You are on page 1of 7

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/309357636

PEMANFATAAN Drosophila melanogaster
SEBAGAI ORGANISME MODEL DALAM
MEMPELAJARI HUKUM PEWARISAN ME....

Conference Paper · February 2016

CITATIONS READS

0 1,596

2 authors:

Ahmad Fauzi Duran Corebima Aloysius
University of Muhammadiyah Malang State University of Malang
26 PUBLICATIONS 10 CITATIONS 99 PUBLICATIONS 63 CITATIONS

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Tarsius View project

Genetics Education View project

All content following this page was uploaded by Ahmad Fauzi on 22 October 2016.

The user has requested enhancement of the downloaded file.

2012. Dari fakta tersebut.10.com ABSTRAK Hukum pewarisan Mendel merupakan hukum yang dijabarkan oleh Gregor Johan Mendel dan dipelajari dalam materi pewarisan sifat. Hasil wawancara keberadaan sepasang faktor yang mengendalikan setiap tersebut sesuai dengan laporan Cimer (2011) yang karakter akan memisah pada waktu pembentukan gamet. sedangkan hasil testcross N x bcl memperlihatkan peristiwa pilihan bebas terjadi pada tingkat kromosom. Laporan terdahulu melaporkan bahwa pewarisan Mendel merupakan salah satu materi yang cukup sulit dipelajari oleh peserta didik. Persilangan dilakukan para 2013). Istilah faktor yang dijelaskan oleh Mendel tersebut peneliti terdahulu sebagai usaha untuk mengungkap dikemudian hari dikenal dengan istilah gen. dilakukan oleh para ilmuwan. Bahkan 70% sampel mengatakan bahwa pada tahun 1865 (Corebima. serta teknik analisis yang dilakukan dapat digunakan sebagai dasar dalam memanfaatkan D. 2012. baik di tingkat inkuiri dari berbagai ilmuwan yang turut sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Pembelajaran seperti ini merupakan pewarisan sifat merupakan materi yang cukup sulit. kajian terkait Hukum Mendel dipelajari memahami materi pewarisan sifat adalah dengan mahasiswa jurusan biologi ketika mereka menempuh memfasilitasi siswa untuk melakukan hal yang sama perkuliahan Genetika. dapat Hukum pewarisan Mendel merupakan salah satu dikatakan bahwa persilangan merupakan ciri kegiatan materi yang dipelajari peserta didik. hasil anakan F2 pada persilangan N x bse memenuhi rasio 9:3:3:1. peserta didik saat duduk di bangku kelas XII. Snustad dan Simmons. Aloysius Duran Corebima2 1 Pascasarjana Pendidikan Biologi. berbagai pola pewarisan sifat. kajian terkait Hukum Mendel dipelajari bangku sekolah saat ini. Mendel cukup sulit. dan menunjukkan pemisahan dan pilihan bebas tidak terjadi pada tingkat gen. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa melalui persilangan berbagai strain D. 2013). melainkan kromosom. pola pewarisan Mendel dapat teramati. Pada penelitian ini.… PEMANFATAAN Drosophila melanogaster SEBAGAI ORGANISME MODEL DALAM MEMPELAJARI HUKUM PEWARISAN MENDEL Ahmad Fauzi1. Drosophila melanogaster merupakan organisme model yang dapat digunakan sebagai media dalam mempelajari pola pewarisan sifat bagi para siswa. materi genetika dan pewarisan sifat merupakan materi hukum pemisahan Mendel menjelaskan terkait tersulit di dalam mata pelajaran biologi. tepatnya satu solusi yang mungkin dapat digunakan untuk saat memasuki KD 3. J.9 dan 4. Mendel II. pewarisan sifat PENDAHULUAN Malang. persilangan strain N x e. Mendel menjelaskan bahwa salah satu materi berkategori sulit dipelajari oleh peserta faktor-faktor yang menentukan karakter-karakter yang didik. Pada tingkatan mengatasi permasalahan kesulitan siswa dalam perguruan tinggi. hukum Mendel I. berbeda diwariskan secara bebas satu sama lain (Klug. melaporkan bahwa hukum pewarisan Mendel merupakan Pada hukum pilihan bebas. Berkaitan dengan hal tersebut. hukum Mendel II. N x bse. dengan apa yang telah dilakukan oleh para peneliti Sebagian siswa SMA merasa bahwa materi tersebut. terhadap siswa-siswa SMAN kelas XII di Kabupaten Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016_ ISBN: 978‐602‐0951‐11‐9 372 . Universitas Negeri Malang 2 Jurusan Biologi. Secara garis besar. melanogaster dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan praktikum yang bertujuan untuk memperlihatkan keberadaan hukum Mendel di dunia nyata dapat digunakan sebagai alternatif cara agar materi pola pewarisan sifat menjadi lebih mudah dipelajari oleh peserta didik. Hal pembelajaran yang menurut Srisawasdi (2012) sangat tersebut terungkap dari wawancara yang telah dilakukan tepat diterapkan dalam pembelajaran sains. melanogaster. Pada mengembangkan konsep genetika yang dipelajari di tingkatan SMA. dan testcross N x bcl secara berturut-turut digunakan untuk memperlihatkan pola pewarisan Mendel I. Pemanfaatan Drosophila melanogaster sebagai Organisme. Corebima. Hasil anakan F2 pada persilangan N x e memenuhi rasio 3:1. Sampel siswa tersebut menyatakan bahwa Hukum pemisahan dan hukum pilihan bebas genetika dan pewarisan sifat merupakan materi yang merupakan hukum yang dirumuskan oleh G. Kata kunci: Drosophila melanogaster. Universitas Negeri Malang fauzizou91@gmail. data hasil penelitian. Genetika berkembang melalui penelitian yang dkk. Prosedur persilangan..

dan black clot eyes (bcl) dari Laboratorium mendemonstrasikan bahwa pilihan bebas terjadi pada Genetika FMIPA UM digunkana dalam penelitian ini tingkat kromosom.… Drosophila melanogasster adalah satu P2. strain e. Penelitian ini perlu dilakukan sebagai usaha untuk lebih mempopulerkan kembali keberadaan D. Medium I dan II. perilaku. persilangan monohibrid dan dihibrid digunakan untuk mendemonstrasikan hukum Mendel I dan II. Dari keuntungan teknis tersebut. Berdasarkan rekonstruksi persilangan tersebut. Gambar 1. dan penuaan (Jennings. ebony (e). (2015) dan Fauzi dan Corebima (2015) juga memilih D. Pemanfaatan Drosophila melanogaster sebagai Organisme. Botol tersebut diisi medium standard untuk dianalisis lebih lanjut. tersebut cukup digunakan untuk mengisi 35 gelas kultur. mempelajari berbagai konsep biologi. D. Organisme ini 4) Persilangan dihibrid telah digunakan sebagai organisme model selama Persilangan strain N x bse (P1) digunakan untuk berabad-abad untuk mempelajari berbagai aspek dalam mendemonstrasikan keberadaan hukum Mendel II. melanogaster strain N. melanogaster yang berpotensi dapat membantu siswa mempelajari pola pewarisan sifat. A.a). dengan diameter 7 tersebut berstatus sebagai P2. proses biologi. Anakan betina dari persilangan (Gambar 1. Anakan dari P2 (F2) dicatat cm dan tinggi 9 cm. melanogaster strain Normal (N). semisal Fauzi. sebanyak 30 ml (Gambar 1. yaitu 25-30 oC.b). melanogaster juga dapat dicalonkan sebagai organisme model dalam mempelajari hukum pewarisan Mendel di bangku-bangku sekolah. 3) Persilangan monohibrid HASIL DAN PEMBAHASAN Persilangan strain N x e (P1) digunakan untuk 1) Persilangan monohibrid mendemonstrasikan keberadaan hukum Mendel I. P2. Kultur lalat tersebut 6) Analisis data disimpan di ruang penelitian dengan kisaran temperatur Data yang dianalisis adalah data F2 dari setiap lingkungan alami. Testcross dihibrid yang melibatkan dua lokus yang terletak pada satu kromosom juga dilakukan untuk memperlihatkan bahwa pilihan bebas sebenarnya terjadi pada tingkat C D kromosom. strain bcl. black Persilangan strain N x bcl (P1) digunakan untuk sepia (bse). Anakan dari persilangan tersebut (F1) digunakan sebagai perkembangan embrio. Anakan dari P2 (F2) dicatat untuk dianalisis lebih organisme model yang sering digunakan dalam lanjut. Anakan dari P2 (F2) dicatat untuk dianalisis lebih 2011). dkk. dapat diketahui bahwa rasio fenotip Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016_ ISBN: 978‐602‐0951‐11‐9 373 . Persilangan berbentuk silinder bervolume 200 ml. Hasil rekonstruksi persilangan monohibrid antara strain Anakan dari persilangan tersebut (F1) digunakan sebagai N dan e tertera pada Gambar 2. botol kultur METODE PENELITIAN 1) Penyiapan organisme dan kondisi lingkungan 5) Testcross D. semisal tidak membutuhkan biaya yang cukup besar dalam membudidayakannya serta memiliki siklus hidup yang sangat pendek. melanogaster sebagai organisme model dalam penelitiannya karena beberapa keuntungan teknis. Rasio yang digunakan sebagai dasar dalam Medium terdiri dari ± 2500 ml air. D. dan 100 g gula merah. Penelitian yang bertujuan untuk A B mendemonstrasikan bahwa D. 200 g tape singkong. Pada penelitian ini. C. lanjut. persilanganyang dilakukan dengan acuan hukum Mendel Campuran tersebut di masak selama 45 menit. persilangan. bukan gen. Lalat dikultur di dalam botol gelas tersebut (F1) disilangkan dengan jantan bcl. D. 700 g pisang (varietas uji Chi-square berasal dari hasil rekonstruksi Raja Mala). Beberapa laporan penelitian. B. termasuk genetika dan pewarisan sifat. melanogaster dapat menunjukkan keberadaan pola pewarisan Mendel perlu dilakukan. Chi-square dipilih sebagai uji statistik dalam 2) Komposisi medium analisis data.

Pemanfaatan Drosophila melanogaster sebagai Organisme.5625 -0.060815364 Total 371 371 3.25 -60.25 -96.… F2 yang diharapkan adalah 3 (N) : 1 (e).25 0.004548518 se 57 69.370699881 e 128 140. Analisis data persilangan D.5625 0. melanogaster strain N x bcl Jenis Persilangan f0 fh fo-fh (fo-fh)2 Chi tabel Kelamin N x bcl N 354 222.482799526 3.0625 78.5 156.3332396 bcl 247 222.25 24.112099644 Total 562 562 1.0625 16.5625 157.25 9264.3125 204.8740157 7.75 17358.0625 41.25 131.5 -12. Analisis data persilangan D. Rekonstruksi kromosom persilangan D.268699461 bse 22 23. tertera pada Tabel 1.756186727 Total 889 889 138.841459 Tabel 2.6875 14. Hasil uji chi-square persilangan N x e tersebut digunakan sebadai dasar frekuensi harapan pada uji chi. Analisis data persilangan D.10151856 b 126 222. Rasio tersebut square.8164063 2. melanogaster strain N x e Fenotip Persilangan f0 fh fo-fh (fo-fh)2 Chi tabel F2 Nxe N 434 421. Gambar 2.68307087 cl 162 222.41015625 0.25 3630. melanogaster strain N x bse Jenis Persilangan f0 fh fo-fh (fo-fh)2 Chi tabel Kelamin N x bse N 223 208.5 156.815 Tabel 3.75 612.5 12.8476563 0.1875 -1.814728 Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016_ ISBN: 978‐602‐0951‐11‐9 374 .5625 2.98160003 b 69 69.5625 -12.31640625 0.315663372 7. melanogaster strain N x e Tabel 1.25 1.1875 1.

melanogaster strain N x bcl Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016_ ISBN: 978‐602‐0951‐11‐9 375 . Pemanfaatan Drosophila melanogaster sebagai Organisme. Rekonstruksi kromosom persilangan D. Rekonstruksi kromosom persilangan D. melanogaster strain N x bse Gambar 4.… Gambar 3.

faktor yang dimaksud adalah faktor e+ dan nilai chi hitung (3. bebas yang terbukti pada persilangan sebelumnya tetap Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian berlaku bila kedua faktor terletak pada kromosom yang yang dilakukan oleh Mendel pada tanaman ercis. Akibatnya. yaitu Dengan demikian. ketika fertilisasi berlangsung. Persilangan tersebut digunakan untuk Kemunculan empat strain F2 dengan rasio 9:3:3:1 mendemonstrasikan hukum pemisahan Mendel. Namun. Selanjutnya. Berdasarkan pembentukan gamet-gamet. Rasio yang dimaksud menentukan karakter-karakter berbeda diwarisakan adalah berupa 3:1 pada data F2. Pada saat gametogenesis. karena e+ bersifat dominan terhadap e. dapat diketahui mengalami mutasi di lokus b dan se. Kedua faktor yang dimaksud pada persilangan Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016_ ISBN: 978‐602‐0951‐11‐9 376 . Dalam hubungan ini. Pemanfaatan Drosophila melanogaster sebagai Organisme. tersebut terletak pada kromosom yang berbeda. dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang Dari hasil tersebut. membawa faktor e+ dan gamet yang membawa faktor e. sedangkan e menghasilkan warna tubuh parental dan b+ dominan terhadap b. Berkaitan dengan demonstrasi persilangan pada Berdasarkan hasil uji chi-square. Sesuai dengan Pada penelitian ini. 2013). Kedua lokus bahwa nilai chi hitung (138. melanogaster digunakan pengumpulan dan analisis data yang telah dilakukan.82). 3) Testcross Akibatnya.32) < chi tabel (7. bse+. Pada persilangan N x e. Penjelasan tersebut (se) : 1 (bse). heterozigot bergenotip b+/b se+/se. dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang heterozigot (Parental 2). faktor untuk tiap ciri tidak bergabung dalam cara apapun. Sebaran genotip semacam itu akan dapat diketahui bahwa rasio fenotip F2 yang diharapkan menghasilkan fenotip anakan N dan e yang memiliki adalah 1 (N) : 1 (b) : 1 (cl) : 1 (bcl). 2013). Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah pilihan kembali pada F2. bse merupakan double mutant yang Berdasarkan hasil uji chi-square. akan terbentuk Hasil rekonstruksi testcross N x bcl tertera pada tiga genotip pada anakan. Artinya. separuh rekonstruksi kromosom tersebut.84). Dengan faktor e. b+se. pada penelitian ini disebabkan terjadinya hukum pilihan Berdasarkan hasil analisis data. dominan terhadap se. tepatnya pada individu demikian. yaitu 25% e+/e+. dan bse yang memenuhi pertama adalah persilangan antara strain N dengan e. sedangkan separuhnya rasio fenotip F2 yang diharapkan adalah 9 (N) : 3 (b) : 3 yang lain membawahi faktor lainnya. parental kedua yang selama gametogenesis. dapat diketahui bahwa bebas saat gametogenesis.87) > chi tabel (7. 50% e+/e. D. hukum pilihan bebas square. 2) Persilangan dihibrid Kedua faktor tersebut tetap berdiri sendiri selama Hasil rekonstruksi persilangan dihibrid antara hidupnya individu dan memisah pada waktu strain N dan bse tertera pada Gambar 3. demikian. frekuensi harapan pada uji chi-square. Hukum pilihan bebas itu hasil anakan F2 dari persilangan antara strain N dengan e sendiri menjelaskan bahwa faktor-faktor yang memenuhi rasio hukum Mendel I. yaitu gamet yang (bse) diterima. bersifat heterozigot. digunakan sebadai dasar frekuensi harapan pada uji chi. dapat diketahui bahwa penelitian ini. yaitu b+se+. dapat diketahui bahwa menemukan bahwa ciri-ciri induk muncul kembali pada nilai chi hitung (1. b. suatu gamet berpeluang merupakan F1. ataupun bse. sebagai organisme model untuk mendemonstrasikan persilangan sesama F1 tersebut akan menghasilkan hukum pemisahan dan pilihan bebas Mendel. Rasio tersebut perbandingan 3:1. Hasil uji chi-square persilangan N x e tersebut didemonstrasikan melalui persilangan antara strain N tertera pada Tabel 3.62). dilakukan testcross antara strain N x tersebut membuktikan bahwa genotip e/e terbentuk bcl. dapat disimpulkan bahwa hipotesis lokus b pada kromosom II dan lokus e pada kromosom yang berbunyi rasio anakan F2 berupa 1 (N) : 1 (b) : 1 III. Rasio tersebut digunakan sebadai dasar dikenal dengan hukum pemisahan Mendel (Corebima. Mendel menyimpulkan bahwa kedua berbunyi rasio anakan F2 berupa 3 (N) : 1 (e) diterima. dengan bse. square persilangan N x bse tersebut tertera pada Tabel 2.… Berdasarkan hasil uji chi-square. Hasil uji chi. Genotip keduanya adalah e+/e. Hal dan pilihan bebas. Mendel sama. individu tersebut dapat berbunyi rasio anakan F2 berupa 9 (N) : 3 (b) : 3 (se) : 1 menghasilkan dua macam gamet. dan Gambar 4. Dengan turunan tanaman ercis yang tumbuh dari biji heterozigot. baik parental jantan maupun betina membawa satu dari empat macam kombinasi karakter. Setelah dilakukan persilangan sesama F1. maka rasio F2 yang terbentuk maka seluruh F1 berfenotip tubuh berwarna kuning adalah 9 (N) : 3 (b) : 3 (se) : 1 (bse) kecoklatan. Persilangan tersebut akan menghasilkan individu (cl) : 1 (bcl) ditolak.483) < chi tabel (3. se. Setelah mendemonstrasikan hukum pemisahan anakan berwarna tubuh hitam muncul kembali. 25% e/e. begitu pula se+ hitam. karena Faktor e+ sebenarnya menghasilkan warna tubuh kuning terbentuk empat macam gamet pada masing-masing kecoklatan. secara bebas satu sama lain (Corebima. dapat diketahui bahwa gamet membawahi satu faktor. Persilangan anakan berupa strain N. perbandingan 9:3:3:1. Berdasarkan rekonstruksi persilangan tersebut.

melanogaster. Penelitian ini merupakan langkah awal usaha MA. Snustad DP dan Simmons MJ. Genetika Mendel. Inc. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Akibatnya sebagian besar gamet yang Conservation (ICGRC). dalam pembelajaran semakin luas. Corebima AD. ajar yang mendukung penggunaan D. 190- untuk mendapatkan data hingga generasi 2 hanyalah 40 195. didemonstrasikan setelah persilangan dan pengumpulan data dilakukan hingga generasi kedua. hingga 50 hari. Makalah. melanogaster San Francisco: Pearson Education. Klug WS. Prosiding Seminar Nasional Biologi 2016_ ISBN: 978‐602‐0951‐11‐9 377 View publication stats . 2015. sebagai organisme model yang tidak hanya digunakan di dunia penelitian. Corebima (2013) menjelaskan Fauzi A dan Corebima AD. melanogaster merupakan persilangan. 14(3). parental/tipe parental (N dan bcl) memiliki proporsi jumlah yang lebih besar dari anakan nonparental (b dan DAFTAR PUSTAKA cl). Malang 30 November dihasilkan adalah gamet b+cl+ dan bcl. bukanlah 50% dan 50% yang seharusnya and Effective: Stundens' Views. Dordrecht: Springer.… antara N dan bcl adalah faktor penentu warna tubuh dan SIMPULAN warna mata yang keduanya terletak pada kromosom 2. 2012. Proporsi keduanya secara berturut-turut. Inc. anakan yang bertipe sama dengan pautan kromosom. Sixth Edition. Concepts of Genetics. Sesuai dengan Jennings. Melalui langkah tersebut. hukum pemisahan dan pilihan bebas Mendel beserta Bila diringkas. 2013. Efek melalui persilangan berbagai strain D. yaitu 67. melanogaster sebagai organisme model Challenges in Science Education Research. Materials Today. Radiasi Telepon Genggam GSM terhadap Waktu hukum pemisahan dan pilihan bebas serta pautan Eklosi Drosophila melanogaster. Issues and pemanfaatan D. The Effect of EMF bahwa semua faktor/gen yang terletak pada satu Radiation Emitted by Mobile Phone to Insect kromosom yang sama akan cenderung terpaut satu sama Population using Drosophila melanogaster as a Model Organism. Surabaya: mencapai 50% mengindikasikan bahwa gen b terpaut Airlangga University Press. Drosophila – a versatile model in penelitian yang telah dilakukan. Spencer CA. New Jersey: John Wiley & penelitian pengembangan berbagai perangkat dan bahan Sons. Berdasarkan pengumpulan dan analisis data hasil dapat diketahui bahwa D. Disampaikan pada The lain selama pembelajaran reduksi pada meiosis 6th International Conference on Global Resource (gametogenesis). Educational Research and Reviews. Sesuai dengan data yang telah terkumpul dan analisis data yang telah dilakukan. Makalah. peneliti untuk lebih mempopulerkan D. terlihat bahwa rasio anakan F2 hasil organisme model yang mampu mendemonstraikan testcross tidak memenuhi 1 (N) : 1 (b) : 1 (cl) : 1 (bcl). terjadi bila gen b dan cl melakukan pilihan bebas. 2012. 2011. melanogaster di Srisawasdi N. Kemunculan anakan tipe non parental yang tidak Corebima AD. What Makes Biology Learning Difficult dan 32. Makalah Disampaikan pada Seminar Nasional kromosom dapat didemonstrasikan. BH. melainkan juga dalam dunia pendidikan. dan Palladino. pp 93-106 in Tan and Kim (eds). dan Zubaidah S. 2011. Introducing Students to Authentic dunia pendidikan akan dilakukan pada penelitian Inquiry Investigation Using an Artificial Olfactory selanjutnya. Pemanfaatan Drosophila melanogaster sebagai Organisme.39%. Principles of Penelitian-penelitian sejenis akan dilakukan dan Genetics. Cummings MR. 2015. 7(3): 61-71. dengan gen cl atau dapat dikatakan keduanya berada pada kromosom yang sama. Malang 17 Oktober 2015. terbukti bahwa Fauzi A. diharapkan System. Tenth Edition. Ketiganya dapat Pendidikan Biologi ke-2.6% Cimer A. waktu yang dibutuhkan biology & medicine. 2012. 2015.