You are on page 1of 2

NAMA : SRI SUHARTINI

KELAS :C
NIM : 163112540120647
MATA KULIAH : MUTU LAYANAN KEBIDANAN DAN KEBIJAKAN
KESEHATAN
JUDUL ARTIKEL : RS MULYA KOTA TANGERANG DIANGGAP
LALAI TANGANI PASIEN JAMINAN BPJS
PENULIS : HERMAN
SUMBER : PMNEWS(PENA MERDEKA)
https://www.penamerdeka.com/16083/rs-mulya-kota-
tangerang-dianggap-lalai-tangani-pasien-jaminan-
bpjs.html

ANALISA ARTIKEL

Artikel berjudul RS Mulya Kota Tangerang dianggap lalai tangani pasien jaminan
BPJS, kejadian ini terjadi pada hari Rabu, 28 juni 2017 Di RS Mulya di Jalan KH
Hasyim Ashari, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Artikel ini memberitakan
pasien yang bernama Hadijah berumur 60 tahun warga Pedurenan, Karang
Tengah, Kota Tangerang.
Hadijah adalah salah seorang pasien Jaminan BPJS JKN (Jamkesda) yang
mengeluh lantaran tidak mendapat pelayanan maksimal ketika berobat ke RS
Mulya di Jalan KH Hasyim Ashari, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Sebelumnya memang pasien pernah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit
tersebut dengan menggunakan jaminan BPJS.
Saat kondisi pasien drop kembali keluarga memutuskan membawa pasien ke
rumah sakit yang sama, namun setelah mendapatkan penanganan pertama dari
dokter di UGD dan hasil labolatorium sudah keluar dokter menyatakan pasien
harus di rujuk ke RSUD Kota Tangerang dengan alasan tidak bisa menangani
karena ada alat yang tidak lengkap.
Saat pasien berangkat ke RSUD Kota Tangerang masih ada alat medis yang
menempel di lengan pasien, itu merupakan tindakan yang tidak sesuai standar

Jadi dapat diambil pelajaran dari kasus ini agar semua rumah sakit melakukan tindakan sesuai dengan standar pelayanan pada semua pasien baik itu BPJS atau non BPJS. dengan pasien di rujuk tanpa adanya medical record tindakan dan pengobatan yang sudah dilakukan serta masih terpasangnya alat medis di lengan pasien yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Dan sekarang sudah terdapat program informasi yang terintegrasi antar rumah sakit baik pasien jaminan BPJS atau tidak. apabila terjadi keadaan pasien yang semakin memburuk di perjalanan menuju rumah sakit itupun kesalahan RS Mulya karena tidak mengantar pasien ke fasilitas rujukan. Sementara pihak RSUD Kota Tangerang menyebut bahwa setiap standar pelayanan kesehatan baik itu pasien BPJS atau bukan harus mengikuti ketentuan yang sudah ada.pelayanan Rumah Sakit. cukup menelfon rumah sakit yang dituju bahwa akan merujuk pasien agar sehala sesuatu yang dibutuhkan dapat di siapkan oleh rumah sakit rujukan. Menurut analisa saya RS Mulya tidak seharusnya memperlakukan pasien yang membutuhkan rujukan ke fasilitas yang lebih memadai tidak seperti itu tetap harus sesuai standar pelayanan baik itu pasien BPJS ataupun pasien umum. . sehingga rumah sakit rujukan dapat mengetahui riwayat pasien sebelum sampai ke Rumah Sakit dan dapat menentukan tindakan yang harus di berikan selanjutnya kepada pasien. apalagi pada kasus ini RS Mulya membiarkan pasien pergi sendiri ke RSUD Kota Tangerang tanpa adanya medical record tindakan dan obat apa saja yang telah di dapatkan pasien. Dengan tidak diantarkannya pasien ke Rumah sakit lanjutan oleh tenaga kesehatan pun itu tidak sesuai dengan standar pelayanan.