You are on page 1of 43

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN : REHABILITASI DAN PEMBUATAN DAM PARIT DESA KARANGTURI
KECAMATAN KROYA
LOKASI : DESA PALUGON KECAMATAN WANAREJA
SUMBER DANA : DAK KABUPATEN CILACAP
TAHUN ANGGRA : 2015

Dengan jangka waktu pelaksanaan 60 (Enam Puluh) hari kalender sejak terbitnya Surat Perintah Kerja (SPMK ).

PENDAHULUAN
REHABILITASI DAN PEMBUATAN DAM PARIT DESA KARANGTURI KECAMATAN KROYA terletak melintang di Desa
Karangturi Kecamatan Kroya , dimana sungai ini merupakan salah satu sungai yang cukup besar potensinya dan perlu
dikembangkan untuk dimanfaatkan. Melihat potensi yang ada di daerah tersebut, maka modifikasi bendung agar air dapat mengalir
kesaluran induk sangatlah dibutuhkan. Dengan adanya bendung dan sistem irigasi yang baik diharapkan dapat menunjang
peningkatan produksi pertanian khususnya untuk memantapkaan swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan dan
pertumbuhan ekonomi .
a. Latar Belakang
Air merupakan salah satu unsur utama untuk kelangsungan hidup manusia,disamping itu air juga mempunyai arti penting
dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Air yang dibiarkan ke laut dan tidak dimanfaatkan atau disimpan, akan hilang
secara percuma tanpa dapat dirasakan manfaatnya. Walaupun air kita jumpai di mana-mana namun kuantitas, kualitas dan
distribusinya (ruang dan waktu) sering tidak sesuai dengan keperluan.

Untuk mengatur ketersediaan air agar di musim hujan tidak terjadi kelimpahan air (banjir) dan kekeringan di musim kemarau maka
perlu suatu manajemen yang baik terhadap pengelolaan sumber daya air agar potensi bencana yang disebabkan oleh air tersebut
dapat dicegah. Selain itu dengan adanya pengelolaan sumber daya air yang baik maka akan berdampak pada kelestarian dan
keseimbangan lingkungan hidup

Dari keterbatasan sumber air tersebut, diperlukan suatu upaya untuk mengembangkan, mengendalikan, memanfaatkan
atau menggunakan dan melestarikan sumber air yang ada seoptimal mungkin, agar mendukung keberadaan dan penyediaan
kebutuhan air bagi penduduk secara menerus.

b. Tujuan / Sasaran
Adapun tujuan dari dibangunnya DAM PARIT ini adalah untuk :

a. Memenuhi kebutuhan air baku .
b. Mengendalikan sumber daya air yang ada agar tidak menimbulkan kerusakan atau kemerosotan lingkungan di sekitarnya.
c. Mengoptimalkan potensi sumber daya air sehinggga dapat menunjang peningkatan kegiatan produksi di daerah sekitar.
d. Tersedianya wadah untuk menampung air sehingga tidak terjadi kekurangan air pada musim kemarau.
e. Meningkatkan muka air tanah di sekitar DAM PARIT
c. Lokasi Pekerjaan
Lokasi Rencana Pekerjaan DESA PALUGON KARANGTURI KECAMATAN KROYA

METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Waktu pelaksanaan : 60 (Enam puluh) hari kalender

Masa pemeliharaan : 180 (seratus delapan puluh) hari kalender

Jam kerja efektif

Jam kerja pada pekerjaan ini ditetapkan sebagai berikut :

Hari Senin s/d Minggu : jam 08.00 s/d 17.00 WIB

Waktu istrirahat : jam 12.00 s/d 13.00 WIB

Istirahat hari Jumat : jam 11.30 s/d 13.00 WIB

PERSONIL LAPAGAN

 Pelaksana

 Tukang Cor Beton

 Logistik

 Administrasi Teknik

 Juru Gambar

 Juru Ukur

 K3

Lingkup Pekerjaan dan Kebutuhan Waktu Menyelesaikan Pekerjaan

RENCANA KEBUTUHAN WAKTU MENYELESAIKAN PEKERJAAN
PEKERJAAN : REHABILITASI DAN PEMBUATAN DAM PARIT DESA KARANGTURI KECAMATAN KROYA
LOKASI : DESA PALUGON KECAMATAN WANAREJA
SUMBER DANA : APBD KABUPATEN CILACAP
TAHUN ANGGRAN : 2015
A PEKERJAAN P ERSIAPAN
I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan dan striping/korsekan 255.30 m2 Waktu Penyelesain = 7 Hari
2 Dokumen Administrasi, Papan Nama Proyek 1.00 unit Waktu Penyelesain = 7 Hari
3 Mobilisasi/Dem obilisasi 1.00 unit Waktu Penyelesain = 7 Hari
B PEKERJAAN DAM PARIT
I PEKERJAAN T ANAH
1 Galian Tanah Berbatu 117.20 m3 Waktu Penyelesain = 21 Hari
2 Urugan Kembali 78.13 m3 Waktu Penyelesain = 7 Hari
II PEKERJAAN PAS. BATU KALI
1 Pasangan Batu Kali, 1 PC : 4 PP (pondasi) 47.69 m3 Waktu Penyelesain = 28 Hari
2 Pasangan Batu Kali, 1 PC : 4 PP (mercu) 94.42 m3 Waktu Penyelesain = 14 Hari
3 Pasangan Batu Kali, 1 PC : 4 PP (lantai) 40.00 m3 Waktu Penyelesain = 21 Hari
4 Pasangan Batu Kali,1 PC : 4PP ( Talud ) 117.04 m3 Waktu Penyelesain = 21 Hari
5 Pasangan Pondasi Batu Kosong 54.97 m3 Waktu Penyelesain = 7 Hari
III PEKERJAAN P LESTERAN
1 Plesteran, 1 PC : 4 PP, tebal 15 mm (talud) 15.40 m2 Waktu Penyelesain = 14 Hari
2 Acian (talud +mercu + lantai) 167.40 m2 Waktu Penyelesain = 14 Hari
IV PEKERJAAN B ETON
1 Membuat Lantai Kerja 0.26 m3 Waktu Penyelesain = 7 Hari
2 Membuat Pond asi Foot Plat Mutu, f’c = 16,9 MPa (K200) 2.53 m3 Waktu Penyelesain = 7 Hari
Pembesian 227.70 kg Waktu Penyelesain = 7 Hari
Bekesting 1.91 m2 Waktu Penyelesain = 7 Hari
3 Membuat Balok Beton Penguat 25/25 Mutu, f’c = 16,9 MPa (K200) 7.38 m3 Waktu Penyelesain = 7 Hari
Pembesian 779.85 kg Waktu Penyelesain = 7 Hari
Bekesting 14.75 m2 Waktu Penyelesain = 7 Hari
4 Membuat Lantai Beton Bertulang (t.10 cm) Mutu, f’c = 16,9 MPa (K20 15.20 m3 Waktu Penyelesain = 7 Hari
Pembesian 937.08 kg Waktu Penyelesain = 7 Hari
Bekesting 3.81 m2 Waktu Penyelesain = 7 Hari
V PEKERJAAN B RONJONG
1 Pasangan Batu Bronjong Kawat, anyaman 3 lilitan kawat dia. 6 mm 10.50 bh Waktu Penyelesain = 7 Hari
VI PEKERJAAN L AIN-LAIN
1 Memasang Tru cuk Bambu dia 8-10 cm, tiap 1 m' 96.00 btg Waktu Penyelesain = 7 Hari
C PEKERJAAN S ALURAN 11,0 m'
I PEKERJAAN T ANAH
1 Galian Tanah Bi asa 8.76 m3 Waktu Penyelesain = 14 Hari
2 Timbunan Tana h 2.92 m3 Waktu Penyelesain = 7 Hari
II PEKERJAAN P AS. BATU KALI
1 Pasangan Batu Kali, 1 PC : 4 PP 8.36 m3 Waktu Penyelesain = 21 Hari
III PEKERJAAN P LESTERAN
1 Plesteran 1 Pc : 4 Ps , Tebal 15 mm 25.30 m2 Waktu Penyelesain = 14 Hari
2 Acian 25.30 m2 Waktu Penyelesain = 14 Hari

TAHAP URUTAN PEKERJAAN PERSIAPAN
 Program Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre Contruction Meeting).

Sebelum Pelaksanaan Kontrak Pejabat Pelaksana Kegiatan bersama-bersama Penyedia jasa , pengawas
menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak . beberapa hal yang dibahas dan disepakati adalah ;
 Organisasi kerja Tata cara pengaturan kerja.
 Jadwal pelaksanaan kerja
 Penyusunan rencana pemeriksaan lapangan
 Sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja
 Penyusunan program mutu.
A. Pekerjaan Persiapan :
Didalam pekerjaan persiapan terdapat berbagai kegiatan yang harus diprogram dengan baik, karena akan sangat
berkaitan terhadap berhasil dan tidaknya didalam pengelolaan suatu pekerjaan. Hal tersebut meliputi prosedure
administrasi, tahapan kegiatan yang diwajibkan sesuai yang tertuang didalam Dokumen Pelelangan, Sosialisasi terhadap
lingkungan dan pekerjaan persiapan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan pelaksanaan.
Dimana hal tersebut meliputi :
a. Pre Construction Meeting :
Pre Construction Meeting/Pra Pelaksanaan merupakan kegiatan/rapat yang membahas temtang persiapan sebelum
kegiatan dilapangan antara lain mencakut :
 Pembahasan struktur organisasi Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa serta penjelasan tugas dan tanggung
jawabnya
 Pembahasan Rencana Mutu Kontrak, dimana Penyedia Jasa akan memaparkan RMK yang telah kami susun, dan
apabila masih ada kekurang sempurnaan kami sebagai penyedia jasa akan mennyempurnakan, dan setelah
disepakati akan kami jilid dan kami delegasikan sebanyak yang dipersyaratkan.
 Pembahasan Jadwal Pelaksanaan pekerjaan, yang akan kami paparkan sesuai yang ada dalam surat penawaran
kami
 Pembahasan Rencana Sosialisasi serta prosedur untuk pelaksanaan kegiatan tersebut
 Pembahasan lain (bila ada) tentang masalah teknis dan non teknis yang belum tercakup
b. Sosialisasi :
Sebelum mengadakan kegiatan dilapangan, terlebih dahulu kami menyampaikan pemberitahuan kepada
Pengguna Jasa secara tertulis akan mengadakan sosialisasi. Didalam sosialisasi yang dikuti oleh instansi terkait dan
tokoh masyarakat, serta team dari Pengguna Jasa akan menjelaskan secara umum tentang pelaksanaan Pekerjaan
antaralain :
 Penggunaan jalan desa untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan
 Penebangan pepohonan yang akan dibuat bangunan
 Pemberitahuan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dilokasi pekerjaan
 Pemberitahuan secara tertulis ke instansi terkait tentang dimulainya pelaksanaan
 Pembahasan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan serta keperluan masyarakat setempat

serta format sebagaimana yang dipersyaratkan dan dipasang pada lokasi pekerjaan/sesuai petunjuk Direksi. dipasang pada setiap 50m atau 10m pada lokasi bangunan. buku tamu dan buku monitoring cuaca. Gudang yang merupakan tempat penyimpanan logistik/bahan matrial. Sebelum mulai Pelaksanaan Pekerjaan fisik. dengan dicat warna merah serta diberi nomor patok. suku cadang terhindar dari kerusakan serta Semen diberi alas supaya kualitas bisa terjaga. kantor lapangan dibuat sesuai ukuran/kebutuhan di lapangan dengan dilengkapi sesuai yang dipersyaratkan dalam Dokumen pelelangan yang meliputi meja tulis. dan peralatan PPK. Papan Nama Proyek Papan nama proyek dibuat sesuai dimensi. peralatan.  Pembuatan Berita Acara Sosialisasi Pelaksanaan pekerjaan yang sudah disepakati dan ditandatangani oleh peserta sehingga masyarakat bisa memahami maksud dan tujuan pelaksanaan pekerjaan. Setelah kegiatan sosialisasi dan surat pemberitahuan pekerjaan akan dimulai sudah dikirim ke instansi terkait. jumlah. yang perlu dijaga baik kualitas dan keamanannya dibuat sedemikian rupa sehingga bahan bakar dan pelumas terhindar dari bahaya kebakaran. grafik-grafik pelaksanaan pekerjaan dan data-data lainya.peralatan administrasi. . a. Membuat patok-patok sementara dari kayu usuk atau bambu sebagai titik unizet.Pejabat Pelaksana Teknis kegiatan serta oleh kepala bidang terkait. terlebih dahulu mengadakan pengukuran yang disaksikan Oleh Pengawas pada kondisi 0% sebagai data untuk pembuatan Gambar Pelaksanaan . Mobilisasi & Demobilisasi Dalam kegiatan mobilisasi adalah mendatangkan semua peralatan sebagaimana yang dipersyaratkan. kursi. Gambar Pelaksanaan disiapkan dan harus ditandatangani oleh Pengawas . f. Pembuatan Kantor Lapangan/Barak Kerja Kantor lapangan bertempat disekitar lokasi pekerjaan dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. e. b. Selain hal tersebut diatas dilengkapi juga ruang kerja minimal Ruangan Komputer dan sarana untuk pelaksanaan pekerjaan administrasi serta pembuatan gambar pelaksanaan. serta buku direksi. d. akan didatangkan dengan mempioritaskan jenis alat yang akan digunakan dalam awal pekerjaan direncanakan pelaksanaannya Adapun demobilisasi akan dilaksanakan apabila pekerjaan dianggap sudah selesai dan diterima oleh Pengguna Jasa dan dilakukan apabila sudah diijinkan oleh Direksi pekerjaan.  Program Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan. papan tempel untuk menempelkan gambar pelaksanaan. Penyedia Jasa mulai melaksanakan pekerjaan persiapan lainnya yang dilaksanakan secara bersamaan meliputi antara lain : c. Gudang Gudang dibuat disekitar lokasi pekerjaan dengan tempat dan ukuran sesuai persetujuan Direksi.

Perkiraan kemajuan fisik digambar sebagai diagram garis. kepadatan dari pemadatan dan setiap ketentuan lanjutan yang menjadi diperlukan selama pelaksanan pekerjaan  Papan nama proyek Pelaksanaan Pengukuran lokasi. sehingga staf pengawas pada setiap level dapat mempersiapkan setiap tanggungjawabnya untuk melakukan pekerjaan tepat waktu dalam keseluruhan perencanaan.  Kantor Direksi dan gudang  Inspeksi dan Pengujian di laboratorium untuk memeriksa pekerjaan yang telah selesai apakah telah memenuhi mutu bahan. dan penyelesaian akhir termasuk pembersihan lokasi. Setelah pelaksanaan pekerjaan fisik selesai . dengan ketentuan bahwa perhitungan volume berdasarkan garis rencana yang telah ditetapkan :  Bilamana dalam pelaksanaan terjadi kurang dari rencana yang telah ditetapkan. Persiapan dan Fasilitas Pekerjaan :  Alat Komunikasi agar bisa berkomunikasi dua arah untuk pengaturan lalu lintas.dimana titik unizet ini sebagai titik bantu didalam pelaksanaan pekerjaan baik oleh pengawas maupun Tim Pemeriksa Serah terima pekerjaan. material dan transportasi. maka wajib menyelesaikan sampai garis rencana. Beberapa aktivitas harus dimulai pertama sebelum aktivitas yang lainnya.maka Penyedia Jasa yang disaksikan oleh pengawas mengadakan Pengukuran 100% untuk mendapatkan pekerjaan yang sebenenarnya dilaksanakan atau gambar Purnabangun (As- Built Drawing) untuk digunakan sebagai dasar perhitungan volume pekerjaan yang dilaksanakan . Dibuatlah profil-profil tersebut sampai pekerjaan selesai. Tenaga kerja harus dipekerjakan sesuai dengan kebutuhan dan peningkatan aktivitas pada tingkat lokal/site.maka volume dihitung berdasarkan garis rencana.Pekerjaan akhir termasuk pembersihan lokasi kerja. Grafik kemajuan pekerjaan yang telah disiapkan membantu melihat kemajuan pekerjaan yang diharapkan pada setiap waktu dalam periode proyek tersebut. informasi berikut perlu diketahui:  standar teknis yang akan dicapai  standar kwalitas yang akan dicapai  jumlah dan kesulitan pekerjaan  kecepatan pekerjaan sekarang dan produktivitas  sumber daya yang dibutuhkan dan tersedia (tenaga kerja. Sebelum Pelaksanaan untuk dapat membuat target. Diagram alokasi-waktu berguna khususnya untuk perencanaan proyek pembuatan jalan. (Thedolit dan waterpass) Ketinggian masing-masing papan prepil dapat dikontrol menggunakan garis level (waterpas).dimana titik unizet dan profil-profil tersebut sampai pekerjaan selesai . yang sumbu horisontalnya menunjukkan lokasi jalan dan sumbu vertikal menunjukkan tanggal atau waktu. c. dan akhirnya acara serah terima (peresmian). perencana harus memasukkan mobilisasi dan waktu persiapan untuk memulai. Pelaksanaan harus dimulai secara logis. membongkar direksi kit dan barak kerja. dll. .) Ketika menghitung waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan. d.  Bilamana didalam pelaksanaan terjadi melebihi garis rencana yang telah ditetapkan .

pengawas perlu tahu apa yang terjadi di lapangan selama hari-hari sebelumnya.  Thedolit dapat digunakan untuk: √ memindahkan ketinggian pada salah satu papan prepil ke papan prepil yang lainnya. .  Cuaca dan peristiwa alam lainya yang mempengaruhi pelaksanakan pekerjaan. seperti suatu sumber dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu. sehingga diperoleh ketinggian kedua papan prepil tersebut sama √ untuk mengukur beda ketinggian apakah akan diturunkan atau dinaikkan sesuai dengan ketinggian rencana yang baru √ mencari kemiringan diantara kedua papan prepil yang telah ditetapkan. Buku harian diisi dilapangan oleh pelaksana lapangan dan diketahui oleh pengawas.  Foto-foto pelaksanaan pekerjaan. b. Dalam melaksanakan kegiatan membuat laporan harian dan laporan mingguan. penempatan dan jumlah tenaga kerja di lapangan. sangat tidak mungkin untuk mendapatkan hasil yang baik.  Jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan. Untuk mendapatkan informasi tepat waktu. Rencana ini diset target hasil hariannya untuk setiap rencana kegiatan. Setelah para pekerja menyelesaikan pekerjaan untuk satu hari. Untuk menyiapkan rencana kerja secara baik. pengawas merekam hasil kerja (output) yang dicapai untuk setiap jenis pekerjaan. penyediaan personil/bahan/peralatan terlambat. Laporan harian berisi :  Tugas. mencatat seluruh rencana dan realisasi aktifitas pekerjaan sebagai bahan laporan harian. Laporan dibuat sekurang-kuranya dalam 3 rangkap Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil pekerjaan mingguan serta catatan yang dianggap perlu. Dari laporan harian harus dapat diperoleh informasi sebab-sebab terjadinya keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.  Jenis dan kuantitas bahan dilapangan. apakah disebabkan karena kerusakan peralatan. Berdasarkan hasil yang dicapai dan rencana kerja keseluruhan.  Perintah dan persetujuan untuk melaksanakan pekerjaan.  Jenis. fungsi dari sistem pelaporan dibutuhkan.  Program Laporan dan Dokumentasi. jumlah dan kondisi peralatan dilapangan. kapasitas . rencana untuk hari berikutnya disiapkan. Sangatlah mudah untuk dibawa-bawa dan dengan hati-hati dapat digunakan untuk seting ketinggian dan kemiringan tidak kurang dari 1 dalam 300. Rencana kerja harian Pengawas harus selalu punya rencana ke depan paling tidak satu hari.  Perubahan atau kemajuan disain gambar kerja dan realisasi pekerjaan dibandingkan dengan rencana. dan untuk menentukan yang mana ditetapkan lebih tinggi Garis level(waterpas) dapat digunakan hingga jarak 20-30 meter. Tanpa adanya informasi yang baik. atau disebabkan keadaan cuaca buruk. dll.Untuk keperluan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan dilapangan dibuatlah buku harian.  Catatan lain yang dianggap perlu. mengapa target tidak dicapai.

 Laporan mingguan dibuat oleh pelaksana lapangan dengan diperiksa oleh pengawas dan Koordinator Pengawas. benda yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai piranti pengaturan lalu lintas jalan. batas tripleks / papan dengan kerangka kaso 5/7 . dicetak dan dipasang dalam 3 rangkap dan data foto tersebut diatas disimpan dalam CD. bangunan pelengkap dan seluruhb aset milik Pejabat Pelaksana Kegiatan yan akan menjadi tanggung jawab penyedia jasa. Sebelum penyerahan lapangan . ii. agar kemudian hari tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan serta untuk menghindari dari pekerjaan bongkar pasang yang akan mengakibatkan terjadinya kemacetan jalan lalu lintas. Foto – foto sebagaimana tersebut diatas mengunakan kamera digital.Pejabat Pelaksana Kegiatan bersama bersama melakukan pemrikaan lapangan berikut bangunan . Adapun peringatan tanda – tanda peringatan sebagai berikut :  Pemasangan Kerucut lalu lintas (traffic cone) warna dasar jingga dengan atau tanpa strip/garisputih. Minimum 3 (tiga) gambar yang harus diambil pada lokasi yang memperlihatkan keadaan keadaan sebelum mulai pelaksanaan 0% . c. Selanjutnya pemeriksaan lapangan bersama terhadap setiap mata pembayaran harus dilakukan oleh pengawas dan Panitia peniliti kontrak.  Program Pemeriksaan dan Penyerahan Lapangan.  Tanda Pengaman lalu lintas untuk setiap grup kerja rambu sebanyak dua buah . Pada awal pelaksanaan Kontrak . Secara umum pengertian rambu-rambu lalu lintas adalah tanda-tanda. Pelaksanaan Pengurusan Ijin Kerja  Sebelum Pelaksanaan Kami akan terlebih dahulu kami menyampaikan perijinan kepada Pihak – Pihak instansi dan tokoh masyarakat. d. alat. c. Pelaksanaan Pengaturan Lalu Lintas  Membuat Rambu – rambu lalu lintas yang memperingatkan adanya bahaya agar para pengemudi berhati hati dalam menjalankan kendaraannya dikarenakan di sekitar lokasi di bahu jalan sedang adanya bahan tumpukan Puing – puing bongkaran atau bahan bangunan yang akan di gunakan. Foto – foto pada tiap lokasi harus diambil dengan arah dan titik yang sama. Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara. ukuran 60 x 90 cm. Membuat dan menyerahkan foto-foto dokumentasi untuk laporan progres pekerjaan pada lokasi yang ditentukan. untuk dimanfaatkan dijaga dan dipelihara. serta team dari Pengguna Jasa  Dalam pelaksanaan kami menerapkan standarisasi prosedur sesuai dengan system mutu yang dimiliki serta memberitahukan/ijin setiap akan melaksanakan pekerjaan. keadaan dalam tahap 50% dan keadaan penyelesaiaan hasil akhir pelaksanaan 100% . serta team dari Pengguna Jasa terkait dan tokoh masyarakat. a. Hasil pemeriksaan lapangan dituangkan dalam berita acara serah terima lapangan yang ditandatangani kedua belah Pihak. warna kuning. . b. setelah penerbitan SPMK. serta team dari Pengguna Jasa dan tokoh masyarakat. PENGAJUAN PERIJINAN DAN METODE PENGENDALI KESELAMATAN KERJA i. Pengawas bersama-bersama dengan Peniliti Pelaksanaan Kontrak melaksanakan pemeriksaan Lapangan bersama dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan untuk setiap rencana mata pembayaran guna menetapkan kuantitas awal. Untuk menetapkan kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan.  Dokumentasi a. huruf hitam yang menyatakan jenis proyek pekerjaan. b.

Gergaji 1 Buah .  Untuk mencegah penumpukan bahan material dan mengurangi resiko kehilangan dalam masa pelaksanaan pekerjaan maka dilakukan pengaturan jadwal pemasukan bahan material yang akan digunakan selama pelaksanaan pekerjaan. Gerobak Sorong 6 Buah . Catut 1 Buah . Stamper 1 Unit . Pelaksanaan Penyediaan Stok Material  Sambil menunggu di setujuinya gambar Pelaksanaan ( Shop Drawing ) untuk sebagai pedoman gambar kerja pekerjaan dan Hasil Job Mix Bahan Material selesai maka kami akan mulai dengan pengedropan matrial ke masing-masing lokasi pekerjaan. Material yang mudah terpengaruh cuaca seperti semen diletakan pada gudang penyimpanan. Pompa air 2 Unit . Cangkul 40 Buah . iii. Vibrator 1 Unit . KEBUTUHAN PERALATAN MENYELESAIKAN PEKERJAAN . Linggis 3 Buah . Slum Test 1 Buah . Molen/Concret mixer 2 Unit . Dump truck/ Ordinary 1 Unit . Waterpass 1 Buah . Pendatangan semua material paling lambat 1minggu sebelum proses pekerjaan dimulai dan selalu diperhatikan ketersediaan barang yang ada digudang sehingga tidak menghambat pekerjaan. Alat didatangkan menurut keperluannya dan di keluarkan dari lokasi kerja bila sudah tidak ada pekerjaan yang berkaitan dengan alat tersebut.

mingguan dan bulanan. TENAGA INTI STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN STRUKTUR ORGANISASI KONTRAKTOR ( PENYEDIA JASA ) DIREKTUR PELAKSANA KEUANGAN ADMINISTRASI LOGISTIK PETUGAS K3 JURU GAMBAR TUKANG COR JURU UKUR DIREKTUR  Tugas dan Kewajiban  Bertanggung jawab terhadap mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknik yang tercantum didalam kontrak kerja. Berita acara.  Menandatangani kontak. 50% dan 100%  Mengukur dan menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan keahlian masing .  Melaksanakan instruksi – insttruksi yang diberikan pengguna jasa.masing. spesifikasi teknis rencana mutu.  Wewenang dan Tanggung Jawab  Sebagai penanggung jawab terhadap seluruh kegiatan perusahaan dan terhadap asset – asset perusahaan yang ada.  Bertanggung jawab terhadap administrasi keuangan.schedule pelaksnaan. PELAKSANA LAPANGAN Tugas dan Kewajiban  Menyiapkan dan melaksanakan pengukuran / perhitungan MC 0 % s/d pengukuran MC 100% koordinasi dengan juru ukur.ijin gali.ijin pasang  Membuat laporan hasil dan pekerja  Memantau dan mengevaluasi hasil pekerja .RK3 dan RPL  Melaksanakan pekerjaan persiapan melaksanakan konstruksi  Membuat ijin kerja.  Menyiapkan laporan harian .  Menyiapkan check list setiap pekerjaan yang diperintah oleh pengawas lapangan. metode pelaksanaan . tagihan / termin. K3 .  Melaksnakan pekerjaan kosntruksi dengan gambar pelaksanaan.  Menyiapkan foto dokumentasi 0%.

bahan dan alat untuk pembuatan benchmark serta patok lapangan  Menyiapkan data ukur MC 0 % dan 100 %  Menghitung kordinat dan tinggi patok patok ukur (benchmark) kerangka horisontal vertikal sesuai skla peta  Menghitung data ukuran situasi  Mengambar peta situasi. dalam hal ini bertindak dan tanggung jawab kepada pelaksana JURU GAMBAR Tugas dan Kewajiban  Mengambar/Plot peta .instalasi dan proyek konstruksi  Mengaplikasi sketsa kasar gambar.3 KONSTRUKSI Tugas dan Kewajiban  Bertugas memantau jalanya proses pelaksanaan pada pencegahan kecelakaan kerja dan kesehatan para pekerja  Betugas untuk bisa menerapkan sistem manajemen RK3K diterapkan pada para pekerja  Membuat rambu – rambu ke amanan lalu lintas pada sekitar proyek  Menerapkan program K3 pada para pekerja .sesuai skala peta  Menyiapkan Bowplang / profil untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan  Melaksanakan cek cek ukur setiap minggu dan hitungan volumenya untuk laporan mingguan Wewenang dan Tanggung Jawab  Adalah yang ditugaskan dilapangan untuk mengadakan pengukuran geometric guna mendapatkan data sebagai bahan untuk rekayasa dan pelaksanaan lapangan.baik aturan keselamatan kerja dan alat keselamatan kerja yang akan digunakan pekerja  Memberi arahan dan bimbingan pada sebelum setiap mau mulai kerja Adalah seorang yang bertugas memantau jalanya keselamatan kerja dan kesehatan pekerja JURU UKUR Tugas dan Kewajiban  Menerima tugas pengukuran dan pemetaan situasi secara teritis  Menyiapkan alat ukur dan alat pemetaan  Menyiapkan buku ukur. speasifikasi dan tata teknik  Mengidentifikasi simbol simbol yang terdapat pada peta hasil survei topografi  Menginput data topografi (hasil survei/rekayasa enjiner) untuk diproses menjadi gambar/Peta  Menginformasikan kekurangan data gambar konstruksi untuk revisi gambar kepada pelaksana  Membuat gambar rencana kerja ( shop drawing ) dan hasil kerja (as build drawing ) .diagram dan profil  Membuat draft gambar rinci bangunan .Wewenang danTanggung Jawab  Adalah bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan dilapangan agar dapat mencapai tujuan yang dikehendaki sesuai dengan gambar serta spesifikasi teknik. PETUGAS K.

Menjawab telepon merupakan tugas yang diperlukan bagi pekerjaan ini.  mengukur dan menghitung pemasukan dan pengeluaran semua material.Menempatkan personal dilapangan sebagai perwujudan pemberian dukungan keuangan pekerjaan.  Membuat laporan administrasi setiap yang dilakukan kegiatan Bagian administrasi seorang yang ditugaskan untuk mengurus segala keperluan yang berkaitan dengan administrasi yang berhubungan dengan keuangan proyek dan bertindak atas nama Site Manager serta brtanggung jawab kepada Site Manager.tenaga kerja dan material Keuangan bertugas sebagai melaksanakan kegiatan administrasi keuangan perusahaan (jurnal entry sampai dengan arsip dokumen) untuk menjamin kelancaran. Bertugas Mengawasi pekerjaan dalam bidang Pekerjaan Beton Bertulang yang meliputi : Pembesian .  Menghitung kuantintas hasil gambar dan perhitungan mc.0 dan MC. ADMINISTRASI Tugas dan Kewajiban  Membuat layanan administrasi dibawah pengawasan pimpinan/line managernya  Menjawab telepon. Adalah seorang yang membuat gambar rencana kerja shop drwaing dan asbulid drawing. Dan Cor Beton .100 LOGISTIK Tugas dan Kewajiban  Menyiapkan dan mengadakan peralatan yang akan dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan disesuaikan dengan kapasitas dan jumlahnya. KEUANGAN Tugas dan Kewajiban  Bertugas segala urusan keuangan kantor dan keuangan proyek pekerjaan yang sedang dilaksanakan  Melaporkan hasil pajak bulanan dan tahunan  Menginput penerimaan pembayaran dari pelanggan. hasil pengkuran untuk bisa tertuang pada gambar.Pembuatan Begisting. Dan bertugas sebagai menghitung perhitungan MC. TUKANG COR Tugas dan Kewajiban . keakuratan dan ketertiban administrasi keuangan perusahaan. Membuat Uji Mix Beton di laboratorium Bahan bangunan .Mengurus segala termyn pekerjaan untuk penagihan  Mengelola dan mengatur penggajian dan kemudia akan memastikan keakuratan. waktu dan efisiensi distribusi penggajian karyawan .  bertugas untuk menerima barang yang datang dan sudah di validated oleh adminstrasi return lalu di kirimkan lagi ke suplier untuk di return dan di kembalikan Wewenang dan Tanggung Jawab  Pengadaan material sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan spesifikasi teknik atau yang disetujui pengawas lapangan. dan pembayaran ke supplier dengan tepat waktu dan akurat untuk memastikan ketepatan waktu dan keakuratan penerimaan maupun pembayaran.

Pembuatan Begisting. Mencatat semua kegiatan Pekerjaan Khususnya Beton Bertulang . Memilih bahan bangunan yang akan digunakan . Dan Cor Beton agar pekerjaan dilaksanakan dengan baik dan sesuai aturan . Mengetes hasil beton yang telah dilaksanakan agar mutu beton sesuai dengan mutu beton yang digunakan . Berkodinasi kepada Pelaksana Lapangan pada semua kegiatan . Membina Tukang dan Pekerja Pada : Pembesian ..

SOSIALISASI DIREKSI KEET GAMBAR PELAKSANAAN A.Sd 2 Tidak C ADDENDUM Tidak C TAHAP –TAHAP URUTAN MENYELESAIKAN PEKERJAAN UTAMA I PEKERJAAN PENGUKURAN MC.Sp 4 A.Sd 1 A.0 . BAR CHAT BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI A PEKERJAAN PERSIAPAN SOSIALISASI FOTO 0% PENGUKURAN KANTOR LAPANGAN A.Sp 2 A. 0 ALBUM FOTO A.Sp 1 A.Sd 4 Ya Tidak C MC.Sp 3 Tidak Tidak Tidak Tidak C C C C Ya Ya BA.Sd 3 A.

URGAN KEMBALI Tidak C Ya SELESAI SELESAI PEK. PEK.PASANGAN BATU KALI SALURAN PEK.BRONJONG + BETON PLAT LANTAI PEK. ACIAN PEK.TALUD DAN LANTAI PEK.TIMBUNAN TANAH PEK.UTAMA .LANTAI KERJA.PEMBERSIHAN LOKASI MOBILISASI ALAT DAN TENAGA PEKERJAAN BOUWPLANK/PROFIL GALIAN TANAH BERBATU DAN TRUCUK BAMBU PEK. PEK.ACIAN PEK. PLESTERAN PEK.PLESTERAN PEK. BATU KALI PONDASI.MERCU .PONDASI FOOTPLAT DAN BALOK PENGUAT PEK.GALIAN TANAH BIAASA PEK.

D FINISHING D. Sd 7 MASA PEMELIHARAAN Tidak C D. Sd 5 PEMERIKSAAN PENYERAHAN I Tidak C D. Sp 8 Ya D. Sp 6 Ya D. Sp 2 D. Sp 7 Ya D. Sd 3 D. Sd 6 PENYERAHAN I Tidak C D. Sd 9 PENYERAHAN II SELESAI . Sd 1 D. Sp 1 D. Sd 8 PEMERIKSAAN PENYERAHAN II Tidak C D. Sp 5 D. Sd 4 MC. Sp 3 D. Sp 9 Ya D. Sd 2 D. 100% ADDENDUM AS BUILT DRAWING FOTO 100% Tidak Tidak Tidak Tidak C C C C Ya Ya Ya Ya D. Sp 4 D.

= Minggu Ke. GALIAN TANAH BERBATU Setelah Pekerjaan Kisdam Selesai kami akan lanjutkan ke pekerjaan Galian Tanah Berbatu. maka harus di gali keluar sedang berlubang – lubang diisi kembali dengan pasir . Sebelum pelaksanaan pekerjaan di mulai.001 x 255.Senso .26 OH C. sebelumnya harus diberi tanda berupa patok dan di beri peil galian sesuai dengan kedalaman rencana.  Pada Lokasi yang akan dilakukan pengalian.009 OH Tukang Tebas = 0.30 m2 Tarjet Perhari = 36.47 m2/Mingggu a. Untuk daerah dengan kedalaman tertentu .001 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.77 OH Mandor = 0.  Dimensi dan elevasi galian sebagaimana gambar rencana dan petunjuk Direksi  Dasar semua galian harus waterpass.Sabit .003 OH Mandor = 0. singkup dll. . garpu. Kontraktor membersihkan lapangan/Lokasi pembangunan dari hal-hal yang dapat merusak pelaksanaan pembangunan .30 = 2.003 x 255. Tinggi bouwplank sama dengan titik nol atau apabila dikehendaki lain harus dibicarakan dan mendapat persetujuan dengan Direksi. Memasang Papan Bouwplank Pemasangan patok dan papan bouwplank boleh menggunakan kayu/papan kls.30 = 0.Cangkul . Galian tanah biasa Pekerjaan pada paket ini dilakukan untuk pekerjaan perataan dan perapihan.Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akar-akarnya sehingga tidak merusak struktur tanah.  Pengerjaan tanah galian ini dikerjakan dengan cara manual/tenaga manusia dengan peralatan bantu yang sesuai seperti cangkul.30 = 0. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.47 m2/hari Tarjet Perminggu = 36. Pembersihan dan striping/korsekan Pembersihan dan striping/korsekan = 255.009 x 255.30 OH Tukang Tebas = 0. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar – akar tanaman atau bagian – bagian gembur .01 b.disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpass. PEKERJAAN PERSIAPAN 1. Hal ini untuk menghindari longsoran dimana tanah galian tidak masuk kembali.  Selama proses penggalian . METODE PEKERJAAN UTAMA URAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN UTAMA PEKERJAAN DAM PARIT Pekerjaan Pembersihan Lokasi Sebagai langkah awal peleksanaan pekerjaan.III yang diketam rata pada sisi kerjanya.Gergaji 2. harus memperhatikan dan mempelajari bagian pekerjaan bagian pekerjaan sesuai dengan gambar rencana dan kondisi lapagan . Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m2 Pekerja = 0. dibuat patok dengan warna tertentu pula. Setelah pemasangan bouwplank harus dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan selanjutnya dilaksanakan.harus memperhatikan keselamatan pekerja yang ada di dalam galian dan harus memastikan tersedia orang yang membuang tumpukan tanah dipinggir galian supaya tanah tidak bertumpuk.  Runtuhan tanah cukup besar maka dibuat galian sisi miring dan lebar galian dibuat lebih besar ukuran dimensi tapak. Kebutuhan Peralatan .

10 cm = 1. Memasang Trucuk Bambu dia 8-10 cm.Palu Besar .Ember .Garpu 3.00 = 0. Galian Tanah Berbatu Galian Tanah Berbatu = 117. PEKERJAAN TRUCUK BAMBU  Membuat Buku Ijin Pasang dan reguest Pekerjaan sebelum melaksanakan pekerjaan ini untuk mendapatkan persetujuan direksi.20 = 5. tiap 1 m' = 96.20 m3 Tarjet Perhari = 5.01 Sampai Mingu Ke.PEKERJAAN DAM PARIT 1.Benang  Tentukan tempat kedudukan tiang-tiang cerucuk yang akan dipancang dan diberi tanda dengan menggunakan patok- patok .20 = 158.005 OH Mandor = 0. Kebutuhan Peralatan .92 kg d.48 OH Mandor = 0.27 OH C. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Tukang Gali = 1.58 m3/hari Tarjet Perminggu = 16. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 21 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.  Semua pekerjaan Trucuk harus dikerjakan menurut profil – profil dan ukuran seperti yang tercantum dalam gambar rencana 1.Pahat .74 m3/Mingggu a.00 = 0. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.10 OH c.030 x 96.150 x 96.030 OH Tukang Batu = 0.010 x 96.04 b.96 OH Kepala Tukang = 0.010 OH Kepala Tukang = 0.Cangkul .Gergaji Kayu .02 b. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m' Pekerja = 0.00 = 1.150 m' Laburan Meni / Teer = 0. = Minggu Ke.34 OH Mandor = 0.045 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Tukang Gali = 1.001 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.71 btg/Mingggu a.00 = 0.001 x 96.00 = 110.00 = 2. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m' Kayu / Bambu dia 8 .71 btg/hari Tarjet Perminggu = 13.88 OH Tukang Batu = 0.10 cm = 1.351 OH Mandor = 0. Kebutuhan Peralatan .40 m' Laburan Meni / Teer = 0.00 btg Tarjet Perhari = 13. tiap 1 m' Memasang Trucuk Bambu dia 8-10 cm.020 x 96.045 x 117.351 x 117. = Minggu Ke.020 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Kayu / Bambu dia 8 .Linggis .Palu Besar .005 x 96.

Ember .04 m3/hari Tarjet Perminggu = 0.020 OH Mandor = 0.000 kg Pasir Beton (PB) = 0.TENAG A.26 m3 Tarjet Perhari = 0.26 = 59.Vibrator .Sekop . Beton Lantai Kerja Beton Lantai Kerja = 0.020 x 0.31 OH Tukang Batu = 0.000 x 0.060 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 1.26 = 0.26 = 0.80 kg Pasir Beton (PB) = 0.638 m3 Agregat 10-20 = 0.20 m3 d. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke. Kebutuhan Peralatan .02 b. Bersihkan tanah dasar yang dapat mengganggu pelaksanaan  Runcingkan bagian ujung bawah cerucuk bambu agar mudah nenembus ke dalam tanah.Molen Beton .200 x 0.02 OH c.761 m3 Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Portland Cement (PC) = 230.WAKTU MENYELESAIAKAN PEKERJAAN PONDASI FOOT PLAT 1.26 = 0.17 m3 Agregat 10-20 = 0.200 OH Kepala Tukang = 0.04 m3/Mingggu a.Cangkul .  Pasang perancah sedemikian rupa sehingga orang dapat dengan mudah memukul kepala tiang pada ketinggian tertentu  Ratakan bagian ujung tiang yang akan dipukul dan beri topi tiang  Runcingkan bagian ujung bawah cenrcuk bambu kayu agar mudah rnenembus ke dalam tanah  Ratakan bagian ujung tiang yang akan dipukul dan beri topi tiang  Tegakkan tiang cerurcuk bambu dan masukkan sedikit ke dalarn tanah agar dapat dipukul dcngan stabil dan tetap tegak lurus 4.26 = 0.26 = 0. = Minggu Ke.01 OH Mandor = 0. METODE PEKERJAAN BETON PEKERJAAN BETON PONDASI FOOTPLAT DAN BALOK PENGUAT 25/25 PENGUNAAN BAHAN.Takaran Pasir .060 x 0.05 OH Kepala Tukang = 0.26 = 0.200 x 0.761 x 0.200 OH Tukang Batu = 0.638 x 0. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Portland Cement (PC) = 230. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 1.

Catut .43 kg d.000 x 2.03 OH Mandor = 0.205 x 2.70 = 0.050 kg Kawat Beton = 0. f’c = 16.02 b.53 kg/Mingggu a.050 x 227.53 = 1849.015 x 227.00015 OH Mandor = 0.53 = 890.000 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Portland Cement (PC) = 352. Membuat Pondasi Foot Plat Mutu. 2.00300 x 227.000 kg Agregat 10-20 = 1031.05 OH Mandor = 0.02 b.53 = 0. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Portland Cement (PC) = 352.060 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 1.000 x 2.00015 x 227.000 kg Pasir Beton (PB) = 731.Molen Beton Pembesian Pembesian = 227.03 OH c. f’c = 16.70 = 3.53 = 0.020 OH Mandor = 0. = Minggu Ke.015 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Besi Beton = 1.Gergaji Besi .70 = 0.320 OH Tukang Batu = 0. Kebutuhan Peralatan . Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/kg Pekerja = 0. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/kg Besi Beton = 1.020 x 2. Sekop . Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 1. Cangkul .15 OH c.53 = 3.53 kg/hari Tarjet Perminggu = 32.00015 x 227.00150 x 227.34 OH Tukang Batu = 0.43 kg Agregat 10-20 = 1031.060 x 2.53 m3 Tarjet Perhari = 0.42 kg d. Ember .Takaran Pasir .34 OH Kepala Tukang = 0.53 = 0.Bar Bender .09 kg Kawat Beton = 0.00300 OH Tukang Batu = 0. = Minggu Ke.52 OH Kepala Tukang = 0.53 = 2608.70 = 0.9 MPa (K200) Membuat Pondasi Foot Plat Mutu.000 x 2. Kebutuhan Peralatan .56 kg Pasir Beton (PB) = 731.00150 OH Kepala Tukang = 0.70 = 0.Palu .68 OH Tukang Batu = 0. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.36 m3/Mingggu a.00015 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.36 m3/hari Tarjet Perminggu = 0.Vibrator .205 OH Kepala Tukang = 0.70 = 239.70 kg Tarjet Perhari = 32.9 MPa (K200) = 2.320 x 2.

38 = 0.320 x 7.060 x 7.500 x 3. Palu .Benang .45 = 0.Takaran Pasir .000 kg Pasir Beton (PB) = 731.44 OH c.200 OH Tukang Batu = 0. f’c = 16.38 = 7608.320 OH Tukang Batu = 0.350 Lbr Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Kayu Kaso 5/7 cm kelas II = 0.Ember . Ember .200 x 3.49 m2/hari Tarjet Perminggu = 0.38 = 1.86 kg Minyak Begisting = 0.07 btg Paku = 0.78 kg d.03 OH c.69 OH Tukang Batu = 0.49 m2/Mingggu a. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke. Kebutuhan Peralatan .76 kg Pasir Beton (PB) = 731. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m2 Pekerja = 0. 02 b.38 = 2597.000 x 7.38 = 0.020 OH Mandor = 0.050 x 3. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 1.51 OH Kepala Tukang = 0.200 x 3.15 OH Mandor = 0.45 = 1. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m2 Kayu Kaso 5/7 cm kelas II = 0. f’c = 16.78 kg Agregat 10-20 = 1031.020 btg Paku = 0.45 = 0.45 = 0.000 kg Agregat 10-20 = 1031.Sekop .05 m3/hari Tarjet Perminggu = 1.500 OH Kepala Tukang = 0. = Minggu Ke.9 MPa (K200) Membuat Balok Beton Penguat 25/25 Mutu.205 x 7.73 OH Kepala Tukang = 0. Gergaji Kayu . Kebutuhan Peralatan . = Minggu Ke.02 b.TENAGA.38 = 5394.Cangkul .Palu PENGUNAAN BAHAN.205 OH Kepala Tukang = 0.17 OH Mandor = 0.010 x 3.020 x 3.050 OH Mandor = 0.Ember .45 = 0. Bekesting Bekesting = 3.45 = 1.250 kg Minyak Begisting = 0.21 Lbr d.000 x 7.Molen Beton .45 m2 Tarjet Perhari = 0. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Portland Cement (PC) = 352.250 x 3.010 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.69 Liter Multiflex 12 mm atau 18 mm = 0.45 = 0. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.38 m3 Tarjet Perhari = 1.020 x 7.Vibrator .05 m3/Mingggu a.350 x 3.45 = 0.74 OH Tukang Batu = 0. Membuat Balok Beton Penguat 25/25 Mutu.9 MP = 7.060 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 1.000 x 7.WAKTU MENYELESAIAKAN PEKERJAAN BALOK PENGUAT 25/25 3.200 Liter Multiflex 12 mm atau 18 mm = 0.000 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Portland Cement (PC) = 352.38 = 9.

85 kg Tarjet Perhari = 111.050 x 779.010 x 14.85 = 1. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/kg Pekerja = 0. Kebutuhan Peralatan . = Minggu Ke.00300 OH Tukang Batu = 0.015 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Besi Beton = 1.050 x 14.015 x 779.020 x 14.17 OH Kepala Tukang = 0.75 = 0. Gergaji Kayu . Palu .02 b.85 = 818.00015 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.41 kg/Mingggu a. Gergaji Besi .00150 x 779. Kebutuhan Peralatan .200 Liter Multiflex 12 mm atau 18 mm = 0.11 m2/Mingggu a.11 m2/hari Tarjet Perminggu = 2.010 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.41 kg/hari Tarjet Perminggu = 111.38 OH Kepala Tukang = 0.85 = 0. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.15 OH c.Palu .70 kg d.500 OH Kepala Tukang = 0. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m2 Pekerja = 0.500 x 14.75 = 0.00015 x 779. = Minggu Ke. Ember .Benang . Palu .75 = 2.200 OH Tukang Batu = 0.00150 OH Kepala Tukang = 0.95 OH Tukang Batu = 0.85 = 2. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m2 Kayu Kaso 5/7 cm kelas II = 0.12 OH c.00015 x 779.34 OH Tukang Batu = 0.95 Liter Multiflex 12 mm atau 18 mm = 0.16 Lbr d.Bar Bender .250 kg Minyak Begisting = 0.350 Lbr Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Kayu Kaso 5/7 cm kelas II = 0.050 kg Kawat Beton = 0.350 x 14.69 kg Minyak Begisting = 0.30 btg Paku = 0.00015 OH Mandor = 0.75 = 5.050 OH Mandor = 0.75 = 7.75 = 0.00300 x 779.75 = 3.020 btg Paku = 0.Embe r . Pembesian Pembesian = 779. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/kg Besi Beton = 1.85 = 11.84 kg Kawat Beton = 0.250 x 14.200 x 14.02 b.75 m2 Tarjet Perhari = 2.74 OH Mandor = 0. Catut Bekesting Bekesting = 14.200 x 14.85 = 0.12 OH Mandor = 0.75 = 2.

tepat pada ukuran posisi pembengkokan sesuai dengan gambar dan tidak menyimpang dari Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971. perhitungan perancah. Pemasangan dengan menggunakan pelindung beton (beton decking) sesuai dengan gambar.  Perancah termasuk segala jenis unsur‑ unsurnya seperti pengaku.  Tulangan yang telah terpasang tetapi belum. dengan menggunakan alat-alat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cacat . Apabila hal tersebut tidak tercantum didalam gambar atau dalam spesifikasi ini. serta beban‑ beban kejut dan getaran . maka pada setiap ujung tulangan harus ditekuk ke arah dalam balok hingga 115º  Pembengkokan besi beton harus dilakukan secara hati‑hati dan teliti. dicor harus dilindungi sepenuhnya terhadap korosi.  Brancing‑brancing harus dipasang untuk menghindari pergerakan horizontal transversal maupun longitudinal yang terjadi. Semua tulangan harus diikat dengan baik dengan kawat beton  Pemotongan atau ketentuan penempatan sambungan harus disesuaikan dengan gambar atau ditempat yang ditentukan dan disetujui oleh Pengawas. PEKERJAAN PEMBESIAN Adapun Langkah sebagai berikut :  Agar diperoleh efek angkur yang maksimum dari besi tulangan.  Apabila tulangan selesai dipasang. Pemborong harus membuat rencana kerja pemotongan dan pembengkokan. baik yang sementara maupun yang permanen. sesuai pengarahan yang diberikan oleh Pengawas. maka dapat digunakan Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 sesuai tabel. baja tulangan (bar cutter dan bar bending schedulle).  Deflekasi (lendutan) yang diijinkan terjadi adalah 1/900 bentang dan balok kantilever. retak‑ retak dan sebagainya. baik selama pemasangan tulangan maupun pengecorannya. elevasi dari acuan maupun perancah harus diajukan olch pemborong untuk disetujui oleh Pengawas. Pemborong tidak diperkenankan melakukan pengecoran sebelum tulangan yang terpasang diperiksa dan disetujui oleh Pengawas. juga termasuk pondasi abutmen sementara yang diperlukan untuk memikul acuan tanpa menimbulkan settlement. tidak boleh diubah tanpa persetujuan dari Pengawas. untuk menyangga berat maupun tekanan dari beton dalam keadaan basah dan peralatan yang mungkin ada diatasnya. B . patah. . ADAPUN PROSUDER KERJA SEBAGAI BERIKUT : b.PEKERJAAN BEGISTING Adapun Langkah sebagai berikut  Acuan.  Pengunaan Bahan Pekerjaan Pembesian/ kg :  Besi Beton ( Polos / Ulir ) : 1.  Pemasangan dan penyetelan berdasarkan peil‑ peil sesuai dengan gambar dan sudah diperhitungkan terhadap toleransi penurunannya.  Acuan yang dipakai harus bersih dari segala macam kotoran.050 kg  Kawat Beton : 0.0015 kg  Pengunaan Peralatan  Mesin Potong Besi  Gergaji Besi  Meteran  Linggis Pembelokan  Linggis Pembengkokan itu dilakukan tenaga yang ahli. pernbengkokan dan toleransi pembengkokan baru sesuai dengan peraturan beton Bertulang Indonesia 1971.  Pembengkokan besi beton harus dilakukan secara hati‑hati dan teliti. yang sebelumnya harus diserahkan kepada Pengawas untuk disetujui. Acuan yang dibuat harus dapat dipertahankan bentuknya. penambahan maupun pembongkarannya. apabila akan digunakan kembali acuan harus bersih. dimaksudkan untuk membentuk struktur‑ sturktur beton dengan segala detailnya. Kesemuanya ini harus direncanakan dengan metoda ereksi dan pembongkaran yang sederhana sehingga memudahkan pemasangan.  Semua pemotongan. lendutan yang dlijinkan adalah 1/300 bentang. balok pengikat dan tiang. tepat pada ukuran posisi pembengkokan sesuai dengan gambar dan tidak menyimpang dari Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971.  Sebelum penyetelan dan pemasangan dimulai. harus melaporkannya kepada Pengawas untuk diperiksa dan disetujui. acuan yang sudah rusak dan tidak lurus lagi tidak diperkenankan dipakai kembali.  Gambar‑gambar yang menunjukan detail dari acuan maupun perancah.  Baik acuan maupun perancah harus dilaksanakan.

1 PC : 4 PP (mercu) 94.  Apabila tiang ternyata perlu disambung. PASANGAN BATU KALI PONDASI .  Acuan dapat dilepaskan dari beton apabila pembongkarannya dapat dipastikan tidak mengakibatkan kerusakan beton.200  Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dan tidak dibenarkan menuangkan adukan dengan nenjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan mengakibatkan pengendapan aggregat. pengaku dan penumpu harus dipasang sedemikian rupa sehingga dapat dipertahankan kelurusannya dan kekuatannya selama pengecoran maupun pemadatan beton dilakukan. pemasangan bracing harus diatur sesuai dengan lokasi penyambungan tersebut.  Metode pemeliharaan beton harus diajukan untuk disetujui. PEKERJAAN PASANGAN BATU MORTAR 1PC .  Pada pengecoran lanjutan (sambungan antar beton lama dan beton baru). termasuk pengaturan selimut betonnya.1 PC : 4PP ( Talud ) 117. kemudian disiram dengan air semen. baik horizontal maupun vertikal. maka permukaan beton lama terlebih dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan dengan menyikat sampai aggregat kasar tampak. Apabi!a temyata ada bagian perancah atau acuan yang berubah posisi.PEKERJAAN BETON K. metoda pemeliharaan beton. Selain menggunakan air.97 m3 .  Pengaku. Acuan harus diperbaiki apabila ternyata perancah mengalami settlement.04 m3 5 Pasangan Pondasi Batu Kosong 54. BATU KALI 1 Pasangan Batu Kali. dan acuan tersebut sudah mudah dilepaskan dari beton. perancah maupun acuan tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum pengecoran dilaksanakan. Lokasi dari Construction joint ini harus disetujui oleh Pengawas. C .TALUD DAN PASANGAN BATU KALI LANTAI Setelah galian tanah sudah siap kami akan lanjutkan dengan pekerjaan Pas. 1 PC : 4 PP (pondasi) 47. 4PSR PASANGAN BATU KALI MERCU.Batu Mortar 1Pc : 4Psr II PEKERJAAN PAS.  Kaso‑kaso.  Semua permukaan beton yang terbuka harus dijaga tetap basah. 1 PC : 4 PP (lantai) 40. kekuatan beton type dari struktur dan beban rencana. Barcing lateral harus dari dua arah dan bracing diagonal baru dua sisi.  Waktu untuk melepas acuan dan perancah tergantung dari cuaca.00 m3 4 Pasangan Batu Kali.69 m3 2 Pasangan Batu Kali.  Seluruh perancah dan acuan harus diperiksa kembali pada saat pengecoran beton akan dimulai.  Pengecoran dilakukan secara terus menerus. semua unsur yang harus berada di dalam beton tersebut sudah ditempatkan secara benar.  Semua tiang perancah harus dipasang dengan pengaku vertikal horizontal maupun diagonal. acuan serta perancah yang dibuat harus dipersiapkan terhadap kemungkinan settlement dari perancah tersebut. Adukan yang tidak dicor dalam waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan beton dan juga adukan yang tumpah dalam pengangkutan tidak diperkenankan untuk dipakai lagi. apabila diperlukan pemeliharaan beton dapat dilakukan dengan campuran kimia untuk pemeliharaan beton.  Beton tidak diperkenankan dicor dalam keadaan hujan.42 m3 3 Pasangan Batu Kali. Campuran kimia ini harus benar‑ benar telah dibersihkan pada saat pekerjaan finishing dimulai.  Sebelum pekerjaan pengecoran beton dilaksanakan. menyediakan pelindung atau metoda lain pada saat hujan. 5. selama 24 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut ataupun dengan menutupi dengan karung goni basah.

Takaran Pasir . Sekop .47 kg d. Kebutuhan Peralatan .Molen Beton . 1 Pasangan Batu Kali.69 m3 Tarjet Perhari = 1.Takaran Pasir .090 OH Mandor = 0. 1 PC : 4 PP (pondasi) Pasangan Batu Kali.000 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Batu Belah = 1.42 m3 Tarjet Perhari = 6.000 x 47.98 OH Kepala Tukang = 0.03 Sampai Minggu Ke.69 = 7773.Ember .135 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 2. 1 PC : 4 PP (mercu) Pasangan Batu Kali.23 m3 Pasir Pasang = 0.29 OH Mandor = 0.090 x 94. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 14 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.520 m3 Portland Cement = 163.703 x 47.200 m3 Pasir Pasang = 0.69 = 6.135 x 94.200 x 94.200 m3 Pasir Pasang = 0.900 x 47.Profil Pasangan .69 = 57.135 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 2.900 OH Kepala Tukang = 0. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 2.090 OH Mandor = 0.000 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Batu Belah = 1.03 Sampai Minggu Ke.000 x 94.200 x 47. Cangkul .703 x 94.42 = 49. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Batu Belah = 1. = Minggu Ke.Profil Pasan gan .900 x 94.42 = 255.22 OH Tukang Batu = 0.42 = 12.49 m3/Mingggu a.74 m3/hari Tarjet Perminggu = 13. Cangkul . Sekop .91 OH Tukang Batu = 0.75 OH c.50 OH Mandor = 0.703 OH Tukang Batu = 0.70 m3/hari Tarjet Perminggu = 6.69 = 128. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 2. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 28 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.81 m3/Mingggu a.520 m3 Portland Cement = 163.42 = 84.10 m3 Portland Cement = 163.135 x 47. Kebutuhan Peralatan .42 = 8. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Batu Belah = 1.92 OH Kepala Tukang = 0.04 b.703 OH Tukang Batu = 0.42 = 15390. Ember .69 = 42.900 OH Kepala Tukang = 0.69 = 4.520 x 94. 1 PC : 4 PP (mercu) = 94.520 x 47.44 OH c.46 kg d.30 m3 Pasir Pasang = 0. 1 PC : 4 PP (pondasi) = 47.Molen Beton 2.69 = 24. = Minggu Ke.090 x 47.80 m3 Portland Cement = 163. Pasangan Batu Kali.42 = 113.06 b.

900 x 31.00 OH Kepala Tukang = 0.00 = 48.00 m3 Tarjet Perhari = 1. = Minggu Ke.900 OH Kepala Tukang = 0.135 x 31.70 m3 Tarjet Perhari = 1.Takaran Pasir . = Minggu Ke. Ember .85 OH Mandor = 0. Pasangan Batu Kali.70 = 38.00 m3 Pasir Pasang = 0. Cangkul .703 OH Tukang Batu = 0.51 m3/hari Tarjet Perminggu = 4.200 x 31.70 = 28.Takaran Pasir .00 = 5.06 b. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Batu Belah = 1.703 x 40.80 m3 Portland Cement = 163.00 = 36. Cangkul .090 x 31.04 Sampai Minggu Ke.900 x 40.48 m3 Portland Cement = 163.04 m3 Pasir Pasang = 0. Ember .000 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Batu Belah = 1.000 x 40.12 OH Tukang Batu = 0.06 b.Profil Pasan gan .090 OH Mandor = 0.135 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 2.200 m3 Pasir Pasang = 0. Sekop .000 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Batu Belah = 1.70 = 4.3.40 OH c.135 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 2.71 m3/Mingggu a.60 OH Mandor = 0. Pasangan Batu Kali. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 21 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke. Kebutuhan Peralatan .10 kg d. 1 PC : 4 PP (lantai) = 40.70 = 5167.000 x 31. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 2.00 = 108.53 m3/Mingggu a.70 = 16.Profil Pasangan .200 x 40.Molen Beton .53 OH Kepala Tukang = 0.69 OH Tukang Batu = 0.520 x 31. Kebutuhan Peralatan .703 x 31.1 PC : 4PP ( Talud ) Pasangan Batu Kali.520 x 40.520 m3 Portland Cement = 163.90 m3/hari Tarjet Perminggu = 5.70 = 2. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 21 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.520 m3 Portland Cement = 163.200 m3 Pasir Pasang = 0.00 = 20.1 PC : 4PP ( Talud ) = 31.00 = 3. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 2.900 OH Kepala Tukang = 0.70 = 85.135 x 40.00 = 6520.703 OH Tukang Batu = 0.Molen Beton 3. 1 PC : 4 PP (lantai) Pasangan Batu Kali.090 x 40.04 Sampai Minggu Ke.28 OH c. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Batu Belah = 1.00 kg d.090 OH Mandor = 0. Sekop .

 Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan  Melakukan peninjauan lapangan bersama-sama direksi apakah lokasi pekerjaan sudah me memenuhi syarat untuk dilaksanakan pekerjaan tersebut.390 OH Kepala Tukang = 0.97 m3 Tarjet Perhari = 7. Kebutuhan Peralatan .039 x 54. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.Sekop .390 x 54.97 = 2.Takaran Pasir . serta naik secara bersama – sama dengan pasangan bagian dalam agar batu pengikat dapat terpasang dengan baik. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 0. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Batu Belah 15cm / 20 cm = 1.88 OH Tukang Batu = 0.Ember .5 m untuk menghindari keruntuhan  Weep Hole PVC Ø 2” akan kami pasang 1 ( satu ) buah setiap 1m2/sesuai gambar pelaksanaan dan bagian belakang diberi filter dari ijuk dan kerikil  Untuk permukaan bagian luar Pasangan Batu (yang kelihatan) akan kami pasang dengan rata serta bersih dari ceceran adukan.  Bahan material yang digunakan batu belah yang sudah dicuci/dibersihkan .780 x 54.  Matrial tersebut dicampur dengan mengunakan concerte mixer dan diberi air bersih dengan alatn water tank truck.Palu Besar .  Sebelum pemasangan harus dibuatkan profil terlebih dahulu untuk memudahkan pemasangan sesuai dengan gambar.14 OH c.85 m3/hari Tarjet Perminggu = 7.  Ketinggian pasangan batu kearah atas.  Komposisi campuran pasir. = Minggu Ke.Profil Pasangan .039 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0. .200 x 54.432 x 54.97 = 65. kami akan menyatukan batu belah yang dipasang.85 m3/Mingggu a.Cangkul .  Bahan material untuk pembuatan mortar adalah pasir dan semen. dengan tebal adukan tidak kurang dari 10 mm.432 m3 Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Batu Belah 15cm / 20 cm = 1.  Menyerahkan hasil pengujian material (mix design) mortar yang akan digunakan dan harus sesuai Spesifikasi Teknik yang disyaratkan.44 OH Kepala Tukang = 0. selanjutnya antara batu dengan batu dipasang mortar sebagai perekat dengan campuran yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis.200 m3 Pasir Urug = 0. 4. pasir pasang dan semen.97 = 21.97 = 23.96 m3 Pasir Urug = 0.780 OH Tukang Batu = 0. Pasangan Pondasi Batu Kosong Pasangan Pondasi Batu Kosong = 54.  Pencampuran mortar menggunakan Beton Molen  Dalam pencampuran setelah air dimasukan tidak boleh lebih dari 2 menit  Mortar digunakan kurang dari 30 menit  Batu diletakan dengan hati–hati.039 OH Mandor = 0.039 x 54. untuk setiap tahap akan kami pasang maksimum 1. dilanjutkan memasang ke arah atas secara bertahap.  Untuk permukaan bagian luar Pasangan Batu (yang kelihatan) akan kami pasang dengan rata serta bersih dari ceceran adukan.  Didalam pengerjaan pasangan batu.  Setelah ketinggian pasangan batu sampai ketinggian aman dari genangan air apabila terjadi hujan.  Pekerjaan Pasangan Batu akan kami pergunakan matrial yang memenuhi syarat spefikasi teknis. paling sedikit satu batu pengikat setiap meter persegi.14 OH Mandor = 0.97 = 42.03 b.75 m3 d. Prosedur pekerjaan :  Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui. semen dan air sesuai dengan spesifikasi teknik.97 = 2.

Ember .000 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Portland Cement (PC) = 352.Vibrator .9 MPa (K200) Membuat Lantai Beton Bertulang (t. f’c = 16. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Portland Cement (PC) = 352. Pemasangan pipa Pemasangan pipa dipasang dengan teliti menurut arah ketinggian yang ditentukan pada petunjuk gambar . semua sambungan diisi padat dengan adukan pada waktu pekerjaan berlangsung.10 cm) Mutu.000 kg Pasir Beton (PB) = 731.20 = 3.000 x 15.000 x 15. Pada ketingiian pemasangan batu belah pada minimal ketinggian 1.20 = 11111.30 OH Mandor = 0. 6. sambungan yang kelihatan harus disiar rata dan halus dengan adukan 1 PC : 2 Pasir.20 = 0. Pipa bagian dalam harus bersih dan bebas dari kotoran.17 m3/hari Tarjet Perminggu = 2. Kebutuhan Peralatan . Sekop . Membuat Lantai Beton Bertulang (t.20 kg Agregat 10-20 = 1031.  Untuk penyelesaian sambungan kecuali jika ditentukan lain.320 OH Tukang Batu = 0.060 x 15.000 kg Agregat 10-20 = 1031.40 kg Pasir Beton (PB) = 731. Tebal adukan tidak lebih dari 50 mm.205 OH Kepala Tukang = 0.TENAGA.06 OH Tukang Batu = 0. PEKERJAAN BETON PLAT LANTAI PENGUNAAN BAHAN. = Minggu Ke. Cangkul .9 = 15.060 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 1.20 = 15671.Bagian dalam pipa harus diratakan sehingga muka dalam pipa menjadi rata.20 = 5350.20 kg d.000 x 15. Selanjutnya sambungan yang tidak kelihatan harus diisi rata dengan adukan  Setiap batu harus diberi alas adukan.20 = 20.02 b.5 m di perlukanya Pemasangan pipa PVC 2” sebagai pembuang air tanah .17 m3/Mingggu a. dengan menjaga supaya dijamin adanya keseragaman warna. Bagian dalam dari setiap sambungan pipa harus diratakan sehingga muka dalam pipa menjadi rata.91 OH c.20 m3 Tarjet Perhari = 2.020 x 15.10 cm) Mutu. pada waktu pekerjaan sedang berlangsung.20 = 0. serta tidak boleh ada batu yang berimpit satu sama lain.Molen Beton . Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 1.Takaran Pasir .205 x 15.12 OH Kepala Tukang = 0.020 OH Mandor = 0. Pipa yang digunakan bersih dan bebas dari jatuhan adukan. f’c = 16.WAKTU MENYELESAIAKAN PEKERJAAN LANTAI BETON 3.320 x 15.

81 = 0.010 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.91 OH Kepala Tukang = 0.Bar Bender .Catut Bekesting Bekesting = 3.020 btg Paku = 0.200 Liter Multiflex 12 mm atau 18 mm = 0.33 Lbr d.200 OH Tukang Batu = 0.81 = 0.76 OH Tukang Batu = 0. Kebutuhan Peralatan .81 = 0.81 m2 Tarjet Perhari = 0.54 m2/Mingggu a.350 x 3.08 btg Paku = 0.08 = 983.14 OH c.200 x 3.250 kg Minyak Begisting = 0.81 = 1.76 Liter Multiflex 12 mm atau 18 mm = 0.Gergaji Besi .08 = 0.08 = 14. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.81 = 0.00300 OH Tukang Batu = 0.250 x 3.87 kg/hari Tarjet Perminggu = 133.015 x 937.00015 OH Mandor = 0.200 x 3.93 kg Kawat Beton = 0.050 kg Kawat Beton = 0. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/kg Pekerja = 0.81 = 0.08 = 1.Palu .54 m2/hari Tarjet Perminggu = 0.14 OH Mandor = 0.Palu ADAPUN PROSUDER KERJA SEBAGAI BERIKUT : PEKERJAAN PEMBESIAN Adapun Langkah sebagai berikut : .81 = 0.81 = 1.Ember .350 Lbr Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Kayu Kaso 5/7 cm kelas II = 0. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m2 Kayu Kaso 5/7 cm kelas II = 0.04 OH c.41 OH Kepala Tukang = 0.050 x 3.00150 x 937.Gergaji Kayu .010 x 3.02 b.050 x 937. Kebutuhan Peralatan .00015 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.015 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Besi Beton = 1. Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke. = Minggu Ke.95 kg Minyak Begisting = 0.00015 x 937.Palu .00150 OH Kepala Tukang = 0. Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m2 Pekerja = 0.81 OH Tukang Batu = 0. Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/kg Besi Beton = 1.08 = 0.020 x 3.500 x 3.00300 x 937. = Minggu Ke.500 OH Kepala Tukang = 0.08 kg Tarjet Perhari = 133.06 kg d.19 OH Mandor = 0.Benang .08 = 2.02 b.Emb er .87 kg/Mingggu a. Pembesian Pembesian = 937.050 OH Mandor = 0.00015 x 937.

perhitungan perancah. Acuan harus diperbaiki apabila ternyata perancah mengalami settlement.  Kaso‑kaso.  Apabila tulangan selesai dipasang. maka dapat digunakan Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 sesuai tabel. Barcing lateral harus dari dua arah dan bracing diagonal baru dua sisi. . Apabila hal tersebut tidak tercantum didalam gambar atau dalam spesifikasi ini. patah.  Semua tiang perancah harus dipasang dengan pengaku vertikal horizontal maupun diagonal.  Perancah termasuk segala jenis unsur‑ unsurnya seperti pengaku. retak‑ retak dan sebagainya.  Semua pemotongan. baik yang sementara maupun yang permanen.  Pengunaan Bahan Pekerjaan Pembesian/ kg :  Besi Beton ( Polos / Ulir ) : 1. dicor harus dilindungi sepenuhnya terhadap korosi. pengaku dan penumpu harus dipasang sedemikian rupa sehingga dapat dipertahankan kelurusannya dan kekuatannya selama pengecoran maupun pemadatan beton dilakukan. apabila akan digunakan kembali acuan harus bersih.050 kg  Kawat Beton : 0.  Tulangan yang telah terpasang tetapi belum. Pemasangan dengan menggunakan pelindung beton (beton decking) sesuai dengan gambar.  Pemasangan dan penyetelan berdasarkan peil‑ peil sesuai dengan gambar dan sudah diperhitungkan terhadap toleransi penurunannya. balok pengikat dan tiang. tepat pada ukuran posisi pembengkokan sesuai dengan gambar dan tidak menyimpang dari Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971.  Acuan yang dipakai harus bersih dari segala macam kotoran. untuk menyangga berat maupun tekanan dari beton dalam keadaan basah dan peralatan yang mungkin ada diatasnya. PEKERJAAN BEGISTING Adapun Langkah sebagai berikut  Acuan. tepat pada ukuran posisi pembengkokan sesuai dengan gambar dan tidak menyimpang dari Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971.  Baik acuan maupun perancah harus dilaksanakan. Acuan yang dibuat harus dapat dipertahankan bentuknya. penambahan maupun pembongkarannya. lendutan yang dlijinkan adalah 1/300 bentang. Agar diperoleh efek angkur yang maksimum dari besi tulangan. dengan menggunakan alat-alat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cacat .  Pengaku. maka pada setiap ujung tulangan harus ditekuk ke arah dalam balok hingga 115º  Pembengkokan besi beton harus dilakukan secara hati‑hati dan teliti.  Pembengkokan besi beton harus dilakukan secara hati‑hati dan teliti.  Sebelum penyetelan dan pemasangan dimulai. Semua tulangan harus diikat dengan baik dengan kawat beton  Pemotongan atau ketentuan penempatan sambungan harus disesuaikan dengan gambar atau ditempat yang ditentukan dan disetujui oleh Pengawas. sesuai pengarahan yang diberikan oleh Pengawas.  Deflekasi (lendutan) yang diijinkan terjadi adalah 1/900 bentang dan balok kantilever. acuan serta perancah yang dibuat harus dipersiapkan terhadap kemungkinan settlement dari perancah tersebut. baik selama pemasangan tulangan maupun pengecorannya.  Gambar‑gambar yang menunjukan detail dari acuan maupun perancah. dimaksudkan untuk membentuk struktur‑ sturktur beton dengan segala detailnya. acuan yang sudah rusak dan tidak lurus lagi tidak diperkenankan dipakai kembali. tidak boleh diubah tanpa persetujuan dari Pengawas. elevasi dari acuan maupun perancah harus diajukan olch pemborong untuk disetujui oleh Pengawas. baik horizontal maupun vertikal. yang sebelumnya harus diserahkan kepada Pengawas untuk disetujui. juga termasuk pondasi abutmen sementara yang diperlukan untuk memikul acuan tanpa menimbulkan settlement. harus melaporkannya kepada Pengawas untuk diperiksa dan disetujui.  Brancing‑brancing harus dipasang untuk menghindari pergerakan horizontal transversal maupun longitudinal yang terjadi. baja tulangan (bar cutter dan bar bending schedulle). serta beban‑ beban kejut dan getaran . Pemborong tidak diperkenankan melakukan pengecoran sebelum tulangan yang terpasang diperiksa dan disetujui oleh Pengawas.0015 kg  Pengunaan Peralatan  Mesin Potong Besi  Gergaji Besi  Meteran  Linggis Pembelokan  Linggis Pembengkokan itu dilakukan tenaga yang ahli. Kesemuanya ini harus direncanakan dengan metoda ereksi dan pembongkaran yang sederhana sehingga memudahkan pemasangan. Pemborong harus membuat rencana kerja pemotongan dan pembengkokan. pernbengkokan dan toleransi pembengkokan baru sesuai dengan peraturan beton Bertulang Indonesia 1971.

 Sambungan-sambungan vertikal antara bronjong ditempatkan setiap dua lapisan dan disusun bergiliran seperti dalam gambar .  Pengecoran dilakukan secara terus menerus. dengan cara ijuk digapit dengan belahan bambu dengan jarak jepitan 50 cm. semua unsur yang harus berada di dalam beton tersebut sudah ditempatkan secara benar. Apabi!a temyata ada bagian perancah atau acuan yang berubah posisi.  Waktu untuk melepas acuan dan perancah tergantung dari cuaca. dipasang Lapisan Ijuk untuk melindungi butiran tanah supaya tidak terbawa air. Adukan yang tidak dicor dalam waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan beton dan juga adukan yang tumpah dalam pengangkutan tidak diperkenankan untuk dipakai lagi.  Apabila tiang ternyata perlu disambung. Campuran kimia ini harus benar‑ benar telah dibersihkan pada saat pekerjaan finishing dimulai. kemudian disiram dengan air semen.  Acuan dapat dilepaskan dari beton apabila pembongkarannya dapat dipastikan tidak mengakibatkan kerusakan beton. diisi dengan batu sesuai yang dipersyaratkan yaitu ukuran rata- rata 20 cm dan berbentuk sama dimana dalam penempatannya ditata. termasuk pengaturan selimut betonnya. bronjong ditempatkan/diletakan dalam keadaan kosong sesuai gambar rencana dan dibuka ditegangkan sampai bentuk yang diinginkan. selama 24 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut ataupun dengan menutupi dengan karung goni basah. untuk rongga antara batu yang besar diisikan batu yang lebih kecil supaya padat dalam pemasangan tetapi tidak sampai keluar dari anyaman bronjong.  Pada pengecoran lanjutan (sambungan antar beton lama dan beton baru). pemasangan bracing harus diatur sesuai dengan lokasi penyambungan tersebut. maka permukaan beton lama terlebih dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan dengan menyikat sampai aggregat kasar tampak.200  Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dan tidak dibenarkan menuangkan adukan dengan nenjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan mengakibatkan pengendapan aggregat. kekuatan beton type dari struktur dan beban rencana. Setiap bronjong dihubungkan dengan ikatan kuat dengan bronjong didekatnya. 07 . metoda pemeliharaan beton.  Sebelum pekerjaan pengecoran beton dilaksanakan.  Pengisian dimulai dari bagian yang paling bawah.  Bersamaan dengan naiknya ketinggian pemasangan batu didalam bronjong. dan acuan tersebut sudah mudah dilepaskan dari beton.  Semua permukaan beton yang terbuka harus dijaga tetap basah. Lokasi dari Construction joint ini harus disetujui oleh Pengawas.  Metode pemeliharaan beton harus diajukan untuk disetujui. Selain menggunakan air.  Beton tidak diperkenankan dicor dalam keadaan hujan. menyediakan pelindung atau metoda lain pada saat hujan. dan diikat erat-erat dengan ketebalan padat 5 cm. perancah maupun acuan tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum pengecoran dilaksanakan. pada bagian belakang bronjong yang berhubungan dengan tanah. apabila diperlukan pemeliharaan beton dapat dilakukan dengan campuran kimia untuk pemeliharaan beton. sebelum batu diisikan. METODE PEKERJAAN PEMASANGAN BRONJONG  Dalam pemasangan bronjong. PEKERJAAN BETON K.  Seluruh perancah dan acuan harus diperiksa kembali pada saat pengecoran beton akan dimulai. kemudian ditutup dengan cara mengikat dengan kawat. dan untuk mengisi rongga digunakan batu yang berukuran minimum 15 cm.  Apabila penataan batu didalam bronjong sudah penuh.

50 = 257. .Gerobak Sorong . tengah dan bawah benang dipasang ditempel pada permukaan jidar panjang serta melepas pecahan pasangan batu kali pada kepalaan sebagai patokan kertaan bidang permukaan plesteran.36 kg Besi Beton dia 10 mm = 24.88 OH Tukang Penganyam = 0. anyaman 3 lilitan kawat d = 10.90 m3 Kawat Bronjong dia 6 mm = 4.  Pasang tarikan benang arah horisontal pada kepala plesteran atas.300 OH Kepala Tukang = 0.16 OH Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/bh Batu Belah = 1.  Setelah plesteran selesai dan pengeringan sudah cukup .25 kg Kebutuhan Peralatan .50 = 3.300 x 10.320 x 10.015 x 10.5 cm dan kemudian dihaluskan dengan air semen  Untuk permukaan yang masih basah setiap akhir pekerjaan mengantisipasi turun hujan dilindungi supaya tidak rusak  Membersihkan area lokasi pekerjaan dari kotoran dan bebas dari segala rintanggan. Lalu permukaan plesteran dibasahi dengan air sebelum melepokan tipis – tipis acian dan selanjutnya di gosok – gosok arah memutar memakai roskam serat diolesi air dengan kuas agar merata.  Plesteran akan kami kerjakan satu lapis sampai ketebalan 1. = Minggu Ke.50 = 0. kupas dan sisa – sisa adekan yang menonjol pada pekerjaan pemasangan batu kali. kemudian dipadatkan dengan cara gosokan arah memutar mempergunakan roskam besar.50 = 18.750 OH Tukang Penganyam = 0.63 OH Mandor = 0.500 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Batu Belah = 1.Catut .50 = 45. dilanjutkan dengan acian dengan cara membuat campuran semen dan air lalu diaduk sampai menjadi bubur kental dan dibuat seperlunya agar tak cepat mengering .15 OH Kepala Tukang = 0.50 bh/Mingggu Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke. dengan metode kerja sbb :  Pencampuran mortar sesuai yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis dengan pengadukan menggunakan Beton Molen  Sebelum di plester semua permukaan akan kami bersihkan dari segala macam kotoran.750 x 10.  Setelah kelabangan cukup mengeras maka pekerjaan pelokan pada plesteran pada dinding dengan menggunakan adukan yang cukup kental dan homogen dapat dilakukan jalur demi jalur yang dimulai dari bagian bawah ke atas dengan mempergunakan sendok adukan bulat besar.060 OH Mandor = 0.800 m3 Kawat Bronjong dia 6 mm = 4. PEKERJAAN PLESTERAN 1PC : 4PSR Untuk pasangan batu yang ketinggian sudah memenuhi syarat (bisa di plester) kami akan minta ijin kepada Direksi untuk memulai pengerjaan dengan jenis pekerjaan Plesteran 1 Pc : 4 Ps.06 Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/bh Pekerja Penganyam = 0.50 bh/hari Tarjet Perminggu = 1.015 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja Penganyam = 0. 6 mm Pasangan Batu Bronjong Kawat. dengan menggunakan semua matrial sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis.320 kg Besi Beton dia 10 mm = 24.  Setelah pelapokan adukan plesteran pada dinding mencapai ketinggian 100 cm di susul dengan melakukan perataan permukaaan plesteran memakai jidar panjang yang ditempelkan pada dua permukaan permukaan kelabangan sambil mengosok – gosokan ke arah bagian atas.800 x 10. anyaman 3 lilitan kawat dia.500 x 10.50 bh Tarjet Perhari = 1.50 = 7.50 = 0.Linggis .Palu Besar 08. Pasangan Batu Bronjong Kawat.060 x 10.

Roskam .kotoran dan minyak yang dapat mengurangi daya rekat acian.40 = 96.91 OH Tukang Batu = 0. Tujuanya supaya acian mudah merekat pada plesteran sehingga mempersingkat waktu pekerjaan.06 Sampai Minggu Ke.019 OH Mandor = 0.lakukan perawatan 2 kali sehari dengan cara mengosok permukaan acian dengan air untuk pekerjaan berikutnya.  Lakukan acian dengan roskam besi. PEKERJAAN ACIAN Bilamana pekerjaan plesteran telah selesai sesuai petunjuk direksi dan pengawas.  Pembersihan dilakukan pada dasar permukaan yang akan di aci terhadap serpihan .71 kg Kebutuhan Peralatan . 1 PC : 4 PP.024 m3 Portlan Cement = 6.  Pada Pekerjaan acian tidak boleh dilakukan sebelum plesteran umur 3 hari. Untuk permukaan yang datar dan rata .Takaran Pasir .Molen Beton 09 .384 x 15.acian harus dipotong lurus.  Setelah selesai diamkan plesteran sampai berumur 3 ( tiga ) hari.letakan adonan acian ke roskam besi secukupnya. dengan menggunakan semua matrial sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis. tebal 15 mm (talud) = 15.280 x 15.40 = 0.Jidar .  Pengunaan Bahan Pekerjaan Acian / m2 :  Portland Cement : 3. Plesteran.37 m3 Portlan Cement = 6. Apabila ingin berhenti dalam proses acian . tebal 15 mm (talud) Plesteran. Selama proses menunggu .019 x 15.07 Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m2 Pekerja = 0. tidak ada kelengkungan sedikitpun .019 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0. Langkah pertama adalah .93 OH Kepala Tukang = 0. .10 m2/hari Tarjet Perminggu = 2.019 x 15.29 OH Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m2 Pasir Pasang = 0.40 = 5.40 = 2.280 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Pasir Pasang = 0. = Minggu Ke.190 OH Kepala Tukang = 0.024 x 15.40 = 0. kemudian lakukan acian kepermukaan plesteran selanjutnya ratakan dan rapihkan permukaan acian dengan cara roskam diputar berlawanan arah jarum jam .20 m2/Mingggu Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 14 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.40 m2 Tarjet Perhari = 1.384 OH Tukang Batu = 0. dengan metode kerja sbb :  Ketebalan acian harus mencapai ketebalan permukaan dinding yang dinyatakan dalam gambar atau sesuai peil – peil yang diminta dalam gambar .190 x 15.Ember . 1 PC : 4 PP.29 OH Mandor = 0.40 = 0.250 kg  Pengunaan Peralatan  Roskam  Cangkul  Ember  Proses penyeriman dilaksanakan sebelum plesteran dipasang acian dan dilakukan sampai jenuh .Cangkul .

bilamana pengeringan yang memadai tidak dapat dicapai dengan menggaru dan membiarkan bahan gembur tersebut.100 OH Kepala Tukang = 0.010 x 167.05 kg Kebutuhan Peralatan .200 OH Tukang Batu = 0.200 x 167. harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut.40 = 1.010 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.  Timbunan yang terlalu basah untuk pemadatan.010 OH Mandor = 0. = Minggu Ke.250 x 167. Ember .67 OH Mandor = 0. dalam hal batas-batas kadar airnya yang disyaratkan.48 OH Tukang Batu = 0.  Bilamana tinggi timbunan satu meter atau kurang. seperti dinyatakan dalam batas-batas kadar air yang disyaratkan. PEKERJAAN URUGAN KEMBALI Adapun langkah kerja sebagai berikut :  Seluruh timbunan harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih setebal 20 cm dari bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu yang lebih besar dari 5 cm serta mampu mengisi rongga-rongga batu pada bagian atas timbunan batu tersebut  Seluruh permukaan akhir timbunan yang terekspos harus cukup rata dan harus memiliki kelandaian yang cukup untuk menjamin aliran air permukaan yang bebas  Timbunan yang terlalu kering untuk pemadatan.010 x 167. harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut dengan menggunakan motor grader atau alat lainnya secara berulang-ulang dengan selang waktu istirahat selama penanganan.Cetok .40 = 33.Acian (talud + mercu + lantai) Acian (talud + mercu + lantai) = 167. bahan tersebut dikeluarkan dari pekerjaan dan diganti dengan bahan kering yang lebih cocok. Alternatif lain.40 = 1.74 OH Kepala Tukang = 0.  Bilamana timbunan akan ditempatkan pada lereng bukit atau ditempatkan di atas timbunan lama atau yang baru dikerjakan.40 = 16.08 Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m2 Pekerja = 0.40 = 544.40 m2 Tarjet Perhari = 11.67 OH Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m2 Portland Cement = 3. dasar pondasi timbunan harus dipadatkan (termasuk penggemburan dan pengeringan atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm bagian permukaan atas dasar pondasi memenuhi kepadatan yang disyaratkan untuk timbunan yang ditempatkan diatasnya. dilanjutkan dengan penyemprotan air secukupnya dan dicampur seluruhnya dengan menggunakan motor grader atau peralatan lain yang disetujui. Roskam . .07 Sampai Minggu Ke. maka lereng lama harus dipotong bertangga dengan lebar yang cukup sehingga memungkinkan peralatan pemadat dapat beroperasi di daerah lereng lama sesuai seperti timbunan yang dihampar horizontal lapis demi lapis. Busa Penghalus 10.100 x 167.96 m2/hari Tarjet Perminggu = 23.91 m2/Mingggu Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 14 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke. dalam cuaca cerah.250 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Portland Cement = 3.

150 OH Kepala Tukang = 0.150 x 78. = Minggu Ke.015 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.300 x 78.012 x 78.Stamper .13 = 0.Sekop .340 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Pasir Pasang = 0.16 m3/Mingggu Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.Ember .340 x 78.Benang .13 = 1.015 x 78.17 OH Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Pasir Pasang = 0.13 = 23.012 m3 Portlan Cement = 6.34 kg Kebutuhan Peralatan .16 m3/hari Tarjet Perminggu = 11.015 x 78.015 OH Mandor = 0.13 = 1.Urugan Kembali Urugan Kembali = 78.94 m3 Portlan Cement = 6.72 OH Kepala Tukang = 0.44 OH Tukang Batu = 0.13 = 11.300 OH Tukang Batu = 0.17 OH Mandor = 0.07 Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 0.13 m3 Tarjet Perhari = 11.13 = 495.Cangkul .

02 Sampai Minggu Ke. sebelumnya harus diberi tanda berupa patok dan di beri peil galian sesuai dengan kedalaman rencana. Hal ini untuk menghindari longsoran dimana tanah galian tidak masuk kembali.Ember .Garpu Pengaruk 2.  Pekerjaan Pasangan Batu akan kami pergunakan matrial yang memenuhi syarat spefikasi teknis. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar – akar tanaman atau bagian – bagian gembur . singkup dll.  Bahan material untuk pembuatan mortar adalah pasir dan semen. Sebelum pelaksanaan pekerjaan di mulai.Profil Galian . = Minggu Ke.  Pengerjaan tanah galian ini dikerjakan dengan cara manual/tenaga manusia dengan peralatan bantu yang sesuai seperti cangkul.675 OH Mandor = 0. pasir pasang dan semen.  Dimensi dan elevasi galian sebagaimana gambar rencana dan petunjuk Direksi  Dasar semua galian harus waterpass.63 m3/hari Tarjet Perminggu = 1. PEKERJAAN SALURAN 1. Untuk daerah dengan kedalaman tertentu . Prosedur pekerjaan :  Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.  Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan  Melakukan peninjauan lapangan bersama-sama direksi apakah lokasi pekerjaan sudah me memenuhi syarat untuk dilaksanakan pekerjaan tersebut.  Matrial tersebut dicampur dengan mengunakan concerte mixer dan diberi air bersih dengan alatn water tank truck.  Selama proses penggalian .91 OH Mandor = 0. PEKERJAAN PASANGAN BATU MORTAR 1PC .  Pencampuran mortar menggunakan Beton Molen  Dalam pencampuran setelah air dimasukan tidak boleh lebih dari 2 menit . harus memperhatikan dan mempelajari bagian pekerjaan bagian pekerjaan sesuai dengan gambar rencana dan kondisi lapagan .  Pada Lokasi yang akan dilakukan pengalian.25 m3/Mingggu Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 14 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke. GALIAN TANAH BIASA Galian tanah biasa Pekerjaan pada paket ini dilakukan untuk pekerjaan perataan dan perapihan. garpu. maka harus di gali keluar sedang berlubang – lubang diisi kembali dengan pasir . semen dan air sesuai dengan spesifikasi teknik.03 Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Tukang Gali = 0. Sekop .harus memperhatikan keselamatan pekerja yang ada di dalam galian dan harus memastikan tersedia orang yang membuang tumpukan tanah dipinggir galian supaya tanah tidak bertumpuk. dibuat patok dengan warna tertentu pula.023 x 8.76 = 0.76 m3 Tarjet Perhari = 0.  Menyerahkan hasil pengujian material (mix design) mortar yang akan digunakan dan harus sesuai Spesifikasi Teknik yang disyaratkan.disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpass.  Runtuhan tanah cukup besar maka dibuat galian sisi miring dan lebar galian dibuat lebih besar ukuran dimensi tapak.  Sebelum pemasangan harus dibuatkan profil terlebih dahulu untuk memudahkan pemasangan sesuai dengan gambar. 4PSR PASANGAN BATU KALI SALURAN Setelah galian tanah sudah siap kami akan lanjutkan dengan pekerjaan Pas. Cangkul .675 x 8. Linggis .76 = 5.Batu Mortar 1Pc : 4Psr .  Bahan material yang digunakan batu belah yang sudah dicuci/dibersihkan .20 OH Kebutuhan Peralatan .  Komposisi campuran pasir.023 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Tukang Gali = 0. Galian Tanah Biasa Galian Tanah Biasa = 8.

75 OH Mandor = 0.135 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 2. Pasangan Batu Kali. paling sedikit satu batu pengikat setiap meter persegi. pada waktu pekerjaan sedang berlangsung. Sekop . dilanjutkan memasang ke arah atas secara bertahap. kami akan menyatukan batu belah yang dipasang. dengan menjaga supaya dijamin adanya keseragaman warna.200 m3 Pasir Pasang = 0.36 = 4. Tebal adukan tidak lebih dari 50 mm.36 = 7.135 x 8.19 m3/Mingggu Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 21 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.36 = 0. semua sambungan diisi padat dengan adukan pada waktu pekerjaan berlangsung.  Untuk penyelesaian sambungan kecuali jika ditentukan lain.03 Sampai Minggu Ke. PEKERJAAN PLESTERAN 1PC : 4PSR Untuk pasangan batu yang ketinggian sudah memenuhi syarat (bisa di plester) kami akan minta ijin kepada Direksi untuk memulai pengerjaan dengan jenis pekerjaan Plesteran 1 Pc : 4 Ps.090 x 8. sambungan yang kelihatan harus disiar rata dan halus dengan adukan 1 PC : 2 Pasir.900 x 8.703 x 8.  Ketinggian pasangan batu kearah atas.703 OH Tukang Batu = 0.36 m3 Tarjet Perhari = 0.5 m untuk menghindari keruntuhan  Weep Hole PVC Ø 2” akan kami pasang 1 ( satu ) buah setiap 1m2/sesuai gambar pelaksanaan dan bagian belakang diberi filter dari ijuk dan kerikil  Untuk permukaan bagian luar Pasangan Batu (yang kelihatan) akan kami pasang dengan rata serta bersih dari ceceran adukan. dengan tebal adukan tidak kurang dari 10 mm. serta naik secara bersama – sama dengan pasangan bagian dalam agar batu pengikat dapat terpasang dengan baik.  Mortar digunakan kurang dari 30 menit  Batu diletakan dengan hati–hati.36 = 10. serta tidak boleh ada batu yang berimpit satu sama lain.35 m3 Portland Cement = 163.36 = 1362. 1 PC : 4 PP = 8.36 = 1. Selanjutnya sambungan yang tidak kelihatan harus diisi rata dengan adukan  Setiap batu harus diberi alas adukan.Profil Pasangan .Takaran Pasir .60 OH Tukang Batu = 0. selanjutnya antara batu dengan batu dipasang mortar sebagai perekat dengan campuran yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis.5 cm dan kemudian dihaluskan dengan air semen  Untuk permukaan yang masih basah setiap akhir pekerjaan mengantisipasi turun hujan dilindungi supaya tidak rusak .520 m3 Portland Cement = 163.090 OH Mandor = 0. 1 PC : 4 PP Pasangan Batu Kali.05 Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 2.  Plesteran akan kami kerjakan satu lapis sampai ketebalan 1.03 m3 Pasir Pasang = 0.  Setelah ketinggian pasangan batu sampai ketinggian aman dari genangan air apabila terjadi hujan.68 kg Kebutuhan Peralatan .40 m3/hari Tarjet Perminggu = 1.520 x 8.36 = 22.  Untuk permukaan bagian luar Pasangan Batu (yang kelihatan) akan kami pasang dengan rata serta bersih dari ceceran adukan.52 OH Kepala Tukang = 0.Molen Beton 3. Cangkul . dengan menggunakan semua matrial sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis.000 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Batu Belah = 1.900 OH Kepala Tukang = 0. = Minggu Ke. untuk setiap tahap akan kami pasang maksimum 1.13 OH Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Batu Belah = 1. dengan metode kerja sbb :  Pencampuran mortar sesuai yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis dengan pengadukan menggunakan Beton Molen  Sebelum di plester semua permukaan akan kami bersihkan dari segala macam kotoran.000 x 8.  Didalam pengerjaan pasangan batu. Ember .200 x 8.

 Membersihkan area lokasi pekerjaan dari kotoran dan bebas dari segala rintanggan.024 x 25.019 x 25. Plesteran 1 Pc :4 Ps .48 OH Mandor = 0.06 Sampai Minggu Ke.kotoran dan minyak yang dapat mengurangi daya rekat acian.250 kg  Pengunaan Peralatan  Roskam  Cangkul . Tebal 15 mm = 25. tidak ada kelengkungan sedikitpun .  Pasang tarikan benang arah horisontal pada kepala plesteran atas.019 x 25.  Pada Pekerjaan acian tidak boleh dilakukan sebelum plesteran umur 3 hari.88 kg Kebutuhan Peralatan . Cetok .Takaran Pasir .190 OH Kepala Tukang = 0.48 OH Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Pasir Pasang = 0.81 m3/hari Tarjet Perminggu = 3.07 Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 0.  Setelah plesteran selesai dan pengeringan sudah cukup . Tebal 15 mm Plesteran 1 Pc :4 Ps .019 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.Roskam dan Jidar .019 OH Mandor = 0.  Pembersihan dilakukan pada dasar permukaan yang akan di aci terhadap serpihan .384 x 25. kemudian dipadatkan dengan cara gosokan arah memutar mempergunakan roskam besar.280 x 25.  Setelah kelabangan cukup mengeras maka pekerjaan pelokan pada plesteran pada dinding dengan menggunakan adukan yang cukup kental dan homogen dapat dilakukan jalur demi jalur yang dimulai dari bagian bawah ke atas dengan mempergunakan sendok adukan bulat besar.61 m3 Portlan Cement = 6.190 x 25. Lalu permukaan plesteran dibasahi dengan air sebelum melepokan tipis – tipis acian dan selanjutnya di gosok – gosok arah memutar memakai roskam serat diolesi air dengan kuas agar merata.30 = 4. = Minggu Ke.Molen Beton 04 . dengan menggunakan semua matrial sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis.30 = 158.30 = 0. PEKERJAAN ACIAN Bilamana pekerjaan plesteran telah selesai sesuai petunjuk direksi dan pengawas.  Pengunaan Bahan Pekerjaan Acian / m2 :  Portland Cement : 3. tengah dan bawah benang dipasang ditempel pada permukaan jidar panjang serta melepas pecahan pasangan batu kali pada kepalaan sebagai patokan kertaan bidang permukaan plesteran.30 m2 Tarjet Perhari = 1. Cangkul . kupas dan sisa – sisa adekan yang menonjol pada pekerjaan pemasangan batu kali.384 OH Tukang Batu = 0.61 m3/Mingggu Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 14 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.30 = 9.30 = 0.81 OH Kepala Tukang = 0. dilanjutkan dengan acian dengan cara membuat campuran semen dan air lalu diaduk sampai menjadi bubur kental dan dibuat seperlunya agar tak cepat mengering . Ember .72 OH Tukang Batu = 0. dengan metode kerja sbb :  Ketebalan acian harus mencapai ketebalan permukaan dinding yang dinyatakan dalam gambar atau sesuai peil – peil yang diminta dalam gambar . Untuk permukaan yang datar dan rata .30 = 0.280 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Pasir Pasang = 0.024 m3 Portlan Cement = 6.  Setelah pelapokan adukan plesteran pada dinding mencapai ketinggian 100 cm di susul dengan melakukan perataan permukaaan plesteran memakai jidar panjang yang ditempelkan pada dua permukaan permukaan kelabangan sambil mengosok – gosokan ke arah bagian atas.

 Timbunan yang terlalu basah untuk pemadatan.06 OH Tukang Batu = 0. = Minggu Ke.  Lakukan acian dengan roskam besi.23 kg Kebutuhan Peralatan . bilamana pengeringan yang memadai tidak dapat dicapai dengan menggaru dan membiarkan bahan gembur tersebut.25 OH Mandor = 0. kemudian lakukan acian kepermukaan plesteran selanjutnya ratakan dan rapihkan permukaan acian dengan cara roskam diputar berlawanan arah jarum jam . Tujuanya supaya acian mudah merekat pada plesteran sehingga mempersingkat waktu pekerjaan.30 = 0. seperti dinyatakan dalam batas-batas kadar air yang disyaratkan.lakukan perawatan 2 kali sehari dengan cara mengosok permukaan acian dengan air untuk pekerjaan berikutnya.30 = 5. .08 Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Pekerja = 0. Langkah pertama adalah . dasar pondasi timbunan harus dipadatkan (termasuk penggemburan dan pengeringan atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm bagian permukaan atas dasar pondasi memenuhi kepadatan yang disyaratkan untuk timbunan yang ditempatkan diatasnya.Jidar .010 x 25. harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut dengan menggunakan motor grader atau alat lainnya secara berulang-ulang dengan selang waktu istirahat selama penanganan.53 OH Kepala Tukang = 0.30 = 82.07 sampai Minggu Ke.acian harus dipotong lurus.  Setelah selesai diamkan plesteran sampai berumur 3 ( tiga ) hari. maka lereng lama harus dipotong bertangga dengan lebar yang cukup sehingga memungkinkan peralatan pemadat dapat beroperasi di daerah lereng lama sesuai seperti timbunan yang dihampar horizontal lapis demi lapis.61 m3/Mingggu Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 14 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke.  Bilamana timbunan akan ditempatkan pada lereng bukit atau ditempatkan di atas timbunan lama atau yang baru dikerjakan. Alternatif lain.200 OH Tukang Batu = 0. dalam hal batas-batas kadar airnya yang disyaratkan. Apabila ingin berhenti dalam proses acian .25 OH Kebutuhan Bahan Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan 1/m3 Portland Cement = 3. PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH Adapun langkah kerja sebagai berikut :  Seluruh timbunan harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih setebal 20 cm dari bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu yang lebih besar dari 5 cm serta mampu mengisi rongga-rongga batu pada bagian atas timbunan batu tersebut  Seluruh permukaan akhir timbunan yang terekspos harus cukup rata dan harus memiliki kelandaian yang cukup untuk menjamin aliran air permukaan yang bebas  Timbunan yang terlalu kering untuk pemadatan. harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut.Ember 5.250 x 25.30 = 0. Acian Acian = 25.81 m3/hari Tarjet Perminggu = 3.  Ember  Proses penyeriman dilaksanakan sebelum plesteran dipasang acian dan dilakukan sampai jenuh .010 OH Mandor = 0.letakan adonan acian ke roskam besi secukupnya.30 = 2. dilanjutkan dengan penyemprotan air secukupnya dan dicampur seluruhnya dengan menggunakan motor grader atau peralatan lain yang disetujui.010 x 25.100 x 25.010 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Pekerja = 0.200 x 25. Roskam . Busa Penghalus . Selama proses menunggu . dalam cuaca cerah.  Bilamana tinggi timbunan satu meter atau kurang. bahan tersebut dikeluarkan dari pekerjaan dan diganti dengan bahan kering yang lebih cocok.250 kg Kebutuhan Bahan Untuk menyelesaikan pekerjaan Portland Cement = 3.100 OH Kepala Tukang = 0.30 m3 Tarjet Perhari = 1.

komponen.Sekop . = Minggu Ke. dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan tetap laik fungsi Jika ada hasil pekerjaan yang kurang bagus. Pemeliharaan dimaksudkan untuk menjaga hasil pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi.92 = 1.Benang . kualitas.42 m3/hari Tarjet Perminggu = 0.675 x 2.023 OH Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan pekerjaan Tukang Gali = 0.Stamper . dan menjamin hingga umur rencana tercapai dengan memperkirakan hasil deteksi selama masa pemeliharaan.675 OH Mandor = 0.97 OH Mandor = 0.Ember . dan kuantitas selama waktu pemeliharaan khususnya.42 m3/Mingggu Kebutuhan Waktu Rencana waktu pekerjaan = 7 Hari Dikerjakan Di Minggu Ke. pada masa pemeliharaan adalah saat bagi penyedia jasa untuk memperbaikinya sehingga dapat memberikan produk dengan kualitas terbaik. Perawatan bangunan adalah kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan.92 m3 Tarjet Perhari = 0.07 OH Kebutuhan Peralatan .023 x 2. Masa pemeliharaan adalah masa dimulainya pemeliharaan hasil pekerjaan yang dihitungdari mulai tanggal Serah Terima Pertama (PHO) sampai dengan berakhirnya masapemeliharaan sesuai kontrak .92 = 0.Pompa Air RENCANA MASA PEMELIHARAAN Pemeliharaan adalah tahap di mana Pelaksana melaksanakan pemeliharaan terhadap hasil pekerjaan selama waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Kontrak.06 Kebutuhan Tenaga Kebutuhan Tenaga Untuk menyelesaikan 1/m3 Tukang Gali = 0. bahan bangunan.Cangkul .Timbunan Tanah Timbunan Tanah = 2.

Material yang mudah terpengaruh cuaca seperti semen diletakanpada gudang penyimpanan. yaitu komunikasi di lingkungan organisasi baik secara horisontal . METODE URAIAN PEKERJAAN PENUNJANG  Daerah konstruksi pekerjaan ini dibagi kanan kiri melaksanaan . Berkomitmen meningkatkan standar K3 . Alat Komunikasi agar bisa berkomunikasi dua arah untuk pengaturan lalu lintas. a. Komunikasi Manusia mengunakan Alat Media dan Komunikasi Komunikasi manusia dengan manusia melalaui alat/media komunikasi seperti telpon.rambu pada perkerjaan. Pendatangan semua material paling lambat 1minggu sebelum proses pekerjaan dimulai dan selalu diperhatikanketersediaan barang yang ada digudang sehingga tidak menghambatpekerjaan. Komite Keselamatan Kerja Bekerja berdasarkan agenda yang harus di distribusikan paling tidak seminggu dalam pertemuan. 2. Komunikasi ini banyak digunakan dilingkungan kerja misalnya komunikasi antara petugas diruangan control dengan petugas dilapagan . Rambu .  Untuk mencegah penumpukan bahan material dan mengurangi resiko kehilangan dalam masa pelaksanaan pekerjaan maka dilakukan pengaturan jadwal pemasukan bahan material yang akan digunakan selama pelaksanaanpekerjaan.vertikal dari bawah keatas kebawah di seluruh jajaran organisasi. pemasok. yaitu aliran komunikasi antara organisasi dengan semua unsure diluar perusahaan seperti konsumen . memiliki prosedur baku untuk mengangkat permasalahan .  Di buatnya Koordinator Manajemen dan Keselamatan lalu lintas (KMKL) untuk mengatur jalan masuk dan keluar lalu lintas. asosiasi profesi. Komunikasi Eksternal. terutamapada pekerjaan yang dilakukan simultan dan tanpa terputus prosesnya. Alat berat didatangkan menurut keperluannya dan di keluarkan dari lokasikerja bila sudah tidak ada pekerjaan yang berkaitan dengan alat berat tersebut. Meminta program – program inspeksi dan meminta laporanya 4. b. Pengoperasian ini termasuk pemasangan dan pembongkaran rambu lalu lintas sementara dan pengalihan. komunikasi antara petugas K3 dengan para pekerja .poster.Komunikasi K3 antara manusia dengan manusia dengan manusia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. media massa dan lainya. spanduk. untuk meminimalisir terjadinya gangguan baik pada proyek maupun pada pihak sekitar pengguna jalan maka akan dilakukan koordinasi dengan pihak yang terkait mengenai pengaturan arus lalu lintas sehingga tidak terjadi kemacetan yang memprihatinkan.  Pekerjaan konstruksi terutama yang berada pada jalur lalu lintasmemerlukan perhatian khusus dalam pengaturan lalu lintas. pada pembuatan jembatan akses marunda ini tidak lepas dari persoalan lalu lintas. mengembangkan system untuk mengukur keefektifan dengan cara sebagai berikut : 1.instansi terkait.garis (strips) yang reflektif dan atau terlihat dengan jelas pada malam hari. buliten . Komunikasi internal.saftey letter dan lainya. Semua rambu lalu lintas dan penghalang harus diberi garis. Mencatatat dalam jumlah pekerjaan yang di selesaikan sejak pertemuan terakhir 3. Mencatat semua masalah yang diangkat 2.

Kelengkapan Administrasi K3 Setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi kelengkapan administrasi K3. polisi dan rumah sakit . yaitu suatu tim K3 yang terdiri dari 2 atau 3 orang yang melaksanakan patroli untuk mencatat hal- hal yang tidak sesuai ketentuan K3 dan yang memiliki resiko kecelakaan. yaitu depnaker. terdiri dari: – Pelaporan dan penanganan kecelakaan ringan – Pelaporan dan penanganan kecelakaan berat – Pelaporan dan penanganan kecelakaan dengan korban meninggal – Pelaporan dan penanganan kecelakaan peralatan berat . melalui kerja sama dengan instansi yang terkait K3.Pengawasan pelaksanaan K3. yaitu rapat dalam proyek yang membahas hasil laporan safety patrol maupun safety supervisor Pelaporan dan penanganan kecelakaan. meliputi:  Pendaftaran proyek ke departemen tenaga kerja setempat  Pendaftaran dan pembayaran asuransi tenaga kerja (Astek)  Pendaftaran dan pembayaran asuransi lainnya  Ijin dari kantor kimpraswil tentang penggunaan jalan atau jembatan yang menuju lokasi untuk lalu-lintas alat berat  Keterangan laik pakai untuk alat berat maupun ringan dari instansi yang berwenang memberikan rekomendasi Pemberitahuan kepada pemerintah atau lingkungan setempat d. meliputi kegiatan: o Safety patrol. o Safety supervisor. Pelaksanakan Kegiatan K3 di Lapangan Pelaksanaan kegiatan K3 di lapangan meliputi: Kegiatan K3 di lapangan berupa pelaksanaan safety plan.c. adalah petugas yang ditunjuk manajer proyek untuk mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilihat dari segi K3 o Safety meeting.

Cilacap. ANGGUN VARADIANSYAH. Hal ini tentu saja membutuhkan suatu analisa perencanaan yang tepat dari awal sampai akhir dengan tidak hanya bergantung pada teori-teori perhitungan tetapi juga harus memperhatikan kondisi real di lapangan. MM Direktur . Demikian Metode Pelaksanaan Kerja ini dibuat untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Harapan kami. Diluar Metode ini masih berlaku Metode yang lainnya dengan memperhatikan Feeling Pelaksanaan dilapangan yang perlu mendapat persetujuan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen. laporan tugas akhir yang kami sajikan ini dapat memberikan sedikit manfaat terkait hal-hal tersebut di atas walaupun dengan segala kekurangannya. Di dalam rencana pelaksanaan tersebut mengandung skema urutan dan tahap-tahap pekerjaan yang harus dilaksanakan karena adanya suatu keterikatan antar pekerjaan. dimana pekerjaan konstruksi sangat terkait dengan keberhasilan pelaksanaan konstruksi sistem dewateringnya dalam memenuhi fungsinya sebagai konstruksi pendukung.SURYA PUTRA KENANGA M. ST.PENUTUP Saran dan Usulan Rencana pelaksanaaan sangat penting untuk di rencanakan dan dipikirkan sedemikian rupa untuk meminimalkan kesalahan-kesalahan di lapangan yang mungkin terjadi dalam mendukung tercapainya hasil akhir yang memenuhi aspek-aspek penilaian keberhasilan suatu konstruksi. 16 September 2015 CV. Mengingat begitu kompleksnya pekerjaan bendung dimana tidak hanya konstruksi sendiri yang akan dilaksanakan tetapi juga konstruksi pendukungnya (konstruksi sistem dewatering).