You are on page 1of 2

Cara virus menginfeksi manusia melalui proses yang agak panjang karena tubuh manusia

memiliki suatu sistem pertahanan terhadap benda asing dan patogen yang disebut sebagai
sistem imun. Respon imun timbul karena adanya reaksi yang dikoordinasi sel-sel, molekul-
molekul terhadap mikroba dan bahan lainnya. Sistem imun terdiri atas sistem imun alamiah
atau non spesifik (natural/ innate/ native) dan didapat atau spesifik (adaptive/ acquired). Baik
system imun non spesifik maupun spesifik memiliki peran masing-masing, keduanya
memiliki kelebihan dan kekurangan namun sebenarnya ke dua sistem tersebut memiliki kerja
sama yang erat.

Sumber Gambar: science.howstuffworks.com


Virus menginfeksi manusia mempunyai mekanisme yang berbeda-beda, virus yang dapat
menyebabkan penyakit tersebut sangat bergantung pada spesies/ jenis virus. Mekanisme
patogenesitas pada tingkat seluler dimulai dengan lisisnya sel, sel pecah dan mengakibatkan
kematian sel. Pada hewan dan manusia, bila terjadi kematian banyak sel dalam tubuh karena
infeksi virus, maka efek penyakit virus akan terjadi. Walaupun virus menyebabkan terjadinya
gangguan kesehatan, pada kondisi tertentu kehadiran virus dalam tubuh tidak menyebabkan
gejala apapun (periode laten).

Beberapa jenis virus dapat hidup lama dalam tubuh penderita atau disebut infeksi kronis.
Pada kondisi tersebut virus terus bereplikasi sehingga menimbulkan reaksi pertahanan tubuh
dalam tubuh penderita, hal ini terjadi pada beberapa virus seperti: HIV,virus hepatitis B dan
virus hepatitis C. Orang yang menderita penyakit tersebut dinamakan karier, dia menyimpan
virus dalam tubuhnya dan dapat ditularkan pada orang lain yang peka.

Pada suatu populasi penduduk dalam daerah tertentu yang orangnya banyak menderita
sebagai karier maka penyakitnya disebut sebagai daerah endemik. Sedangkan infeksi virus
yang akut persisten pada individu adalah terjadinya interaksi antara agen penyakit dengan
penderita, dimana virus persisten tersebut berpotensi untuk mengalami perubahan sehingga
virus yang sama dapat menginfeksi lagi pada hospes yang sama pula. Beberapa contoh virus
yang sering menyebabkan penyakit pada manusia adalah flu (common cold), influenza, cacar
ayam (chickenpox) dan sakit demam.

Banyak penyakit penyebab infeksi virus yang berbahaya yang dapat menyebabkan kematian,
misalnya ebola, AIDS, flu burung dan SARS. Kemampuan virus untuk menyebabkan
penyakit dinamakan derajat virulensi, dimana setiap jenis virus mempunyai strain/ galur yang
berbeda untuk menyebabkan terjadinya penyakit. Penyakit asal virus lainnya masih banyak
diteliti terutama aspek kemungkinan adanya hubungan antara “human herpes virus six”
(HHV6) dengan penyakit neurologi seperti “multiple sclerosis” dan “chronic fatigue
syndrome”. Ada suatu kontroversi bahwa infeksi borna virus pada mulanya dapat
menyebabkan penyakit saraf pada kuda diduga virus tersebut dapat menyebabkan gangguan
jiwa/ psychiatrik pada manusia.