You are on page 1of 7

Uji Repelen (Daya Tolak) Beberapa Ekstrak Tumbuhan ... (Hasan Boesri, et.

al)

UJI REPELEN (DAYA TOLAK) BEBERAPA EKSTRAK TUMBUHAN TERHADAP
GIGITAN NYAMUK Aedes aegypti VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE

Hasan Boesri*, Bambang Heriyanto**, Lulus Susanti*, Sri Wahyuni Handayani*
* Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit,
Jalan Hasanudin No.123 Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
** Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan,
Jl. Percetakan Negara No.23A, Jakarta Pusat, Indonesia
Email : hasanboesri1956@gmail.com

THE REPELLENCY SOME OF EXTRACT PLANTS AGAINST Aedes aegypti MOSQUITOES
VECTOR OF DENGUE FEVER

Naskah masuk : 06 Juni 2015 Revisi 1 : 03 Agustus 2015 Revisi 2 : 2 September 2015 Naskah diterima : 30 September 2015

Abstrak
Penyakit Demam Berdarah Dengue, Malaria, filaria sejauh ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat.
Penggunaan insektisida nabati banyak memberikan keuntungan diantaranya ramah lingkungan, tidak memberikan
dampak buruk pada kesehatan dan bahan dasar ada di sekitar pemukiman. Berdasarkan banyaknya keuntungan
yang didapatkan, maka dipandang perlu untuk mencari insektisida nabati sebagai repelen untuk menolak
gigitan nyamuk penular penyakit. Penelitian ini merupakan eksperimen murni, tentang pembuatan ekstrak dari
berbagai bahan tanaman serta uji efektifitas daya tolak nyamuknya dan dilakukan di laboratorium. Pembuatan
ekstrak dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, sedangkan untuk pengujian
ekstrak terhadap nyamuk Aedes aegypti dilakukan di laboratorium uji insektisida Balai Besar Litbang Vektor
dan Reservoir Penyakit. Hasil penelitian uji repelen beberapa ekstrak tumbuhan adalah pada dosis 100% yang
mampu menolak gigitan nyamuk di atas 80% per jam antara lain ekstrak daun Zodia mampu menolak sampai
2 jam sebanyak 88,2%. Ekstrak daun tembakau mampu menolak selama 3 jam sebanyak 84,9%, ekstrak daun
gondopuro mampu menolak selama 1 jam sebanyak 83,3%, ekstrak daun Serai Wangi mampu menolak selama
2 jam sebanyak 85,1%. Ekstrak daun cengkeh mampu menolak selama 4 jam sebanyak, 81,7%. Ekstrak bunga
krisan mampu menolak selama 1 jam sebanyak 89,6%, Sedangkan ekstrak daun suren, akar tuba dan lavender
hanya mampu menolak gigitan nyamuk Aedes aegypti di bawah 80%.

Kata kunci : ekstrak, repelen, Aedes aegypti

Abstract
Dengue Haemorrhagic Fever, malaria, filaria so far are public health problem. The use of plant-based insecticides
are many eco-friendly benefits, do not give bad impact on health and basic materials are all around settlements. It
is necessary to look for botanical insecticides as repellent to resist bites mosquito-borne diseases. This research is a
pure experiment, that is made some extract and then its application as repellent for Ae. aegypti, and performed in the
Laboratory. Preparation of extracts performed in the laboratory of Pharmacy, University of Gajah Mada, whereas
for testing extract to Aedes aegypti conducted in laboratory of insecticide trials in Institute of Vector and Reservoir
Control Research and Development. Repellent tests were conducted for some extract plant at 100% dosage and
extract which can refuse mosquito bite above 80% per hour are Zodia leaf extract is resist up to 2 hours as much as
88,2%, tobacco leaf extract is resist for 3 hours as much as 84,9%, gondopuro leaf extract for 1 hour resist as much
as 83,3%, Serai Wangi leaf extract is resist for 2 hours as much as 85,1%. Clove leaf extract is resist for 4 hours as
much as 81,7%. Chrysanthemum extract for 1 hour resist as much as 89,6%. While the extracts of plant suren leaf,
tuba root and lavender just able to resist a bite of Aedes aegypti mosquito under 80%.

Keywords : extract, repellent, Aedes aegypti

79

Kemudian serbuk dari bahan diambil 50 gram ya pengendalian nyamuk yang terpopuler adalah se­ba­ dan dimaserasi dengan pelarut etanol 70% dan disaring gai berikut: pengendalian untuk nyamuk Aedes meng­ terbentuklah ekstrak etanolik kemudian dipekatkan ter­ gunakan sistem pengasapan. Ulangan dalam peng­ menolak gigitan nyamuk penular penyakit. lakukan pengujian. Cara pengujian. (Raina. misal sebagai penolak masing disuspensikan dalam larutan aquades sehingga gigitan nyamuk dan sangat diharapkan menjadi dalam 100 ml pelarut mengandung 1 gram faksinasi pilih­an masyarakat karena bahan tersebut banyak (1000 ppm) yang disebut larutan induk cair (Aji. carbamat dan orgo­ dua lapisan cairan yang terpisah secara nyata. menguras dan menimbun). P = jumlah nyamuk 80 . Fraksi no­clorin (Tarumingkeng. Masyarakat perkotaan n-heksana dipisahkan dari fraksi beratrnya dan di­ dan pedesaan telah melakukan perlindungan diri de­ kumpulkan dalam wadah yang berbeda. 10 cc dan tangan kanan sebagai kontrol). dan dinyatakan tidak efektif (Chrysanthenum cinerariaefolium) bagian bunga. Oktober 2015: 79 .(Kemenkes RI. dan cara menentukan dosis atau konsentrasi untuk mencari insektisida nabati sebagai repelen untuk ekstrak berdasarkan deret ukur. mem­berikan dampak buruk pada kesehatan dan bahan Setiap jenis ekstrak dilakukan pengujian terhadap dasar ada di sekitar pemukiman. 2000 . Bahan diambil dari daun. Maka dipandang perlu nyamuk. dimetil falat dikumpulkan dalam wadah yang berbeda. Hasil pene­ bagian daun. setiap kurungan diisi 25 Cara pembuatan ekstrak ekor nyamuk betina dalam keadaan lapar. sedangkan jutnya difraksinasi cair-cair dengan menggunakan 50 untuk Anopheles dan Mansonia dengan sistem penyem­ ml n-heksana dan 50 ml air destilasi sebanyak tiga protan rumah dengan menggunakan bahan aktif in­sek­­ kali menggunakan corong pisah sehingga membentuk tisida Pyretroid. tidak Uji Repelen Terhadap Nyamuk Aedes aegypti. yang diperoleh difraksinasi cair-cair kembali dengan 50 aerosol. krisan gigitan nyamuk > 80%. dipaparkan pada nyamuk 5 menit setiap jamnya dan Suren bagian daun. cengkeh (Zysigium aromaticum) bagian litian ekstrak dikatakan efektif jika daya tolak terhadap daun. Proses awal pembuatan ekstrak adalah tahapan pembuatan serbuk simplisia kering. bahan dicuci bersih kesehatan masyarakat. Repelen Fraksi etil asetat dipisahkan dari fraksi airnya dan nyamuk umumnya mengandung DEET. bunga (DBD). tuba (Derris elliptia/Tuba) bagian akar. 1981). Penanggulangan dan pencegah­ dengan air kemudian dioven selama 48 jam pada suhu annya lebih banyak difokuskan pada pemutusan rantai 50o C kemudian di blender dan diayak dengan mesh penularan melalui pengendalian nyamuk vektor. 2011).2010 . Vektora Volume 7 Nomor 2. Ekstrak yang kental selan­ 3 M (menutup. serai wangi (Andropogon nardus) dilakukan selama 6 jam (Boewono. 20. jika daya tolak < 80%.84 Pendahuluan tersebut dapat terpisah dari bahan dan dari senyawa Penyakit Demam Berdarah Dengue. Larutan induk inilah kemudian di dalam jangka panjang sebab tanpa ada efek negative.1989).masing ulangan berisi 25 ekor nyamuk Bahan dan Metode Aedes aegypti. Malaria kandungan yang lain. Upa­ no. Kedua tangan Gondopuro (Gaultheria fragrantissima) bagian daun. Data hasil peneitian berupa daya proteksi ekstrak Cairan pelarut dalam proses pembuatan ekstrak adalah terhadap gigitan nyamuk diperoleh dari rumus: pelarut yang baik untuk senyawa kandungan yang DP = (K-P)/K x 100 %. saat ini adalah bentuk minyak. terdapat disekitar pemukiman serta aman digunakan Kemenkes RI. Indonesia merupakan negara untuk memperoleh ekstrak cair dimana fraksi pekat tropis dan terdapat berbagai jenis tumbuhan yang yang diperoleh dari hasil fraksinasi etanolik masing- belum banyak dimanfaatkan. Fraksi berat ngan cara seperti penggunaan anti nyamuk bakar. 2011). 2011) Penggunaan insektisida nabati banyak memberikan keuntungan ramah lingkungan. organophosphat. tembakau (Nicotiana tabacum) bagian daun. ujian baik perlakuan maupun kontrol sebanyak 3 (tiga) dan masing . dengan demikian senyawa yang hinggap di tangan kontrol. Kemudian dan iridin (Raina. kedua tangan Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah dimasukkan dalam kurungan secara bergantian (mulai ekstrak tumbuhan zodia (Euvodia graveolens) bagian per­gelangan tangan kiri diberi olesan ekstrak sebanyak daun. lotion dan krim. dimana K= jumlah nyamuk berkhasiat atau yang aktif. kemudian dengan Analisis Data peralatan tertentu sampai derajat kehalusan tertentu. pengabutan dan gerakan bentuklah ekstrak kental. filaria sejauh ini masih menjadi masalah atau akar dipilih kualitas yang baik. 2009). dan repelen. Formulasi produk repelen yang ml etil asetat sebanyak tiga kali menggunakan corong digunakan untuk mencegah gigitan nyamuk dipasaran pisah hingga membentuk dua lapisan cair secara nyata. lavender (Lavandula latifolia) bagian daun. WHO.

5 2 Daun Cengkeh 93.0 44. Di Indonesia per­se­ empat jam. jam pertama dan pada jam ke-2 hingga jam ke-6 daya khususnya untuk mengusir serangga dan hama di perta­ tolaknya dibawah 50%. Ekstrak bunga krisan hanya efektif daya tolak terhadap gigitan nyamuk. Salah satu manfaat dari tolaknya sudah dibawah 80%. yaitu dosis 100% mampu menolak 83. sedangkan pada jam ke-2 sampai jam ke-6 daya (Kemenkes RI.9% selama 2 jam.6 76..2 % selama 2 jam.5 6 Daun Gondopuro 83.1 4 Bunga Krisan 89. 88. tolaknya <80%.9%.9 83.5 % selama 3 untuk mengatasi penyakit tular vektor masih menjadi jam. Organochlorin.5 86.5 85.Uji Repelen (Daya Tolak) Beberapa Ekstrak Tumbuhan . Ekstrak daun Zodia akar tuba tidak efektif digunakan sebagai repelen karena dosis 100% mampu menolak 88. Ekstrak batang Serai Wangi nian.1 29. sedangkan pada jam (Evodia suaveolens).7% dan 51.6 32.2 36.5 69..5 80 77. yaitu dosis 100 % mampu menolak 93. et. 84. 80 % dan pada uji jam ke-4 sampai ke-6.5 29.0 % gigitan nyamuk aktif insektisida yang saat ini masih ada di pasaran.5 33. Adapun berbagai bahan tiga jam.8 18.3 30. diambil dari daun Zodia yang ke-3 sampai jam ke-6 daya tolaknya < 80%. dan DP = dibawah 80%. yaitu dosis sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti dalam 100% mampu menolak 95. 85.0 55.7% selama 4 jam.3 44. Jenis tanaman yang telah dilakukan pengujian efektif sebagai repelen selama dua jam.2 84.3 84. al) yang hinggap di tangan yang diberi olesan. Ekstrak daun suren tidak tumbuh-tumbuhan adalah penggunaannya sebagai pesti­ efektif digunakan sebagai repelen karena dosis 100% sida dari tanaman.6 % gigitan nyamuk daya tolaknya terhadap gigitan nyamuk dosis 100% selama 1 jam. sedangkan pada jam ke-2 hingga jam ke-6 daya dibidang kesehatan manusia. Ekstrak daun tembakau khususnya yang berasal dari bahan kimia masih luas dosis 100% efektif digunakan sebagai repelen selama penggunaannya di Indonesia. sudah < 80%.5 27.3 % gigitan tumbuh-tumbuhan yang dapat dimanfaatkan khu­susnya nyamuk.3 % selama 2 jam.7 51.2 21.1 76. tolaknya sudah dibawah 80%. dan pada jam dengan dedaunan zodia sebelum masuk ke hutan agar ke-5 dan ke-6 daya tolaknya 76. 2010).000 m dari permukaan laut.9 21.5 21.7% selama 3 jam.2 53.9 8 Akar Tuba 65. 81. dengan hasil sebagai berikut: Ekstrak daun Zodia PEMBAHASAN dosis 100% mampu menolak 88.5% barannya banyak ditemukan di Papua dan pada umum­ gigitan nyamuk selama 1 jam. yaitu t-test untuk yaitu dosis 100 % mampu menolak gigitan nyamuk mengetahui beda yang nyata antara semua ekstrak 89.1 73. Ekstrak terlindungi dari serangan serangga.9 81 .1 47.0 39.1 % selama 2 jam.6 88. 88.2010) Indo­ daya tolak terhadap gigitan nyamuk hanya selama 1 nesia merupakan daerah tropis dan terdapat ribuan jenis jam. sedangkan daya tolak pada jam ke-4 sampai ke-6 antara lain adalah Organophosphat. Ekstrak daun Lavender juga tidak efektif digunakan sebagai repelen karena dosis 100% HASIL daya tolaknya terhadap gigitan serangga < 80%.3 66. 84.4 22. 88.6 % gigitan nyamuk Penggunaan insektisida dalam upaya pemerintah selama 1 jam. Hasil penghitungan sebagai repelen pada satu jam pertama pengujian daya proteksi akan diuji statistik.9 78. yaitu mampu menolak 92.8 76.9 3 Daun Tembakau 92.7 20.3 66.7 81.6 7 Daun Lavender 72. Penggunaan insektisida di bidang kesehatan. Ekstrak daun gondopuro efektif memiliki Carbamat dan Pyrethroid. Ekstrak merupakan tanaman herba.6 17. 84. Data Telah dilakukan penelitian tentang beberapa ekstrak dapat dilihat pada Tabel 1.6%. selama 1 jam.9% selama 3 sebagai metode pengendalian serangga penular penyakit jam. (Kemenkes RI.7 % gigitan nyamuk pada 1 da sudah lama dikenal di dunia serangga pertanian.3 61.7 76.2 % selama 2 jam. Rata-rata persentase daya tolak beberapa jenis tumbuhan terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti Jumah rata-rata persentase daya tolak gigitan nyamuk per jam pengamatan No Ekstrak Dosis 100% 1 jam 2 jam 3 jam 4 jam 5 jam 6 jam 1 Daun Serai Wangi 95.3 63.0 88. (Hasan Boesri. Penggunaan tanaman sebagai pestisi­ hanya mampu menolak 63. tumbuhan sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti. 86.5 % selama 3 Tabel 1.8 9 Daun Suren 63.5 43.0 59. daya prioritas.7 45. tumbuh subur di ketinggian daun cengkeh efektif digunakan sebagai repelen selama 400-1.6 5 Daun Zodia 88.5% gigitan nyamuk selama penelitian ini adalah sebagai berikut: Ekstrak Zodia 1 jam. nya masyarakat papua terbiasa menggosok kulitnya 83.

36. antiseptik.5% gigitan Jawa dan Sumatra. kadang. Vektora Volume 7 Nomor 2. diperoleh dari akar tuba. 1991). dan anti pegunungan dan baik tumbuh pada daerah dataran tinggi serangga sehingga sangat cocok untuk digunakan seba­ sampai diatas 3000 m dari permukaan laut. sebagai tolak dari ekstrak daun suren disebabkan oleh zat aktif tonik untuk menambah stamina tubuh. 66. di peroleh dari daun tanaman cengkeh. Ekstrak Cengkih (Zysygium aroma­ti­ nikotin. Kalimantan % selama 4 jam. 44..2 % selama 4 jam.9% selama 2 digunakan sebagai obat penenang. 83.2 % selama 4 jam. trifoliata.2003). 29. Ekstrak daun tumbuhan tembakau di Indonesia terutama di Pulau Serai Wangi dosis 100% mampu menolak 95. Selain itu bahan aktif yang ada dalam cengkeh merupakan tanaman tinggi. 85. Hasil uji stimulan yang dapat meningkatkan tekanan darah dan ekstrak daun cengkeh dosis 100 % mampu menolak detak jantung dan dalam bentuk nikotin tartrat dapat 93. D. karena dalam dalam bidang pertanian digunakan cum). 39.3% gota suku Fabaceae (Leguminosae). dan 73. Penyebaran larva serangga dan pengusir serangga.3 % gigitan rawa pada ketinggian rendah dan tinggi termasuk ang­ nyamuk selama 1 jam.5 % selama 2 jam. Tanaman sebagai pestisida. selama 5 jam. linalol dan apinene sebagai cairan pengusir nyamuk. dan 29. Ekstrak akar tuba dosis tanaman tinggi dan berkayu dan tumbuh subur di dataran 100% mampu menolak 65. Daya kadang digunakan sebagai obat tradisional. Sulawesi Utara dan Selatan.8 % selama 5 jam.5 % selama 6 jam. Hasil uji ekstrak daun tanaman menjalar dan berkayu.7 Persebaran Suren secara alami di Sumatera. 69. Ekstrak Tuba (Derris elliptica Roxb) tumbuhan Gondopura banyak ditemukan di lereng. 61. Ekstrak Suren (Toona Penyebaran Indonesia.7% tembakau juga mampu membunuh jentik nyamuk Ae.2 % selama 5 jenis antara lain: Derris trifoliate Lour.9% selama 3 jam. 44. sementara rebus­ misal surenon. dan 18. Ekstrak daun tembakau untuk repelen jam.100 m dpl dan penyebaran di Indonesia. diperoleh dari bahan daun yang merupakan mengandung 70-93% eugenol (C10H12O2).7% selama 4 jam. Nusa % selama 6 jam. 86.2012).0 % selama 3 jam. Daya tolak yang disebabkan oleh bahan yang dapat digunakan sebagai penolak serangga ekstrak tembakau kemungkinan karena adanya zat (Kardinan. 88. Asia Tenggara. Tumbuhan Tuba hidup di saponin dan masyarakat banyak menggunakan sebagai dataran rendah hingga ketinggian sampai 1. Selain itu ekstrak jam.. 80 % selama 4 jam.81 % selama 4 jam. Persebaran gai repelen.. 78. Eugenol tanaman perdu dan banyak tumbuh di lereng-lerang sudah terbukti sebagai anti jamur. Adanya daya tolak gigitan dosis 100% mampu menolak 92. dan surenil Merr) diperoleh dari bahan daun dan merupakan beberapa kepulauan di Pasifik. Daya tolak terhadap tuba laut. 53. dipinggir sawah dapat menghalau walang sangit. berkayu dan dapat daun tembakau antara lain terdiri dari zat alkaloid dan tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian 600- telah diketahui memiliki sifat farmakologi.0 % gigitan nyamuk nyamuk kemungkinan disebabkan karena komponen selama 1 jam.9% selama 6 jam.1 % selama 6 jam.6 % selama 6 jam. 20. 81.dan 51. tabacum L) diperoleh dari bahan daun tembakau yang surenin dan surenolakton berperan sebagai penghambat merupakan tanaman herba dan tumbuh subur di dataran pertumbuhan. Bali. Daya tolak gigitan nyamuk pada Tenggara Barat serta Papua. D. Tuba ada beberapa selama 3 jam.5 Timur. dikenal sebagai jam.5 % aktif berupa zat Nikotin yang merupakan zat alkaloid selama 3 jam. Adanya daya aegypti. tumbuh subur di daerah gondopuro dosis 100% mampu menolak 83.7 % oleh zat aktif yang yang dikandungnya yaitu mengandung gigitan nyamuk selama 1 jam. 21.3 % selama 5 jam.8 % 82 . Bangladesh. tanaman tuba merupakan lereng pegunungan di Indonesia.3 % selama 2 jam.6 % (Sastrohamidjojo.7% selama 3 jam. sitronelol.5 % selama 5 (Boesri.1 % selama 5 jam. dan sitral. 77. Ekstrak Tembakau (Nicotina sebagai pengusir serangga dan bahan aktif surenon. 76. menghambat daya makan rendah 100-300 dari permukaan laut. surenin dan surenolakton (Kardinan.000m dari permukaan laut. seperti penanaman suren disukai serangga.500 m dpl. namun dibidang meng­hasilkan aroma yang cukup tajam karena me­ pertanian penggunaan suren sebagai penolak serangga ngandung evodiamine dan rutaecarpine sehingga tidak sudah banyak diaplikasikan.5 % gigitan nyamuk selama rendah hingga ketinggian 2. heterophylla Back. biasa didapati di hutan- aktif yang ada di daun gondopura seperti senyawa hutan bakau dan hutan pantai.84 jam. Maluku. dan 32.9 % selama 6 jam. jam. Daun tembakau mengandung bahan nyamuk selama 1 jam. 1 jam. penghilang rematik (rasa sakit).9% selama 3 ekstrak serai wangi terdiri dari: geraniol. 2004) Selain itu tanaman zodia selama 5 jam. dan sitronelal. 45. 76. insektisida. an kulit batangnya bermanfaat sebagai pereda demam Sebab di bidang pertanian minyak suren dapat digunakan malaria (Sugati.5% gigitan nyamuk selama 1 jam. dahulu dikenal gigitan nyamuk kemungkinan disebabkan oleh bahan sebagai D. Sitronelol dan geraniol adalah 66.2003).3 % selama 2 jam. Oktober 2015: 79 . 27. Meskipun hasil uji ekstrak ekstrak daun Zodia kemungkinan karena disebabkan daun suren dosis 100% hanya mampu menolak 63. seperti efek 1. 84.1 % selama 2 jam. Ekstrak Gondopuro (Gaultheria fragrantis­ tolak terhadap gigitan nyamuk karena ekstrak cengkeh sima). 76. 33. elliptica. dan 21.0 % selama 2 jam.1 % selama 4 jam. daun zodia terasa pahit.

aegypti Gambar 1. ekstrak daun tembakau mampu dung pyrethrin yang sudah lama terbukti sebagai in­ menolak selama 3 jam sebanyak 84.5% selama 5 jam. 30. Pada perkembangan selanjutnya. dan krisan mampu menolak selama 1 jam sebanyak 89. Kemampuan jenis tanaman untuk menolak gigitan Akar Tuba mengandung metabolit sekunder yai­tu nyamuk berbeda-beda tergantung dari kandungan zat rotenon (C23H22O6) yang merupakan racun perut dan aktif yang ada dalam tumbuhan itu sendiri. Bahan aktif 1. 21.. ternyata ada perbedaan yang nyata antara tiap-tiap bunga dan tanaman ini merupakan tanaman bunga hias. Ekstrak krisan (Chry­ tidak disukai nyamuk. Hasil uji ekstrak krisan do­ KESIMPULAN DAN SARAN sis 100 % mampu menolak gigitan nyamuk 89. 47. 63. ekstrak daun serai wangi mampu menolak se­ dan tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 500. par­fum. Pengujian dilakukan selama 6 santhemum cinerariaefolium Trev) yang diperoleh dari jam. ekstrak daun sek­tisida. ada yang mampu mengusir . Penyebaran di seluruh Indonesia. 55. kutu .4% se­lama 3 liki kandungan rotenon (rotenon).05 ) dengan uji t-test.300 m dpl. et. guna untuk mengetahui zat 600-3000m dpl. sehingga (Ke­menkes RI. sejenis racun kuat jam. dan 43.0% gigitan nya­muk mung­kinan disebabkan karena ekstrak akar tuba memi­ selama 1 jam.kutu dan ulat yang menjadi hama di perke­bun­an.aegypti Kemampuan jenis tanaman untuk menolak gigitan nyamuk berbeda-beda tergantung 83 dari kandungan zat aktif yang ada dalam tumbuhan itu sendiri.5%. Ekstrak daun cengkeh 1.6%.5% selama 4 jam. Ekstrak Lavender (Lavandula latifolia Chaix). karena dalam ekstrak bunga krisan me­ngan­ jam sebanyak 84.1996 dan 2000). Daya tolak ekstrak terhadap gigitan nyamuk Ae. ada yang kontak yang telah banyak diteliti sebagai insektisida mampu mengusir karena bau yang menyengat. Daya tolak ekstrak terhadap gigitan nyamuk Ae.3% selama 2 jam.6% Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa se­­la­­ma 1 jam. 76.1% selama 4 jam. man­­faat mampu menolak selama 4 jam sebanyak 81. pewangi.. Prospek yang akan datang (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. gondopuro mampu menolak selama 1 jam sebanyak yang diperoleh dari daun merupakan tanaman semak 83. penolak serangga. dan untuk ikan dan serangga (insektisida). Ekstrak sebagai bahan kosmetika. al) selama 6 jam. sakit tenggorokan dan sebagai racun serangga. (Hasan Boesri.6% gigitan nyamuk perjam diatas 80% adalah sebagai se­­lama 6 jam. Hasil Uji Ekstrak daun laven­der Sedangkan ekstrak tumbuhan yang hanya mempunyai Gambar 1. lama 2 jam sebanyak 85. racun tuba linalool dan linalool asetat yang dikenal sebagai anti dimanfaatkan pula sebagai insektisida untuk meng­atasi serangga (Dodia. 22.Uji Repelen (Daya Tolak) Beberapa Ekstrak Tumbuhan . influenza. Daya tolak terhadap gigitan nyamuk ditemukan pada tanaman tuba dengan kadar antara 8 – karena adanya zat aktif yang ada daun terdiri dari 11%.0% selama 3 jam.7% . ke­ dosis 100 % mampu menolak 72. mengobati panas dalam.1%. Manfaat krisan yaitu untuk obat jerawat. Daya tolak ter­ha­dap gigitan nyamuk. ekstrak tumbuhan dosis 100% yang mampu menolak 59. ekstrak tumbuhan untuk menolak gigitan nyamuk ( P perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas < 0. Daya tolak terhadap gigitan nyamuk sa­ berikut: ekstrak daun Zodia mampu menolak sampai 2 ngat baik. tingginya perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang pemisahan 20-40 cm dan tumbuh subur pada daerah ketinggian zat yang ada dalam ekstrak.9% selama 6 jam.6% selama 5 jam.3%.9%.2008) seperti tampak pada Gambar 1.3% selama 2 jam. apa yang berperanan dalam penolakan gigitan nyamuk. sabun.

Vektora Volume 7 Nomor 2. Tanaman Pengusir dan Pembasmi Nyamuk. Oktober 2015: 79 .M.2011 Sastrohamidjojo. Pusat penelitian dan sangat efektif menolak gigitan nyamuk Aedes aegypti. Patel and G. 2009. Fakultas Pasca Sarjana.Page ticides for Pest Management. dan Johny R. Ensiklopedi Tanaman Obat untuk kesehatan. “Kimia Minyak Atsiri. juga kami sampaikan kepada segenap pihak baik yang Rudy C.” Depkes RI.2003.) di Susanti.84 kemampuan menolak gigitan nyamuk Aedes aegypti di Kardinan. Direktorat pengawasan obat ngan ridhoNya maka kami dapat menyelesaikan tulisan tradisional. “Inventarisasi Tanaman Pestisida Nabati Untuk Menurunkan Palatabilitas Obat Indonesia.806. Damar Tri Boewono dan Hasan Boesri. Institut Pertanian bantuannya. ini. Jakarta 2000. Scientific Publisher.D.”Toksisitas Biolarvasida Ekstrak Laboratorium.I.”Bulletin Teknik Pertanian.1.15.L dan Hasan B. Instructions for determining the susceptibility or pengembangan vektor dan reservoir penyakit. UCAPAN TERIMA KASIH Kemenkes RI. akar tuba dan Agromedia Pustaka. Yogyakarta. Semoga hasil dapat memberikan informasi Bogor. Jakarta. Perlu adanya penelitian lanjut mengenai pe­ Kemenkes. Direktorat Jendral Pengawasan mengucapkan syukur Alhamdulillah karena hanya de­ obat dan makanan. atas bimbingan dan arahannya selama ini.S.1981. Media Litbang.I. R.Tahun 2010. Bogor. Terima kasih kepada Kepala Balai Besar Penelitian Kemenkes.M. Rencana Strategis Program Pembe­ dan Pengembangan Vektor Penyakit (B2P2VRP) Salatiga rantasan Penyakit Bersumber Binatang (PPBB). 84 .S.H.I. Balai Besar Penelitian dan WHO. Yogyakarta Absulut.2008. Botanical Pes­ Diagnostic Test WHO/VBC/81.Vol. resistance of adult mosquitoes to organochlorine Salatiga. Cetakan 1. Dodia. Badan Penelitian dan pengembangan kesehatan . Ulat Grayak (Spodoptera litura Fabr. Raina.2004 Aji. Tinjauan hasil penelitian Tanaman mecahan bahan aktif dari bahan ekstrak tumbuhan yang obat di berbagai institusi. Parameter standar umum ekstrak Atas terselenggaranya penelitian ini kami tak lupa tumbuhan obat. Tembakau dibandingkan Dengan Ekstrak Zodia No. H. 2000. 1989 yang berguna dikelak kemudian hari. Pedoman Vol 1.” Gadjah DAFTAR PUSTAKA Mada University Press.2012 teknis Uji Insektisida. R. A.1991. Terima kasih Ditjen PPM dan PLP. “Teknik Ekstraksi dan Aplikasi Beberapa Sugati. R.S.A. organophosphate and carbamate insecticides. pengembangan farmasi.1996. 3-5 India. bawah 80 % adalah ekstrak daun suren.Patel. Terhadap Jentik Vektor DBD (Aedes aegypti). Pengantar Toksikologi Insek­ terlibat langsung maupun tidak langsung atas segala tisida.T. Tarumingkeng. I. lavender.

Rats are the reservoir host of leptospirosis.Prevalensi Tikus Terinfeksi Leptospira Interogans .Supargiono**** *Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Jl. Tikus yang tertangkap diidentifikasi dan diambil serum darahnya untuk mengetahui serovar Leptospira dengan uji MAT. tanezumi) 13. CENTRAL JAVA Naskah masuk : 11 Juni 2015 Revisi 1 : 15 Juni 2015 2015 Revisi 2 : 15 September 2015 Naskah diterima : 30 September 2015 Abstrak Leptospirosis merupakan zoonosis. Autumnalis (20. Penelitian ini menunjukkan bahwa tikus got (R. al) PREVALENSI TIKUS TERINFEKSI Leptospira interogans DI KOTA SEMARANG. dan Tri Wibawa**.Universitas Gadjah Mada. Universitas Gadjah Mada. Jawa Tengah.43% dan tikus rumah (R. The disease is often found in urban areas. Humans infected with Leptospira bacteria through water or soil contaminated with urine or body fluids of the host reservoir. Central Java. Observation at home and living environment 68 cases of leptospirosis. Hal ini menunjukkan bahwa tikus merupakan reservoir penting dari leptospirosis. Tikus.55% dari 27 ekor). Penangkapan tikus menggunakan perangkap hidup sejumlah 100 buah. norvegicus) dan tikus rumah (R. Fakultas Kedokteran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi tikus yang terinfeksi Leptospira dan interaksi antara pasien suspek leptospira dengan tikus Kota Semarang. Fakultas Kedokteran.67% dari 3 ekor) dan Bataviae (33. Prevalensi tikus terinfeksi bakteri leptospira untuk tikus got (R.Penyakit ini sering dijumpai di daerah perkotaan terutama yang sering dilanda banjir. 123 Salatiga. Indonesia **Bagian Mikrobiologi. tanezumi) dapat diidentifikasikan serovar Autumnalis (66. In addition it also conducted in mice Leptospira serovar identification in Semarang. especially the frequent flooding. This study aims to determine the population of mice infected with Leptospira and interactions between patients with suspected leptospirosis with rats Semarang.Manusia terinfeksi bakteri Leptospira melalui air atau tanah yang terkontaminasi dengan urin atau cairan tubuh inang reservoir. Faktor Risiko. Central Java.69%. Jenis penelitian adalah potonglintang (cross sectional). Yogyakarta Email : ristiyanto. Semarang Abstract Leptospirosis is a zoonosis. Kata Kunci : Leptospirosis.Pemasang perangkap di dalam dan di luar rumah selama 3 hari.com PREVALENCE OF INFECTED RATS WITH Leptospira interrogans  IN SEMARANG CITY. Icterohaemorhagie (22.22% ). This type of research is potonglintang (cross-sectional). Selain itu dilakukan pula identifikasi serovar Leptospira padatikus di Kota Semarang. Sementara pada tikus rumah (R. Setyawan Budiharta***.salatiga@gmail. et. Serovar Leptospira yang diidentifikasi pada tikus got (R. Jawa Tengah. Mice that were caught were identified and taken to determine blood serum test leptospira serovar MAT. Hasanudin No. JAWA TENGAH Ristiyanto*..Catching mice using live traps some 100 pieces. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta ***Bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner. norvegicus) 33. Fakultas Kedokteran Hewan. Jawa Tengah. (Ristiyanto.Trapper inside and outside the house for 3 days. Seluruh 68 kasus leptospirosis dari Rumah Sakit di Kota Semarang memiliki riwayat interaksi dengan tikus.Tikus adalah inang reservoir leptospirosis.Dilakukan pengamatan di rumah dan lingkungan tempat tinggal 68 kasus leptospirosis. norvegicus) adalah Djasiman (40. tanezumi) memiliki potensi besar untuk menjadi vektor penularan bakteri Leptospira di Kota Semarang. Yogyakarta ****Bagian Parasitologi. 85 ..35) dan Bataviae (16.68%).33%). The whole 68 cases of leptospirosis Hospital in Semarang has a history of interaction with the rats.