You are on page 1of 1

Proses informed consent sangat penting untuk penanganan dan perawatan pasien yang tepat.

Praktisi
perawat (NP) menghadapi banyak tantangan yang berkaitan dengan fungsi ini. Pasien memiliki hak
hukum dan etika untuk mengarahkan apa yang terjadi pada tubuhnya yang dapat dilakukan secara
efektif hanya jika pasien memiliki cukup informasi untuk membuat pilihan informasi

. Pengadilan telah membuat jelas bahwa kecuali dalam keadaan mendesak dan mendesak, pasien harus
diberi kesempatan yang memadai untuk mempertimbangkan implikasi dari apa yang mereka
menyetujui.

Jika informasi yang memadai tidak tersedia, konsekuensi hukumnya berpotensi melibatkan proses
pengadilan, tindakan lisensi profesional, dan implikasi akreditasi negatif bagi penyedia dan entitas
dimana perlakuan tersebut terjadi.

Sepanjang proses informed consent, NP dapat mendorong keputusan perawatan proaktif dengan
menjadi sumber informasi, memfasilitasi diskusi yang berarti, dan bekerja untuk menyelesaikan situasi
di mana pasien

346/5000

informed consent tidak ada hubungannya dengan penandatanganan formulir "; sebuah
bentuk hanyalah "dokumentasi informed consent." Sebaliknya, "informed
consent. . .umumnya mencakup hak individu yang kompeten untuk menolak perawatan
medis. "2 Doktrin tersebut mengharuskan" dokter atau ahli bedah untuk memberi tahu
pasien tentang pilihannya dan risikonya.
Dalam persyaratan ini, pengadilan telah mengakui bahwa "seorang dokter berhutang kepada pasiennya
tugas untuk mengungkapkan secara wajar semua informasi medis penting yang dimiliki atau dimiliki
dokter tersebut harus merupakan bahan untuk keputusan cerdas oleh pasien apakah akan menjalani
suatu usulan prosedur. "4

informed consent berkaitan dengan "pendamping dokter yang mengungkapkan informasi yang
memadai untuk mendapatkan persetujuan tersebut sebagai latihan penentuan nasib sendiri yang
sebenarnya." 20 Fokusnya adalah pada pasien yang terlibat secara memadai dalam pembuatan
keputusannya sendiri. 21 Oleh karena itu, persetujuan saja tidak cukup. Persetujuan yang benar-benar
diinformasikan memerlukan dialog antara pasien dan dokter, bukan hanya dokter yang mengungkapkan
informasi. SHELLLEY

dalam hal ini, informed consent merupakan sesuatu yang terkait dengan dokter yang menyampaikan
informasi guna mendapatkan persetujuan dari pasien. Dimana pasien tersebut terlibat secara langsung
dalam pengambilan keputusan mengenai tindakan medic tersebut. Shelly