You are on page 1of 3

MODUL 02

Sintesis Senyawa Kompleks Fe(III)


Hilda Taslam Fuadi (10514061)

Wand Kasim (10514019)

Kelompok B5
H2C2O4, Etanol p.a, NaClO4, H2SO4 3
M, H2SO4 pekat, H2O2 5%, Aqua
Pendahuluan
DM,es batu.
Secara umum, ion logam blok d
mudah membentuk kompleks. Salah satu ion
b. Peralatan
logam yang dapat dengan mudah membentuk Gelas kimia 100 ml, gelas ukur,
senyawa kompleks adalah ion logam Fe, spatula, batang pengaduk magnetik,
yang dapat membentuk bilangan oksidasi hot plate, stirrer, kaca masir ukuran
stabil, Fe(II) dan Fe(III). G-4.
Garam mohr yang secara kinetik
c. Cara Kerja
lebih stabil terhadap oksidasi disbanding
garam Fe(II) lainnya, merupakan contoh 1. Pembentukan [Fe(En)3]3+
senyawa stabil Fe(II) sehingga seringkali Padatan FeCl3.6H2O
digunakan sebaga precursor Fe(II) dalam dilarutkan dengan 2 ml etanol p.a
sintesis senyawa kompleks Fe(II). Dalam dalam erlenmeyer 50 ml. larutan
larutan, garam besi (II) akan menghasilkan dalam erlenmeyer dimasukan ke
kation [Fe(H2O)6]2+ yang dapat bereaksi dalam penangas pada suhu 70oC,
dengan ligand dan kemudian menghasilkan labu ditutup dengan aluminiium
senyawa kompleks besi (II). foil. Larutan dipanaskan selama
Sintesis senyawa kompleks Fe(III) 15 menit. Setelah itu larutan
dengan berbagai ligan sudah banyak didinginkan dan ditambahkan 2
dilakukan, antari lain [Fe(en)3]3+, ml etilendiamin perlahan-lahan
[Fe(H2O)6] , [Fe(Ox)3] , [Fe(Phen)3]3+, dan
3+ 3-
sambil diaduk. Larutan didiamkan
[Fe(CN)6]3-. Salah satu sifat fisik senyawa kemudian disaring dengan
kompleks Fe(III) yang menarik adalah sifat penyaringan vakum. Padatan
magner. Garam Fe(III) memiliki konfigurasi yang dihasilkan dilarutkan
elektron d5. Reaksi garam Fe dengan ligan kembali untuk direkristalisasi.
berbeda dapat mengubah nilai momen
magnet tersebut.
2. Pembentukan [Fe(Oksalat)3]3-

3. Pembentukan
Bahan Kimia, Peralatan dan
[Fe(Phenantrolin)]3+
Cara kerja
a. Bahan Kimia
Hasil dan Pembahasan
Garam Mohr, FeCl3.6H2O, 1,10-
phenantrolin, etilendiamin, K2C2O4, Hasil

Asisten : Reksy
Massa [Fe(En)3]3+ = 1,092 g
Massa [Fe(Ox)3]3- = 2,0384 g
Massa [Fe(Phen)3]3+ = 0,3582 g
Pembahasan
Dalam percobaan ini telah
disintesis senyawa kompleks Fe(III)
dengan ligan etilen diamin, oksalat dan
fenantrolin.
Pada sintesis [Fe(en)3]3+ Kesimpulan
prekursor yang digunakan adalah
FeCl3.6H2O dan dilarutkan dalam etanol.
Etanol digunakan sebagai pelarut agar
tidak terbentuk spesi [Fe(H2O)6]3+ (jika
digunakan pelarut air) karena Daftar Pustaka
etilendiamin akan sulit mensubsitusi Housecroft, E Catherine and Shape, Alan.
ligan air. Larutan dipanaskan agar semua 2008. Inorganic Chemistry, Third
FeCl3.6H2O dapat larut. Etilen diamin Edition. Pearson Education
ditambahkan perahan-lahan agar Limited. Prentice Hall. hlm. 261-
terbentuk senyawa kompleks yang 561.
diinginkan. Warna endapan yang
terbentuk adalah coklat kemerahan. Pilgaard, Michael. 2016. Chromium
Reaksi antara FeCl3.6H2O dan Chemical Reaction. (Diakses
etilendiamin adalah sebagai berikut : melalui
https://pilgaardelements.com/Chro
mium/Reactions.htm )
http://www.guidechem.com/reference/di
Padatan coklat yang telah diperoleh c-284782.html (diakses pada
direkristalisasi dengan metode uap. tanggal 24 Februari 2017)

Ligan lain yang digunakan adalah


oksalat. Pada pembentukan senyawa
kompleks [Fe(Ox)3]3-, prekursor yang
digunakan adalah garam mohr. Hal ini
karena pada garam mohr, bilangan
oksidasi Fe sangat stabil sehingga
walaupun digunakan pelarut air, ligan
tetap dapat disubstitusi. Reaksi
berlangsung dalam suasana asam
sehingga perlu ditambahkan H2SO4.
Reaksi garam mohr dengan asam oksalah
adalah sebagai berikut :

Asisten : Reksy
Asisten : Reksy