You are on page 1of 12

KODE ETIK PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK

ETIKA UMUM DAN ETIKA PROFESIONAL
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata ethos yang berarti karakter. Nama lain untuk
etika adalah moralitas yang berasal dari bahasa Latin yaitu dari kata mores yang berarti
kebiasaan. Etika berhubungan dengan pertanyaan bagaimana seseorang bertindak terhadap
orang lainnya.
Etika Umum
Manusia selalu dihadapkan pada kebutuhan untuk memilih yang akan mendatangkan
akibat baik bagi mereka sendiri maupun pihak lainnya. Seringkali dilema etis timbul sebagai
akibat dari pemilihan yang baik untuk satu pihak tetapi tidak baik untuk pihak lainnya. Etika
umum berusaha untuk merumuskan apa yang baik untuk individu dan masyarakat, dengan
menetapkan sifat kewajiban atau tugas sehingga individu-individu memiliki kewajiban
terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.
Etika Profesional
Etika professional lebih luas dari prinsip-prinsip moral. Etika tersebut mencakup
prinsip perilaku untuk orang-orang professional yang dirancang baik untuk tujuan praktis
maupun untuk tujuan idealistis. Oleh karena kode etik professional antara lain dirancang
untuk mendorong perilaku ideal, maka kode etik harus realistis dan dapat dilaksanakan. Agar
bermanfaat, kode etik seyogyanya lebih tinggi dari undang-undang tetapi di bawah ideal.
Alasannya adalah untuk memelihara kepercayaan masyarakat akan jasa yang diberikan
profesi, siapa pun yang melaksanakannya. Dalam kaitannya dengan akuntan public,
kepercayaan klien dan pemakai laporan keuangan atas kualitas audit dan jasa professional
lainnya sangat penting artinya. Kode etik berpengaruh besar terhadap reputasi serta
kepercayaan masyarakat pada profesi yang bersangkutan. Kode etik berkembang dari waktu
ke waktu dan terus berubah sejalan dengan perubahan dalam praktek yang dijalankan akuntan
publik.

KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK
Organisasi profesi akuntan di Indonesia telah memiliki Kode Etik Akuntan Indonesia
yang terakhir ditetapkan dalam kongres VIII Ikatan Akuntan Indonesia pada tahun 1998.
Kode etik tersebut berseumber dari Kode Etik AICPA, Edisi Juni 1998, dan berlaku bagi
semua akuntan anggota AIA yang tidak hanya terdiri dari akuntan public, tetapi juga meliputi
akuntan manajemen, akuntan pendidik, dan akuntan pemerintah. Sejak terbentuknya Institut

1

PRINSIP-PRINSIP DASAR ETIKA PROFESI Pendahuluan Salah satu hal yang membedakan profesi akuntan public dengan profesi lainnya adalah tanggung jawab profesi akuntan public dalam melindungi kepentingan public. Dibandingkan dengan kode etik yang lama. 2.Akuntan Publik Indonesia (IAPI) pada tahun 2007 kode etik tersebut masih tetap berlaku untuk seluruh anggota IAI. Ancaman telaah pribadi 2 . Kerangka konseptual mengharuskan praktisi untuk mengidentifikasi mengevaluasi dan menangani setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dengan tujuan untuk melindungi kepentingan public serta tidak hanya mematuhi seperangkat peraturan khusus yang dapat bersifat subjektif. Bagian A dari Kode Etik ini menetapkan prinsip dasar etika profesi dan memberikan kerangka konseptual untuk penerapan prinsip tersebut. Karena beragamnya situasi tersebut. Oleh karena itu. Ancaman tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. tanggung jawab profesi akuntan public tidak hanya terbatas pada kepentingan klien atau pemberi kerja. Kode Etik Profesi Akuntan Publik terdiri dari dua bagian. Kode etik ini disusun IAPI mengacu pada Code of Ethics for Professional Accountants yang diterbitkan oleh IESBA-IFAC Edisi tahun 2008. sebenarnya kode etik baru ini substansinya tidak berbeda tetapi pendekatan dan termonilogi yang digunakan banyak berbeda. sedangkan bagian B memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual tersebut pada situasi tertentu. Sifat principle base ini selalu menjadi cirri dari pernyataan standar yang diterbitkan IFAC. Kode etik lama lebih bersifat rule base. sedangkan yang baru memuat banyak hal yang bersifat principle base. Ancaman kepentingan pribadi. Ancaman dan Pencegahan Kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terancam oleh berbagai situasi. namun khusus bagi para akuntan public anggota IAPI diberlakukan kode etik baru yang disebut Kode Etik Profesi AKuntan Publik yang berlaku efektif tanggal 1 januari 2010. tidak mungkin untuk menjelaskan setiap situasi yang dapat menimbulkan ancaman tersebut beserta pencegahan yang tepat dalam Kode Etik ini. Pendekatan Kerangka Konseptual Ancaman terhadap kepatuhan praktisi pada prinsip dasar etika profesi dapat terjadi dalam situasi tertentu ketika praktisi melaksanakan pekerjaannya. yaitu bagian A dan bagian B.

dan 2. Fakta yang relevan. perundang-undangan. Ancaman kedekatan. yaitu: 1. dan 5. maka untuk menghindari agar tidak keliru penasirannya oleh Praktisi. setiap Praktisi baik secara individu maupun bersama-sama dengan koleganya. baik secara formal maupun informal. Prosedur internal yang berlaku. 2. Integritas 2. Prinsip dasar etika profesi yang terkait dengan masalah etika profesi yang dihadapi. Ancaman intimidasi Pencegahan yang dapat menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. tidak cukup bagi 3 .Bagian B memberikan ilustrasi tentang penerapan kerangka konseptual dan contoh-contoh pencegahan yang diperlukan untuk mengatasi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar. Perilaku Profesional ATURAN ETIKA PROFESI Bagian B Kode Etik memuat Aturan Etika Profesi yang terdiri dari 10 seksi yang tersebar dalam 224 paragraf. 5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional 4. atau peraturan. Penyelesaian Masalah yang Terkait dengan Etika Profesi Dalam mengevaluasi kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. Pencegahan yang dibuat oleh profesi. 4. Pencegahan dalam lingkungan kerja. Ketika memulai proses penyelesaian masalah yang terkait dengan etika profesi. Praktisi menyatakan sikap atau pendapat mengenai suatu hal yang dapat mengurangi objektivitas selanjutnya dari Praktisi tersebut. 4. 3. Tindakan alternative Prinsip Dasar Prinsip dasar yang disajikan pada bagian A Kode Etik terdiri dari 5 prinsip. 3. Masalah etika profesi yang terkait. Oleh karena itu. Objektivitas 3. Praktisi mungkin diharuskan untuk menyelesaikan masalah dalam penerapan prinsip dasar etika profesi. Kerahasiaan 5. harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Karena sifatnya contoh-contoh.

tergantung dari sifat dan jenis jasa profesional yang diberikan kepada pihak-pihak di bawah ini: a) Klien audit laporan keuangan b) Klien assurance selain klien audit laporan keuangan. atau reputasi profesinya. atau aktivitas yang dapat mengurangi integritas. objektivitas. KAP.Praktisi untuk hanya mematuhi contoh-contoh yang diberikan. yang dapat mengakibatkan pertentangan dengan jasa profesional yang diberikannya. atau Jaringan KAP  Seksi 220 Benturan Kepentingan  Seksi 230 Pendapat Kedua  Seksi 240 Imbalan Jasa Profesional dan Bentuk Remunerasi  Seksi 250 Pemasaran Jasa Profesional  Seksi 260 Penerimaan Hadiah atau Bentuk Keramah-Tamahan  Seksi 270 Penyimpanan Aset Milik Klien  Seksi 280 Objektivitas – Semua Jasa Profesional  Seksi 290 Independensi dalam Perikatan Assurance SEKSI 200 ANCAMAN DAN PENCEGAHAN o Setiap Praktisi tidak boleh terlibat dalam setiap bisnis. melainkan harus juga menerapkan kerangka konseptual dalam setiap situasi yang dihadapinya. o Kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terancam oleh berbagai situasi. pekerjaan. KAP. atau c) Klien selain klien assurance SEKSI 210 PENUNJUKAN PRAKTISI. Sepuluh seksi dalam Bagian B Kode Etik tersebut melipui:  Seksi 200 Ancaman dan Pencegahan  Seksi 210 Penunjukan Praktisi. Ancaman-ancaman tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut. a) Ancaman kepentingan pribadi b) Ancaman telaah pribadi c) Ancaman advokasi d) Ancaman kedekatan e) Ancaman intimidasi o Ancaman-ancaman tersebut telah dibahas pada bagian A pada Bagian Kode Etik ini. ATAU JARINGAN KAP Penerimaan Klien 4 . Sifat dan signifikansi ancaman sangat beragam.

o Setiap praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman. atau b) Memastikan adanya komitmen dari klien untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan atau pengendalian internalnya. pemilik.o Sebelum menerima suatu klien baru. SEKSI 230 PENDAPAT KEDUA o Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika dapat terjadi ketika praktisi diminta pihak-pihak selain klien. serta pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan kegiatan bisnis perusahaan. yang dapat menimbulkan ancaman. manajer. serta seluruh fakta dan asumsi lain yang tersedia yang terkait dengan pendapat profesional yang diberikan. Penerimaan Perikatan o Setiap praktisi hanya boleh memberikan jasa profesionalnya jika memiliki kompetensi untuk melaksanakan perikatan tersebut. o Pencegahan yang tepat mencakup antara lain: a) Memperoleh pemahaman tentang klien. SEKSI 220 BENTURAN KEPENTINGAN o Setiap praktisi harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi setiap situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan karena situasi tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan kepada prinsip dasar etika profesi. Pengevaluasi tersebut harus dilakukan sebelum menerima atau meneruskan hubungan dengan klien atau perikatan dan mencakup pertimbangan ada tidaknya kepentingan bisnis atau kepentingan dengan klien atau pihak ketiga. 5 . Jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau mengurangi ke tingkat yang diterima. Sebelum menerima perikatan. setiap praktisi harus mempertimbangkan ancaman terhadap kepatuhan kepada prinsip dasar etika profesi yang terdapat terjadi dari diterimanya perikatan tersebut. setiap Praktisi harus mempertimbangkan potensi terjadinya ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang diakibatkan oleh diterimanya klien tersebut.Signifikasi ancaman akan tergantung dari kondisi yang melingkupi permintaan pendapat kedua. Setiap praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman yang diidentifikasi dan jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara tidak jelas secara signifikan maka pencegahan yang tepat harus diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ketingkat yang dapat diterima.

Penerimaan pemberian tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. dalam situasi tertentu imbalan jasa pofesional yang bersifat kontinjen dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yaitu ancaman kepentingan pribadi terhadap objektifitas.SEKSI 240 IMBALAN JASA PROFESIONAL DAN BENTUK REMUNERASI o Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen telah digunakan secara luas untuk jasa profesional tertentu selain jasa asuransi. Signifikansi ancaman tersebut akan tergantung dari beberapa faktor sebagai berikut: a) Sifat perikatan b) Rentang besaran imbalan jasa profesional yang dimungkinkan c) Dasar penetapan besaran imbalan jasa profesional d) Ada tidaknya penelaahan hasil pekerjaan oleh pihak ketiga yang independen. Setiap praktisi harus bersikap jujur dan tidak boleh melakukan tindakan- tindakan sebagai berikut: a) Membuat pernyataan yang berlebihan mengenai jasa profesional yang dapat diberikan. maka Praktisi harus melakukan konsultasi dengan organisasi profesi. atau pengalaman yang telah diperoleh b) Membuat pernyataan yang merendahkan atau melakukan perbandingan yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan Praktisi lain. Jika Praktisi memiliki keraguan atas tepat tidaknya suatu iklan atau bentuk pemasaran lainnya. kualifikasi yang dimiliki. SEKSI 270 PENYIMPANAN ASET MILIK KLIEN o Setiap Praktisi tidak boleh mengambil tanggung jawab penyimpanan uang atau riset lainnya milik klien kecuali diperbolehkan oleh ketentuan hukum berlaku dan jika demikian Praktisi wajib menyimpan aset tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku 6 . SEKSI 260 PENERIMAAN HADIAH ATAU BENTUK KERAMAH-TAMAHAN o Praktisi maupun anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekatnya mungkin saja ditawari suatu hadiah atau bentuk keramahtamahan lainnya (hospitality) oleh klien. o Setiap praktisi tidak boleh mendiskreditkan profesi dalam memasarkan jasa profesionalnya. Namun demikian. Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen untuk jasa profesional selain jasa assurance yang diberikan kepada klien assurance diatur dalam seksi 290 dari Kode Etik ini SEKSI 250 PEMASARAN JASA PROFESIONAL o Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terjadi ketika Praktisi mendapatkan suatu perikatan melalui iklan atau bentuk pemasaran lainnya.

d) Mendiskusikan ancaman tersebut dengan manajemen senior KAP atau jaringan KAP.pihak di luar tim assurance dengan klien assurance harus dilakukan juga. Pendekatan Konseptual atas Independensi Anggota tim assurance.pertimbangan mengenai ada tidaknya ancaman terhadap independensi yang timbul dari hubungan antara pihak. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ketingkat yang dapat diterima. c) Menghentikan hubungan keuangan atau hubumngan bisnis yang dapat menimbulkan ancaman. ILUSTRASI ANCAMAN-ANCAMAN TERHADAP INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN ASSURANCE DAN PENCEGAHANNYA 7 . SEKSI 280 OBJEKTIVITAS – SEMUA JASA PROFESIONAL o Setiap Praktisi harus mengevaluasi signfikansi setiap ancaman yang diidentifikasi dan. atau Jaringan KAP harus menerapkan kerangka kerja konseptual yang terdapat dalam Bagian A dari Kode Etik ini sesuai dengan situasi yang dihadapinya.o Penyimpanan aset milik klien dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. KAP. INDEPEDENSI Penggunaan kata “independensi” yang berdiri sendiri dapat menimbulkan kesalahpahaman. e) Mendiskusikan ancaman tersebut dengan pihak klien yang bertanggung jawb atas tata kelola perusahaan. maupun hubungan lainnya. atau Jaringan KAP dengan klien assurance. sebagai contoh ancaman kepentingan pribadi terhadap perilaku profesional dan objektivitas dapat terjadi dari penyimpanan aset klien tersebut. Selain mengidentifikasi hubungan antara anggota timassurance. b) Menerapkan prosedur penyeliaan yang memadai. KAP. hubungan keuangan. yang dapat menyebabkan pengamat beranggapan bahwa seseorang yang menggunakan pertimbangan profesional harus bebas dari semua pengaruh hubungan ekonomi. Kepentingan tersebut mencakup antara lain: a) Mengundurkan diri dari tim perikatan.

Mengeluarkan anggota timassurance dari perikatan assurance. kecuali jika pinjaman atau penjaminan tersebut tidak material. ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadidemikian signifikan. Kepentingan Keuangan Kepentingan keuangan pada klien assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi. Hubungan Bisnis yang Dekat dengan Klien Assurance Hubungan bisnis yang dekat antara anggota tim assurance atau KAP dengan klien assurance maupun manajemennya. baik bagi anggota tim assurance atau KAP maupun klien assurance. atau b. 2. Pencegahan-pencegahan di bawah ini harus diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima: a. atau c. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. 1. Pencegahan yang dapat dilakukan agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatannya sehubungan dengan kedua situasi tersebut di atas adalah dengan melakukan tindakan- tindakan sebagai berikut: a. akan melibatkan kepentingan keuangan yang bersifat komersial atau bersifat umum. Mengeluarkan personil yang bersangkutan dari timassurance. Pinjaman dan Penjaminan yang Diberikan oleh Klien Assurance. atau memberikan penjaminan pinjaman kepada klien assurance. serta dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi dan acaman intimidasi. Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota timassurance maupun anggota keluarga langsungnya menerima suatupemberian. b. Melepaskan kepentingan keuangan sedini mungkin. Mengurangi besaran hubungan bisnis sedemikian rupa sehingga kepentingan keuangan setelahnya menjadi tidak lagi material dan hubungan tersebut secara jelas menjadi tidak lagi signifikan. Menolak untuk menerima atau melanjutkan perikatan assurance. Memutuskan hubungan bisnis dengan klien assurance. 3. atau antara KAP atau Jaringan KAP dengan klien audit laporan keuangan. serta Simpanan yang Ditempatkan padaKlien Assurance Ketika anggota tim assurance atau KAP memberikan pinjaman kepada klien assurance yang bukan merupakan bank atau insititusi sejenis. 8 . d.

terutama ketika hubungan yang signifikan tetap terjadi antara individu tersebut dengan KAP tempatnya bekerja sebelumnya.Pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. atau ancaman kedekatan dapat terjadi ketika anggota timassurance sebelumnya merupakan direktur. pejabat. 9 . Menugaskan tim assurance yang setidaknya memiliki pengalaman yang setara dengan pengalaman individu tersebut untuk perikatan assurance selanjutnya. Jika penerapan pencegahan tidak dilakukan. atau d. Mempertimbangkan kelayakan atau kebutuhan untuk memodifikasi rencana kerja perikatan assurance. Situasi seperti ini dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi. Personil Klien Assurance yang Bergabung dengan KAP Ancaman kepentingan pribadi. maka satu-satunya tindakan yang tepat adalah dengan mengundurkan diri dari perikatan assurance. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a. Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telahdilakukan oleh personil KAP yang bersangkutan. Kedudukan individu tersebut dalam klien assurance. atau sebelumnya pernah menjadi rekan dari KAP telah bergabung dengan klien assurance. ancaman telaah pribadi. rekan. Personil KAP yang Bergabung dengan Klien Assurance Ketika anggota timassurance. Hubungan Keluarga dan Hubungan Pribadi dengan Klien Assurance Ketika anggota keluarga langsung dari anggota tim assurance merupakan direktur. Menelaah pengendalian mutu perikatan assurance. ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi demikian signifikan mengingat kedekatan hubungan tersebut. atau untuk memberikan saran yang diperlukan. atau ancaman intimidasi. c. atau yang berada dalam kedudukan tersebut selama periode yang tercakup dalam perikatan. 5.Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a. pejabat. b. atau karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance. 6. atau karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsungdan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance sebelum periode yang tercakup dalam laporan assurance. 4. ancaman kedekatan.

Sifat perikatan assurance. Melibatkan Praktisi lainnya untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan. seperti komite audit 7. dan c. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pada umumnya jasa administratif yang bersifat rutin dalam mendukung fungsi kesekretariatan perusahaan maupun jasa advisory yang terkait dengan administrasi kesekretariatanperusahaan yang diberikan kepada klien assurance tidak mengurangi independensi selama manajemen klien assurance bertanggung jawab atas semua keputusan yang relevan yang dibuat 8. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. Mendiskusikan ancaman tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. karena situasi tersebut dapat mengesankan hubungan yang dekat antara KAP dengan klien assurance. 10 . Peran personil tersebut dalam tim assurance. b. Lamanya waktu yang telah berlalu sejak individu tersebut tidak lagi menjadi bagian dari klien assurance. c. Lamanya personil tersebut sebagai anggota tim assurance. Struktur KAP. b. Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan. Rangkap Jabatan Personil KAP sebagai Direktur atau Pejabat Klien Assurance Ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi dapat terjadi ketika personil KAP merangkap jabatan sebagai sekretaris perusahaan klien assurance. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a. atau b. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a. Keterkaitan yang Cukup Lama antara Personil Senior KAP dengan Klien Assurance Ancaman kedekatan dapat terjadi ketika personil senior yang sama digunakan dalam perikatan assurance untuk suatu periode yang cukup lama. Peran individu tersebut dalam timassurance.sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. dan d.

atau c. yang menyebabkan ketergantungan KAP atau jaringan KAP pada suatu klien atau suatu grup klien assurance atau kekhawatiran atas hilangnya klien atau grup klien assurance tersebut. signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan. Signifikansi setiap ancaman tersebut akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a. signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan. Melakukan penelaahan eksternal atas pengendalian mutu. Imbalan Jasa Profesional Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika proporsi jumlah imbalan jasa profesional yang diperoleh dari suatu klien assurance demikian signifikan dibandingkan dengan jumlah keseluruhan imbalan jasa yang diperoleh oleh KAP atau jaringan KAP. c. jika ancaman tersebut merupakan yang signifikan. b. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a. seperti komite audit. 11 . seperti badan pengatur profesi atau Praktisi lainnya. Mendiskusikan besaran dan sifat imbalan jasa profesional dengan pihak klien assurance yang bertangggung jawab atas tata kelola perusahaan. Melibatkan Praktisi lainnya yang bukan merupakan anggota tim assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh personil tersebut atau untuk memberikan saran yang diperlukan. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a. b. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. dan d. Tingkat kemapanan KAP atau Jaringan KAP. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Oleh karena itu. Melakukan penelaahan mutu internal secara independen 9. Struktur organisasi KAP atau Jaringan KAP. Mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi ketergantungan KAP atau Jaringan KAP pada suatu klien assurance. Melakukan konsultasi dengan pihak ketiga. Merotasi personil tersebut dengan mengeluarkannya dari tim assurance. dan b. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Oleh karena itu.

Al Haryono. Edisi 2. 2014. DAFTAR PUSTAKA Jusup. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN 12 . Auditing (Pengauditan Berbasis ISA).