You are on page 1of 7

PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No.

04 November 2013 ISSN 2302 - 2493

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA FRAKSI FENOLIK
DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.)

Injilia Wungkana1), Edi Suryanto1), Lidya Momuat1)
1)
Program Studi Kimia FMIPA UNSRAT Manado, 95115

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine the antioxidant activity and sunscreens of phenolic
fraction of waste corn cobs (Zea mays L.). Corn cob that has been extracted using the wind
dried reflux for 2 hours. Furthermore corncob extract liquid successively fractionated using n-
hexane, ethyl acetate, butanol and ethanol 70%. Analysis of total phenolic content, free
radical scavengers activity determination using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil) and
sunscreen effectiveness by determining in vitro SPF values by spectrophotometric method.
The results of this study indicate that the ethyl acetate fraction has a higher content of total
phenolic fraction followed by butanol, 70% ethanol and n-hexane. Total phenolic content of a
row is 96.42;35.81;19.18 and 11.52 mg/mL. Ethyl acetate fraction also has a free-radical
scavengers activity is higher than the other factions. The research concludes phenolic fraction
of ethyl acetate can act as an antioxidant as well as a sunscreen with the highest SPF value
followed fraction 70% ethanol, n-hexane and butanol. The research obtained that phenolic
fraction of waste corn cob as antioxidant and sunscreen

Key words : Antioxidant, Phenolic fraction, Sunscreen, Waste Corn Cob

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dan tabir surya fraksi
fenolik dari limbah tongkol jagung (Zea mays L.). Tongkol jagung yang sudah dikering
anginkan diekstrasi menggunakan metode refluks selama 2 jam. Selanjutnya ekstrak tongkol
jagung difraksinasi cair berturut-turut menggunakan n-heksan, etil asetat, butanol dan etanol
70%. Analisis kandungan total fenolik, penentuan aktivitas penangkal radikal bebas
menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil) dan efektivitas tabir surya
dilakukan dengan menentukan nilai SPF secara in vitro dengan metode spektrofotometri.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan total
fenolik lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi butanol, etanol 70% dan n-heksan.
Kandungan total fenolik berturut-turut adalah 96,42; 35,81; 19,18; dan 11,52 µg/mL. Fraksi
etil asetat juga memiliki aktivitas penangkal radikal bebas yang lebih tinggi dibandingkan
dengan fraksi lainnya. Sehingga fraksi fenolik etil asetat tongkol jagung memiliki kemampuan
sebagai bahan aktif tabir surya dengan nilai SPF yang paling tinggi diikuti fraksi etanol 70%,
n-heksan dan butanol. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa fraksi fenolik tongkol jagung
dapat berperan sebagai antioksidan dan sekaligus sebagai tabir surya

Kata kunci : Antioksidan, Fraksi Fenolik, Limbah Tongkol Jagung, Tabir Surya

149

atau Sinar matahari merupakan hanya digunakan sebagai bahan bakar gelombang elektromagnetik yang menjadi setelah melalui proses pengeringan. neraca untuk menghambat autooksidasi. maupun efek jangka panjang berupa penuaan dini dan kanker METODOLOGI PENELITIAN kulit. kondensor). Peralatan fotoprotektif (Svobodova et al.2493 PENDAHULUAN bahan tambahan makanan ternak. dan sebagian kecil UVB. natrium Senyawa fenolik dapat berperan karbonat. yang mengungkapkan senyawa antioksidan tabung reaksi.PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. Dengan tetapi sinar ini paling berbahaya bagi kulit melihat potensi yang ada pada tongkol karena reaksi-reaksi yang ditimbulkannya jagung. menganalisa nilai SPF yaitu spektrometer Pemanfaatan tongkol jagung masih UV-Vis Shimadzu Pharma 1700. 04 November 2013 ISSN 2302 . Efek elektrik er-180 a. corong ini didukung oleh Panovska et al. merupakan suatu inhibitor yang digunakan labu kaca. sumber semua jenis sinar. Hal yang digunakan adalah erlenmeyer. Kebanyakan limbah tongkol jagung hanya digunakan untuk 150 . sinar UV hanya merupakan tongkol jagung hanya sebatas ekstrak sebagian kecil dari spektrum sinar matahari kemudian diuji secara in vitro. dan sinar UVC (100. (2012) UVB (290-315 nm). Dipermukaan Lumempouw et al. memiliki yang terkandung dalam ekstrak tongkol energi yang sangat tinggi dan bersifat jagung memiliki kemampuan yang baik karsinogenik (Kaur dan Saraf. butanol. 2003). mikropipet. fotosensitivitas. 2012b) dalam bumi sinar matahari terdiri dari beberapa penelitian yang dilakukan menunjukan spektrum yaitu sinar infra merah (>760 bahwa ekstrak tongkol jagung memiliki nm). spektrofotometer Milton Roy.1- sebagai tabir surya untuk mencegah efek difenil-2-pikrilhidrazil. asetat. sinar tampak (400-760 nm). Senyawa ini jagung jenis hibrida yang berasal dari digunakan untuk melindungi kesehatan Gorontalo dalam keadaan kering. sangat terbatas. alat refluks (pemanas listrik. 2 No.. sinar nilai SPF. reagen Folin-Ciocalteu. sifat oksidasi yang berperan dalam Sedangkan alat yang digunakan untuk menetralisasi radikal bebas. 1. vortex. Bumi dalam menangkal radikal bebas yang dilindungi oleh lapisan ozon sehingga sinar bekerja menghambat oksidasi dengan cara matahari yang sampai ke bumi hanya bereaksi dengan radikal bebas reaktif sebagian kecil saja yaitu sebagian besar membentuk radikal bebas tak reaktif yang adalah UVA. gangguan kesehatan. etil akibat radiasi sinar matahari. Menurut Satiadarma Penelitian yang telah dilakukan tentang (1986). pigmentasi dan tongkol jagung. sinar kandungan fenolik yang sejalan dengan ultra violet (UV) A (315-400 nm). Bahan lainnya yang merugikan akibat radiasi UV pada yaitu tabir surya yang beredar di pasaran kulit karena antioksidan sebagai dengan nilai SPF 15 dan 20. botol kaca transparan. Untuk mencegah efek buruk papanan Bahan baku yang digunakan dalam sinar matahari dapat dilakukan dengan cara penelitian ini adalah limbah tongkol menggunakan tabir surya. 2009). mengungkapkan bahwa senyawa aktif 290 nm) yang sangat berbahaya. n-heksan. Selain itu Saleh et al. (2005) pisah. untuk itu perlu dilakukan berpengaruh buruk terhadap kulit manusia penelitian lanjut tentang kandungan baik berupa perubahan-perubahan akut senyawa fenolik yang terdapat pada seperti eritema. (2012a. relatif stabil sehingga memungkinkan Namun saat ini lapisan ozon bermanfaat dalam memperlambat proses semakin menipis membuka peluang fotooksidasi akibat paparan sinar UV timbulnya berbagai penyakit dan matahari. rotary evaporator eyela antioksidan senyawa fenolik dikarenakan n-1000. Bahan kulit manusia dari pengaruh negatif UV kimia yang digunakan adalah etanol.

Selanjutnya campuran diinkubasi dalam ruang gelap selama 30 menit. I = Spektrum Simulasi Sinar Surya. digunakan etanol sebagai blanko. selama 2 menit. 2012). Untuk dengan panjang gelombang antara 290 dan menghitung nilai SPF digunakan rumus: ଷଶ଴ SPF = CF + ෍ ‫( ܧܧ‬λ) x I (λ) x absorbansi (λ) ଶଽ଴ Ket: CF= Faktor Korelasi (10). Ekstraksi Sampel Absorbansinya di baca pada λ 750 nm Tongkol jagung diekstraksi dengan spektrofotometer. lalu sebagai persentase berkurangnya warna ditambahkan 0. lalu dipanaskan selama 2 jam radikal bebas DPPH menurut Burda dan pada suhu 78-90ºC. Sebanyak 0. Dibuat kurva serapan uji kuvet 1 cm. DPPH dengan menggunakan persamaan: ܾܽ‫݈݁݌ ݉ܽݏ݅ݏܾ݊ܽݎ݋ݏ‬ Aktivitas penangkal radikal bebas (%) = 1 − × 100% ܾܽ‫݈݋ݎݐ݊݋݇݅ݏܾ݊ܽݎ݋ݏ‬ Penentuan Nilai SPF Secara In Vitro 360 nm. 1979). masing-masing fraksi 1000 ppm Aktivasi penangkal radikal bebas dihitung dimasukkan dalam tabung reaksi. Ekstaksi galat mg/kg ekstrak. 2 mL larutan 1.1 mL menggunakan spektrometer UV-Vis. dihancurkan dengan cara diblender. 151 . Penentuan efektivitas tabir surya Serapan larutan uji menunjukkan pengaruh dilakukan dengan menentukan nilai SPF zat yang menyerap maupun yang secara in vitro dengan metode memantulkan sinar UV dalam larutan. 2004). Sebanyak 0. Sebanyak 250 g tongkol jagung dimasukkan dalam Penentuan Penangkal Radikal Bebas labu destilat.. EE= Efisiensi Eriterma. sampai panjang gelombang 320 nm. 2 No.. Berubahnya warna larutan dari ungu menjadi kuning menunjukkan Penentuan Kandungan Total Fenolik efisiensi penangkal radikal bebas. 04 November 2013 ISSN 2302 . ditambahkan pelarut etanol DPPH 1500 mL hingga sampel terendam Penentuan aktivitas penangkal semuanya. dilakukan dengan cara refluks.5 mL masing- diuapkan untuk menghilangkan pelarutnya masing ekstrak kental ditambahkan dengan dengan menggunakan rotary evaporator. Filtrat disaring lalu Olezek (2001). Fraksi kemudian ditentukan Selanjutnya pada 5 menit terakhir kandungan total fenolik dengan menjelang 30 menit inkubasi absorbansi menggunakan metode Folin-Ciocalteu diukur pada λ 517 nm dengan (Jeong et al.1-difenil-2-pikrilhidrazil lalu dikeringkan sampai kering hingga (DPPH) 93 µm dalam etanol dan divortex diperoleh ekstrak kasar tongkol jagung. spektrofotometri (Sayre et al.. Campuran tersebut Tongkol jagung yang sudah divortex selama 2 menit.PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol.2493 Preparasi Sampel Ciocalteu 50%. lalu ditambahkan dikeringkan di potong-potong kecil dan 2 mL larutan natrium karbonat 2%.1 mL reagen Folin. Kandungan total menggunakan pelarut etanol 80% fenol dinyatakan sebagai ekivalen asam (Lumempouw et al. Kemudian dibaca absorbansi setiap Fraksi diencerkan dengan konsentrasi 500 interval 5 dari panjang gelombang 290 nm ppm.

hal ini mengandung senyawa asam fosfomolibdat- dikarenakan senyawa fenolik lebih banyak fosfotungstat. E70 dan H. Kandungan total fenol ditentukan Berdasarkan hasil fraksi tongkol dengan metode Folin-Ciocalteu yang jagung terlihat jelas bahwa persentasi didasarkan pada kemampuan sampel untuk rendemen tertinggi ada pada fraksi EA mereduksi reagen Folin-ciocalteu yang selanjutnya E70. 2 No. senyawa non polar. Kandungan total fenol fraksi Data Rendemen Hasil Fraksinasi tongkol jagung Rendemen dari hasil fraksinasi Fraksi Total Fenolik tongkol jagung dengan variasi pelarut (mg/kg) disajikan pada Tabel 1. pernyataan Subeki (1998) yang butanol dan etanol 70%) dibuat dengan mengungkapkan flavonoid merupakan kosentrasi 1000 µg/mL kemudian diuji golongan terbesar senyawa fenol. ini disebabkan oleh keberadaan gugus hidroksil yang berfungsi sebagai penyumbang atom hidrogen ketika bereaksi dengan senyawa radikal melalui mekanisme transfer elektron sehingga proses oksidasi dihambat. yang larutan kompleks dengan senyawaan fenol mengungkapkan bahwa pelarut yang yaitu molibdenum tungstant yang berwarna bersifat polar mampu melarutkan fenol biru.18d (%) H 2.81c Fraksi Rendemen Warna E70 19. Folin-Ciocalteau adalah larut pada fraksi EA. rendemen tidak berpengaruh pada total Sedangkan H yang merupakan pelarut non fenol yang diperoleh. etil asetat. Ini berarti senyawa yang terdapat pada fraksi tongkol Penentuan Kandungan Total Fenolik jagung sebagian besar merupakan senyawa Fraksi Tongkol Jagung fenol yang bersifat polar yang merupakan Hasil fraksinasi tongkol jagung dari golongan flavonoid.PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. Berbeda dengan pereaksi anorganik yang dapat membentuk Moein dan Mahmood (2010). dengan adanya gugus Hasil analisis total fenol pada fraksi tersebut membuat butanol lebih non polar dengan 4 jenis pelarut yang ditunjukkan dibandingkan dengan etanol dan senyawa Tabel 2. 152 . EA = etil asetat. H 11. Hasil fraksinasi tongkol jagung B 35. EA = etil asetat. 1985). Butanol yang bersifat polar menunjukan kandungan fenol dalam fraksi memiliki gugus C4H9 berperan sebagai semakin besar (Julkunen-Titto. E70 = etanol 70%. Hal ini sejalan dengan 4 jenis pelarut (n-heksan.52a EA 96.42b Tabel 1. Senyawa kandungan total fenolik yang disajikan fenol berpotensi sebagai antioksidan.69 Coklat muda *Data dengan superscript huruf yang E70 10. B 0.17 Coklat muda butanol. E70 = etanol 70%. B = EA 72. H dan B. 04 November 2013 ISSN 2302 . semakin pekat intensitas warna lebih baik.39 Coklat tua berbeda berarti menunjukkan total kandungan fenolik yang berbeda nyata Ket: H = n-heksan. B = (p>0. Hal pada Tabel 2.2493 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Dapat diketahui bahwa tingginya polar tetap tinggal dalam fraksi E70%. Total fenol yang polar memiliki persentasi rendemen ketiga tertinggi didapatkan pada fraksi EA karena fenolik merupakan senyawa polar.05) butanol. dilanjutkan fraksi B.50 Kuning Ket: H = n-heksan.

91 Larutan DPPH yang berwarna ungu X2 35. DPPH akan mengambil atom SPF secara in vitro menggunakan hidrogen yang terdapat dalam suatu spektrofotometer UV/Vis pada panjang senyawa. Penentuan efektifitas fotooksidasi pikrilhidrazil) merupakan senyawa radikal kulit dilakukan dengan penentuan nilai nitrogen.1-difenil-2.10 EA 33. namun berbeda dengan kandungan total 80 73.PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. H = heksana. Reaksi DPPH E70 10. 2010). gelombang 290-320 nm. 04 November 2013 ISSN 2302 .2493 Aktivitas Penangkal Radikal Bebas dari antioksidan dengan metode DPPH dapat Fraksi Tongkol Jagung dilihat pada Gambar 5. 2007). Senyawa yang berperan dalam H EA B E70 menangkal radikal pada fraksi H diduga adalah tanin. Grafik aktivitas penangkal radikal kemampuan mentransfer atom hidrogen bebas DPPH dari fraksi tongkol (Nakiboglu et al. E70 = etanol 70%. Hal ini dikarenakan senyawa Fraksi s tanin dapat berikatan dengan protein. disajikan pada Gambar 5.65%. Dan perbedaan berbeda berarti menunjukkan aktivitas kemampuan antioksidatif senyawa penangkal radikal bebas yang berbeda antioksidan ini terhadap radikal bebas nyata (p>0. Proses ini ditandai dengan etanol 70%. Hasil pengujian antioksidan dari Berdasarkan hasil yang diperoleh fraksi tongkol jagung pada konsentrasi menunjukkan bahwa fraksi EA paling 1000 ppm dilakukan dengan metode berpotensi sebagai antioksidan alami dari penangkal radikal bebas DPPH dan hasil fraksi tongkol jagung yaitu 73. memudarnya warna larutan dari ungu menjadi kuning.59 memberikan serapan absorbans maksimum pada 517 nm. B = butanol. elektron yang ditunjukkan Gambar 2. B = Tanin merupakan senyawa kimia yang butanol. (2012) berlangsung melalui transfer disajikan pada Tabel 3.50 diikuti fraksi B 34..5a 34.. Hasil uji aktivitas 153 . jagung Penentuan Nilai SPF secara In Vitro Metode DPPH (1. EA = etil asetat. 2 No. mengoksidasi senyawa dalam ekstrak EA = etil asetat.59 Gambar 2. Tabel 3. misalnya senyawaan fenol. X2 = Kontrol Positif SPF 20.35 dan E70 0 16.80 B 9.35c baik setelah fraksi EA dibandingkan fraksi 40 lainnya sesuai dengan aktivitasnya yaitu 16. fraksi tongkol jagung dengan menurut Suratmo dalam Lumempouw et 4 jenis pelarut dan nilai SPF kontrol positif al. fraksi tongkol jagung dan kontrol positif A• Konsentrasi (500 µg/mL) Nilai SPF H 10.65d 20 44. Nilai SPF dari Mekanisme terjadinya reaksi DPPH ekstrak utuh.65%.56 X1 27.05) DPPH disebabkan karena perbedaan Gambar 1. Ket: H = n-heksan. Larutan DPPH ini akan Ket: X1 = Kontrol Positif SPF 15.65b fenolik karena pada fraksi H memiliki Aktivitas Penangkal Radikal Bebas (%) 60 kemampuan menangkal radikal bebas lebih 44. E70 = tongkol jagung. tergolong dalam senyawa polifenol *Data dengan superscript huruf yang (Deaville et al. Tabel perbandingan nilai SPF.

Bahkan fraksi EA Lomempuow. In Vitro Antioxidant Activity Kesimpulan of Some Teucrium Spesies Fraksi etil asetat memiliki kandungan total (Lamiaceae). Tarhan. I. Paendong. Stefova.. Suryanto. dan B. Terhadap Kandungan Antioksidan Beberapa Macam Sayuran Serta Daya Serap dan Retensinya pada Tikus Percobaan [skripsi]. 2009. C. Jurnal Mipa kandungan total fenol dari kontrol positif Online.R. J.. berturut-turut adalah 6. 2010. 2012. Hal capacities of endemic sideritis ini menguatkan bahwa fraksi EA sebagai sipylea and origanum sipyleum from antioksidan dapat berperan baik sebagai turkey. E. Feed Sci. Phenolic SPF diatas 30 pada konsentrasi 500 ppm. Chesnut and Mimosa 33. berarti komponen penyusun bahan aktif Nakiboglu.). L.I. 157:129- digolongkan sebagai tabir surya 138.K. 2 No. Pengaruh Cara Pemasakan dan sekaligus sebagai tabir surya. Chem.. Urek.. Food nilai SPF antara sampel tabir surya Chem.. L. H.O. R. fraksi fenolik tongkol Andy Offset. S. M.80 ini menunjukkan bahwa kemampuan Tannin Silages: Effect In Sheep fraksi tersebut berperan sebagai Differ for Apparent Digestibilty.A. 1985. Consctituens in leaves of Northern Kontrol positif yang digunakan dalam Willows: Methods for the Analysis penelitian ini menunjukkan perbandingan of Certain Phenolic.97 mg/kg untuk X2 yang Momuat. 2012.I. 1:20-24. Program 154 . Sehingga. Panovska. bebas lebih tinggi dibandingkan dengan Saleh. etanol 70% dan n-heksan 2012. Kayali tabir surya dari kontrol positif bukan dan L.. Technol. Suryanto. Agric... perlindungan ultra karena memiliki nilai Julkunen-Titto. E. Aktivitas Antioksidan dari selain itu fraksi fenolik etil asetat tongkol Ekstrak Tongkol Jagung (Zea mays jagung memiliki kemampuan sebagai L. Aktivitas Anti UV- dibandingkan tabir surya komersil dengan B Ekstrak Fenolik dari Tongkol nilai SPF 15..53 mg/kg untuk X1 Lomempuow.). Food Chemistry. memiliki nilai SPF yang lebih tinggi Paendong. Mueler- tinggi dibandingkan fraksi lainnya yaitu Harvey. Yogyakarta. H. L. 104:630- tabir surya 635.I. 2:22-23.. 1:1-4.2493 Dari Tabel 3. D. Kulevanova. E. T.I. antioksidan dan sekaligus sebagai bahan Nitrogen Utilitation and Losses. komersil dengan fraksi tongkol jagung Kaur. aktif tabir surya. Antioxidant termasuk golongan senyawa fenolik. 1998. Givens.). Saraf. bahan aktif tabir surya dengan nilai SPF Satiadarma. 55:207- fenolik dan aktivitas penangkal radikal 214. jagung dapat berperan sebagai antioksidan Subeki. In Vitro yang diperoleh. Selain itu fraksi EA dapat Anim. J. A. komersil (kontrol positif) yang memiliki Pharmacognosy Research. L. 1986. 5:49-56. 2007.. nilai SPF 20 yaitu 1.PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. yang paling tinggi diikuti fraksi E70. Prog. 33:22-23. dan 23. J. fraksi butanol. R..P. dan E. 04 November 2013 ISSN 2302 . Yudistira. H Kesehatan Kulit dan Kosmetika. D dan S. dapat diketahui bahwa DAFTAR PUSTAKA fraksi EA memiliki nilai SPF yang paling Deaville. Suryanto.. Hasil analisis perbandingan Jagung (Zea mays L. Pharmacon. dan Suyoto.79. PENUTUP 2005. menunjukkan bahwa kontrol positif Potensi Antioksidan dari Ekstrak memiliki kandungan senyawa fenolik yang Etanol Tongkol Jagung (Zea mays rendah dibandingkan keempat fraksi di atas L. Selisih yang diperoleh Sun Protection Faktor Determination tidaklah jauh berbeda dengan tabir surya of Herbal Oils Used in Cosmetics. Acta Pharm.

2003.2493 Pascasarjana. D. 2 No. 147:137-145. Pap. J. Psotova. Walterova. Damage. A.PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. Natural Phenolics in the 155 . 04 November 2013 ISSN 2302 . Svobodova.. Biomed. Institut Pertanian Prevention of UV-Induced Skin Bogor..