You are on page 1of 19

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN
SISTEM MUSKULOSKELETAL (PENYAKIT PAGET)

Disusun oleh :
WAHYU SANTOSA (NIM : 16142014760218)
YASHINTA MELATI WIJAYA (NIM : 16142014761219)
YOSSEP ARISBIANTO (NIM : 16142014762220)
SUZIANA (NIM : 16142014766224)

STIKES HARAPAN BANGSA PURWOKERTO
Program Studi S1 Keperawatan

i

08 April 2017 Penyusun ii . KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Purwokerto. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami. Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.

............................................................. 7 I............... 2 C................. 15 B. 15 DAFTAR PUSTAKA iii .... Etiologi ............... Latar Belakang ..... 2 D........................................................................................................................... 5 F...................... Penatalaksanaan ...................... Tujuan Penulisan .. 2 B...................................... PENDAHULUAN A........ Patofisiologi ................................ Asuhan Keperawatan ........ Saran ............................................................................................ Pengertian ....... i KATA PENGANTAR ............................................................................... Pathway ............. Kesimpulan ................... 4 E.................................................................................................... 8 BAB III........................ Pemeriksaan Penunjang .................... 6 H........................................................................................................................... 1 B................................................................................................ PENUTUP A................................................................................................................... iii BAB I.............. Komplikasi .... 5 G............................................................. PEMBAHASAN A............. 1 BAB II........................................... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................ Manifestasi Klinis ....... ii DAFTAR ISI ................................................................................................................

Sehingga sebagian besar penderita penyakit ini mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit paget secara pasti setelah adanya pemeriksaan-pemeriksaan yang mendukung untuk penyakit ini. b. Mengetahui Definisi paget. Tujuan umum Setelah diskusi tentang penyakit paget. deformitas. Mengetahui pathway dari paget. penyakit paget juga mempunyai tanda dan gejala yang sangat susah untuk diketahui sejak dini. Mengetahui etiologi paget . namun struktur dalam tulangnya sangat kacau. Mengetahui pemeriksaan penunjang dari paget. Tulang menjadi lebih besar dari normal. Latar Belakang Penyakit paget merupakan penyakit gangguan pada osteoklas dimana osteoklas lebih aktif dibanding osteoblast. dan kerapuhan tulang. B. Hal ini dapat menyebabkan nyeri tulang. 1 . d. c. karena tanda dan gejala awal yang muncul sangat susah dibedakan dengan penyakit tulang lainnya. Selain itu. BAB I PENDAHULUAN A. 2. f. g. diperlukan pembelajaran yang lebih lanjut dalam memahami penyakit paget ini. Oleh sebab itu. Mengetahui patofisiologi paget. diharapkan mahasiswa dapat memahami apa itu penyakit pagetdan dapat membuat Asuhan Keperawatan pada Klien dengan penyakit paget berdasarkan kasus yang diberikan. Tujuan khusus a. Tujuan 1. e. Sampai saat ini penyebab penyakit paget masih belum diketahui secara pasti. Mengetahui manifestasi paget. Mengetahui penatalaksanaan dari paget. sehingga terjadi absorbsi tulang yang berlebihan dan diikuti oleh pembentukan tulang baru yang juga berlebihan oleh osteoblas.

Daerah tersebut akan membesar. tetapi tidak ditemukan adanya pola genetik yang spesifik. dimana tumbuh secara tidak normal. tulang belakang. C. Fase pertama adalah adanya aktivitas osteoklas yang terus-menerus sehingga menyebabkan resopsi tulang. 2012). Beberapa pendapat menduga penyebabnya adalah Infeksi virus. Kelompok yang rentan mengalami penyakit ini adalah orang yang berusia di atas 40 tahun. tulang kering. BAB II TINJAUAN TEORI A. sebagian besar kasus penyakit ini cenderung di turunkan. sel-sel yang menghancurkan tulang tua (osteoklas) dan sel-sel yang membentuk tulang baru (osteoblas) bekerja seimbang untuk mempertahankan struktur dan integritas tulang. Kelainan ini dapat mengenai tulang manapun. Pengertian Penyakit paget pada tulang (Osteitis Deformans) adalah suatu penyakit metabolisme pada tulang. dan tulang lengan atas. tulang selangka. tetapi yang paling sering terkena adalah tulang panggul. tulang tengkorak. Biasanya pria lebih sering mengalami dibanding wanita. Etiologi Penyebab penyakit ini tidak diketahui. Berdasarkan hasil penelitian virus yang menyebabkan penyakit paget dapat di temukan berdasarkan deteksi dan osteoklas (Noor Helmi. kemudian diikuti oleh fase kedua yaitu osteolitik-osteoblastik dimana osteoblas 2 . Resiko tinggi terdapat pada orang yang mengalami riwayat penyakit keluarga yang pernah menderita penyakit ini (Noor Zairin. Pada penyakit paget aktivitas osteoblas dan osteoklas di beberapa daerah tulang menjadi berlebihan dan tingkat pergantian pada beberapa daerah meningkat dengan sangat hebat. 2012) B. menjadi lebih besar dan lunak. tetapi strukturnya menjadi tidak normal dan menjadi lemah dari pada daerah yang normal. tulang paha. Patofisiologi Dalam keadaan normal. Biasanya penyakit paget terdiri atas 3 fase.

tetapi mineralnya tidak ada.yang diproduksi sangat berlebihan pada jaringan tulang. 2012). disorganisasi.. 3 . lalu sampai pada fase terakhir yaitu adanaya densitas korteks dan trabekula tulang dipenuhi oleh deposit osteoblas sehingga tulang mengalami sklerosis. dan rapuh (Noor Helmi.

membesar dan rentan) Gangguan citra Resiko tinggi Deformitas Nyeri tubuh cedera maupun fraktur Intoleransi Resiko HDR Aktivitas Kurang Pengetahuan Koping tidak Ansietas efektif 4 .D. Pathway Infeksi Virus Generik Lingkungan Faktor Pencetus Lainnya Abnormalitas Ostepklast Resopsi tulang meningkat Mekanisme kompensasi fisiologis oleh osteoblast Peningkatan Kinerja Osteoblast Proses remodelling tulang meningkat Tulang baru abnormal (lunak.

Kaki menjadi bengkok. dengan masa penyembuhan yang lebih lama. sebagian besar pasien mengalami keluhan nyeri tulang yang terpusat di daerah dekat persendian tulang. tulang mengalami pembengkokan dan cenderung mudah mengalami patah. 2012). dan gigi mulai goyah dan tanggal. Jika yang terkena adalah tulang belakang . maka keluhan utamanya adalah nyeri punggung bagian bawah. Gagal jantung dapat terjadi karena tingginya kebutuhan aliran darah pada tulang-tulang yang mengalami remodeling (gagal jantung high-output). Komplikasi 1. Biasanya nyeri tidak berhubungan dengan berat ringannya aktivitas penderita. Tulang belakang bisa membesar. Gagal napas dapat terjadi apabila tulang toraks terkena dan mengalami deformitas. Manifestasi klinis Penyakit paget biasanya menyerang 1 atau 2 tulang. Patah tulang kompresi pada tulang belakang dapat menyebabkan tulang belakang melengkung. Pembesaran tulang tengkorak dapat menyebabkan ketulian karena rusaknya telinga sebelah dalam (koklea). tulang tengkorak. Kerusakan pada tulang rawan sendi dapat menyebabkan terjadinya artritis (Noor Helmi. Kanalis spinalis menjadi sempit (keadaan ini disebut sebagai stenosis spinalis) dan bisa menyebabkan mati rasa atau lumpuh. Pada anggota gerak (tarutama tungkai yang menyangga berat badan). F. penonjolan vena di kulit kepala karena adanya peningkatan aliran darah ke kepala. Paling sering menyerang tulang panjang. 2. maka kepala tampak membesar dan kening terlihat lebih menonjol.E. dan sedikit goyah. langkah menjadi pendek. kadang hanya sebagian kecil tulang yang terkena. 5 . Pada pengkajian anamnesis. sakit kepala karena penekanan saraf. tulang belakang dan tulang panggul. menjadi lemah dan melengkung sehingga tinggi badan berkurang. Jika yang terkena adalah tulang tengkorak.

namun keduanya sangat berguna untuk mengevaluasi komplikasi penyakit paget.3. Investigasi Biokimia Kadar serum kalsium dan fosfat biasanya normal. kelainan artikular. 6 . Bone Scan Pemindaian tulang adalah alat bantu diagnostik yang sangat sensitif untuk mengevaluasi sejauh mana lesi tulang yang terkena penyakit paget. Pada pemeriksaan radiografi pada pasien asimtomatik memberikan gambaran lokasi pembengkakan dari tulang (Noor Helmi. 2012). CT-Scan dan MRI CT-Scan dan MRI tidak diperlukan dalam penegakan diagnosis penyakit paget. Namun pemindaian tulang kurang spesifik daripada foto radiologis polos. seperti degenerasi ganas. G. Radiodiagnostik Pada radiologi dapat ditemukan dua keadaan pada tulang yaitu litik dan sklerotik. dan keterlibatan tulang belakang dengan gangguan neurologis. 2. 3. sehingga perubahan yang dideteksi pada skintigrafi harus dikonfirmasi oleh adanya perubahan pada minimal satu tempat pada tulang dengan foto radiologis polos. Penyakit paget adalah faktor resiko untuk sarkoma (kanker tulang) mungkin berkaitan dengan tingginya kecepatan siklus sel yang terjadi pada penyakit ini (Crowin Elizabeth. Test rutin yang paling berguna untuk mendiagnosa penyakit paget adalah penilaian konsentrasi serum alkaline phospatase (merefleksikan aktifitas osteoblas dan menunjukkan tingkat keparahan penyakit). Pemeriksaan Penunjang 1. 4. Laboratorium (pemeriksaan darah serum alkalin fosfatase) Pada pemeriksaan darah serum alkalin fosfatase sebagai pemeriksaan yang penting untuk mendeteksi penyakit Paget biasanya didapatkan meningkat. dan kadar hydroxyproline di urine selama 24 jam (berkorelasi dengan proses resoprsi tulang). namun pasien yang imobilisasi dapat mengalami hiperkalsemia. 5. 2008).

Gallium Nitrate menghambat resorbsi tulang dengan menginhibisi ATP dependen pompa proton dari osteoklas. Biphosponate. Plicamycin dan Gallium Nitrate d. Penatalaksanaan 1. Pada kasus terbatas. 2. b. Pasien dengan penyakit paget harus diberikan kalsium (1. Program latihan harus diberikan dan disesuaikan untuk mencegah kerusakan tulang. obat ini dapat menurunkan penebalan tulang tanpa efek samping yang serius.H. Diberikan untuk mengurangi sakit dan penebalan tulang pada penyakit paget. Biphosphonat Pengobatan dilakukan selama enam bulan. penggunaan alat bantu ortorik dengan menggunakan tongkat penyangga dan sedapat mungkin menghindari jatuh atau kecelakaan yang dapat menyebabkan terjadinya patah tulang. Konservatif Pada kasus yang ringan. 7 .dapat menurunkan resorpsi tulang dengan menghambat resorpsi osteoklas.000-1. f. Latihan jasmani (olahraga) sangat dianjurkan untuk memulihkan kekuatan tulang pada penyakit ini. e.500 mg/hari) dan vitamin D (400 UI/hari) dalam dosis yang adekuat. untuk mengurangi nyeri dapat diberikan aspirin atau ibuprofen. Medika mentosa Terapi pada penyakit paget tidak mengobati penyakitnya. Plicamycin adalah antibiotik yang menghambat sintesis RNA biasanya diberikan secara intravena 15-25 µg/kgBB/hari untuk 10 hari. tindakan ini dilakukan untuk mencegah terbentuknya neoplasma pada tulang para penderita penyakit paget. Kemoterapi dan radiasi. c. a. tetapi dapat memberikan remisi periode jangka panjang. Kalsitonin Klasitonin mempunyai efek blokade osteoklas dalam menghancurkan tulang (resorbsi tulang). Jika menyerang tungakai. Beberapa obat yang biasanya diberikan kepada penderita penyakit Paget adalah sebagai berikut.

Identitas klien Identitas klien meliputi biodata umum klien (nama. Asuhan keperawatan 1. Intervensi Bedah Tujuan dilakukan pembedahan biasanya untuk mebantu pemulihan patah tulang agar posisinya lebih baik. Terjadi penurunan tinggi badan dan adanya deformitas pada daerah yang terkena. Riwayat Kesehatan Masa Lalu f. dan pinggang. d. Rasa sakit tulang punggung (bagian bawah). Neurosensori 8 . Riwayat Psikososial g. i. umur. berat badan. nyeri (mungkin segera atau terjadi secara sekunder dari pembengkakan jaringan) k. dan faktor lingkunagan ( pekerja berat ) b. jenis kelamin. leher. dan memperbaiki kelainan tulang yang terjadi. membebaskan saraf yang terjepit. Pengkajian a. I. berat badan menurun. Kurangnya asupan kalsium.3. Nyeri bertambah jika melakukan aktivitas atau bergerak. adanya riwayat perokok dan riwayat mengkonsumsi alkohol serta riwayat minum – minuman yang juga bersoda. Pola Aktivitas j. Riwayat Kesehatan Sekarang e. 2012). Pola Nutrisi h. Intervensi ini dilakukan dengan elective joint replacemen dan osteotomi pada beberapa tulang dan sendi yang terlibat (Noor Helmi. pola makan yang tiadak teratur. alamat. Keterbatasan / kehilangan fungsi pada bagian yang terkena. ras/suku bangsa. dan lain-lain). Keluhan Utama c. Adanya nyeri yang timbul pada daerah yang terkena.

terjadi penekanan saraf cranial dan kanalis spinalis l. Menunjukkan nyeri berkurang sampai dengan hilang . m. penurunan visual. Skeletal Inspeksi dan palpasi seluruh tubuh pasien. 9 . Pernapasan Terjadi perubahan pernafasan pada kasus kiposis berat. karena penekanan pada fungsional paru. Rasional: membantu dalam menentukan kebutuhan manajemen nyeri dan keefektifan program. Berikan matras/kasur keras. Tinggikan linen tempat tidur sesuai kebutuhan. Kesemutan. Rasional: mengurasngi rasa nyeri dan meningkatkan relaksasi . auditori. spasmeotot. Rasional: matras yang lembut/empuk. Selidiki keluhan nyeri. Tujuan: Nyeri berkurang sampai dengan hilang Kriteria hasil: . dapat tidur/beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kemampuan. bantal kecil. . menempatkan stres pada daerah yang sakit. deformitas tulang. hilang gerakan/sensasi. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera. nyeri pada daerah tulang yang terkena. kualitas. kelemahan atau hilang fungsi. Catat dan kaji faktor-faktor yang mempercepat dan tanda-tanda rasa sakit nonverbal. Ajarkan dan bantu pasien mengambil posisi yang nyaman pada waktu tidur atau duduk dikursi. penderita dengan penyakit paget berat sering menunjukkan adanya perubahan gaya berjalan. Pantau posisi yang aman. Terlihat rileks. pencetus. Diagnosa dan Intervensi Keperawatan a. Catat lokasi. skala (0-10) dan waktu datangnya nyeri. bantal yang besar akan mencegah pemeliharaan kesejajaran tubuh yang tepat. Intervensi: . 2.

sentuhan terapeutik. gerakan mendadak. . Mempertahankan ataupun meningkatkan kekuatan dan fungsi dari kompensasi bagian tubuh 2. Intervensi : . . misalnya relaksasi. Rasional: mencegah resiko terjadinya kecelakaan dan mencegah terjadinya nyeri yang lebih berat. memberikan rasa kontrol. nyeri. dan mengangkat berat. hipnosis diri. dan mungkin meningkatkan kemampuan koping. Rasional: meningkatkan relaksasi. . Tujuan : memperbaiki gangguan mobilisasi fisik Kriteria hasil: 1. Menunujukn tehnik / perilaku yang memungkinkan melakukan aktivitas. Evaluasi / lanjutkan pemantauan tingkat rasa sakit/ inflamasi pada daerah yang terkena penyakit 10 . Intervensi Keperawatan : . penurunan kemampuan otot. penurunan fungsi tubuh. Berikan support ambulasi sesuai dengan kebutuhan Rasional: mengurangi resiko kecelakaan dan skala nyeri bertambah c. Resiko tinggi cedera (fraktur) b. b. klien dapat menghindari aktivitas yang mengakibatkan fraktur. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan derfomitas skeletal. Dorong penggunaan teknik manajemen stres. dampak sekunder perubahan skeletal.d penurunan masa tulang. dan pengendalian napas. Rasional: mempertahankan atau mengembalikan postur tubuh yang benar. Ajarkan penggunaan mekanik tubuh yang baik dan postur tubuh yang benar saat duduk maupun berdiri. Observasi aktivitas klien selama dirumah sakit. Tujuan : Resiko cedera tidak menjadi aktual Kriteria hasil : Klien tidak jatuh dan fraktur tidak terjadi. Hindari membungkuk tiba-tiba.

. . Rasional:menghilangkan tekanan pada jaringan dan meningkatkan sirkulasi. . d. Tujuan: meningkatkan tingkat pemahaman klien mengenai proses penyakit 11 . Jadwal aktivitas untuk memberikan periode istirahat yang terus menrus dan tidur malam hari yang tidak terganggu.Berikan dan atur lingkungan yang aman dan nyaman Rasional: menghindari cedera akibat kecelakaan/jatuh . Gangguan citra tubuh berhubungan dengan deformitas skeletal.Kolaborasi dengan ahli terapi fisik/okupasi dan spesialis vokasional Rasional: berguna dalam memformulasikan program latihan/aktivitas yang berdasarkan pada kebutuhan individual dan dalam mengdentifikasikan alat/bantuan mobilitas. Rasional: Teknik pemindahan yang tepat dapat mencegah robekan/abrasi kulit. Rasional: istirahat sistemik dianjurkan selama eksaserbasi akut dan seluruh fase penyakit yang penting untuk mencegah kelelahan. mempertahankan kekuatan. Rasionalisasi: Tingkat aktivitas /latihan tergantung dari perkembangan resolusi dari proses inflamasi.Ubah posisi klien dengan sering.Bantu klien menggunakan alat bantu walker atau tongkat.Demonstrasikan/bantu teknik pemindahan dan penggunaan bantuan mobilitas. kekuatan otot dan stamina umum.Pertahankan istirahat tirah baring / duduk jika diperlukan. . . . Rasional: Alat bantu walker atau tongkat berfungsi dalam membantu mobilitas fisik klien. Mempermudah perawatan diri dan kemandirian klien.Bantu dan ajarkan rentang gerak pasif / aktif Rasional: mempertahankan/meningkatkan fungsi sendi. ketidakseimbangan mobilitas fisik.

. penggunaan menyangkal atau terlalu memperhatikan tubuh/perubahan. yang dapat meningkatkan perasaan harga diri.Kolaborasi kepada ahli psikiatri. . perubahan pada gaya hidup. Perhatikan perilaku menarik diri. Intervensi: . Perawat spesialis psikiatri. Kriteria hasil: mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit. dan mendorong partisipasi dalam terapi. Rasional: meningkatkan perasaan kompetensi/harga diri. Bantu dengan kebutuhan keperawatan yang diperlukan Rasional: mempertahankan penampilan yang dapat meningkatkan citra diri.. Rasional: klien/orang terdekat mungkin membutuhkan dukungan selama berhadapan dengan proses jangka panjang/ketidakmampuan e. Rasional: membantu pasien untuk mempertahankan kontrol diri. . Ikutsertakan pasien dalam merencanakan perawatan dan membuat jadwal aktivitas. penyakit fisik. Rasional: berikan kesempatan untuk mengidentifikasi rasa takut/kesalahan konsep dan menghadapinya secara langsung. Bantu pasien untuk mengidentifikasi perilaku positif yang dapat membantu koping. . membutuhkan intervensi lebih lanjut/dukungan psikologis . harapan masa depan. dan kemungkinan keterbatasan. mendorong kemandirian. Rasional: dapat menunjukan emosional ataupun metode koping yang maladaptif. Harga diri rendah situasional berhubungan dengan gangguan citra tubuh. Mis. Tujuan: meningkatkan tingkat percaya diri klien mengenai kondisi kesehatannya 12 . Dorong pengungkapan mengenai masalah tentang proses penyakit.

. Informasi harus diulang sampai klien dapat mencari/ mengintegrasikan informasi. . ancaman kematian. . klien mulai mengerti dengan kondisi situasionalnya. Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Diskusikan tentang pengobatan dan prognosa dengan jujur jika pasien sudah berada di fase menerima. . f. adanya perubahan peran dan kebutuhan dan berguna untuk memberikan informasi pada saat tahap penerimaan.Berikan informasi yang akurat.Kaji dinamika klien dan juga orang terdekat klien Rasional: peran klien dalam keluarga dimasa lampau yang terganggu menambah kesulitan dalam mengintegrasikan konsep diri. Tujuan: ansietas berkurang sampai dengan hilang Kriteria hasil : Penilaian diri terhadap penghargaan diri meningkat Intervensi: 13 . Kriteria hasil: klien mulai menerima keadaan dirinya dengan pola pikir baru.Aturlah kunjungan dengan orang-orang yang mengalami hal serupa jika pasien menginginkannya dan/atau karena keadaanya Rasional: dapat menolong pasien dalam memberikan harapan untuk masa depan/sebagai panutan.Kolaborasikan dengan psikoterapi sesuai indikasi Rasional: mungkin diperlukan dalam memberikan harapan untuk menyesuaikan pada perubahan gambaran diri/kehidupan. Rasional: penyimpangan mungkin secara tidak sadar disebabkan oleh keluarga .Dengarkan keluhan pasien dan tanggapan-tanggapannya mengenai keadaan yang dialami Rasional: memberikan petunjuk bagi klien dalam memandang dirinya.Kaji interkasi antara klien dan orang terdekat klien. . Rasional: fokus informasi harus diberikan pada kebutuhan-kebutuhan sekarang dan segera lebih dulu dan dimasukkan dalam tujuan rehabilitasi jangka panjang. stres.

identifikasi tentang penyebab. Pasien mengenal kebutuhan perawatan dan obat tanpa cemas Intervensi: . Aturlah kunjungan dengan orang-orang yang mengalami hal serupa jika pasien menginginkannya dan atau karena keadaanya. 14 . Menjelaskan proses tentang penyakit (tanda dan gejala). Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan keterbatasan informasi Tujuan: pasien mengerti proses penyakitnya dan program keperawatan serta terapi yang diperlukan. Klarifikasi jika terjadi kesalahpahaman tentang proses penyakit dan pengobatan yang telah diberikan. Identifikasi bersama klien mengenai alternatif pemecahan masalah yang positif. Jelaskan tentang program dan alternatif pengobatan Rasional: memepermudah intervensi . Rasional: dapat meningkatkan koordinasi klien dalam proses keperawatan . Mengkaji klien tentang penyakitnya Rasional: mempermudah dalam memberikan penjelasan terhadap klien . Diskusikan tentang terapi dan pilihannya Rasional: memberikan gambaran pilihan terapi yang bisa digunakan. g. Pasien mampu menjelaskan kembali tentang penyakitnya 2. Informasi harus diulang sampai klien dapat mencari/ mengintegrasikan informasi. menjelaskan kondisi tentang klien Rasional: meningkatkan pengetahuan dan cemas . Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin digunakan untuk mencegah komplikasi Rasional: mencegah keparahan penyakit . Kriteria hasil: 1.

Penyakit ini jarang di diagnosis/ditemukan menyerang pada orang dibawah umur 40 tahun. B. Osteitis deformans adalah suatu penyakit metabolisme pada tulang. Laki-laki dan perempuan sama-sama terpengaruh. 15 . BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Penyakit Paget (Osteitis Deformans) merupakan salah satu gangguan metabolisme tulang yang ditandai dengan proses remodelling tulang yang abnormal. tindakan penanganan awal. dimana tulang tumbuh secara tidak normal. Osteitis deformans / paget disease dapat disebabkan oleh infeksi virus (paramyxoviruses) disamping faktor genetik. serta mengetahui asuhan keperawatan pada klien dengan penyakit paget. Saran Setelah penulisan makalah ini. kami mengharapkan masyarakat pada umumnya dan mahasiswa keperawatan pada khususnya mengetahui pengertian. menjadi lebih besar dan lunak.

2509. DAFTAR PUSTAKA Hassan Shadily Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-5.2013). New England Journal of Medicine 368 (7): 644–650. Ralston. (Feb 14. 1984. 16 . "Paget's Disease of Bone".Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects. Jakarta: Ictiar Baru. hal. Stuart H.