You are on page 1of 11

A.

Konsep Balance Score Card (BSC)

Konsep Balanced Scorecard berkembang sejalan dengan perkembangan
pengimplementasian konsep tersebut. Balanced Scorecard terdiri dari dua kata: (1) kartu
skor (scorecard) dan (2) berimbang (balanced). Pada tahap awal eksperimennya,
Balanced Scorecard merupakan kartu skor yang digunakan untuk mencatat skor hasil
kinerja eksekutif. Melalui kartu skor, skor yang hendak diwujudkan eksekutif di masa
depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya. Hasil perbandingan ini
digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja eksekutif. Kata berimbang dimaksudkan
untuk menunjukkan bahwa kinerja eksekutif diukur secara berimbang dari dua perspektif:
keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern. Oleh
karena eksekutif akan dinilai kinerja mereka berdasarkan kartu skor yang dirumuskan
secara berimbang, eksekutif diharapkan akan memusatkan perhatian dan usaha mereka
pada ukuran kinerja nonokeuangan dan ukuran jangka panjang (Mulyadi, 2007).
Balanced scorecard adalah metoda yang dikembangkan Kaplan dan Norton untuk
mengukur setiap aktivitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam rangka
merealisasikan tujuan perusahaan tersebut. Balanced scorecard semula merupakan
aktivitas tersendiri yang terkait dengan penentuan sasaran, tetapi kemudian diintegrasikan
dengan sistem manajemen strategis. Balanced scorecard bahkan dikembangkan lebih
lanjut sebagai sarana untuk berkomunkasi dari berbagai unit dalam suatu organisasi.
Balanced scorecard juga dikembangkan sebagai alat bagi organisasi untuk berfokus pada
strategi. Bagaimana balanced scorecard diterapkan bagi organisasi pemerintah
merupakan tujuan dari penulisan artikel ini. Diskusi mengenai hal itu dimulai dengan
pembahasan mengenai sistem manajemen strategis.

Balanced scorecard secara singkat adalah suatu sistem manajemen untuk
mengelola implementasi strategi, mengukur kinerja secara utuh, mengkomunikasikan
visi, strategi dan sasaran kepada stakeholders. Kata balanced dalam balanced scorecard
merujuk pada konsep keseimbangan antara berbagai perspektif, jangka waktu (pendek
dan panjang), lingkup perhatian (intern dan ekstern). Kata scorecard mengacu pada
rencana kinerja organisasi dan bagian-bagiannya serta ukurannya secara kuantitatif.

Balanced Scorecard tidak lagi mempunyai arti harafiah (tersurat) sebagai
pengukur kinerja, namun telah mempunyai makna yang tersirat sebagai kerangka berpikir
(framework of thinking) dalam pengembangan peta strategi. Pada hakikatnya tujuan

Oleh karena itu. Untuk berkemampuan memenangkan pilihan pelanggan di pasar yang menjadi target perusahaan. Oleh karena itu.utama pengelolaan perusahaan adalah untuk menjadikan perusahaan sebagai institusi pelipat ganda kekayaan. pengelolaan diharapkan untuk membangun kompetensi inti yang mengungguli pesaing. proses pengelolaan diarahkan untuk membangun keunggulan proses (execellent processes) yang dimanfaatkan untuk menghasilkan produk dan jasa (perspektif proses bisnis internal) dan membangun keberdayaan sumber daya manusia melalui pembangunan modal manusia. Gambar 1: Kerangka Kerja Balance ScoreCared dari suatu Manajemen Strategik . modal informasi dan modal organisasi (perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan). proses pengelolaan diarahkan untuk menghasilkan kinerja keuangan luar biasa berkesinambungan (perspektif keuangan). Untuk mencapai sasaran keuangan tersebut. pengelolaan diarahkan untuk menghasilkan produk dan jasa yang mampu memenangkan pilihan customer (perspektif pelanggan).

pengukuran kinerja terjadi pada tahap pengimplementasian rencana. Oleh karena itu. Personel tidak akan dapat diminta pertanggungjawaban atas kinerjanya jika tahap perencanaan. Pada tahap perkembangan ini Balanced Scorecard tidak hanya berkaitan dengan kartu yang dipakai untuk mencatat skor eksekutif. menyusul keberhasilan penerapan Balanced Scorecard di tahun 1992. yaitu sebagai alat untuk menterjemahkan misi. Dalam sistem perencanaan. Bentuk Penggunaan Balance Score Card (BSC) . Kekuatan sesugguhnya Balanced Scorecard bukan terletak pada kemampuannya sebagai pengukur kinerja kinerja eksekutif. koheren. nilai dasar. pendekatan Balanced Scorecard kemudian diterapkan dalam proses perencanaan strategik. dan berimbang. Balanced Scorecard lebih dimanfaatkan sebagai alat yang efektif untuk perencanaan startegik. namun justru pada kemampuannya sebagai alat perencanaan strategik. Balanced Scorecard kemudian diterapkan ke tahap manajemen yang lebih strategik sebelum penilaian kinerja. visi. Setelah mencatat keberhasilan penerapan Balanced Scorecard sebagai perluasan kinerja eksekutif. personel tersebut tidak merencanakan kinerja yang akan diwujudkan di masa yang akan datang. terukur. keyakinan dasar. dan strategi perusahaan ke dalam rencana tindakan (action plans) yang komprehensif. tujuan.

perencanaan strategis. implementasi dan pemantauan. visi. penentuan jati diri. Analisis lingkungan makro bertujuan mengidentifiksasi peluang dan ancaman makro yang berdampak terhadap value yang dihasilkan organisasi kepada pelanggan. Proses perumusan strategi dilakukan secara bertahap. penyusunan program. Ini untuk memberikan arah dari eksekutif kepada staf garis depan (3) membuat strategi merupakan pekerjaan bagi semua orang melalui kontribusi setiap orang dalam implementasi strategis (4) membuat strategi suatu proses terus menerus melalui pembelajaran dan adaptasi organisasi dan (5) melaksanakan agenda perubahan oleh eksekutif guna memobilisasi perubahan. penyusunan anggaran. yaitu: analisis eksternal. dan perumusan strategi itu sendiri. PENGGUNAAN BALANCED SCORECARD Balanced scorecard digunakan dalam hampir keseluruhan proses penyusunan rencana. Robert Kaplan dan David Norton. Perumusan Strategi Tahap ini ditujukan untuk menghasilkan misi. mensyaratkan dipegangnya lima prinsip utama berikut: (1) menerjemahkan sistem manajemen strategi berbasis balanced scorecard ke dalam terminologi operasional sehingga semua orang dapat memahami (2) menghubungkan dan menyelaraskan organisasi dengan strategi itu. Analisis Eksternal dan Internal Analisis Eksternal terdiri dari analisis lingkungan makro dan mikro.Balanced scorecard memberi manfaat bagi organisasi dalam beberapa cara:  menjelaskan visi organisasi  menyelaraskan organisasi untuk mencapai visi itu  mengintegrasikan perencanaan strategis dan alokasi sumber daya  meningkatkan efektivitas manajemen dengan menyediakan informasi yang tepat untuk mengarahkan perubahan Selanjutnya dalam menerapkan balanced scorecard. analisis internal. 1. keyakinan dan nilai dasar. Obyek pengamatan dalam . Tahapan penyusunan rencana pada dasarnya meliputi enam kegiatan berikut: perumusan strategi. dan tujuan institusi.

Sedangkan kelemahan perusahaan antara lain: tidak ada arah strategi yang jelas. Kekuatan suatu perusahaan antara lain: kompetensi yang unik. Penentuan Jati Diri Penentuan jati diri organisasi terdiri dari perumusan misi. Sedang teknologi inti adalah know-how. terfokus. ancaman produk atau jasa pengganti. known for uncompromised levels of distinctiveness.” (Cadillac Motor Co. dan teknologi inti. keterampilan yang unggul. yaitu kebutuham pelanggan apa yang akan dipenuhi oleh organisasi.) . citra yang kurang baik. Kompetensi inti adalah kemampuan kunci yang dimiliki organisasi dalam menghasilkan produk inti. kesenjangan kemampuan manajerial. and market the world’s finest automobiles. “To engineer. serta produk inti apa yang dihasilkan. berupa komponen kunci dilindungi hak paten dan menghasilkan laba terbesar. faktor demografi. dll. comfort. ancaman pendatang baru. keyakinan dasar. Dalam dunia perusahaan. nilai dasar dan tujuan organisasi. ringkas.analisis ini adalah antara lain: kekuatan politik dan hukum. sumberdaya keuangan yang memadai. Analisis eksternal mikro diterapkan pada lingkungan yang lebih dekat dengan institusi yang bersangkutan. siapa dan di mana. Yang dimaksud dengan produk inti adalah barang atau jasa yang dipersepsi bernilai tinggi oleh pelanggan. lini produk yang sempit. perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi basis kompetensi inti. kekuatan tawar pembeli. posisi persaingan yang kurang baik. Misi ditulis sederhana. fasilitas yang ‘usang’. kekuatan sosial. Analisis yang dilakukan dapat menggunakan teori Porter mengenai persaingan. kekuatan teknologi. dengan teknologi inti dan kompetensi inti apa. produce. and refined performance. Unsur-unsur misi meliputi produk inti. MISI menjelaskan lingkup. visi. convenience. kekuatan ekonomi. lingkungan tersebut adalah industri di mana suatu perusahaan termasuk di dalamnya. yaitu: kekuatan tawar pemasok. keunggulan biaya. ANALISIS INTERNAL ditujukan untuk merumuskan kekuatan dan kelemahan perusahaan. citra yang baik. maksud atau batas bisnis organisasi. kemampuan inovasi tinggi. kompetensi inti. Beberapa contoh misi adalah sebagai berikut. dll.

Contoh: nilai dasar PepsiCo adalah: Diversity – . VISI menggambarkan akan menjadi apa suatu organisasi di masa depan. Dalam perspektif pelanggan: “Kami akan memberikan nilai terbaik pada setiap penawaran yang memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar yang dipilih untuk dilayani. praktis dan realistik. Contoh: “We believe that customer service and satisfaction are fundamental to any succesful long-term partnership. meningkatkan dan memperlancar (mengefisienkan) proses bisnis kami. Ia bersifat sederhana.) “From managing a world-class port. we shall grow into world-class corporation with network of perts. “Menjadi perusahaan jasa konsultan perencana nomor satu di Jakarta. time-sensitive delivery. memberikan tantangan.” KEYAKINAN DASAR adalah pernyataan yang perlu dipegang direksi dan karyawan dalam menghadapi hambatan dan ketidakpastian. tangguh dan dihargai di Cianjur Selatan.” (PSA Co. misalnya: “Kami akan menyerahkan nilai superior jangka panjang secara konsisten kepada pemegang saham”.” (PepsiCo. We shall be recognized everywhere for quality and value. We shall provide our customers with service of high quality and at the right price.) NILAI DASAR adalah untuk membimbing manajemen dan karyawan dalam memutuskan pilihan yang dapat muncul setiap saat. guided by shared values.” (Otoritas Pelabuhan Singapore). Dalam perspektif finansial. Pernyataan ini untuk mendorong semangat manajemen dan karyawan dalam menghadapi hambatan dan ketidakpastian.“To produce outstanding financial returns by providing totally reliable. logistics and related businesses throughout the world. dan ditulis dalam satu kalimat pendek.” (FedEx).” Visi perlu diperinci dalam berbagai perspektif.” Dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan: “Kami akan selalu berfikir tentang pelanggan dan bangga sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap pelanggan. Contoh-contoh visi adalah: “We will be an outstanding company by exceeding pelanggan expectations through empowered people.” Dalam perspektif proses internal: “Kami akan meningkatkan nilai pelanggan melalui berfikir kembali. menumbuhkan rasa wajib.” “Menjadi BPR terbesar. competitively superior global air-ground transportation of high priority goods and document that require rapid.

bukan strategi. fleksibel. berfokus pada pencarian peluang dan penyelesaian akar masalah. operational barrier: dimana proses-proses penting tidak dibuat untuk menggerakkan strategi. dan people barrier: dimana tujuan orang per orang.000 eksemplar pada tahun 2006. menonjolkan keunggulan kompetitif.menghargai perbedaan setiap orang. dan sumber daya manusia.” Perumusan Strategi Strategi dibuat dalam beberapa tingkatan: tingkat organisasi. dan tingkat fungsional. mudah dilaksanakan dalam perusahaan. meningkatkan customer value. Balance – menghargai keputusan seseorang untuk mencapai keseimbangan dalam hidup. realistik.” ”Mencapai oplah 100. didukung teknologi terbaik. Accountability – kesungguhan memenuhi harapan. TUJUAN adalah pernyataan tentang apa yang akan diwujudkan sebagai penjabaran visi organisasi. teknologi. peningkatan kemampuan dan pengetahuan karyawan tidak terkait dengan implementasi strategi organisasi. Integrity – melakukan apa yang dikatakan. . dilaksanakan oleh pekerja bangunan yang handal dan berkomitmen.” “Membangun 15. antara lain management barrier: di mana management system didisain secara tradisional untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan dan terkait dengan anggaran. tingkat unit bisnis. Honesty – berbicara terbuka dan bekerja keras memahami dan menyelesaikan masalah. dan tanggap terhadap lingkungan eksternal. Teamwork – bekerja untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Strategi yang baik umumnya mengikuti kriteria sebagai berikut: konsisten secara intern. Tujuan dijabarkan dalam empat perpektif pula: Apa tujuan yang berkaitan dengan perspektif pelanggan? Apa tujuan yang berkaitan dengan perspektif finansial ? Apa proses bisnis internal yang akan mendukung pencapaian tujuan pelanggan dan finansial? Apa tujuan yang berkaitan dengan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan? Contoh-contoh pernyataan tujuan adalah: “Menjadi perusahaan jasa konstruksi paling menguntungkan di Indonesia pada tahun 2005 berdasarkan keunggulan dalam manajemen. Dalam menentukan strategi perlu dikenali penghalang intern yang dihadapi. vision barrier: dimana strategi seringkali tidak dimengerti oleh mereka yang harus menerapkannya.000 unit RSS per tahun sejak tahun 2007 dengan model yang paling diminati.

33%)”.2. rasio biaya total operasional kami akan turun sepertiga (33. sasaran harus menentukan hanya apa dan kapan. sasaran harus sedapat mungkin spesifik dan kuantitatif (dan oleh karenanya bisa diukur dan dapat diuji). Indikator kinerja kunci harus merupakan faktor-faktor yang bisa diukur. Selain itu. sasaran harus menentukan target tunggal atau rentang waktu untuk penyelesaian. tolok ukur. TOLOK UKUR adalah alat untuk mengukur kemajuan sasaran. harus menghindari spekulasi kata mengapa dan bagaimana. Beberapa pedoman dalam menentukan sasaran adalah: sasaran harus menentukan hasil tunggal terukur yang harus dicapai. target dan inisiatif. Antara visi. Sasaran bersifat komprehensif: sesuai dengan tujuan dan strategi. Perencanaan Strategis Perencanaan strategis meliputi proses penentuan sasaran. sasaran harus menentukan faktor-faktor biaya maksimum. atau sesuai dengan. Keduanya merupakan key performance indicators. dan sasaran harus realistik dan dapat dicapai. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran: “Sasaran kami adalah peningkatan tahunan pada skor yang ditetapkan oleh survei benchmark. SASARAN adalah kondisi masa depan yang dituju. masuk secara logis dalam area hasil kunci tertentu yang sasarannya jelas. Perspektif proses internal: “Pada tahun 1998. Contoh: Perspektif finansial: “Kami akan mencapai suatu hasil total yang secara konsisten akan menempatkan perusahaan kami diantara 125 organisasi puncak yang terdaftar pada the S&P 500”. secara periodik”. bukan berapa . kami akan memantau kemajuan kami melalu pengumpulan opini karyawan. baik secara formal maupun non-formal. tetapi tetap menggambarkan tantangan yang berat. sasaran harus dalam arah mendukung. rencana strategis organisasi dan rencana tingkat tinggi lainnya. Sasaran juga harus dijabarkan dalam berbagai perspektif. seimbang dan saling mendukung. Tolok ukur terdiri dari dua jenis: tolok ukur hasil (lag indicator) dan tolok ukur pemacu kinerja (lead indicator). Perspektif pelanggan: “Kami akan secara terus-menerus meningkatkan persepsi pelanggan tentang nilai-nilai yang ditawarkan perusahaan kami sehingga jumlah pelanggan yang tidak memberikan nilai “sangat baik” akan menurun sebanyak 40% ketika melakukan survei pelanggan pada tahun 1998”. merumuskan sasaran secara koheren. mengidentifikasi apa yang akan diukur. tujuan dan sasaran harus saling terkait dalan alur logikanya jelas.

sedang ukuran pemacu: pertumbuhan pelanggan baru.banyak atau ke arah mana. tergantung pada nilai (value).. Target dapat ditentukan dengan menggunakan hasil benchmarking. tetapi dapat bersifat lintas fungsi/bagian. maka output indicator mengukur proses-proses dan aktivitas-aktivitas antara dan hipotesis dari hubungan sebab-akibat strategik. berjangka waktu dua sampai lima tahun agar memberikan banyak waktu untuk melakukan terobosan. Benchmarking adalah untuk mendapat informasi praktek terbaik. INISIATIF adalah langkah-langkah jangka panjang untuk mencapai tujuan. keterampilan (skill). berfokus pada terobosan dalam satu atau dua area kunci. Inisiatif tidak harus spesifik pada satu bagian. ketepatan waktu (timeliness). sedang ukuran pemacunya: revenue mix. 3. dan memperkirakan sumberdaya yang diperlukan untuk mendukung pencapaian strategi secara keseluruhan. Penyusunan Program Proses penyusunan program adalah: menjabarkan inisiatif menjadi beberapa program yang akan dilaksanakan beberapa tahun yad. membatasi banyak target. merupakan faktor-faktor yang dapat ditelusuri asalnya (tracked) secara terus-menerus sampai tingkat yang memungkinkan. Contoh ukuran hasil dalam konteks peningkatan profit: pertumbuhan pendapatan. untuk membangun suatu kasus yang jelas guna mengkomunikasikan betapa pentingnya mencapai target-target itu. ukuran hasil: persentase pendapatan dari pelanggan baru. Dalam konteks meningkatkan kepercayaan pelanggan. hasrat/keinginan (appetite). menghitung perkiraan penerimaan yang dapat diperoleh dan menghitung perkiraan laba/hasil yang akan diperoleh. Jika outcome indicator berfokus pada hasil-hasil kinerja pada akhir periode waktu atau aktivitas dan merefleksikan keberhasilan masa lalu atau aktivitas-aktivitas dan keputusan- keputusan yang telah dilaksanakan. . kesenjangan (gap). harus jelas agar manajer dan karyawan dapat menentukan rencana yang diperlukan. mengindentifikasi hal-hal penting yang harus dilakukan oleh organisasi agar mencapai tujuan. memperkirakan investasi yang diperlukan untuk setiap program. TARGET berfungsi memberikan usaha tambahan tetapi tidak bersifat melemahkan semangat.

Pengendalian dapat lebih mudah dilakukan dengan menggunakan balanced scorecard karena tolok ukurnya sudah diperjelas . Anggaran disusun berdasarkan iniatif yang telah dirumuskan. menyebutkan siapa yang akan bertanggung jawab. Pemantauan dan Pengendalian Tahap ini membandingkan kinerja dengan target. Berbagai kemungkinan hasil adalah berhasil. merupakan rencana satu-dua tahunan. Implementasi Tahap ini melaksanakan kegiatan sesuai rencana. menyesuaikan dan menyegarkan strategi. menguraikan biaya yang diperlukan. ditulis secara singkat namun lengkap. dan melakukan perbaikan. memberi penghargaan dan mengidentifikasi hasil yang dicapai. 6. gagal. 5. Pemantauan harus diikuti dengan pengendalian.. Anggaran yang baik adalah: merupakan rencana tindakan terperinci. dan pengendalian berdasarkan sinyal- sinyal khusus. Prinsip umum dalam pemantauan adalah mengukur kinerja. mempelajari pengalaman. pengendalian implementasi. dan variasi diantara keduanya.4. membandingkan kinerja. Jenis-jenis pengendalian: pengendalian premis/asumsi dasar. Penyusunan Anggaran Penyusunan anggaran bertujuan untuk menentukan kegiatan tahun berikutnya dan sumber daya yang diperlukan. pengawasan strategis. Dengan sdemikian balanced scorecard mendukung suatu sistem manajemen yang lengkap dengan mengkaitkan strategi jangka panjang ke penganggaran tahunan. sebagai referensi menyusun rencana kinerja individual. melakukan tinjauan ulang. alat untuk memantau kinerja dan diperbarui apabila terjadi perubahan-perubahan. mengidentifikasi pencapaian terpenting kegiatan tsb.

(2011). . Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. C. Leadership Roles and Management Functions in Nursing: Theory and Application. Dee Ann (1994) Nursing Management A System Approach. J. Saunders Marquis. B. 3rd Edittion: USA. & Huston. L.. DAFTAR PUSTAKA Gillies.