You are on page 1of 7

TUGAS INDIVIDU

ANALISIS KESADARAN MEREK SHAMPOO TRESEMME

Tugas Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Statistika 2

Dosen Pengampu: Dr. Siti Nurhasanah, SE., MPd

Oleh
Puan Khusyala Devi 11160810000072

MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2017
PENGARUH KESADARAN MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
SHAMPO TRESEMME

A. Landasan Teori

1. Kesadaran Merek (Brand Awareness)

a. Pengertian Kesadaran Merek

Kesadaran merek adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali,

mengingat kembali suatu merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu

(Durianto dkk, 2004:57).

Menurut (Ferrinadewi, 2008:132) Brand Awareness dapat diartikan sebagai

kesadaran konsumen akan keberadaan nama merek dalam benaknya ketika konsumen

memikirkan suatu kategori produk (recognition) dan merupakan nama yang paling

mudah diingatnya untuk kategori tersebut (recall).

Brand awareness (kesadaran merek) merupakan kemampuan konsumen untuk

mengidentifikasikan suatu merek pada kondisi yang berbeda, dapat dilakukan dengan

pengenalan merek dan pengingat kembali terhadap suatu merek tertentu. Kesadaran

merek diciptakan dan ditingkatkan dengan cara meningkatkan keakraban merek

melalui paparan berulang sehingga konsumen merasa mengenal merek tersebut

(Kotler, 2010).

Menurut (Rangkuti, 2004:243) mendefinisikan kesadaran merek merupakan

kemampuan seorang pelanggan untuk mengingat suatu merek tertentu atau iklan

tertentu secara spontan atau setelah dirangsang dengan kata-kata kunci.

b. Tingkatan Kesadaran Merek

Terdapat beberapa tingkatan dari brand awareness. Tingkatan kesadaran merek

(brand awareness) secara berurutan dapat dilihat seperti gambar dibawah ini:
Gambar 2. 1
Tingkatan Kesadaran Merek

Sumber : Durianto dkk (2004:55)

Gambar di atas menunjukkan adanya empat tingkatan kesadaran merek yang

disebut piramida merek. Piramida kesadaran merek dari tingkat terendah sampai

tingkat tertinggi adalah sebagai berikut :

1) Unaware of brand (tidak menyukai merek)

Merupakan tingkat yang paling terendah dalam piramida kesadaran

merek dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek. Jadi para

konsumen tidak mengetahui keberadaan suatu merek.

2) Brand recognition (pengenalan merek)

Yaitu tingkat minimal dari kesadaran merek. Brand recognition

merupakan pengukuran brand awareness, responden kesadarannya diukur

dengan diberikan bantuan. Dimana nantinya pengenalan suatu merek akan

muncul kembali setelah dilaukan pengingatan kembali dengan memakai bantuan


(aided recall). Pertanyaan yang diajukan dibantu dengan menyebutkan ciri-ciri

produk tersebut.

3) Brand recall (pengingat kembali tentang merek)

Yaitu adalah pengingat kembali terhadap suatu merek tanpa diberikan

bantuan (unaided recall). Hal ini diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa

bantuan, karena berbeda dari pengenalan, responden dalam hal ini tidak perlu

dibantu untuk memunculkan atau menginat merek tersebut.

4) Top of mind (puncak pikiran)

Yaitu adalah merek yang disebutkan pertama kali oleh konsumen atau

yang pertama kali muncul dalam benak konsumen. Dengan kata lain merek

tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada dalam benak

konsumen. Ini bisa dijelaskan seperi apabila seseorang ditanya secara langsung

tanpa diberi bantuan pengingatan dan ia dapat menyebutkan satu nama merek,

maka merek yang paling banyak disebutkan pertama sekali merupakan puncak

pikiran atau dapat disimpulkan top of mind adalah merek yang pertama kali ada

di benak atau pikiran konsumen pada saat konsumen tersebt ditanya akan suatu

merek produk.

Upaya untuk meraih kesadaran merek, baik dalam tingkat pengenalan

maupun pengingatan kembali, melibatkan dua kegiatan antara lain adalah

berusaha untuk memperoleh identitas merek dan mengkaitkannya dengan kelas

produk tertentu.
.
Variabel Sub Variabel Indikator Skala
B. Sin
Kesadaran 1. Top of mind 1. Merek yang pertama kali Ordinal tes
Merek muncul dibenak
konsumen a
(X2)
2. Brand recall 2. Mengingat kembali Ordinal
Durianto merek tanpa di bantu
(2004:7)
3. Brand recognition 3. Mengingat merek Ordinal
dengan diberikan
bantuan

4. Unaware of brand 4. Tidak mengetahui suatu Ordinal


merek
Berdasarkan pendapat para ahli dapat penulis simpulkan bahwa kesadaran merek
adalah kemampuan seorang pelanggan untuk mengingat suatu merek yang diciptakan
dan ditingkatkan dengan cara meningkatkan keakraban merek melalui paparan
berulang sehingga konsumen merasa mengenal merek tersebut. Dalam riset ini,
indikatornya adalah:

1. Merek yang pertama kali muncul dibenak konsumen

2. Mengingat kembali merek tanpa di bantu

3. Mengingat merek dengan diberikan bantuan

4. Tidak mengetahui suatu merek


KUISIONER PENGARUH KESADARAN MEREK TERHADAP KEPUTUSAN
PEMBELIAN SHAMPO TRESEMME

Identitas Responden

Untuk keperluan keabsahan data penelitian ini, saya mengharapkan kepada


bapak/ibu/saudara/i untuk menceklis ( √ ) pernyataan berikut ini :

Nama : …………………………………..

Jenis kelamin :( ) Laki-Laki ( ) Perempuan

Usia berkisar antara :( ) <15 ( ) 15 - 20 ( ) 20 - 25 ( ) >25

Cara Pengisian Kuesioner

Berilah tanda ceklis ( √ ) pada kolom yang telah disediakan dengan pilihan jawaban
sebagai berikut :

STS = Sangat Tidak Setuju

TS = Tidak Setuju

N = Netral

S = Setuju

SS = Sangat Setuju
No Pernyataan STS TS N S SS
1. Merek shampo yang muncul dalam benak Anda
pertama kali adalah Tresemme.
2. Anda sering membeli produk shampoo Tresemme.
3. Hanya shampoo Tresemme yang selalu Anda
gunakan untuk membersihkan dan merawat rambut.
4. Menjaga Kesehatan rambut identik dengan
Tresemme.
5. Anda sudah mengenal produk shampoo merek
Tresemme.
6. Anda mengenal produk shampoo Tresemme melalui
iklan di televisi.
7. Anda membeli produk shampoo merek Tresemme
karena memberi manfaat lebih dibanding merek lain.
8. Produk shampoo merek Tresemme dikenal karena
kualitasnya bukan karena harganya.
9. Anda pasti sering mendengar slogan "TRESEMME,
Rambut Indah Salon Setiap Hari"
10. Anda mengetahui Unilever Indonesia sebagai
perusahaan terbaik nomor satu se-Asia.