You are on page 1of 8

ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM JUST IN TIME (JIT)

PADA PERSEDIAAN BAHAN BAKU UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN


PRODUKSI
(Studi Pada PT Alinco, Karangploso, Malang)
Azhar Madianto
Dzulkirom. AR
Dwiatmanto
Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya Malang
Email: madiantoazhar@gmail.com

ABSTRACT

This, research have a head for knowing strategy system control and analyzing application of Just In Time
system at material stock for complying raw material requirement in ALINCO Inc. The type of this research is
descriptive by quantitative approach. Data collecting is done by observing and documenting method. Data
that used in this research are primer and seconder data. Data analysis in this research use application steps
of Just In Time, they are strategy of material purchasing cost order and holding cost also comparing efficiency
and effectiveness application of JIT in corporate. This result of this research shows that application of JIT
system can increase cost efficiency and effectiveness because it can reduce thriftless of purchase, order cost
and material stock holding cost for complying raw material requirements. So for complying raw material
requirement in ALINCO Inc. can applicated of Just In Time system to increase cost efficiency and
effectiveness.

Keywords: Just In Time (JIT) system, material stock, raw material requirement, cost efficiency and
effectiveness.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem perencanaan, pengendalian, dan menganalisis penerapan
sistem Just In Time (JIT) pada persediaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi pada PT ALINCO.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui
metode observasi dan dokumentasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, data primer dan data
sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah penerapan Just In Time (JIT) yaitu
/

perencanaan bahan baku, biaya pembelian bahan baku, biaya pemesanan bahan baku, dan biaya penyimpanan
bahan baku serta membandingkan efisiensi dan efektifitas penerapan JIT diperusahaan. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa penerapan sistem JIT dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas biaya karena dapat
mengurangi pemborosan pembelian, menurunkan biaya pemesanan dan menurunkan biaya penyimpanan
persediaan bahan baku dalam memenuhi kebutuhan produksi. Jadi dalam memenuhi kebutuhan produksi pada
PT ALINCO, dapat menerapkan sistem Just In Time (JIT) untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas biaya.

Kata kunci: Sistem Just in Time (JIT), persediaan bahan baku, kebutuhan produksi, efisiensi dan
efektifitas biaya.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 38 No. 1 September 2016| 183


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
PENDAHULUAN
Pengendalian perusahaan harus dilakukan Tabel 1 Produksi Klem kabel dan Biaya Bahan
sedemikian rupa agar dapat melayani kebutuhan Baku PT ALINCO Tahun 2015
Bulan Produksi Pembelian Pembelian Selisih
bahan/barang produksi dengan tepat dan juga bahan baku bahan baku pembelian
dengan biaya yang rendah. Untuk menunjang Sesunggguhnya Seharusnya bahan baku
(Pcs) (Rp) (Rp) (RP)
pengendalian perusahaan yang efektif tersebut,
perusahaan bisa menerapkan sistem persediaan Januari 497.800 29.400.000 48.784.400 (19.384.400)
Februari 497.700 53.900.000 48.774.600 5.125.400
Just in Time (JIT). Just in Time adalah suatu konsep Maret 497.900 61.250.000 48.794.200 12.455.800
dimana bahan baku yang digunakan untuk aktifitas April 498.700 58.800.000 48.872.600 9.927.400
Mei 497.850 58.800.000 48.789.300 10.010.700
produksi didatangkan dari pemasok (supplier) Juni 498.750 53.900.000 48.877.500 5.022.500
secara tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh July 497.900 44.100.000 48.794.200 (4.694.200)
Agustus 497.750 58.800.000 48.779.500 10.020.500
bagian produksi, sehingga akan menghemat September 497.900 51.450.000 48.794.200 265.580
bahkan meniadakan biaya persediaan barang, dan Oktober 497.950 53.900.000 48.799.100 5.100.900
November 497.850 51.450.000 48.789.300 2.660.700
biaya penyimpanan barang digudang. Desember 497.950 44.100.000 48.799.100 4.699.100
Just in Time (JIT) adalah suatu sistem produksi
Jumlah 5.976.000 619.850.000 585.648.000 34.202.000
yang dirancang untuk mendapatkan kualitas,
menekan biaya, dan mencapai waktu penyerahan Sumber: Data diolah, 2016

seefisien mungkin dengan menghapus seluruh jenis Berdasarkan pemaparanm dari tabel 1, dapat
pemborosan yang terdapat dalam proses produksi dilihat bahwa PT ALINCO pada tahun 2015
sehingga perusahaan mampu menyerahkan mengalami pembekakan biaya karena kelebihan
produknya (baik barang maupun jasa) sesuai membeli bahan baku sebesar Rp. 34.202.000 dalam
kehendak kkonsumen tepat waktu. (Simamora, memenuhi kebutuhan produksi klem kabel.
2012:99). Untuk mencapai ssasaran dari sistem ini, Pembelian terlalu banyak juga akan mempengaruhi
perusahaan memproduksi hanya sebanyak jumlah penyimpanan berlebih di gudang dan akan
yang dibutuhkan/diminta konsumen dan pada saat menimbulkan biaya penyimpanan di gudang
dibutuhkan sehingga dapat mengurangi biaya berupa listrik, biaya gudang, dan biaya kebersihan.
pemeliharaan maupun menekan kemungkinan Maka dari itu, Perusahaan dalam berproduksi harus
kerusakan atau kerugian akibat menimbun barang. mempertimbangkan biaya yang berhubungan
Sistem persediaan Just in Time (JIT) dapat dengan persediaan bahan baku supaya lebih efektif
membantu manajer untuk menggunting biaya, dan efisien dalam memenuhi kebutuhan produksi
meningkatkan biaya, meningkatkan efiisiensi, dan perusahaan.
memperluas keluaran. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti
Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ingin membahas dan menganilisis lebih lanjut
industri yang bisa dijadikan sasaran implementasi masalah “Analisis implementasi Sistem Just in
sistem persediaan JIT (Just in Time) adalah PT Time (JIT) pada Persediaan Bahan Baku Untuk
ALINCO. PT ALINCO bergerak di bidang Memenuhi Kebutuhan Produksi” (Studi pada
pembuatan produk-produk kelistrikan. Produk PT ALINCO, Kecamatan Karangploso,
yang dihasilkan oleh PT ALINCO adalah OB Dos, Kabupaten Malang).
Conduit, Terminal Kabel, Junction Box
Rectangular, Klem Kabel, Steker, Wall Plug, KAJIAN PUSTAKA
Surface Mounting Outlet Telpon, Shock Pipa, Just in Time
Klem Pipa, Distribution Box 4. Fokus penelitian ini Witjaksono (2013:221) mengungkapkan JIT
ditujukan ke produk Klem Kabel yang bertumpu (Just in Time) adalah suatu filosofi bisnis yang
pada persediaan bahan baku PP (Polyprophylen). khusus membahas bagaimana mengurangi waktu
Pada tahun 2015, terjadi permasalahan
m
produksi baik dalam proses manufaktur maupun
pembekakan biaya pembelian bahan baku PP proses non manufaktur. Selain itu, dijelaskan pula
(Polyprophylen) untuk memenuhi kebutuhan dalam bukunya Hamming (2007:278) bahwa
produksi di PT ALINCO. Data disajikan dalam sistem produksi JIT (Just in Time) merupakan
tabel berikut: strategi pengaturan sediaan yang menerapkan
konsep untuk meningkatkan rasio laba terhadap
investasi (ROI/Return on Investment) dari sebuah
usaha bisnis dengan mengurangi persediaan dan
biaya-biaya yang terkait dengan persediaan.
Persediaan tersebut meliputi persediaan bahan

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 38 No. 1 September 2016| 184


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
baku, barang sedang dalam pengerjaan, dan waktu. Persediaan just in time mensyaratkan untuk i

persedian barang jadi. menghapus kebutuhan persediaan karena tidak ada i

Pemborosan pada Just In Time produksi yang menyebabkan terjadinya


Menurut sofyan (2013:160) Pemborosan yang penimbunan atau pemborosan pembelian. Dalam i

tidak memberikann nilai tambah (added value)


h sistem Just in Time (JIT) ditujukan untuk i

pada produksi meliputi: menerapkan membeli persediaan barang hanya


1) Produksi yang berlebih (Over Production) dalam kuantitas yang dibutuhkan saja.
2) Waktu menunggu (Waiting time) Biaya dalam Persediaan
3) Tranportasi (Transportation) Kegiatan operasional perusahaan yang
4) Proses yang berlebih (Procesing)
a berhubungan dengan persediaan, pastinya akan i

5) Persediaan berlebih (inventory) ditemukan masalah biaya–biaya yang berkaitan


6) Gerakan yang tidak perlu (Motion) dengan persediaan. Biaya merupakan pengorbanan
7) Produk Cacat (Product Defect)
x yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh
8) Kreatifitas karyawan yang tidak barang/jasa. Simamora (2012:40) mengungkapkan
dimanfaatkan. bahwa “biaya (cost) adalah kas atau setara kas yang
Sasaran Implementasi Just In Time dikorbankan (dibayarkan) untuk barang atau jasa
Edward dalam bukunya Haming (2012:309) yang diharapkan memberikan manfaat
mengungkapkan bahwa sasaran yang dituju dalam (pendapatan) pada saat ini atau dimasa depan bagi
Just In Time meliputi: perusahaan”
1) Zero defect Menurut Ristono biaya persediaan meliputi:
2) Zero Inventories 1) Biaya pembelian
3) Zero setup time and lot size of one 2) Biaya pemesanan
4) Zero lead time 3) Biaya penyimpanan
5) Zero Part Headling 4) Biaya kekurangan persediaan
Prosedur Perencanaan dan Pengendalian Sedangkan menurut Hansen and Mowen
Prosedur perencanaan dan pengendalian (2009:208) meliputi
persediaann bahan baku terkait pemenuhan 1) Biaya pemesanan (ordering cost)
kebutuhan produksi meliputi: 2) Biaya persiapan (setup cost)
1) Permintaan kebutuhan barang 3) Biaya penyimpanan (Carrying cost)
2) Permintaan pembelian barang Produksi
3) Pelaksanaan pembelian barang dan Setiap perusahaan yang menghasilkan produk
pemesanan jadi pastinya mengenal dengan kegiatan produksi.
4) Penerimaan barang Kegiatan produksi yaitu suatu kegiatan mengubah
5) Penentuan penyimpanan barang (Assauri, barang input (bahan masukan untuk digunakan
2014:179) produksi/operasi) seperti bahan baku menjadi
Persediaan bahan baku output (produk keluaran yang dihasilkan
Persediaan (inventory) adalah stock atau produksi/operasi) seperti produk jadi yang
simpanan barang-barang yang ada diperusahaan bertujuan untuk memberikan nilai tambah manfaat
(Stevenson, 2014:179). Bahan baku merupakan terhadap produk yang dihasilkan tersebut.
barang-barang yang dibeli dari pemasok (supplier) Manajemen produksi merupakan satu atau
dan akan digunakan atau diolah menjadi produk serangkain proses untuk mengelola masukan
jadi yang akan dihasilkan oleh perusahaan. (manusia/tenaga kerja, mesin uang, metode dan
(Sofyan, 2013:20). Tanpa persediaan bahan baku, bahan baku) yang akan menghasilkan nilai tambah
maka suatu perusahaan tidak akan berjalan sistem menjadi keluaran (barang/jasa) yang akan
produksinya. Bahan baku di dalam perusahaan digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
digunakan sebagai bahan yang akan diolah s Sugiono A.W (2015:23)
menjadi barang jadi melalui proses produksi. Di
p

dalam sistem Just in Time (JIT) ditujukan untuk


i x Sistem produksi Just in Time dan Langkah
menerapkan membelil persediaan barang hanya
n i penerapannya
dalam kuantitas yang dibutuhkan saja. Sistem produksi Just in Time (JIT) merupakani
suatu sistem yang komprehensif dan sistemi
Persediaan Just In Time manajemen persediaan dimana bahan bakul yang
Menurut Firdayanti (2010, 224) persediaan dibeli dan diproduksi perusahaan sebanyak yang
dalam just in time merupakan persediaan yang dibutuhkan tepat pada saat waktu dalam tahap
dirancang guna mendapatkan barang secara tepat i produksi. Menurut Blocher dalam buku terjemahan
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 38 No. 1 September 2016| 185
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Susty Ambarriani (2000:113) Just in Time kelistrikan. Produk yang dihasilkan berupa part-
merupakan filosofi yang dapat diterapkan pada part kemasan elektrik (OB Dos, Conduit, Terminal
semua aspek bisnis, yang meliputi pembelian, Kabel, Junction Box Rectangular, Klem Kabel,
produksi dan pengiriman. Tujuan dilaksanakannya Steker, Wall Plug, Surface Mounting Outlet
sistem produksi JIT agar segala aktifitas yang Telpon, Shock Pipa, Klem Pipa, Distribution Box
berhubungan dengan proses produksi yang 4. Lokasi penelitian ini dipilih karena dapat
dilakukan perusahaan bisa berjalan secara efektif dijadikan sasaran implementasi sistem Just in Time
dan efisien, dimulai dari tahap pembelian bahan (JIT) dan terjadi permasalahan pembekakan biaya
baku sampai hasil dari bahan jadi dari proses pada persediaan bahan baku.
produksi perusahaan. Fokus Penelitian
Menurut Sofyan, fokus dari langkah-langkah Fokus penelitian ini diajukan peneliti agar
penerapan just in time terletak pada eliminasi sesuai dengan tujuan penelitian sehingga penelitian
pemborosani (waste elimination) dan perbaikan yang dilakukan akan efektif di dalam
terus menerus (contionous process improvement). pelaksanaannya. Fokus penelitian ini, yaitu:
Langkah-langkahs penerapans just in time pada a. Sistem perencanaan dan pengendalian yang
persediaan menurut hustanto dilakukan PT ALINCO pada persediaan
1) Membuat rencana kebutuhan bahan baku bahan baku untuk memenuhi kebutuhan
produksi klem kabel.
Rencana produksi perusahaan x kebutuhan bahan baku
b. Penerapan sistem Just in Time (JIT) pada
Sumber: Hustanto (2013:52) persediaan bahan baku untuk memenuhi
2) Menghitung biaya pembelian bahan baku kegiatan produksi klem kabel pada PT
Harga bahan baku x bahan baku yang dibutuhkan ALINCO, Karangploso, Malang. yaitu:
1) Perhitungan rencana kebutuhan bahan
Sumber: Hustanto (2013:53)
baku klem kabel tahun 2015 pada PT
3) Menghitung dan menetapkan biaya pemesanan
ALINCO, Karangploso, Malang dengan
Biaya pesanan (JIT) metode Just In Time (JIT).
𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛 𝑥 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑘𝑎𝑛
2) Perhitungan biaya pembelian persediaan
=
𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛 bahan baku klem kabel tahun 2015 pada
Sumber: Hustanto (2013:63)
PTi ALINCO, Karangploso, Malang
4) Menghitung biaya penyimpanan dengan metode Just In Time (JIT).
Biaya penyimpanan terdiri dari biaya gudang, 3) Perhitungann biaya pemesanan bahani
pemakaian listrik dan kebersihan baku klem kabel tahun 2015 pada PT
5) Total biaya persediaan ALINCO, Karangploso, Malang dengan
Biaya pembelian + biaya pemesanan + biaya metode Just In Time (JIT).
penyimpanan 4) Perhitungan biaya penyimpanan pada
Sumber: Hustanto (2013:65) persediaan bahan baku dengan sistem Just
in Time (JIT).
METODE PENELITIAN 5) Perhitungan total biaya persediaan bahan
Jenis Penelitian baku untuk memenuhi kebutuhan
Jenis penilitian ini menggunakan penelitian produksi sesuai dengan sistem Just in
deskriptif dengan mengggunakan pendekatan Time (JIT).
kuantitatif yang bersifat studi kasus dengan 6) Memastikan dalam kegiatan produksi,
pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data s
mesin diatur secara berurutan dalam
k

dari perusahaan dan menganalisis dengan sistem pengelolahan bahan baku menjadi barang i

Just in Time. Sehingga dari hasil penelitian dapat jadi sesuai dengan sistem Just in Time
ditarik kesimpulan yang dapat dipakai sebagai (JIT).
bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan c. Efisiensi dan efektiftifitas penerapaan sistem
di dalam memecahkan masalah perusahaan. Just in Time (JIT) pada persediaan bahan
Lokasi Penelitian baku PP (Polyprophylen) untuk memenuhi
Penelitian dilaksanakan di PT ALINCO yang kebutuhan produksi di PT ALINCO,
terletak di Jl. Zhentana No 55 Kecamatan Karangploso, Malang.
Karangploso, Kabupaten Malang. PT ALINCO Analisis Data
merupakan perusahaan yang ada di Malang yang Proses analisis data dalam penelitian ilmiah
bergerak di bidang pembuatan produk-produk merupakan bagian yang sangat penting dan
menentukan dalam pencapaian tujuan penelitian
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 38 No. 1 September 2016| 186
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan Tabel 2 Rencana Kebutuhan Bahan Baku dengan
oleh peneliti adalah analisis deskriptif. Analisis Sistem Just in Time (JIT) pada PT ALINCO
Bulan Rencana Kebutuhan Kebutuhan bahan baku
deskriptif merupakan analisis dimana data yang produksi bahan baku
(pcs) (1 pcs / kg ) (kg)
diperoleh akan dianalisis dengan cara menguraikan
dan memberikan gambaran apa adanya serta sesuai Januari 497.800 0,01 4.978
Februari 497.700 0,01 4.977
dengan ketentuan dan kenyataan dalam Maret 497.900 0,01 4.979
April 498.700 0,01 4.987
prakteknya. Langkah-langkah analisis data dalam Mei 497.850 0,01 4.978,5
penelitian ini sebagai berikut: Juni
July
498.750
497.900
0,01
0,01
4.987,5
4.979
a. Analisis sistem perencanaan dan Agustus 497.750 0,01 4.977,5
September 497.900 0,01 4.979
pengendalian pada persediaan bahan baku Oktober 497.950 0,01 4.979,5
November 497.850 0,01 4.978,5
untuk memenuhi kebutuhan produksi PT Desember 497.950 0,01 4.979,5
ALINCO.
Jumlah 59.760
b. Analisis penerapan sistem Just in Time (JIT)
Sumber: Data diolah, (2016)
pada persediaan bahan baku untuk memenuhi
kebutuhan produksi klem kabel pada PT Berdasarkan penelitian langsung di PT
ALINCO, Karangploso, Malang. ALINCO, 1 kg bahan baku PP (Polypropylenen)
c. Mengetahui efisiensi dan efektiftifitas dalam dapat menghasilkan 100 pcs klem kabel.
penerapaan sistem Just in Time (JIT) pada Dan kapasitas kebutuhan bahan baku dari setiap
persediaan bahan baku PP (Polyprophylen) keluaran produk klem kabel bersifat normal atau
untuk memenuhi kebutuhan produksi di PT sama. Jadi untuk menghasilkan 1 pcs
ALINCO, Karangploso, Malang. membutuhkan 0,01 kg bahan baku PP
(Polypropylenen).
HASIL DAN PEMBAHASAN Maka dari itu perlu membuat perencanani
1. Analisis Penerapan Sistem Just In Time (JIT) kebutuhan bahan baku sesuai dengan kebutuhan
pada Persediaan Bahan Baku untuk untuk produksi klem kabel dengan sistem JIT.
Memenuhi Kebutuhan Produksi klem kabel. Berdasarkan penerapan sistem Just in Time (JIT)
PT ALINCO merupakan perusahaan industri pada perencanaan kebutuhan bahan baku PP
yang bergerak di bidang pembuatan produk-produk (Polypropylenen) dihasilkann sebanyak 59.760 kg.
kelistrikan. Hasil produksi PT ALINCO berupa Kebutuhan bahan baku dengan sistem Just in Time
part-part kemasan elektrik (OB Dos, Conduit, (JIT) menimbulkan efisiensi pada pembelian
Terminal Kabel, Junction Box Rectangular, Klem kebutuhan bahan baku yangi direncanakan
Kabel, Steker, Wall Plug, Surface Mounting Outlet perusahaan sebanyak 63.250 kg. Selisih efiensi
Telpon, Shock Pipa, Klem Pipa, Distribution Box kebutuhan bahan baku yang direncanakan
4). Pada penelitian ini difokuskan ke produski klem perusahaan dengan sistem Just in Time (JIT)
kabel yang berbahan baku biji plastik PP sebanyak 3.490 kg atau 0.06 %. Jadii perusahaan
(Polypropylenen). bisa menerapkan sistem Just in Time (JIT) agar
Tahun 2015, PT ALINCO merencanakan dan tidak terjadi kelebihan perencanaan kebutuhan
menghasilkan produksi klem kabel sebanyak bahan baku dalam memenuhi kebutuhan produksi.
5.976.000 pcs (tabel 3). Sistem persediaan JIT Kemudian pada tahapan selanjutnya,
berusaha untuk membeli persediaan bahan baku perusahaan harus menjalin kontrak jangka panjang
sesuai dengan kuantitas yang dibutuhkan produksi kepada perusahaan pemasok (vendor) bahan baku
sehingga tidak terjadi pemborosan pembelian supaya ketika bahan baku dibutuhkan perusahaan,
bahan baku. Pada tahap awal, perencanaan tinggal menghubungi dan mengkonfirmsi rencana
pembelian bahan baku harus disesuaikan dengan kebutuhan bahan baku perusahaan sehingga bisa
target produksi sehingga tidak akan melebihi melakukan tahap pembelian bahan baku.
pembelian persediaan bahan baku. Berdasarkan penelitian langsung di PT ALINCO,
harga bahan baku PP (Polypropylenen) selama
tahun 2015, seharga Rp. 9.800/kg tidak mengalami
perubahan harga sama sekali.
Berdasarkan penerapan sistem Just in Time
(JIT) pada pembelian kebutuhan bahan baku PP
(Polypropylenen) sebesar Rp. 585.648.000.
Pembelian bahan baku dengan sistem Just in Time
(JIT) menimbulkan efisiensi pada pembelian bahan

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 38 No. 1 September 2016| 187


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
baku dibandingkan dengan yang dilakukan departemen produksi yang digunakan untuk
perusahaan sebesar Rp. 619.850.000. Sehingga mencetak biji plastik PP (Polypropylenen) menjadi
dari penerapan sistem Just in Time (JIT) klem kabel. Selama ini pemakaian mesin (mesin
menimbulkan efiensi pembelian bahan baku hopperdryer) di hidupkan selama 8 jam non stop
sebesar Rp. 34.202.000 atau 0.06 %. Jadi dalam satu hari, kecuali hari sabtu selama 7 jam
perusahaan bisa menerapkan sistem Just in Time dihidupkannya. Dalam penerapan sistem Just in
(JIT) agar tidak terjadi kelebihan pembelian bahan time (JIT) diusahakan pemakaian listrik untuk
baku yang akan menyebabkan pemborosan mesin hopperdryer disesuaikan dengan waktu
pembelian bahan baku di perusahaan di dalam produksi klem kabel, tidak di hidupkan terus
memenuhi kebutuhan produksi. selama satu hari. Pemakaian listrik untuk mesin
Kemudian akan dilanjutkan ke proses hopperdryer bisa diminimalisir kembali dalam
pengiriman bahan baku dengan perusahaan pengunaannya.
pemasok (vendor) bahan baku sesuai dengan Berdasarkan penelitian langsung di PT
perjanjian kontrak kerja sama, waktu dan ALINCO, diketahui bahwa setiap 15 detik akan
kebutuhan produksi perbulan perusahaan. Hal ini menghasilkan keluaran klem kabel sebanyak 20
akan menimbulkan perbedaan biaya pemesanan pcs. Sedangkan mesin dinyalakan non-stop dalam
karena perbedaan kuantitas pembelian bahan baku sehari. Maka dapat disimpulkan bahwa:
yang diterapkan perusahaan dengan sistem Just in 1 jam = 3.600 detik
Time (JIT). 15 detik = 20 pcs
Berdasarkan penerapan sistem Just in Time Jadi dalam kurun waktu 1 jam, akan dihasilkan
(JIT) pada biaya pemesanan pada persediaan bahan klem kabel sebesar 4.800
baku PP (Polypropylenen) sebesar Rp. 47.413.927. Berdasarkan penerapan sistem Just in Time
Pembelian bahan baku dengan sistem Just in Time (JIT) pada biaya penyimpanan pada persediaan
(JIT) menimbulkan efisiensi pada biaya pemesanan bahan baku PP (Polypropylenen) sebesar Rp.
persediaan bahan baku dibandingkan dengan yang 59.309.703,71. Biaya penyimpanan bahan baku
dilakukan perusahaan sebesar Rp. 48.600.000. dengan sistem Just in Time (JIT) menimbulkan
Perbedaan ini disebabkani karena perbedaan efisiensi terhadap biaya produksi dari pada biaya
kuantitas bahan baku yang dibeli. Sehingga dari penyimpanan persediaan bahan baku yang
penerapan sistem Just in Time (JIT) menimbulkan dilakukan perusahaan sebesar Rp. 62.646.660.
efiensi biaya pemesanan persediaan bahan baku Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan
sebesar Rp. 1.186.073 atau 0.025 %. Jadi pemakaian listrik pada mesin hopperdryer yang
perusahaan bisa menerapkan sistem Just in Time diterapkan perusahaan dengan sistem Just in Time
(JIT) sehingga biaya pemesanan bahan baku (JIT). Sistem Just in Time (JIT) mengusahakan
perusahaan tidak terlalu besar. agar seefektif mungkin mesin digunakan untuk
Kemudian bahan baku yang sudah terkirim oleh pemenuhan kegiatan produksi, tidak dihidupkan
perusahaan pemasok (vendor) akan dibawa seharian dan ada waktu terbuang atau menganggur
langsung ke departemen gudang untuk disimpan karena mesin tidak dipakai secara terus menerus.
dan selanjutnya akan di bawa ke departemen Sehingga dari penerapan sistem Just in Time (JIT)
produksi untuk proses produksi perusahaan. Dalam menimbulkan efiensi biaya penyimpanan
penerapan sistem Just in Time (JIT) selalu berusaha persediaan bahan baku sebesar Rp. 3.336.956,3
untuk menghilangkan pemborosan penyimpanan di atau 0.06 %. Jadi perusahaan bisa menerapkan
gudang, namun dalam aplikasinya biaya sistem Just in Time (JIT) sehingga biaya
penyimpanan khususnya di gudang tidak penyimpanan persediaan bahan baku perusahaan
mengalami perubahan karena biaya di gudang tidak terlalu besar dalam memenuhi kebutuhan
adalah biaya penerangan dan biaya untuk produksi.
kebersihan. Akan tetapi dengan menerapkan sistem Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa, dalam
Just in Time (JIT) persediaan bahan baku yang di merencanakan persediaan bahan baku untuk
simpan di gudang akan lebih diminimalisir kembali memenuhi kebutuhan produksi, perusahaan bisa
karena persediaan bahan baku akan dibeli dan menerapkan sistem Just in Time (JIT). Karena
datang dengan kuantitas dan waktu yang sama, dalam penerapanya, sistem Just in Time (JIT) lebih
tidak untuk disimpan di gudang dan membeli efektif dan efisien ditinjau dari pembelian
terlalu banyak. kebutuhan bahan bakunya, biaya pemesanan
Biaya penyimpanan tidak hanya biaya gudang persediaan bahan baku dan biaya pemesanan
saja, melainkan biaya pemakaian mesin (mesin persediaan bahan baku. Dengan sistem Just in Time
hopperdryer). Mesin hopperdryer berada di (JIT), perusahaan diusahakan untuk kerja sama
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 38 No. 1 September 2016| 188
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
dalam bentuk kontrak kerja jangka panjang dengan kebutuhan produksi di PT ALINCO,
perusahaan pemasok (vendor) bahan baku PP Karangploso, Malang.
(Polypropylenen) sehingga ketika bahan baku Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan
dibutuhkan bisa dikirimkan secara langsung dan sistem Just In Time (JIT) pada persediaan bahan
sesuai dengan kuantitas yang dibutuhkan, tidak lagi baku untuk memenuhi kebutuhan produksi akan
membeli bahan baku banyak untuk disimpan di menghasilkan efisiensi biaya produksi. Dari segi
gudang sehingga akan menyebabkan pemborosan pembelian bahan baku akan menimbulkan efisiensi
pembelian. Untuk tata letak pabrik, dengan sebesar 0,06% yang akan berdampak pada
menerapkan sistem Just in Time (JIT) diusahakan pengurangan pemborosan pembelian persediaan
membenahi pola sel pabrikasi atau sel kerja. Sel bahan baku.
pabrikasi berisi mesin-mesin yang dikelompokan Tabel 4 Perbandingan Total Biaya Persediaan
di dalam sebuah keluarga mesin yang berbentuk Perusahaan dan Penerapan Sistem Just In Time
setengah lingkaran dan bersifat continue atau (JIT) pada Produksi Klem Kabel PT ALINCO,
berkelanjutan dalam proses produksi. dan hasilnya Tahun 2015
Variable Perusahaan JIT Selisihh c%c
segala tugas yang berkaitan dengan proses Biaya 619.850.000 585.648.000 34.202.000 0.06
pembelianm
produksi, akan berurutan dari mesin satu ke mesin bahanmbaku
lainya, sehingga tidak menimbulkan biaya Biaya 48.600.000 47.413.927 1.186.073 0.025
pemesanan
pemindahan lagi dan waktu lebih efisien. bahan baku
Tabel 3 Total Biaya Persediaan Perusahaan dengan Biaya 62.646.000 59.309.703,71 3.336.956,3 0.06
penyimpanans
Sistem Just in Time (JIT) pada PT ALINCO bahanmbaku
Bulan Total biaya Total biaya Total biaya Total biaya Total cost 731.096.660 731.096.630,7 38.725.029,3 0.05
pembelian pemesanan penyimpan persediaan Sumber: Data diolah
an
(Rp) (Rp) (Rp)
(Rp) Kemudian ditinjau dari segi biaya pemesanan
Januari 48.784.400 3.607.391 4.942.347,5 57.334.138,5
Februari 48.774.600 3.324.636 4.942.283,5 57.041.519,5
bahan baku, penggunaan sistem Just in Time (JIT)
Maret 48.794.200 2.927.652 4.942.411,25 56.664.263,25 menimbulkan efisiensi sebesar 0.025 % yang akan
April 48.872.600 4.301.287 4.942.921,21 58.116.808,21
Mei 48.789.300 3.055.675 4.942.379,375 56.787.354,38
mengurangi biaya pemesanan pada persediaan
Juni 48.877.500 4.692.784 4.942.953,125 58.513.237,13 bahan baku, hal ini karena berhubungan dengan
July 48.794.200 4.067.290 4.942.411,25 57.803.901,25
Agustus 48.779.500 4.293.094 4.942.319,625 58.014.913,63
kuantitas bahan baku yang dipesan. Sedangkan
September 48.794.200 3.485.300 4.942.411,25 57.221.911,25 ditinjau dari biaya penyimpanan dengan sistem
Oktober 48.799.100 4.685.257 4.942.443,125 58.426.800,13
November 48.789.300 4.907.378 4.942.379,375 58.639.057,38
Just in Time (JIT) akan menimbulkan efisiensi
Desember 48.799.100 4.066.183 4.942.443,125 57.807.726,13 sebesar 0,06 %. Hal ini berdampak pada
Total Biaya 692.371.630,7
keefektifan dan keefisiensian penggunaan listrik
pada pemakaian mesin. Jadi total biaya tersebut
Rata-Rata 57.697.635,89
akan menimbulkan efisiensi biaya sebesar
Sumber: Data diolah (2016) Rp.38.725.029,3 atau 0.05 % pada persediaan
bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa total biaya Jadi penerapan sistem Just in Time (JIT) pada
yang ditimbulkan persediaan bahan baku dengan i persediaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan
sistem Just in Time (JIT) terdiri atas biaya produksi perusahaan lebih efektif dan efisien dari
pembelian, biaya pemesanan dan biaya sistem perencanaan dan pengendalian yang telah
penyimpanan. Berdasarkan penelitian yang telah diterapkan perusahaan.
dilakukan, total biaya persediaan bahan baku
dengan sistem Just in Time (JIT) untuk pemenuhan KESIMPULAN DAN SARAN
produksi klem kabel perusahaan pada tahun 2015 Kesimpulan
sebesar Rp. 692.371.630,7 atau dengan rata-rata Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan
perbulan Rp. 57.697.635,89. Dan dalam mengenai analisis penerapan system Just In Time
pemenuhan kebutuhan produksi, sistem Just in (JIT) pada persediaan bahan baku untuk memenuhi
Time (JIT) dirasa tepat untuk diterapkan kebutuhan produksi, dapat diambil kesimpulan
perusahaan karena akan menimbulkan kinerja bahwa PT ALINCO, Karangploso, Malang, bisai
perusahaan semakin meningkat. diterapkan system Just In Time (JIT) dalam
2. Efisiensi dan efektiftifitas penerapaan sistem pemenuhan kebutuhan produksi dan akan
Just in Time (JIT) pada persediaan bahan meningkatkan efisiensi biaya produksi perusahan
baku PP (Polyprophylen) untuk memenuhi dan menimbulkan efektifitas dalam pemenuhan

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 38 No. 1 September 2016| 189


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
kebutuhan bahan baku untuk produksinya dengan Atkinson, A.A. Dkk. 2009. Akuntansi Manajemen
pertimbangan sebagai berikut: edisi kelima jilid 1. Jakarta: PT Indeks.
a. Sistem Perencanaan dan pengendalian Baroto, Teguh. 2002. Perencanaan dan
perusahaan terhadap persediaan bahan baku Pengendalian Produksi. Jakarta: Ghalia
untuk memenuhi kebutuhan produksi kurang Indoesia
efektif dan efisien karena terjadinya
pemborosan pembelian persediaan bahan Blocher & Dkk (Terjemahkan Susty Ambarriani).
baku, tidak terikat kontrak jangkas panjang 2000. Managmen Biaya dengan Tekanan
dengan perusahaan pemasok (vendor) dan Stratejik. Jakarta: Salemba Empat
penataan pabrik yang kurang teratur.
i
Gasperz, V. 2004. Production Planning and
b. Penerapan system Just in Time (JIT) pada o
Inventory Control berdasarkan Pendekatan
persediaan bahan baku dalam memenuhi Sistem Terintegrasi MRP II dan JIT Menuju
kebutuhan produksi dapat meningkatkan Manufacturing 21.Jakarta: Gramedia Pustaka
efektif dan efisien karena akan menimbulkan Utama.
penurunan pembelian persediaan bahan baku
sebesar Rp. 34.202.000, menurunkan biaya Hamming, M & Nurnajamuddin, M. 2007.
pemesanan sebesar Rp. 1.186.073 dan biaya Manajemen Produksi Modern. Jakarta: Bumi
penyimpanan sebesar Rp. 3.336.956,3 atas Aksara
tersedianya persediaan bahan baku, dan Hamming, M & Nurnajamuddin, M. 2012.
mengusahakan untuk membuat perjanjian Manajemen Produksi Modern (edisi 2).
jangka panjang dengan perusahaan pemasok Jakarta: Bumi Aksara
dan tata letak pabrik dibuat system
berkelanjutan (continue). Hansen &Mowen. 2009. Managerial Accounting.
Saran Jakarta: Salemba Empat
Adapun saran yang diberikan, antara lain: Hasan, Irmayanti. 2011. Manajemen Operasional
a. PT ALINCO, Kecamatan Karangploso, Perspektik Intregratif. Malang: UIN-Maliki
Kabupaten Malang, hendaknya Press
memperhatikan biaya yang terkait dengan
Ristono, Agus. 2008. Manajemen Persediaan.
pembelian kebutuhan bahan baku
Yogyakarta: Graha Ilmu
perusahaan. Sehingga dapat terkontrol
dengan baik dan tidak menimbulkan biaya Simamora, Henry. 2012. Akuntansi Manajemen.
yang lebih, yaitu pemborosan bahan baku. Riau: Star Gate Publisher
b. Dalam kegiatan Produksi, penataan aliran Sofyan, Diana K. 2013. Perencanaan dan
lantai produksi perusahaan perlu pengendalian Produksi. Yogyakarta: Graha
mempertimbangkan sistem produksi yang Ilmu
berkelanjutan, sehingga proses produksi
berjalan dengan lancar. Dan juga tempat Stevenson, W.J & Chuong, S.C. 2014.
penyimpanan dengan tempat proses Manajegmen Operasi Perpektif Asia. Jakarta:
produksi, jangan berjauhan, karena akan Salemba Empat
menambah biaya pemindahan perusahaan Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan
yang berlebih. Pendekatan Kuantitatif, Kualitatifdan R&D.
c. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Bandung: Alfabeta
perusahaan bisa menerapkan sistem Just in
Time karena berpengaruh pada produktifitas Sugiyono, Bambang. Dkk. 2015. Manajemen
dan kinerja perusahaan. Produksi. Malang: NN Press
Widilestariningtyas, Ony. Dkk. 2011. Akuntansi
DAFTAR PUSTAKA Biaya. Yogyakarta: Graha Ilmu
Assauri, Sofjan. 2008. Manajemen produksi dan
Witjaksono, Armanto. 2013. Akuntansi Biaya
operasi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas
(edisi revisi). Yoyakarta: Graha Ilmu
Ekonomi Universitas Indonesia

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 38 No. 1 September 2016| 190


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id