You are on page 1of 11

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN

dan apabila masih ada kekurang sempurnaan kami sebagai penyedia jasa akan mennyempurnakan. peralatan. Pembuatan Kantor Lapangan/Barak Kerja Kantor lapangan bertempat disekitar lokasi pekerjaan dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. PENDAHULUAN Metode Pelaksanaan adalah merupakan bagian yang sangat penting didalam penyelesaian suatu pekerjaan yang berkaitan dengan efektifitas kerja. f. grafik-grafik pelaksanaan pekerjaan dan data-data lainya.  Mempersiapkan fasilitas seperti kantor. Pekerjaan Persiapan : a. Selain hal tersebut diatas dilengkapi juga ruang kerja minimal Ruangan Komputer dan sarana untuk pelaksanaan pekerjaan administrasi serta pembuatan gambar pelaksanaan. suku cadang terhindar dari kerusakan serta Semen diberi alas supaya kualitas bisa terjaga. gedung Laboratorium. dimana Penyedia Jasa akan memaparkan RMK yang telah kami susun. Sebelum Pelaksanaan Kontrak Pejabat Pelaksana Kegiatan bersama-bersama Penyedia jasa . b) Jadwal pelaksanaan kerja c) Penyusunan rencana pemeriksaan lapangan d) Sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja e) Penyusunan program mutu. Gudang Gudang dibuat disekitar lokasi pekerjaan dengan tempat dan ukuran sesuai persetujuan Direksi. serta buku direksi. o Membuat Jadwal Pelaksanaan yang benar. serta format sebagaimana yang dipersyaratkan dan dipasang pada lokasi pekerjaan/sesuai petunjuk Direksi. yang perlu dijaga baik kualitas dan keamanannya dibuat sedemikian rupa sehingga bahan bakar dan pelumas terhindar dari bahaya kebakaran. buku tamu dan buku monitoring cuaca. o Mempersiapkan pekerjaan penunjang untuk pelaksanaan pekerjaan utama. d.peralatan administrasi. Adapun mobilisasi dilaksanakan dengan lingkup sebagai berikut :  Mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. dan setelah disepakati akan kami jilid dan kami delegasikan sebanyak yang dipersyaratkan. kantor lapangan dibuat sesuai ukuran/kebutuhan di lapangan dengan dilengkapi sesuai yang dipersyaratkan dalam Dokumen pelelangan yang meliputi meja tulis. Dengan jangka waktu pelaksanaan 120 ( Seratus Dua Puluh ) hari kalender sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK ). METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN  Program Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre Contruction Meeting). Pre Construction Meeting : Pre Construction Meeting/Pra Pelaksanaan merupakan kegiatan/rapat yang membahas tentang persiapan sebelum kegiatan dilapangan antara lain mencakut :  Pembahasan struktur organisasi Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa serta penjelasan tugas dan tanggung jawabnya  Pembahasan Rencana Mutu Kontrak. o Menentukan tahapan dalam penyelesaian suatu pekerjaan harus tepat. . o Membuat Analisa Teknis yang tepat.  Mendatangkan personil-personil. Gudang yang merupakan tempat penyimpanan logistik/bahan matrial. dan sebagainya. kursi. a) Organisasi kerja Tata cara pengaturan kerja. gudang. sehingga tidak banyak waktu yang terbuang didalam pengelolaan suatu pekerjaan.  Program Pengukuran 0% Pekerjaan. pengawas menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak . Mobilisasi & Demobilisasi Dalam kegiatan Mobilisasi paling lambat 7 ( Tujuh ) hari sejak penerbitan SPMK. b. jumlah. Papan Nama Proyek Papan nama proyek dibuat sesuai dimensi. beberapa hal yang dibahas dan disepakati adalah . c. dan peralatan PPK. papan tempel untuk menempelkan gambar pelaksanaan. rumah. Untuk mencapai keberhasilan dalam pengelolaan suatu pekerjaan ada beberapa kegiatan yang harus diperhatikan antara lain : o Mengadakan persiapan baik urusan administrasi maupun teknis dengan matang. e. Sosialisasi :  Penggunaan jalan desa untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan  Penebangan pepohonan yang akan dibuat bangunan  Pemberitahuan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dilokasi pekerjaan  Pemberitahuan secara tertulis ke instansi terkait tentang dimulainya pelaksanaan  Pembahasan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan serta keperluan masyarakat setempat  Pembuatan Berita Acara Sosialisasi Pelaksanaan pekerjaan yang sudah disepakati dan ditandatangani oleh peserta sehingga masyarakat bisa memahami maksud dan tujuan pelaksanaan pekerjaan. bengkel.

dicetak dan dipasang dalam 3 rangkap dan data foto tersebut diatas disimpan dalam CD. Penyedia Jasa harus sudah menyerahkan gambar purna laksana (As Built Drawing) yang terdiri dari satu set gambar lengkap dengan ukuran minimal A3 . b. atau disebabkan keadaan cuaca buruk.dimana titik unizet ini sebagai titik bantu didalam pelaksanaan pekerjaan baik oleh pengawas maupun Tim Pemeriksa Serah terima pekerjaan. Gambar itu dibuat lebih detail untuk pekerjaan tetap dan dapat memperlihatkan penampang melintang dan memanjang dari konstruksi beton. dan apabila ditemukan hal-hal yang tidak memuaskan dan tidak dilaksanakan. maka wajib menyelesaikan sampai garis rencana.maka Penyedia Jasa yang disaksikan oleh pengawas mengadakan Pengukuran 100% untuk mendapatkan pekerjaan yang sebenenarnya dilaksanakan atau gambar Purnabangun (As-Built Drawing) untuk digunakan sebagai dasar perhitungan volume pekerjaan yang dilaksanakan . Sebelum mulai Pelaksanaan Pekerjaan fisik. Dokumentasi  Membuat dan menyerahkan foto-foto dokumentasi untuk laporan progres pekerjaan pada lokasi yang ditentukan.  Catatan lain yang dianggap perlu.  Laporan dibuat sekurang-kuranya dalam 3 rangkap Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil pekerjaan mingguan serta catatan yang dianggap perlu. dengan dicat warna merah serta diberi nomor patok. kapasitas . Sebelum Pelaksanaan untuk dapat membuat target.  Perubahan atau kemajuan disain gambar kerja dan realisasi pekerjaan dibandingkan dengan rencana. Foto – foto pada tiap lokasi harus diambil dengan arah dan titik yang sama.Pejabat Pelaksana Teknis kegiatan serta oleh kepala bidang terkait. Setelah pelaksanaan pekerjaan fisik selesai . GAMBAR SHOP DRAWING Penyedia Jasa harus menggunakan gambar kontrak sebagai dasar untuk mempersiapkan Gambar Pelaksanaan.  Bilamana didalam pelaksanaan terjadi melebihi garis rencana yang telah ditetapkan .  Gambar-gambar yang dilaksanakan akan diperiksa tiap bulan di lapangan oleh Direksi dan tiap hari oleh Pengawas Lapangan. material dan transportasi. Laporan harian berisi :  Tugas. tipe bahan yang digunakan. terlebih dahulu mengadakan pengukuran yang disaksikan Oleh Pengawas pada kondisi 0% sebagai data untuk pembuatan Gambar Pelaksanaan . dan diserahkan kepada Direksi sebelum tanggal pelaksanaan pekerjaan atau dalam waktu yang telah ditentukan dalam Kontrak.  Jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan.  Foto – foto sebagaimana tersebut diatas mengunakan kamera digital. Program Laporan dan Dokumentasi. mutu. pengaturan batang pembesian termasuk rencana konstruksi. c.maka volume dihitung berdasarkan garis rencana. dll.  Jenis dan kuantitas bahan dilapangan. Pada gambar yang memperlihatkan perubahan yang sudah diberikan sesuai dengan kontrak. apakah disebabkan karena kerusakan peralatan. penempatan dan jumlah tenaga kerja di lapangan. d. Penyedia Jasa harus memelihara satu set gambar konstruksi terpasang yang dilaksanakan paling akhir untuk tiap-tiap pekerjaan.  Tidak ada mata pembayaran dan atau pembayaran khusus atau tambahan akibat dari kegiaatan ini dan segala resikonya sudah diperhitungkan sebelumnya oleh Penyedia Jasa yang sudah termasuk dalam harga kegiatan survey dan penggambaran yang dikontrakkan .  Minimum 3 (tiga) gambar yang harus diambil pada lokasi yang memperlihatkan keadaan keadaan sebelum mulai pelaksanaan 0% . Gambar Pelaksanaan disiapkan dan harus ditandatangani oleh Pengawas .a. Membuat patok-patok sementara dari kayu usuk atau bambu sebagai titik unizet. beserta 1 (satu) set copy blue print jika penggambaran dengan cara manual dan soft copy apabila penggambaran menggunakan program computer.  Cuaca dan peristiwa alam lainya yang mempengaruhi pelaksanakan pekerjaan. penyediaan personil/bahan/peralatan terlambat. tempat dan ukuran yang tepat. pemotongan dan daftar besi beton.  Dari laporan harian harus dapat diperoleh informasi sebab-sebab terjadinya keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.dimana titik unizet dan profil-profil tersebut sampai pekerjaan selesai . dipasang pada setiap 50m atau 10m pada lokasi bangunan. keadaan dalam tahap 50% dan keadaan penyelesaiaan hasil akhir pelaksanaan 100% . dengan ketentuan bahwa perhitungan volume berdasarkan garis rencana yang telah ditetapkan :  Bilamana dalam pelaksanaan terjadi kurang dari rencana yang telah ditetapkan. jumlah dan kondisi peralatan dilapangan. paling lambat harus diperiksa kembali selama 6 (enam) hari kerja.  Jenis. sejauh gambar tersebut sudah dilaksanakan dengan benar kemudian dicap “sudah dilaksanakan”. Dibuatlah profil-profil tersebut sampai pekerjaan selesai.) b.  Foto-foto pelaksanaan pekerjaan.  Perintah dan persetujuan untuk melaksanakan pekerjaan. Semua gambar yang disiapkan oleh Penyedia Jasa harus terperinci. informasi berikut perlu diketahui:  standar teknis yang akan dicapai  standar kwalitas yang akan dicapai  jumlah dan kesulitan pekerjaan  kecepatan pekerjaan sekarang dan produktivitas  sumber daya yang dibutuhkan dan tersedia (tenaga kerja. pasangan batu.  Dalam waktu 1 (satu) bulan setelah penandatanganan serah terima ke I (PHO). Gambar purna laksana (As Built Drawing) harus dibuat di atas kertas kalkir yang berkualitas baik minimal kalkir 80 gram bila pekerjaan telah diselesaikan 100 %. GAMBAR ASBUILD DRAWING  Selama masa pelaksanaan.

PERSIAPAN PENYELESAIAN PEKERJAAN UTAMA PEK.JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Waktu pelaksanaan : 120 (Seratus Dua Puluh) hari kalender Libur Hari Raya Idul Fitri : 7 ( Tujuh ) Hari kalender MC dan PHO : 7 ( Tujuh ) Hari kalender Pekerjaan Persiapan : 7 ( Tujuh ) Hari kalender Masa pemeliharaan : 180 (seratus delapan puluh) hari kalender ALAT Mixer Beton 0.BOUPLANK/PROFIL LANGSIRAN DIREKSI KEET/BARAK MATERIAL . LINGKUP PEKERJAAN BAGAN ALIR PEK.3 m3 2 Unit Pompa Air 1 Unit Ordinari Truck/Pick Up 1 Unit Generator 1 Unit PERSONIL Pelaksana Saluran Irigasi Pelaksana (Mandor Tukang Batu/Bata/Beton) Pelaksana Konstruksi (Tukang Pasang Batu/Stone (Rubble) Mason) Pelaksana Konstruksi (Tukang Cor Beton/Concretor/Concrete Operation Juru Ukur/Teknik Survey Pemetaan Juru Gambar/Draftman Petugas K3 Konstruksi Administrasi Logistik .

Nama Kegiatan . Pekerjaan yang harus dilaksanakan . GALIAN TANAH BIASA URUGAN PASIR DAN PAS. Papan Nama Proyek ini dibuat dari triplek t. Sumber dana . antara lain : . . Jangka waktu .BATU PASANGAN BETON U PASANGAN 30 CM BETON U 60 CM PLAT BETON DEPAN HUNIAN PLESTERAN ACIAN FINISHING PEMBUATAN PAPAN NAMA PROYEK Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal pelaksanaan kegiatan. serta tidak mengganggu lalu lintas. 6 mm dengan ukuran 100 x 120 cm. Nama penyedia jasa Papan nama proyek dipasang pada lokasi yang mudah dilihat oleh masyarakat. ditopang kayu kaso (5/7) kelas 2 (borneo)dengan tinggi 250 cm dari permukaan tanah dan dicat dasar warna yang sesuai dan huruf cetak berwarna hitam yang berisi informasi mengenai cakupan kegiatan yang akan dilaksanakan. Biaya pekerjaan/ nilai kontrak .

seperti rambu-rambu.  Berjarak cukup dari rencana galian. batu pecah dll.92 m3. papan peringatan serta peralatan komunikasi. Bila medan terjal kami akan menggunakan seling atau pipa paralon sebagai langsiran. PEMBERSIHAN LOKASI − Pembersihan dan pembuatan jalan masuk Sebelum pekerjaan dimulai lapangan kerja harus dibersihkan dari berbagai tanaman.waterpass. sedang untuk bangunan kecil. meteran LANGSIRAN BAHAN MATERIAL Volume Pekerjaan : 216. Hasil dari pengukuran tersebut berupa garis-garis lurus yang menunjukkan sumbu dinding tembok bangunan yang diperoleh dengan menghubungakan titik-titik hasil pengukuran. tanah bahan timbunan harus bersih dari humus dan di kupas setebal minimum 20 cm. sesuai gambar rencana dengan terlebih dahulu meminta ijin ke Direksi pekerjaan.pasir . Pekerjaan tersebut berupa pengukuran di lokasi bangunan sesuai dengan gambar rencana bangunan. Untuk bangunan besar dan banyak terdapat ruang. − Bahan material pekerjaan untuk menuju lokasi pekerjaan kami mengunakan langsiran seperti . Adapun cara pelaksanaanya sebagai berikut : Alat yang Digunakan : o Waterpass o Profil Galian o Cangkul o Ember o Linggis Bahan yang digunakan : . − Menyiapkan sarana untuk keamanan lalu lintas berkaitan keluar masuk kendaraan yang mengangkut matial. Hasil pembersihan itu akan ditempatkan di luar kerja atau dibuang .selang air. pemasangan papan duga harus memenuhi persyaratan:  Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah.  Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan papan bangunan (bouwplank) yang lain. dan mengunakan langsiran tenaga manual . Pembersihan meliputi pembersihan pohon – pohon . − Semua daerah yang ditempati bangunan atau yang dilewati jalur bangunan dibersihkan . pemasangannya cukup pada lokasi sudut atau pertemuan bangunan.  Letak kedudukan papan bangunan harus seragam (diusahakan menghadap ke dalam bangunan). Sedangkan jalan masuk menuju lokasi pekerjaan dari jalan yang sudah ada. − Pekerjaan Pembersihan pada lokasi/ Lapangan pekerjaan . supaya bisa memprogramkan waktu yang tepat sesuai rencana. Pada pekerjaan timbunan untuk tanggul. Papan duga pekerjaan pasangan batu (Bouwplank) adalah sebuah benda kerja yang terdiri dari pasangan papan-papan. Untuk dibuatkan jadwal pengirimannya. GALIAN TANAH Volume Pekerjaan : 322. setiap langkah pekerjaan harus dilakukan pengontrolan kembali.kecuali ada ketentuan lain sesuai petunjuk direksi PEKERJAAN BOUWPLANK Untuk pengukuran pengukuran dan leveling lapangan (Uitzet) merupakan jenis pekerjaan yang digunakan untuk mewujudkan denah bentuk bangunan menjadi suatu bangunan pada tanah lokasi yang telah disediakan. Agar menghasilkan bentuk bangunan sesuai dengan perencanaan. pemasangan bouwplank dilaksanakan mengelilingi seluruh area calon bangunan didirikan. Pasangan ini dimaksudkan untuk menempatkan titik-titik hasil pengukuran yang diperlukan dalam mendirikan suatu bangunan dan membentuk bidang datar.14 m3 Waktu Penyelesaian : 42 hari − Jalan masuk ke dan melalui daerah kerja dapat menggunakan jalan-jalan setempat yang berhubungan dengan Jalan Raya yang berdekatan dengan daerah pekerjaan . waktu penyelesaian 54 hari kalender Adapun cara pelaksanaanya sebagai berikut : Apabila Bouwplank sudah siap dan pengeringan dengan menggunakan pompa air kami akan memulai melaksanakan Galian Tanah Biasa. khususnya untuk pengadaan bahan material mengupayakan sendiri dimana dalam hal ini diperlukan penyiapan lahan. mengingat jalan ke stock file sempit jadi harus diadakan pengaturan lalu lintas − Mengadakan pemesanan batu . Jenis pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan penuh ketelitian. Adapun alat yang digunakan cangkul.gerobak.palu. mobil pick up. Alat yang Digunakan : o Palu o Gergaji o Waterpass o Thedolit o Selang Air o Benang Bahan yang digunakan : o Kayu 5/7 x 4m Kayu Tahun o Paku o Papan 2/20 Kayu Tahun o Pilok Pekerjaan pengukuran dan leveling merupakan pekerjaan yang sangat penting karena hasil dari pekerjaan ini dapat mempengaruhi dan menentukan baik buruknya ukuran dan bentuk bangunan.maupun lokasi untuk jalan masuk ke lokasi proyek agar pelaksanaanya pekerjaan nantinya dapat berjalan lancar.  Titik hasil uitzet ditempatkan dengan tanda yang jelas.gergaji.sampah dan bahan lain yang menganggu pelaksanaan pekerjaan.

Hal ini untuk menghindari longsoran dimana tanah galian tidak masuk kembali.  Komposisi campuran pasir.sekop.  Bahan material untuk pembuatan mortar adalah pasir dan semen.  Pengerjaan tanah galian ini dikerjakan dengan cara manual/tenaga manusia dengan peralatan bantu yang sesuai seperti cangkul.  Pekerjaan Pasangan Batu akan kami pergunakan matrial yang memenuhi syarat spefikasi teknis.ember. dibuat patok dengan warna tertentu pula. URUGAN PASIR Volume Pekerjaan : 29.  Untuk galian tanah yang terdapat sumber mata air dibawahnya maka harus disiapkan mesin pompa air untuk mengeluarkan air tersebut.  Selama proses penggalian . pasir pasang dan semen.  Matrial tersebut dicampur dengan mengunakan concerte mixer dan diberi air bersih dengan alatn water tank truck.  Pada Lokasi yang akan dilakukan pengalian. waktu penyelesaian 54 hari kalender Adapun cara pelaksanaanya sebagai berikut : − Seluruh timbunan pasir harus ditutup dengan satu − Tidak mengandung batu yang lebih besar dari 5 cm serta mampu mengisi rongga-rongga − Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat.  Pencampuran mortar menggunakan Beton Molen  Dalam pencampuran setelah air dimasukan tidak boleh lebih dari 2 menit  Mortar digunakan kurang dari 30 menit .  Dimensi dan elevasi galian sebagaimana gambar rencana dan petunjuk Direksi  Adapun alat yang digunakan .07 m3. harus memperhatikan dan mempelajari bagian pekerjaan sesuai dengan gambar rencana dan kondisi lapagan.  Sebelum pemasangan harus dibuatkan profil terlebih dahulu untuk memudahkan pemasangan sesuai dengan gambar. garpu. cangkul.harus memperhatikan keselamatan pekerja yang ada di dalam galian dan harus memastikan tersedia orang yang membuang tumpukan tanah dipinggir galian supaya tanah tidak bertumpuk. Alat yang Digunakan : o Waterpass o Profil o Cangkul o Ember o Molen Beton o Takaran Pasir o Gerobak o Palu o Cetok Bahan yang digunakan : o Benang o Profil Pasangan o Batu belah 15/20 o Portland Semen o Pasir Pasang  Menyerahkan hasil pengujian material (mix design) mortar yang akan digunakan dan harus sesuai Spesifikasi Teknik yang disyaratkan.06 m3 waktu penyelesaian 49 hari kalender Adapun cara pelaksanaanya sebagai berikut :  Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.  Untuk jenis tanah berlumpur.  Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan  Melakukan peninjauan lapangan bersama-sama direksi apakah lokasi pekerjaan sudah mememenuhi syarat untuk dilaksanakan pekerjaan tersebut.o Benang o Kayu 5/7 x 4m Kayu Tahun o Paku o Papan 2/20 Kayu Tahun o Pilok  Sebelum pelaksanaan pekerjaan di mulai. semua bahan yang tidak diperlukan harus dibuang. sebelumnya harus diberi tanda berupa patok dan di beri peil galian sesuai dengan kedalaman rencana. − Pemadatan mengunakan penyiraman . singkup dll. Begitu juga apabila galian menampung air hujan maka meneruskan pekerjaan selanjutya air di buang terlebih dahulu. Alat yang Digunakan : o Waterpass o Profil o Cangkul o Ember o Takaran Pasir o Gerobak o Cetok Bahan yang digunakan : o Pasir Urug PONDASI BATU KALI Volume Pekerjaan : 202.  Bahan material yang digunakan batu belah yang sudah dicuci/dibersihkan . semen dan air sesuai dengan spesifikasi teknik. alat waterpass. Untuk daerah dengan kedalaman tertentu . kemungkinan terjadinya longsor / runtuhan tanah cukup besar maka dibuat galian sisi miring dan lebar galian dibuat lebih besar ukuran dimensi tapak.

unsurnya seperti pengaku.beban kejut dan getaran .  Pada lokasi penggalian perlu dipasang rambu peringatan agar tidak membahayakan pengguna jalan. baik selama pemasangan tulangan maupun pengecorannya. PEKERJAAN BETON U 30 CM Volume Pekerjaan : 722.  Untuk permukaan bagian luar Pasangan Batu (yang kelihatan) akan kami pasang dengan rata serta bersih dari ceceran adukan. kami akan menyatukan batu belah yang dipasang. Dolken. Benang. waktu penyelesaian 21 hari kalender o Bahan yang digunakan : Multiflex 9mm. untuk menyangga berat maupun tekanan dari beton dalam keadaan basah dan peralatan yang mungkin ada diatasnya. Acuan yang dibuat harus dapat dipertahankan bentuknya. pemotong besi o Sesuaikan Betuk dan Ukuran begisting sesuai dengan Gambar Pekerjaan Kolom Beton o Acuan.33 m3.semen . Catut. molen.0 m’ . o Perancah termasuk segala jenis unsur. juga termasuk pondasi sementara yang diperlukan untuk memikul acuan tanpa menimbulkan settlement.  Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan. sekop. baik yang sementara maupun yang permanen. Waterpass.  Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan.  Setelah satu atau dua hari gorong-gorong pipa dipasang dan disambung dengan cincin penyambung dari beton.linggis dan peralatan lainnya yang diperlukan. dilanjutkan memasang ke arah atas secara bertahap. cangkul.5 m untuk menghindari keruntuhan  Adapun alat yang digunakan .  Pembuatan dinding sayap dan tembok kepala dari pasangan batu atau beton bertulang seperti yang ditunjukkan gambar rencana atau sesuai petunjuk direksi pekerjaan Alat yang Digunakan : o Waterpass o Profil o Cangkul o Ember o Palu o Cetok Bahan yang digunakan : o Buis Beton 30 cm o Pasir o Semen PEKERJAAN BETON U 60 CM Volume Pekerjaan : 3. ganco . cangkul. waktu penyelesaian 49 hari kalender Adapun cara pelaksanaanya sebagai berikut :  Penggalian dilakukan secara manual oleh pekerja dengan menggunakan peralatan seperti. paling sedikit satu batu pengikat setiap meter persegi. Palu. dengan tebal adukan tidak kurang dari 10 mm. untuk setiap tahap akan kami pasang maksimum 1.  Pembuatan lantai kerja mengunakan pasir urug  Ketebalan lantai kerja sesuai dengan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan.0 m’ . balok pengikat dan tiang.  Setelah satu atau dua hari gorong-gorong pipa dipasang dan disambung dengan cincin penyambung dari beton. waktu penyelesaian 14 hari kalender Adapun cara pelaksanaanya sebagai berikut :  Penggalian dilakukan secara manual oleh pekerja dengan menggunakan peralatan seperti.  Pembuatan lantai kerja mengunakan pasir urug  Ketebalan lantai kerja sesuai dengan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan.sturktur beton dengan segala detailnya. batu pecah ½ cm o Alat yang digunakan : Gergaji Kayu. dimaksudkan untuk membentuk struktur.  Pembuatan dinding sayap dan tembok kepala dari pasangan batu atau beton bertulang seperti yang ditunjukkan gambar rencana atau sesuai petunjuk direksi pekerjaan Alat yang Digunakan : o Waterpass o Profil o Cangkul o Ember o Palu o Cetok Bahan yang digunakan : o Buis Beton 30 cm o Pasir o Semen PLAT BETON DEPAN HUNIAN Volume Pekerjaan : 3. selanjutnya antara batu dengan batu dipasang mortar sebagai perekat dengan campuran yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis. Kesemuanya ini harus direncanakan dengan metoda ereksi dan pembongkaran yang sederhana sehingga memudahkan pemasangan.  Pada lokasi penggalian perlu dipasang rambu peringatan agar tidak membahayakan pengguna jalan. sekop.  Didalam pengerjaan pasangan batu.kawat bendrat.linggis dan peralatan lainnya yang diperlukan. penambahan maupun pembongkarannya . serta naik secara bersama – sama dengan pasangan bagian dalam agar batu pengikat dapat terpasang dengan baik. Batu diletakan dengan hati–hati. Paku.  Setelah ketinggian pasangan batu sampai ketinggian aman dari genangan air apabila terjadi hujan. besi .  Ketinggian pasangan batu kearah atas. Kayu Begisting. Kaso. o Baik acuan maupun perancah harus dilaksanakan oleh Pemborong. serta beban. ganco . pasir beton.

partikel lain  Pencampuran menggunakan mesin mixer  Pencampuran air secara bertahap dan diaduk sampai rata selama 3-4 menit  Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan pasangan telah selesai dipasang. dipasang tegak lurus dan menggunakan potongan kecilkayu plywood. potongan plywood tersebut dilepas apabila kepala plesterantelah mongering. debu. maka plesteran tersebutdibongkar dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Manajemen Konstruksi / Pengawas denganbiaya atas tanggungan Pihak Kami.  Sudut-sudut luar dinding : . dan plesteran tersebut sudah benar-benar dalam keadaan kering. Tebal plesteran 15-20 mm. o Pada pengecoran lanjutan (sambungan antar beton lama dan beton baru). METODE PEKERJAAN ACIAN Volume Pekerjaan : 938.  Untuk permukaan yang datar.81 m2 .  Ketebalan plesteran mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar. rata. instalasi air bersih dan instalasi lainnya telahditanam dalam dinding  Dinding pasangan bata yang akan diplester.  Kelembaban plesteran dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar.  Seluruh pertemuan bidang plesteran dengan keliling kosen dibuat tali air ukuran 5 x 5 mm. untuk patokan kerataan dinding. AC. rapih. Jika ketebalan melebihi dari 2 cm diberi tambahan kawat ayam (wire mesh). o Pengecoran dilakukan secara terus menerus.  acian dapat dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering benar). o Besi tulangan diameter dipotong sesuai dengan ukuran dalam gamabar kerja dengan bar cutter sedangkan pembengkokan tulangan dilakukan dengan bar bender. mempunyai toleransi lengkung atau cembung tidak melebihi 5mm untuk setiap jarak 200 cm. untuk memperkuat daya lekat plesteran. atau akibat lainnya. Adukan yang tidak dicor dalam waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan beton dan juga adukan yang tumpah dalam pengangkutan tidak diperkenankan untuk dipakai lagi. o Pemotongan tulangan utama dilakukan sepanjang tinggi kolom pada lantai ditambah dengan panjang penyaluran tulangan untuk pekerjaan penyambungan tulangan . waktu penyelesaian 49 hari kalender Adapun cara pelaksanaanya sebagai berikut : Bahan yang digunakan :  Semen  Pasir Pasang  Air  Triplek  Kawat ayam untuk mengayak pasir Peralatan yang digunakan :  Meteran  Jidar almunium  Roskam kayu  Roskam besi  Kertas semen  Benang Pelaksanaan :  Permukaan dinding yang akan diplester dibersihkan dari kotoran. sebelumnya selalu disirami air sampai jenuh selama 3 hari. yaitu sebesar 40 D ( dimana D adalah diameter tulangan ulir ) o Panjang pembengkokan tulangan sengkang dilakukan sesuai dengan ketentuan bar bender schedule. kemudian disiram dengan air semen. bobokan untuk instalasi listrik (pipa). hasil pengerjaan lurus.Seluruh sudut vertical.81 m2 waktu penyelesaian 42 hari kalender Bahan yang digunakan :  Semen  Air  Triplek Peralatan yang digunakan :  Ember  Jidar almunium  Roskam kayu  Roskam besi  Kertas semen dan busa  Benang . Untuk sengkang yang dibengkokan dengan sudut . Jika melebihi. dikerjakan dengan baik. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai penyedia selalumenyiram dengan air sampai jenuh sekurangkurangnya 1 kali sehari. atau 6 x 6 mm atausesuai permintaan. baik dan tidak bergelombang. tegak dan lurus  Pekerjaan finishing (pengecatan) dapat dilakukan apabila acian telah berumur lebih dari 21 (dua puluhsatu) hari. maka panjang pengaitnya adalah sebesar 6 kali diameter. kolom dan ringbalok telah dicor.  Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 100 cm.  Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik. maka permukaan beton lama terlebih dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan dengan menyikat sampai aggregat kasar tampak. agar adukan plesteran dapat melekat dengan baik pada dinding. Lokasi dari Construction joint ini harus disetujui oleh Pengawas. PEKERJAAN PLESTERAN Volume Pekerjaan : 938. tidak terlalu tiba-tiba danmembasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan dilindungi dari terik matahari langsung denganbahan penutup yang dapat mencegah penguapan air secara cepat. berkewajiban memperbaikinya dengan biaya atas tanggungan Pihak Kami.

Syarat-syarat yang harus dilakukan adalah Penyedia Jasa mengajukan surat permohonan pemeriksaan pekerjaan 100% yang sudah disetujui oleh Pengawas dan PPTK (Pejabat Teknis yang ditunjuk oleh PPK) kepada PPK. Pemeliharaan dimaksudkan untuk menjaga hasil pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi. Sudah selesai pada saat prosentase phisik pekerjaan 100 % (seratus persen) dan dilakukan serah terima pekerjaan selesai. Bahwa berhasil atau tidaknya suatu pembangunan gedung dapat dilihat dari usia pemakaian bangunan sesuai dengan rancangan bangunannya dan tata cara pemeliharaan terhadap bangunan itu sendiri. b. SERAH TERIMA PEKERJAAN AKHIR ( FHO) Tahapan serah terima pekerjaan akhir (FHO) hampir sama dengan PHO. misalnya bambu. f. Pelan-pelan menaburkan semen kedalam air. Setelah pekerjaan diperiksa. Setelah diperiksa oleh para pihak. Perisapan bahan peralatan seperti air. benda yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai piranti pengaturan lalu lintas jalan. Lampiran-lampiran yang diserahkan antara lain berupa catatan-catatan. Usahakan agar hasil acian dinding tidak cepat kering. PPK membuat surat hasil pemeriksaan pekerjaan yang biasa dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Awal (PHO). bisa berupa ember cor. keamanan. menyiram dinding yang akan diaci dengan air hingga basah. kualitas. . d. analisis. karena pengeringan yang terlalu cepat dapat menyebabkan keretakan dinding SERAH TERIMA PEKERJAAN AWAL (PHO) Serah terima pekerjaan awal (PHO) adalah serah terima yang dilakukan oleh Penyedia Jasa ketika sudah selesai mengerjakan 100%. PPK akan membuat surat balasan untuk memeriksa pekerjaan baik di lapangan maupun administrasi (dokumen-dokumen) pendukungnya dengan membentuk Tim Pemeriksa tambahan atau cukup dengan petugas-petugas yang sudah ada. dan menjamin hingga umur rencana tercapai dengan memperkirakan hasil deteksi selama masa pemeliharaan. Penyedia Jasa wajib menyelesaikan/memperbaiki pekerjaan tersebut sesuai dengan ketentuan kontrak. misalnya dengan menancapkan tiang pancang yang dilengkapi perangkap dari dahan dan ranting kayu atau bambu. Penyedia Jasa wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan yaitu 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sehingga kondisi tetap berada seperti pada saat Penyerahan Pertama Pekerjaan. dan Penyedia Jasa mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran untuk penyerahan pertama pekerjaan yang akan diperiksa oleh Tim Panitia Penerima Pekerjaan. maka konstruksi bangunan penahan dapat menggunakan bahan yang tersedia di tempat. Setelah Pekerjaan Plsteran sudah cukup luas dan Plesteran di biarkan waktu untuk mengalami proses pengeringan yang mengakibatkan keretakan rambut. dan penampilan (performance) bangunan. Melaburkan bahan acian semen yang sudah jadi ke permukaan dinding dengan menggunakan cetok. c. Jika longsor termasuk kategori ‘kecil’. Masa pemeliharaan untuk setelah pekerjaan selesai 100 % (seratus persen). Metode Pengaturan Lalu lintas  Secara umum pengertian rambu-rambu lalu lintas adalah tanda-tanda. ditinjau dari aspek : kekuatan. Apabila dilapangan terdapat kekurangan dan / cacat hasil pekerjaan. dimulai dari surat serah terima pemeriksaan pekerjaan dari Kontraktor Pelaksana kepada PPK. Pemeliharaan ini akan membuat umur bangunan tersebut menjadi lebih panjang. alat. dan laboratorium paska pemeliharaan. dan kuantitas selama waktu pemeliharaan khususnya.  Konstruksi bangunan pengaman penahan material longsor bergantung pada volume longsor. Pemeliharaan adalah tahap di mana Kontraktor Pelaksana melaksanakan pemeliharaan terhadap hasil pekerjaan selama waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Kontrak. dan prediksi hasil pekerjaan terhadap umur rencana. maka dibuat berita acara penyerahan pertama pekerjaan dan Penyedia Jasa harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5 % (lima persen) dari Nilai Kontrak. b. semen. Setelah semuanya terpenuhi. kertas bekas zak semen dan bahan-bahan lainya sesuai kebutuhan. cetok. sehingga dapat mengancam keselamatan penduduk di daerah tersebut dan di sekitarnya  Memangkas tanaman yang terlalu tinggi yang berada di tepi (bagian atas) wilayah rawan longsor  membangun penahan material longsor menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat. batang dan ranting kayu. PEKERJAAN MASA PEMELIHARAAN Pemeliharan (maintenance) bangunan adalah sangat penting dan perlu setelah bangunan tersebut selesai dibangun dan dipergunakan. sisanya 5% ditagihkan setelah masa pemeliharaan selesai atau ditagihkan dengan mengganti jaminan pemeliharaan. a. Penyedia Jasa menagihkan pekerjaan 95%. uji lapangan. PPK membuat Berita Acara Serah Terima Akhir (FHO) URAIAN PEKERJAAN PENUNJANG Pembuatan Konstruksi Pengaman  Apabila lahan digunakan untuk perumahan maka bahaya longsor akan meningkat. ember bekas tempat cat atau tempat lainya yang dapat digunakan untuk menampung air acian. Menghaluskan pekerjaan acian dengan kertas bekas semen sehingga permukaan benar-benar rata dan halus. hal ini dimaksudkan agar nantinya dinding tidak banyak menyerap air semen. e. Menyiapkan tempat penampungan air. bisa dengan cara menyiram air. Berikutnya untuk di laksanakan Pekerjaan Acian Adapun Langkah – Langkah Metode Kerja Sebagai Berikut : a. cukup ditaburkan saja dan tidak boleh diaduk karena dapat menyebabkan semen menggumpal serta cepat kering sehingga tidak dapat digunakan untuk bahan acian dinding.

 Rambu yang memperingatkan adanya bahaya agar para pengemudi berhati hati dalam menjalankan kendaraannya  Tanda Pengaman lalu lintas untuk setiap grup kerja rambu sebanyak dua buah . huruf hitam yang menyatakan jenis proyek pekerjaan. warna kuning. Demikian Metode Pelaksanaan Kerja ini dibuat untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Pendatangan semua material paling lambat 1minggu sebelum proses pekerjaan dimulai dan selalu diperhatikan ketersediaan barang yang ada digudang sehingga tidak menghambat pekerjaan.Komunikasi K3 antara manusia dengan manusia dengan manusia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : PENUTUP Saran dan Usulan Rencana pelaksanaaan sangat penting untuk di rencanakan dan dipikirkan sedemikian rupa untuk meminimalkan kesalahan-kesalahan di lapangan yang mungkin terjadi dalam mendukung tercapainya hasil akhir yang memenuhi aspek-aspek penilaian keberhasilan suatu konstruksi. Material yang mudah terpengaruh cuaca seperti semen diletakan pada gudang penyimpanan.poster. Komunikasi Manusia mengunakan Alat Media dan Komunikasi Komunikasi manusia dengan manusia melalaui alat/media komunikasi seperti telpon. Komunikasi ini banyak digunakan dilingkungan kerja misalnya komunikasi antara petugas diruangan control dengan petugas dilapagan . batas tripleks / papan dengan kerangka kaso 5/7 . Diluar Metode ini masih berlaku Metode yang lainnya dengan memperhatikan Feeling Pelaksanaan dilapangan yang perlu mendapat persetujuan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen. a.saftey letter dan lainya.  Pemasangan Kerucut lalu lintas (traffic cone) warna dasar jingga dengan atau tanpa strip/garisputih. Di dalam rencana pelaksanaan tersebut mengandung skema urutan dan tahap-tahap pekerjaan yang harus dilaksanakan karena adanya suatu keterikatan antar pekerjaan. buliten . ukuran 60 x 90 cm.  Untuk mencegah penumpukan bahan material dan mengurangi resiko kehilangan dalam masa pelaksanaan pekerjaan maka dilakukan pengaturan jadwal pemasukan bahan material yang akan digunakan selama pelaksanaan pekerjaan. komunikasi antara petugas K3 dengan para pekerja . Alat didatangkan menurut keperluannya dan di keluarkan dari lokasi kerja bila sudah tidak ada pekerjaan yang berkaitan dengan alat tersebut. spanduk. .