You are on page 1of 6

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Jentik (atau jentik-jentik) adalah tahap larva dari nyamuk. Jentik

hidup di air dan memiliki perilaku mendekat atau "menggantung" pada

permukaan air untuk bernapas. Nama "jentik" berasal dari gerakannya

ketika bergerak di air. Ia dikenal pula dalam bahasa lokal sebagai (en)cuk

atau uget-uget.Jentik menjadi sasaran dalam pengendalian populasi

nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit menular melalui nyamuk,

seperti malaria dan demam berdarah dengue (Wikipedia).Larva dapat

menentukan ada tidaknya vektor penyakit malaria, filariasis maupun

penyakit lainnya. Tubuhnya terdiri dari bagian kepala, thorax, dan

abdomen (Djaenudin N dkk, 2009).

Manajer Program Penyakit Tropis WHO Indonesia Anand Joshi

menyatakan, nyamuk merupakan ancaman bagi populasi 1,5 miliar

manusia di kawasan Asia Tenggara. Lima penyakit tular vektor (vector-

borne diseases) yang disebabkan nyamuk membunuh ribuan orang setiap

tahun. Vektor adalah organisme yang menyebarkan penyakit kepada

manusia.

1

terjadinya kontaminasi terhadap kebun sayuran dan buah. Tetapi pengendalian kimiawi menggunakan insektisida sintetis ternyata menimbulkan efek samping yang merugikan. Penyakit yang disebabkan oleh virus DHF. 2 Serangga ini kecuali dapat mengganggu manusia dan binatang melalui gigitannya. Pengendalian nyamuk yang paling banyak dilakukan adalah pengendalian kimiawi menggunakan insektisida sintetis. Parasit penyebab filariasis tumbuh. 2009). serta polusi lingkungan (North Dakota State University. juga dapat berperan sebagai vektor penyakit pada manusia dan binatang yang penyebabnya terdiri atas berbagai macam parasit. Alasan pemilihan pengendalian tersebut adalah karena hasilnya dapat dilihat secara cepat dan langsung. chikungunya dan demam kuning. Saat ini. 1991). satu-satunya metode untuk mengendalikan atau mencegah penularan virus dari nyamuk adalah dengan memerangi nyamuk vektor (Ririh Yudhastuti. terjadinya keracunan pada manusia dan hewan ternak. sedangkan parsit penyebab malaria tumbuh dan berkembangbiak dalam badan nyamuk menjadi bentuk infektif sebelum ditularkan dari penderita kepada orang yang sehat. virus penyebab dalam badan nyamuk berkembang menjadi banyak sebelum ditularkan (Djaenudin N dkk. seperti nyamuk menjadi resisten.2011). sementara pengendalian nyamuk lainnya memerlukan waktu yang lama dalam melihat hasilnya. Dampak merugikan yang terjadi akibat pengendalian kimiawi menggunakan insektisida sintetis telah mendorong manusia untuk mencari .

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas. B. Leguni memiliki senyawa bioaktif seperti saponin. Pada beberapa penelitian yang telah dilakukan. daun.) terhadap larva nyamuk? . alkaloid dan minyak stiri yang dapat membasmi jentik nyamuk dengan kerja mirip bubuk abate. batang ataupun akar dari tanaman. Berdasarkan latar belakang masalah di atas. maka Penulis bermaksud melakukan penelitian tentang uji daya bunuh ekstrak daun legundi terhadap larva nyamuk. Insektisida nabati terdapat pada bahan-bahan nabati seperti buah. Oleh karena itu dilakukan suatu usaha untuk mendapatkan insektisida nabati yang dapat menggantikan pemakaian insektisida sintetis. 1990).arva sedangkan flavonoid dan minyak astiri berperan sebagai racun pernafasan sehingga menyebabkan kematian (Eka Cania. Salah-satu tanaman yang mengandung insektisida nabati adalah daun legundi (German Commission E. Tanaman legundi dapat menjadi alternatif larvasida. saponin dan alkaloid memiliki cara kerja sebagai racun perut dan menghambat kerja enzim kolinesterase pada . 2013). maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah daya bunuh ekstrak legundi (Vitex trifolia L. 3 pemecahannya. flavonoid.

Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian 1. 0. Parameter dalam penelitian adalah kematian larva nyamuk setelah 24 jam perlakuan.25%.1%.) 2. 3. Bagi Peneliti . 0. E. 4 C. Batasan Masalah 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Sehat Alami STIKes Surya Global Yogyakarta dan Laboratorium Rumah Sehat Alami STIKes Surya Global Yogyakarta. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan September D. Penelitian ini bersifat kasar karena tidak dibedakan senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak daun legundi. Tujuan Khusus dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan konsentrasi ekstrak legundi (Vitex trifolia L. 0.5%. 2.75%.) yang paling efektif dalam kematian larva nyamuk. Ruang lingkup Ruang lingkup dalam penelitian ini dibatasi pada ekstrak legundi dengan konsentrasi 0. Tujuan Umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui daya bunuh ekstrak legundi (Vitex trifolia L. dan 1%.

Linn. 3. dengan judul : “Efek Mortalitas Ekstrak Biji Jarak(Ricinus communis L. Bagi Akademik Menambah informasi. tanaman yang digunakan sebagai larvasida adalah daun sirih hijau.”. Perbedaan : pelarut yang digunakan adalah etanol 70%. Persamaan dengan penelitian ini adalah metode ini menggunakan metode penelitian eksperimental murni. 2. Persamaan : metode ini menggunakan metode penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap. Bagi Peneliti lain Menambah ilmu pengetahuan dan informasi serta memberikan data dasar bagi penelitian yang sejenis. 2. pengetahuan serta referensi tambahan di bidang Kesehatan Masyarakat dalam upaya pengendalian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. pengalaman dan pengetahuan serta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan melalui kegiatan penelitian yang dilakukan dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. 5 Menambah wawasan. Keaslian Penelitian 1. Novitry(2008) dengan judul : “Uji Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau(piper betle. Penelitian oleh : Tri Nugroho Wibowo (2010).) Terhadap Larva Aedes Aegypti L. objek penelitian yaitu larva nyamuk. objek . dan menggunakan teknik maserasi.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti”. F.

Penelitian oleh : Rahayu M (2008). . bahan ekstrak yang digunakan yaitu ekstrak daun legundi. Persamaan : metode ini menggunakan metode penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap. 3. dengan judul: “Efek Ekstrak Daun Legundi (Vitex trifolia) terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodopetra litura). 6 penellitian : larva nyamuk. Perbedaan penelitian ini adalah tanaman yang digunakan sebagai larvasida yaitu ekstrak biji jarak (Ricinus communis L). Perbedaan: meneliti mortalitas ulat grayak.