You are on page 1of 27

M.

Billy Darisma

04011281520127

BETA PDU 2015

LI Tumbuh Kembang

A. Definisi Tumbuh Kembang
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang
sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan yaitu pertumbuhan dan
perkembangan. Sedangkan pengertian mengenai apa yang dimaksud
pertumbuhan dan perkembangan adalah sebagai berikut:
1. Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel, serta
jaringan interseluler, yang berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur
tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Pertumbuhan bersifat
kuantitatif sehingga dapat diukur dengan menggunakan satuan panjang
dan berat.2
2. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan struktur
dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, sehingga bersifat kualitatif, yang
pengukurannya jauh lebih sulit dibanding dengan pengukuran
pertumbuhan.2 Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel
tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang
sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.
Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai
hasil interaksi dengan lingkungannya.1

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak
aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi
organ/individu. Walaupun demikian, kedua peristiwa itu terjadi secara sinkron
pada setiap individu. Sedangkan untuk tercapainya tumbuh kembang yang
optimal tergantung pada potensi biologisnya.1
B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak

1

Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap
tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan lingkungan.1 Dan dapat
diuraikan faktor pokok tersebut menjadi berbagai macam faktor yang secara
khusus langsung berpengaruh terhadap tumbuh kembang walau beberapa
faktor tersebut dapat tumpang tindih, faktor-faktor tersebut diantaranya;
pengaruh saraf, pengaruh hormon, pengaruh gizi, pengaruh sosial ekonomi,
pengaruh musim dan iklim, penyakit emosi dll.2
1. Faktor genetik (internal)
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir
proses tumbuh kembang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung
di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan
kuantitas pertumbuhan. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan
pembelahan, derajat sensitivitas jaringan terhadap rangsangan, umur
pubertas dan berhentinya pertumbuhan tulang. Termasuk faktor genetik
antara lain adalah berbagai faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis
kelamin, suku bangsa. Potensi genetik yang bermutu hendaknya
berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil
akhir yang optimal. Gangguan pertumbuhan di negara maju lebih sering
diakibatkan oleh faktor genetik ini. Sedangkan di negara yang sedang
berkembang, gangguan pertumbuhan selain diakibatkan oleh faktor genetik
juga oleh faktor lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang
anak yang optimal bahkan kedua faktor ini dapat menyebabkan kematian
anak-anak sebelum mencapai usia balita. Di samping itu banyak penyakit
keturunan yang disebabkan oleh kelainan kromosom seperti sindrom down,
sindrom turner dan lain-lain. 1

2. Faktor lingkungan (eksternal)
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau
tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan
memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik
akan menghambatnya. Lingkungan ini merupakan lingkungan “bio-fisiko-

2

mulai dari konsepsi sampai akhir hayat. polio. Mekanis Trauma dan cairan ketuban yang kurang menyebabkan kelaianan bawaan pada bayi yang dilahirkan.1 b. listeriosis. leptospira. Herpes simplex). Gizi ibu pada waktu hamil Gizi ibu yang tidak adekuat sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil. anemia pada bayi baru lahir.1 c. diantaranya: a. HIV. bayi baru lahir mudah terkena infeksi. insulin 3 . Sedangkan infeksi lainnya yang juga menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela. campak. Rubella. lues. virus influenza dan virus hepatitis. Infeksi Infeksi yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxoplasmosis. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide. lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau lahir mati dan jarang menyebabkan cacat bawaan. phenitoin. Demikian pula pada ibu hamil perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR.psiko-sosial” yang mempengaruhi individu setiap hari. obat-obat anti kanker dan lainnya. hormone tiroid. Disamping itu pula menyebabkan hambatan pertumbuhan otak janin. abortus dan sebagainya. Toksin/ zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap teratogen. Echovirus. Endokrin Hormon-hormon yang mungkin berperan dalam pertumbuhan janin adalah somatotropin. Cytomegalovirus. Malaria. Anak yang lahir dari ibu yang gizinya kurang dan hidup di lingkungan miskin maka akan mengalami kurang gizi juga dan mudah terkena infeksi selanjutnya akan menghasilkan wanita dewasa yang berat dan tinggi badannya kurang pula. hormone plasenta. Coxsackie. methadion. lahir mati.1 b.1 d. mikoplasma. cacat atau retardasi mental.

Stress Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin antara lain cacat bawaan. Imunitas Rhesus atau ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus. kern ikterus atau lahir mati. moral-etika. mental atau psikososial. Anoksia embrio Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang. Setiap anak akan melalui setiap tahapan tumbuh kembang yang mempunyai ciri tersendiri. agama. mikrosefali atau cacat bawaan lainnya. ASIH.1 h. hidrops fetalis.1 g. kreativitas. perawatan kesehatan dasar: imunisasi.kelainan kejiwaan. 3.1 f. penimbangan yang teratur. produktivitas dan sebagainya C. kerusakan otak. pemberian ASI. pemukiman yang layak. Kebutuhan emosi/kasih sayang (”ASIH”) Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik. kepribadian. rekreasi. sanitasi lingkungan d. dan ASAH yang memadai akan mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya.1 e. Tahap-Tahap Tumbuh Kembang Anak yang mendapat ASUH. Masa prenatal 4 . pengobatan c. kesegaran jasmani dll 2. secara umum dibagi menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu:1 1. Radiasi Radiasi pada janin sebelum umur 18 minggu dapat menyebabkan kematian janin. Kebutuhan akan stimulasi mental (”ASAH”) Stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan. dan peptida-peptida lain dengan aktivitas mirip insulin (Insulin like growth factors/IGFs). kemandirian. yaitu: 1. pangan/gizi b. Kebutuhan fisik-biomedis (”ASUH”) a.kebersihan perseorangan. pakaian e.

1 kg) Bayi yang dilahirkan cukup bulan akan kehilangan berat badannya selama 3-4 hari pertama dan akan kembali sama dengan berat badan lahir pada hari ke 10.0000175 gram menjadi 3700 gram. 2. Masa pra-sekolah: usia 1 – 6 tahun 4. Berat badan Berat badan lahir rata-rata 3. pria 15-20 tahun Pertumbuhan Fisik 1. Masa sekolah: usia 6 – 18/20 tahun a) Masa pra-remaja: usia 6-10 tahun b) Masa remaja dini: wanita usia 8-13 tahun. 3 x berat badan lahir pada umur 1 tahun.01 menjadi 50 cm. a) Masa mudigah/embrio: dari konsepsi sampai 8 minggu di dalam kandungan.1 2. 4 x berat badan lahir pada umur 2½ tahun Penambahan berat badan: 700-1000 gram/bulan pada triwulan I 500-600 gram/bulan pada triwulan II 350-450 gram/bulan pada triwulan III 5 .4 kg (2. b) Masa janin: mulai dari 9 minggu di dalam kandungan sampai lahir.7-4. Masa bayi: usia 0 . Janin tumbuh dari berat 0. Berat badan meningkat: 2 x berat badan lahir pada umur 5 bulan. Pertumbuhan setelah lahir Indikator pertumbuhan:1 a.1 tahun a) Masa neonatal dini: usia 0-7 hari b) Masa nenonatal lanjut: usia 8-28 hari c) Masa pasca neonatal: usia 29 hari sampai 1 tahun 3. dan panjang badan dari 0. pria usia 10-15 tahun c) Masa remaja lanjut: wanita usia 13-18 tahun. Pertumbuhan janin dalam kandungan Pertumbuhan pada masa janin merupakan pertumbuhan yang paling pesat yang dialami seseorang dalam hidupnya.

5x TB lahir (2 x TB 2 tahun) 6 . 6-12 tahun Umur(tahun)x2+8 (panjang) Umur (tahun)x7-5 badan lahir 2 + 50 cm Panjang badan meningkat 1. 3. Perkiraan berat badan dalam kilogram (dikutip dari Behrman.25 kg Tinggi 2. Lahir 3. 1992) b.5 x panjang badan pada umur 1 tahun Penambahan panjang badan: 4 tahun 2x TB lahir 6 tahun 1.5x TB setahun 13 tahun 3x TB lahir Dewasa 3. 1. 1-6 tahun 2 rata tinggi 4. 3-12 bulan Umur(bulan)+9 Badan Rata. 250-350 gram/bulan pada triwulan IV Tabel 1.

Umur 1 tahun 75 cm 3. adalah sebagai beikut: 1 TB anak perempuan : ( TB ayah – 13 cm ) + TB ibu ± 8. 1992) Sedangkan rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orangtua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya. lingkar kepala ini lebih besar dari lingkar dada. 1. umur 1 tahun 47 cm. Jadi pertambahan lingkar kepala pada 6 bulan pertama adalah 10 cm atau sekitar 50% dari pertambahan lingkar kepala dari lahir sampai dewasa terjadi pada 6 bulan pertama kehidupan. 7 . Lahir 50 cm 2. Perkiraan tinggi badan dalam sentimeter (dikutip dari Behrman. 2-12 tahun Umur (tahun) x 6 +77 Tabel 2. umur 2 tahun 49 cm dan dewasa 54 cm. Lingkar Kepala Rata-rata lingkar kepala lahir 34 cm. Pada anak umur 6 bulan lingkar kepala rata-ratanya adalah 44 cm.5 cm 2 ( TB ibu + 13 cm) +TB ayah TB anak laki-laki : ± 8.5 cm adalah nilai absolut tentang tinggi badan ) c.5 cm 2 ( 13 adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan perempuan di Inggris dan 8.

Pada umur 2. Pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pertumbuhan seorang anak memberikan gambaran tentang perkembangan keadaan 8 .d. Dengan bertambahnya umur atau waktu. Erupsi gigi Gigi pertama tumbuh pada umur 5 – 9 bulan. pada umur 1 tahun sebagian besar anak mempunyai 6-8 gigi susu. Molar kedua : 12-16 tahun . Erupsi gigi tetap sebagai berikut: .5 tahun sudah terdapat 20 gigi susu. Molar ketiga : 17-25 tahun Pertumbuhan Anak Tumbuh adalah bertambah besarnya ukuran sel atau organ tubuh sedangkan perkembangan adalah bertambahnya fungsi organ tubuh. Artinya untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. organ tersebut berikut fungsinya akan tumbuh dan berkembang. Molar pertama : 6-7 tahun . Incisor : 7-9 tahun . Sebuah organ yang tumbuh atau menjadi besar karena sel-sel jaringan yang mengalami proliferasi atau hiperplasia dan hipertrofi. Kanisius : 10-12 tahun . Premolar : 9-11 tahun . Pada awalnya organ ini masih sederhana dan fungsinya pun belum sempurna.

Pertumbuhan linier menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat lampau. Ukuran linier yang rendah biasanya menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita waktu lampau. Periode pertumbuhan dan perkembangan anak mulai di dalam kandungan ibu sampai umur 2 tahun disebut masa kritis tumbuh-kembang. Bila anak gagal melalui periode kritis ini maka anak tersebut sudah terjebak dalam kondisi “point of no return”. kedua jenis pertumbuhan ini mempunyai arti yang berbeda.keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak untuk berbagai proses biologis termasuk untuk tumbuh. apabila ukuran ini rendah atau kecil. Contoh ukuran linier adalah panjang badan. lingkar dada dan lingkar kepala. yaitu. pertumbuhan yang bersifat linier dan pertumbuhan massa jaringan. Ukuran linier yang paling sering digunakan adalah tinggi atau panjang badan.7 Pertumbuhan linier Ukuran yang berhubungan dengan tinggi (panjang) atau stature dan merefleksikan pertumbuhan skeletal. Dari sudut pandang antropometri.6 Pada dasarnya pertumbuhan dibagi dua.7 Pertumbuhan Massa Jaringan Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita 9 . lingkar lengan atas (LLA). Contoh ukuran massa tubuh adalah berat badan. dan tebal lemak bawah kulit. artinya walaupun anak dapat dipertahankan hidup tetapi kapasitas tumbuh-kembangnya tidak bisa dikembalikan ke kondisi potensialnya. dan pertumbuhan massa jaringan menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat sekarang atau saat pengukuran.

Dalam tahun pertama panjang badan bayi bertambah dengan 23 cm (di negera maju 25 cm). lingkar kepala. 2. terlihat seperti gambar berikut. 3) Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (12-16 tahun). Perubahan proporsi Perubahan proporsi tubuh dimulai dari usia kehamilan dua bulan sampai dewasa. sehingga anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm (75 cm di negeri maju). yang kemudian mengurang secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 tahun.pada waktu pengukuran dilakukan. Ciri-ciri pertumbuhan Terdapat 4 indikator perubahan. 2 1. 2) Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik. 10 .Kemudian kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5 cm per-tahun. organ tubuh sesuai kebutuhannya. yang dengan bertambahnya umur anak akan terjadi perubahan tinggi. 4) Pertumbuhan kecepatannya mengurang berangsur-angsur sampai suatu waktu (kira-kira umur 18 tahun) berhenti.7 Tahap pertumbuhan anak Tahap perkembangan anak berangsur-angsur mulai dari:6 1) Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama. berat badan. Ukuran massa jaringan yang sering digunakan adalah berat badan. Perubahan ukuran Tampak jelas pada perubahan fisik. yaitu: 1.

dan menghilangnya refleks-refleks primitif. jaringan tubuh. gambar dikutip dari Markum AH 1991) 3. 4. Perkembangan Anak Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemapuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan.1 11 . Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. Hilangnya ciri-ciri lama Menghilangnya kelenjar timus. lepasnya gigi susu. munculnya tanda-tanda seks sekunder. Menunjukan proporsi tubuh dari janin sampai dewasa (dikutip dari Behrman 1992. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. sebagai hasil dari proses pematangan.Gambar 1. Timbulnya ciri-ciri baru Tumbuhnya cirri-ciri baru ini adalah akibat pematangan fungsi-fungsi organ seperti munculnya gigi tetap.

Perkembangan Anak (Perkembangan Fisik. motorik dan kognitif (perubahan dalam sikap. Perkembangan merupakan suatu perubahan. a. Perkembangan Psikososial) – Periode ini merupakan kelanjutan dari masa bayi (lahir – usia 4 th) yang ditandai dengan terjadinya perkembangan fisik. Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh). apakah sesuai dengan umur atau telah terjadi penyimpangan dari perkembangan normal. melainkan kualitatif. Jadi perkembangan itu adalah proses terjadinya perubahan pada manusia baik secara fisik maupun secara mental sejak berada di dalam kandungan sampai manusia tersebut meninggal. Proses perkembangan pada manusia terjadi dikarenakan manusia mengalami kematangan dan proses belajar dari waktu ke waktu. Bahasa (kemampuan merespon suara. Perkembangan Motorik. Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. mengikuti perintah. 3. Gerakan motorik halus (menggambar. Deteksi dini perkembangan anak dilakukan dengan cara pemeriksaan perkembangan secara berkala. dan perubahan ini tidak bersifat kuntitatif. memegang suatu benda dll). Kematangan adalah perubahan yang terjadi pada individu dikarenakan adanya perkembangan dan pertumbuhan fisik dan biologis. dan perilaku). Perkembangan Kognitif. Jenis – jenis Perkembangan 1) Perkembangan Fisik Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. 2. 12 . Empat parameter yang dipakai dalam menilai perkembangan anak adalah: 1. Kepribadian/tingkah laku (bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya). nilai. 4. misalnya seorang anak yang beranjak menjadi dewasa akan mengalami perubahan pada fisik dan mentalnya. psikosial serta diikuti oleh perubahan – perubahan yang lain. berbicara spontan).

Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. dan sebagainya. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu. c) Tahap Perkembangan Motorik Berikut tahapan-tahapan perkembangannya: Usia 1-2 tahun Motorik Kasar Motorik Halus 13 . Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka. menjimpit. anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. b) Perkembangan Motorik Halus Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik. seperti senam. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Disamping itu. berdiri. berenang. dan sebagainya. menulis. 2) Perkembangan Motorik Kasar a) Perkembangan Motorik Kasar Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk. anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil. dll. otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.

• Merangkak • mengambil benda kecil dengan ibu • berdiri dan berjalan beberapa jari atau telunjuk langkah • membuka 2-3 halaman buku secara • berjalan cepat bersamaan • cepat-cepat duduk agar tidak • menyusun menara dari balok jatuh • memindahkan air dari gelas ke • merangkak di tangga gelas lain • berdiri di kursi tanpa pegangan • belajar memakai kaus kaki sendiri • menarik dan mendorong benda- • menyalakan TV dan bermain benda berat remote • melempar bola • belajar mengupas pisang Usia 2-3 tahun Motorik Kasar Motorik Halus • melompat-lompat • mencoret-coret dengan 1 tangan • berjalan mundur dan jinjit • menggambar garis tak • menendang bola beraturan • memanjat meja atau tempat tidur • memegang pensil • naik tangga dan lompat di anak • belajar menggunting tangga terakhir • mengancingkan baju • berdiri dengan 1 kaki • memakai baju sendiri Usia 3-4 tahun Motorik Kasar Motorik Halus • melompat dengan 1 kaki • menggambar manusia • berjalan menyusuri papan • mencuci tangan sendiri • menangkap bola besar • membentuk benda dari plastisin • mengendarai sepeda • membuat garis lurus dan lingkaran • berdiri dengan 1 kaki cukup rapi Usia 4-5 tahun Motorik Kasar Motorik Halus • menuruni tangga dengan cepat • menggunting dengan cukup baik • seimbang saat berjalan mundur • melipat amplop • melompati rintangan • membawa gelas tanpa • melempar dan menangkap bola menumpahkan isinya 14 .

ke kondisi yang independent. Pada usia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar. Beberapa pengaruh perkembangan motorik terhadap konstelasi perkembangan individu dipaparkan oleh Hurlock (1996) sebagai berikut:8 1. 5. Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya. anak sudah dapat dilatih menulis. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri. Perkembangan keterampilan motorik sangat penting bagi perkembangan selfconcept atau kepribadian anak. 4. anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. 2. Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. 3. dan barisberbaris. Melalui keterampilan motorik. Melalui keterampilan motorik. anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka. e) Uji Perkembangan Motorik 15 . melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat mainan. melukis. sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan). menggambar. Melalui perkembangan motorik.• melambungkan bola • memasikkan benang ke lubang besar d) Fungsi Perkembangan Motorik Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan.

Skala ini digunakan untuk anak umur neonatus 2. Brazelton Newborn Behaviour Assessment Scale. Berikut adalah beberapa tes perkembangan motorik yang sering digunakan dalam menilai perkembangan anak. berfungsi terutama menaksir perkembangan motorik pada tahun pertama dengan beberapa perkembangan sosial dan bahasa. refleks dan interaksi. 3. berfungsi menaksir perkembangan motorik halus dan intelektual. yang digunakan pada anak umur 0- 2 tahun. Gesell Infant Scale dan Catell Infant Scale. yaitu:2 1. 6. berfungsi menaksir perkembangan personal sosial.5 tahun. berfungsi menaksir stadium sensorimotor menurut Piaget. motorik halus. Kurva perkembangan anaknya hanya mencantumkan satu titik kemampuan gerak anak yang merupakan hasil perhitungan modus sejumlah anak pada umur tertentu pada studi perkembangan anak di 16 . Yale Revised Development Test. 5.5/6 tahun. diguanakn pada usia 4 minggu – 6 tahun 7. perilaku sosial dan bahasa. Uzgiris-Hunt Ordinal Scale. Geometric Forms Test. motorik halus. berfungsi menaksir perkembangan motorik dan sosial. 4. digunakan pada umur 4 minggu-3. berfungsi menaksir kondisi bayi. Bayley Infant Scale of Development. 8. bahasa dan motorik kasar pada usia 1 bulan – 6 tahun. Motor Milestone Development Kartu perkembangan motorik anak merupakan kartu yang digunakan Depkes dan dokter anak. The Denver Developmental Screening Test. berfungsi menaksir perkembangan motorik kasar. digunakan pada usia 8 minggu – 2. adaptif.

Penelitian ini adalah untuk memperoleh jawaban karena menurut kronologis kemampuan motorik milestone serta variasinya menurut umur anak. Makanan Bogor pada pertengahan tahun 2003. Secara alamiah setiap anak dalam perkembangannya memiliki variasi kemampuan gerak (motorik milestone) pada umur yang dicapai. Berikut ini. telah melakukan penelitian studi motorik· milestone untuk pembuatan KMS perkembangan anak. Hasil penelitiannya menghasilkan sutau kurva perkembangan anak yang merupakan cikal bakal untuk kurva perkembangan anak. 17 . sehingga mendapatkan suatu kurva perkembangan anak yang sesuai dan relevan dengan program nasional gizi dan kesehatan. Kurva perkembangan anak yang terbentuk ini merupakan gambaran dari perkembangan anak sehat Indonesia. luar negeri. antropometri yang digunakan untuk mengukur motorik bayi dengan mengggunakan Milestone Perkembangan Motorik : Pengukuran Milestone Perkembangan Motorik yang dikembangkan oleh Depkes. Pusat Penelitian dan pengembangan Gizi dan.

Gambar 2. Pengukuran Milestone Perkembangan Motorik 18 .

dan masa pubertas. Ciri-ciri tersebut. dan setelah kelahiran merupakan suatu masa dimana perkembangan dapat dengan mudah diamati. masa bayi 0 – 1 tahun. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan. Dalam priode tertentu ada masa percepatan dan ada masa perlambatan. Terdapat 3 (tiga) periode pertumbuhan cepat adalah pada masa janin. Tahap perkembangan anak D. 2. sebagai berikut:1 1. Ciri-Ciri Perkembangan Perkembangan memiliki karakteristik yang dapat diramalkan dan memiliki ciri-ciri sehingga dapat diperhitungkan. Gambar 3. 19 . Perkembangan adalah proses yang kontinue dari konsepsi sampai maturasi. Perkembangan sudah terjadi sejak didalam kandungan.

1. Bayi akan menggerakkan seluruh tubuhnya. mengidentifikasi malnutrisi.9 Penilaian status gizi dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu penilaian status gizi secara langsung dan penilaian status gizi secara tidak langsung. biokimia dan biofisik. klinis. tangan dan kakinya. E. gizi kurang dan gizi lebih. Penilaian gizi adalah proses yang digunakan untuk mengevaluasi status gizi. Perkembangan dipengaruhi oleh maturasi system saraf pusat. Jenis parameter 20 . dan menentukan individu mana yang sangat membutuhkan bantuan gizi. Pengukuran Anthropometri Pengertian istilah “nutritional anthropometry” mula-mula muncul dalam “Body measurements and Human Nutrition” yang ditulis oleh Brozek pada tahun 1966 yang telah didefinisikan oleh Jelliffe (1966) sebagai. 5. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai. Perkembangan memiliki pola yang sama pada setiap anak.2 a. 4. Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi 4 penilaian yaitu : antropometri. 3. Status Gizi Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsusmsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.7 Keadaan gizi seseorang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. tetapi kecepatannya berbeda. Dibedakan antara status gizi buruk. pengukuran pada variasi dimensi fisik dan komposisi besaran tubuh manusia pada tingkat usia dan derajat nutrisi yang berbeda. serta ketahanan tubuh terhadap penyakit.

Berat badan sangat peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena penyakit infeksi maupun konsumsi makanan yang menurun. menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat. yang dalam penggunaannya memberikan gambaran keadaan kini. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi badan yang akurat. tetapi kurang dapat menggambarkan kecenderungan perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu. hanya saja tergantung pada ketetapan umur.2 3) Tinggi Badan Tinggi badan memberikan gambaran fungsi pertumbuhan yang dilihat dari keadaan kurus kering dan kecil pendek. Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter.10 2) Berat Badan Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran massa jaringan. berat badan dan tinggi badan. 1) Umur Umur sangat memegang peranan dalam penentuan status gizi. artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan. Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia. antara lain : umur. termasuk cairan tubuh. Berat badan paling banyak digunakan karena hanya memerlukan satu pengukuran. Jadi perhitungan umur adalah dalam bulan penuh. Berat badan ini dinyatakan dalam bentuk indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur) atau melakukan penilaian dengam melihat perubahan berat badan pada saat pengukuran dilakukan. kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang salah. Tinggi badan sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama yang berkaitan dengan keadaan berat badan lahir rendah dan kurang 21 .

mengukur panjang bayi dilakukan oleh 2 orang pemeriksa pada papan pengukur (infantometer). 4) Body Mass Index (BMI) adalah Quetelet’s index. tinggi badan anak diatas 2 tahun dengan berdiri diukur dengan stadiometer. Indeks Antropometri Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. atau juga indeks BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan) jarang dilakukan karena perubahan tinggi badan yang lambat dan biasanya hanya dilakukan setahun sekali. Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk Indeks TB/U (Tinggi Badan menurut Umur). 22 . beberapa kali secara berkala misalnya berat badan anak diukur tanpa baju. Di Indonesia ukuran baku hasil pengukuran dalam negeri belum ada. yaitu berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m2). gizi pada masa balita. maka untuk berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) digunakan baku HARVARD.10 b. Memerlukan latihan karena sukar melakukannya dan alatnya pun mahal (Harpenden Caliper). yang telah dipakai secara luas. Kombinasi antara beberapa parameter disebut indeks antropometri. Penggunaan dan interpretasinya yang terlebih penting. c. 3) Tebal kulit di ukur dengan alat Skinfold caliper pada kulit lengan. Syarat Pengukuran Antropometri:2 1) Pengukuran antropometri sesuai dengan cara-cara yang baku. penting untuk menilai kegemukan. BMI mulai disosialisasikan untuk penilaian obesitas pada anak dalam kurva persentil juga. 2) Baku yang dianjurkan adalah buku NCHS secara Internasional untuk anak usia 0-18 tahun yang dibedakan menurut gender laki-laki dan wanita.. subskapula dan daerah pinggul.

Beberapa indeks antropometri yang sering digunakan yaitu berat badan dan menurut umur (BB/U). Berdasarkan karakteristik berat badan maka indeks berat badan/umur digunakan sebagai salah satu cara mengukur status gizi. Massa tubuh sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan yang mendadak. terdapat 2 kemungkinan yaitu dapat berkembang cepat atau lebih lambat dari keadaan normal. Pengaruh definisi gizi terhadap tinggi badan akan nampak dalam waktu yang relatif lama. tinggi badan menurut umur (TB/U). Sebaliknya dalam keadaan abnormal. tinggi badan tubuh seiring dengan pertambahan umur. berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur. 1) Berat Badan menurut Umur Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan gambaran massa tubuh. BB/U dapat dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur.7 3) Berat Badan menurut Tinggi Badan 23 . dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah. Pertumbuhan tinggi badan tidak seperti berat badan. mudah dan tidak memerlukan banyak waktu dan tenaga. Berat badan adalah parameter antropometri yang sangat labil.7 2) Tinggi Badan menurut Umur Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Mengingat karakteristik berat badan yang labil maka berat badan/umur lebih menggambarkan status gizi seseorang. Dalam keadaan normal. Pada keadaan normal. relative kurang sensitif terhadap masalah kekurangan gizi dalam waktu yang pendek. BB sensitif terhadap perubahan-perubahan kecil.

Berat badan memiliki hubungan yang linear dengan tinggi badan.7 24 . perkembangan berat badan akan searah dengan pertumbuhan tinggi badan dengan kecapatan tertentu. Dalam keadaan normal. indeks BB/TB merupakan indikator yang baik untuk menilai status gizi saat kini (sekarang).

Baku : Boston 25 . Boyd E Cara Klasifikasi :1 1.Klasifikasi : 110-90% : normal 90-81% : malnutrisi ringan (grade 1) 80-61% : malnutrisi sedang (grade 2 dan 3) ≤61% : malnutrisi berat (grade 4) 2.Kanawati dan McLaren : . Kurva Pertumbuhan Intrauterin menurut panjang. lingkar kepala.Baku Boston . Berat badan terhadap umur BB/U: a.Cara % dari median . Hansman C. Tinggi badan terhadap umur TB/U : a. Menurut Gomez : . Menurut Jelliefe : .Klasifikasi : >90% : normal 90-75% : malnutrisi ringan (grade 1) 75-61% : malnutrisi sedang (grade 2) ≤61% : malnutrisi berat (grade 3) b.Cara % dari median .Baku Boston . dan berat lahir bayi tunggal Sumber: Lubchenco L.Gambar 4.

2006. Narendra MB. . IDAI.who. Soetomo.eprints. Yogyakarta. Penilaian Status Gizi. 1995. Deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.int/childgrowth/standards/Technical_report. Child Growth Standards.Klasifikasi : ≥ 95% : normal 95-90% : malnutrisi ringan 90-85% : malnutrisi sedang <85% : malnutrisi berat b.pdf 5. penyunting. Irwanto. Sularyo TS. Jakarta: Sagung Seto. Jakarta: Buku Kedokteran EGC 26 .Baku : NCHS . Matondang CS. dkk. Chamidah Nur Atien. Jakarta: Sagung Seto. 2009.Cara : % dari median . Penyimpangan tumbuh kembang anak. dkk. Tumbuh Kembang Anak. 2002. Soetjiningsih. Surabaya: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUNAIR/RS Dr. Diagnosis fisis pada anak. 2006. tersedia di: http://www. WHO/CDC . Soetjiningsih. 2003. Buku ajar 1: tumbuh kembang anak dan remaja. 3. 4. penyunting.Cara : % dari median .pdf 6. Supariasa. Edisi pertama.Klasifikasi : ≥ 90% : normal < 90% : stunted/malnutrisi kronis DAFTAR PUSTAKA 1. FKUNY. Wahidiyat I. WHO. 7. tersedia di: http://www.id/878/2/deteksi_dini_gangguan _tumbang. Diunduh tanggal 25 Desember 2012.uny. Diunduh tanggal 25 Desember 2012.ac. Jakarta: Penerbit 2. 2002. Edisi kedua. Sastroasmoro S.

Jakarta : Erlangga 9. EB. Hipokrates. Depkes RI. Jakarta 27 . 2004. Jakarta 10. Perkembangan anak. Jilid 1. Pedoman deteksi tumbuh kembang balita. Terapi Diet dan Nutrisi Edisi II. Depkes RI.1997. Moore. Hurlock.8. M C . 2005.