You are on page 1of 8

JURNAL PSIKOLOGI

2001, NO. 2, 97 - 104

POLA PERILAKU SEHAT
DAN MODEL PELAYANAN KESEHATAN REMAJA
Endang Ekowarni
Universitas Gadjah Mada

ABSTRACT

Behavioral health is one of the many aspects in youth's life. A pattern of
behavior which is more oriented to peer group activities often becomes a factor
draw teenagers to a behavior that is risky to health.
The Subject of the research consist of the teen patient and the doctors of a
chosen hospital. A conclusion has been made that teens do have a behavioral
pattern of health which is less gainful as a result of thinking pattern and a
mistaken undertanding of health, diseases, healthy life pattern, drug abuse, and
premarital sex. Doctors have a positive perception towards their teen patients.
Generally, doctors have good understanding to the needs and the characteristics
of teenagers and have an opinion that teens need a special service which is
divided into promotive, preventive, curative, and rehabilitative programs.
Keywords: Adolescence, behavioral health, risk-taking behavior, health
providers – client interface, peer-pressure, public health service

Dalam kehidupan manusia kesehatan bahwa banyak penyakit yang disebabkan
merupakan sesuatu yang berharga bahkan oleh kebiasaan atau gaya hidup. Pola
tidak ternilai. Pendapat tersebut dibuktikan perilaku sehat (behavioral health) merupa-
oleh penelitian Rokeach (1973) yang kan salah satu aspek perilaku manusia
menghasilkan kesimpulan bahwa dari dalam kaitannya dengan pemenuhan
berbagai hal yang dianggap mempunyai kebutuhan dasar (Sheridan, 1992). Sejalan
nilai maka kesehatan menduduki urutan dengan perkembangan teknologi modern
pertama. Kesehatan bukan hanya berkaitan maka manusia membentuk suatu gaya
dengan penyakit tetapi mempunyai dimensi hidup (lifestyle) yang mengutamakan
yang lebih luas. Yaitu selain dimensi fisik kecepatan mobilitas, efisiensi dan
(biologis), juga berkaitan dengan dimensi berorientasi pada target. Untuk memenuhi
mental (perilaku) dan sosial (lingkungan) tuntutan gaya hidup tersebut maka
yang keseluruhannya saling mempengaruhi berkembang suatu gaya hidup yang tidak
(Kaplan, dkk., 1993). selalu sesuai dengan kaidah perilaku sehat.
Psikologi kesehatan memberi banyak Sarafino (1990) dalam tinjauannya
sumbangan dalam masalah karena terbukti memandang remaja sebagai kelompok yang

ISSN : 0215 - 8884

5% dari tata pelaksanaan pelayanan. 1998) melaporkan maupun keluarga pasien di RS dr.1% angka kehamilan (client). gaya hidup mewah Mengenai pentingnya peran komunikasi dengan mengkonsumsi alkohol. Juga (providers) maupun pasien atau kelayan dilaporkan jumlah 18. Oleh Simmons angka kematian remaja disebabkan oleh dinyatakan bahwa membina hubungan kecelakaan lalu lintas akibat penyalah. interpersonal bukan sesuatu yang mudah gunaan obat maupun alkohol yang juga dilakukan karena sangat dipengaruhi oleh menjadi pemicu timbulnya perkelahian persepsi dan sikap baik para penyaji yang menyebabkan kematian. Hal yang sama dilaporkan oleh remaja. tetapi di sisi lain mendapat tekanan kesehatan pada remaja. aborsi maupun penyakit kelamin.. rokok.98 EKOWARNI mempunyai banyak risiko yang berkaitan tahun (kelas 6 Sekolah Dasar) dan segala dengan kualitas kesehatannya. dkk.4%. Dalam situasi tersebut maka perilaku sehat. Gamayanti dan Martens (1994) bahwa Penelitian mengenai kesehatan reproduksi berdasarkan pendapat sampel pasien remaja (Waluyo. dkk.. Juga yang spesifik dalam proses perkembangan. minuman maupun makanan yang dianggap berkhasiat. 1991) terdapat 78. Simmons (1993) menggunakan istilah providers- Data yang dicatat oleh National Center client interface untuk memberi penekanan for Health Statistic pada tahun 1988 (dalam aspek interpersonal yang mendalam dalam Prokop. sangat besar kemungkinan remaja lebih 1991) menyatakan bahwa diperlukan suatu terpengaruh oleh perilaku kelompok interaksi yang komunikatif antara para sehingga menunjukkan perilaku yang profesional di bidang kesehatan dengan mengandung risiko (risk-taking behavior). dkk. memahami dan memutuskan sesuatu secara Dalam kaitannya dengan pelayanan logis. Mengenai kebutuhan akan dilaporkan oleh Ekowarni (1997) bahwa informasi. Mengenai penyalahgunaan obat pengobatan.8884 . Jonas (dalam Prokop. Waluyo (1998) melaporkan remaja sudah mulai mengenal pada usia 12 kesimpulan bahwa mengenai kesehatan ISSN : 0215 .6% dan yang pertama kali mengenai informasi di sekitar masalah melakukan pada usia 16 – 20 tahun sebesar diagnosa maupun prosedur penyembuhan/ 5. Dalam melakukan Faktor lain yang berpengaruh adalah pelayanan kesehatan diperlukan perhatian gencarnya iklan di media cetak maupun pada aspek personal karena mempunyai elektronik yang menawarkan produk yang peran yang sama besar dengan kecanggihan kurang menunjang kesehatan misalnya teknologi di bidang kesehatan. tersedianya minuman beralkohol di warung nya yaitu dengan tingkat kemampuan sekitar sekolah merupakan kondisi yang kognitif dan penalarannya telah mampu tidak menunjang perilaku sehat. Kondisi jennis obat diperoleh dengan mudah tersebut disebabkan adanya karakteristik dengan harga yang terjangkau. diperlukan suatu kelompok sebayanya (peer-pressure) yang pendekatan yang lebih bersifat bermuatan membawa kepada perilaku yang kurang edukatif untuk bimbingan ke arah pola rasional.. Sardjito bahwa remaja mulai berpacaran pada usia Yogyakarta masalah komunikasi dengan 13 – 14 tahun (SLTP kelas 1) dan pertama dokter maupun paramedis masih dirasa kali melakukan hubungan seks pada usia 15 kurang memenuhi kebutuhan pasien tahun adalah 3. dalam pelayanan kesehatan. para pasien usia remaja.

pasien dari Bagian Rehabilitasi Medik. Penyakit Dalam. Untuk megembangkan pola Kelompok dokter terdiri dari 37 dokter perilaku sehat remaja diperlukan model umum dan spesialis serta 20 orang dokter pelayanan yang bersifat komunikatif dan ISSN : 0215 . kesehatan bukan sekedar “medical service” tetapi sebagai “public health service” yang Alat pengumpul data atau instrumen mengacu kepada asumsi bahwa kebutuhan terdiri dari dokumen status kesehatan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh remaja yang berstatus pasien rawat jalan faktor epidemiologi. konsep Rumah Sakit Kesehatan Remaja digunakan instrumen Proaktif mulai dikembangkan (Soejoga. Penyakit Gigi sehat (Sarafino. merupakan bagian dari ciri Rumah Sakit Pasien rawat jalan berjumlah 37 orang Proaktif. pertumbuhan fisik manusia. demografi dan rawat inap. mempunyai risiko dalam kualitas perilaku Penyakit Kulit dan Kelamin. kelompok yaitu kelompok pasien dan efisien. efektif. Remaja merupakan kelompok yang THT. 1990). sebagai suatu paradigma biomedis tetapi Berdasarkan hasil analisis kedua materi lebih berdasarkan pendekatan bio. dokter/ providers) sesuai dengan karakteristik dan bidan. Instrumen lain adalah dan sosial. kebutuhan remaja. audio-visual. edukatif dari para penyaji kesehatan (health masi dari lembaga profesional. Selain pening. Untuk menyusun materi 1996).POLA PERILAKU SEHAT DAN MODEL PELAYANAN KESEHATAN REMAJA 99 reproduksi. Dalam upaya peningkatan mutu yang digunakan dalam model Pelayanan pelayanan kesehatan. Oleh karenanya pelayanan Pelayanan Kesehatan Remaja. Dalam aspek sosial terkandung angket untuk mengetahui Persepsi Para unsur sikap. dan juga mengenai nilai moral. Sehat Remaja. 1997). yaitu pasien yang berusia antar 12 tahun katan pengembangan teknologi medis yang sampai dengan 18 tahun atau yang semakin canggih maka pengembangan berpendidikan SLTP sampai dengan SMU Model Pelayanan Kesehatan Remaja atau SMK.8884 . hukum dan Materi penelitian berupa sejumlah agama. yang mengandung risiko (risk-taking behavior). Kelompok pasien remaja masyarakat secara merata. Informasi yang dibutuhkan adalah selain masalah perilaku seksual. inovatif sesuai dengan kebutuhan kelompok dokter. perilaku. tersebut diolah menjadi suatu model psikososial. Faktor tekanan dan Mulut. penyalahgunaan METODE obat. kelompok sebaya (peer-pressure) maupun Pasien rawat inap berjumlah 10 orang pengaruh iklan di berbagai jenis media yang sedang dirawat di Bagian Penyakit akan mendorong remaja pada gaya hidup Dalam dan Bagian Bedah. latar belakang sosial Penyaji Kesehatan mengenai Perilaku budaya dan sejumlah aspek lain (Azwar. Penyakit Mata. guru. instrumen untuk menyusun pola Perilaku Sehat Remaja dan Gambaran mengenai Masalah kesehatan tidak lagi dipandang Persepsi Para Penyaji Kesehatan. penyakit. ekonomi. Ciri Rumah Sakit Proaktif adalah Subjek penelitian terdiri dari dua pelayanan kesehatan yang bermutu. remaja mengharapkan infor. orangtua dan teman sebaya.

Pertimbangan mengapa pasien tidak diperoleh kesimpulan bahwa persepsi para perlu banyak bertanya kepada dokter dokter terhadap perilaku sehat cukup 9. dan calon dokter yang sedang melakukan Program Kepaniteraan. Penilaian mengenai para perawat RSD 2. sakit perut 1. Apabila c. Apa yang dilakukan setelah mendapat berdasarkan wawancara dengan para pasien obat dari dokter remaja yang berkunjung ke RSD 14. Obat apa yang diminum sebelum Kotamadya Semarang (rawat jalan maupun memeriksakan ke dokter apabila: rawat inap) diperoleh gambaran perilaku a. Siapa yang menyarankan remaja 17. influenza kan berobat yaitu 38% (bapak) dan e.8884 . Pendapat remaja mengenai penjelasan positif yang dapat dilihat dari rerata yang diberikan dokter empirik 202. Profil perilaku sehat remaja 16. Sebagian besar 15. Alasan memilih berobat ke RSD remaja (63%) menganggap bahwa “salah makan” merupakan penyebab penyakit. berdasar- 12.100 EKOWARNI kepaniteraan. Pendapat mengenai perlunya Klinik penyakit yang dialami Khusus Remaja 3. sakit mata penyakit yang dialami. batuk remaja sakit maka perhatian bapak dan ibu cukup seimbang untuk menyaran- d. dokter Spesialis. Pemahaman mengenai penyebab 19. Sikap apabila dokter menyarankan adalah 153. yang 5. untuk datang lagi 11. Jumlah seluruh dokter yang berpikir mengenai hidup sehat mengisi angket adalah 70 orang. hal ini berkaitan dengan gaya ISSN : 0215 . Kemana akan berobat kalau diperlukan terdiri dari gambaran mengenai: lagi 1. Darimana remaja mendapat informasi HASIL mengenai obat Profil perilaku sehat remaja. Oleh 6. Alasan mengapa remaja melakukan karena calon dokter belum mempunyai hubungan seks pranikah kewenangan dan pengalaman praktek maka 7. Kebiasaan hidup yang tidak sehat Subjek penelitian kelompok kedua 4. Alasan mengapa membeli obat bebas kan aspek perilaku sehat yang disusun 13. pegal/lelah 37% (ibu) sedangkan kesadaran sendiri f. Yang menyarankan berobat. gangguan menstruasi untuk berobat hanya 15%.298 sedangkan rerata hipotetik 10. Alasan mengapa remaja tidak perlu adalah dokter. Alasan mengapa remaja menggunakan terdiri dari dokter Umum. sakit kulit 2. Persepsi remaja mengenai dokter yang untuk analisis selanjutnya tidak disertakan. Pendapat mengenai kebersihan RSD berobat 18. sakit kepala sebagai berikut: b. narkoba dokter Gigi. baik Angket yang dianalisis sejumlah 47 set dan 8. Pemahaman mengenai penyebab h. g.

Jumlah terbesar (65%) dengan datang lagi sesuai dengan beranggapan bahwa mencoba merasa. 8. Remaja tidak perlu berpikir mengenai menganggap dokter telah memberikan hidup sehat. Anggapan mengapa pasien tidak perlu 3. Nampaknya alasan (50%) sedangkan 44% mendapat tersebut sesuai dengan kebiasaan yang informasi mengenai obat dari teman tidak sehat yaitu “banyak masalah/ atau anggota keluarga yang sudah pikiran”. beranggapan bahwa remaja perlu hidup 10. sedangkan sejumlah 13. Alasan untuk membeli obat bebas. Sumber informasi mengenai obat. Alasan mengapa remaja menggunakan Sebagian besar (48%) akan mematuhi narkoba. menyarankan untuk datang lagi. obat bebas akan menghemat karena Remaja (63%) masih menganggap tidak perlu membayar biaya pemerik- dokter yang baik adalah dokter yang saan dokter. Hal ini sesuai dengan menjawab. Pendapat mengenai bagaimana penje- untuk mengatasi banyak masalah. masih terlalu sibuk. beranggapan bahwa remaja memiliki meskipun hal ini berlawanan dengan fisik yang masih kuat sedangkan anggapan bahwa remaja lebih suka kelompok yang jumlahnya sama (21%) bertanya kepada perawat. sebagainya. menggunakan. 6. Pada ISSN : 0215 . ciri remaja yang masih harus belajar 9. dan 23% sedangkan 38% menganggap “banyak berpendapat kalau bertanya kepada masalah/pikiran” sebagai kebiasaan dokter khawatir dokter tidak mau yang tidak sehat. Tampaknya instan atau jajanan yang digemari kebutuhan afektif masih cukup kuat seperti bakso.POLA PERILAKU SEHAT DAN MODEL PELAYANAN KESEHATAN REMAJA 101 hidup yang lebih menyukai makanan adalah yang ramah. dengan pemahaman mengenai “salah Sebagian besar remaja (38%) lebih makan” maka 46% remaja menyatakan suka bertanya kepada perawat sedang- bahwa makan tidak teratur merupakan kan yang 29% menganggap dokter kebiasaan yang banyak dilakukan. Pada umumnya remaja 4. 31% menggunakan narkoba untuk Iklan televisi merupakan sumber utama mengatasi masalah. Jumlah terbesar (62%) Apabila merasa sakit akan mencoba mengangap pengaruh televisi sebagai menggunakan obat bebas karena cepat penyebab remaja melakukan atau ingin dan mudah (52%) sedangkan sebagian melakukan hubungan seks pranikah. penuh perhatian. Persepsi mengenai dokter yang baik. Apa yang perlu dilakukan setelah 25% menganggap dokter yang baik mendapat obat dari dokter. lasan dokter. sedangkan 11.8884 . menggunakan narkoba. Sebagian besar (48%) penjelasan dengan cukup jelas (82%). Mengapa remaja melakukan hubungan 12. mie ayam. (29%) berpendapat bahwa membeli 7. es teler. Kebiasaan yang tidak sehat. 5. seks pranikah. anjuran sedangkan yang 42% tidak kan narkoba sebagai alasan untuk akan datang karena merasa sudah kuat. Apa yang dilakukan apabila dokter santai dan ingin menikmati kebebasan. Sesuai banyak bertanya kepada dokter. dan pada remaja.

Stopcret 15% ke RSD. Procold 7% pelayanan cukup baik sedangkan 42% karena dekat rumah. Pendapat mengenai perawat RSD. Sebagian besar (78%) Pegal/ 2. Visine 24% 2. Entrostop 21% Sebagian besar (84%) akan datang lagi Sakit Perut 3. Kunir Asem 18% sehat remaja. Pil Kita 15% yang melayani remaja sedangkan yang 4. Insto 31% keluhan digunakan pengguna Penyakit 2. Pil Ciba 8% 5. Rheumacyl 8% 10% menganggap tidak perlu klinik 5. Hemaviton 18% menganggap perlu ada klinik khusus lelah 3. Mixagrip 11% bersikap ramah. 1. 2. sedangkan 31% 5. Pendapat mengenai Klinik Khusus Linu Remaja. Salep Cap tidak akan minum obat bila merasa Kaki Tiga 19% Penyakit sudah sembuh. Bodrex 12% 15. Konidin 17% bahwa kebersihan Rumah Sakit cukup 4. 1. 1. OBH Plus 23% 17. Norit 8% alasan pemilihan datang ke RSD karena pelayan baik dan dekat rumah. Obat bebas yang digunakan apabila 4. Jamu Pegal 30% 19. Lotte 9% Sakit 3. Panadol 20% Mata 3.102 EKOWARNI umumnya remaja akan meminum 1. Gangguan 1. Setelah melakukan DKT 3. Promag 23% 16. Apakah akan datang lagi ke RSD. Kalpanax 22% sesuai aturan (59%) sedangkan 31% 2.8884 . 2. sedangkan 10% berpendapat 5. Mixadin 20% Hampir semua (80%) berpendapat Batuk 3. Ultraflu 29% 18. Rohto 24% 1. Ultracilin 11% merasa sakit: 5. Mextril 9% bersih. Alasan memilih berobat ke RSD. Neozep 11% menilai penuh perhatian. 5. CTM 12% Kulit 14. Hal tersebut sesuai dengan 4. Salep 88 11% 6. 2. Jamu Komplit 8% khusus. Pendapat mengenai kebersihan RSD. Paramex 19% 4. Feminax 64% Persepsi para dokter mengenai perilaku Menstruasi 2. Pil Tuntas 18% dengan Kelompok Staff Rumah Sakit ISSN : 0215 . Konimex 8% kurang bersih. Inza 20% Pada sebagian besar pasien remaja Influenza 3. Daktarin 8% Jenis Obat yang Jumlah 1. Oskadon 15% Kepala 4. Decolgen 11% Sebagian besar (46%) menganggap 6. Sanaflu 15% (53%) menganggap perawat di RSD 4. 1. 3.

mengembangkan Rumah Sakit Proaktif koreksi mengenai iklan yang menyesat. dan haraan kesehatan masyarakat. Semarang mempunyai persepsi yang 2. mengadakan lomba hidup sehat melayani masyarakat dari tingkat sosial dan memberi penghargaan kepada ekonomi menengah dan bawah yang remaja berprestasi. Semua pihak merupakan bagian terbesar masyarakat bertanggung jawab atas kesehatan Indonesia yang membutuhkan pelayanan remaja (remaja. Semarang memiliki potensi untuk bagai media masa. konseptual banyak bentuk program AIDS/HIV. dan karakteristik remaja 3. obat bebas. Bentuk promosi kesehatan untuk remaja prasarana yang ada. Secara mengenai masalah alkohol. Berdasarkan definisi kurang menguntungkan karena pola tersebut maka semakin terasa kebutuhan berpikir dan pemahaman yang kurang akan kontribusi Psikologi Kesehatan dalam benar mengenai kesehatan. Para dokter di RSD Kotamadya yang tidak menguntungkan kesehatan. diskusi kelompok. kuratif. guru. narkoba. yanan khusus karena banyak perilaku 2. mentalnya. khusus yang sesuai dengan kebutuhan 4. maka RSD Kotamadya dapat berupa penyuluhan melalui ber. serta 5. penyakit. kesehatan adalah suatu keadaan yang menggambar- 1. Pasien remaja perlu mendapat pela. penyedap dan tersusun dalam jenis program promotif. Dengan kunjungan pasien masyarakat instansi). bahaya yang dipandang perlu bagi remaja dan pengawet makanan. pemahaman yang cukup baik terhadap kebutuhan. kesehatan. pasien remaja perlu diberikan pelayanan preventif. dan rehabilitatif. Informasi yang dibutuhkan remaja sehingga berpendapat bahwa kepada meliputi tindakan yang promotif. mental dan RSD Kotamadya Semarang ternyata sosial dan tidak hanya keadaan tanpa mempunyai pola perilaku sehat yang adanya penyakit saja. mengupayakan peningkatan dan pemeli- pola hidup sehat. pewarna makanan serta penggunaan preventif. remaja yang relatif cukup banyak maka program pelayanan khusus kepada remaja DISKUSI sudah saatnya untuk dijadikan bagian dari program peningkatan pelayanan. Berdasarkan fasilitas. bahaya merokok. Penelitian menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan definisi WHO. Pemahaman tersebut dapat menjadi penyebab ISSN : 0215 . khususnya sebagai rumah sakit yang kan. Remaja membutuhkan informasi dan karakteristik remaja. kuratif.8884 . remaja sebaiknya berorientasi pada Pada umumnya para dokter mempunyai pendekatan biopsikososial.POLA PERILAKU SEHAT DAN MODEL PELAYANAN KESEHATAN REMAJA 103 diperoleh kesimpulan diskusi sebagai berkembangnya perilaku yang berisiko berikut: terhadap kesehatan fisik maupun 1. penggunaan obat. Pelayanan kesehatan kepada pasien relatif positif terhadap pasien remaja. dan rehabilitatif. orangtua. hubungan seks pranikah. sarana. Pada pasien remaja yang berobat ke kan adanya kesejahteraan fisik.

Council.. Inc. John Wiley & misalnya merokok. The Study dorongan dan perilaku seksual. C. promotif. York. Bradley.. 1992. Review of Methodological Issues. perilaku dengan berbagai jenis penyakit. New York. yang disalahgunakan. New York. Laporan Penelitian. 1997. 1998. The Population Untuk memberikan pelayanan kese. Konsep Rumah Sakit remaja. Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan Balitbang Depkes. R. M. Health Psychology: sehingga semakin jelas adanya pengaruh Chemical Methods and Research. Kemajuan teknologi dalam kehidupan Prokop. New York.. – Unit Penyakit Anak. hatan yang sesuai dengan pola perilaku Soejoga. S...104 EKOWARNI Hal tersebut didukung dengan lahirnya KEPUSTAKAAN Inpres No.L. Health Psychology.E. Makalah. Nasional Rumah Sakit Proaktif dalam dan kuratif. Studi Kasus Tentang Komunikasi Tujuan yang hendak dicapai adalah selain Antar Pasien dan Tenaga Kesehatan. modern berpengaruh pada pola perilaku T.. C.L. 1994. Departemen Kese- model pelayanan tersebut adalah persepsi hatan RI. Jakarta. New Perilaku sehat (behavioral health). cara mengelola Simmons. faktor yang mengarahkan remaja pada Health Psychology:Challenging the perilaku yang berisiko bagi kesehatannya Biomedical Model. Working Papers. N. L. RSUP dr. sebaya (peer group) seringkali merupakan Sheridan. merupakan salah satu aspek dalam kehidupan remaja. meningkatkan pembinaan pendidikan juga Laporan Penelitian. C.G.. Efektif untuk Remaja. & Martens.. I. S. begadang. Sardjito pelayanan kesehatan dan tingkat gizi.. 1995. MacMillan Publishing Company. ISSN : 0215 . & Burish. Faktor yang penting dalam Era Globalisasi. H. berorientasi pada aktivitas kelompok McGraw-Hill. Inc. Jakarta.A.. Lokakarya yang memenuhi aspek preventif.A. I.. 1993. 1991.K. Pola perilaku yang lebih Rokeach.. perlu dikembangkan suatu model Proaktif.. Ancangan karakteristik perilaku dan kebutuhan Pelayanan Kesehatan Reproduksi remaja.. & Elias. Yogyakarta. dan sikap para penyaji kesehatan terhadap Waluyo. Ramdhani. pola makan of Client-Provider Interaction: A yang tidak memenuhi nilai gizi. 3 Tahun 1997 mengenai Gamayanti.8884 . & Radmacher. Pembinaan Kualitas Anak dan Remaja. dan sebagainya. alkohol maupun obat Sonc.