan bagian transversal antara 32. gravitasi tetap dan beban mati –permanen 5.

Data yang digunakan tidak ada grafik dan hasil yanga kurat hanya prosentase yang ditampilkan. Kelemahan Penelitian Software teknik hanya digunakan untuk menganalisi beban beban yang terjadi untuk penulangan yang dibutuhkan harus ada analisis lain sebagai tambahan. jadi lemah untuk membuat studi lebih lanjut. Kekuatan Penelitian Analisis yang digunakan mempu mencapai tujuan yang diinginkan yaitu kolom yang lebih efisien penggunaannya. mengalami penurunan. .