You are on page 1of 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu sifat penting dari permukaan zat adalah Adsorbsi. Seperti halnya
kinetika kimia, kinetika Adsorbsi juga berhubungan dengan laju reaksi. Hanya
saja, kinetika Adsorbsi lebih khusus, yang hanya membahas sifat penting dari
permukaan zat. Adsorbsi digunakan untuk menyatakan bahwa zat lain yang
terserap pada zat itu, misalnya karbon aktif dapat menyerap molekul asam asetat
dalam larutannya. Tiap partikel adsorban dikelilingi oleh molekul yang diserap
karena terjadi interaksi Tarik-menarik. Zat-zat yang terlarut dapat di adsorbs oleh
zat padat, misalnya CH3COOH oleh karbon aktif, NH3 oleh karbon aktif,
fenolftalin dari larutan asam atau basa oleh karbon aktif, Ag+ atau Cl- oleh AgCl.
C lebih baik menyerap non elektrolit dan makin besar BM semakin baik. Zat
anorganik lebih baik menyerap elektrolit. Adanya pemilihan zat yang diserap oleh
arang darah, hingga konsentrasi naik.

Absorbsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas dengan cara
pengikatan bahan tersebut pada permukaan pelarut cair yang diikuti dengan
pelarutan. Kelarutan gas yang akan diserap dapat disebabkan hanya oleh gaya-
gaya fisik (pada absorbsi fisik) atau selain gaya tersebut juga oleh ikatan kimia
(pada absorbsi kimia). Komponen gas yang dapat mengadakan ikatan kimia akan
dilarutkan lebih dahulu dan juga dengan kecepatan yang lebih tinggi.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah Absorbsi dan Adsorbsi itu?
2. Apa yang mempengaruhi besar kecilnya Absorbsi dan Adsorbsi?
3. Bagaimana prinsip kerja Absorbsi dan Adsorbsi?
4. Bagaimana aplikasi Absorbsi dan Adsorbsi?
5. Bagaimana kurva kesetimbangan Absorbsi dan Adsorbsi?

BAB II

1

LANDASAN TEORI

2.1 ABSORBSI

2.1.1 PENGERTIAN ABSORBSI

Absorpsi adalah proses pemisahan bahan dari satuan campuran gas dengan
cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan absorben cair yang diikuti dengan
pelarutan. Atau proses penyerapan suatu zat oleh zat lain. Dalam proses ini, zat
yang diserap masuk ke bagian dalam zat penyerap. Misalnya peristiwa pelarutan
(gas ke dalam zat cair atau zat padat), difusi (zat cair ke dalam zat padat), warna
yang diserap oleh suatu benda (warna absorpsi), penyerapan sinar bias oleh suatu
zat pada peristiwa bias kembar (absorpsi selektif) dan penyerapan energy oleh
electron di dalam satuan atom (spectrum absorpsi). Sedangkan pengertian
absorpsimetri adalah metode analisis untuk menentukan komposisi suatu zat
dengan mengukur cahaya yang diserap bahan itu. Misalnya, dengan mengetahui
frekuensi warna cahaya yang diserap, dapat ditentukan jenis zat penyerap.

2.1.2 JENIS-JENIS ABSORBSI

A. Absorbsi Fisika

Absorbsi fisik merupakan absorbsi dimana gas terlarut dalam cairan
penyerap tidak disertai dengan reaksi kimia. Penyerapan terjadi karena adanya
interaksi fisik, difusi gas ke dalam air, atau pelarutan gas ke fase cair. Contoh
absorbsi ini adalah absorbsi gas H2S dengan air, metanol, propilen, dan karbonat.
Penyerapan terjadi karena adanya interaksi fisik, difusi gas ke dalam air, atau
pelarutan gas ke fase cair. Dari absorbsi fisik ini ada beberapa teori untuk
menyatakan model mekanismenya, yaitu :

1. Teori model film
2. Teori penetrasi
3. Teori permukaan yang diperbaharui.

B. Absorbsi Kimia

2

dan sebagainya. 2. baik secara fisik maupun secara reaksi kimia. NaOH. Pengertian Absorben Absorben adalah cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan diabsorbsi pada permukaannya. Persyaratan absorben : 1. sebagian dari perubahan ini disebabkan makin besarnya luas efektif permukaan. natrium hidroksida (untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti asam) dan asam sulfat (untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti basa). Selektif 3. Memiliki tekanan uap yang rendah 4. 7. 2. atau untuk pemisahan partikel debu dan tetesan cairan). Aplikasi dari absorbsi kimia dapat dijumpai pada proses penyerapan gas CO 2 pada pabrik amoniak. 5. Tidak korosif.1. K 2CO3. Absorbsi kimia dapat juga berlangsung di daerah yang hampir stagnan disamping penangkapan dinamik. Absorbsi kimia merupakan absorbsi dimana gas terlarut didalam larutan penyerap disertai dengan adanya reaksi kimia. Contoh absorbsi kimia ini adalah absorbsi dengan adanya larutan MEA. Penggunaan absorbsi kimia pada fase kering sering digunakan untuk mengeluarkan zat terlarut secara lebih sempurna dari campuran gasnya.3 ABSORBEN a. Keuntungan absorbsi kimia adalah meningkatnya koefisien perpindahan massa gas. Absorben sering disebut juga sebagai cairan pencuci. Stabil secara termis. Mempunyai viskositas yang rendah 6. Murah Jenis-jenis bahan yang dapat digunakan sebagai absorben adalah air (untuk gas-gas yang dapat larut. b. volume alat lebih kecil). Sifat-sifat Absorben 3 . Memiliki daya melarutkan bahan yang akan diabsorpsi yang sebesar mungkin (kebutuhan akan cairan lebih sedikit.

 Absorben harus bersifat non-korosif.  Memiliki viskositas yang rendah pada kondisi operasi. inert. reaksi tersebut harus reversible pada suhu tinggi. dan hampir semua removal dari sisa metanol dan formaldehid dari gas terjadi dibagian atas absorber dengan counter current contact dengan air proses. Proses Pembuatan Formalin Formalin yang berfase cair berasal dari formaldehid yang berfase gas dapat dihasilkan melalui proses absorbsi.1.  Absorben yang baik harus memiliki daya larut yang tinggi terhadap komponen yang hendak ditransfer (solute). namun jika digunakan reaksi kimia. untuk mengurangi hilangnya absorben bersama gas. Output dari reaktor yang berupa gas yang mempunyai suhu 1820C didinginkan pada kondensor hingga suhu 55oC. Bagian terbesar dari metanol.dan formaldehid dikondensasi di bawah air pendingin bagian dari menara. Proses Pembuatan Asam Nitrat Pembuatan asam nitrat (absorbsi NO dan NO2). kecuali terhadap solute. karena hilangnya sejumlah absorben tidak terhindarkan. sehingga solute dapat diambil lagi dari absorben. Keluaran dari absorber pada tingkat I mengandung larutan formalin dengan kadar formaldehid sekitar 37 – 40%.Teknologi proses pembuatan formalin Formaldehid sebagai gas input dimasukkan ke dalam reaktor.  Memiliki titik beku rendah 2. 1. Proses pembuatan asam nitrat tahap akhir dari proses pembuatan asam nitrat berlangsung dalam kolom 4 .  Absorben semestinya bersifat non-volatil. Kelarutan yang tinggi dapat dicapai dengan melibatkan reaksi kimia. 2.4 APLIKASI ABSORBSI Absorbsi dalam dunia industri digunakan untuk meningkatkan nilai guna dari suatu zat dengan cara merubah fasenya.dimasukkan ke dalam absorber. air.  Absorben juga harus murah.

Kolom absorpsi mempunyai empat fluks masuk dan dua fluks keluar. Jika terdapat senyawa yang mampu beraksi dengan CO2 (misalnya NaOH) maka penyerapan lebih baik.penyerapan semakin baik. Dua fluks keluar yaitu asam nitrat produk dan gas buang. Empat fluks masuk yaitu air umpan absorber. dan asam lemah. Aplikasi absorbsi lainnya seperti proses pembuatan urea. Kolom absorpsi dirancang untuk menghasilkan asam nitrat dengan konsentrasi 60 % berat dan kandungan NOx gas buang tidak lebih dari 200 ppm. 2) Komposisi dalam aliran air. 5 . pembentukan bikarbonat dapat diabaikan karena bikarbonat bereaksi dengan OH. Absorbsi CO2 dari campuran biogas ke dalam larutan NaOH dapat dilukiskan sebagai berikut: CO2(g) + NaOH(aq) → NaHCO3(aq) NaOH(aq) + NaHCO3 → Na2CO3(s) + HO(l) + CO2(g) + 2NaOH(aq) → Na2CO3(s) + H2O(l) Dalam kondisi alkali atau basa. Semakin besar. 2. Dengan berkurangmya konsentrasi CO2 sebagai akibat reaksi dengan NaOH.supercritical carbon dioxide dan masih banyak lagi aplikasi absorbsi dalam industri. maka perbandingan konsentrasi CH 4 dengan CO2 menjadi lebih besar untuk konsentrasi CH4. Pada setiap tingkat kolom terjadi reaksi oksidasi NO menjadi NO 2 dan reaksi absorbsi NO2 oleh air menjadi asam nitrat.dry ice. Gas CO2 langsung bereaksi dengan larutan NaOH sedangkan CH4 tidak. Selain itu absorbsi ini juga digunakan untuk memurnikan gas yang dihasilkan dari fermentasi kotoran sapi. absorbsi. minuman berkarbonasi. udara pemutih..1.5 FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUHI PADA PROSES ABSORBSI 1) Laju alir air. gas proses. fire extinguisher.produksi ethanol.membentuk CO32.

2. Berikut masing. 2.2 ADSORBSI 2.Semakin tinggi tekanan operasi. penyerapan lebih buruk. ADSORPSI FISIKA (PHYSISORPTION) Interaksi yang terjadi antara adsorben dan adsorbat adalah gaya Van der Walls dimana ketika gaya tarik molekul antara larutan dan permukaan media lebih besar daripada gaya tarik substansi terlarut dan larutan. Adsorben : padatan dimana di permukaannya terjadi pengumpulan senyawa yang diserap (berupa padatan).2. yaitu Adsorbsi kimia dan adsorbsi fisika. A.1 PENGERTIAN ADSORBSI Adsorpsi adalah pemisahan bahan dari suatu campuran gas atau cair dimana bahan yang akan di pisahkan di tarik oleh permukaan zat padat. Dengan demikian dapat disimpulkan: Adsorbat : senyawa terlarut yang dapat terserap (berupa campuran gas atau cairan).masing penjelasannya. Semakin besar laju alir gas.2 JENIS-JENIS ADSORBSI Berdasarkan proses terjadinya ada dua jenis adsorbsi. maka substansi terlarut akan diadsorpsi oleh permukaan media.penyerapan semakin buruk.Semakin rendah suhu operasi. Molekul terikat sangat lemah dan energi yang dilepaskan pada adsorpsi fisika relatif rendah sekitar 20 kJ/mol.penyerapan semakin baik.2. 3) Suhu operasi. 4) Tekanan operasi. Contoh : 6 . 5) Laju alir gas. Adsorbsi fisika ini memiliki gaya tarik Van der Walls yang kekuatannya relatif kecil. penyerapan semakin baik sampai pada batas tertentu. Diatas tekanan maksimum (untuk hidrokarbon biasanya 4000-5000 kPa).

B.Contoh : Ion exchange. dan cenderung mencari tempat yang memaksimumkan bilangan koordinasi dengan substrat. maka semakin banyak substansi terlarut yang melekat pada permukaan media adsorpsi. Aktivasi karbon aktif pada temperatur yang tinggi akan menghasilkan struktur berpori dan luas permukaan adsorpsi yang besar. yaitu partikel adsorbat tertarik ke permukaan adsorben melalui gaya Van der Walls atau bisa melalui ikatan hidrogen. Adsorpsi oleh karbon aktif. Karbon aktif merupakan senyawa karbon yang diaktifkan dengan cara membuat pori pada struktur karbon tersebut. ADSORPSI KIMIA (CHEMISORPTION) Adsorpsi kimia terjadi ketika terbentuknya ikatan kimia (bukan ikatan van Dar Walls) Antara senyawa terlarut dalam larutan dengan molekul dalam media. 7 . Adsorpsi kimia terjadi diawali dengan adsorpsi fisik. Dalam Chemisorbption partikel melekat pada permukaan dengan membentuk ikatan kimia (biasanya ikatan kovalen). Semakin besar luas permukaan.

Ketika pemanasan berlangsung. Jenis adsorben yang termasuk kedalam kelompok ini adalah polimer adsorbsen dan karbon aktif. Pemilihan jenis adsorben dalam proses adsorpsi harus disesuaikan dengan sifat dan keadaan zat yang akan diadsorpsi dan nilai komersilnya. dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Adsorben yang paling banyak dipakai untuk menyerap zat-zat dalam larutan adalah arang. Berikut ini adalah jenis-jenis adsorben : 1. Jenis adsorben yang termasuk kedalam kelompok ini adalah silica gel. Beberapa jenis adsorben yang biasa digunakan yaitu : a) karbon aktif/arang aktif/norit Arang aktif merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon. alumina aktif.2. diusahakan agar tidak 8 . yang biasanya dibuat dengan cara membakar tempurung kelapa atau kayu dengan persediaan udara (oksigen) yang terbatas. Adsorben bersifat spesifik dan terbuat dari bahan-bahan yang berpori. dan zeloit. 2. Penyerapan bersifat selektif. Adsorben non-Polar Adsorben non polar disebut juga hydrophobic. Karbon aktif yang merupakan contoh dari adsorpsi. yang diserap hanya zat terlarut atau pelarut sangat mirip dengan penyerapan gas oleh zat padat. Zat ini banyak dipakai di pabrik untuk menghilangkan zat-zat warna dalam larutan. Tiap partikel adsorben dikelilingi oleh molekul yang diserap karena terjadi interaksi Tarik menarik. Adsorben Polar Adsorben polar disebut juga hydrophilic.2.3 ADSORBEN  PENGERTIAN ADSORBEN Adsorben adalah zat padat yang dapat menyerap partikel fluida dalam suatu proses Adsorpsi.

9 . Arang aktif sebgai pemucat. tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. tulang. arang akan mengalami perubahan sifat-sifat fisika dan kimia. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif. Dengan demikian. b) Bentonite Bentonit adalah istilah pada lempung yang mengandung monmorillonit dalam dunia perdagangan dan termasuk kelompok dioktohedral. berfungsi untuk memperoleh kembali pelarut. Diperoleh dari tempurung kelapa. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar. Daya serap arang aktif sangat besar. yaitu arang aktif sebagai pemucat dan sebagai penyerap uap. juga dapat digunakan sebagai adsorben (penyerap). Arang yang demikian disebut sebagai arang aktif. batu bata atau bahan baku yang mempunyaibahan baku yang mempunyai struktur keras. membebaskan pelarut dari zat-zat penganggu dan kegunaan lain yaitu pada industri kimia dan industri baru. biasanya berbentuk powder yang sangat halus.berfungsi untuk memindahkan zat-zat penganggu yang menyebabkan warna dan bau yang tidak diharapkan. misal ahli geologi. diameter pori mencapai 1000A0. Penamaan jenis lempung tergantung dari penemu atau peneliti.Arang aktif dibagi atas 2 tipe. digunakan dalam rase gas.terjadikebocoran udara didalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. yaitu 25-1000% terhadap berat arang aktif. katalis. Diperoleh dari serbukserbuk gergaji. biasanya berbentuk granular atau pellet yang sangat keras diameter pori berkisar antara 10-200A0. Arang aktif sebagai penyerap uap. mineralogi.pemisahan dan pemurnian gas. tipe pori lebih halus. Daya serap ditentukan oleh luas permukaan partikel dan kemampuan ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktifasi dengan aktif faktor bahan-bahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperatur tinggi. digunakan dalam fase cair. ampas pembuatan kertas atau dari bahan baku yang mempunyai densitas kecil dan mempunyai struktur yang lemah.

mempunyai surface area yang besar (fisika) 2. semen puzolan. mineral penunjuk eksplorasi. pembuatan batubara. tapal gigi. pupuk. Bentonit dapat dibagi menjadi 2 golongan berdasarkan kandungan alumunium silikat hydrous. Secara umum mineral zeolit adalah senyawa alumino silikat hidrat dengan logam alkali tanah. melainkan sekelompok mineral yang terdiri dari beberapa jenis unsur. Daya serap (absorbansi) zeolit tergantung dari jumlah ruang hampa dan 10 . Activated clay adalah lempung yang kurang memiliki daya pemucat. bersifat asam yang padat (kimia) 3. agregat ringan. Sifat bentonit sebagai adsorben adalah : 1. bersifat katalis (kimia) c) zeolite Mineral zeolit bukan merupakan mineral tunggal. Jumlah molekul air menunjukkan jumlah pori-pori atau volume ruang hampa yang akan terbentuk bila unit sel kristal zeolit tersebut dipanaskan. industri oksigen. Sementara itu. Ag.yH2O Dengan M = e. tetapi daya pemucatnya dapat ditingkatkan melalui pengolahan tertentu. serta mempunyai rumus kimia sebagai berikut : M2x/nSi1-xAlxO2. Bila kristal tersebut dipanaskan selama beberapa jam. karet.mineral industri dan lain-lain. NH. Ca. pemurnian gas alam. maka kristal zeolit yang bersnagkutan berfungsi menyerap gas atau cairan. pencegah polusi. yaitu activated clay dan fuller's Earth. Ba Ikatan ion Al-Si-O adalah pembentuk struktur kristal. H. fuller's earth digunakan di dalam fulling atau pembersih bahan wool dari lemak. industri petrokimia. biasanya pada temperatur 250- 900 oC. Li.g Na. K. pembuatan gas asam. plastik. sedangkan logam alkali adalah kation yang mudah tertukar. Dalam keadaan normal maka ruang hampa dalam kristal zeolit terisi oleh molekul air bebas yang membentuk bulatan di sekitas kation. misalnya untuk industri kertas. Penggunaan zeolit cukup banyak. bersifat penukar-ion (kimia) 4.

Pemutihan gula tebu Gula yg masih berwarna dilarutkan dalam air kemudian dialirkan melalaui tanah diatomae dan arang tulang. Harus memiliki luas permukaan besar internal. Adsorben harus mampu menjadi mudah diregenerasi. yang kehilangan kapasitas serap melalui daur ulang terus-menerus. 4. Norit tablet yg terbuat dari karbon aktif norit.2. 2. 2. 11 . 3. Zat-zat warna dalam gula akan diadsorpsi sehinga diperoleh gula yang putih bersih. Beberapa jenis mineral zeolit mampu menyerap gas sebanyak 30% dari beratnya dalam keadaan kering.  SIFAT-SIFAT ADSORBEN 1. Biasanya mineral zeolit mempunyai luas permukaan beberapa ratus meter persegi untuk setiap gram berat. Ini adalah bonus jika pori-pori juga cukup kecil untuk mengecualikan molekul yang tidak diinginkan untuk menyerap. Adsorben seharusnya tidak mengalami penuaan yang cepat. Pengeringan zeolit biasanya dilakukan dalam ruang hampa dengan menggunakan gas atau udara kering nitrogen atau methana dengan maksud mengurangi tekanan uap ari terhadap zeolit itu sendiri. Harus adbsorbent mekanik cukup kuat untuk menahan penanganan massal dan getaran yang merupakan fitur dari setiap unit industri. Daerah tersebut harus dapat diakses melalui pori-pori cukup besar untuk mengakui molekul untuk teradsorpsi. 5.4 APLIKASI ADSORBSI 1. luas permukaan. 2. Di dalam usus norit membentuk sistem koloid yg dapat mengadsorpsi gas/zat racun.

2. 2) Karakteristik Adsorben Ukuran partikel merupakan syarat yang penting dari suatu arang aktif untuk digunakan sebagai adsorben. semakin banyak adsorbat yang diserap. Ukuran partikel arang mempengaruhi kecepatan dimana adsorpsi terjadi. 3) Luas Permukaan Semakin luas permukaan adsorben.5 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADSORBSI 1) Waktu Kontak Waktu kontak merupakan suatu hal yang sangat menentukan dalam proses adsorpsi. Senyawa yang mudah larut mempunyai afinitas yang kuat untuk larutannya dan karenanya lebih sukar untuk teradsorpsi dibandingkan senyawa yang sukar larut. Kecepatan adsorpsi meningkat dengan menurunnya ukuran partikel. Semakin kecil ukuran diameter adsorben maka semakin luas permukaannya. Koloid ini dapat mengadsorpsi zat-zat warna / zat pencemar dalam air. Penjernihan air dengan menambahkan tawas/ Aluminium sulfat (akan terhidrolisis membentuk Al(OH)3 yang berupa koloid). sedangkan 12 . sehingga proses adsorpsi dapat semakin efektif. 3. suatu molekul harus terpisah dari larutan. 4) Kelarutan Adsorbat Agar adsorpsi dapat terjadi. Akan tetapi ada perkeculian karena banyak senyawa yang dengan kelarutan rendah sukar diadsorpsi. Kapasitas adsorpsi total dari suatu adsorbat tergantung pada luas permukaan total adsorbennya. Waktu kontak memungkinkan proses difusi dan penempelan molekul adsorbat berlangsung lebih baik.2.

pH optimum untuk kebanyakan proses adsorpsi harus ditentukan dengan uji laboratorium. Usaha-usaha untuk menemukan hubungan kuantitatif antara kemampuan adsorpsi dengan kelarutan hanya sedikit yang berhasil. ketika adsorpsi merupakan proses eksoterm. Adsorpsi paling kuat ketika ukuran pori-pori adsorben cukup besar sehingga memungkinkan molekul adsorbat untuk masuk. Hal ini dikarenakan ion hidrogen sendiri diadsorpsi dengan kuat. 6) pH pH di mana proses adsorpsi terjadi menunjukkan pengaruh yang besar terhadap adsorpsi itu sendiri. beberapa senyawa yang sangat mudah larut diadsorpsi dengan mudah. 5) Ukuran Molekul Adsorbat Ukuran molekul adsorbat benar-benar penting dalam proses adsorpsi ketika molekul masuk ke dalam mikropori suatu partikel arang untuk diserap. 13 . Kecepatan adsorpsi meningkat dengan meningkatnya temperatur. Asam organik lebih mudah diadsorpsi pada pH rendah. sebagian karena pH mempengaruhi ionisasi dan karenanya juga mempengaruhi adsorpsi dari beberapa senyawa. derajad adsorpsi meningkat pada suhu rendah dan akan menurun pada suhu yang lebih tinggi . dan menurun dengan menurunnya temperatur. Namun demikian. sedangkan adsorpsi basa organik terjadi dengan mudah pada pH tinggi. 7) Temperatur Temperatur di mana proses adsorpsi terjadi akan mempengaruhi kecepatan dan jumlah adsorpsi yang terjadi.

1 PENGERTIAN KOLOM ABSORBSI Kolom absorbsi adalah suatu kolom atau tabung tempat terjadinya proses pengabsorbsi penyerapan/penggumpalan) dari zat yang dilewatkan di kolom/tabung tersebut. Proses ini dilakukan dengan melewatkan zat yang terkontaminasi oleh komponen lain dan zat tersebut dilewatkan ke kolom ini dimana terdapat fase cair dari komponen 14 . BAB III PRINSIP KERJA ABSORBSI DAN ADSORBSI 3.1 KOLOM ABSORBSI 3.1.

 Tetes cairan akan bergerak ke bawah karena gravitasi. Didalam absorber terjadi kontak Antara dua fasa yaitu fasa gas dan fasa cair mengakibatkan perpindahan massa difusional dalam umpan gas dari bawah menara ke dalam pelarut air sprayer yang diumpankan dari bagian atas menara. dan akan berkontak dengan arus gas yang naik ke atas (lihat gambar di samping)  Nosel semburan dirancang untuk membagi cairan kecil-kecil. Peristiwa absorbsi ini terjadi pada sebuah kolom yang berisi packing dengan dua tingkat.1. Keluaran dari absorber pada tingkat I mengandung larutan dari gas yang dimasukkan tadi.1 MENARA SEMBUR  Menara sembur terdiri dari sebuah menara. dan zeolit. bentonit. Makin kecil ukuran tetes 15 ..2 PRINSIP KERJA KOLOM ABSORBSI Campuran gas yang merpakan keluaran dari reactor diumpankan kebawah menara absorber. Diantara jenis-jenis absorben ini antara lain. 3. dimana dari puncak menara cairan disemburkan dengan menggunakan nosel semburan. tersebut. 3.2 MODEL ATAU JENIS KOLOM 3. arang aktif.2.

2 MENARA GELEMBUNG  Menara gelembung terdiri dari sebuah menara.  Gelembung dapat dibuat misalnya dengan pertolongan distributor pipa. dimana di dalam menara tersebut gas didispersikan dalam fase cair dalam bentuk gelembung. yang ditempatkan mandatar pada dasar menara . cairan.3 MENARA PELAT 16 . Tetapi apabila ukuran tetes cairan terlalu kecil.  Menara sembur biasanya digunakan untuk transfer massa gas yang sangat mudah larut. makin besar kecepatan transfer massa.2. 3.  Transfer massa terjadi pada waktu gelembung terbentuk dan pada waktu gelembung naik ke atas melalui cairan (gambar di samping)  Menara gelembung digunakan untuk transfer massa gas yang relative sukar larut.2. tetes cairan dapat terikut arus gas keluar. 3.

Pelat-pelat semacam itu disusun satu di atas yang lain di dalam sebuah selubung berbentuk silinder seperti pada gambar dibawah ini. Sebaliknya. Pada setiap pelat akan terbentuk gelembung- gelembung gas pada dasar salah satu kolam cairan akibat masuknya gas dengan paksa melalui lubang-lubang kecil yang di pelat tersebut atau dibawah tutup-tutup berlubang yang tercelup didalam cairan. Menara-menara ini adalah contoh dari mekanisme transfer kombinasi yang ditemukan pada menara semprot dan menara gelembung. Transfer massa tambahan terjadi di atas kolam cairan akibat adanya sisa semprotan yang dihasilkan oleh pencampuran aktif antara cairan dan gas pada pelat.2. Biasa digunakan dalam industri. Cairan mengalir kebawah. kontak antara kedua fasa terjadi secara bertahap. 3.4 MENARA PAKING 17 . Seperti pada gambar atas. pertama-tama melintasi pelat paling atas kemudian pelat dibawah nya. Uap naik melalui setiap pelat. Menara- menara seperti itu tidak dapat didesain dengan persamaan-persamaan yang kita peroleh lewat pengintegrasian terhadap luasan kontak antar fasa yang kontinu. Transfer massa antarfasa akan terjadi selama pembentukan gelembung tersebut. menara-menara itu didesai dengan perhitungan-perhitungan bertahap yang diperoleh dan digunakan dalam kuliah-kuliah desain yang membahas operasi bertahap. dan juga saat gelembung-gelembung itu naik melalui kolam cairan yang sudah diaduk.

Menara-menara ini merupakan kolom-kolom vertikal yang telah diisi dengan packing seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini. mulai dari packing keramik dan plastik yang didesain secara khusus. Pada jenis ini terdapat suatu kontak arus berlawanan yang kontinyu antara dua fasa yang imisibel. Bahan untuk packing ini sangat bervariasi. seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini : 18 . Menara Paking Adalah tipe umum ketiga dari peralatan transfer massa.

sampai pada batu yang dihancurkan. Tujuan utama packing adalah untuk menyediakan luas kontak yang sangat besar antara kedua fasa yang saling imisible ini.3 APLIKASI ABSORBSI Absorbsi dalam dunia industri digunakan untuk meningkatkan nilai guna dari suatu zat dengan cara merubah fasenya. jenis peralatan ini dapat digunakan untuk sistem gas-cairan dimana salah satu dari resistansi fasa yang mengontrol atau dimana kedua resistansi sama-sama berpengaruh. Gas biasanya mengalir ke atas. (gambar packing menara yang umum dipakai dalam industri) . berlawanan dengan cairan yang jatuh. Air disemprotkan di atas dek teratas dan kemudian menetes kebawah melalui dek menuju kolam pengumpul dibawah. Jadi. 19 . Menara pendigin dapat diklasifikasikan sebagai aliran alami bila tersedia angina alami yang cukup banyak ubtuk memawa udara lembap atau sebagai aliran paksa (hasil induksi) ketika sebuah kipas angina digunakan. yang mempunyai konstruksi berbentuk louver sehingga udara dapat menglir melalui setiap dek. Dalam menara aliran- paksa. Beberapa jenis khusus menara packed digunakan untuk mendinginkan agar air ini dapat disirkulasikan kembali sebagai mendum transfer panas. Struktur ini dibuat dari dek-dek bilah-kayu. Kedua fasa teraduk dengan baik. 3. udara tertarik ke dalam louver-louver di dasar struktur dan kemudian mengalir ke atas melalui dek-dek berlawanan arah dengan aliran air. Cairan didistribusikan keseluruh packing sebagai film tipis atau arus yang terurai.

Dua fluks keluar yaitu asam nitrat produk dan gas buang. fire extinguisher.Teknologi proses pembuatan formalin Formaldehid sebagai gas input dimasukkan ke dalam reaktor.produksi ethanol. Proses Pembuatan Formalin Formalin yang berfase cair berasal dari formaldehid yang berfase gas dapat dihasilkan melalui proses absorbsi. maka perbandingan konsentrasi CH 4 dengan CO2 menjadi 20 . Dengan berkurangmya konsentrasi CO2 sebagai akibat reaksi dengan NaOH.dry ice. Gas CO2 langsung bereaksi dengan larutan NaOH sedangkan CH4 tidak. Bagian terbesar dari metanol. Kolom absorpsi dirancang untuk menghasilkan asam nitrat dengan konsentrasi 60 % berat dan kandungan NOx gas buang tidak lebih dari 200 ppm. Aplikasi absorbsi lainnya seperti proses pembuatan urea. Proses Pembuatan Asam Nitrat Pembuatan asam nitrat (absorbsi NO dan NO2). Selain itu absorbsi ini juga digunakan untuk memurnikan gas yang dihasilkan dari fermentasi kotoran sapi.dan formaldehid dikondensasi di bawah air pendingin bagian dari menara. air. Keluaran dari absorber pada tingkat I mengandung larutan formalin dengan kadar formaldehid sekitar 37 – 40%.supercritical carbon dioxide dan masih banyak lagi aplikasi absorbsi dalam industri. Proses pembuatan asam nitrat tahap akhir dari proses pembuatan asam nitrat berlangsung dalam kolom absorbsi.dimasukkan ke dalam absorber. dan hampir semua removal dari sisa metanol dan formaldehid dari gas terjadi dibagian atas absorber dengan counter current contact dengan air proses. minuman berkarbonasi. Pada setiap tingkat kolom terjadi reaksi oksidasi NO menjadi NO 2 dan reaksi absorbsi NO2 oleh air menjadi asam nitrat. Kolom absorpsi mempunyai empat fluks masuk dan dua fluks keluar. udara pemutih. 2. Empat fluks masuk yaitu air umpan absorber. 1. gas proses. Output dari reaktor yang berupa gas yang mempunyai suhu 1820C didinginkan pada kondensor hingga suhu 55oC. dan asam lemah.

Tentukan harga HETP (Height Equivalent to Theoritical Plate) kolom absorpsi tersebut  Luas Penampang Kolom Laju udara yang dibersihkan adalah 0. Minyak yang digunakan sebagai penyerap memiliki berat molekul(Mr) 250 g/mol dan laju aliran minyak tersebut adalah 1. CONTOH SOAL Gas (95%-mol udara dan 5%-mol benzen) ingin dibersihkan dari benzen dengan cara absorpsi oleh minyak (99.s.25%-berat benzen) di dalam suatu kolom packing.75 m3/s (STP) dan kolom absorpsi dirancang dengan laju superfisial gas sebesar 1 kg/m2. Tentukan luas penampang kolom 2. lebih besar untuk konsentrasi CH4. pembentukan bikarbonat dapat diabaikan karena bikarbonat bereaksi dengan OH. 90%-mol benzen dalam gas ingin diserap oleh minyak.75%-berat minyak dan 0. Dalam operasi ini.s) 3. Operasi absorpsi dilaksanakan secara isotermal pada 35ºC dan tekanan 1 atm.68 . Laju udara gas adalah 0.. Karena itu perlu penyesuaian volume dengan menggunakan Hukum Guy- Lussac: 21 . 0ºC). Tentukan tinggi kolom packing bila harga konstanta perpindahan massa keseluruhan atas dasar fasa uap (Kya = 2. Pi (tekanan parsialzat) = Hi . sedangkan operasi absorpsi dilaksanakan pada tekanan 1 atm dan temperatur 35ºC.membentuk CO32. Nb: Komposisi kesetimbangan benzen dalam udara dan minyak dianggap mengikuti hukum Henry dengan menggunakan konstanta Henry(H) sebesar 90 mmHg/fraksi mol.75 m3/s pada keadaan STP (1atm. 10-3 kmol/m3.25 kali laju minimumnya. Absorbsi CO2 dari campuran biogas ke dalam larutan NaOH dapat dilukiskan sebagai berikut: CO2(g) + NaOH(aq) → NaHCO3(aq) NaOH(aq) + NaHCO3 → Na2CO3(s) + HO(l) + CO2(g) + 2NaOH(aq) → Na2CO3(s) + H2O(l) Dalam kondisi alkali atau basa. xi (fraksi mol zat) Pertanyaan : 1.

Laju molar gas inert (G’) dapat dicari dengan mengalikan fraksi gas inert (udara) dengan laju molar gas total: Kolom dirancang untuk menahan laju superfisial gas sebesar 1 kg/m2.Sehingga didapat laju udara yang dibersihkan pada keadaan absorpsi = 0.8461 m3/s.s maka laju molar superfisial (Gs) dan laju molar gas inert superfisial (G’s) dapat dicari: Luas penampang kolom absorpsi:  Tinggi Kolom Packing Di dalam perhitungan absorpsi digunakan perbandingan mol.0335 kmol/s. sedangkan fraksi mol A (xA) adalah A/(A+B). Misalkan di dalam suatu wadah terdapat zat cair A dan B. Kemudian laju molar gas total (G) dicari dengan Hukum Gas Ideal: Laju molar gas total (G) = 0. bukan fraksi mol. perbandingan mol A (XA) adalah A/B. Karena di dalam gas terdapat 5%-mol benzen maka perbandingan mol benzen pada gas masukan kolom adalah: 22 .

Dari pembacaan kurva. dan X sehingga kurva X terhadap Y dapat dibuat.9157 0.61 23 .5%-mol sehingga perbandingan mol benzen pada gas keluaran kolom adalah: Perbandingan mol benzen pada aliran minyak masukan kolom adalah: Perbandingan mol benzen pada aliran minyak keluaran kolom diperoleh dari kurva kesetimbangan benzen-udara dengan bantuan Hukum Henry.4780 0.0291 0.03 0. x.0008 Untuk mendapatkan nilai X1. diambil beberapa nilai Y secara acak.01 0.3262 0.4810 0.0001 0.0385 0.0912 0.02 0.3248 0.6726 0. diketahui bahwa nilai X1 = 0.4021 0.Y1).2460 0.0001 0. dari nilai Y ini dihitung nilai y. Sehingga didapat data sebagai berikut: Y y x X 0.0836 0. Dalam kasus ini.0008 0.06 0.0566 0. ditarik sebuah garis dari titik (X2.1984 0.05 0.0196 0.Benzen izin diserap 90% sehingga sisa benzen dalam gas menjadi 0.04 0.Y2) sehingga garis tersebut menyinggung kurva kesetimbangan benzen-udara sampai garis tersebut memotong garis Y = Y1 maka titik potong itu adalah koordinat (X1.0099 0.1656 0.0476 0.

Y2.Y1 dengan titik X2.25 kali laju minimumnya sehingga: Buat garis operasi baru dengan menghubungkan titik X1 baru. 24 .Kemudian nilai slope minimum dicari untuk menentukan slope baru dari garis operasi absorpsi. Dari data soal diketahui bahwa laju minyak adalah 1.

Dengan garis operasi baru ini. 0. jadi nilai Y pada titik perpotongan pada kurva kesetimbangan tersebut adalah Yi* Dalam kasus ini nilai Yi yang diambil meliputi Y1(0.4 .0526) dan Y2(0. Selanjutnya NTU dicari dengan mencari luas area di bawah kurva 1/(Y-Y*) dengan menggunakan pendekatan luas trapesium: 25 .00526) serta beberapa nilai Y yang diambil secara sembarang yaitu 0. 0.2 .1. 0.3 . 0.5 . nilai NTU (Number of Transfer Unit) dapat ditentukan yaitu dengan rumus: Nilai Yi* didapat dengan cara menarik garis vertikal dari titik Yi (pada garis operasi baru) ke bawah sampai menyentuh kurva kesetimbangan benzen-udara.

469388 0.061224 0.512 3.28387 Maka didapat nilai NTU = 10.032737 137.Sehingga diperoleh: Y X Y* 1/(Y-Y*) L 0.04 0.6774 1.00526 yang menyerupai anak tangga 26 .001535 268.227376 0.039085 91.637387 0.040593 83.9206 1.01679 311.146493 0.125344 0.28372 0.01 0.76799 0.379279 10.00681 313.025369 215.367347 0.62113 0.03 0.265306 0.05 0.012857 0. Nilai N didapat dengan cara menarik garis secara kontinu antara kurva kesetimbangan benzen- udara dengan garis operasi baru dari titik Y = 0.2839 Nilai HTU (Height of a Transfer Unit) ditentukan dengan rumus: Tinggi kolom (Z) diperoleh dengan cara:  Nilai HETP HETP (Height Equivalent to Theoritical Plate) dapat dicari dengan cara membagi tinggi kolom (Z) dengan jumlah tahap yang diperlukan (N).0526 0.0526 sampai titik Y = 0.02 0.5568 2.163265 0.00526 0.495918 0.4621 1.

Dari gambar didapat bahwa nilai N = 9 (jumlah daerah bewarna hijau) sehingga: 27 .