You are on page 1of 14

25

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain atau metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini

adalah metode deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan tentang suatu

keadaan secara objektif dan menggunakan metode pendekatan Cross

Sectional. Cross Sectional adalah penelitian yang dilakukan pada satu waktu

dan satu kali, untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel

dependen. Penelitian yang dilakukan dengan tujuan menganalisis “Faktor-

Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada

Ibu Hamil di Puskesmas Salembaran Jaya Kabupaten Tangerang Tahun 2017”.

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang

diperoleh dengan menggunakan kuesioner pada responden. Adapun variabel

dependen yang akan diteliti yaitu kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu

hamil dan variabel independen yang akan diteliti faktor umur ibu, pendidikan

ibu, pekerjaan ibu, paritas ibu, dan pengetahuan ibu.

Penelitian ini untuk mengetahui “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil di Puskesmas

Salembaran Jaya Kabupaten Tangerang Tahun 2017”.

25

maka untuk besar sampel. Populasi penelitian adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo. sebagai berikut: N n = ---------------------------------- 1 + N (d2) Keterangan : . Populasi Dan Sampel 1. 3. 4. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan teknik Simple Random Sampling.663 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu hamil di Puskesmas Salembaran Jaya Kabupaten Tangerang Tahun 2017 sampai bulan September yang berjumlah 95 orang. 26 B. waktu dan biaya yang dimiliki. 2. 2010). peneliti menggunakan rumus Slovin. Estimasi Besar Sampel Berdasarkan pertimbangan tenaga. Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo. 2010). Simple Random Sampling yaitu pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Salembaran Jaya Kabupaten Tangerang Tahun 2017 sampai bulan September yang berjumlah 1. tanpa memperhatikan strata yang terdapat dalam populasi tersebut.

663 (0. .663 (0.663 n= ________________ 1 + 1. Waktu penelitian : dilaksanakan pada bulan Oktober Tahun 2017.663 n= ________________ 1 + 16.1)² 1.663 n= ________________ 17.63 1.32 (dibulatkan menjadi 95) Jadi dalam penelitian ini jumlah sampel atau responden adalah 95 responden C.663 n= ________________ 1 + 1. 27 n : Besar sampel N : Jumlah populasi d² : Tingkat kepercayaan yang digunakan (10%) Diketahui : N : Jumlah populasi d² : Tingkat kepercayaan yang digunakan 1.01) 1.63 n = 94. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian : di Puskesmas Salembaran Jaya Kabupaten Tangerang.

Semakin cukup umur maka tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja (Kemenkes RI. Pengetahuan ibu e. Variabel Dependen a. 3 Pendidikan usaha sadar dan Kuesioner Wawan 1.2014) Variabel Independen 2 Umur usia individu yang Kuesioner Wawan 1. <20th/>35th Ordinal terhitung mulai saat cara 2. 2014). Umur ibu b. Definisi Operasional Tabel. Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil E. 3. 28 D. . Paritas ibu 2.Beresiko Nominal Energi Kronik ibu hamil yang metri 2.1 Definisi Operasional N Variabel Definisi Operasional Alat Cara Hasil Ukur Skala o Ukur Ukur Variabel Dependen 1 Kekurangan kekurangan gizi pada Pita LILA Antropo 1. Pendidikan ibu c. Tidak (KEK) pada Ibu berlangsung lama Beresiko Hamil (beberapa bulan atau tahun) (Suparyanto. Pendidikan Ordinal terencana untuk cara Rendah mewujudkan suasana 2. Pendidikan belajar dan proses Tinggi pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. 20-35th dilahirkan sampai saat berulang tahun. Variabel Penelitian 1. pengendalian diri. Variabel Independen a. Pekerjaan ibu d.

TNI. 2016) 1. Wiraswasta. bangsa dan Negara (Kemendikbud no 23 tahun 2003 tentang sisdiknas) Kategori : 1. > 66. < 66.66% (jika menjawab pertanyaan dengan benar 8 – 12 soal) 6 Paritas banyaknya kelahiran Kuesioner Wawan 1. Polri 5 Pengetahuan hasil dari tahu dan ini Kuesioner Wawan 1. Nulipara Ordinal hidup yang dipunyai cara Multipara oleh seorang wanita (Prawirohardjo. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Magister dan Doktor 4 Pekerjaan sesuatu perbuatan atau Kuesioner Wawanc 1. Sarjana. penciuman. pendengaran. SMA. IRT (ibu rumah tangga) 2. Kategori : 1. rasa dan raba (Notoatmodjo. Kategori : . Baik melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Karyawan swasta. SD. SMP. Kurang Ordinal terjadi setelah seseorang cara 2. Penginderaan yang terjadi biasanya melalui pancaindera manusia yaitu indera penglihatan. 2010). akhlak mulia. 29 kepribadian. Bekerja nafkah guna untuk kehidupan (Kamus Besar Indonesia. 2.66% (jika menjawab pertanyaan dengan benar 1 – 7 soal) 2. Tidak Nominal melakukan sesuatu yang ara Bekerja dilakukan untuk mencari 2. 2010). PNS. kecerdasan. Diploma. masyarakat.

1. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik. . 1anak)/Grandemultip ara (>5 anak) 2. dimana responden tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda-tanda tertentu. pendidikan ibu. pekerjaan ibu. Kuesioner digunakan untuk mengetahui informasi tentang umur ibu. paritas dan pengetahuan ibu. 2-5 anak F. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari buku laporan bulanan kesehatan ibu dan anak serta buku laporan gizi di Puskesmas Salembaran Jaya Kabupaten Tangerang periode Januari – September tahun 2017. sudah matang. Kuesioner juga biasa disebut dengan daftar pertanyaan (formulir). 30 1. 2. Kuesioner disebut juga sebagai bentuk penjabaran variabel-variabel yang terlibat dalam tujuan penelitian dan hipotesis (Notoatmodjo. Instrumen Penelitian Instrument dalam penelitian ini meliputi kuesioner. 2010).

yaitu 15 . ternyata semua pertanyaan memiliki nilai r > 0. 2007). Nilai r tabel dengan menggunakan df = n – 2. Untuk mengetahui validitas kuesioner dilakukan dengan membandingkan nilai r tabel dengan nilai r hitung. Pertanyaan dinilai valid jika nilai r hasil > dari nilai r tabel. kuesioner diujicobakan terlebih dahulu terhadap responden yang bukan sampel dan karakteristiknya hampir sama dengan sampel. (Hastono.361. Hasil ujicoba validitas . Uji Coba kuesioner dilakukan oleh penulis terhadap ibu – ibu hamil dan berjumlah 30 orang.2 = 13 pada tingkat kemaknaan 5% didapat angka r tabel = 0. pendidikan. 31 G. pendapatan keluarga dan pantangan makanan. Adapun instrumen yang dilakukan uji validitas adalah instrumen yang berisi pertanyaan tentang umur. sehingga layak untuk digunakan sebagai instrumen untuk pengumpulan data dalam penelitian ini. Uji Validitas Sebelum kuesioner diberikan kepada responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini. pekerjaan. paritas.361 dengan demikian kuesioner tersebut memiliki validitas yang tinggi. Validitas Dan Reliabilitas 1. pengetahuan. Kemudian dilakukan uji “Crombach Alpha” untuk mengetahui sejauh mana validitas dan reliabilitas dari instrumen. Dari hasil uji validitas. dengan tujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari pertanyaan yang ada dalam kuesioner. Uji coba ini bertujuan untuk melihat apakah ada pertanyaan yang tidak jelas.

774 Valid Pengetahuan 13 . diketahui bahwa seluruh item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. 2001). 32 kuesioner instrumen pengetahuan dan pantangan makanan terlihat seperti tabel di bawah ini : Tabel 3.675 Valid Berdasarkan tabel hasil uji validitas di atas. Reliabilitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauhmana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dan dengan alat ukur yang sama.773 Valid Pengetahuan 17 . kemudian dilakukan uji reliabilitas. .825 Valid Pengetahuan 4 .807 Valid Pengetahuan 8 . Uji Reliabilitas Setelah semua pertanyaan valid semua.654 Valid Pengetahuan 6 .969 Valid Pengetahuan 10 .1 Hasil Uji Validitas Item Corrected Item-Total Keterangan Correlation Pengetahuan 1 . yang ditunjukkan dengan nilai dari masing-masing item pertanyaan memiliki nilai koefisien korelasi positif dan lebih besar dari pada 0.3 (Azwar.969 Valid Pengetahuan 9 .969 Valid Pengetahuan 3 .773 Valid Pengetahuan 5 . 2.969 Valid Pengetahuan 14 .

yang berhubungan erat dengan faktor – faktor yang mempengaruhi kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil dan bertujuan agar mendapatkan landasan teori yang kuat serta mendukung dilakukannya penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi . Dari hasil uji statistik ternyata nilai r Alpha = .6. 33 Adapun uji reliabilitas dengan membandingkan nilai Cronbach Alpha dengan nilai standar yaitu 0.6. pengisian kuesioner oleh ibu hamil di lakukan pada saat ibu hamil berkunjung untuk memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Salembaran Jaya Kabupaten Tangerang.966 Nilai tersebut lebih besar dari 0. 11 item variabel memiliki koefisien alpha lebih besar dari 0. maka semua item pertanyaan yang diujicobakan dinyatakan reliabel. Data jumlah ibu hamil diambil pada bulan Oktober Tahun 2017 dan masih pada bulan Oktober penulis melakukan penyebaran kuesioner terhadap ibu hamil. 2007). Prosedur Pengumpulan Data Metode pendekatan kepustakaan (library research). ketentuannya bila Crombach Alpha > 0.9. H. Berdasarkan ketentuan diatas maka variabel-variabel dalam penelitian ini sangat reliable.6. dengan mempelajari literature dan karangan ilmiah lainnya.2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pengetahuan Cronbach’s Alpha N of Items . maka pertanyaan tersebut reliabel (Hastono. Tabel 3.966 11 Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas variable pengetahuan.

2. kemudian mentabulasi kedalam tabel sesuai dengan variabel masing – masing yang menggunakan rumus. 3. 34 data tentang umur ibu. Analisis Data 1. dan pengetahuan ibu. Membersihkan data dari kesalahan yang terjadi dengan cara membersihkan kembali kesalahan atau membuang data – data yang tidak akurat. lengkap dan sesuai. Pengolahan Data Data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan program komputerisasi melalui tahapan – tahapan sebagai berikut : 1. J. Cleaning data. Semua jawaban diberikan kode yang sesuai dengan definisi operasional. sudah benar.X 100% N . paritas. pekerjaan ibu. 4. Analisa Univariat Analisis data menggunakan analisis univariat. F P = -------------. Coding (Mengkode data) Coding dilakukan untuk mempermudah pengolahan data. Editing data (Menyunting data). Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan data yaitu setiap format yang telah diisi diperiksa apakah sudah terisi. Analisis ini dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi dari berbagai variabel yang diteliti. baik variabel bebas maupun variabel terikat. I. Processing Memasukan data kedalam komputer untuk dianalisis secara univariat. pendidikan ibu. tidak lengkap dan meragukan.

35 P = Persentase F = Frekuensi n = Sampel 2. Kegunaan analisis bivariat bisa untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara dua variabel. maka analisis dilanjutkan pada tingkat bivariat. Apabila analisis hubungan antara dua variabel. Analisa Bivariat Setelah diketahui karakteristik masing-masing variabel dapat diteruskan analisis yang lebih lanjut. Pada tahap ini analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen pada data dengan menggunakan uji hipotesis dua variabel kategorik yaitu uji beda proporsi atau Chi-square. atau bisa juga digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara dua atau lebih kelompok (sampel). Dengan rumusan Chi-square sebagai berikut : 2 (O − E)2 𝑥 = ∑ E Keterangan : .

Nilai p-value < α (0. 36 X2 : Nilai Chi-square O : Frekuensi yang diamati (Observeb) E : Frekuensi yang diharapkan (Expected) Keputusan Uji : 1.05). maka Ho ditolak. Nilai p-value > α (0. Hal ini berarti data sampel tidak mendukung adanya hubungan yang bermakna. Apabila nilai OR = 1 artinya tidak adanya hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. 1. Right to self determination Peneliti memberikan penjelasan kepada calon responden mengenai tujuan. manfaat. Hal ini berarti data sampel mendukung adanya hubungan yang bermakna. 2. 2007). K. Etika Penelitian Etika penelitian harus ditegakkan untuk menjamin perlindungan kepada responden dari kemungkinan adanya ketidaknyamanan fisik atau mental selama penelitian (Hidayat. Pada analisis bivariat juga dinilai Odds Ratio (OR) yang merupakan nilai estimasi untuk terjadinya outcome akibat adanya hubungan dengan variabel independen. maka Ho gagal ditolak (diterima).05). bila OR > 1 artinya variabel independen menyebabkan terjadi variabel dependen. OR < 1 artinya variabel independen memberikan pengaruh perlindungan terhadap variabel dependen. dan proses penelitian serta hak-hak dalam .

3. Right to fair treatment Dalam melakukan penelitian. Untuk memenuhi aspek legalitas. Segala yang terkait dengan identitas pribadi responden maupun informasi pribadi yang diperoleh selama penelitian tidak akan diketahui orang lain. maka responden akan diminta menandatangani surat persetujuan atau surat kesediaan sebagai responden tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak lain. perlakuannya sama dilakukan secara adil terhadap responden baik sebelum. selama dan setelah . Right to anonymity and confidentiality Selama kegiatan penelitian. 2. calon responden diberikan kebebasan untuk menentukan apakah bersedia atau tidak bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Subjek penelitian harus menyatakan kesedianya mengikuti penelitian dengan mengisi inform consent. tanpa paksaan dari pihak manapun. peneliti menjaga kerahasiaan peneliti sepenuhnya. Right to privacy and dignity Peneliti telah memberikan hak privacy kepada responden atas segala sesuatu yang terjadi selama proses penelitian dan segala sesuatu informasi yang diberikan oleh responden akan dirahasiakan. namun yang dicantumkan didalam rekapitulasi instrument penelitian adalah nomor kode responden dan initial. responden pun berhak mendapatkan penghargaan tentang apa yang mereka lakukan. peneliti tidak mencantumkan nama jelas responden. 4. Setelah diberikan penjelasan. 37 penelitian.

Setiap ibu hamil yang bersedia akan mendapat kesempatan yang sama menjadi responden. Dalam artian setiap responden diperlakukan sama berdasarkan moral. tanpa adanya diskriminasi. 38 berpartisipasi dalam penelitian. sosial maupun ekonomi. martabat dan hak asasi manusia. Right to protection from discomfort and harm Responden mendapatkan hak perlindungan dari ketidaknyamanan dan kerugian yang bersifat fisik. 5. psikologis. Peneliti melindungi responden dari eksploitasi dan menjamin bahwa semua usaha telah dilakukan untuk meminimalkan manfaat dari penelitian kepada responden. . Peneliti sudah memberikan penjelasan tentang prosedur dan keuntungan yang diperoleh selama keterlibatan dalam penelitian.